Jurnal Humaniora Vol. No. 593 - 604 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Analisis Skala Produksi Usahatani Jagung Pipil Nanda Rosyita1 . Nasir Ismail1. Khumaira1 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia nasirmaya_fp@abulyatama. https://doi. org/10. 30601/humaniora. v%vi%i. Published by Universitas Abulyatama Abstract Artikel Info Submitted: 08-10-2024 Revised: 22-10-2024 Accepted: 27-10-2024 Online first : 28-10-2024 Corn (Zea mays. Lin. is an industrial raw material and animal feed. Corn is classified as a strategic commodity because it meets the criteria, among others, has an influence on the price of other food commodities and has bright prospects. The increasing demand for maize in the country is closely related to the development of the food and feed industry. Therefore, efforts to increase maize production need to receive greater attention. Increased production can also still be pursued through improved harvest and post-harvest handling. The purpose of the study was to determine how much income and scale of production . eturns to scal. on pipil corn farming in Teuladan Village. Seulawah Valley District. Aceh Besar Regency. The research method is the "Surve Method" with the "Simple Random Sampling" technique of 29 farmers. Income analysis method analyzed using A =TR-TC, and production scale analysis using multiple liner regression analysis with the Cobb-Dauglass Production Function Model. The results showed an average income value of 20,753,700. which means that peeled corn farming in the research area can generate income and is feasible. And based on the Return to scale (RTS) analysis of pipil corn farming in the research area, the result is 10. 923 (Table . , in the RTS analysis it can be said that the production of pipil corn farming is in a condition of increasing output scale (Incresing return to scal. , because the sum of the values of the coefficients of the production factors is more than one (Oc> . This means that by adding a certain amount of input, the corn farm can achieve full efficiency. Keywords: Income. Scale of Production. Pipil Corn Farming. Abstrak Jagung (Zea mays. Lin. merupakan bahan baku industri dan pakan ternak. Jagung tergolong komoditas yang strategis karena memenuhi kriteria antara lain memiliki pengaruh terhadap harga komoditas pangan lainnya dan memiliki prospek yang cerah. Peningkatan kebutuhan jagung di dalam negeri berkaitan erat dengan perkembangan industri pangan dan pakan. Oleh sebab itu, upaya peningkatan produksi jagung perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Peningkatan produksi juga masih dapat diupayakan melalui perbaikan penanganan panen dan pascapanen. Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pendapatan dan skala produksi . eturns to scal. terhadap usahatani jagung pipil di Desa Teuladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian adalah AuMetode SurveAy dengan Teknik AuSimple Random SamplingAy terhadap 29 petani Metode Analisis Pendapatan yang dianalisis dengan menggunakan A =TR-TC, dan analisi skala produksi dengan menggunakan analisis regresi liner berganda dengan Model Fungsi Produksi Cobb-Dauglass. Hasil penelitian menunjukkan nilai pendapatan rata-rata sebesar 20. yang berarti usahatani jagung pipil di daerah penelitian mampu menghasilkan pendapatan dan layak diusahakan. Dan berdasarkan analisis Return to scale (RTS) usahatani jagung pipil didaerah penelitian diperoleh hasil sebesar 10,923 (Tabel . , pada analisis RTS dapat dikatakan bahwa produksi usahatani jagung pipil berada dalam kondisi skala output meningkat (Incresing return to scal. , karena penjumlahan nilai dari koefisien faktor-faktor produksi lebih dari satu (Oc> . Artinya bahwa dengan menambah jumlah input tertentu usahatani jagung pipil mampu mencapai efisiensi penuh. Kata-kata kunci: Pendapatan. Skala Produksi. Usahatani Jagung Pipil. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 0 International License. PENDAHULUAN Jagung merupakan bahan baku industri dan pakan ternak, kebutuhan jagung semakin meningkat namun di Indonesia untuk luas panen jagung pipilan tahun 2023 diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 0,28 juta hektar atau 10,03% dibandingkan luas panen pada 2022 yang sebesar 2,76 juta hektar. Akibat dari mengalami penurunan disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan iklim dan alih fungsi lahan, banyaknya bangunan yang dibangun (Agustina et , 2. Jagung tergolong komoditas yang strategis karena memenuhi kriteria antara lain memiliki pengaruh terhadap harga komoditas pangan lainnya dan memiliki prospek yang cerah. Peningkatan kebutuhan jagung di dalam negeri berkaitan erat dengan perkembangan industri pangan dan pakan. Oleh sebab itu, upaya peningkatan produksi jagung perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Peningkatan produksi juga masih dapat diupayakan melalui perbaikan penanganan panen dan pascapanen (Adolph, 2. Kabupaten Aceh Besar, dengan luas wilayah 2,903,49 km2 merupakan salah satu kabupaten yang mengembangkan jagung pipil di Provinsi Aceh. Dengan wilayah yang memiliki penduduk sekitar 435,298 jiwa lebih ini sebagian besarnya bergerak di dalam bidang pertanian. Hampir seluruh produk pertanian dapat dihasilkan di wilayah Aceh Besar, di mulai dari tananam tahunan hingga tanaman musiman. KAJIAN PUSTAKA Jagung (Zea mays L) Tanaman jagung (Zea mays L. ) (Duvick. merupakan tanaman rumputrumputan dan berbiji tunggal . dan memiliki kandungan karbohidrat, tanaman jagung termasuk jenis tumbuhan musiman dengan umur A 3 bulan (Nuridayanti, 2. Tanaman jagung juga merupakan tanaman serealia yang penting, selain sebagai tanaman bahan pangan pokok pengganti beras dalam upaya diversifikasi pangan, jagung merupakan pakan ternak (Fitri Ikayanti. Pemanenan jagung dilakukan pada kadar air masih tinggi lebih dari 30%. Pada kadar air tersebut jagung akan sangat mudah mengalami kerusakan seperti terserang jamur, bakteri, atau pun kerusakan fisik. Kedudukan taksonomi jagung adalah sebagai berikut, yaitu: Kingdom: Plantae Divisi: Spermatophyta Subdivisi: Angiospermae Kelas: Monocotyledone Ordo: Graminae Famili: Graminaceae Genus: Zea Spesies: Zea mays L. Syarat Tumbuh Jagung Pipil Jagung pipil dapat tumbuh dikondisi lingkungan yang beragam. Untuk memperoleh hasil yang optimal, jagung pipil memmbutuhkan kondisi lingkungan yang baik, curah hujan dan unsur hara yang memadai. Curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang sangat besar peranannya dalam mendukung ketersediaan air, terutama pada lahan tadah hujan dan lahan kering (Mardawilis & Ritonga 2. Curah hujan yang melebihi batas akan mengakibatkan peningkatan volume air pada permukaan tanah sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Curah hujan yang berlebihan akan mempengaruhi produktivitas tanaman yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu (Ria et al. , 2. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat ditentukan oleh unsur-unsur iklim, seperti suhu udara. Suhu udara memengaruhi aktivitas kehidupan tanaman, antara lain pada proses fotosintesis, respirasi, transpirasi, pertumbuhan, penyerbukan, pembuahan, dan keguguran Besar kecilnya pengaruh ini terkait dengan faktor yang lain, seperti kelembapan, ketersediaan air, dan jenis tanaman (Lukman et al. , 2. Suhu udara untuk tanaman tropis berkisar antara 15-40AC dan suhu udara yang dibutuhkan tanaman jagung untuk berkembang dengan baik berkisar antara 21-28AC. Kisaran suhu udara ini penting dalam memengaruhi tahaptahap perkembangan tanaman. Suhu udara yang optimum untuk proses fotosintesis berkisar antara 10-30AC. METODE PENELITIAN Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani jagung pipil di Desa Teuladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode Ausimple random samplingAy (Sampel acak sederhan. Populasi yang di ambil dalam penelitian ini berjumlah 117 orang petani. Penentuan sampel sebesar 25 % dari jumlah populasinya. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang dikumpulkan dari petani dengan pengamatan dan wawancara secara langsung menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Data sekunder yang dibutuhan untuk melengkapi dan mendukung data primer, diperoleh dari instansi pemerintah maupun swasta terkait dengan permasalahan dalam penelitian ini. Metode dan Model Analisis Data . Analisis Skala Produksi Analisis untuk tingkat efesiensi teknis usahatani jagung pipil menggunakan fungsi produksi Cobb-Dauglas, fungsi produksi sahatani jagung pipil telah dispesifikasikan dengan fungsi produksi Cobb-Dauglas dengan persamaan umumnya sebagai berikut: Y = aX1b1. X2b2A XibiAXnbn e = a yuU Xi bi eu persamaan Cobb-Douglass yang akan digunakan sebagai sebagai berikut: Y = a X1 b1. X2 b2. X3 b3. X4 b4. X5 b5. X6 b6. X7 b7. = a yuU X1 b1 eu Dilinierkan menjadi: Ln Y = Ln 1 Ln X1 2 Ln X2 3 Ln X3 4 Ln X4 5 Ln X5 6 Ln X6 . Keterangan: = Produksi Jagung Pipil (Kg/MT) = Luas Lahan (Ha/MT) = Bibit (Kg/MT) = Tenaga Kerja (HKP/MT) = Pupuk Urea (Kg/MT) = Pupuk Urea (Kg/MT) = Pestisida (Kg/MT) = Konstanta b1-b7 = Koefisien Regresi Ln = Logaritma Natural = error Untuk mengetahui pengaruh secara serempak variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji AuFAy dengan rumus sebagai berikut: Fcari = ycyeU. eeyeIyeO)/yeU ycyeU . eiyeOyeiyeC)/ yea. ya Keterangan: JK . = Jumlah kuadrat regresi JK . = Jumlah kuadrat sisa = Jumlah variabel bebas = Jumlah sampel Dengan kaedah keputusan sebagai rumus berikut: Fcari> Ftabel, maka terima Ha dan tolak Ho. Fcari ttabel, maka terima Ha dan tolak Ho. tcari . Return to Scale (RTS) Analisis efesiensi usahatani dapat dilihat dari skala pengembalian usaha. Tujuan analisis return to scale (RTS) ialah untuk mendapatkan ukuran respon produksi terhadap perubahan semua faktor produksi, sehingga dapat diketahui apakah hasil produksi masih bisa ditingkatkan, tetap atau lebih kecil. Nilai RTS dapat diketahui dengan menjumlahkan koefisien elastisitas masing-masing faktor produksi. Bentuk logaritma pada analisis regresi fungsi cobb-dauglas dapat digunakan sebagai nilai elastisitas produksi (Soekartawi 2. Berdasarkan analisis RTS usahatani jagung pipil di daerah penelitian diperoleh hasil sebesar 10, 923 (Tabel . , pada analisis RTS dapat dikatakan bahwa produksi usahatani jagung pipil berada dalam skala output meningkat (Incresing return to scal. , karena penjumlahan nilai dari koefisien faktor-faktor produksi lebih dari satu (Oc> . Uji Koefisien Regresi Secara Serempak (Uji F) Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independent (X1. X2. X3. X4. X5, dan X. secara bersama-sama berpengaruh secara signiffikan terhadap variabel dependen (Y). Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau Signifikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi . apat digenerelesasika. , dari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai F seperti terlihat pada Tabel 14 berikut: Tabel 2. Analisis Of Varians (Anov. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 5,941 Residual 1,059 Total 6,045 Sumber: Hasil Output SPSS 2024 259,386 Sig. ,000a Uji AuFAy dengan Tingkat signifikan menggunakan = 0,25 . -k-. , maka hasil diperoleh untuk Ftabel sebesar 1,40 dan Fcari sebesar 259,386. Dengan demikia nilai Fcari > Ftabel . ,386 >1,. , maka terima Ha tolak Ho. Artinya ada pengaruh secara signifikan antara Luas Lahan (X. Bibit (X. Tenaga Kerja (X. Pupuk Urea (X. Pupuk Phoska (X. , dan Pestisida (X. secara bersama-sama pada usahatani jagung pipil di daerah penelitian. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji . Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1. X2. X3. X4. X5, dan X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Dari hasil analisis regresi output daapat diketahui nilai partial masing-masing variabel independen seperti terlihat pada Tabel 15 berikut: Tabel 3. Etimasi Fungsi Produksi Tipe Cobb-Douglas Usahatani Jagung Pipil di Desa Teuladan Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh Besar Variabel Koefisien Signifikan Luas Lahan (X. 11,073,616 3,828 Bibit (X. -2430,136 -1,672 Tenaga Kerja (X. -93,110 ,920 Pupuk Urea (X. ,003 ,2,344 Pupuk Phoska (X. ,002 2,018 Pestisida (X. ,003 1,909 R2= ,979 ttabel =1,777 Fcari=258. Ftabel= 1,40 Sumber: Hasil Output SPSS 2024 Keterangan : Ttabel ( = 0. 25, n-. = 2,073 Ns: non-significant *): significant Tabel 15 diatas tersebut menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan, pupuk urea, pupuk phoska dan pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi jagung pipil yang berarti terima Ha tolak Ho. Karena Tcari > Ttabel, sedangkan bibit dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung pipil yang berarti terima Ho tolak Ha. Uji Koefisien Determinasi (R. dan Koefisien Korelasi (R) Analisis determinasi dalam regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui presentase sumbangan pengaruh variabel independent (X1. X2. X3. X4. X5, dan X. secara serentak terhadap variabel dependen (Y). Koefisien ini menunjukan seberapa besar presentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan varias variabel dependen R2 sama dengan 0, maka tidak ada sedikitpun presentase sumbangan pengarah yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen, atas variasi variabel dependen. Sebaliknya R2 sama dengan 1, maka presentase sumbungan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna, atau variasi variabel dependen. Dari hasil analisis regresi output dapat diketahui nilai koefisien determinasi dan koefisien korelasi seperti terlihat pada Tabel 16 berikut: Tabel 4. Nilai Koefisien Determinasi (R. dan Koefisien Korelasi (R) Model Summary. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,991a ,983 ,979 677,932 Sumber: Hasil Output SPSS 2024 Uji R2 (R Squar. yaitu koefisien determinasi siperoleh sebesar 0,983 atau 98,30 %. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independent (Luas lahan. Bibit. Tenaga Kerja. Pupuk Urea. Pupuk Phoska, dan Pestisid. terhadap variabel dependen (Produks. sebesar 98,30 % dan hanya 1,70 % dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar model yang dianalisis. Analisis korelasi digunakan untuk mengukur hubungan antara dua atau lebih variabel independent (X1. X2. X3. X4. X5, dan X. terhadap variabel independent yaitu (Y) secara serempak. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independent (X1. X2. X3. X4. X5, dan X. secara serempak terhadap variabel dependen (Y) nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya jika semakin mendekati dengan 0 berarti hubungannya semakin lemah. Berdasarkan Tabel 16 di atas diketahui R merupakan koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,991 atau 99,10 %, menunjukksan bahwa hubungan independent variabel Luas Lahan (X. Bibit (X. Tenaga Kerja (X. Pupuk Urea (X. Pupuk Phoska (X. , dan Pestisida (X. dengan dependen yaitu variabel produksi usahatani jagung pipil (Y) yang sangat kuat. Menurut (Sugiyono 2. pedoman untuk memberikan interpertasi koefesien korelasi sebagai berikut : 0. 199 = sangat rendah, 0. 399 = rendah, 0. 599 =sedang, 0. 799 = kuat, 0. 000 = sangat kuat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi petani jagung pipil di Desa Teuladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar adalah 9,400 kilogram dengan rata-rata pendapatan petani sebesar Rp. 20 753 700/Ha/MT. Skala produksi usahatani jagung pipil di Desa Teuladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar pada kondisi increasing return to scale yang berarti sudah relative efisien dengan nilai koefisien sebesar 10,923. Faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, pupuk urea, pupuk phoska dan pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi jagung pipil yang berarti terima Ha tolak Ho. Karena Tcari> Ttabel, sedangkan bibit dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung pipil yang berarti terima Ho tolak Ha. Karena Tcari < Ttabel. Saran Perlu ditingkatkan tenaga kerja di lahan petani jagung pipil daerah penelitian, agar perawatan yang didapatkan tanaman jagung lebih efektif. Untuk penggunaan bibit jagung sebaikanya disesuaikan dengan luas lahan, agar perkembangan pertumbuhan jagung lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA