PEMA | P. ISSN 2797-0833 | E. ISSN 2776-9305 Vol. No. 3 Tahun 2024 | Hal. https: //jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/pema Analisis Profitabilitas Usaha Budidaya Jamur Tiram: Studi Kasus pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi Bojonegoro Danang Ananda Yudha1. Deviana Diah Probowati2. Yusdiantara3 1,2,3 Universitas Bojonegoro. Jawa Timur. Indonesia danangananda48@gmail. *Correspondent Author: *Danang Ananda Yudha DOI: 10. 56832/10. 56832/pema. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan usaha budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatu. pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro. Menganalisis kelayakan usahatani jamur tiram pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro. Penentuan tempat penelitian di lakukan secara sengaja . dengan mempertimbangkan bahwa usaha tani ini merupakan satu-satunya produsen jamur tiram yang berada di Desa Sonorejo. Sampel pada penelitian ini adalah pemilik usahatani jamur tiram yang bertanggung jawab langsung pada data dan keuangan. Metode penarikan sampel yang dilakukan adalah Purpossive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Keuntungan usaha tani jamur tiram per periode tanam selama masa 3 bulan produksi pada Home Industri Jamur Ostrea Mekar Abadi adalah sebesar Rp. 836 untuk periode 1 dengan produksi sejumlah 941kg dengan harga jual Rp. 000/Kg dengan total penerimaan sebesar Rp. Kelayakan usahatani jamur tiram pada periode 1 memiliki nilai R/C Ratio sebesar 2,5 dan B/C Ratio sebesar 1,5. B/C ratio 1,6. Berdasarkan dari hasil perhitungan analisis kelayakan usahatani nilai-nilai tersebut diketahui bahwa R/C dan B/C Rationya >1. Disimpulkan bahwa usahatani jamur tiram layak untuk diusahakan atau menguntungkan dari aspek finansialnya serta layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Agribisnis. Budidaya. Jamur Tiram. Kelayakan. Profitabilitas. ABSTRACT This study aims to determine the profitability of oyster mushroom cultivation (Pleurotus ostreatu. at Home Industry Ostrea Mekar Abadi in Sonorejo Village. Padangan District. Bojonegoro Regency. Analyse the feasibility of oyster mushroom farming at Home Industry Ostrea Mekar Abadi in Sonorejo Village. Padangan District. Bojonegoro Regency. The determination of the research site was carried out purposively by considering that this farming business was the only oyster mushroom producer in Sonorejo Village. The sample in this study were oyster mushroom farm owners who were directly responsible for data and finance. The sampling method used was Purposive Sampling. Based on the results of the study it can be concluded that: The profit of oyster mushroom farming per planting period during the 3-month production period at the Mekar Abadi Ostrea Mushroom Home Industry is Rp. 11,551,836 for period 1 with a production of 941kg with a selling price of Rp. 20,000/Kg with a total revenue of Rp. 18,820,000. The feasibility of oyster mushroom farming in period 1 has an R / C Ratio value of 2. 5 and a B / C Ratio of 1. B / C ratio of 1. Based on the results of the calculation of the feasibility analysis of farming values, it is known that the R / C and B / C Ratios are> 1. It is concluded that oyster mushroom farming is feasible or profitable from a financial aspect and feasible to develop. Keywords: Agribusiness. Cultivation. Oyster Mushroom. Feasibility. Profitability. PENDAHULUAN Agribisnis kegiatan unit bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukung pertanian mulai dari sektor hulu sampai hilir (Geo et al. , 2. Salah satunya dari kegiatan agribisnis yaitu usahatani (Barokah et al. , 2. Usahatani pengorganisasian dan pengelolaan aset serta tata cara yang dilakukan dalam bidang pertanian dengan tujuan untuk memperbaiki taraf hidup pelaku usaha (Lahama et al. , 2. Usaha tani yang sangat diminati dan mendukung pembangunan ekonomi pertanian adalah usahatani jamur tiram. Salah satu tanaman hortikultura sayuran . amur tira. ini mempunyai gizi yang PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat Danang Ananda Yudha, dkk | Analisis Profitabilitas Usaha Budidaya Jamur Tiram: Studi Kasus pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi A. baik (Keuangan et al. , 2. Di Indonesia jamur tiram semakin diminati karena jamur tiram merupakan jenis jamur yang banyak di budidayakan (Yudha & Probowati. Deviana Diah. Yusdi, 2. Selain memiliki badan buah yang dapat dimakan, jamur tiram juga mempunyai banyak manfaat karena mengandung karbohidrat, protein nabati yang tidak mengandung kolesterol, dan lemak jenuh yang rendah dibandingkan protein hewani dengan jumlah kalori yang sama (Darkiman Ruminta, 2. , (Abdul Muis. Usaha home industri jamur tiram di desa Sonorejo merupakan hal yang menarik karena memiliki aspek nilai ekonomi yang menjanjikan serta usaha budidaya jamur tiram jarang diketahui masih kurang sehingga muncul peluang pangsa pasar yang cukup besar dan tidak membutuhkan luas lahan yang besar serta penanganan untuk budidayanya cukup mudah (Imronah & Nginayati, 2. , (Sukmayanto et al. , 2. Bila dilihat dari potensi yang ada, usaha jamur tiram di desa Sonorejo memiliki keunggulan Namun Usaha home industri jamur ini membutuhkan biaya investasi yang cukup besar, seperti biaya pembangunan kumbung, pengadaan alat sterilisasi, bahan dan bibit. Disisi lain dalam budidaya jamur tiram kedepannya pengusaha juga dihadapkan pada berbagai kendala yang akan dihadapi, diantaranya: meningkatnya harga input produksi, turunnya produksi atau tetapnya harga jual jamur tiram sehingga akan berdampak pada penerimaan dan pengusaha Jamur dimasa yang akan datang (Aurora Yasmine et al. , 2. METODE PENELITIAN Pada jenis dan pendekatan metode analisis data dilakukan secara deskriptif Data yang disajikan berupa deskriptif hanya untuk melengkapi dan mengetahui gambaran tentang usaha tani jamur tiram dan prospeknya guna menunjang penelitian. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Analisis R/C Ratio (Nainggolan, 2. Penelitian dilakukan pada usaha tani jamur tiram yang berada di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro. Penentuan tempat penelitian dilakukan secara sengaja . dengan mempertimbangkan bahwa usahatani ini merupakan satu-satunya produsen jamur tiram yang berada di desa tersebut. Waktu pengambilan data penelitian dari bulan Oktober 2023 - Juni 2024. Adapun teknik pengumpulan data primer yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan cara: observasi, wawancara, kuesioner (Andrias et al. , 2. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Data yang disajikan berupa deskriptif hanya untuk melengkapi dan mengetahui gambaran tentang usaha tani jamur tiram dan prospeknya guna menunjang penelitian. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Analisis R/C Ratio. Data kuantitatif dihimpun melalui Observasi. Wawancara, dan Kuisioner langsung di Penerimaan dalam usahatani pada penelitian ini dihitung dengan mengalikan antara besarnya produksi usahatani jamur tiram dengan harga jual jamur tiram. Penerimaan dapat dihitung dengan rumus: TR = Y x Py Keterangan : TR = Total Penerimaan Y = Jumlah Produk (K. Py = Harga Jual (R. Sedangkan keuntungan atau pendapatan yang akan diperoleh dapat dirumuskan sebagai yyI = TR Ae TC yuU = Keuntungan TR = Total Penerimaan Danang Ananda Yudha, dkk | Analisis Profitabilitas Usaha Budidaya Jamur Tiram: Studi Kasus pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi A. TC = Total Biaya Kelayakan Usaha Menurut Soekartawi . menjelaskan bahwa R/C ratio adalah perbandingan antara penerimaan dengan biaya total adalah sebagai berikut: R/C Ratio = Total Penerimaan / Total Biaya . iaya tetap biaya Tujuan menganalisis nilai R/C ratio yaitu melihat kelayakan suatu usaha. Ada tiga kriteria: Apabila R/C ratio > 1 maka usaha menguntungkan dan layak di usahakan . Apabila R/C ratio = 1 maka usaha tersebut impas . Apabila R/C ratio < 1 maka usaha tersebut rugi dan tidak layak Sedangkan B/C Ratio dapat di rumuskan sebagai berikut: B/C Ratio = Keuntungan / TC Kriteria: B/C Ratio > 1 maka usaha layak untuk B/C Ratio < 1 maka usaha tidak layak untuk dikembangkan. PEMA | P. ISSN 2797-0833 | E. ISSN 2776-9305 Vol. No. 3 Tahun 2024 | Hal. https: //jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/pema HASIL PENELITIAN Analisis Biaya Produksi dan Keuntungan Biaya adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keuntungan yang di dapat pada suatu usaha (Jusri, 2. Analisis biaya pada usahatani jamur tiram di hitung dengan membedakan komponen biaya yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Perhitungan biaya berdasarkan data dan harga yang berlaku pada saat penelitian dan berdasarkan data yang di terima pada Home industri Ostrea Mekar Abadi Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro. Untuk menghitung penerimaan, keuntungan, dan R/C Ratio. Biaya Tetap Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan yang bisa dipakai berulang-ulang dalam proses produksi dan tetap konstan pada berbagai tingkat output yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dan akan bernilai tetap dalam rentang aktivitas yang relevan. Tabel 1. Biaya tetap Usaha Tani Jamur Tiram Uraian Biaya (Rp/3 bula. Pajak Penyusutan peralatan Listrik total biaya tetap (Rp/3 bula. Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2024 Pada tabel 1 di jelaskan bahwa biaya tetap usaha tani jamur tiram selama masa periode 3 bulan produksi dengan biaya pajak sebesar Rp. Biaya penyusutan peralatan sebesar Rp. Listrik sebesar Rp. 000 dengan total biaya tetap sebesar Rp. Biaya Variabel Biaya Variabel adalah biaya yang dikeluarkan mempengaruhi besar kecilnya produksi (Nurhayati et al. , 2. Biaya ini meliputi serbuk gergaji, dedak, kapur, bibit, gas elpiji, plastik baglog, koran, spiritus, karet, tenaga kerja borongan. Untuk penggunaan biaya variabel dalam usahatani jamur tiram selama satu periode produksi. Tabel 2. Biaya Variabel Usaha Tani Jamur Tiram Harga Biaya Bahan Satuan Jumlah Rp/Satuan Serbuk Gergaji Dedak Kapur Bibit Botol Gas elpiji Biji Plastik Baglog ukuran 18x35 cm Bungkus 5 Koran Spiritus Liter Karet Bungkus 2 Tenaga Kerja Hok Produksi Perawatan PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat Biaya Variabel (Rp/3 Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2024 Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa biaya variabel usaha tani jamur tiram pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp. 000 selama produksi tiga bulan, jumlah untuk bahan serbuk gergaji sebanyak 200 kg dengan harga per kg 5. 000, dedak 240 Kg dengan harga sebesar Rp 3. 000 untuk pemakaian selama satu kali masa produksi jamur tiram sedangkan kapur sebanyak 54 kg dengan harga Rp 500. Bibit 80 botol dengan harga Rp 000, gas elpiji sebanyak 20 biji dengan harga Rp 18. Plastik baglog dengan jumlah 5 bungkus dengan harga Rp 63. 000, koran sebanyak 1 kg dengan harga Rp 3000, dan spiritus sebanyak 1 liter dengan harga Rp 20. 000, karet 2 bungkus dengan harga Rp. 8000 sedangkan untuk tenaga kerja borongan untuk produksi selama 20 hari dengan orang kerja 2 orang dengan upah per orang sebesar Rp 50. 000 dan untuk perawatan sendiri dikerjakan 1 orang pekerja selama 90 hari dengan upah sebesar Rp 10. Total Biaya Total biaya merupakan penjumlahan keseluruhan komponen biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap dan biaya variabel (Yuniar et al. , 2. Total biaya yang dikeluarkan untuk produksi jamur tiram dalam masa satu kali periode produksi dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Tabel 3 Rata-rata biaya produksi pada Usaha tani Jamur tiram No. Uraian Total Biaya (RP) Biaya Tetap Biaya Variabel Jumlah Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 3 Dapat diketahui bahwa biaya produksi usahatani jamur tiram yang dikeluarkan selama satu masa periode produksi yaitu sebesar Rp 5. per periode tanam. Biaya ini merupakan biaya yang harus dikeluarkan dalam usaha tani jamur tiram. Dalam pembuatan kumbung jamur tiram struktur bangunan menggunakan dari anyaman bambu, sehingga masa pakainya tidak terlalu lama. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk biaya yang dikeluarkan untuk biaya tetap usaha tani jamur tiram Rp 164 per periode tanam. Penggunaan tenaga kerja untuk mengusahakan usaha tani jamur tiram sebesar Rp. 000 per periode tanam, hal ini sejalan dengan penelitian (Joni Arman Damanik, 2. Perhitungan penggunaan tenaga kerja dalam penelitian usaha tani jamur tiram menggunakan satuan (HOK) hari orang kerja. Tenaga kerja dalam satu hari bekerja selama kurang lebih 8 jam mulai pukul 07. 00 WIB dan dilanjutkan pada pukul 00 WIB. Sedangkan upah yang diterima tenaga kerja ini umumnya sebesar Rp 000 per hari, hal ini sesuai dengan penelitian (Ali et al. , 2. Suatu kegiatan usahatani jamur tiram tidak akan terpisahkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan terutama sarana produksi yaitu serbuk gergaji, dedak, kapur, bibit, gas, plastik, koran, spiritus serta karet (Sanjani & Sukanata, 2. Penerimaan Penerimaan merupakan hasil perkalian antara jumlah produksi yang didapat dengan harga (Sari & Howara, 2. Pada usaha tani jamur tiram ini untuk harga jual di patok Rp. 000 untuk per-kilonya secara ecer. Harga jamur tiram di pasar lokal tergolong stabil dikarenakan jamur tiram bukan termasuk tanaman musiman. Rata-rata penerimaan pada usaha tani jamur tiram pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi penjualan jamur basah selesai panen langsung dikemas atau dipacking terlebih dahulu sebelum dijual atau dipasarkan di pasar tradisional terdekat dan juga biasanya ada yang memesan jamur langsung sebelum dijual ke pasar tradisional seperti kafe-kafe dan pembuat jamur krispi. Tabel 4. Rata-rata Penerimaan Usaha tani Jamur Tiram Per Periode Tanam Produksi Jumlah(K. Harga (Rp/K. Total Penerimaan (R. Periode 1 Periode 2 Periode 3 Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2024 Dari Tabel 4 di atas, dapat diketahui bahwa produksi dan penerimaan Usaha tani Jamur Tiram per masa produksi selama 3 bulan adalah sebesar Rp. untuk penerimaan periode 1. Dengan penerimaan di setiap bulannya yaitu sebesar 285kg, 335kg dan 321Kg. Penerimaan periode 2 sebesar Rp. 000 dengan penerimaan di setiap bulannya sebesar 310kg, 313kg, dan 313kg. Penerimaan periode 3 dengan produksi untuk masa per periode selama 3 bulan sebesar Rp. Dengan penerimaan pada setiap bulannya, yaitu sebesar 312kg, 355kg, dan 293kg dengan harga masing-masing Per Kg sebesar Rp. 000, hal ini sejalan dengan penelitian (Amri, 2. Untuk proses pemanenan jamur tiram sendiri setiap rak ada tahapannya karena pemanenan tidak bersamaan misal rak pertama dalam proses panen, rak yang ke dua dalam proses perawatan yakni di inkubasi sedangkan rak yang ketiga dalam proses inokulasi . Jadi setelah rak yang pertama habis dipanen akan ada lagi rak yang kedua yang siap untuk dipanen dan seterusnya sehingga ada sifat kontiniu. Keuntungan Tabel 5 Rata-rata Penerimaan dan Keuntungan Usahatani Jamur Tiram Per Periode Tanam selama masa 3 bulan Produksi selama tahun 2023-2024 No. Produksi Jumlah (K. Penerimaan (R. Total Biaya (R. Keuntungan (R. Periode 1 941 Periode 2 936 Periode 3 960 Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 5 Menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan usaha tani jamur tiram per periode tanam selama masa 3 bulan produksi pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro adalah sebesar Rp. 836 untuk periode 1 dengan produksi sejumlah 941kg dengan harga jual Rp. 000/Kg dengan total penerimaan sebesar Rp. Periode 2 sebesar Rp. 836 dengan produksi sejumlah 936kg dengan harga jual Rp. 000/Kg dengan total penerimaan Rp. Periode 3 yaitu sebesar Rp 11. 836 dengan jumlah produksi 960kg dengan harga jual Rp. 000/Kg dengan total penerimaan Rp. Tingkat keuntungan tersebut tergolong cukup tinggi mengingat budidaya jamur tiram tidak membutuhkan luas lahan yang besar serta penanganan budidayanya relatif mudah sehingga menarik minat petani untuk mengembangkan usahanya dengan menambah baglog yang dipelihara sehingga secara hipotesis dapat diterima yaitu usaha tani jamur tiram sangat menguntungkan. Analisis Kelayakan Perhitungan R/C Ratio bertujuan guna mengetahui apakah sebuah usaha tani dapat dikatakan menguntungkan atau merugikan. Nilai R/C > 1 maka kegiatan usaha tani jamur tiram yang dilakukan dapat dikatakan layak diusahakan atau menguntungkan karena kegiatan usaha yang dilakukan dapat memberikan penerimaan yang lebih besar dari pada pengeluaran. Nilai R/C < 1 maka kegiatan usaha tani jamur tiram yang dilakukan dapat dikatakan tidak memberikan keuntungan maupun kerugian karena penerimaan yang diterima akan sama dengan pengeluaran yang dikeluarkan. Perhitungan B/C Ratio bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial apakah usaha tani layak untuk dikembangkan atau tidak. Nilai B/C Ratio > 1 maka usaha tani jamur tiram layak untuk dikembangkan. Nilai B/C Ratio < 1 maka usaha tani jamur tiram tidak layak untuk dikembangkan. Adapun perhitungan kelayakan usaha tani jamur tiram dapat dilihat pada tabel 6 berikut: Tabel 6 Rata-rata Kelayakan Usaha tani pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi No. Produksi Penerimaan Keuntungan Total Biaya R/C B/C (R. (RP) (R. Ratio Ratio Periode 1 18. Periode 2 18. Periode 3 19. Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2024 Dari tabel 6 Diketahui kelayakan usahatani jamur tiram pada periode 1 memiliki nilai R/C Ratio sebesar 2,5 dan B/C Ratio sebesar 1,5 Artinya nilai kelayakan tersebut lebih dari satu, yang berarti bahwa usahatani jamur tiram telah layak/ mencapai Usaha tani jamur tiram pada periode 2 memiliki nilai R/C Ratio 2,5 dan B/C ratio 1,5 pada periode 3 usahatani jamur tiram nilai R/C Ratio sebesar 2,6 dan B/C ratio 1,6. Berdasarkan dari hasil perhitungan analisis kelayakan usaha tani nilai-nilai tersebut diketahui bahwa R/C dan b/C Rationya >1. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa usahatani jamur tiram layak untuk diusahakan atau menguntungkan dari aspek finansialnya serta layak untuk dikembangkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Keuntungan usaha tani jamur tiram per periode tanam selama masa 3 bulan produksi pada Home Industri Jamur Ostrea Mekar Abadi adalah sebesar Rp. 836 untuk periode 1 dengan produksi sejumlah 941kg dengan harga jual Rp. 000/Kg dengan total penerimaan sebesar Rp. Periode 2 sebesar Rp. 836 dengan produksi sejumlah 936kg dengan harga jual Rp. 000/Kg dengan total penerimaan Rp. Periode 3 yaitu sebesar Rp 11. 836 dengan jumlah produksi 960kg dengan harga jual Rp. 000/Kg dengan total penerimaan Rp. Kelayakan usahatani jamur tiram pada periode 1 memiliki nilai R/C Ratio sebesar 2,5 dan B/C Ratio sebesar 1,5. Pada periode 2 memiliki nilai R/C Ratio 2,5 dan B/C ratio 1,5 pada periode 3 usahatani jamur tiram nilai R/C Ratio sebesar 2,6 dan B/C ratio 1,6. Berdasarkan dari hasil perhitungan analisis kelayakan usahatani nilai-nilai tersebut diketahui bahwa R/C dan B/C Rationya >1. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa usahatani jamur tiram menguntungkan dari aspek finansialnya serta layak untuk dikembangkan. DAFTAR PUSTAKA