Volume 10 No. Juli Ae Desember 2025 p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MEMBANGUN KESADARAN MORAL GENERASI ALPHA Mohammad Agus BahaAouddin1. Ahmad Saefudin2 Universitas Islam Nahdlatul UlamaA. agusbahaudin02@gmail. Universitas Islam Nahdlatul UlamaAo | ahmadsaefudin@unisnu. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan agama Islam dalam membangun kesadaran moral pada Generasi Alpha di SDN 1 Dongos. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data yang relevan, peneliti menggunakan data primer dan sekunder, yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam, terutama melalui penerapan metode interaktif, secara signifikan meningkatkan kesadaran moral siswa. Selain itu, keterlibatan orang tua juga berkontribusi secara signifikan dalam mendukung pembentukan karakter anak. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai pentingnya peran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter moral Generasi Alpha di tengah kompleksitas lingkungan digital saat ini. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam. Moral. Generasi Alpha Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 179 ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION STRATEGY TO BUILD MORAL AWARENESS OF THE ALPHA GENERATION Abstract This study aims to analyze the role of Islamic religious education in building moral awareness in Generation Alpha at SDN 1 Dongos. This type of research is descriptive qualitative. To obtain relevant data, the researcher used primary and secondary data, which were collected through observation, interviews, and group discussions. The results of the study indicate that Islamic religious education, especially through the application of interactive methods, significantly increases students' moral awareness. In addition, parental involvement also contributes significantly to supporting the formation of children's character. This study contributes to the understanding of the importance of the role of Islamic religious education in shaping the moral character of Generation Alpha amidst the complexity of today's digital Keywords: Islamic Religious Education. Morals. Alpha Generation PENDAHULUAN Enerasi Alpha, yang lahir antara tahun 2010 lingkungan digital (Gunawan et al. Menurut (Apandi et al. , 2. bahwa generasi alpha memiliki akses yang luas terhadap informasi melalui perangkat pintar dan internet, yang secara signifikan mempengaruhi cara mereka belajar, berinteraksi, dan memahami dunia di sekitar mereka. Dalam konteks ini, tantangan untuk membangun kesadaran moral menjadi semakin kompleks dan mendesak. Anak-anak dari generasi ini sering kali terpapar pada berbagai nilai dan norma yang beragam, baik dari media sosial, permainan video, maupun lingkungan sosial mereka (Riska Angelina Septiana et al. , 2. Pengaruh ini dapat mempengaruhi pandangan mereka mengenai etika dan moralitas. Oleh karena itu, pendidikan agama Islam memiliki peran yang krusial dalam membekali mereka dengan nilai-nilai moral yang solid. Pendidikan Islam berfungsi sebagai landasan moral yang penting bagi Generasi Alpha (Munawir et al. , 2. Namun, metode ceramah atau pembelajaran berbasis teks, mungkin tidak lagi efektif dan menarik bagi mereka. Dalam era yang dipenuhi dengan berbagai distraksi digital, diperlukan pendekatan yang lebih inovatif dan interaktif untuk menarik minat dan perhatian anak-anak Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 180 (Novia Putri, 2. Oleh karena itu, penting untuk merumuskan strategi mengajarkan nilai-nilai agama, tetapi juga mengaitkan ajaran tersebut dengan tantangan nyata yang dihadapi oleh Generasi Alpha. Pendekatan ini kontribusi anak-anak memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam rutinitas harian mereka. Dalam berbagai penelitian telah menegaskan signifikansi pendekatan inovatif dalam Salah satu studi yang dilakukan oleh (Fitri Aulia Rahman et , 2. menunjukkan bahwa pendidikan yang berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai moral. Selain itu, penelitian oleh (Hidayat et al. , 2. mengenai analisis pendidikan Generasi Alpha pendekatan interaktif dalam pendidikan agama dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap ajaran Dalam pandangan (Norlianti et , 2. temuan-temuan ini sejalan dengan kebutuhan generasi alpha yang semakin terhubung dengan teknologi, penyesuaian rencana pembelajaran agama Islam agar lebih efektif dalam membangun kesadaran moral mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan agama Islam dalam membangun kesadaran moral pada Generasi Alpha. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan metode-metode yang bisa meningkatkan kesadaran moral di anak-anak. Selanjutnya, evaluasi terhadap kesesuaian dan keberhasilan pendekatan pendidikan agama Islam yang inovatif dalam konteks perkembangan teknologi dan informasi saat ini menjadi fokus utama. Dengan Islam memberikan kontribusi yang baik pada perkembangan moral dan etika anakanak. Dalam upaya membangun kesadaran moral, penting untuk membandingkan pendekatan yang digunakan dengan teori pendidikan yang telah ada. Teori konstruktivisme menekankan pentingnya pembelajaran aktif di mana siswa terlibat secara langsung dalam proses belajar (Arini & Umami, 2. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan generasi alpha yang pengalaman langsung. Selain itu, menurut (Maharma, 2. bahwa teori multiple intelligences menekankan bahwa masing-masing anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Dengan demikian, pendidikan agama Islam perlu disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing anak, baik melalui seni, permainan, maupun teknologi. Dengan mengadaptasi teori-teori ini ke dalam strategi pendidikan agama Islam, diharapkan dapat tercipta pengalaman belajar yang lebih signifikan dan menarik bagi Generasi Alpha. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 181 Oleh karena itu, sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan, masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini disusun sebagai berikut. Pertama, pendidikan agama Islam terhadap Generasi Alpha? Kedua, strategi apa yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesadaran moral mereka di tengah kompleksitas lingkungan digital saat ini? Terakhir, bagaimana relevansi dan efektivitas pendekatan inovatif dalam pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter moral anakanak dari generasi ini?. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang dipilih agar memperoleh pemahaman yang lebih pendidikan agama Islam terhadap kesadaran moral Generasi Alpha di SDN 1 Dongos. Seperti yang (Ardiansyah, pendekatan kualitatif memberikan mengeksplorasi pengalaman subjektif dan pandangan individu dalam konteks memungkinkan munculnya makna yang lebih mendalam dari fenomena yang Dengan menggunakan metode studi kasus, peneliti dapat menganalisis interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi pendidikan agama, termasuk konteks sosial, budaya, dan Hal ini menjadi sangat penting mengingat bahwa pendidikan agama tidak hanya berlangsung di dipengaruhi oleh prinsip-prinsip yang ada di masyarakat dan dalam lingkungan keluarga siswa (Rahmah & Ilham, 2. Penelitian ini mencakup tiga kelompok sumber data utama: siswa, pengajar pendidikan agama Islam, dan orang tua siswa di SDN 1 Dongos. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah mereka yang berada di tingkat kelas 4 sampai kelas 6 SD, berusia antara 9 hingga 12 tahun, diharapkan dapat memberikan wawasan yang kaya mengenai pemahaman mereka tentang nilai-nilai moral. Para pengajar yang pendekatan dan metode yang diterapkan di kelas, serta tantangan yang mereka Selain itu, keterlibatan orang tua siswa diharapkan dapat memberikan berlangsung di rumah dan interaksi antara moral yang diajarkan di sekolah dan nilai-nilai keluarga. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kombinasi wawancara mendalam, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) (Denny & Weckesser, 2. Wawancara semi-terstruktur akan dilaksanakan dengan siswa, pengajar, dan orang tua untuk mengeksplorasi Islam Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 182 dampaknya terhadap kesadaran moral Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara dirancang untuk mendorong diskusi yang mendalam dan eksploratif. Observasi langsung akan dilakukan di kelas 3-6 SDN 1 Dongos untuk memahami dinamika interaksi antara guru dan siswa, serta untuk mengamati penerapan materi pendidikan agama dalam konteks pembelajaran sehari-hari. Selain itu. FGD dengan siswa akan diselenggarakan untuk memperoleh pandangan kolektif dan mendalam mengenai pengalaman mereka dalam memungkinkan peneliti menangkap nuansa serta perbedaan pendapat di antara siswa (Zuhdiyah et al. , 2. Data yang diperoleh dari berbagai teknik ini akan dianalisis secara komprehensif untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang relevan dengan pengaruh pendidikan agama Islam terhadap kesadaran moral Generasi Alpha di SDN 1 Dongos. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Pendidikan Agama Islam Membangun Kesadaran Moral Generasi Alpha Pendidikan Agama Islam mengajarkan peranan yang signifikan dalam membangun kesadaran moral Generasi Alpha (H. Nurhakim, 2. Seperti yang dinyatakan (Mejia, 2. di tengah perkembangan teknologi dan transformasi sosial yang pesat, pendidikan berfungsi sebagai landasan moral yang membantu anak-anak memahami nilai-nilai etika yang Melalui kurikulum yang dirancang secara khusus, siswa diajarkan mengenai ajaran agama yang mengandung nilai-nilai universal. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk menginternalisasi prinsip-prinsip moral yang akan membimbing perilaku mereka di masa depan. Selain itu, pendidikan ini membekali siswa dengan kemampuan untuk menilai situasi dan membuat keputusan yang bijak, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif di lingkungan sosial. Salah satu pengaruh utama Pendidikan Agama Islam terletak pada menginternalisasi nilai-nilai moral yang esensial, seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab (Tsani et al. , 2. Dalam proses pembelajaran yang pembelajaran tentang sifat jujur dengan menggunakan berbagai metode yang Siswa diajarkan untuk memahami nilai yang terkandung dibalik ajaran agama dan bagaimana kehidupan sehari-hari. Diskusi di kelas sering dilakukan untuk menggali situasi-situasi di mana kejujuran sangat Menurut (Leskovy Yochanna, 2. dengan cara ini, siswa tidak hanya mengetahui nilai-nilai tersebut, tetapi juga merasakan pentingnya dalam konteks sosial. Mereka belajar untuk menghargai kejujuran sebagai landasan hubungan yang sehat dan tanggung jawab sebagai cerminan dari karakter yang baik. Hal ini berkontribusi pada pembentukan Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 183 karakter yang kuat, yang esensial untuk menanggulangi tantangan di masa yang akan datang. Pendidikan Agama Islam turut Dengan membahas ajaran agama secara mendalam, siswa dapat memahami lebih baik tentang diri mereka dan posisi mereka dalam masyarakat (Marcus & McCullough, 2. Ketika siswa belajar tentang nilai-nilai seperti keadilan dan kasih sayang, mereka merasa lebih terhubung dengan komunitas dan tradisi di sekitar mereka. Proses kebersamaan yang mendalam terhadap nilai-nilai yang diajarkan, sehingga siswa lebih cenderung menerapkannya dalam tindakan sehari-hari. Dari sudut pandang (Schipper & Koglin, 2. identitas moral yang kuat membantu siswa membedakan antara benar dan salah, memberikan mereka panduan dalam mengambil keputusan yang etis. Kegiatan di sekolah, seperti diskusi kelompok tentang nilai-nilai moral, memperkuat pemahaman ini dan membantu siswa menginternalisasi ajaran agama. Selanjutnya. Pendidikan Agama Islam pengembangan empati sosial di kalangan siswa (Beemsterboer, 2. Guru mengajarkan siswa untuk memahami pentingnya persahabatan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam kegiatan bantuan sosial, siswa terlibat langsung dalam memberikan kepada mereka yang membutuhkan, seperti mengadakan bakti sosial untuk anakanak kurang mampu. Menurut (Donnah et al. , 2. kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk merasakan langsung dampak positif dari tindakan mereka. Melalui keterlibatan ini, siswa belajar supaya lebih responsif terhadap kebutuhan orang lain dan bereaksi dengan tindakan Pengalaman ini tidak hanya mengajarkan nilai kepedulian, tetapi juga menciptakan rasa tanggung jawab sosial yang mendalam dalam diri siswa. Menurut (Melani, 2. dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam, teknik pembelajaran yang kreatif dan interaktif sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa. Guru menggunakan cerita, diskusi, dan permainan peran untuk menjadikan proses belajar lebih Dengan memanfaatkan kisah-kisah dari AlQur'an, siswa dapat menarik pelajaran yang aplikatif dan pengalamannya dengan pengalaman mereka sendiri. Pendekatan ini meningkatkan minat siswa terhadap materi yang diajarkan emosional yang kuat dengan nilai-nilai Pembelajaran yang interaktif juga membangkitkan kemampuan berpikir kritis siswa, bertanya, dan berpartisipasi aktif, yang krusial untuk membangun suasana belajar yang produktif dan menyenangkan (Rogti. Secara keseluruhan pengaruh Pendidikan Agama Islam dalam membangun kesadaran moral Generasi Alpha sangat signifikan. Melalui Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 184 penanaman nilai-nilai moral dan pembentukan identitas yang kokoh, pendidikan ini memberikan kontribusi yang kuat terhadap pembentukan karakter anak (Sunandari et al. , 2. Dengan pendekatan pendidikan yang Generasi Alpha bertransformasi menjadi individu yang tidak hanya terampil secara akademis, namun juga dilengkapi dengan etika yang kuat. Pendidikan Agama Islam keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi kesulitan di masa depan dan mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang membawa nilainilai kebaikan (Saada, 2. Dengan demikian, pendidikan ini berperan tidak hanya sebagai sarana pengetahuan, namun juga sebagai pendorong transformasi moral yang positif dalam Strategi Efektif Meningkatkan Kesadaran Moral Generasi Alpha Pendidikan agama Islam di SDN 1 Dongos menerapkan berbagai strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran moral Generasi Alpha. Dalam konteks di mana anak-anak tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang pesat dan paparan informasi yang beragam, strategi ini berfungsi sebagai landasan untuk menanamkan nilai-nilai moral sejak usia dini (Karmanova et al. , 2. Fokus utama pendidikan ini adalah membentuk orang-orang yang tidak hanya berkarakter positif, tetapi juga mampu menghadapi tantangan yang ada di lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan yang terencana dan menginternalisasikan ajaran agama dalam setiap aspek kehidupan siswa. Metode pembelajaran yang diterapkan di SDN 1 Dongos adalah mengintegrasikan cerita dan pemutaran film pendek (Chang & Chu, 2. Penelitian ini dilakukan di kelas 6, di mana pendidik menyampaikan narasi dari Al-Qur'an, seperti kisah Nabi Yusuf, yang mencerminkan nilai-nilai penting seperti kesabaran. Salah satu elemen kunci dalam cerita ini adalah ketika Yusuf, setelah dikhianati oleh saudarasaudaranya dan dijual sebagai budak, tetap menunjukkan ketahanan dalam menghadapi berbagai ujian dan Meskipun pengkhianatan, ia tetap setia dan jujur, bahkan ketika menghadapi situasi yang sulit di istana (Syahvierul et al. , 2. Dalam kegiatan pembelajaran ini, siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar memberikan tanggapan dan pendapat mereka mengenai hikmah yang dapat diambil dari narasi tersebut. Cara ini keterhubungan siswa dengan materi yang diajarkan, sekaligus mendorong analisis yang lebih mendetail tentang aspek-aspek moral. Bapak Afif, salah satu guru pendidikan agama di kelas 6. AuSaya perubahan positif dalam sikap siswa Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 185 setelah mereka mengikuti pembelajaran dengan metode bercerita dan film. Siswa menjadi lebih aktif dan bersedia untuk berbagi pendapat. Ay Beliau mencatat bahwa siswa lebih responsif dan percaya diri untuk mengungkapkan pemikiran mereka. Selama proses penelitian, observasi menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat dalam diskusi setelah menonton film pendek yang relevan dengan kisah Nabi Yusuf. Mereka tidak hanya mengajukan pertanyaan, tetapi juga berbagi pengalaman pribadi terkait dengan nilai-nilai yang dipelajari. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif, membantu siswa mempelajari ajaran agama dan mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari (Meyer, 2. Keterlibatan merupakan unsur yang sangat signifikan dalam proses pendidikan di SDN 1 Dongos. Setiap mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh orang tua, di mana dalam setiap sesi, terdapat pembahasan mengenai karakter dan moral siswa. Topik-topik ini dirancang untuk menyampaikan informasi yang lebih mendalam kepada orang tua mengenai kontribusi mereka dalam pendidikan anak. Dalam forum ini, orang tua mempunyai kesempatan pengalaman terkait penerapan nilai-nilai agama dan moral di lingkungan rumah. Melalui interaksi ini, diharapkan orang tua dapat saling belajar dan menerapkan strategi yang efektif dalam membentuk karakter anak (Triwardhani et al. , 2. Dengan demikian, pertemuan ini tidak hanya diidentikkan sebagai sumber komunikasi, tetapi juga sebagai tempat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan suasana yang mendukung perkembangan karakter Ibu Rita, salah satu orang tua yang aktif dalam pertemuan tersebut, menyatakan. AuSetelah pertemuan ini, saya merasa lebih memahami cara mendukung pendidikan agama anak. Kini, saya rutin berdiskusi mengenai nilai-nilai agama. Ay Pernyataan ini mencerminkan dampak positif dari mendukung proses pembelajaran anak. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya karakter pendidikan, orang berkontribusi dalam membentuk sikap dan perilaku anak di rumah. Pembahasan mengenai nilai-nilai agama yang dilakukan saat makan malam menjadi salah satu metode efektif untuk menginternalisasi ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Sukriyah et al. Menurut (H. Nurhakim et al. keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan moral dan karakter siswa tidak hanya memperkuat pengajaran di sekolah, tetapi juga menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi perkembangan anak secara keseluruhan. Sekolah juga mengadakan kegiatan bakti sosial yang melibatkan siswa secara aktif, dengan tujuan untuk mengembangkan nilai-nilai kepedulian sosial di antara peserta didik (Syaputra et al. , 2. Setiap minggu, siswa Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 186 diajak untuk menyisihkan dana secara sukarela, yang dapat berupa sumbangan seribu atau dua ribu rupiah. Melalui pendekatan ini, siswa mengajarkan tentang pentingnya berbagi dan berkontribusi kepada masyarakat. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan untuk membantu anak yatim di lingkungan sekitar sekolah. Dalam wawancara dengan salah satu siswa kelas 5. Devi menyatakan. AuSaya senang bisa membantu dengan Meskipun sedikit, tetapi jika kita semua bersamasama, kita bisa membuat perbedaan. Ay Aktivitas ini tidak hanya membangun kesadaran siswa tentang tanggung jawab sosial, tetapi juga mengajarkan mereka bahwa kontribusi sekecil apapun dapat memberikan dampak positif bagi orang lain (Berei, 2. Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai nilainilai kemanusiaan dan bagaimana tindakan kecil mereka dapat membawa perubahan yang signifikan. Sebagai bukti nyata dari kontribusi yang telah dilakukan, selama tahun ajaran ini. SDN 1 Dongos berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta rupiah dari sumbangan siswa. Dana tersebut kemudian disalurkan untuk menyantuni anak-anak yatim di sekitar sekolah, dalam bentuk bantuan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan Kegiatan ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menciptakan hubungan sosial yang lebih erat antara siswa dan penerima Melalui interaksi dengan anak- anak yatim, siswa belajar tentang pentingnya solidaritas, empati, dan tanggung jawab sosial. Mereka menyadari bahwa tindakan sederhana seperti menyisihkan uang saku dapat membawa perubahan yang berarti bagi kehidupan orang lain. Dengan demikian, kegiatan bakti sosial berfungsi sebagai sarana pendidikan yang efisien untuk mengajarkan nilai-nilai konstruktif kepada generasi muda, sekaligus membantu mereka memahami kondisi sosial di sekitar mereka (Weitz, 2. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini juga sangat penting. Hasil survei yang dilakukan di kalangan orang tua menunjukkan bahwa 85% orang tua merasa lebih terlibat dalam pendidikan karakter anak mereka setelah mengikuti pertemuan bulanan Keterlibatan orang tua tidak hanya mendukung kegiatan bakti sosial, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam usaha bersama membentuk karakter anak. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan anak-anak yatim, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif di kalangan orang tua untuk berperan aktif dalam pendidikan karakter anak mereka. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya membantu sesama, tetapi juga dipersiapkan untuk berkomitmen dan peka terhadap lingkungan sosial mereka. Kegiatan ini secara keseluruhan berkontribusi pada Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 187 pembentukan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli. Secara keseluruhan, melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan di SDN 1 Dongos, terlihat bahwa pendidikan agama Islam memberikan sumbangsih besar di dalamnya membangun kesadaran moral Generasi Alpha. Dari pengajaran nilai-nilai moral dan keterlibatan orang tua, hingga kegiatan bakti sosial, semua Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan agama tidak hanya diajarkan dalam diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui pendekatan yang menyeluruh ini, pendidikan agama Islam di SDN 1 Dongos tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang baik dan kesadaran moral yang tinggi. Hal ini sangat penting menghadapi tantangan di masa depan, sehingga mereka dapat menjadi individu yang mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan berpartisipasi sebagai agen transformasi yang menyampaikan nilainilai positif dalam kehidupan seharihari. Relevansi dan Efektivitas Pendekatan Inovatif Pendidikan Agama Islam di Era digital Dalam konteks perkembangan era digital yang pesat, pendidikan agama Islam (PAI) di SDN 1 Dongos menunjukkan tingkat relevansi yang tinggi dalam menyesuaikan diri dengan Berdasarkan temuan (Buchnev & Buchnev, 2. generasi muda saat ini telah terbiasa dengan teknologi dan akses informasi yang cepat, sehingga metode pengajaran konvensional perlu Di SDN 1 Dongos, para pendidik berupaya mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran agama untuk memenuhi kebutuhan siswa yang menginginkan akses informasi yang luas dan mendalam. Langkah ini mencerminkan komitmen untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai nilai-nilai Islam dalam konteks globalisasi yang semakin kompleks (Ringer, 2. Dengan mengimplementasikan metode diharapkan siswa dapat lebih efektif kehidupan sehari-hari mereka (Mahbubi & SaAodiyah, 2. Oleh karena itu. PAI kebutuhan generasi digital yang lebih kritis dan analitis. Salah satu inovasi yang diterapkan di SDN 1 Dongos adalah penggunaan proyektor dalam proses Melalui materi pendidikan agama disampaikan dalam bentuk video dan presentasi Contohnya, saat mengajarkan kisah nabi, guru menampilkan video peristiwa-peristiwa penting. Siswa merasakan keterlibatan yang lebih tinggi dan terinspirasi oleh metode ini. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 188 Dalam wawancara, salah satu siswa. Rina, menyatakan. AuDengan video, saya bisa melihat lebih jelas bagaimana kisah nabi terjadi. Jadi, saya lebih Ay Pendekatan ini tidak hanya menjadikan pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu siswa untuk mengaitkan materi dengan konteks yang lebih luas. Dengan demikian, penerapan teknologi dalam pendidikan agama Islam di SDN 1 Dongos menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Selain penggunaan proyektor. SDN 1 Dongos juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mendiskusikan ajaran agama. Dalam kegiatan ini, siswa didorong untuk berbagi pengetahuan dan berdiskusi mengenai isu-isu keagamaan di platform media sosial yang aman. Diskusi ini menciptakan komunitas belajar yang aktif dan saling mendukung di antara siswa. Hal ini juga memungkinkan siswa untuk merasa lebih nyaman dalam mengungkapkan pendapat dan mempertanyakan hal-hal yang belum mereka pahami terkait ajaran Islam (Alkandari, 2. Penggunaan media sosial dalam konteks pendidikan memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat secara lebih Mereka dapat saling bertukar informasi, menanyakan hal-hal yang kurang jelas, dan bahkan berbagi pengalaman pribadi terkait ajaran Namun, meskipun pendekatan inovatif ini telah berhasil meningkatkan minat belajar siswa, tantangan terkait literasi digital dan validitas konten tetap menjadi perhatian utama. Beberapa siswa di SDN 1 Dongos masih menggunakan teknologi secara efektif. Hasil observasi menunjukkan bahwa sekitar 40% siswa merasa bingung ketika mencari informasi secara online. Rizki, salah satu siswa, mengungkapkan. AuKadang saya tidak tahu mana informasi yang benar. Semua terlihat sama di internet. Ay Hal ini menunjukkan perlunya pendidikan literasi digital yang lebih mendalam di sekolah. Menurut (Rumata et al. , 2. siswa perlu pentingnya menyaring informasi dan memilih sumber yang terpercaya. Dengan demikian, mereka dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak terjebak dalam informasi yang salah atau menyesatkan. Untuk mengatasi tantangan tersebut. SDN 1 Dongos telah menerapkan beberapa solusi. Pertama, pelatihan guru menjadi prioritas utama. Dalam survei yang dilakukan, 85% guru menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dan kompeten dalam diselenggarakan oleh sekolah. Pelatihan ini mencakup cara penggunaan pembelajaran yang tersedia. Dengan demikian, guru dapat memberikan pengajaran yang inovatif lebih dan menarik bagi siswa. Selain itu, guru juga dilatih untuk memahami dan mengatasi Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 189 tantangan yang mungkin muncul selama proses pembelajaran digital, seperti gangguan teknis dan kesulitan siswa dalam memahami materi (Artacho et al. Kedua. SDN 1 Dongos telah mulai menyusun regulasi terkait konten Islami yang beredar di internet. Sekolah bekerja sama dengan ulama dan akademisi untuk memastikan bahwa informasi yang diterima siswa adalah akurat dan sesuai dengan ajaran Islam. Dalam diskusi dengan orang tua, pihak menyaring informasi yang baik dari internet, sehingga orang tua dapat berkontribusi untuk mendukung anakanak mereka dalam hal ini. Regulasinya mencakup penyusunan daftar sumber belajar yang direkomendasikan dan panduan untuk mengenali konten yang tidak sesuai (Gallego et al. , 2. Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan siswa dapat lebih terarah dalam mencari informasi mengenai ajaran Islam. Selain itu. SDN 1 Dongos berupaya menciptakan keseimbangan antara pembelajaran digital dan praktik Meskipun teknologi memberikan kemudahan, pengalaman langsung dalam beribadah dan berinteraksi dalam komunitas sangat penting untuk memahami ajaran Islam secara mendalam (Rahmawati & Zainuri. Kegiatan praktik ibadah, seperti shalat berjamaah dan bakti sosial, diadakan secara rutin di sekolah. Hasil observasi memastikan bahwa siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai agama. Keterlibatan memperkuat pengajaran agama, tetapi juga menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas di kalangan siswa. Dalam kegiatan sosial yang melibatkan siswa, seperti pengumpulan dana untuk anak yatim, tidak hanya meningkatkan rasa empati, tetapi juga membantu siswa memahami pentingnya berbagi dan berbuat baik, yang merupakan inti ajaran Islam. Siswa belajar bahwa nilainilai agama tidak sekedar bersifat diimplementasikan dalam tindakan rutinitas harian. Ini memperkuat karakter mereka dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Dengan mengintegrasikan aktivitas sosial ke dalam kurikulum. SDN 1 Dongos menghasilkan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan Meskipun banyak kemajuan yang dicapai, tantangan tetap ada, terutama dalam hal menjaga konsentrasi siswa selama pembelajaran digital. Beberapa siswa cenderung lebih tertarik pada elemen visual daripada penjelasan yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, guru perlu memadukan metode pengajaran yang bervariasi untuk menjaga perhatian siswa. Menurut (Armata & Nevid, 2. penggunaan kuis interaktif dan diskusi kelompok telah terbukti membantu meningkatkan keterlibatan siswa di kelas. Dengan cara ini, guru dapat menyediakan suasana Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 190 menyenangkan, sehingga siswa lebih antusias dalam belajar (Naidoo, 2. Secara keseluruhan, relevansi dan efektivitas pendekatan inovatif dalam pendidikan agama Islam di SDN 1 Dongos menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan teknologi dan mengatasi tantangan yang ada, pendidikan agama dapat tetap menjadi pilar penting dalam membentuk generasi yang berakhlak baik (Yusri et al. , 2. Dengan dukungan dari orang tua, keterlibatan aktif siswa, dan pendekatan yang terintegrasi, pendidikan agama Islam di SDN 1 Dongos bisa menyediakan menghasilkan individu yang tidak terbatas pada memahami ajaran agama, kehidupan sehari-hari. Hal ini juga menunjukkan bahwa pendidikan agama pengajaran teoritis, melainkan juga sebagai pembentukan karakteristik. Melalui dilakukan, terlihat bahwa siswa di SDN 1 Dongos menunjukkan peningkatan minat dan pemahaman terhadap materi agama setelah penerapan metode inovatif ini. Penerapan teknologi yang tepat, dikombinasikan dengan praktik nyata, mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna (Nurhasanah et al. , 2. Dengan pendekatan yang komprehensif, pendidikan agama Islam di SDN 1 Dongos Tidak hanya menyediakan pengetahuan agama, tetapi juga praktik menghadapi tantangan di era digital. Dengan demikian. Pendidikan agama Islam mampu berperan sebagai fondasi dalam menghasilkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki moral yang tinggi. PENUTUP Pendidikan Agama Islam memainkan peran yang sangat penting dalam membangun kesadaran moral di kalangan Generasi Alpha. Dengan menanamkan nilai-nilai dasar seperti integritas, kepedulian, dan tanggung jawab, pendidikan ini memberikan fondasi etika yang kokoh bagi siswa. Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, siswa tidak hanya dapat memahami ajaran agama, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai positif dari ajaran tersebut. Di SDN 1 Dongos, penerapan teknologi dan partisipasi orang tua dalam pendidikan terbukti efisien dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman Kegiatan sosial, seperti bakti langsung yang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. Sinergi kolaborasi antara sekolah dan menciptakan suasana yang kondusif untuk pembelajaran. Secara keseluruhan, pendidikan Agama Islam di SDN 1 Dongos tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian teori, tetapi juga sebagai pendorong Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 191 transformasi moral yang positif. Dengan pendekatan yang tepat. Generasi Alpha dapat berkembang menjadi individu yang tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga memiliki moral yang tinggi, sehingga siap menghadapi tantangan di masa depan dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Dalam konteks teori praktis, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode interaktif dan meningkatkan efektivitas pendidikan Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, khususnya terkait dengan ukuran sampel yang terbatas dan konteks yang spesifik, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi. Untuk penelitian yang akan datang, disarankan agar peneliti merancang studi dengan menggunakan sampel yang lebih beragam, serta mengeksplorasi faktorfaktor lain yang dapat mempengaruhi kesadaran moral siswa. Selain itu, penting untuk mengkaji dampak jangka panjang dari pendidikan Agama Islam terhadap perilaku sosial siswa di berbagai konteks, guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan DAFTAR PUSTAKA