Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 No. 1, . , pp. Prinsip Kepemimpinan Islam dalam Pandangan Al-QurAoan Subhan Mubarok* *University of Malaya. Kuala Lumpur. Malaysia Email: subhansube29@gmail. Abstrak Pemerintah, kepala Negara ataupun pemimpin selalu berhadapan dengan masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok. Tugas utama pemimpin adalah mengatur perbedaan kelompok tersebut dengan baik. Jika pemimpin tidak bisa mengatur dengan baik maka akan menyebabkan suatu kehancuran. Namun sebaliknya jika pemimpin dapat mengatur perbedaan tersebut dengan baik maka akan mencipatakan kehidupan yang harmonis. Islam mengatur segala aspek kehidupannya berdasarkan dengan ketetapan dan ketentuan Allah Swt, tidak terkecuali dalam aspek kepemimpinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai prinsip kepemimpinan Islam dalam pandangan Al-QurAoan sehingga hakikat dan pengertian kepemimpinan dapat dijustifikasi secara lebih terperinci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prinsip kepemimpinan Islam berdasarkan Al-QurAoan terdiri kedalam tiga prinsip antaranya. Pertama, manusia dalam prinsip kekhalifahan. Kedua, prinsip keimanan terhadap keberhasilan kepemimpinan. Dan Ketiga, prinsip ulil amri dalam kepemerintahan. Kata Kunci: kepemimpinan, kekhalifahan, keimanan, ulil amri. Abstract The government, heads of state, or the leaders are always dealing with people consisting of various groups. The main task of the leader is to manage the group differences properly. If the leader couldnAot manage properly, it would be devastation. On the contrary, if the leader will be able to manage these differences well, it would create a harmonious life. Islam regulates all aspects of life based on the provisions of Allah SWT, including in the aspect of Therefore, this study aims to discuss the principles of Islamic leadership in the view of the Qur'an, and then the essence and meaning of leadership can be justified in more details. The results of this study indicates that the principles of Islamic leadership based on the Qur'an consist of three principles, there are. First, the human principle in the concept of the khalifah. Second, the principle of faith . for leadership success. And third, the principle of ulil amri in governance. Keywords: leadership, khalifah, faith, ulil amri. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Vol. No. Februari 2021 Subhan Mubarok. Prinsip Kepemimpinan Islam dalam Pandangan Al-QurAoanA PENDAHULUAN Diskursus tentang kepemimpinan merupakan suatu tema yang tidak pernah sepi dari perbincangan segala sisi dan Sejarah umat manusia adalah sejarah kepemimpinan yang tiada akhir. Manusia mempunyai kecenderungannya sendiri komunitas dan mempunyai struktur yang di dalamnya diatur sedemikian rupa distribusi kekuasaan. Tugas utama seorang pemimpin adalah mengatur perbedaan sukubangsa, bahasa, ras, agama dan cara berpikir. Jika pemimpin tidak bisa mengatur perbedaan tersebut dengan baik maka akan menimbulkan suatu kehancuran, namun sebaliknya jika diatur dengan baik maka akan menimbulkan kehidupan yang Oleh karena itu, pemimpin mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menentukan kesuksesan suatu organisasi keluarga, bangsa, dan Negara. Selain merupakan suatu ilmu yang tidak dapat dipelajari karena ilmu tersebut merupakan bakat yang sudah ada sejak dari lahir. Oleh sebab itu, menurut mereka faktor kegagalan dan kesuksesan organisasi maupun bangsa dan Negara dipengaruhi memiliki bakat alami kepemimpinan yang luar biasa. Namun dalam perkembangannya pemikiran tersebut lambat laun mengalami perubahan paradigma yang mengatakan bahwa kepemimpinan itu terjadi secara ilmiah bersamaan dengan pertumbuhan Pada awal abad ke-20 Frederick Taylor menjadi pelopor atas pemikiran kepemimpinan berkembang menjadi satu disiplin ilmu. 4 Islam sebagai agama rahmatan lil Aoalamin juga meletakkan aspek pemimpin dan kepemimpinan sebagai salah satu persoalan utama dalam Pembahasan aspek tersebut tidak sedikit dalam Al-QurAoan dan Hadits, banyak ayat-ayat Al-QurAoan dan haditshadits Nabi yang membincangkan aspek pemimpin dan kepemimpinan. Allah Swt menciptakan manusia ke muka bumi ini sebagai khalifah . , maka manusia tidak terlepas dari perannya sebagai pemimpin yang merupakan peran sentral dalam setiap upaya pembinaan. Hal ini telah banyak dibuktikan dan dapat dilihat bahwa peran kepemimpinan begitu menentukan bahkan seringkali menjadi ukuran kegalalan dan kesuksesan suatu organisasi. Melihat hakikat dan pengertian kepemimpinan, memiliki aspek-aspek yang sangan luas, serta merupakan proses yang melibatkan berbagai komponen di dalamnya dan Devi Pramitha. AuKajian Tematis Al-QurAoan dan Hadits Tentang KepemimpinanAy. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. 1, (Juli Ae Desember 2. , h. Kartini Kartono. Pemimpinan Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal itu, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , h. Devi Pramitha. Ibid. , h. Saifuddin Herlambang. Pemimpin dan Kepemimpinan dalam Al-QurAoan (Sebuah Kajian Hermeneutik. , (Pontianak: Ayunindya, c. Februari 2. , h. Siti Aminah Caniago. AuKepemimpinan Islam dan Konvensional (Sebagai Studi Perbandinga. Ay. Religia. Vol. No. 2, (Oktober 2. , h. saling mempengaruhi. 6 Namun tulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai model kepemimpinan Islam dalam pandangan Al-QurAoan sehingga hakikat dan pengertian kepemimpinan dapat dijustifikasi secara lebih terperinci. PEMBAHASAN Definisi Kepemimpinan Menurut Para Ahli Definisi kepemimpinan menurut Tony Bush . adalah tindakan mempengaruhi orang lain bagi mencapai tujuan akhir yang diharapkan. 7 Pendapat tersebut didukung oleh pendapat Yulk dan Gary . , mereka berpendapat bahwa kepemimpinan adalah suatu proses memahami dan menyetujui kebutuhan melakukannya, serta proses memfasilitasi individu dan kelompok dalam mencapai tujuan bersama. Selanjutnya. Menurut Sandang P. Siagian . kepemimpinan merupakan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pemimpinn satuan kerja yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk berfikir atau bertindak sedemikian rupa sehingga dengan hal tersebut dapat kesuksesan pencapaian organisasi. Khatib . mengartikan kepemimpinan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi Umar Sidiq. AuKepemimpinan Dalam Islam: Kajian Tematik dalam Al-QurAoan dan HaditsAy. Jurnal Dialogia. Vol. No. 1, (Juni 2. , h. Tony Bush. Leadership and Management Development in Education, (Hawker Brownlow Education: 2. , h. Yukl. Leadership in Organizations, (Upper Saddle River. NJ: Prentice Hall, 7th ed, 2. , h. Sandang P. Siagan. Organisasi. Kepemimpinan dan Prilaku Administrasi, (Jakarta: Haji Masa Agung, 1. , h. orang-orang yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Hughes. Ginnet & Curphy . menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang sukses tidak lepas dari kemahiran asas dan kemahiran lanjutan. Kemahiran asas tersebut antaranya. mempunyai kesan yang baik, kemahiran mendengar, memberikan kritik yang membangun, perlakuan asertif, memberi hukuman secara hati-hati, pengendalian musyawarah dan membangun hubungan positif dengan berbagai pihak, termasuk bahawan dan rekan kerja. Sedangkan kemahiran lanjutan antaranya. bijak dalam memberikan tugas, berusaha menangani suatu konflik dengan baik, meningkatkan kreatifitas dan kredibilitas, merancang pembangunan organisasi, latihan dan bimbingan, mempunyai kemahiran dalam berunding sehingga mampu mengambil keputusan secara bijak. 11 Pendapat tersebut didukung oleh Winston & Patterson . yang menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah proses memberikan dukungan, mengambil resiko, aktif, selalu terdepan, membangun kebersamaan, berpengaruh, kreatif, inovatif, berorientasikan matlamat dan berorientasikan kemanusiaan. Menurut Kartini . pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mampu mengantisipasi berbagai situasi dan kondisi tertentu dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Selain itu, pemimpin juga perlu memiliki kecakapan untuk menggerakan pemikiran dan B Khatib Pahlawan Kayo. Kepemimpinan Islam dan Dakwah, (Jakarta: Amzah, 2. , h. Hughes. Richard L. Leadership: Enhancing the lessons of experience. Richard D. Irwin. Inc. 1333 Burridge Parkway. Burridge. IL 60521. Winston. & Patterson. AuAn Integrative Definition of LeadershipAy. International Journal of Leadership Studies. Vol 1. Issue. 2, . , 6 66 Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Vol. No. Februari 2021 Subhan Mubarok. Prinsip Kepemimpinan Islam dalam Pandangan Al-QurAoanA tindakan orang-orang dalam melakukan sesuatu demi mencapai tujuan bersamasama. Mullins . juga menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kegiatan untuk mempengaruhi orang lain atau mempengaruhi aktivitas kelompok agar memperoleh kesepakatan pada tujuan Oleh karena itu. Northouse . menjelaskan bahwa seorang pemimpin perlu mempunyai ciri-ciri khusus seperti berkeyakinan tinggi, pandai membangun hubungan yang baik, bijak mencapai tujuan organisasi bersamasama. Berdasarkan pengertian-pengertian mengenai kepemimpinan di atas, penulis menyimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses yang memerlukan sikap percaya diri, bijak dalam mempengaruhi pemikiran dan aktivitas orang-orang dalam mencapai tujuan tertentu secara bersama-sama. Kepemimpinan Islam Dalam Pandangan Al-QurAoan Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu ada komunitas didalamnya harus terdapat seorang pemimpin dan orang-orang yang dipimpin. Namun, realitanya hal kepemimpinan tersebut sering kali menimbulkan permalahan tersendiri terutama pada aspek kriteria seorang pemimpin. Pertanyaan yang bagaimana mendapatkan seorang calon pemimpin yang layak membawa orang- orang yang dipimpinnya untuk melakukan tindakan demi mencapai kemaslahatan Islam merupakan agama sekaligus sebuah sistem kehidupan sehingga Islam hubungan ibadah dengan Allah Swt dan membangun kehidupan sosial masyarakat. Maka selain memberikan petunjuk. Islam pengaruh dan mengaplikasikan ajaranajarannya dalam semua aspek kehidupan Seorang muslim tidak dijamin dapat mengaur kehidupannya sesuai dengan aturan Islam kecuali jika ada melindunginya sehingga keamanan diri dan agamanya dapat terjamin15. Maka prinsip kepemimpinan dalam Islam sangat penting bagi menjaga kehidupan agama dan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pada sub bab ini akan menjelaskan mengenai konsep kepemimpinan dalam Islam berdasarkan Al-QurAoan antaranya. Manusia Dalam Konsep Kekhalifahan, . Prinsip Keimanan Terhadap Kesuksesan Kepemimpinan, . Prinsip Ulim Amri dalam Kepemerintahan. Manusia Dalam Prinsip Kekhalifahan Secara bahasa kata khalifah berasal kholafa-yakhlifu/yakhlufukhalfan-wa khilafatan yang dalam artian menggantikan atau menempati tempatnya. Kata khalafu dapat diartikan sebagai orang yang datang kemudian atau ganti. Kata al-khaalifatu diartikan umat pengganti, sedangkan pengertian al- Northouse. Introduction of Leadership: Concepts and Practice, (USA: SAGE Publications. Devi Pramitha. Op. Cit, h. Ibid. , h. khaliifatu yang bentuk jamaAonya khulafaAo dan khalaaif yang berarti khalifah. Selanjutnya pengertian khalifah secara terminologi menurut beberapa ahli tafsir dan ilmuan, seperti yang diartikan oleh Ibnu Katsir bahwa khalifah adalah orang yang dapat menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dan membela orang yang teraniaya serta dapat menegakkan hukum atas semua perbuatan yang keji dan 17 Sayyid Qutb menjelaskan bahwa khalifah adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt yang mempunyai banyak potensi dalam mengendalikan dan mengelola bumi secara harmonis dengan menggabungkan antara undang-undang yang mengatur bumi dan undang-undang yang mengatur manusia dengan segala kekuatan potensinya. Sedangkan Quraish Shihab berpendapat bahwa khalifah adalah makhluk yang menerima mandat sebagai pelaksana atau pengurus yang berkewajban mengelola dan memakmurkan bumi serta semua . umber-sumberny. kesejahteraan umat. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa manusia sebagai khalifah yang mempunyai kedudukan sebagai pelaksana dan penegak hukum-hukum Allah Swt di muka bumi Selain itu juga dapat dikatakan manusia berkedudukan sebagai pengatur dan penentu kebijkan kehidupan untuk mengelola dan mengendalikan bumi demi Ahmad Warson Munawwir. Al-Munawwir Kamus Arab Ae Indonesia, (Surabaya: Pustaka Progressif. Cet. 14, 1. , h. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir, (Surabaya: Bina Ilmu, 1. , h. Sayyid Quthb. Tafsir Fizilali QurAoan. Di Bawah Naungan Al-QurAoan, (Jakarta: Gema Insani Press. 3, 2. , h. Quraish Shihab. Membumikan Al-QurAoan. Fungsi dan Peran Wahyu Dalam Masyarakat, (Bandung. Mizan. Cet. 9, . , h. mencapai kemakmuran kesejahteraan umat sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Tujuan utama manusia diciptakan di muka bumi ini atas dua peran penting yaitu manusia sebagai khalifah Allah Swt dan juga sebagai hamba Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt tentang manusia yang dipilih-NYA untuk menjadi khalifah di muka bumi tertera pada QS. Al-Baqarah ayat 30: Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. " mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan . di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Tafsiran Ibnu Katsir mengenai ayat di atas ianya menghuraikan persoalan pertanyaan malaikat kepada Allah Swt mengenai peran khalifah yang di amanatkan kepada manusia sedangkan mereka mengetahui peran tersebut amat berat untuk manusia. Ini karena seperti yang diketahui oleh malaikat bahwa manusia merupakan makhluk yang suka pada kerusakan dan kezaliman. Namun jawaban Allah Swt atas pertanyaan malaikat tersebut menggambarkan bahwa Allah Swt sangat mengetahui hikmah dibalik pemberian peran khalifah kepada Selanjutnya menurut Ibnu Katsir, merupakan makhluk yang terdorong ke arah kezaliman dan kerusakan, tetapi di balik itu semua terdapat kemaslahatan yang lebih besar lagi, karena dalam kejahilan umat manusia ini. Allah Swt Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Vol. No. Februari 2021 Subhan Mubarok. Prinsip Kepemimpinan Islam dalam Pandangan Al-QurAoanA telah menempatkan golongan para Nabi dan Rasul. Siddiqin. Shuhada. Mukminin, para Wali dan Ulama untuk menjadi pembimbing kepada manusia dalam menjaga dan mengelola bumi ini berdasarkan dengan ketetapan dan kehendak Allah Swt. Quraish Shihab pun menambahkan bahwa pada mulanya kata khalifah mempunyai arti menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang Ada pengganti Allah Swt dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapanNya, tetapi bukan bermakna Allah Swt tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai tuhan, namum atas dasar hal ini Allah Swt bertujuan untuk menguji manusia dan memberinya Berikutnya, dalam menjalankan tugas kekhalifahan di bumi ini. Allah Swt menjadikan kedudukan manusia berbeda antara satu dengan yang lainnya, hal ini sebagaimana firman Allah Swt pada surat Al-AnAoam ayat 165: Artinya: Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian . ang lai. beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tafsiran Hamka pada ayat di atas menjelaskan bahwa khalifah mempunyai perkembangan, berusaha, menambah ilmu, bangsa dan Negara. Maka kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini dilebihkan dari yang lain. Selain itu, khalifah juga berperan untuk mengelola dan memustuskan hukum dengan adil sesuai dengan ketetapan dan ketentuan Allah Swt. Sebagaimana tergambar pada surat Shaad ayat 26: Artinya: Hai Daud. Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah . di muka bumi. Maka berilah Keputusan . di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu. Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orangorang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat. Karena mereka melupakan hari perhitungan. Huraian ayat di atas menyatakan kewajiban manusia dalam memutuskan hukum dengan adil dan menyatakan bahwa manusia memerlukan adanya khalifah Allah Swt. Menurut Ash-Shiddieqy, ayat ini sebagai instruksi Allah Swt untuk para penguasa agar memutuskan segala perkara dengan hukum yang ditetapkan oleh Allah Swt. Secara kesimpulan dari beberapa penjelasan di atas, peran dan tugas khalifah di muka bumi ini adalah menjaga kemakmuran bumi sehngga menciptakan keadilan kesejahteraan bagi umat dengan cara menetapkan segala perkara dengan ketetuntuan Allah Swt. Ibn Katisr. Al-Hafiz Abi Al-Fida IsmaAoil. Tafsir Al-QurAoan Al-AoAzim, (Beirut: Dar Al-Kutub AlAoIlmiyyah. Jil. 10, 1. , h. Quraish Shihab. Wawasan Al-QurAoan, (Bandung: PT Mizan Pustaka. Cet. 19, 2. , h. Hamka. Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1. , h. Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-QurAoanul Masjid AnNur, (Semarang: Pustaka Rizki Putra. Cet. , h. Prinsip Keimanan Terhadap Keberhasilan Kepemimpinan Keimanan secara bahasa adalah percaya dan yakin. Sedangkan secara istilah keimanan adalah pengakuan dari hati, pengucapan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan. 24 Keimanan bertambah dengan ketaatan dan berkurang Oleh demikian iman tidak hanya membenarkan di hati dan diucapkan dengan lisan saja, tetapi juga harus diikuti dengan Selanjutnya Janji Allah Swt kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh adalah mendapatkan kemenangan Dengan kekuasaan tersebut Islam mengubah kehidupan manusia kepada tingkat moral, sosial, pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Hal itu berdasarkan pada nilai-nilai, hukum, norma, moral keimanan, bersikap terbuka, demokratis, menghormati keberagaman, dan bekerjasama menjaga keutuhan Negara. 27 Sebagaimana yang tertuang pada firman Allah Swt QS. An-Nuur ayat 55: Artinya: Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya Imam Baihaqi. Mukhtashar SyuAoabul Iman, (Beirut: Muasatul Kutub Ats-tsaqafiya. , h. Tim Ahli Tauhid. Kitab TauhidA(Jakarta: Darul Haq, 1. , h. Ibn Taimiyyah. Al-Iman. Terjemahan oleh Kathur Suhardi, (Jakarta: Dar al-Falah, 2. , h. Saidurrahman. Tafsir Ayat-Ayat Politik, (Bandung: Citaputaka Media, 2. , h. untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar . mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang . kafir sesudah . Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. Inti dari ayat di atas adalah meneguhkan iman dan melaksakan amal Kepada setiap Muslimin yang menunaikan dua hal tersebut maka akan diberikan kekuasaan di atas bumi ini sebagaimana yang Allah Swt janjikan. Oleh sebab itu Hamka berpendapat bahwa khalifah Allah Swt dikarenakan pemimpin yang beriman dan beramal shalih. Prinsip Ulil Amri Dalam Kepemerintahan Selain dalam khalifah yang telah dibahas di atas. Al-QurAoan pun menjelaskan perkataan ulil amri sebagai konsep kepemimpinan dalam Islam. Pengertian secara bahasa ulil amri terbagi kedalam dua suku kata yaitu ulu dan alAoamr. Kata ulu bermakna. punya atau yang memiliki. 29 Sedangkan kata amir berasal dari kata amira yang berarti menjadi amir atau bermakna seorang penguasa yang melaksanakan Tetapi kata amir tidak digunakan dalam Al-QurAoan melainkan menggunakan kata amri bermakna sama yaitu 30 Maka secara bahasa kata ulil amri dapat diartikan sebagai para Hamka. Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: Panjimas. Cetakan Pertama, 1. , h. Muhammad Yunus. Kamus Arab Ae Indonesia, (Jakarta: PT Hidakarya Agung, 1. , h. Ibnu Manzhur. Lisan Al-AoArab, (Bairut: DarShadir. Jil, 4, 1. , h. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Vol. No. Februari 2021 Subhan Mubarok. Prinsip Kepemimpinan Islam dalam Pandangan Al-QurAoanA Sebagaimana pendapat Ibnu Katsir bahwa ulil amri bersifat umum baik untuk umaraAo maupun untuk ulama. 31 Sedangkan Ar-Razi penegertian ulil amri lebih luas yaitu ahlu al-halli wa al-Aoaqdi dari kaum Muslimin, dan mereka adalah umaraAo . dan hukamaAo . , ulama, para Oleh yang demikian, cakupan ulil amri pada masa sekarang adalah mulai dari pemegang kekuasan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dengan segala perangkat dan wewenangnya yang Selain itu juga ulil amri mencakup para ulama, baik perorangan ataupun kelembagaan, seperti lembagalembaga fatwa dan semua pemimpin masayarakat dalam bidangnya masingmasing. Dalam konsep ulil amri sebagai perspektif kepemimpinan dalam Islam tergambar pada firman Allah Swt didalam Surat An-Nisao ayat 58 -59: Artinya: 58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan . enyuruh kam. apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaikbaiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. Artinya: 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul Al-Hafiz AoImad ad-Din Abu al-FadaAo IsmaAoil Ibn Kasir al-Qurasyi ad-Dimasyqi. Tafsir Al-Qur. Al-AoAziim, (Riyadh: DarAoAlam al-Kutub. Jil. , h. Fakhr ad-Din ar-Razi. Mafatih Al-Ghayb, (Beirut: Dar Al-Fikr, jil. 10, 1. , h. Yunahar Ilyas. AuUlil Amri Dalam Tinjauan TafsirAy. Jurnal Tarjih. Volume 12 . , . , h. , dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qura. dan Rasul . , jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama . dan lebih baik akibatnya. Pada ayat 58 di atas. Allah Swt menjelaskan ganjaran yang besar bagi orang-orang beriman dan beramal shaleh. Dalam Allah Swt memerintahkan dua amal yang harus dilakukan oleh manusia antaranya menyampaikan amanat dan menetapkan perkara secara adil. Ibnu Katsir menafsirkan pada ayat tersebut Allah Swt memerintahkan untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Siapa saja yang tidak menunaikannya di dunia, maka ia akan mendapat balasan di Menurut Mahmud Yunus terdapat 6 macam-macam amanah antaranya:35 Kewajiban mengembalikan suatu barang yang di amanahkan seseorang kepada kita Ilmu Kitabullah, kewajiban para ulama-ulama untuk menyampaikan ilmu-ilmu tersebut kepada manusia dan dinamakan khianat. Kewajiban memelihara rahasia. Kepala amanah untuk mengangkat pegawai berdasarkan dengan keahlian dan Al-Hafiz AoImad ad-Din Abu al-FadaAo IsmaAoil Ibn Kasir al-Qurasyi ad-Dimasyqi. Tafsir Al-Qur. Al-AoAziim, (Mesir: Daar al-Fikr. Jil. 1, 1. , h. Mahmud Yunus. Tafsir QurAoan Karim, (Jakarta: PT Hidakarya Agung, 2. , h. Amanah yang dipegang oleh semua pegawai negeri agar menunaikan kewajiban masing-masing menurut Menjaga amanah kesehatan yang dianugerahkan Allah Swt kepada kita. Selain itu. Mustafa al-Maraghi membagi amanah dalam 3 aspek antaranya:36 Amanah manusia dengan Rabbnya. Memelihara apa yang telah dijanjikan Allah Swt menggunakan jasmani dan rohaninya untuk melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Amanah manusia dengan manusia, termasuk amanah menunaikan keadilan untuk para umaraAo terhadap rakyatnya. Selain itu, amanah para ulama untuk menyampaikan serta membimbing umat kepada keyakinan dan pekerjaan yang beguna bagi dunia dan akhirat. Amanah manusia terhadap diri sendiri, menjaga segala sesuatu yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt Selanjutnya perintah Allah Swt yang kedua pada QS. An-Nisao ayat 58 adalah untuk berbuat adil dalam memberikan hukuman diantara manusia. Menurut Muhammad bin KaAoab. Zaid bin Aslam, dan Syahr bin Hausyab dalam buku yang ditulis Mustafa al-Maragi. Sesungguhnya ayat ini diturunkan untuk para pemimpin atau penguasa, yaitu orangorang yang memerintah di antara Sedangkan pemimpin yang adil akan mendapatkan ganjaran yang amat Mustafa al-Maraghi. Tafsir al-Maraghi, (Mesir: Daar al-Fikr, jil. 3, 1. , h. Ibid. , h. besar sebagaimana Rasulullah Saw Artinya: Dari Abdullah ibn Amr ibn Ash dari Nabi Saw: Sesungguhnya orangorang yang berlaku adil menurut pandangan Allah, akan ditempatkan di atas mimbar dari cahaya sisi kanan Tuhan Yang Maha Pengasih. Mereka itulah orang-orang keputusannya, di keluarganya, dan pada apa-apa yang mereka pimpin . ereka tidak bergeser dari keadilanny. (HR. Musli. 38 Selanjutanya pada QS. An-Nisao ayat 59 menjelaskan mengenai perintah bagi semua manusia untuk taat dan patuh kepada Allah Swt, kepada Rasul-Nya, dan kepada orang yang memegang kekuasaan kemaslahatan bersama. Dalam hal ini, taat dan patuh kepada ulil amri memiliki penjelesan yang lebih terperinci. Jika ulil amri tersebut telah sepakat dalam suatu hal dan keputusan tersebut tidak bertentangan dengan Al-QurAoan dan Hadits maka kaum muslimin berkewajiban untuk taat dan patuh dalam meleksanakan keputusan Namun sebaliknya jika hal tersebut bertentangan, maka masyarakat tidak wajib mentaatinya bahkan perlu dibenarkan seseorang itu mematuhi apa yang dilarang oleh Allah Swt. Sebagaimana Ae penjelasan di atas, bahwa perintah Allah Swt pada QS. An-Nisao ayat 58 adalah untuk menjaga amanah dan menunaikan segala perkara secara adil. Perintah ini Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Aubab keutamaan pemimpin yang adil, ancaman bagi pemimpin yang dzalim, perintah berlaku lembut terhadap rakyat serta larangan menyusahkan merekaAy. Hadits No. Ibn Kasir al-Qurasyi ad-Dimasyqi. Op. , h. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Vol. No. Februari 2021 Subhan Mubarok. Prinsip Kepemimpinan Islam dalam Pandangan Al-QurAoanA berkait erat dengan aspek pemerintahan karena pada ayat selanjutnya yaitu QS. An-Nisao Seorang pemimpin atau kepada Negara adalah pemegang amanah, baik amanah Tuhan maupun amanah rakyatnya. Selanjutnya Mahmud Yunus juga berpendapat jika para pegawai pemerintah tidak memelihara amanah dengan baik sehingga khianat merajaela didalamnya, maka itu sebagai tanda akan kehancuran dan kehilangan keamanan suatu Negara. Oleh sebab itu, amanah merupakan salah satu dasar pondasi bagi menciptakan Negara yang kuat. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda: Artinya: Rasulullah Saw bersabda. apabila amanah telah dicabut maka tunggulah kehancuran . Abu Hurairah bertanya bagaimana dicabutnya amanah ya Rasulullah? Nabi menjawab: apabila sesuatu telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah (HR. Bukhor. 42 Selanjutnya pada QS. An-Nisao kewajiban bersikap adil dalam kehidupan Pemerintah, kepala Negara ataupun pemimpin selalu mempunyai masyarakat yang terdiri dari berbagai Proses politik juga selalu berhadapan dengan bermacam-macam kelopok golongan. Seseorang yang terpilih menjadi pemimpin harus mempunyai sifat adil karena ianya harus berdiri di atas dan Mahmud Yunus. Op. Cit. , h. Ibid. , h. Muhammad bin IsmaAoil Abu Abdullah AlBukhori. Al-JamiAo Al-Shohih Al-Bukhori AlMukhtasar, ed. By Musthafa Dib, (Beirut: Daar Ibnu Katsir, 1987. No Hadits. untuk semua golongan. 43 Hal ini tergambarkan pada firman Allah Swt pada QS. Al-Maidah ayat 8: Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan . Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. sekali-kali terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Secara kesimpulan dari berbagai penjelasan di atas. QS. An-Nisao ayat 58 dan 59 menggambarkan mengenai prinsip kepemimpinan yang wajib ditaati dan Prinsip tersebut adalah menjaga amanah baik amanah dari Tuhannya ataupun amanah dari rakyatnya serta berbuat adil pada setiap perkara sehingga dapat tercapainya suatu Negara yang kuat yang diridhoi Allah Swt. SIMPULAN Diskursus tentang kepemimpinan merupakan suatu tema yang tidak pernah sepi dari perbincangan segala sisi dan Sejarah umat manusia adalah sejarah kepemimpinan yang tiada akhir. Manusia mempunyai kecenderungannya sendiri komunitas dan mempunyai struktur yang di dalamnya diatur sedemikian rupa distribusi kekuasaan. Dalam kemaslahatan masyarakat dalam suatu Negara. Islam memperkenalkan prinsipprinsip kepemimpinan dalam Al-QurAoan. MujammaAo Khadim al-Haramain as-Syarifain alMalik Fahd Li ThibaAoat al-Mushaf asy-Syarif. AlQurAoan dan Terjemahannya, h. Prinsip tersebut antaranya: Pertama, manusia dalam prinsip kekhalifahan. Tujuan manusia diciptakan oleh Allah Swt untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, hal ini tergambar pada QS. Al-Baqarah Salah satu fungsi atau tugas khalifah tersebut menurut hamka adalah untuk meramaikan bumi, memberdayakan akal untuk perkembangan, berusaha, menambah ilmu, membangun kebudayaan, mengelola bangsa dan Negara. Maka kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini tidaklah sama, karena sebagaian dilebihkan dari yang lain. Hal ini tertuang pada QS. Al-AnAoam ayat 165. Selain itu, fungsi dan tugas khalifah juga untuk menunaikan keadilan pada setiap sebagaimana yang tertulis pada firman Allah Swt QS. Shaad ayat 26. Kedua, prinnsip keimanan dalam Muslimin yang meneguhkan iman dan melaksanakan amal shalil maka akan diberikan kekuasaan di atas bumi ini sebagaimana yang Allah Swt janjikan. Oleh sebab itu Hamka berpendapat bahwa khalifah Allah Swt dikarenakan pemimpin yang beriman dan beramal shalih. Hal ini tergambarkan pada QS. An-Nuur ayat 55. Ketiga, prinsip ulil amri dalam Ulil amri bermaksud sebagai pemimpin, kepala Negara atau Kesimpulan pada QS. AnNisao ayat 58 dan 59 menggambarkan mengenai prinsip ulil amri dalam Ayat mewajibkan selain taat dan patuh kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, seluruh manusia juga untuk taat dan patuh kepada pemimpin yang menjaga amanah dan menunaikan keadilan pada setiap perkara. Oleh yang demikian, prinsip kepemimpinan Islam yang berdasarkan AlQurAoan akan menumbuhkan Negara dengan pondasi yang kuat serta membawa kepada keharmonisan beragama dan kemanan sosial bermasyarakat. DAFTAR PUSTAKA