Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Dikirim: 10 Desember 2022. Diterima: 2 Januari 2023 ISSN: 2527-2772 PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA Susanti 1*. Ulfah Setia Iswara 2 Program Studi Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya Jl. Menur Pumpungan No. Kec. Sukolilo. Surabaya - 60118 *Korespondensi Penulis: susanti@stiesia. Abstract: Earnings management is an intervention on the financial statements carried out by the management so that the company's performance looks optimal. This study aims to examine the effect of the audit committee, board of commissioners, and managerial ownership on company earnings This research was conducted on 30 mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2017 to 2021. The data used in this research is the financial report data of mining companies going Data analysis using multiple linear regression. The results of the study prove that the audit committee has an effect on earnings management. The existence of supervision by the audit committee can minimize the occurrence of earnings management. In addition, the board of commissioners and managerial ownership are proven to have no effect on earnings management. The shares owned by management and the composition of the number of commissioners in the company are not able to minimize the occurrence of company earnings management. Keywords: Earnings Management. Audit Committee. Board of Commissioners. Managerial Ownership ________________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Manajemen laba adalah penentuan metode, prinsip, dan kebijakan akuntansi yang dilakukan oleh manajemen untuk mendapatkan maksud tertentu (Tamara et al, 2. Upaya perusahaan merekayasa informasi melalui praktik manajemen laba telah menjadi faktor utama yang akan menyebabkan laporan keuangan tersebut tidak lagi mencerminkan nilai fundamental suatu perusahaan (Widyaningsih, 2. Mekanisme tata kelola perusahaan yang baik ditandai adanya kepemilikan manajemen, komite audit, dan komisaris independen. Karena keberadaan komite audit dan komisaris independen bertujuan untuk mengawasi kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga dapat mengurangi manajemen laba karena kehadiran komite audit dan komisaris independen memiliki kewenangan pengawasan di perusahaan. Adanya keterlibatan kepemilikan manajemen diyakini berpotensi menghambat perilaku manajemen dalam mempraktikkan manajemen laba. Industri pertambangan sebagai industri yang dikatakan cukup menjanjikan ketika investor melakukan investasi. Dibutuhkan adanya tatakelola perusahaan yang baik agar perusahaan pertambangan ini dapat terus memiliki keberlangsungan hidup mengingat terbatasnya sumber daya alam dan pihak manajemen perusahaan harus bersikap profesional dalam pengelolaan perusahaan dan menghindari terjadinya manajemen laba. Beberapa penelitian yang berkaitan dengan manajemen laba telah banyak dilakukan namun masih terdapat hasil penelitian yang belum konsisten. Hasil penelitian Tamara et al . menyatakan bahwa komite audit, profitabilitas, ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba, sedangkan komisaris independen dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor property and real estate pada tahun 20162020. Penelitian Rohmah dan Meirini . menunjukkan pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan manajerial, dan gender diversity terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur tahun 2016-2020. Hasil penelitian Martias . , tatakelola perusahaan yang baik terdiri dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit nyatanya terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Hasil penelitian Febrianti . menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap manajemen laba. Sedangkan proporsi komisaris independen dan komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil penelitian Lestari . Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 menunjukkan bahwa dewan komisaris independen, keahlian komite audit, kepemilikan manajerial dan institusional tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. Oleh karena itu, penelitian ini akan menguji kembali faktor corporate governance yakni komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba perusahaan?. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. TINJAUAN PUSTAKA Teori Keagenan Teori Keagenan yang dipopulerkan oleh Jensen dan Mackling tahun 1976 . alam Agustia, 2. menyatakan bahwa hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara agen dengan Principal . mendelegasikan kewenangan kepada Agen untuk mengelola Dalam hubungan ini bisa terjadi konflik kepentingan yang disebabkan karena agen bertindak tidak sesuai dengan kepentingan principal, sehingga memicu biaya keagenan. Manajer memiliki insentif untuk meningkatkan kesejahteraannya sendiri dengan menggunakan fasilitas yang dipercayakan oleh pemegang saham dengan menggeser laba atau mengganti biaya masa depan ke periode sekarang atau sebaliknya. Manajemen Laba Manajemen laba merupakan kebijakan akuntansi yang dipilih manajer untuk mempengaruhi laba guna mencapai beberapa tujuan yang spesifik (Agustia, 2. Senastri . Pola Manajemen Laba pada umumnya dapat diartikan sebagai sebuah bentuk atau juga model namun memiliki karakteristik keteraturan antara lain: . Taking A Bath, . Minimal Pendapatan, . Income Maximization atau Maksimalisasi Pendapatan, . Income Smoothing atau Perataan Laba, . Timing Revenue dan Expenses Recognition. Komite Audit Komite audit memiliki tugas terpisah dalam membantu dewan komisaris terutama yang berhubungan dengan kebijakan akuntansi perusahaan, pengawasan internal, dan sistem pelaporan keuangan perusahaan (Tamara et al, 2. Menurut Reynard dan Firdausi . Komite audit bertugas mendukung fungsi pengawasan terhadap manajemen, hal ini dilakukan supaya manajemen tidak bersifat oportunis. Semakin banyaknya anggota komite audit akan meningkatkan kinerja komite audit tersebut. Dewan Komisaris Dewan komisaris yang ada di perusahaan bertugas untuk melakukan pengawasan kinerja Dewan komisaris independen merupakan bagian dari perusahaan, yang memiliki tugas untuk mengawasi manajer dalam melaporkan laporan keuangan dan untuk menjalankan standar Good Corporate Governance, serta komisaris independen harus bersikap independen (Tamara et al, 2. Komisaris independen dipilih langsung oleh para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) (Sari dan Widyarti, 2. Kepemlikian Manajerial Kepemilikan manajerial adalah besarnya jumlah saham yang dimiliki oleh manajerial di suatu Manajemen laba sangat ditentukan oleh motivasi manajer perusahan. Motivasi yang berbeda akan menghasilkan besaran manajemen laba yang berbeda, seperti antara manajer yang berbeda yang juga sekaligus sebagai pemegang saham dan manajer yang tidak sebagai pemegang dapat dikatakan bahwa persentase tertentu kepemilikan saham oleh pihak manajemen cenderung mempengaruhi tindakan manajemen laba (Tamara et al, 2. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Rerangka Konseptual Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan manajemen terhadap manajemen laba perusahaan yang digambarkan sebagai Komite Audit Manajemen Laba Dewan Komisaris Kepemilikan Manajerial Hipotesis: H1: Komite Audit berpengaruh terhadap manajemen laba H2: Dewan Komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba H3: Kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh variabel komite audit, dewan komisaris, dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba melalui pengujian hipotesis. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2017 sampai dengan 2021. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: Perusahaan sektor industri pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2017 sampai dengan periode tahun 2021. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dan laporan tahun untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember. Perusahaan terdaftar tidak melakukan aktivitas merger, akuisisi dan perpindahan jenis usaha. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan tersebut, diperoleh sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 perusahaan. Jenis dan Sumber Data Penelitian Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder. Data sekunder diperoleh dalam bentuk catatan, serta dokumen-dokumen terkait informasi keuangan dan non keuangan perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan dan laporan tahunan. Data diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dengan website w. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan cara mendownload laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan melalui website Bursa Efek Indonesia dan entitas yang bersangkutan kemudian mencari data variabel yang digunakan. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Model persamaan regresi yang menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen ebagai berikut: ML = 1KA 2DK 3KM e Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Keterangan: 1 2 3 = manajemen laba = konstanta = koefisien regresi variabel = komite audit = dewan komisaris = kepemilikan manajerial = error HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif masing-masing variabel disajikan pada tabel berikut ini. Tabel 1. Statistik Deskriptif Valid N . Minimum Maximum 0,0000 0,7540 0,3333 0,5000 3,0000 5,0000 -0,14 0,20 Mean 0,150380 0,392063 4,000000 0,0063 Std. Deviation 0,2396825 0,0536178 0,5872202 0,07815 Sumber: data penelitian diolah, 2023 Data statistik deskriptif variabel diperoleh informasi bahwa variabel kepemilikan manajerial rata-rata 0,150380, dapat dikatakan bahwa prosentase kepemilikan manajerial perusahaan pertambangan relatif kecil karena sebagian besar saham perusahaan dimiliki oleh pihak eksternal Variabel dewan komisaris rata-rata sebesar 0,392063, hal ini menunjukkan bahwa komposisi dewan komisaris perusahaan sebesar 39%. Variabel komite audit rata-rata sebesar 4 menunjukkan jumlah komite audit di perusahaan rata-rata sebanyak 4 orang. Variabel manajemen laba rata-rata sebesar 0,0063, nilai ini sangat kecil menunjukkan kecilnya manajemen laba yang terjadi diperusahaan pertambangan. Uji Asumsi Klasik Data penelitian yang akan diolah telah memenuhi kriteria asumsi klasik, yakni uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi dan uji multikolineritas. Data penelitian menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, terbebas dari autokorelasi, heteroskedastisitas dan multikolineritas sehingga data penelitian dapat dikatakan terbebas dari bias dan dapat digunakan untuk menguji pengaruh komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba perusahaan. Uji Kelayakan Model Sebelum melakukan pengujian hipotesis, dilakukan uji kelayakan model dengan melihat nilai R2 yang disajikan pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Uji Kelayakan Model Model 0,580a R Square 0,337 Adjusted R Square 0,260 Std. Error of the Estimate 0,06722 Sumber: data penelitian diolah, 2023 Berdasarkan table diatas diketahui nilai R2 sebesar 0,337, hal ini berarti besarnya pengaruh variabel komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan terhadap manajemen laba sebesar 33,7% sedangnya sisanya 66,3% dipengaruhi oleh variabel lain. Uji Hipotesis Penelitian ini bertujuan untuk menguji komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba. Hasil pengujian hipotesis disajikan pada tabel berikut. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error -0,098 0,126 0,105 0,053 -0,397 0,234 -0,061 0,021 Standardized Coefficients Beta 0,322 -0,272 0,458 -0,776 1,990 -1,697 2,847 Sig. 0,445 0,057 0,102 0,009 Sumber: data penelitian diolah, 2023 Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa hasil analisis regresi linier berganda diperoleh model sebagai berikut: ML = -0,098 0,105 KM Ae 0,397 DK Ae 0,061 KA Hasil pengujian hipotesis pengaruh kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,057 Ou 0,005 dan nilai beta sebesar 0,105. Hal ini membuktikan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajemen tidak mendorong pihak tersebut untuk melakukan manajemen laba. Hal ini mungkin terjadi karena adanya kesetaraan kepentingan antara pemegang saham dan manajer, karena manajer bertindak selayaknya seorang yang memegang kepentingan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, sehingga manajemen mengambil keputusan dengan meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan tidak melakukan manajemen laba. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Tamara et al . Lestari . dan Martias . yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil pengujian hipotesis pengaruh dewan komisaris terhadap manajemen laba diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,102 Ou 0,005 dan nilai beta sebesar -0,397. Hal ini membuktikan bahwa dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini mungkin terjadi karena adanya komisaris independen tidak dapat mengawasi pengelolaan laba yang dilakukan oleh Pengangkatan komisaris independen hanya untuk pemenuhan regulasi saja agar tidak dikenai sanksi hukum, tidak dimaksudkan untuk menjalankan good corporate governance. Dewan komisaris dipilih langsung oleh pemegang saham mayoritas dalam RUPS, meskipun komposisi komisaris independen dalam menjalankan tanggung jawabnya relatif besar, namun tidak benarbenar independen dalam menjalankan tugasnya karena terbatas peraturan dari pemegang saham mayoritas tersebut, sehingga tidak dapat membuat pelaksanaan good corporate governance secara efektif untuk menekan terjadinya manajemen laba. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Tamara et al . Lestari . dan Febrianti . yang menyatakan bahwa dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil pengujian hipotesis pengaruh dewan komisaris terhadap manajemen laba diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,009 O 0,005 dan nilai beta sebesar -0,397. Hal ini membuktikan bahwa komite aduit berpengaruh terhadap manajemen laba. Semakin banyak jumlah komite audit dalam sebuah perusahaan maka akan menujukkan kinerja yang baik , akan semakin baik juga kesempatan untuk mengevaluasi laporan keuangan sehingga dapat menekan terjadinya manajemen laba. Jumlah komite audit yang banyak dalam perusahaan maka semakin besar peluang untuk saling bertukar keahlian oleh masing-masing anggota dan dalam menjalankan tugasnya dalam pengawasan informasi laba dapat dikatakan baik, sehingga dengan semakin banyak anggota komite audit akan dapat mengurangi tindakan manajer dalam melakukan manajemen laba. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Tamara et al . yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba. Sedangkan, dewan komisaris dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Pengaruh komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 manajerial terhadap manajemen laba sebesar 33,7% sedangkan sisanya terdapat variabel lain yang mempengaruhi manajemen laba. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menambah variabel lain yang dimungkinkan berpengaruh terhadap manajemen laba perusahaan, antara lain, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, gender diversity dan lainnya. Selain itu, bagi perusahaan sebaiknya dapat memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba yaitu komite audit, dewan komisaris dan kepemilikan manajerial sehingga dapat mengevaluasi serta meningkatkan kinerja perusahaan pada masa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA