PENGUATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PONDOK PESANTREN Rio Ravi Muhammad. Universitas Ibn Khaldun Bogor. Indonesia E-mail: rioravi87@gmail. Ahmad Sastra. Universitas Ibn Khaldun Bogor. Indonesia E-mail: ahmad@uika-bogor. Ulil Amri Syafrin. Universitas Ibn Khaldun Bogor. Indonesia E-mail: ulamris@gmail. Abstrak Pondok Pesantren memiliki fenomena terkait kompetensi guru. Guru pesantren seringkali mengajar hanya untuk menggugurkan kewajibannya saja, kurang menjaga adab sebagai guru, acuh dengan tugas pondok, serta banyak bermain gadget melebihi batas wajar. Guru pesantren merupakan tonggak utama pendidikan pesantren yang menginternalisasikan nilai keislaman dalam setiap mata pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghadirkan penguatan kompetensi pedagogik guru sebagai solusi dari permasalahan diatas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui kajian literatur dari berbagai sumber yang membahas tentang pedagogik guru, pondok pesantren dan pendidikan Islam. Penelitian ini menyintesakan UU No 74 Tahun 2008 tentang guru dengan pemikiran Syed Naquib Al-Attas yang dituangkan dalam buku Islam and Secularism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kompetensi guru pondok pesantren terdiri dari tujuh penguatan yaitu : penanaman Islamic Worldview, tadabbur tafsir dan hadits pendidikan islam, dasar-dasar psikologi anak, teori belajar dan metode mengajar, deep learning, pembelajaran berbasis TIK. TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge. Kata Kunci: Guru. Kompetensi Pedagogik. Pondok Pesantren. PENDAHULUAN Pondok pesantren merupakan Lembaga pendidikan dan pengajaran. Pondok perundangan dan peraturan khusus ala Peraturan dan kurikulum mengusahakan berdirinya masyarakat pada kemajuan berpikir dan bertindak. Tujuan dari pondok pesantren pun adalah menjadi Lembaga pendidikan yang mampu mencetak manusia yang memiliki prinsip yang agung serta gagasan yang luhur, maka gagasan yang menjadi landasan pendidikan di pondok pesantren adalah mendidik setiap peserta didik dengan sebaikbaiknya agar mampu menjadi pribadi yang bermanfaat pada masyarakat sekitarnya, maka hal yang harus MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 12. Nomor 3. September 2025. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 47-63 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren dikedepankan dalam pendidikan di pondok pesantren adalah memberikan nasehat-nasehat secara berkala dan (Sutrisno, 2. Pondok lembaga pendidikan khas Indonesia yang bergerak dibidang pendidikan Islam. Pondok pesantren memiliki tujuan pendidikan sesuai dengan UU No 18 Tahun 2019 yaitu: Pertama, membentuk individu yang unggul di berbagai bidang yang memahami dan mengamalkan nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, mandiri, tolong-menolong, seimbang, dan moderat. Kedua, membentuk pemahaman agama dan keberagamaan yang moderat dan cinta tanah air serta membentuk perilaku kerukunan hidup beragama. Ketiga, masyarakat yang berdaya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan warga negara dan kesejahteraan sosial masyarakat (Pemerintah RI, 2. Ketiga hal ini membutuhkan fasilitator Fasilitator itu bisa disebut dengan guru Pondok Pesantren perlu fokus dan memperhatikan materi yang Sumber pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun adalah berasal dari al-quran dan hadits Rasulullah Saw (Akbar, 2. Guru pesantren yang hebat itu ditandai dengan indikator kualitas diri, integritas moral, kedalaman ilmu, keterampilan, dan komitmen. Bila bersiaplah untuk menjadi creator ulung, pemahat yang handal atau dengan kata lain menjadi guru yang hebat (Firly, 2. Tugas guru bukan kepada para anak di sekolah, melainkan mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu (Sadulloh et al. Pada pondok pesantren guru hebat dilahirkan melalui program pengabdian, semua pengabdi mayoritas berasal dari internal pondok pesantren (Sedarmayanti, 2. Guru harus memiliki kualitas diri, integritas moral, kedalaman ilmu, komitmen yang bukan hanya mampu mengembangkan diri sendiri akan tetapi untuk diri murid yang ada dipondok pesantren. Pedagogik berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu paedos . dan agogos . Saat ini, makna karena perbedaan sudut pandang para Ada yang memaknainya sebagai pendidikan secara umum tanpa batasan pendidikan anak (Herlambang, 2. Terdapat kompetensi pedagogik yang wajib dimiliki guru antara lain : menguasai karakterisktik peserta didik, menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran 48 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin kurikulum, kegiatan pelajaran yang mendidik, pengembangan potensi peserta didik, komunikasi dengan peserta didik, penilaian dan evaluasi (Umar et al. , 2. Guru pesantren juga dituntut untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional seperti yang tertulis dalam UU No 20 Tahun 2003 yang berbunyi Pendidikan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga bertanggung jawab (RI, 2. Integrasi ciri khas pondok dan nasional membutuhkan guru sebagai fasilitator yang kompeten dan berjiwa Maka dari itu, pondok pesantren membentuk sistem guru pengabdian sebagai langkah untuk menciptakan guru yang berkompeten dan berjiwa pesantren. Secara detail, sistem yang ada menerapkan sistem guru pengabdian pada umumnya dapat dijabarkan dan dibahas dalam beberapa tahapan (Anggraini, 2023:. Sitem perekrutan guru pengabdian sumbernya terbagi menjadi internal dan eksternal. Internal berasal dari dalam organisasi itu sendiri yang merupakan santri lulusan sendiri dan direkrut setelah mereka lulus pondok, sedangkan eksternal berasal dari luar organisasi. Pada pondok pesantren semua pengabdi mayoritas berasal dari internal (Sedarmayanti, 2. Pengabdian dilakukan atas timbal balik santri kepada Kyai atas ilmu yang telah diberikan selama belajar di pesantren . urid pada pondok Oleh sebab itu, hal ini menjadi hal unik tersendiri. Sistem pengabdian ini memiliki beberapa keunggulan. Keunggulankeunggulannya, antara lain: terciptanya guru pengabdian sesuai dengan ajaran islami dan dengan nilai-nilai pondok, mengetahui seluk beluk pesantren Mengetahui kekurangan kepemilikan terhadap pondok. Akan tetapi Di samping segala kelebihannya sistem pengabdian memiliki berbagai kekurangan dan masalah-masalah yang harus diselesaikan. Sistem ini menuntut kepemilikan guru pengabdian pesantren atas kompetensi pedagogik yang baik. Kompetensi kemampuan guru untuk mendidik dan mengajar murid dalam kemampuan pengelolaan pembelajaran. Kompetensi dapat dimaknai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang untuk melakukan perilaku MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 49 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren secara kognitif, psikomotorik dan Dapat dikatakan pula sebuah pola standar yang harus dipenuhi oleh setiap individu untuk mencapai sebuah tujuan (Susanto & Rozali, 2. Menurut Ratnawati pengertian dasar kompetensi adalah sebuah kecakapan atau kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu secara sukses dan efesien, dan merupakan akumulasi dari pengetahuan, keterampilan dan sikap dari seorang individu yang dapat diamati dan diukur serta memiliki (Musyahadah et al. , 2. Bisa diambil kesimpulan bahwa kompetensi itu kemampuan yang dapat diukur dan diamati serta memiliki pengaruh terhadap hasil kerja yang berlaku secara kognitif, psikomotorik dan Menurut Imam Bukhori dalam kompetensi pedagogik antara lain adalah memahami karakter, peserta didik dan metode pembelajaran yang sesuai dengannya, mampu memotivasi peserta didik, melakukan evaluasi pembelajaran, mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik dan selalu memberikan apresiasi dan hukuman yang sesuai bagi peserta didik (Islam et , 2. KH. Imam Zarkasyi pendiri Gontor kompetensi pedagogik guru adalah jiwa guru itu sendiri. Adapun kompetensi yang harus dimiliki guru, menurut beliau yaitu metode atau cara mengajar yang baik, yang lebih penting daripada pelajarannya (Lillah, 2. Maka penting bagi guru memiliki ruh guru sehingga mampu memahami murid, mempunyai metode pembelajaran yang sesuai, melakukan evaluasi dan mampu mengasah kemampuan murid dalam berpikir kritis. Kompetensi sebagaimana dimaksud (RI, 2. merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta sekurang-kurangnya meliputi: . pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, . pemahaman terhadap peserta didik, . pengembangan kurikulum atau silabus, . perancangan pembelajaran. mendidik dan dialogis, . pemanfaatan teknologi pembelajaran, . evaluasi hasil belajar dan . pengembangan peserta didi untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Kemampuan pedagogik guru dirumuskan dalam beberapa standar. Rumusan ini tertuang dalam UU No 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru (Pemerintah RI, 2. , sebagai berikut : . Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, . menguasai teori belajar dan prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik, . mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu, 50 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin . menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, . memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, . memfasilitasi pengembangan potensi mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, . berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik, . Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil . memanfaatkan hasil . Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Sebuah penelitian yang di teliti oleh (Fathurrahman et al. , 2. membahas tentang cara meningkatkan meningkatkan kompetensi pedagogik dan perbaikan pada teamwork. Peningkatan guru juga bisa difokuskan juga dengan pelatihan sumber belajar teori dan praktik (Jejen, 2. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik mampu meningkatkan motivasi belajar murid karena mereka merasa dihargai dan didengarkan (Setiyowati & Arifianto, 2. Kompetensi pedagogik yang meningkat dengan pelatihan dan teamwork yang baik serta pelatihan sumber belajar berpengaruh psotid terhadap motivasi belajar murid. Masalah yang menjadi perhatian pada para pendidik baru . adalah masih belum menguasai betul kompetensi pedagogik sesuai dengan apa yang diatur dalam undang-undang Masalah-masalah yang terjadi pada guru pengabdian adalah antara menggugurkan kewajibannya saja, kurang menjaga adab sebagai guru dan adab kepada murid, acuh dengan tugas pondok dan tugas pengajaran santri serta banyak bermain gadget. Hal ini sangat jauh dari harapan kita bangsa Indonesia yang idealnya menginginkan guru-guru yang mampu menguasai walaupun kemungkinan kemampuan mengajar dan mendidik telah dimiliki Maka sangat butuh sekali program-program kompetensi-kompetensi guru-guru pemahaman Islam yang baik dan dilengkapi dengan kompetensi guru yang baik pula. Kebaruan yang dihadirkan dalam penelitian ini penelitian ini meneliti kebutuhan pesantren akan program penguatan kompetensi pedagogik guru khususnya di pondok pesantren. Program ini mengembangkan UU No 74 Tahun 2008 dengan menyintekannya dengan pemikiran Syed Naquib Al-Attas tentang tujuan pendidikan Islam. Program ini memiliki landasan filosofis yang mendalam serta nilai-nilai pondok Pelaksanaan program pun terbilang lama dengan durasi satu tahun ajaran. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 51 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang telah dipaparkan oleh penulis sebelumnya. Solusi yang ditawarkan menjawab permasalahan yang terjadi pada aspek kompetensi pedagogik guru pesantren. Penguatan pada aspek pedagogik perlu dilakukan guna untuk mewujudkan lingkungan pendidikan pesantren yang sehat dan mampu mewujudkan tujuan pendidikan pesantren dan nasional. Kontribusi penelitian ini adalah membantu pondok pesantren untuk menguatkan kompetensi guru pondok pesantren agar guru pondok pesantren mampu meningkatkan potensi santri demi mewujudkan generasi cerdas bangsa Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur . ibrary researc. (Fatha Pringgar & Sujatmiko, 2. yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam kompetensi pedagogik guru pesantren. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan berbagai sumber data sekunder yang mencakup buku, artikel jurnal yang relevan dengan topik kajian. Data yang dianalisis diperoleh dari berbagai referensi yang menyajikan pandangan pedagogik guru pondok pesantren. Sumber digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku pedagogik dan pendidikan Islam yang memberikan gambaran mendalam mengenai kompetensi guru dan pondok pesantren. Selain itu, artikel-artikel jurnal baik nasional maupun internasional yang mengkaji tentang kompetensi pedagogik guru pesantren juga dijadikan referensi penting dalam penelitian ini. Artikelartikel ini menawarkan wawasan dari perspektif kontemporer mengenai penerjemahan karya ilmiah dan kontribusi ilmuwan dalam membentuk peradaban ilmiah pada masa tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan informasi tentang temuan dan hasil penelitian. Data tentang hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk table, gambar maupun grafik yang diberi keterangan. Tata cara penulisan tabel akan dijelaskan secara tersendiri. Pada keterkaitan antara hasil penelitian dengan teori, tujuan penelitian, serta perbandingan dengan penelitian lain yang telah dipublikasikan. Pembahasan juga menjelaskan implikasi atau Landasan-landasan Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Penguatan kompetensi pedagogik memliki beberapa landasan. Landasanlandasan ini sebagai acuan dalam menetapkan penguatan kompetensi 52 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin pedagogik guru pesantren, landasanlandasan itu mencakup : Landasan Filosofis Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Program penguatan kompetensi pedagogik guru pengabdian pesantren ini disusun berdasarkan UU No 74 Tahun 2008 (RI, 2. , yang mana guru dituntut memiliki kemampuan dalam pengelolaan pembelajaran peserta sekurang-kurangnya meliputi: . pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, . pemahaman terhadap peserta didik, . pengembangan kurikulum atau silabus, . perancangan pembelajaran. mendidik dan dialogis, . pemanfaatan teknologi pembelajaran, . evaluasi hasil belajar dan . pengembangan peserta didi untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Kemampuan yang disyaratkan ini baik untuk dimiliki guru secara umum. Akan tetapi belum mampu menyentuh bidang yang lebih spesifik lagi, yaitu guru pesantren. Guru dalam bahasa arab bisa disebut mudarris, muAoallim, muAoaddib, murobbi. Jika ditarik makna semua kata itu memiliki persamaan yang mana guru harus menghadirkan akhlak mulia, mengajarkan nilai-nilai sebagainya (Muhaimin, 2. Syed Naquib Al-Attas salah satu ulama, pemikir, pendidik memiliki pendidikan Islam. Beliau banyak menulis kaarya yang membahas dan mengulik tentang pendidikan Islam beserta masalah-masalahnya. Salah Satu karya beliau yang fundamental dan terkenal adalah Islam and Secularism. Dalam karya tersebut syed Naquib AlAttas menyebutkan bahwa tujuan pendidikan Islam ialah membentuk manusia yang baik (Al-Attas, 2. Dari hasil penelaah lebih dalam peneliti menyintesakan UU No 74 Tahun 2008 dengan Buku Islam and Secularism, sebagai berikut: . menguasai wawasan kependidikan sesuai dengan pandangan alam Islam yang tepat, . memahami dan menerapkan ayat-ayat dan hadits pendidikan Islam, . menguasai kemampuan komunikasi dengan baik, . perkembangan anak, . mampu pembelajaran yang efektif dan efisien, . menghadirkan pembelajaran dengan pendekatan deep learning . mampu menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran, . Mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pengetahuan pedagogik dan pengetahuan tentang materi ajar dengan baik. Landasan Hukum Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Penguatan kompetensi memiliki dasar hukum, dasar filosofis, dan dasar MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 53 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Al-QurAoan. Penyelenggaraan program penguatan kompetensi pedagogik guru didasarkan pada peraturan hukum yang berlaku di Indonesia, yaitu: UUD 1945 Pasal 31 ayat . yang pemerintah untuk mengusahakan dan meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka (Pemerintah RI, 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdikna. Pasal 3 yang Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak mencerdaskan kehidupan bangsa, potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga bertanggung jawab (RI, 2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 tahun 2019 tentang Pesantren (Pemerintah RI, 2. mengatur segala sesuatu tentang Undang-undang Republik Indonesia No. 74 tahun 2008 tentang kompetensi guru berisikan tentang kemampuan-kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran pada aspek pedagogik (RI, 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (RI, 2. Peraturan Presiden No. 82 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pesantren (Presiden. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (Pemerintah RI, 2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Landasan Al-Quran Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Dalam bahasa Arab kompetensi disebut dengan istilah al-KafaAoah, dan juga al-Ahliyah, yang berarti memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidangnya sehingga ia mempunyai kewenangan atau otoritas untuk melakukan sesuatu dalam batas ilmunya tersebut (A. Thoha Husein alMujahid & A. AthoAoillah Fathoni al-Kalili. Mengenai kompetensi. Allah T berfirman dalam surah al-israAo ayat 84: AC a E E acE O aIE EO EEN Aa aac aE eI a eEaIA Aa aII NO NO OEA Artinya : AuKatakanlah Muhammad. Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih 54 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin mengetahui siapa yang lebih benar Ay Kompetensi pun dapat dimaknai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang untuk melakukan perilaku secara kognitif, psikomotorik dan afektif. Dapat dikatakan pula sebuah pola standar yang harus dipenuhi oleh setiap individu untuk mencapai sebuah tujuan (Susanto & Rozali, 2. Secara epistemologi pedagogik berasal dari dua kata Bahasa Yunani kuno, paedos yang berarti anak dan agogos yang berarti mengantar. Sebagian ahli berpendapat bahwa pedagogik sebagai pendidikan dengan arti luas atau umum tanpa memandang tingkat kedewasaan seseorang dan ada pula yang secara tegas memaknai dengan pendidikan anak semata (Herlambang. Mendidik berkaitan dengan apa dan bagaiman cara mendidik. Allah berfirman bahwa mendidik itu mencakup tentang ayat-ayat-Nya, mengajarkan kitab dan sunnah-Nya dan menyucikan diri murid, seperti dalam Al-Baqarah ayat 129 : A O UE aI I aNI Oa Ea OA a acIa aO a Aa O aNI aA A aOE a E aI aOA a AEa O aNI OaEa aOOa a aE aI aN aI E aE A AOa a aE O aNI i aIacEa a Ia Ea a O a E a aEO aIA Artinya : Ya Tahun kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang akan membacakan kepada mereka atay-atay-Mu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh. Engkaulah Yang Maha Perkasa. Maha Bijaksana Imam thabari dalam karyanya menjelaskan bahwa maksud dari ayat ini adalah utusan yang diutus haruslah mengajarkan tanda-tanda kebesaran Allah, mengajarkan al-quran dan sunnah nabi serta menyucikan hati pengikutnya (At-Thabari, 2. Dalam artian bahwa guru sebagai peawaris para nabi haruslah mengajarkan mengajarkan tanda-tanda kebesaran Allah, mengajarkan al-quran dan sunnah nabi serta menyucikan hati para Hadits nabi pun banyak yang mengisyaratkan bahwa pendidikan itu mencintai al-quran dan utusannya dengan artian ibadah A CE O NEE AEOA: AI EO O NEE IN CEA A aaO OUEEaI EO E A sEA: ANEE EON OEIA caA NE OaN O C ECI AuIA a A aIaOa aE eI O aA a A aA: AIEa ECIa AO a aE NEEa OO aI UEa a acE aEacNa I eIONA AO AAONA Artinya : AuDari Ali ra dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai nabi kalian, dan keluarganyaserta membaca AlQuran karena sesungguhnya orang yang menjunjung tinggi Al-Quran akan berada dibawah lindungan Allah, di waktu tidak ada lindungan MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 55 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasihnya. Ay (HR. AdDailam. Mencintai Rasulullah dan alQuran merupakan pendidikan yang harus ditanamkan sejak dini dan merupakan materi inti dari pendidikan (Alfan Nasrullah, 2. Melihat dari dalil-dalil diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik ialah guru yang mampu mengajarkan ilmunya dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam. Selain itu mampu memotivasi murid untuk mengamalkan ilmunya dan menyucikan jiwa murid dengan nilai-nilai Islam. Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Kebutuhan kompetensi pedagogik guru pondok pesantren, berada pada pemenuhan dan penguatan kompetensi pedagogik guru di pondok pesantren. Pondok pesantren membutuhkan guru yang berkompeten dan memiliki penguasaan karakter dan ilmu kepesantrenan. Realitas di lapangan menunjukkan adanya tantangan serius dari diri guru pengabdian pondok pesantren, seperti Masalah-masalah yang terjadi pada guru pengabdian adalah antara lain mengajar hanya untuk menggugurkan kewajibannya saja, kurang menjaga adab sebagai guru dan adab kepada murid, acuh dengan tugas pondok dan tugas pengajaran santri serta banyak bermain gadget. Hasil sintesa undang-undang Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru dan Islam and Secularism karya ulama besar Asia Tenggara Syed Naquib AlAttas menghasilkan beberapa rumusan yang dikonversikan menjadi tema-tema kompetensi pedagogik guru pesantren sebagai berikut : Penanaman Islamic Worldview. Tadabbur Tafsir dan Hadits Pendidikan Islam. Kemampuan Komunikasi. Dasar-dasar Psikologi Anak. Teori Belajar dan Prinsipprinsipnya. Pendekatan Deep Learning. Pembelajaran Berbasis TIK. TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledg. Penguatan kompetensi pedagogik memiliki landasan dan tujuan dalam Naquib al-Attas dalam Islam Secularism menyampaikan bahwa AuThe aim of education in Islam is therefore to produce a goodmanAy(Husaini, 2. Berlandaskan dengan itu penulis menyusun beberapa tema dalam menguatkan kompetensi pedagogik guru pondok pesantren. Penanaman Islamic Worlview Worldview dalam pandangan ilmuwan muslim dikenal dengan Bahasa ar-ruAoyah, menurut Syed Naquib Al-Attas, oleh Sayyid Qutub disebut dengan at-tasawwur serta Al-Maududi menyebutnya dengan sebutan annazariyah. Worldview sendiri dikenal pertama kali di dunia barat. Ia berasal 56 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin Jerman Weltanschauung, yang memiliki makna pandangan hidup. Worldview secara etimologis berarti pandangan dunia, pandangan alam, maupun pandangan Secara terminologis bermakna motor bagi perubahan sosial, asas bagi pemahaman realitas dan asas bagi aktivitas ilmiah (Supadie et al. , 2. Islamic worldview adalah cara pandang dunia yang berasaskan nafas Islam. Asas dari cara pandang dunia dan realita dalam Islamic Worldview bersumber dari wahyu Allah yaitu AlQuran dan perkataan Muhammad yaitu Hadits. Seorang berpandangan worldview Islam tidak serta merta manafikan akal, justru fikiran kritisnya menguji alam semesta dan realita bersanding dengan wahyu Allah. Maka, menurut (Tamam, 2. worldview Islam meliputi dunia dan Aspek dunia harus terhubung secara mendalam dan tak terpisahkan dengan aspek akhirat. Karena aspek akhirat memiliki prinsip mendasar dan Islam memandang kehidupan dunia sebagai persiapan untuk akhirat. Penanaman Islamic Worldview menargetkan para peserta program yang terdiri dari guru-guru muda pesantren mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang konsep dasar Islam. Para narasumber menggunakan pendekatan ceramah, tanya jawab dan Harapan pada penanaman Islamic Worldview adalah kemampuan para guru untuk menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam setiap tindakan, pola pikir dan sikap khususnya dalam Adapun materi-materi yang akan diajarkan kepada peserta sebagai berikut: Konsep manusia, konsep agama dan toleransi, konsep kehidupan dan kebahagiaan, konsep ilmu dan konsep adab guru. Tadabbur Tafsir Hadits Pendidikan Islam Materi pembahasan tafsir muadhuAoi. Tafsir muadhuAoi ialah pengumpulan ayat-ayat al-QurAoan yang mempunyai maksud yang sama, terkait dalam satu topik. Kemudian ayat-ayat tersebut disusun berdasarkan sebab turunnya, lalu memberikan penjelasan terkait ayatayat tersebut melalui tafsir sesuai dengan tujuan qurAoani (Alim, 2. Hadis-hadits pendidikan Islam adalah hadis-hadis Rasulullah saw. yang dilihat dan dikaji dari sudut Hadis-hadis menjelaskan konsep pendidikan (Alfan Nasrullah, 2. Jadi, materi ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan melalui dua sumber utama Islam. Tujuannya adalah agar guru-guru pesantren paham dengan konsepkonsep dasar pendidikan Islam. Kemampuan Komunikasi Kemampuan merupakan aspek krusial dalam proses Seorang guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Komunikasi yang efektif membantu MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 57 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren murid lebih mudah memahami pelajaran sekaligus meningkatkan Keterampilan komunikasi dengan murid, orang tua, serta sesama tenaga kependidikan. Guru yang mampu berkomunikasi dengan baik dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman dan interaktif, sehingga menumbuhkan antusiasme belajar. Tanggapan positif serta pemberian umpan balik yang tepat juga membuat murid merasa dihargai dan terdorong untuk meraih prestasi (Silaban et al. , 2. Menurut (Ouralita et al. , 2. Jika komunikasi interpersonal antara guru dan orang tua terjalin dengan baik, maka akan tumbuh rasa saling percaya dan dukungan satu sama lain. Dasar-dasar Psikologi Anak Materi ini mampu memaparkan kejiwaan usia remaja. Pemahaman tentang tugas perkembangan akan membantu guru dalam pemilihan metode dalam mendidik muridmuridnya. Tanpa pemahaman murid yang baik proses mendidik guru akan terasa monoton, kaku dan tidak relevan dengan perkembangan murid. Maka sangat diperlukan materi tentang dasar-dasar psikologi anak. Penerapan psikologi dalam proses mengajar memahaminya untuk lebih efektif dalam merespons kebutuhan siswa serta menciptakan suasana belajar yang ramah dan terbuka bagi semua peserta didik (Frisca et al. , 2. Teori Belajar dan Metode Mengajar Pemahaman teori belajar dapat membantu guru untuk merancang dan perkembangan aktifitas kognitif murid. Pemahaman tentang teori belajar pun model-model interaksi antara guru dan murid (Azmi Aprianti et al. , 2. Lebih jauh lagi, guru yang menguasai teori belajar dapat mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan yang terjadi pada muridmurid. Metode mengajar penting untuk memperkaya perbendaharaan strategi guru dalam mengajar. Di samping guru membangun pembelajaran dengan pembelajarannya dengan metodemetode mengajar (Busthomi, 2. Pendekatan Deep Learning Deep karakteristik dan ruang lingkup yang mampu memberikan transformasi signifikan terhadap hasil belajar. Pendekatan ini mendorong siswa untuk menguasai enam kompetensi global yang dikenal sebagai 6C, yaitu karakter, komunikasi, kreativitas, dan berpikir Proses menekankan pada makna yang bersifat personal maupun kolektif, sehingga tak hanya mengubah cara belajar siswa, 58 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin tetapi juga peran guru dalam pembelajaran (Fullan et al. , 2. Pendekatan merupakan model pembelajaran yang yang memiliki orientasi pemahaman Deep memungkinkan siswa untuk tidak sekadar mengingat informasi, tetapi benar-benar memahami dan menyerap pengetahuan secara mendalam melalui pengalaman belajar yang komprehensif (Widianto Armojo et al. , 2. Pendekatan keterlibatan emosional dan kognitif memaknai materi pelajaran secara lebih konstruktif dan komprehensif. Pembelajaran Berbasis TIK Pembelajaran TIK merupakan respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia mengintegrasikannya secara efektif ke dalam proses belajar-mengajar agar lebih dinamis dan menarik. Guru yang mampu menciptakan konten digital yang kreatif akan lebih mampu memenuhi kebutuhan beragam siswa (Effendi et al. , 2. ICT CFT mendorong guru untuk menerapkan metode pengajaran yang relevan dengan era Masyarakat Berbasis Pengetahuan, di mana siswa tidak hanya memahami materi secara memanfaatkan TIK untuk menciptakan pengetahuan baru. Tantangan ini pemerintah, lembaga pelatihan guru, serta kepala sekolah dan pimpinan pendidikan (UNESCO, 2. TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledg. TPACK pengetahuan guru dalam memahami mendidik . dan dan materi ajar suatu disiplin ilmu. Techonological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terbagi menjadi 3 bagian yaitu Techonological Knowledge (TK), content knowledge (CK), dan pedagogical knowledge (PK), 3 bagian tersebut juga dapat berinteraksi menjadi dua pengetahuan yaitu Techonological Pedagogical Knowledge (TPK). Techonological Content Knowledge (TCK), dan Pedagogical Content Knowledge (PCK) (Wahyuningtyas & Oktamarsetyani, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, pengabdian pondok pesantren sebesar Tema penguatan kompetensi pedagogik guru pondok pesantren disusun dengan menyintesakan UU N0 74 Tahun 2008 dengan teori Syed Naquib Al-Attas. Penguatan kompetensi pedagogik guru pondok pesantren terdiri dari beberapa penguatan yang disusun untuk menguatkan kompetensi guru pondok pesantren. Penguatan MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 59 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren tersebut sebagai berikut penanaman Islamic Worldview, tadabbur tafsir dan hadits pendidikan islam, dasar-dasar psikologi anak, teori belajar dan metode mengajar, deep learning, pembelajaran berbasis TIK. TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge. DAFTAR RUJUKAN Thoha Husein al-Mujahid, & A. AthoAoillah Fathoni al-Kalili. Kamus Akbar Bahasa Arab. Indonesia-Arab. Gema Insani. Akbar. Manusia dan Pendidikan Menurut Pemikiran Ibnu Khaldun dan John Dewey. Jurnal Ilmiah Dialetika, 15. Al-Attas. Islam and Secularism. ISTAC. Alfan Nasrullah. Hadits Tarbawi : Kajian Nilai dan Pesan Rasulullah Tentang Pendidikan. Literasi Nusantara Abadi. Alim. Tafsir Pendidikan Islam. AMP Press. Anggraini. Efektivitas Guru Pengabdian Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pondok Pesantren Al-Amanah AlGontory Pondok Aren Tangerang Selatan. In Tesis. Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran. At-Thabari. JamiAo Al-Bayan fi TaAowil Al-Quran. Ar-Risalah. Azmi Aprianti. Nurul Ashifa. Siska Septiana. , & Khotimah. Dinamika Desain Belajar dan Pembelajaran. Kaizen Media Publishing. Busthomi. Metode dan Gaya Mengajar yang Relevan dengan Pendidikan Agama Islam. SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 3. , 98Ae113. Effendi. RobiAoin. , & Ananta Tur, . Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT (Vol. Issue . Bintang Semesta Media. Fatha Pringgar. , & Sujatmiko. Penelitian Kepustakaan (Library Researc. Modul Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Pembelajaran Siswa. Jurnal ITEDU, 05. , 317Ae329. Fathurrahman. Sumardi. Yusuf. Harijanto, . Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Melalui Peningkatana Kompetensi Pedagogik dan Teamwork. Jurnal Manajemen Pendidikan, 7. , 843Ae850. Firly. Manjadi Gurunya Guru Sahabatnya Murid : Resep Jitu Menjadi Guru Inspiratif (I. Dewi Nuraini . )). Lontar Mediatama Yogyakarta. Frisca. Pasaribu. Hutagalung, , & Turnip. Pentingnya Guru Mempelajari Psikologi Pendidikan. Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan 60 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin Humaniora, 11. , 1Ae14. http://scioteca. com/bitstrea m/handle/123456789/1091/R ED2017-Eng8ene. pdf?sequence=12&isAllow ed=yhttp://dx. org/10. 016/j. https://w. net/publication/305320484_SI STEM_PEMBETUNGAN_TERPUS AT_STRATEGI_MELESTARI Fullan. Quinn. , & McEachen. Deep Learning : Engage The World Change The World. Corwin. Herlambang. Pedagogik Telaah Kritis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif (Y. Abidin & R. Kusumaningtyas . 2nd ed. Bumi Aksara. Husaini. Pendidikan Islam, muwujudkan generasi Gemilang Menuju Indonesia Adidaya 2045. Yayasan Pendidikan Islam Attaqwa Depok. Islam. Abdurrohman. Lisnawati. , & Indra. Kompetensi Guru Perspektif Imam Bukhari dalam Kitaabul Ilmi Shahih Bukhari. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 15. , 43Ae58. https://doi. org/10. 32832/tawa Jejen. Peningkatan Kopetensi Guru Melalui Pelatihan & Sumber Belajar Teori Dan Praktik. Kencana. Lillah. Tawazun Kompetensi guru Pesantren Muadalah perspektif. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 16. , 33Ae44. https://doi. org/10. 32832/tawa Muhaimin. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. PSAPM. Musyahadah. Al-Hamat. , & Mujahidin, . Kompetensi pendidik dalam alquran terhadap peraturan pemerintah 74 tahun 2008. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 10. , 1Ae21. Ouralita. Ardyansyah. Yantoro. & Setiyadi. Dampak Komunikasi Interpersonal Guru dan Orang Tua pada Motivasi Belajar Siswa di SDN 17/I RANTAU PURI. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6. , 6556Ae6561. https://doi. org/10. 54371/jiip. Pemerintah RI. No Title. Pemerintah RI. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 . 1Ae. Pemerintah RI. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren. In Jakarta (Vol. Issue 006344, p. Presiden. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 82 Tahun Tentang Pendanaan Penyelenggara Pesantren. Peraturan Presiden Republik MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 61 Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Indonesia . 1Ae. RI. UNDANG-UNDANG NO. 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL. In Jakarta. RI. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005. Kemendikbud . 1Ae. https://jdih. id/sj dih/siperpu/dokumen/salinan/ PP_tahun2005_nomor19 (Standar Nasional Pendidika. RI. Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang guru. Jakarta. https://w. de/fileadmin/files/BSt/ Publikationen/GrauePublikatio nen/MT_Globalization_Report_2 pdfhttp://eprints. uk/43447/1/India_globalisati inequalities. pdfhttps ://w. com/What-isthe Sadulloh. Muharram. , & Robandi, . Pedagogik (Ilmu Mendidi. th ed. Alfabeta. Sedarmayanti. Perencanaan dan Pengembangan SDM untuk Meningkat Kompetensi. Kinerja, dan Produktivitas Kerja. PT. Refika Aditama. Setiyowati. , & Arifianto. Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen. SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1. , 78Ae95. https://doi. org/10. 52220/sikip. Silaban. Siagian. , & Siahaan. Pengaruh Kompetensi Pedagogik Dan Kemampuan Berkomunikasi Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di SMP Negeri 35 Medan. INNOVATIVE : Journal of Social Science Research, 5. , 5097Ae5108. Supadie. Cholil. Amin, & Suseno. Pengantar Studi Islam: Edisi Revisi . nd ed. Rajawali Press. Susanto. , & Rozali. Model Pengembangan Kompetensi Pedagogik (I. Sari . 1st ed. RajaGrafindo Persada. Sutrisno. Ushl al-Tarbiyyah wa al-TaAolm. Darussalam Press. Tamam. Islamic Worldview Paradigma Intelektual Muslim. Spirit Media Press. Umar. Damopolii. Nur. , & Suharti. The Effect of Mastering Pedagogical Competence on the Prospective Elementary School Teachers Teaching Readiness. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 8. , 80Ae92. https://doi. org/10. 24235/al. UNESCO. Unesco ICT Competency Framework for 62 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Rio Ravi Muhammad. Ahmad Sastra. Ulil Amri Syafrin Teachers. In United Nations Educational. Scientific. Cultural Organization (Vol. Issue . United Nations Educational. Scientific, and Cultural Organization. https://n9. cl/x1uf Wahyuningtyas. Oktamarsetyani. TPACK: Technological Pedagogical Content Knowledge. In UKI Press. UKI Press. https://doi. org/10. 59668/431. Widianto Armojo. Muzinah. Yusliana Ekawati. Triastuti, . Danur Isnantyo. , & Karisma Ramadian. Pelatihan Implementasi Pendekatan Pembelajaran Deep Learning Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SD di Kota Surakarta. , 123Ae131. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 63