Vol 2 No 12 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni PEMBELAJARAN MUSIK KOLINTANG DI SMP NEGERI 1 ERIS Satri Dio Lumingkewas. Meyny Kaunang. Sri Sunarmi Universitas Negeri Manado Tondano. Indonesia satridl98@gmail. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dalam pembelejaran Seni Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris. Seni Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris termasuk dalam mata pelajaran Seni Budaya pada kelas VII sampai dengan IX. Kolintang adalah salah satu musik tradisi Minahasa yang masuk dalam mata pelajaran seni budaya . eni musi. pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah Sulawesi Utara. Permasalahan yang menjadi perhatian utama adalah impelementasi metode pembelajaran dalam pembelajaran musik Kolintang di SMP Negeri1 Eris. Metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi dalam penelitian adalah metide yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PAKEM adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris. Metode ini memungkinkan Group Musik Kolintang AuBapontar,Ay yang anggotanya merupakan para remaja yang berumur 11 tahun sampai 15, sering diminta untuk menampilkan permainan musik kolintangnya dalam berbagai acara bahkan di tempat peribadatan umat kristiani. Penampilan dari group kolintang SMP Negeri 1 Eris selalu mengibur dan memukau orang-orang yang menikmati penampilan mereka, karena dalam permainan kolintangnya grup ini juga menyertakan sedikit koreografi pada setiap aksen-aksen yang terdapat dalam lagu. Kata Kunci : Pembelajaran. Musik Kolintang. SMP Negeri 1 Eris Abstract : The purpose of this study is to identify the technique and how the Kolintang Music Arts are taught at SMP Negeri 1 Eris. At SMP Negeri 1 Eris. Kolintang Music Arts is a part of the Cultural Arts course from the 7th to the 9th grade. In North Sulawesi, junior high schools (SMP) provide music arts as a learning material in Arts and Culture Subject. Kolintang is one of MinahasaAos traditional musical instruments that is taught in junior high school. The primary issue is the application of teaching strategies in the study of Kolintang music at SMP Negeri 1 Eris. This research employed a qualitative methodology with a musicology-based approach. Data is gathered by observation, interviews, and documentation. The findings indicated that SMP Negeri 1 Eris taught Kolintang music using the PAKEM approach. This technique enables the 11 to 15year-old kids who make up the "Bapontar" Kolintang Music Group to frequently be requested to perform their Kolintang music at various events, including Christian places of worship. Since the Kolintang group of SMP Negeri 1 Eris incorporates a small amount of dancing for each accent in the song, their performances never fail to amuse and astound the audience members. Keywords : Learning. Kolintang Music. SMP Negeri 1 Eris Vol 2 No 12 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni PENDAHULUAN SMP Negeri 1 Eris merupakan sebuah sekolah dengan akreditasi B dan telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP). SMP Negeri 1 Eris menjadi salah satu lembaga pendidikan formal yang ada di kecamatan Eris dalam melaksanakan pendidikan tingkat menengah, guna pendidikan yang lebih tinggi (SMA/SMK). Sekolah ini juga telah membangun dan mengimplementasikan program unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi sekolah. Prestasi yang dicapai menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat Eris, terutama di kalangan orang tua calon siswa, untuk melanjutkan pendidikan anak mereka di SMP Negeri 1 Eris. Dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, sekolah ini memiliki beberapa sarana dan prasarana yang diberikan kepada peserta didik untuk menunjang keberhasilan siswa diantaranya fasilitas kesehatan, media ajar, alat peraga IPA. IPS. Matematika. Bahasa Indonesia. Olahraga. Kesenian, ruangan serba guna, kamar mandi, lapangan yang luas, dan buku perpuskaan. Hal ini membuat siswa merasa nyaman pada lingkungan sekolah juga lingkungan dalam kelas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran disekolah. Dengan beberapa kegiatan yang ada di sekolah, dapat mendapatkan pengalaman belajar, begitu pula pada kegiatan dikelas tak terlepas dari peran guru yang ada sebagai pengajar dalam sekolah untuk menyalurkan ilmu pengetahuan mereka kepada siswa serta mengembangkan potensi peserta didik sebaik mungkin pada bidang akademik maupun keterampilan. Maka dari itu, peneliti melihat guru di SMP Negeri 1 Eris dalam pembelajaran, sebelum menilai hasil pencapaian siswa pada pembelajaran maupun keterampilan, guru mengutamakan pemahaman pola pikir serta tingkah laku peserta didik. Pada pembelajaran di kelas maupun luar kelas, lewat cara mereka merspon pembelajaran, kemampuan berpikir, berkarya, berbicara, berpakaian, hobi dan lain sebagainya membuat guru memahami dan mengetahui pola berpikir setiap individu. Dengan mengenal karakter setiap siswa, bisa memudahkan guru untuk melaksanakan pembelajaran, agar suasana belajar terlaksana dengan baik. Beberapa keterampilan peserta didik dalam halnya kesenian terdapat diSMP Negeri 1 Eris terlebih khusus pada kelas VII sampai kelas IX terdapat beberapa anak yang bertalenta dalam bernyanyi dan bermusik. Pada materi pembelajaran seni budaya, dalam rangka mencapai hasil pembelajaran yang baik maka diperlukan sebuah teknik menyenangkan: tidak hanya materi tapi guru memerlukan instrumen sebagai alat peraga, buku pelajaran, dan penguasaan materi untuk melengkapi dan memudahkan proses pembelajaran. Pada kegiatan dikelas, guru membahas mata pelajaran seni budaya yang mengenai pembelajaran Kolintang. Secara umum. Kolintang mempunyai jenis yang beragam, seperti Melodi I. Melodi II. Banjo I. Banjo II. Gitar I. Gitar Ae II. Juk. Cello. Bass. Kolintang juga sudah menjadi bahan ajar dibeberapa sekolah, seperti di SMP Negeri 1 Eris pada kegiatannya memilih Kolintang. Proses pembelajaran yang dilakukan guru seni budaya begitu baik, akan tetapi pada saat peneliti melakukan observasi di SMP Vol 2 No 12 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Negeri Eris, pembelajaran yang dilakukan guru seni budaya bukanlah guru yang berlatar belakang sarjana kesenian namun berlatar belakang guru Biologi. Meskipun begitu kegiatan pembelajaran seni budaya tetap berjalan mengikuti pembelajaran yang ada di buku seni budaya. Dari pembelajaran yang dilakukan oleh guru seni budaya di SMP Negeri 1 Eris menjadi ketertarikan peneliti untuk mengetahui bagaimana metode pembelajaran Kolintang, strategi Kolintang, sebagainya dalam upaya memberikan pembelajaran Kolintang kepada siswa, oleh guru yang bukan berlatar belakangi sarjana Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut: AuBagaimana Pembelajaran Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris?Ay Penelitian memberikan wawasan baru tentang musik, . endekatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajara. dalam pembelajaran muatan pelajaran Seni Budaya, terutama pembelajaran musik Kolintang, di masa yang akan datang. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang tergolong ke dalam penelitian kualitatif. AuPenelitian kualitatif adalah penelitian yang mienghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang orang yang diamati,Ay (Bogdom dan Taylor, 1. Lebih lanjut. Krik dan Miller dikutip dalam Pramiarsih . menjelaskan Aupenelitian kualitatif sebagai tradisi tertentu dalam ilmu fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan peristilahannya. Ay Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Eris. Kelurahan Tandengan. Eris. Minahasa. Subjek dalam penelitian ini adalah guru seni musik, para siswa kelas Vi, serta seluruh stakeholder SMP Negeri 1 Eris atau mereka yang terkait dengan penelitian ini. Untuk menunjang penelitian ini maka pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran proses pembelajaran Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris. Observasi dilakukan oleh peneliti dalam rangka mengamati kegiatan pembelajaran Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris secara langsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman . Analasis data tersebut diuraikan dalam tahap-tahap sebagai berikut. Data dikumpulkan dengan berbagai teknik pengumpulan data, baik wawancara, observasi dan studi dokumen. Setelah data terkumpul dengan beberapa metode pengumpulan data di atas, selanjutnya penelitian mempelajari data memperoleh informasi yang akurat tentang proses pembelajaran seni musik kulintang di SMP Negeri 1 Eris. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan reduksi data yang diperolah dari wawancara dan observasi yaitu dengan klasifikasi data yang diperlukan dan data yang tidak diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian. Setelahnya dilakukan proses kodifikasi data. Penyajian data dilakukan setelah data disederhanakan pada tahapan sebelumnya. Data yang telah dianalisis ditampilkan dalam bentuk deskripsi. Selanjutnya data yang telah ditampilkan akan digunakan dalam penarikan kesimpulan. Langkah Vol 2 No 12 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni terakhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi kesimpulan. Kesimpulan awal bersifat terbuka atau masih merupakan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data secara mendalam maka kemudian hasilnya menjadi lebih mendetail sehingga menjadi sebuah kesimpulan yang bersifat HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah dan Kolintang Perkembangan Musik Menurut Parengkuan penggunaan musik kulintang sebagai berikut: AuIstilah Kolintang berasal dari bunyi Tong . ada renda. Ting . ada tingg. , dan Tang . ada tenga. Dahulu dalam Bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain Kolintang AoMari kita ber Tong Ting TangAo dengan ungkapan AoMeimo KumolintangAo dan dari kebiasaan itulah muncul nama AoKolintangAo untuk alat yang digunakan bermain. Mulanya Kolintang terdiri dari bilahan-bilahan Kayu yang diletakkan di atas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk dan kakinya lurus kedepan. Seiring dengan berjalannya waktu bilahanbilahan kayu diletakkan diatas dua batang pisang. Penggunaan peti resonator dimulai pada tahun 1830 saat Pangeran Diponegoro berada di Minahasa, pada saat itu kanon katanya peralatan Gamelan dan Gambang dibawa bersama rombongannya,Ay Dalam perkembangannya. Aupemakaian Kolintang di Minahasa sangat erat tradisional masyarakat Minahasa, seperti upacara-upacara ritual pemajuan arwah para leluhur setempat,Ay (Mandiangan. Khuluq, 2. Hal ini juga yang menjadi penyebab hampir hilangnya eksistensi Kolintang pada saat agama Kristen memasuki ke daerah Minahasa. Parengkuan . lebih menjelaskan sebagai berikut: AuKolintang muncul kembali setelah perang dunia ke-2 lewat seorang tokoh yang bernama Nelwan Katuuk . eseorang yang menyusun nada Kolintang menurut nada musik Mulanya hanya terdiri dari satu melodi dengan susunan nada diatonis dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring digunakan alat-alat seperti gitar, ukulele, dan string bass. Ay Sejarah panjang musik Kolintang dalam budaya kesenian Minahasa kemudian menjadikan Kolintang sebagai sebuah warisan budaya yang perlu dilestarikan dalam berbagai bentuk konservasi budaya sehingga tetap lestari. Lebih lagi kulintang memiliki potensi yang besar untuk menjadi alat musi ikonik dari Minahasa, bahkan Sulawesi Utara Peralatan Kolintang Kolintang bukanlah sebauh alat musik tunggal . nstrumen tungga. Kolintang terdiri dari beberapa alat musik yang Namanya masing-masing. AuSetiap alat dalam Musik Kolintang memiliki nama yang lazim dikenal, akan tetapi peralatan tersebut juga mempunyai nama yang berasal dari Bahasa Minahasa,Ay (Mandiangan & Hazisma, 2. Lebih lanjut Lolong. Rumengan dan Dumais . menjelaskan sebagai berikut. AuAgar bisa disebut lengkap, dalam permainan Kolintang terdapat 9 alat. Alat-alat tersebut adalah bass, cello, tenor 1, tenor 2, alto1, alto 2, ukulele/ alto 3, melodi 1, melodi 2, melodi 3. Susunan Vol 2 No 12 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni permainan Kolintang pada umumnya adalah melodi diletakkan di depan tengah, bass di belakang kanan, cello dibelakang kiri, serta alat yang lain bisa menyesuaikan lebar panggung . atau 3 bari. dengan memperhatikan fungsi alat . enor dan alt. Ay Oleh karena itu, alat musik kulintang biasanya dimainkan oleh sebuah grup atau kelompok kolitang. Setiap anggota grup memainkan satu dari Sembilan alat musik dalam kolintang. Posisi menjadi sangat penting karena bisa berpengaruh saat didengarkan oleh orang dan bisa memberikan efek yang berbeda jika berada dalam posisi yang berbeda. Sistem Nada pada Alat Musik Kolintang Menurut Angdresey. Mandala dan Wikarsa . AuKolintang adalah merupakan alat musik perkusi yang mempunyai nada. Ay Andriono . lebih lanjut menjelaskan AuKolintang adalah alat musik perkusi bernada keluarga marimbaphone yang merupakan alat musik tradisional dari Sulawesi Utara yang telah dimodifikasi dalam berbagai bentuk penampilan dengan melodi kromatik. Sehingga dapat dikatakan alat musik Kolintang mempunyai sistem nada. Ay Kolintang fungsinya masing-masing sesuai dengan nada yang dihasilkan. Kolintang dapat Audiklasifikasikan sebagai alat musik melodis dan ritmis, karena Kolintang dapat difungsikan sebagai melodi dan juga dapat difungsikan untuk mengiringi dengan akord,Ay (Sugiarto, 2016. Purnomo & Subagyo, 2. Sistem menggunakan tanda nada Menurut Wisana . AuSistem nada dalam Kolintang adalah tangga nada kromatis yang terdiri dari C. C# (D. D# (E. F# (G. G# (A. A# (B. Dalam perkembangannya. Kolintang pada saat ini sudah mencapai enam oktaf dari mulai bass hingga melodi dengan kromatis lengkap. Pada satu alat Kolintang terdapat 1,5 sampai 2,5 Ay Pembentukan akord pada Kolintang relatif sama dengan alat musik yang lain, berikut ini nada pembentuk akord dasar pada Kolintang. C = C E G . D = D F# A . E = E G# B . F= F A C . G= G B D . A = A A# E . B = B D# F# Cm = C Eb G Dm = D F A Em = E G B Fm = F Ab C Gm = G Bb D Am = A C E Bm = B D F# Proses Pelaksanaan Pembelajaran Musik Kolintang bagi SMP Negeri 1 Eris Kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 1 Eris dilaksanakan seminggu sekali di mana setiap pertemuan terdiri dari 2 jam Pembelajaran dilakasanakn pada hari jumat, dimulai dari jam 14. 00 Ae 15. WITA. Karena anggota dari kelompok latihan ini adalah para siswa maka pembelajaran diberi waktu agak lama karena kebanyakan para siswa ini banyak kesibukan masing-masing. Pembelajaran musik kolintang siswa di SMP Negeri 1 Eris ini dalam pelaksanaannya dibagai dalam tiga tahapan: pendahuluan, inti dan Secara khusus bagian ini akan membahas pada tahap pendahuluan dan tahap ini, karena pada tahapan akhir pembelajaran umumnya sama dengan Vol 2 No 12 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni pembelajaran pada umumnya: menutup pelajaran dengan doa dan salam. Tahap Pendahuluan Pembelajaran musik kolintang bagi siswa di SMP Negeri 1 Eris ini pada tahap pendahuluan diisi dengan apersepsi yang dilakukan oleh Bapak Febry selaku Hal ini dilakukan dalam rangka membantu siswa untuk belajar dalam keadaan yang lebih tenang dan bisa membangun hubungan emosional antara guru dan siswa. Salah satu bentuk apersepsi yang dilakukan adalah bincang-bincang. Hal ini menjadi salah satu faktor yang secara langsung berpengaruh pada minat para siswa untuk datang ke tempat latihan dan menjalankan latihan dengan lebih baik. Hingga saat ini kegiatan bincangbincang masih tetap dilaksanakan, mesikpun kini anggota masyarakat jura turut terlibat dalam proses pembelajaran . ebagai pemberi masukan dan pemberi Hal ini berdampak pada meiningkatnya keakrabkan antar anggota dan dengan pelatih. Peningkatan keakraban akan membantu meningkatkan minta peserta didik dalam memainkan musik. Selain itu, kegiatain ini juga membuka peluang untuk eksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan materi ajar (Bahan Aja. Tahap Inti (Pembelajara. Guru atau pembimbing musik kolintang SMP Negeri 1 Eris biasanya memulai pembelajaran dengan memainkan materi lagu yang dipelajari di mingg. Guru lalu melanjutkan dengan menyampaikan materi berupa lagu-lagu baru. Setelahnya guru akan membimbing secara personal di mana guru mengajarkan pola pada setiap masing-masing alat yang dimainkan siswa. Guru biasanya berkeliling untuk melakukan pembimbingan satu persatu kepada siswa. Guru akan mulai dari melodi 1 di mana guru mengajarkan pola pukulan, dan jenis irama. Berlanjut ke melodi 2, guru memberikan pola pukulan khusus untuk melodi 2 dalam irama tertentu secara secara bertahap sapai siswa mampu Melodi 2 akan menjadi pelengkap dari Melodi 1. Hal ini berlanjut dengan cara yang sama, hanya saja pola masing-masing alat berbeda. Pengajar memainkan alat untuk para untuk pemain Alto 1. Alto 2. Tenor. Cello dan Bass. Dalam situasi seperti ini guru akan menjadi sangat sibuk. Guru harus memberikan penjelasan serta bimbingan pada semua anggota secara bertahap dan berulangulang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan di lapangan terkait dengan Pembelajaran Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris, maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan bersifat terbuka. Hal ini terllihat dari struktur proses pembelajarannya di mana pengajar menerapkan strategi pembelajaran yang bersifat langsung pada saat pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran yang dugunakan dalam proses pembelajaran adalah metode ceramah, metode demonstrasi dan metode Hal ini dilakukan agar peserta didik memperoleh pengetahuan praktis dan membuat siswa dapat memainkan kolintang dengan baik. Faktor pendukung dalam proses pembelajaran musik Kolintang adalah ketersediaan 1 set kulintang, tempat untuk menyimpan alat kulintang, tempat latihan, pengajar . uru pembimbin. , minat peserta, strategi pembelajara, materi . ahan aja. dan promosi sekolah. Di sisi lain, faktor penghambat pembelajaran Vol 2 No 12 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni musik kulintang adalah rendahyan pemahaman siswa terhadap irama, feeling atau rasa musical yang masih belum terbangun dan anggota yang masih belum konsisten untuk berlatih DAFTAR PUSTAKA Aldiano. Buku Lengkap Belajar Alat Musik. Yogyakarta: Saufa Andriono. Multimedia Interaktif Alat Musik Tradisional Kolintang. CALYPTRA, 3. , 1-11. Angdresey. Mandala. , & Wikarsa. Aplikasi Alat Musik Kolintang Dengan Webcam Sebagai Sensor Deteksi Gerakan. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indoensia. Jakarta: Balai Pustaka Bogdan. , & Taylor. Looking at the bright side: A positive approach to qualitative policy and Qualitative Sociology, 13. , 183-92. Hamdani. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia