Dari Dunia Bermain ke Dunia Firman: Pendekatan Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Alkitab Anak GKSI Anugerah Limo Suarman Mezuari Waruwu & Yeremia Hia Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta Email koresponden: mezuary@gmail. Submit: 24-06-2025 Review: 07, 12-08-2025 Direvisi: 15-08-2025 Diterbitkan: 30-08-2025 Keywords: biblical literacy, children, church approach, play Kata Kunci: anak, dunia bermain, lingkungan gereja, literasi Alkitab, pendekatan interaktif p: ISSN: 2723-7036 e-ISSN: 2723-7028 A 2025. The Authors. License: Open Journals Publishing. This work is licensed under the Creative Commons Attribution License. https://jurnal. id/index. php/pkm/index Abstract This Community Service Program (PkM) aims to improve Bible literacy among the children of the GKSI Anugerah Limo congregation through an interactive approach that combines play with an introduction to the Word of God. The low interest in reading the Bible and children's understanding of biblical narratives form the primary basis for this initiative. The community service team employed a descriptive research method using observation and field surveys. Based on initial findings, a creative approach was developed through educational games, simple dramas, and visual activities centred on biblical stories. This activity resulted in a significant increase in children's active participation, their ability to remember biblical characters and messages, and deeper emotional engagement with God's Word. The results of this activity indicate that a play-based approach is an effective strategy for building the foundation of biblical literacy in children from an early age. Therefore, this method is recommended for integration into Sunday school ministry on an ongoing Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Alkitab pada anak-anak jemaat GKSI Anugerah Limo melalui pendekatan interaktif yang memadukan dunia bermain dengan pengenalan firman Tuhan. Rendahnya minat baca Alkitab dan pemahaman anak-anak terhadap narasi-narasi biblika menjadi dasar utama pelaksanaan kegiatan ini. Pengabdi menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi dan survei Menurut Sugiyono, penelitian deskriptif merupakan prosedur ilmiah yang bertujuan untuk memperoleh data yang memiliki maksud dan kegunaan tertentu. Berdasarkan temuan awal, dikembangkan pendekatan kreatif melalui permainan edukatif, drama sederhana, dan aktivitas visual yang bertumpu pada kisah-kisah Alkitab. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif anak-anak, kemampuan mereka dalam mengingat tokoh serta pesan Alkitab, serta keterlibatan emosional yang lebih dalam terhadap firman Tuhan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis dunia bermain merupakan strategi efektif dalam membangun fondasi literasi Alkitab anak sejak usia dini. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam pelayanan sekolah minggu secara berkelanjutan. Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 PENDAHULUAN Masa kanak-kanak merupakan periode krusial bagi pembentukan iman, nilai, dan Pada fase ini, integrasi pembelajaran yang memperhatikan aspek fisik, mental, sosial, dan rohani menjadi sangat penting, sehingga pemimpin gereja, penggembala, dan orang tua perlu memiliki pemahaman mendalam tentang tahap perkembangan anak (Titin Megawaty 2. Anak usia dini memiliki karakteristik perkembangan yang unik, yang mencakup berbagai aspek seperti fisik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, kreativitas, komunikasi, dan spiritualitas (Yahya Anting 2. Pendidikan pada masa ini perlu dirancang secara holistik agar dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh, termasuk dalam aspek iman dan spiritualitas. Dalam konteks kekristenan, pendidikan spiritual anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mandat iman yang bersumber dari Alkitab. Kecerdasan spiritual merupakan bentuk kecerdasan tertinggi yang merefleksikan kapasitas individu dalam memahami eksistensi dirinya secara mendalam serta dalam membangun hubungan spiritual yang bermakna dengan Tuhan, yang pada akhirnya mencerminkan tingkat kedewasaan rohani seseorang (Santy Sahartian 2. Dalam Kitab Ulangan 6:6Ae7 secara eksplisit memerintahkan agar orang tua menanamkan firman Tuhan kepada anak-anak dalam seluruh aspek kehidupan. Hal ini sejalan dengan Amsal 22:6 yang menegaskan pentingnya membimbing anak dalam jalan Tuhan agar ia tidak menyimpang dari nilainilai kebenaran hingga dewasa. Pendidikan iman yang dimulai sejak dini merupakan strategi preventif yang penting dalam mempersiapkan anak menghadapi tantangan nilai dan perubahan budaya pada era modern (Mercy Mauki 2. Berdasarkan hasil observasi langsung dan survei lapangan yang dilakukan di berbagai gereja lokal, termasuk di GKSI Anugerah Limo, ditemukan bahwa pengajaran Alkitab kepada anak-anak masih bersifat konvensional dan kurang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan serta karakteristik belajar anak masa kini. Model pengajaran yang bersifat satu arah dan kurang interaktif seringkali menimbulkan kebosanan serta rendahnya minat anak dalam memahami firman Tuhan. Kondisi ini berdampak pada pemahaman dan penghayatan anak terhadap ajaran Alkitab yang menjadi kurang Padahal, literasi Alkitab merupakan elemen fundamental dalam pendidikan iman anak Kristen. Literasi ini tidak hanya berarti mengenal cerita-cerita dalam Alkitab, tetapi juga mencakup pemahaman yang reflektif dan internalisasi nilai-nilai ilahi dalam kehidupan sehari-hari (Anshori and Damaianti 2. Literasi Alkitab yang baik akan membentuk dasar moral dan spiritual yang kokoh dalam diri anak, sekaligus memperkuat ketahanan iman menghadapi dinamika sosial budaya kontemporer (Sitanggang 2. Di era digital dan budaya visual yang kian mendominasi cara belajar anak-anak, pendekatan pembelajaran yang mengutamakan aspek visual, interaktif, dan berbasis pengalaman menjadi semakin penting dan relevan. Media audio-visual, misalnya, mampu menyampaikan pesan spiritual dengan cara yang lebih emosional dan bermakna (Komisi Kateketik KWI 2. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga Dari Dunia Bermain ke Dunia Firman: A (S. Waruwu & Y. Hi. dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui pengalaman visual dan kinestetik yang menyentuh dimensi emosional dan spiritual mereka. Selain media digital, dunia bermain juga merupakan sarana alami dan strategis dalam pendidikan anak. Bermain bukan hanya aktivitas hiburan, melainkan juga proses pembelajaran yang mendorong eksplorasi, kreativitas, serta pengenalan makna dan nilai secara bertahap (Wiwik pratiwi 2. Dalam konteks pendidikan Kristen, dunia bermain dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk menuju pengenalan akan dunia firman Tuhan. Dengan menggabungkan unsur bermain dan penyampaian firman secara kreatif, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, bermakna, dan efektif dalam memperkuat daya serap anak terhadap pesan spiritual. Menanggapi permasalahan dan kebutuhan tersebut, maka dilaksanakanlah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan judul AuDari Dunia Bermain ke Dunia Firman: Pendekatan Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Alkitab Anak GKSI Anugerah Limo. Ay Program ini dirancang sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan antara pendekatan pengajaran konvensional dan kebutuhan belajar anak masa kini. Kegiatan ini menerapkan pendekatan interaktif berbasis permainan edukatif, media audio-visual, cerita dengan alat peraga, dan aktivitas kreatif lainnya yang sesuai dengan konteks gereja dan karakteristik anak. Urgensi program ini tidak hanya terletak pada transformasi metode pengajaran Alkitab yang lebih relevan dan kontekstual, tetapi juga pada upaya memberdayakan gereja sebagai komunitas iman yang adaptif dan inovatif dalam membina generasi muda. Dengan pendekatan ini, diharapkan terjadi peningkatan yang signifikan dalam literasi Alkitab anak-anak, bertumbuhnya kesadaran iman sejak dini, serta terciptanya model pembelajaran Alkitab yang dapat direplikasi di lingkungan gereja lainnya untuk menghasilkan generasi Kristen yang cakap secara spiritual dan mampu menghadapi tantangan zaman. Berdasarkan latar belakang ini, beberapa pertanyaan penelitian diajukan untuk memandu pelaksanaan dan analisis kegiatan, yaitu: . Bagaimana penerapan metode interaktif yang memadukan dunia bermain dengan pengenalan Firman Tuhan dapat meningkatkan literasi Alkitab anak-anak di GKSI Anugerah Limo? . Bagaimana bentuk keterlibatan aktif anak dalam kegiatan yang dirancang sesuai tahap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik mereka? . Sejauh mana kolaborasi antara tim PkM dan guru Sekolah Minggu berkontribusi terhadap efektivitas penerapan metode interaktif ini? . Bagaimana dampak penerapan metode ini terhadap pemahaman, antusiasme, dan pembentukan karakter rohani anak? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi acuan utama dalam pelaksanaan program sekaligus kerangka analisis pada bagian pembahasan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diselenggarakan oleh Suarman Mezuari Waruwu di GKSI Anugerah Limo. Desa Gamang. Kecamatan Banyuke Hulu. Kabupaten Landak. Kalimantan Barat. Dalam pelaksanaan PkM ini. Suarman Mezuari Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 Waruwu sebagai pengabdi menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi dan survei lapangan. Menurut Sugiyono, penelitian deskriptif merupakan prosedur ilmiah yang bertujuan untuk memperoleh data yang memiliki maksud dan kegunaan tertentu (Sugiyono 2. Selain itu. Tika menyatakan bahwa survei adalah salah satu metode penelitian yang digunakan untuk menghimpun data dari berbagai variabel, unit, atau individu secara serentak dalam satu periode waktu (Tika Selain itu, metode ini juga didukung oleh studi kepustakaan. Studi kepustakaan dalam konteks ini merujuk pada kegiatan meneliti dan menghimpun berbagai referensi dari sejumlah sumber literatur, seperti Alkitab, artikel ilmiah, buku, serta pemikiran para ahli yang memiliki relevansi dan implikasi kuat terhadap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang tengah dilakukan. Sebelum kegiatan PkM dilaksanakan, terlebih dahulu disusun visi dan misi kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan penulisan kajian akademis serta konsultasi dengan mentor. Setelah seluruh persiapan pelaksanaan PkM rampung, kegiatan dilanjutkan dengan memberikan edukasi secara komunikatif dan verbal kepada para guru Sekolah Minggu. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa sesi pertemuan di gereja, yang dipimpin oleh pengabdi bersama para guru Sekolah Minggu. Pertemuan pertama diadakan pada 13 April Dalam pertemuan ini, anak-anak diajak untuk bernyanyi lagu rohani, diajarkan cara berdoa, serta membaca Alkitab. Tahap selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 21 dan 25 April 2025, yang berfokus pada penceritaan kisah tokoh-tokoh Alkitab dengan bantuan alat peraga berupa buku bergambar. Anak-anak juga diajak untuk menonton tayangan edukatif serta berpartisipasi dalam permainan yang bersifat edukatif. Seluruh rangkaian kegiatan ini disusun secara sistematis untuk memastikan bahwa pendekatan interaktif yang telah dirancang dapat diimplementasikan secara efektif di Dengan metode yang menggabungkan unsur literasi Alkitab, media audiovisual, permainan edukatif, dan aktivitas kreatif, diharapkan anak-anak dapat menginternalisasi nilai-nilai firman Tuhan secara lebih mendalam, sesuai dengan tujuan awal PkM ini sebagaimana telah diuraikan dalam pendahuluan. HASIL DAN PEMBAHASAN Istilah pendidikan merupakan padanan dari kata education dalam bahasa Inggris, yang secara etimologis berasal dari bahasa Latin educere. Kata educere tersusun dari dua bagian, yaitu awalan e- yang berarti "keluar" . , dan kata kerja ducere yang berarti "membimbing" atau "menuntun" . o lea. Dengan demikian, secara harfiah, pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses membimbing individu keluar dari ketidaktahuan menuju pengetahuan, atau dari potensi tersembunyi menuju aktualisasi diri (Numahara Dalam konteks perkembangan anak, proses pendidikan yang efektif ditandai oleh keterlibatan aktif peserta didik melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Penelitian terkini menegaskan bahwa pembelajaran yang melibatkan anak secara langsung dalam bentuk permainan edukatif, aktivitas kreatif, serta diskusi yang Dari Dunia Bermain ke Dunia Firman: A (S. Waruwu & Y. Hi. merangsang daya pikir akan meningkatkan pemahaman dan daya serap mereka secara signifikan (Mambo 2. Bertolak dari landasan tersebut, fokus utama dari program ini adalah meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam memahami firman Tuhan secara aktif, kreatif, dan Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen berperan strategis dalam membentuk dan memperkuat karakter Kristiani, khususnya dalam menghadapi dinamika dan tantangan kehidupan di era modern yang terus mengalami perubahan (Tonapa Damaris 2. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mengutamakan partisipasi anak secara langsung dalam berbagai bentuk aktivitas pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mengintegrasikan metode pembelajaran yang selaras dengan tahapan perkembangan anak, dengan memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ciri dari proses tersebut tampak melalui keterlibatan aktif anak dalam berbagai aktivitas yang mengasah kemampuan berpikir, mendengar, mengamati, serta mengoptimalkan fungsi psikomotorik mereka (Hidayat 2. Metode interaktif merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif anak, baik secara mental maupun fisik, selama proses belajar berlangsung (Tarumasely 2. Dalam konteks kegiatan AuDari Dunia Bermain ke Dunia FirmanAy di GKSI Anugerah Limo, metode ini memadukan aktivitas bermain dengan pembelajaran Firman Tuhan, sehingga anak-anak terlibat langsung melalui tanya jawab, diskusi sederhana, permainan edukatif, dan simulasi kreatif yang dirancang untuk meningkatkan literasi Alkitab mereka. Anak-anak diajak terlibat melalui aktivitas seperti mendengarkan cerita Alkitab, bermain peran, menyanyi lagu rohani, dan membuat kerajinan tangan. Pandangan Piaget, sebagaimana dijelaskan oleh Mulyani, mendukung penerapan metode ini. Ia menegaskan bahwa proses belajar anak menjadi lebih efektif apabila mereka berperan aktif dalam mengonstruksi pemahaman melalui interaksi nyata dengan lingkungan dan pengalaman langsung (Mulyani 2. Selaras dengan itu. Suyadi menegaskan bahwa permainan interaktif merupakan media yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir anak usia dini melalui proses eksplorasi aktif (Suyadi 2. Dengan demikian, pendekatan interaktif dalam kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk menyampaikan Firman Tuhan sebagai informasi, tetapi juga untuk menghadirkan pengalaman belajar yang dapat dialami, diresapi, dan dihidupi oleh anakanak melalui kegiatan yang menyenangkan, mudah dipahami, dan sesuai tahap perkembangan mereka. Pelibatan Anak dalam Aktivitas Interaktif Berbasis Firman Tuhan Pelaksanaan kegiatan perdana bersama anak-anak dimulai pada 13 April 2025. Sesi ini dirancang bukan sekadar menyerupai kegiatan Sekolah Minggu konvensional, tetapi sebagai pengalaman belajar interaktif yang memadukan unsur bermain, kreativitas, dan pembentukan karakter Kristiani. Anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, melainkan ikut berpartisipasi aktif dalam setiap tahap kegiatan. Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 Kegiatan dibuka dengan pujian melalui lagu-lagu rohani yang dipadukan dengan gerakan kreatif, sehingga selain menciptakan suasana sukacita, anak-anak juga terdorong mengekspresikan iman mereka secara bebas. Setelah itu, mereka diperkenalkan pada praktik doa yang dikemas secara interaktif dengan menyebutkan permohonan doa pribadi atau bersyukur atas hal-hal sederhana yang mereka alami. Pembelajaran Alkitab disajikan melalui cerita bergambar, permainan peran, dan kuis ringan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan usia. Melalui metode ini. Firman Tuhan dihadirkan bukan sebagai materi yang dihafal, tetapi sebagai pengalaman hidup yang dapat mereka pahami, rasakan, dan aplikasikan. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada nilai-nilai iman Kristen, tetapi juga diajak untuk mengalaminya secara aktif melalui partisipasi langsung dalam kegiatan yang menyenangkan dan membangun karakter rohani. Dalam perspektif Alkitabiah, karakter dipahami sebagai wujud integritas moral dan spiritual yang tercermin dalam kehidupan yang berkenan di hadapan Allah, serta diwujudkan melalui tindakan yang bertujuan untuk memuliakan-Nya dalam setiap aspek kehidupan (Debora and Han 2. Gambar : 1. Anak-anak terlibat langsung Anak-anak tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga peserta aktif yang terlibat langsung dalam dinamika kegiatan. Dalam sesi bercerita salah satu tokoh Alkitab mengenai Nabi Nuh, anak-anak diajak membuat miniatur bahtera dari kertas lipat dan memainkan simulasi masuknya binatang-binatang ke dalam bahtera. Pendekatan ini menciptakan pengalaman belajar yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara bersamaan. Penerapan pembelajaran semacam ini sejalan dengan pendapat Pohan, yang mengemukakan bahwa menurut Nurul, pendekatan saintifik menekankan keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok dalam mengeksplorasi konsep dan prinsip melalui pengalaman langsung, sementara guru bertindak sebagai fasilitator dalam proses belajar (Pohan 2. Dari Dunia Bermain ke Dunia Firman: A (S. Waruwu & Y. Hi. Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran menjadi menyeluruh dan bermakna karena menyentuh tiga ranah perkembangan anak secara bersamaan: kognitif . elalui pemahaman cerita dan simbol-simbol ima. , afektif . elalui penghayatan makna keselamatan dan ketaatan Nuh kepada Tuha. , dan psikomotorik . elalui aktivitas kerajinan tangan dan permainan pera. Keterlibatan langsung anak-anak dalam kegiatan ini menjadikan firman Tuhan bukan hanya sebagai informasi, tetapi sebagai pengalaman nyata yang membentuk iman dan karakter mereka sejak usia dini. Pentingnya pendekatan ini semakin nyata dalam konteks keterlibatan anak-anak yang tidak hanya bertujuan menyampaikan kisah-kisah Alkitab secara naratif, tetapi juga menekankan proses internalisasi nilai-nilai spiritual ke dalam praktik hidup sehari-hari anak-anak (Mendrofa 2. Peningkatan Pemahaman dan Antusiasme Anak terhadap Kisah Alkitab Tahap lanjutan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada tanggal 21 April 2025. Pada tahap ini. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan pemahaman dan antusiasme anak terhadap kisah-kisah dalam Alkitab melalui metode penceritaan yang interaktif dan multimodal. Cerita-cerita tokoh Alkitab seperti Daud. Ester, dan Daniel disampaikan secara komunikatif dengan bantuan alat peraga berupa buku bergambar yang menarik dan penuh warna. Hal ini sejalan dengan temuan Spaulding . 5, dalam Laoli, 2. , yang menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga dalam proses pengajaran dapat meningkatkan minat belajar anak secara efektif (Laoli 2. Kehadiran media visual ini membantu anak-anak memahami alur cerita dengan lebih mudah, serta membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional mereka terhadap tokoh-tokoh yang diceritakan. Gambar : 2. Kegiatan tanggal 21 April 2025 bercerita menggunakan alat peraga Selain itu, pada tanggal 25 April 2025, anak-anak diajak untuk menonton tayangan edukatif yang relevan dengan tema cerita Alkitab yang sedang dibahas. Tayangan ini dipilih secara selektif agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak, serta Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 mengandung nilai-nilai moral dan spiritual yang membangun. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif dalam Pendidikan Agama Kristen dinilai layak dan berdampak besar dalam penguatan karakter rohani, seperti kejujuran, kreativitas, kedisiplinan, dan tanggung (Subay 2. Dengan adanya tayangan visual ini, pesan-pesan iman yang terkandung dalam kisah Alkitab menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh anak-anak. Untuk memperkuat pemahaman sekaligus menjaga antusiasme, anak-anak juga berpartisipasi dalam berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk merefleksikan nilai-nilai dari kisah yang dipelajari. Secara umum, permainan edukatif bagi anak dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama, yakni permainan aktif dan permainan pasif (Khobir 2. Dalam kegiatan ini, berbagai bentuk permainan aktif seperti kuis Alkitab, tebak tokoh, serta aktivitas kelompok yang menuntut kerja sama seperti menyusun potongan gambar cerita digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang Melalui pendekatan yang menyentuh aspek visual, auditori, dan kinestetik ini, proses pembelajaran menjadi lebih menyeluruh dan efektif. Hasilnya, anakanak tidak hanya memperoleh informasi tentang tokoh-tokoh Alkitab, tetapi juga terdorong untuk meneladani karakter iman yang mereka miliki. Gambar : 3. Kegiatan tanggal 25 April 2025 anak-anak diajak nonton Efektivitas Kolaborasi dengan Guru Sekolah Minggu dalam Mengimplementasikan Metode Efektivitas kolaborasi dengan guru Sekolah Minggu merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan implementasi metode interaktif yang diterapkan dalam program pengabdian masyarakat ini. Guru Sekolah Minggu memiliki pengetahuan yang mendalam tentang karakter, kebutuhan, serta gaya belajar anak-anak yang mereka layani, sehingga keterlibatan mereka sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan sangat menentukan keberhasilan program. Sebagaimana disebutkan dalam program Gemar Baca Alkitab, penggunaan pendekatan interaktif seperti diskusi dan aktivitas kreatif akan lebih efektif bila dikembangkan bersama guru yang memahami konteks lokal anak-anak (Wiyono. Hanock, and Laoli 2. Dalam praktiknya, kolaborasi ini memungkinkan Dari Dunia Bermain ke Dunia Firman: A (S. Waruwu & Y. Hi. terjadinya integrasi antara pendekatan bermain edukatif dan pemahaman teologis yang Guru Sekolah Minggu tidak hanya berperan sebagai pelaksana metode, melainkan juga sebagai mitra reflektif dalam mengevaluasi efektivitas kegiatan serta dampaknya terhadap literasi Alkitab anak. Dengan demikian, kemitraan antara tim pengabdian dan guru Sekolah Minggu di GKSI Anugerah Limo tidak hanya berhasil menghasilkan metode yang efektif dan kontekstual, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dalam menyampaikan firman secara kreatif dan menyenangkan. Pendekatan dari dunia bermain ke dunia firman menjembatani kebutuhan anak-anak akan pembelajaran yang interaktif dengan tujuan membentuk generasi yang mencintai firman Tuhan sejak usia dini. Kolaborasi ini menjadi model pelibatan komunitas gerejawi dalam pendidikan iman anak-anak secara lebih partisipatif dan transformatif. Gambar : 4. Foto bersama dengan anak-anak KESIMPULAN Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif yang menggabungkan dunia bermain dengan pengenalan firman Tuhan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Alkitab anak-anak GKSI Anugerah Limo. Melalui metode edukatif yang menyenangkan seperti permainan kreatif, penceritaan dengan alat peraga, serta penggunaan media audio-visual, anak-anak menjadi lebih antusias, aktif, dan mudah memahami serta mengingat tokoh-tokoh Alkitab dan pesan-pesan rohani yang disampaikan. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan minat baca dan pemahaman anak terhadap Alkitab, tetapi juga membentuk keterlibatan emosional dan spiritual yang lebih dalam sejak usia dini. Dengan hasil yang signifikan ini, pendekatan dunia bermain dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran Alkitab yang kontekstual dan relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan sekolah minggu. Selain itu, program ini dapat dijadikan model replikasi bagi gereja-gereja lain yang ingin meningkatkan pendidikan rohani anak secara kreatif. Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 menyenangkan, dan berdampak jangka panjang dalam membentuk generasi yang literat secara spiritual. DAFTAR PUSTAKA