AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2354-8576 (Prin. ISSN:0000-0000 . http://doi. PENERAPAN METODE AL-BAGHDADI DALAM PEMBELAJARAN AL-QURAoAN DI SD ISLAM NU SEKARAN KEDIRI Fathur Rohman Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri fathur82@gmail. Abstract In order to understand about the science of recitation and to know the pros and cons of the Al-Baghdadi Method, this research will examine its use in teaching students to read the Al-Qur'an at NU Sekaran Kayen Kidul Islamic Elementary School. Qualitative methods are employed in this field of study. Interviews, documentation, and observation are the three main methods of data collecting. At the same time, single case analysis is employed in the data analysis approach. Additionally, this study makes use of triangulation of sources and methodologies to verify the data's authenticity and expand This study's author draws the following conclusions: . In response to the guidelines with modifications and variations, the Al-Baghdadi technique for teaching the Al-Qur'an at NU Sekaran Kayen Kidul Islamic Elementary School employs the following methods: the personal approach, the person standard strategy, the standard read-listen strategy, and the pure standard readlisten strategy. Using the Al-Baghdadi approach to teaching the Qur'an at NU Sekaran Kayen Kidul Islamic Elementary School entails familiarizing oneself with the methodology and stages of teaching the Qur'an, practicing effective classroom management through the direct method, engaging in repetitive exercises, and maintaining a loving and patient attitude. What this means for the students of NU Sekaran Kayen Kidul Islamic Elementary School, specifically: that they will gain a better grasp of the Qur'an at a younger age, that there will be an increase in the number of parents who are passionate about Qur'ani-based schools, and that the school's enrollment will continue to rise Keywords: Implementating. Method. QurAoanic Learning. PENDAHULUAN Metode sangat penting dalam proses pembelajaran Al-QurAoan karena memungkinkan penyampaian materi pembelajaran secara optimal dan berhasil, yang sangat menentukan tercapainya hasil belajar yang diinginkan dalam konteks belajar mengajar (Sanjaya, 2. Semakin banyaknya sekolah yang didedikasikan untuk pengajaran AlQur'an di Indonesia menjadi tanda bahwa masyarakat sangat menjunjung tinggi literasi kitab suci ini. Teknik alif, ba ', ta', atau prosedur yang disusun secara berurutan ( tarkibiya. , adalah inti dari pendekatan Al-Baghdadi (Fitria, 2. Masyarakat Indonesia sudah lama mengandalkan pendekatan ini, dan ini merupakan cara yang pertama kali muncul di Indonesia. Al-Qur'an kecil, atau rangkaian, adalah nama yang diberikan pada buku metode Al-Baghdadi , yang terdiri dari satu jilid. Bagdad, ibu kota Irak, merupakan tempat lahirnya teknik tertua yang dikenal dengan metode Al-Baghdadi . Ada nama lain untuk pendekatan ini: metode "Mantra". Ejaan, menurut Mulyono Abdurrahman, merupakan suatu cara pengajaran yang menekankan pada pembelajaran kata-kata melalui pendengaran. Pengajaran mengeja dengan menggunakan pendekatan didaktik melibatkan Vol. 13 No. 1 | 18 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam penyusunan topik dalam hierarki mulai dari yang paling dasar hingga yang paling rumit, dari yang mudah ke yang sulit, dan dari yang luas ke yang sempit. AlBaghdadi Qoidah biasanya memiliki tujuh belas tahapan. Setiap panggung selalu menampilkan 30 huruf hijaiyyah secara utuh. Para peneliti menemukan bahwa metode yang digunakan untuk mempelajari Al-Qur'an menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran Al-Qur'an (Mulyono, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan metode Al-Baghdadi pada pembelajaran Al-QurAoan (BMQ) pada siswa sekolah dasar di SD Islam NU Sekaran Kayen Kidul . Beberapa contoh program pendidikan Al-Qur'an antara lain ta'limul Qur'an lil aulad (TQA). Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA/TKQ), dan lain-lain, sebagaimana tercantum dalam pasal 24 ayat 2 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan agama (Malik, 2. Tujuan utama mempelajari Al-Qur'an adalah untuk menghasilkan generasi baru umat Islam yang memiliki ketaatan mendalam terhadap kitab suci dan yang akan menggunakannya tidak hanya sebagai sumber pengetahuan tetapi juga sebagai lensa untuk memahami dunia. di sekitar mereka. Al-Qur'an adalah mukjizat sekaligus petunjuk, dan ayat-ayatnya menawarkan prinsip-prinsip ideal yang dapat mengangkat seorang hamba yang saleh ke tingkat yang lebih tinggi. Secara umum tujuan pengajaran Al-QurAoan kepada siswa sekolah dasar pada usia dini adalah untuk menanamkan dalam diri mereka keyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Pengasih yang telah memberkahi dan membimbing semua manusia untuk mencari kesenangan di dunia dan akhirat. Siswa usia SD sudah dapat membaca dan menjadi terbiasa membaca Al-QurAoan dalam bahasa Arab, bahasa asli teks tersebut. Pengetahuan dasar tajwib berbasis tartil menjadi kebiasaan bagi siswa sekolah dasar seiring mereka mulai menguasai cara membaca Alquran yang benar. Dalam lingkungan Islam, siswa sekolah dasar mulai mempelajari cara berdoa yang benar dan menggunakan kalimat-kalimat singkat. Siswa Sekolah Dasar sering melatih hafalan kata dan kalimat arab sederhana, doa sehari-hari, dan hadis singkat. Menanamkan kecintaan terhadap bahasa Arab dan kenyamanan menulis aksara Arab (Imla') pada generasi muda sejak dini. Sementara itu. Mardiyo menguraikan tujuan penguasaan AlQur'an sebagai berikut: a. Dengan latihan, siswa dapat membaca Al-Qur'an dengan tangan yang mantap, menggunakan harakat, saktah . empat singga. , makhraj , dan kemampuan mendengar huruf serta memahami maknanya. Al-Qur'an meninggalkan bekas yang tak terhapuskan di hati dan pikiran para murid. Mengenalkan kata-kata tertulis waqaf , mad, dan idgham serta membiasakan anak membaca mushaf (Mardiyo, 1. Mengingat hal tersebut di atas, maka wajar jika kita berasumsi bahwa tujuan pengajaran Al-QurAoan di sekolah dasar adalah untuk mendidik siswa tentang teks dan kaidah-kaidah tafsirnya sedini mungkin, dengan harapan agar mereka tumbuh dewasa untuk itu secara akurat. melatih generasi penerus umat Islam untuk memiliki ketaqwaan terhadap Al-Qur'an dan ajarannya, seperti halnya Nabi Muhammad . , dengan Vol. 13 No. 1 | 19 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam memperkenalkan mereka kepada kitab tersebut sejak dini dan mendorong mereka untuk meneladaninya dalam segala hal aspek kehidupan mereka. Selanjutnya ikuti arahan pendidik saat mengajari anak seni nyanyian Al-Qur'an. Hal ini akan memastikan bahwa Al-Qur'an tidak hanya dibaca untuk kesenangan. itu juga digunakan sebagai panduan untuk menjalani hidup seseorang. METODE Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui permasalahan pada Implementasi Metode Bagdadi. Kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang menggunakan data deskripsi komprehensif dan menjelaskannya secara deskriptif dalam bentuk penjelasan. Analisis data deskriptif kualitatif jenis ini sering digunakan untuk menganalisis peristiwa, fenomena, atau situasi sosial (Sugiyono, 2. Pemilihan modus komunikasi, baik tertulis maupun lisan, dan identifikasi informan dan perilaku yang akan diamati merupakan pertimbangan penting bagi peneliti untuk mencapai pemahaman yang komprehensif dan menyeluruh tentang pokok bahasan yang diselidiki. Penelitian ini dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk mengamati subjek yang diteliti. Penelitian deskriptif kualitatif ini digunakan untuk menemukan, menganalisis dan mengamati fenomena atau peristiwa sosial. Dalam hal ini tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan atau penerapan kurikulum mandiri. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, hasilnya dijelaskan dalam bentuk deskripsi atau cerita dalam bentuk teks dan paragraph (Hardani, 2. Metode-metode tersebut memiliki beberapa karakteristik, seperti menyajikan perspektif subjek yang diselidiki, menawarkan penggambaran fenomena yang dipelajari secara komprehensif dan relevan, dan memberikan evaluasi atau konteks yang berkontribusi pada interpretasi fenomena dalam konteks yang dipelajari (Moleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Belajar Membaca Al-Qur'an untuk siswa sekolah dasar Diantara sekian banyak bagian yang membentuk pembelajaran adalah metode pembelajaran itu sendiri. Strategi pengajaran memaparkan kerangka kerja untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memberikan panduan kepada instruktur tentang cara menggunakan kerangka tersebut di kelas. Siswa di SD Islam NU Sekaran akan belajar membaca Al-Qur'an secara akurat sesuai kaidah ilmu Tajwid sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran Al-Qur'an. Selain itu. Vol. 13 No. 1 | 20 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam metode pengajaran Al-Qur'an Al-Baghdadi bertujuan untuk mempersiapkan siswa membaca Al-Qur'an dengan benar, membentuk kebiasaan membaca AlQur'an dengan tegas dan jelas, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, dan pada akhirnya menghasilkan Al-Qur'an. Pendekatan pembelajaran tidak sembarangan. Meskipun demikian, merupakan tanggung jawab pendidik untuk memilih dan memutuskan cara-cara yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar siswa dapat memahami cara membaca Al-Qur'an secara akurat sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu tajwid, misalnya, penting bagi guru untuk menggunakan metode yang efektif saat mengajarkan kitab tersebut. Selama proses belajar mengajar, penting untuk memilih dan menerapkan cara penyajian konten yang efektif. Hal ini akan memastikan bahwa siswa memahami sepenuhnya konsep-konsep yang dibahas, sehingga memungkinkan dilakukannya pengukuran hasil belajar melalui ujian untuk mengukur kemajuan siswa. Tujuan pendidikan yang efektif adalah agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang akan berguna bagi mereka di dunia nyata. Pelajaran dan kegiatan kelas yang sesuai dengan usia akan membantu siswa belajar lebih efisien. Interaksi dengan seluruh kondisi sekitar seseorang merupakan hal mendasar dalam proses pembelajaran. Salah satu cara memandang pembelajaran adalah sebagai suatu proses yang berorientasi pada tindakan yang dipandu oleh tujuan dan dibentuk oleh berbagai pengalaman. Tindakan melihat, mengamati, dan memahami juga merupakan hal mendasar dalam proses pembelajaran. Memperoleh pengetahuan baru seperti membangun sistem yang kompleks. semua bagian saling bergantung. Faktorfaktor ini harus dipertimbangkan secara cermat oleh para pendidik ketika mereka memilih dan memutuskan teknik dan model pembelajaran yang akan diterapkan dalam pembelajarannya. Di SD Islam NU Sekaran, siswa mengikuti salah satu dari tiga jalur pedagogi yang berbeda saat mempelajari Al-Qur'an sesuai dengan metode AlBaghdadi . Metode ini melibatkan pemanggilan setiap siswa secara individu sambil menugaskan siswa lainnya untuk membaca sendiri buku Al-Baghdadi . Dua mahakarya yang berbeda. Metode ini melibatkan membaca keras-keras halaman yang dipilih oleh instruktur, dan kemudian melanjutkan ke pekerjaan Vol. 13 No. 1 | 21 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam individu setelah instruktur menganggap halaman tersebut sudah selesai. Membaca dan mendengarkan adalah tiga pilar. Di sini, siswa bekerja berpasangan untuk membacakan halaman yang dipilih instruktur. Setelah guru menganggap tugas sudah selesai, mereka beralih ke pola membaca dan mendengarkan, di mana satu siswa membaca dengan suara keras dan yang lainnya mendengarkan. Ketika anak tersebut memahami apa yang dikatakan orang lain, hal ini selesai. orangorang tertentu itu unik. Pendekatan pembelajaran merupakan pendirian atau titik awal guru mengenai proses pembelajaran. masih belum jelas apakah ia menggabungkan, memotivasi, mendukung, dan memperkuat metode pembelajaran dalam kerangka teori tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan (Sanjaya, 2. Pendidik dapat memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut: seberapa selaras strategi tersebut dengan materi pelajaran, tujuan pembelajaran, sumber daya yang tersedia, lingkungan kelas, kebutuhan siswa, dan jumlah waktu yang diberikan (Sanjaya, 2. Penerapan Metode Al-Baghdadi dalam Pembelajaran Al-Qur'an Siswa di SD Islam NU Sekaran Keberhasilan strategi pendidik dalam membentuk pemahaman membaca Al-QurAoan siswa tidak mungkin dipisahkan dari keterlibatan aktif siswa terhadap metode pembelajaran Al-QurAoan yang telah ditetapkan untuk membentuk pemahaman tersebut sesuai dengan tujuan. prinsip ilmu tajwid. Oleh karena itu, interaksi dua arah antara guru dan siswa sangatlah penting. Dimana guru dan murid mempunyai tanggung jawab yang sama. Oleh karena pembelajaran AlQur'an memerlukan latihan siswa dengan penjelasan dari pendidik berupa teoriteori yang dikomunikasikan kepada siswa berkaitan dengan pemahaman materi, maka hubungan dua arah antara pendidik dan siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an menjadi sangat penting. Al-Qur'an. Guru menerapkan berbagai metode untuk membantu siswanya berkembang, yang pada gilirannya membina hubungan yang saling menguntungkan. Di SD Islam NU Sekaran, mereka menggunakan metode Al-Baghdadi dalam pengajaran Al-Qur'an. Hal ini membantu mereka memahami metodologi Vol. 13 No. 1 | 22 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam dan tahapan pengajaran Al-Qur'an, dan juga membantu mereka dalam pengelolaan kelas yang efektif. Menggunakan metode langsung yaitu learning by doing yang dilanjutkan dengan repetisi atau belajar berulang-ulang, kesabaran, dan kasih sayang antara pengajar dan murid, semuanya merupakan komponen pendekatan Al-Baghdadi dalam mengajar dan mempelajari Al-Qur'an. Di luar itu, instruktur melakukan apersepsi saat mengajar Al-Qur'an dengan menggunakan metode Al-Baghdadi . Hal ini melibatkan peninjauan kembali informasi yang diajarkan sebelumnya untuk membuat koneksi ke konten baru. Kemudian meletakkan landasan ide-ide besar yang akan dibahas di kelas Al-Qur'an. Setelah itu, pastikan anak mendapatkan ide tersebut dengan membantunya memahami isi pelajaran dan berlatih membaca nyaring dari contoh yang diberikan guru. Instruktur mengulangi contoh atau mata pelajaran dalam pembelajaran Al-Qur'an untuk membantu siswa lebih lancar membaca sesuai dengan pengetahuan Strategi belajar sebenarnya hanyalah gagasan tentang bagaimana kita akan mempelajari sesuatu. Keberhasilan dan tercapainya tujuan merupakan hasil akhir dari strategi yang terencana dengan baik. Pembelajar Al-Qur'an dapat memperoleh manfaat dari serangkaian praktik pembelajaran yang dirancang untuk membantu mereka menjadi pembaca kitab suci yang mahir. Di sinilah diperlukan proses iterasi yang panjang. Untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efisien dan efektif, baik siswa maupun guru perlu terlibat dalam praktik belajar mengajar. Skala, di sisi lain, mengacu pada batasan yang ingin dicapai oleh teknik pembelajaran. Yang termasuk dalam ranah teknik pembelajaran adalah instruktur, peserta didik, materi, tujuan, metodologi, media, dan penilaian. Dengan demikian, luasnya teknik pembelajaran dapat didefinisikan sebagai sejauh mana pengajar dan siswa diharuskan untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara tepat waktu dan efisien (Madjid, 2. Dengan menggunakan pendekatan Al-Baghdadi , siswa SD Islam NU Sekaran mempelajari Al-Qur'an dalam kaitannya dengan isi jilid, tajwid atau gharib , melalui penyajian pembelajaran yang melibatkan demonstrasi dan siswa meniru suatu proses. Dalam metode demonstrasi belajar Al-QurAoan, baik pengajar Vol. 13 No. 1 | 23 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam maupun siswa sendiri mendemonstrasikan suatu prosedur atau pendekatan kepada seluruh kelas sebagai jawaban terhadap pertanyaan atau permintaan Salah satu cara untuk mengajar adalah dengan menunjukkan kepada siswa sebuah contoh atau model dari suatu proses. Ini dikenal sebagai teknik demonstrasi (Mulyono, 2. Di SD Islam NU Sekaran, siswa memperoleh kaidah membaca Al-Qur'an yang akurat melalui latihan rutin dengan Al -Qur'an Al-Baghdadi . Guru mengajarkan siswa membaca contoh kalimat dari teks yang dipelajari pada setiap pembelajaran Al-Qur'an. Siswa dianjurkan untuk terus melakukan amalan ini hingga mereka menguasai materi dengan kuat dan dapat mengucapkan Al-Qur'an dengan percaya diri dan akurat. Metode latihan adalah metodologi pengajaran AlQur'an yang melibatkan siswa mempraktikkan tugas-tugas pelatihan agar mereka lebih terampil dan mahir daripada sebelumnya. Sebuah keterampilan hanya dapat disempurnakan dan dipersiapkan untuk digunakan melalui latihan yang sebenarnya, itulah sebabnya teknik latihan, juga dikenal sebagai latihan siap pakai, sangat efektif dalam mengembangkan ketangkasan dan perolehan Selain itu, pendekatan latihan adalah melakukan suatu tindakan dengan tujuan untuk meningkatkan koneksi atau mengasah suatu bakat hingga menjadi permanen. Salah satu prinsip pembelajaran adalah pengulangan (Ramayulis, 2. Menurut gagasan psikologis tentang kekuatan, pengulangan adalah komponen kunci pembelajaran yang efektif. Belajar dalam pandangan ini berarti mengasah kemampuan yang melekat pada setiap manusia, termasuk penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, sentuhan, kognisi, dan memori. Ibarat pisau yang disempurnakan seiring berjalannya waktu, kemampuan ini dapat diasah dengan latihan hingga mencapai performa puncak (Sudjana, 1. Pendekatan guru dalam membantu siswa membaca Al-Qur'an di SD Islam NU Sekaran patut diacungi jempol, berdasarkan temuan penelitian, wawancara dengan asatidz dan asatidzah , serta observasi terhadap situasi dan realitas sekolah saat ini. Oleh karena itu, peningkatan hafalan siswa terhadap teks-teks Alquran menjadi buktinya. Dari berjuang pada awalnya hingga akhirnya kompeten dan mampu mengaji Al-Qur'an secara akurat sesuai dengan keahlian tajwidnya. Vol. 13 No. 1 | 24 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Implikasi Penerapan Metode Al-Baghdadi Bagi Siswa di SD Islam NU Sekaran Kayen Kidul Kegiatan pembelajaran tentunya akan berdampak pada perkembangan siswa secara keseluruhan melalui penilaian yang melacak dan mengungkap hasil proses pembelajaran dan menentukan keefektifan kegiatan pembelajaran berbasis Lagi pula, tanpa penilaian, kemajuan siswa dalam menghafal Al-Qur'an tidak akan ada sama sekali. Begitu pula dengan evaluasi pengajaran Al-Qur'an dengan metode Al-Baghdadi . Ujian ini memungkinkan kita untuk mengevaluasi apakah siswa telah berhasil. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nahl: 125: A : AA aA aE aI a eE aI eN a aOeIA e aA a eO aE aN aO aN aOA e acE aN aOA a A acaI aA a A aE aI a aI eIA a A acEA a A eIA Artinya: Sungguh pendidikmu lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalannya dan mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Ay (QS. Menentukan nilai sesuatu adalah inti dari evaluasi. Evaluasi pembelajaran mengukurnya atau melakukan kegiatan penilaian. Sementara itu, hal ini dapat mengukur kapasitas belajar anak-anak, yang penting bagi sekolah. Selain itu, evaluasi digunakan untuk mengamati dan melacak hasil proses pengajaran dan pedagogi bagi instruktur dan murid. Berdasarkan wawancara dengan Ibu Ria, koordinator BMQ di SD Islam NU Sekaran, terdapat tiga langkah untuk menguji pengetahuan Al-Qur'an siswa dengan metode Al-Baghdadi. Langkah pertama adalah mengirimkan volume bacaan ke kelas setiap hari untuk dinilai. Kedua, koordinator Al-Baghdadi di sekolah tersebut akan menilai kemajuan anak tersebut saat mereka bersiap untuk mengikuti ujian yang mencakup materi lebih Ketiga, apabila santri telah menyelesaikan jilid dewasa . , ghorib, dan tajwid, diberikan munaqosah yang merupakan evaluasi tahap terakhir. Tim dari fasilitas Al-Baghdadi mengujinya setahun sekali. Untuk mengetahui seberapa baik siswa memahami dan dapat menerapkan apa yang dibacanya dalam Al-QurAoan, maka perlu diberikan penilaian terhadap pembelajarannya terhadap teks tersebut. Penilaian merupakan suatu cara untuk mengetahui seberapa banyak siswa telah belajar secara umum, termasuk seberapa Vol. 13 No. 1 | 25 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam banyak siswa telah belajar tentang konsep, nilai, sikap, dan keterampilan proses. Pendidik dapat memanfaatkan hal ini sebagai dasar untuk membuat pilihan dan umpan balik penting ketika merencanakan pembelajaran dan kegiatan bagi Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidik harus mengevaluasi tidak hanya produknya tetapi juga proses belajar siswanya. Penilaian direncanakan dan dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai, meskipun biasanya dilakukan setelah pembelajaran dimulai. Tujuan dari setiap evaluasi adalah untuk memastikan bahwa hasilnya memenuhi atau melampaui persyaratan ketuntasan minimal, yang berarti bahwa guru dan siswa sama-sama perlu mengerjakan pekerjaan rumah mereka sebelum ujian. Memberikan penilaian kepada siswa adalah salah satu cara untuk mengubah kegiatan kelas tradisional. Dengan mengevaluasi pembelajaran, kita dapat menilai seberapa baik siswa memahami materi. Evaluasi sumatif dan formatif adalah dua kategori utama penilaian. Tujuan dilakukannya evaluasi formatif pada berbagai titik sepanjang proses pembelajaran adalah untuk mengetahui seberapa baik Autelah terbentukAy siswa dalam kaitannya dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Jenis evaluasi ini biasanya dilakukan pada akhir setiap unit atau sub-unit suatu mata pelajaran. Tujuan dilakukannya evaluasi formatif adalah untuk mendapatkan umpan balik guna menggunakan hasil penilaian guna menyempurnakan metode pengajaran yang ada saat ini atau Evaluasi formatif, kemudian, adalah sejenis penilaian yang disajikan di tengah-tengah pembelajaran atau dilakukan di akhir setiap unit. Tujuannya adalah untuk memantau keterlibatan dan pembelajaran siswa sepanjang proses pengajaran dan untuk memberikan umpan balik yang berguna kepada guru dan siswa berdasarkan hasil. Fokus pembelajaran seorang guru adalah pada penilaian formatif. Jika siswa masih memerlukan bantuan lebih lanjut setelah mengikuti penilaian formatif, guru hendaknya mengulangi materi tersebut lagi sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Untuk memastikan bahwa siswa memahami sepenuhnya materi baru, penting untuk mempelajari bagian-bagian yang belum mereka pelajari lebih dari satu kali. Mencari tahu seberapa baik atau buruknya pembelajaran adalah tujuan utama penilaian formatif. Guru menggunakan Vol. 13 No. 1 | 26 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam evaluasi formatif untuk menilai kemajuan siswa dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam pembelajaran dan pendekatan pedagogi mereka. Penilaian ini dapat dilakukan secara berkala atau sepanjang waktu selama pelajaran sedang diajarkan. Tujuan instruksional dan tujuan pembelajaran untuk setiap unit atau bagian konten yang dinilai merupakan fokus utama dari proses Guru dengan cepat memeriksa hasil penilaian formatif ini untuk mengetahui apakah siswa yang memerlukannya harus berpartisipasi dalam program perbaikan atau tidak . Guru dapat mengukur kemajuan siswanya dalam setiap unit proses pembelajaran dengan menggunakan evaluasi formatif untuk mengumpulkan data tentang murid mereka. Pemahaman yang lebih baik tentang konten dan pengalaman belajar yang lebih baik adalah dua tujuan evaluasi Evaluasi sumatif terjadi setelah serangkaian rencana pembelajaran Sederhananya, penilaian dilakukan setelah setiap unit pengajaran telah disampaikan. Apabila seluruh tujuan pembelajaran telah terpenuhi atau suatu satuan pembelajaran telah selesai, maka dilakukan evaluasi untuk menentukan nilai akhir. Tujuan utama dari penilaian akhir ini adalah untuk mengetahui seberapa baik prestasi siswa setelah mereka menyelesaikan program studi untuk mengajar dalam jangka waktu tertentu. Untuk menetapkan nilai akhir siswa dalam jangka waktu tertentu adalah tujuan utama penilaian sumatif. Kedua, untuk melaporkan sejauh mana siswa telah meningkatkan keterampilan mereka dalam jangka waktu tertentu. Dan yang ketiga, untuk mengukur seberapa baik prestasi siswa di kelas lanjutan berikutnya. Singkatnya, tujuan evaluasi sumatif adalah untuk mengetahui seberapa baik siswa mengerjakan suatu tes dengan mengumpulkan data tentang tingkat penguasaan dan hasil belajarnya (Sahlan. PENUTUP Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: Tiga metode yang dapat dilakukan oleh siswa SD Islam NU Sekaran Kayen Kidul yang sedang belajar Al-Qur'an dengan metode Al-Baghdadi, dengan beberapa penyesuaian berdasarkan keadaan masing-masing: Pertama. Membaca huruf hijaiyyah sesuai terhadap makhroj dan sifatnya itulah tujuan dari metode Vol. 13 No. 1 | 27 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam individual yang digunakan pada jilid 1 yaitu jilid pertama di kelas 1. Kedua, jilid 2 pendekatan klasikal individual di kelas 2 menitikberatkan pada membantu siswa membaca mad wajib atau mad jaiz dengan tiga alifs dan nada datar . aitu tanpa nada bengko. , serta membaca setiap kalimat dengan cermat dan memahami kaidah membaca nun dan tanwin . Ketiga , strategi membaca dan mendengarkan klasik Volume 3 meminta siswa untuk membaca dengan lantang dari teks yang dipilih guru dan kemudian terus membaca dan mendengarkan satu sama lain untuk membantu satu sama lain fokus pada teks dan memperkuat ingatan mereka. Al-Baghdadi yang bertujuan agar para pengajar Al-Qur'an di sekolah tersebut benar-benar menguasai metodologi dan tahapan pengajaran kitab serta mahir dalam bidangnya. menjaga ketertiban di kelas. Pendekatan Al-Baghdadi dalam pengajaran Al-Qur'an menekankan pada dua prinsip utama: pertama, learning by kedua, pengulangan. dan ketiga, hubungan yang penuh kasih dan sabar antara instruktur dan siswa. Kemahiran siswa dalam membaca Al-Qur'an merupakan salah satu hasil penilaian di SD Islam NU Sekaran Kayen Kidul. Ada empat bagian dalam keseluruhan proses penilaian: tes penempatan, penilaian harian, penilaian kenaikan kelas/volume, dan penilaian tahap akhir. Vol. 13 No. 1 | 28 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam DAFTAR PUSTAKA