JIGE 3 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige PENERAPAN TEORI BELAJAR HUMANISTIK PADA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR Rudi Prasetyo . Oktaviani Adhi Suciptaningsih Universitas Negeri Malang. Malang. Indonesia UPT Satuan Guruan SDN Karangsari 1. Blitar. Indonesia History Article Article history: ABSTRACT Received Desember 13. Approved Desember 20. Keywords: Humanistic. This study aims to describe the application of humanistic learning theory through differentiation learning in elementary The method used in this study is the literature review method where the data comes from various sources of articles in electronic journals. The data collection technique used in this research is documentation. Furthermore, the data analysis technique used in this research is content analysis. The results of this study attempt to illustrate that differentiated learning is learning designed by the teacher to facilitate students in building their knowledge in the process of changing behavior that embodies the diversity of characteristics, interests, motivations of students. Humanistic learning theory is a theory that helps students to enjoy learning about subject matter. Humanistic learning theory can be used to implement differentiated learning in elementary schools. Humanistic learning theory emphasizes the activities of guiding, developing and directing the basic potential of students both in terms of cognitive, affective and psychomotor. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan teori belajar humanistik melalui pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kajian literatur yang datanya berasal dari berbagai sumber artikel pada jurnal elektronik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi. Hasil penelitian ini berusaha menggambarkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuannya pada proses perubahan perilaku yang mewadahi keragaman karakteristik, minat, motivasi dari siswa. Teori belajar humanistik adalah teori yang membantu siswa untuk senang belajar pada materi pelajaran. Teori belajar humanistik dapat Penerapan Teori Belajar HuanistikA - 233 Prasetyo&Suciptaningsih / Jurnal Ilmiah Global Education 3 . berdiferensiasi di sekolah dasar. Teori belajar humanistik menekankan pada kegiatan membimbing, mengembangkan dan mengarahkan potensi dasar siswa baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. A 2022 Jurnal Ilmiah Global Education e-mail : rudiprasetyo61@guru. PENDAHULUAN Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan guruuntuk membelajarkan siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan adalah mengajak siswa menuju pada perubahan tingkah laku yang permanen yang dilihat dari segi intelektual, emosional, mental, maupun sosial (Sanusi, 2. Aswita . 5 menyatakan bahwa pembelajaran yang berkualitas akan mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Untuk mengembangkan potensi siswa, guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Hal ini disebabkan karena keberhasilan pendidikan ditentukan oleh bagaimana proses pembelajaran berlangsung. Sekolah sebagai sistem penyelenggara pendidikan harus memberdayakan seluruh komponen yang ada di dalamnya secara terpadu dan saling berhubungan antara satu dengan yang lain sehingga mendorong tercapainya tujuan pendidikan (Hera, 2. Siswa sebagai salah satu komponen pendidikan yang menjadi subjek pendidikan itu sendiri, mempunyai kedudukan yang penting bagi keberhasilan pembelajaran. Siswa sekolah dasar mempunyai banyak keberagaman. Beragamnya kemampuan pemelajar yang ada di dalam suatu kelas membuat seorang guru harus berpikir kreatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (Puspitasari et. Guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang mampu mewadahi keragaman tersebut agar siswa sebagai subjek pendidikan bisa berhasil. Agar dapat merubah perilaku siswa ke arah yang lebih baik maka dibutuhkan teori belajar humanistik dalam pembelajaran berdiferensiasi di sekolah. Pembelajaran humanistik merupakan pembelajaran yang dapat mengembangkan sikap saling menghargai dan mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa. Anam . menyatakan bahwa konsep belajar teori humanistik mengajak untuk menghayati, menyelami, dan memahami berbagai bentuk potensi yang ada pada siswa dan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa. Untuk itu, pembelajaran berdifernsiasi menjadi hal penting pada pembelajaran dalam proses pendidikan. Pembelajaran berdiferensiasi sendiri merupakan pembelajaran yang memperhatikan perbedaanperbedaan individual dan kebutuhan siswa (Herwina, 2. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Lebih lanjut pembelajaran berdiferensiasi merupakan penyesuaian terhadap minat, profil belajar, kesiapan siswa agar tercapai peningkatan hasil belajar. Dalam proses pembelajaran di kelas, ada lima komponen penting yang membentuk satu kesatuan lingkungan pembelajaran, yaitu tujuan, guru, siswa, materi, dan evaluasi. Dari kelima komponen tersebut, guru merupakan penggerak aktif agar pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien (Widyaningrum dan Rahmanumeta, 2. Oleh sebab itu untuk menjalankan kelima komponen di atas guru perlu menggunakan strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam menentukan keberhasilan dan perubahan tingkah laku siswa. Strategi pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dalam konten, proses, produk, dan lingkungan belajar (Tomlinson,2. Untuk itu, strategi pembelajaran yang dipilih, didasarkan pada pertimbangan yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan lingkungan yang akan dihadapi. Pemilihan strategi pembelajaran bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada pada siswa baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan penerapan teori belajar humanistik dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kajian literatur. Kajian literatur yaitu metode yang datanya diperlukan dalam menyelesaikan suatu penelitian yang berasal dari sumber diantaranya artikel dari jurnal elektronik (Harahap, 2. Penerapan Teori Belajar HuanistikA - 234 Prasetyo&Suciptaningsih / Jurnal Ilmiah Global Education 3 . Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi. Menurut Arikunto dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupa artikel maupun jurnal (Purwoko. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis isi. Analisis yaitu melakukan proses memilih, membandingkan, dan menggabungkan berbagai pengertian sehingga ditemukan yang pengertian yang relevan (Purwoko, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Teori Belajar Humanistik Menurut Alauddin . teori belajar humanistik adalah teori belajar yang membantu siswa untuk senang belajar pada suatu objek atau materi pelajaran yang berhubungan dengan aspek-aspek Tujuan belajar menurut aliran humanistik untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika siswa memahami lingkungan dan dirinya sendiri (Arbayah, 2. Oleh sebab itu pendidikan dalam pandangan teori belajar humanistik mampu mengakomodasi semua kepentingan stakeholder dalam dunia pendidikan. Hal ini karena pendidikan humanistik ditafsirkan sebagai pendidikan yang diarahkan untuk semua komponen pendidikan, yang tidak hanya berorientasi pada humanisme siswa tetapi juga pada guru (Riyanton, 2. Menurut Yasin . teori humanistik memandang proses belajar ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia. Oleh sebab itu, teori belajar humanistik sifatnya lebih abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat, teori kepribadian, dan psikoterapi, dari pada bidang kajian psikologi belajar. Teori humanistik sangat mementingkan apa yang dipelajari dari pada proses belajar itu sendiri. Teori belajar humanistik lebih banyak berbicara tentang konsep-konsep guruan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan, serta tentang proses belajar dalam bentuknya yang paling Menurut Rofikoh . pembelajaran humanistik memberi kebebasan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat. Guru sebagai tenaga guru tidak berhak mencela atau mengkritik siswa, karena siswa diperlakukan sebagai subjek dan bukan sebagai objek pembelajaran. Dengan demikian melalui pembelajaran humanistik siswa diharapkan aktif dalam belajar dalam mengembangkan potensi dirinya. Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi sendiri merupakan pembelajaran yang memperhatikan perbedaanperbedaan individual dan kebutuhan siswa (Herwina, 2. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Lebih lanjut pembelajaran berdiferensiasi merupakan penyesuaian terhadap minat, profil belajar, kesiapan murid agar tercapai peningkatan hasil belajar. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu bentuk upaya dalam serangkaian pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan peserta didik dalam hal kesiapan belajar, profil belajar siswa, minat dan bakat (Aprima, 2. Hal penting lain bahwa pembelajaran berdiferensiasi bukan pembelajaran individu namun pembelajaran yang bersifat klasikal namun dalam kegiatannya mengutamakan diferensiasi di kelas, memperhatikan perbedaan yang ada, melaksanakan segala aktivitas yang mendukung untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal tanpa merubah pribadi individu siswa (Jenyana, 2. Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar Guru dapat membedakan setidaknya empat elemen kelas berdasarkan kesiapan, minat, atau profil pembelajaran siswa. Guru dapat melakukan diferensiasi dengan empat cara meliputi, . konten yaitu apa yang perlu dipelajari siswa atau bagaimana siswa akan mendapatkan akses ke informasi. proses yaitu aktivitas yang melibatkan siswa untuk memahami atau menguasai konten. produk yaitu proyek puncak yang meminta siswa untuk berlatih, menerapkan, dan memperluas apa yang telah dia pelajari dalam sebuah unit. lingkungan belajar yaitu cara kelas bekerja dan merasakan (Tomlinson, 2. Diferensiasi isi dapat dilaukan dengan berbagai kegiatan. Contoh diferenisiasi konten pada sekolah dasar yaitu sebagai berikut: . menggunakan bahan bacaan pada berbagai tingkat keterbacaan. meletakkan materi teks pada kaset. menggunakan daftar ejaan atau kosa kata sesuai tingkat kesiapan . menyajikan gagasan menggunakan sarana audio dan visual. menggunakan kelompok dan . bertemu dengan kelompok-kelompok kecil untuk mengajarkan kembali ide atau keterampilan bagi siswa yang kesulitan, atau untuk memperluas pemikiran atau keterampilan siswa tingkat Penerapan Teori Belajar HuanistikA - 235 Prasetyo&Suciptaningsih / Jurnal Ilmiah Global Education 3 . Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan. Contoh proses atau kegiatan pembedaan pada tingkat dasar adalah sebagai berikut: . menggunakan kegiatan berjenjang di mana semua siswa bekerja dengan pemahaman dan keterampilan penting yang sama, tetapi dilanjutkan dengan tingkat dukungan, tantangan, atau kompleksitas yang berbeda. menyediakan pusat minat yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi dari topik kelas yang menarik bagi mereka. mengembangkan agenda pribadi . aftar tugas yang ditulis oleh guru dan berisi pekerjaan bersama untuk seluruh kelas dan pekerjaan yang memenuhi kebutuhan individu sisw. untuk diselesaikan baik selama waktu agenda yang ditentukan atau saat siswa menyelesaikan pekerjaan lain lebih awal. menawarkan bantuan manipulatif atau bantuan langsung lainnya bagi siswa yang membutuhkannya. memvariasikan lamanya waktu yang mungkin diperlukan siswa untuk menyelesaikan tugas guna memberikan dukungan tambahan bagi siswa yang sedang mengerjakan atau untuk mendorong siswa tingkat lanjut untuk mengikuti suatu topik secara lebih mendalam. Diferensiasi produk dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan berikut. Contoh produk pembeda di sekolah dasar antara lain sebagai berikut: . memberi siswa pilihan tentang cara mengekspresikan pembelajaran yang diperlukan . isalnya, membuat pertunjukan wayang, menulis surat, atau mengembangkan moral dengan labe. menggunakan rubrik yang sesuai dan memperluas tingkat keterampilan siswa yang bervariasi. membiarkan siswa bekerja sendiri atau dalam kelompok kecil pada produk mereka. mendorong mahasiswa untuk membuat produk tugas sendiri sepanjang tugas tersebut mengandung unsur-unsur yang diperlukan. Ada beberapa cara menerapkan diferensi lingkungan belajar. Contoh pembedaan lingkungan belajar di tingkat SD antara lain: . memastikan ada tempat di dalam ruangan untuk belajar dengan tenang dan tanpa gangguan, serta tempat yang mengundang kerjasama siswa. menyediakan materi yang mencerminkan keragaman budaya dan tatanan rumah. menetapkan pedoman yang jelas untuk tugas mandiri yang sesuai dengan kebutuhan siswa. mengembangkan rutinitas yang memungkinkan siswa mendapatkan bantuan ketika guru sibuk dengan siswa lain dan tidak dapat membantu mereka dengan segera. membantu siswa memahami bahwa beberapa siswa perlu bergerak untuk belajar, sementara yang lain lebih baik duduk diam. KESIMPULAN Teori belajar humanistik menekankan pada pelayanan berbagai keragaman siswa untuk Pada pembelajaran humanistik menganut bahwa belajar berpusat pada siswa. Proses belajar dianggap berhasil jika siswa memahami lingkungan dan dirinya sendiri. Di dalam teori belajar humanistik guru berperan sebagai fasilitator bagi siswa, guru memberikan motivasi dan kesadaran mengenai arti belajar dalam kehidupan siswa. Oleh sebab itu dibutuhkan teori belajar humanistik dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk merubah perilaku siswa ke arah yang lebih baik. Pada kelas yang menerapkan pembelajaran diferensiasi, guru harus berpikir bahwa para siswa memiliki kebutuhan belajar yang beragam dan berbeda satu dengan yang lainnya. Terdapat empat . komponen pembelajaran berdiferensiasi, yaitu: isi, proses, produk, dan lingkungan belajar. DAFTAR PUSTAKA