P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. PELATIHAN JURNALISTIK BAGI SISWA SEKOLAH MELALUI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI ERA MILENIAL Norbertus Tri Suswanto Saptadi1*. Hans Christian Marwi2. Fransiskus Aurelio Hamdani3 1,2,3Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Atma Jaya Makassar Jalan Tanjung Alang Nomor 23. Makassar. Indonesia ntsaptadi@gmail. com1*, marwihans@gmail. com2, aureliohamdani61@gmail. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract The dynamics of students in high school currently face various strong and unique challenges related to understanding journalism and the use of social media tools in the millennial era. The use of computers is a real activity of Youth Catholic Community (YCC) which continues to be dynamic. The problems faced by Cenderawasih Catholic High School and Frater High School students in using social media are a lack of good and wise knowledge and understanding, still having an emotional nature or lack of self-control, and not using social media applications constructively. Student learning practices still require serious efforts to increase productivity to be targeted, effective and measurable. The training aims to educate school students in understanding journalistic concepts with 3 . main aspects in the use of social media in the millennial era, namely: cognitive . , affective . , and psychomotor . to produce creative social media content with character constructive. Training methods include pre-training . nformation questionnair. , training implementation . utorial, practice, and presentatio. and training evaluation . ubric questionnair. The training has educated students in understanding journalistic concepts with 3 . aspects of using social media in the millennial era. The results of the evaluation of 30 students, namely: cognitive aspects of 18 people or 60. 00%, affective aspects of 22 people or 73. and psychomotoric aspects of 21 people or 70. 00%, so it can be said that in general students have been able to understand the use of social media well good. Keywords: attitude. social media. Abstrak Dinamika siswa di sekolah menengah atas hingga saat ini menghadapi berbagai tantangan kuat dan unik berkaitan dengan pemahaman terhadap jurnalistik dan penggunaan sarana media sosial di era milenial. Pemanfaatan komputer merupakan aktivitas nyata Orang Muda Katolik (OMK) yang terus berdinamika. Permasalahan yang dihadapi siswa SMAK Cenderawasih dan SMA Frater dalam penggunaan media sosial adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman yang baik dan bijak, masih terdapat sifat emosi atau kurang penguasaan diri, dan belum menggunakan aplikasi medsos yang konstruktif. Praktik belajar siswa masih memerlukan usaha serius untuk meningkatkan produktivitas menjadi terarah, efektif, dan terukur. Pelatihan bertujuan untuk mengedukasi siswa sekolah dalam memahami konsep jurnalistik dengan 3 . aspek utama dalam penggunaan media sosial di era milenial, yaitu: kognitif . , afektif . , dan psikomotorik . untuk menghasilkan konten kreatif media sosial yang berkarakter Metode pelatihan meliputi pra pelatihan . uesioner informas. , pelaksanaan pelatihan . utorial, praktik, dan presentas. dan evaluasi pelatihan . uesioner rubri. Pelatihan telah mengedukasi siswa dalam memahami konsep jurnalistik dengan 3 . aspek penggunaan media sosial di era milenial. Hasil evaluasi penilaian 30 siswa, yaitu: aspek kognitif 18 orang atau 60,00%, afektif 22 orang atau 73,33%, dan psikomotorik 21 orang atau 70,00%, sehingga dapat dikatakan secara umum siswa telah dapat memahami penggunaan media sosial dengan baik. Kata kunci: sikap. media sosial. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. PENDAHULUAN Perkembangan siswa di Sekolah Menengah Atas hingga saat ini menghadapi berbagai tantangan kuat dan unik terkait dengan pemahaman terhadap jurnalistik dan penggunaan sarana media sosial di era milenial . Pemanfaatan komputer di era milenial merupakan aktivitas Orang Muda Katolik (OMK) yang berdinamika. Penggunaan media sosial sebagai sarana aktivitas OMK, terutama bagi siswa di SMA Katolik Cendrawasih Makassar dan SMA Frater Makassar. Praktik belajar siswa masih memerlukan usaha serius untuk meningkatkan produktivitas menjadi terarah, efektif, dan terukur. Permasalahan umum jurnalistik berupa memilah informasi benar, inkonsistensi, akurasi data yang tidak sesuai dan membanjirnya konten negatif dalam berbagai platform media sosial . Jurnalistik yang kurang relevan, membias, dan viral dalam penyajian akan berpeluang mengaburkan prinsip dari jurnalisme yang objektif, bijak, dan bertanggung jawab. Keamanan data, akurasi, dan privasi menjadi perhatian penting karena telah terjadi eksploitasi atau penyalahgunaan dalam pemberitaan secara online . Kemampuan menulis berita, opini, dan features berhubungan dengan pengembangan karier bidang kepenulisan yang beragaman bahasa Indonesia, seperti ranah jurnalistik, bisnis, sastra, ataupun filsafat . Permasalahan yang dihadapi siswa SMAK Cenderawasih dan SMA Frater dalam penggunaan media sosial adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman yang baik dan bijak, masih terdapat sifat emosi atau kurang penguasaan diri, dan belum menggunakan aplikasi medsos yang konstruktif. Pelatihan jurnalistik di ranah penggunaan media sosial berguna membekali dan mengedukasi keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dan menjadikan pengguna media sosial yang cerdas, beretika dan bertanggung jawab . Berbagai macam aktivitas dasar jurnalistik meliputi korespondensi, meliput dan publikasi yang akan diciptakan siswa melalui layanan dan sarana media sosial masih memiliki persoalan pada nilai aspek knowledge, attitude dan skill . Untuk mengatasi persoalan ketiga aspek penting maka diupayakan aktivitas jurnalistik media sosial dengan pendekatan komprehensif. Penyediaan pelatihan dan workshop rutin, berfokus pengembangan keterampilan jurnalistik, literasi media massa, dan etika media sosial menjadi solusi. Pelatihan membuat siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang proses jurnalistik serta memahami implikasi dari konten yang dibuat dan bagaimana cara menyampaikan secara etis dan positif . Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Diperlukan usaha nyata dalam membangun sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi agar terhindar dari ujaran . Pendekatan konstruktif akan mendorong siswa untuk dapat mempertanyakan, memverifikasi, dan menganalisis berita sebelum menyebarkan . Siswa akan belajar menyatukan teknologi pembelajaran agar dapat menjadi dasar pemanfaatan platform digital dan media sosial sebagai sarana praktik langsung mengembangkan keterampilan jurnalistik . Pelatihan jurnalistik dapat membuat siswa menjadi jurnalis yang kompeten, kritis, terampil, produktif, bijak, dan bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan informasi di era milenial. Pelatihan jurnalistik penggunaan media sosial di era milenial menjadi suatu kebutuhan mendesak dalam menghadapi dinamika informasi yang semakin berkembang pesat . Era milenial memberikan kesempatan media sosial berperan aktif dalam dinamika kehidupan siswa sekolah dan menjadi salah satu sumber utama alternatif berita dan informasi bagi generasi milenial . Pelatihan jurnalistik yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyebarkan suatu informasi akan menjadi sangat esensial dalam memahami strategi yang tepat . Dalam pemanfaatan media sosial diharapkan siswa pelatihan akan dapat mampu meningkatkan keterampilan khusus, memperluas jangkauan publikasi, dan memperkuat integritas data dan informasi di tengah arus berita yang begitu cepat dan kompleks . Jurnalisme memiliki kontribusi penting dan nyata dalam ranah media sosial era milenial. Berbagai aktivitas jurnalistik dapat dilakukan siswa sekolah melalui layanan media sosial yang syarat akan persoalan ranah kognitif atau pengetahuan . , afektif atau sikap . , dan psikomotorik atau keterampilan . Program pelatihan jurnalistik yang terarah dan terukur membantu siswa dalam memahami konten media sosial agar memberikan kontribusi . Upaya konstruktif dan interaksi dalam pelatihan jurnalitik melalui media sosial meliputi: Pengetahuan membuat seorang siswa yang memiliki wawasan atau pengetahuan mengenai informasi yang didiskusikan dan dikonfirmasi. Sikap membuat seorang siswa perlu memiliki sikap atau etika proporsional dalam interview dengan sesama dan memohon informasi. Keterampilan membuat seorang siswa perlu memiliki kemampuan atau keterampilan dalam menciptakan informasi relevan pada ranah umum sehingga menciptakan orang tertarik dan mengikuti dengan pasti. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Pelaksanaan program kerja abdimas atau pengabdian kepada masyarakat diawali melalui komunikasi dan pengajuan dokumen permohonan untuk pelatihan jurnalistik kepada Kepala Sekolah Menengah Atas Frater Makassar dan Sekolah Menengah Atas Katolik Cendrawasih Makassar. Pelatihan Jurnalistik dilaksanakan atas kerja sama Fakultas Teknologi Informasi Universitas Atma Jaya Makassar (FTI UAJM) dan Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Makassar (KomKep KAMS). Pelatihan bertujuan untuk mengedukasi siswa sekolah dalam memahami konsep jurnalistik dengan 3 . aspek utama dalam penggunaan media sosial di era milenial, yaitu: kognitif . , afektif . , dan psikomotorik . untuk menghasilkan konten kreatif media sosial yang berkarakter konstruktif. Kegiatan pra-pelatihan diawali dengan mendokumentasi data siswa melalui kuesioner google form untuk mengetahui informasi awal dari siswa yang akan mengikuti pelatihan. Metode pelatihan dari instruktur terdiri dari tutorial umum, praktik membuat konten kreatif, bercerita konten, dan evaluasi. Berikut penerapan metode, yaitu: Pra Pelatihan melalui pengisian kuesioner siswa untuk mendapatkan informasi dan gambaran yang terkait jurnalistik dan penggunaan media. Pelaksanaan terdiri dari: Materi tutorial yang meliputi pemahaman dan dinamika TI, jurnalistik. UU Pers, media sosial, pembuatan konten kreatif, pengutipan kabar gembira, dan cara publikasi. Praktik membuat konten kreatif bagi siswa melalui topik terkait yang relevan. Siswa diharapkan dapat mendesain konten melalui perangkat smartphone dengan menggunakan dasar dari materi instruktur. Presentasi dengan cara bercerita konten karya dilaksanakan setelah siswa mendesain konten kreatif lalu menyajikan pesan dan makna konten kepada siswa lain. Evaluasi dilakukan dengan cara siswa sekolah bercerita mengenai konten kreatif yang dibuat untuk mendapatkan masukan, saran hingga Evaluasi dengan ketentuan nilai dari rubrik angka 1 hingga 5 dengan kriteria bahwa nilai 5 dengan kategori tertinggi . angat bai. , nilai 4 . , nilai 3 . , nilai 2 . dan nilai 1 . angat kuran. Pelatihan jurnalistik diharapkan akan dapat meningkat dalam aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan . sehingga menunjang terhadap hasil analisis pada nilai 3 . aspek Berikut pemahaman ketiga aspek, yaitu: Aspek Kognitif: kemampuan siswa sekolah dalam penggunaan media sosial yang dapat membantu dalam mengembangkan strategi pendidikan yang lebih efektif untuk membantu siswa menjadi pengguna yang lebih cerdas dan bertanggung jawab di dunia digital, meliputi: pemahaman konten, keterampilan penilaian, kemampuan analisis, keterampilan berpikir kritis, dan pengelolaan waktu. Aspek Afektif: memahami lebih baik bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi emosi, sikap, dan kesejahteraan siswa yang menjadi dasar mengembangkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik, general, dan berfokus pada kesejahteraan siswa dalam dunia digital yang semakin kompleks, meliputi: emosi positif dan negatif, sikap terhadap diri sendiri dan orang lain, interaksi sosial, pengaruh kelompok dan norma sosial, kesejahteraan emosional. Aspek Psikomotorik: memahami bagaimana siswa menggunakan keterampilan fisik dan teknis saat berinteraksi dengan media sosial yang menjadi dasar untuk mengembangkan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknologi dan kompetensi digital siswa dalam era digital yang terus dapat berkembang, meliputi: keterampilan teknis, koordinasi dan kendali gerakan, responsivitas terhadap stimulus visual dan auditif, keterampilan navigasi dan penjelajahan, keterampilan berbagi dan berkolaborasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan jurnalistik dijalankan pada Sabtu, 4 Mei 2024 Pukul 08. 00 Wita di Sentrum Pastoral Kevikepan Makassar Jalan Serui Nomor 18/33 Makassar Sulawesi Selatan dengan jumlah siswa 30 orang seperti flyer pada gambar 1. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Flyer Pelatihan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Pra Pelatihan Siswa mengisi kuesioner registrasi melalui aplikasi google form sebelum pelatihan dan terdapat informasi data awal sebagai dasar metode yang akan diterapkan. Siswa yang mengisi kuesioner berjumlah 30 siswa . %) seperti pada gambar 2. Pendidikan Kelas Sekolah Siswa Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Pendidikan Kelas Sekolah Jumlah siswa kelas 10: 16 . ,3%) orang, kelas 11: 13 . ,3%) orang, dan kelas 12: 1 . ,4%). Jenis Kelamin Siswa Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Siswa Pelatihan Demografi siswa yang melakukan registrasi pelatihan jurnalistik ditunjukkan gambar 3-6. Asal Sekolah Siswa Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 6. Jenis Kelamin Jumlah siswa laki-laki: 11 . ,7%) orang dan siswa perempuan: 19 . ,3%) orang. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Asal Sekolah . Pelaksanaan meliputi: Materi tutorial meliputi pemahaman dan dinamika TI, jurnalistik, teknik peliputan, media sosial, pembuatan konten kreatif, tren penggunaan digital, penyajian konten kreatif, dan teknik publikasi seperti gambar 7-9. Jumlah siswa SMAK Kasih Makassar: 16 . ,3%) orang dan SMA Frater Makassar: 14 . ,7%) orang. Umur Siswa Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 7. Pemberian Materi Jurnalistik Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Umur Peserta mengikuti arahan dari instruktur berdasarkan materi yang diberikan dengan berdasarkan slide materi yang diberikan. Umur siswa <15 tahun: 1 orang . %), 15 tahun: 10 orang . ,3%), 16 tahun: 14 orang . ,7%), 17 tahun: 4 orang . ,3%), >18 tahun: 1 orang . %). Praktik pembuatan konten siswa melalui tema tutorial dengan perangkat smartphone dan mekanisme kerja instruktur. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Umur Siswa Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 8. Praktik Konten dari Instruktur Instruktur memberikan bahan latihan dengan memberikan contoh pembuatan dalam aplikasi Canva yang setelah itu dipraktikan bersama. Bercerita konten kreatif dilakukan oleh siswa kepada siswa lain. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 11. Umur atau usia Umur siswa 13-15 tahun: 7 . ,2%) orang, dan 16-18 tahun: 10 . ,8%) orang. Umur ini menunjukan jenjang usia normal dalam pendidikan SMA. Pendidikan Kelas Sekolah Siswa Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 12. Pendidikan Kelas Sekolah Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 9. Presentasi Hasil Konten Kreatif Setelah pelatihan, kuesioner diisi 17 siswa . ,66%) dari 30 siswa. Demografi dari siswa sekolah ditunjukkan pada gambar 10-13. Pendidikan siswa kelas X: 9 . ,9%) orang, dan kelas XI: 8 . ,1%) orang. Kelas ini menunjukan peserta yang berasal dari kelas X dan XI. Jenis Kelamin Siswa Asal Sekolah Siswa Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 13. Jenis Kelamin Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 10. Asal Sekolah Jumlah siswa SMA Kasih Makassar: 5 . ,4%) orang, dan SMA Frater Makassar: 12 . ,6%) orang. Jumlah ini menunjukkan bahwa siswa memiliki semangat untuk pelatihan. Jenis kelamin siswa Laki-laki: 6 . ,3%) orang, dan perempuan: 11 . ,7%) orang. Terdapat siswa yang banyak menjawab dan merespon kuesioner berjenis kelamin perempuan. Hasil kuesioner dari pelatihan jurnalistik yang telah dilaksanakan dapat ditunjukkan pada gambar 14-21. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Pemahaman Siswa terhadap Jurnalistik Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 14. Pemahaman Jurnalistik Pemahaman jurnalistik skala 5: 4 . ,5%) orang, skala 4: 7 . ,2%) orang, dan skala 3: 6 . ,3%) Hal ini dapat diketahui bahwa pemahaman siswa terhadap jurnalistik cukup baik karena berada pada skala 3 ke atas. Jenis Media Sosial yang digunakan Siswa Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 17. Jenis Media Sosial Jenis media sosial tertinggi: Instagram dan Youtube 16 . ,1%), dan disusul Tiktok 15 . ,2%). Hal ini dapat diketahui bahwa pemahaman siswa terhadap jenis media sosial cukup beragam dan banyak telah digunakan. Aspek Pemahaman yang Siswa kuasai Pemahaman Siswa terhadap Era Milenial Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 15. Pemahaman Era Milenial Pemahaman era milenial skala 5: 4 . ,5%) orang, skala 4: 9 . ,9%) orang, dan skala 3: 4 . ,5%) orang. Hal ini dapat diketahui bahwa pemahaman siswa mengenai era milenial cukup baik karena berada pada skala 3 ke atas. Pemahaman Siswa terhadap Media Sosial Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 16. Pemahaman Media Sosial Pemahaman media sosial skala 5: 5 . ,4%) orang, skala 4: 10 . ,8%) orang, skala 3: 2 . ,8%) Hal ini dapat diketahui bahwa pemahaman siswa mengenai media sosial cukup baik karena berada pada skala 3 ke atas. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 18. Aspek Pemahaman Aspek pemahaman kognitif: 10 . ,8%) orang, afektif: 12 . ,6%) orang, dan psikomotorik: 7 . ,2%) orang. Hal ini dapat diketahui bahwa 2 aspek kognitif dan afektif cukup baik dan aspek prikomotorik masih perlu ditingkatkan. Permasalahan Siswa terhadap aspek pada pengetahuan jurnalistik Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 19. Permasalahan Aspek Pengetahuan Aspek pengetahuan jurnalistik fasil. ,8%) orang, kurang pengetahuan: 6 . ,3%) orang, wawasan: 4 . ,5%) orang, dan konteks: 4 . ,5%) orang. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi pengetahuan terdapat pada aspek P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Permasalahan Siswa terhadap aspek pada sikap Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 20. Permasalahan Aspek Sikap Aspek sikap jurnalistik komunikasi buruk: 11 . ,7%) orang, emosional: 8 . ,1%) orang, kurang beretika: 1 . ,9%) orang. Hal ini dapat diketahui bahwa dominasi permasalahan pada aspek komunikasi buruk dan emosional siswa. Permasalahan Siswa terhadap aspek pada keterampilan jurnalistik Harapan Siswa pada aspek pengetahuan melalui Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 22. Harapan Terhadap Pengetahuan Harapan pengetahuan kreatif: 17 . %) orang, proaktif: 8 . ,1%) orang, dan konstruktif: 6 . ,3%). Hal ini dapat diketahui bahwa siswa telah proaktif dalam mengikuti pelatihan. Harapan Siswa pada aspek sikap melalui Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 23. Harapan Terhadap Sikap Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 21. Permasalahan Aspek Keterampilan Aspek keterampilan jurnalistik tertinggi adalah kurang menggunakan: 8 . ,1%) orang, kurang komunikasi: 7 . ,2%) orang, terendah kurangnya fasilitas: 1 . ,9%). Hal ini dapat diketahui bahwa cukup beragam keterampilan yang dimiliki siswa. Evaluasi Evaluasi dilaksanakan setelah siswa telah menjelaskan materi konten kreatif. Berdasarkan hasil evaluasi dari pelatihan jurnalistik terhadap 17 siswa yang telah memberi respon jawaban melalui kuesioner google form seperti pada gambar 22-25. Jawaban dapat lebih dari dari 1 pilihan. Evaluasi meliputi harapan siswa pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Setelah itu diketahui pula jenis pelatihan yang diharapkan untuk dapat dilakukan agar dapat meningkat kemampuan siswa dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, keluarga, dan masyawarakt. Harapan sikap baik: 15 . ,2%) orang, beretika: ,5%) orang, dan terpuji: 11 . ,7%). Hal ini dapat diketahui bahwa sikap siswa telah meningkat menjadi baik setelah mengikuti pelatihan. Harapan Siswa pada aspek keterampilan melalui Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 24. Harapan Terhadap Keterampilan Harapan keterampilan profesional: 13 . ,5%) orang, handal: 12 . ,6%) orang, dan bergairah: 5 . ,4%). Hal ini dapat diketahui bahwa keterampilan siswa cukup profesional dan handal setelah mengikuti pelatihan. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Jenis Pelatihan apa yang diharapkan selanjutnya Desain siswa yang telah menjadi pemenang pelatihan jurnalistik dalam membuat konten kreatif dapat dilihat pada Gambar 27. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 25. Jenis Pelatihan Selanjutnya Jenis pelatihan tertinggi adalah public speaking: ,2%) orang, dan kepemimpinan: 9 . ,9%) Hal ini dapat diketahui bahwa siswa masih berhadap pelatihan lanjutan dengan materi pelatihan tertentu yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas. Berdasarkan hasil bercerita konten kreatif yang dibuat siswa pelatihan yang berjumlah 30 orang siswa maka dihasilkan evaluasi 3 . aspek dari kognitif . , afektif . dan psikomotorik . seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Evaluasi Penilaian Siswa Aspek Kognitif Afektif Psikomotorik SaBa SaKu Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Keterangan: SaBa: Sangat Baik Ku: Kurang Ba: Baik SaKu: Sangat Kurang Cu: Cukup Hasil evaluasi memperlihatkan gambaran pelatihan jurnalistik dalam membuat konten kreatif media sosial telah memberikan informasi bahwa siswa telah memperoleh pengalaman dalam ranah aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik selama pelaksanaan dan mendapat penghargaan. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 27. Konten Kreatif Pembuatan konten kreatif dalam instagram memberikan kesempatan kepada siswa dan beberapa ide atau gagasan konstruktif untuk membuat konten kreatif di media sosial instagram seperti penyajian serangkaian foto atau gambar, tantangan atau challenge, video pendek, kuis atau pertanyaan, inspirasi harian atau motivasi, kolaborasi dengan pengguna lain, cerita atau catatan perjalanan, gamifikasi konten, live session atau Q&A, hingga petisi atau kampanye sosial. Pelatihan jurnalistik media sosial dengan sumber dari kitab suci memberikan beberapa harapan yang menarik kepada siswa sekolah seperti pemahaman yang lebih mendalam, perspektif beragam, kritisisme yang terarah, kreativitas dan inovasi, serta etika yang memiliki dasar yang baik dan kuat. Usaha memadukan prinsip jurnalistik dengan nilai dan ajaran dari kitab suci membuat pelatihan memiliki potensi untuk menghasilkan liputan media sosial yang bermakna, berdampak, dan memperkaya bagi masyarakat. KESIMPULAN Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 26. Pemberian Penghargaan Gambar 26. Pemberian Penghargaan Hasil desain konten kreatif yang mengedukasi dalam sajian secara audio visual melalui aplikasi canva telah memberikan gambaran mengenai bagaimana iman akan memberikan kehidupan, kekuatan dan keselamatan untuk perbuatan baik dan benar. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Pelatihan telah mengedukasi siswa sekolah dalam upaya memahami konsep jurnalistik dengan 3 . aspek utama penggunaan media sosial di era milenial dengan hasil evaluasi penilaian 30 siswa, yaitu: aspek kognitif 18 orang . %), afektif 22 orang . ,3%), dan psikomotorik 21 orang . %), sehingga dikatakan bahwa secara umum siswa telah memahami penggunaan media sosial dengan baik. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan secara khusus kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Makassar (Komkep KAMS). Sekolah SMA Katolik Cendrawasih (Kasi. Makassar. SMA Frater Makassar, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Atma Jaya Makassar (LPPM UAJM) yang telah berusaha memberikan dukungan, fasilitas layanan kerja sama, penyediaan sarana dan prasarana serta membantu mengkoordinasikan dan menghadirkan siswa sekolah dalam pelatihan jurnalistik. DAFTAR PUSTAKA