Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 Implementasi Metode Qiro’ati Dalam Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Santriwati Baru Di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor Suhendra1, Liska Mutmainah2, Hilman Hakiem3 1,2,3 Universitas Ibn Khaldun Bogor liskamuthmainah@gmail.com2, dr.suhendra.mm@gmail.com1, hilman@fai.uika-bogor.ac.id3 ABSTRACT Qiroati is a method of reading and writing the Qur'an that was discovered by KH. Dachlan Salim Zarkasyi from Semarang in 1963. Darul Muttaqien Islamic Boarding School is one of the institutions in Indonesia that uses the qiroati method to improve and improve the reading and writing of the Al-Qur'an for its students. Because studying the science of recitation is fardhu kifayah, while reading the Qur'an using the science of recitation is fardhu 'ain. This study discusses the application of the qiroati method in improving students' reading and writing of the Qur'an. The background is the reasons underlying the Darul Muttaqien Islamic Boarding School to choose the qiroati method for students, knowing the implementation of learning to read and write the Qur'an with the qiroati method, as well as knowing the supporting and inhibiting factors at the Darul Muttaqien Islamic Boarding School. This research is focused on new female students, namely class 1 MTs students who have just entered the Islamic boarding school. The research used is descriptive qualitative research. The research subjects are caregivers, teachers, and students. In collecting the data using the method of observation, interviews, documentation and trigalius, by using data analysis, namely data reduction, data presentation, and verification. The results of this study indicate that the qiroati method in learning to read and write the Koran for new female students at the Darul Muttaqien Islamic Boarding School, where the new female students are class 1 MTs students who have just entered the Islamic boarding school, is running well. Keywords : qiroati method; reading and writing the Qur'an. ABSTRAK Qiroati merupakan metode baca tulis Al-Qur’an yang ditemukan oleh KH. Dachlan Salim Zarkasyi dari semarang tahun 1963. Pondok Pesantren Darul Muttaqien merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang menggunakan metode qiroati untuk memperbaiki dan meningkatkan bacaan dan tulisan Al-Qur’an peserta didiknya. Karena mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardhu kifayah, sedangkan membaca Al-qur’an dengan menggunakan ilmu tajwid adalah fardhu ‘ain. Penelitian ini membahas tentang penerapan metode qiroati dalam meningkatkan baca tulis AlQur’an santri yang dilatar belakangi oleh alasan yang mendasari Pondok Pesantren Darul Muttaqien untuk memilih metode qiroati pada peserta didik, mengetahui implementasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dengan metode qiroati, serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Penelitian ini difokuskan kepada santriwati baru yaitu santri kelas 1 MTs yang baru saja masuk pesantren. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian adalah Pengasuh, 488 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 Guru, dan Santri. Dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan tringalius, dengan menggunakan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode qiroati dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an santriwati baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien yang dimana santriwati baru ialah santri kelas 1 MTs yang baru saja masuk pesantren yaitu berjalan dengan baik. Kata kunci : metode qiroati, baca tulis Al-Qur’an. PENDAHULUAN Al-qur’an merupakan kitab suci berbahasa arab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dan petunjuk bagi umat manusia dalam rangka mengatur hidup dan kehidupannya. Sebagai petunjuk, Al-quran seperti halnya kompas yang mengarahkan agar manusia tidak tersesat dan senantiasa berada pada jalur yang benar saat mengarungi samudera kehidupan. Oleh karena itu, Al-quran banyak berbicara banyak hal terkait kehidupan manusia. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-isra ayat 9. ‫ت أَنَّ لَ ُه ْم أَجْ ًرا َكبِي ًْرا‬ ِ ‫ص ِل َح‬ ِ َ‫ِي أَ ْق َو ُم َويُبَش ُِر ال ُمئْمِ ىن ُْون‬ َّ ‫الذيْنَ يَ ْع َملُ ْونَ ال‬ َ ‫اِنَّ هذَا القُرْ أَن يَ ْهدِي ِللَّتِي ه‬ artinya: Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar. Maka, untuk dapat mengikuti dan mengimani kandungan al-quran, kewajiban setiap muslim untuk dapat membaca, menghayati, dan mengamalkannya. Terkait hal itu, langkah awal seorang muslim tentu harus terampil membaca al-quran. Keterampilan membaca dan menulis Al-quran atau lebih dikenal dengan istilah mengaji merupakan keterampilan penting pada fase awal guna memahami isi kandungan Al-quran. Mengaji juga memiliki keterkaitan erat dengan ibadah-ibadah ritual kaum muslim, seperti pelaksanaan salat, haji dan kegiatan-kegiatan berdo’a lainnya. Dalam pelaksanaan salat atau haji misalnya, tidak sah hukumnya bila menggunakan bahasa selain bahasa Al-qur’an (Bahasa Arab). Untuk itulah, berbagai metode pembelajaran Al-qur'an bermunculan di antaranya adalah metode Iqro', metode an-nadliyah, metode tilawati, metode al-Barqi, metode ummi, metode qiraati dan lain sebagainya. Beberapa metode tersebut dalam pelaksanaannya, menghasilkann santri yang mampu membaca secara cepat dan lancar akan tetapi, tidak dibarengi dengan kaidah- kaidah membaca al-quran yang benar. Secara garis besar metode qiroati adalah suatu metode membaca Al-Qur’an yang langsung memasukan dan mempraktekan bacaan tartil sesuai dengan ilmu tajwid. Di samping menuntut santri untuk bisa baca Al-Qur’an, metode qiraati juga menekan tentang tulisan. Tulisan ini diajarkan mulai santri jilid satu dengan cara santri menulis halaman yang dibaca. Dengan demikian, maka santri secara tidak sadar bisa belajar menulis sekaligus belajar membaca. Santri merasa sangat mudah untuk menulis karena 489 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 dimulai dengan menulis huruf-huruf hijaiyah, semakin bertambah jenjangnya, maka santri semakin bertambah materi menulisnya. Mulai dari huruf tunggal, menyambung sampai menulis kalimat. Metode qiro’ati dalam teorinya merupakan salah satu metode praktis untuk memudahkan dalam mempelajari bacaan al-qur’an secara cepat. Oleh karenanya metode ini kemudian berkembang dengan pesat. Seiring waktu berjalan, metode ini menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Khususnya lokasi taman pendidikan al-qur’an, pengajian santri, hingga pesantren. Metode qiraati sendiri telah digunakan di Pondok Pesantren Darul Muttaqien, Bogor, yang menjadi lokasi penelitian skripsi penulis. Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi berdiri sebagai lembaga pesantren pada tahun 1988 M, tepatnya tanggal 18 Juli 1988. Seiring berjalannya waktu, pondok pesantren mulai berkembang, santri dan guru mulai banyak diikuti dengan pembukaan cabang pondok di sejumlah wilayah tanah air. Dari uraian berikut inilah dapat disimpulkan permasalahan berikut ini : 1. Bagaimana proses pembelajaran baca tulis al-quraan dengan metode qiroati santriwati baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor. 2. Apakah Metode Qiraati efektif diterapkan dalam pembelajaran Alqur’an bagi santriwati baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. 3. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat implementasi metode qiroati bagi santriwati baru di Pesantren Darul Muttaqien. Bukan hal yang mudah untuk dapat menggunakan metode qiro’ati. Metode ini mengharuskan bagi lembaga pendidikan, guru, ustadz/ustadza untuk selalu taat, patuh, amanah dan mampu memenuhi syarat yang ditentukan serta selalu menjaga, memelihara kehormatan dan kesusilaan al-quran dari segi bacaan dan tartil. Namun demikian, kesempuraan penerapan metode tentu saja tak luput dari kekurangan. Hal itulah yang menjadi pertimbangan pakar pendidikan islam agar supaya metode dapat berkembang. Abuddin Nata, seorang pakar pendidikan islam, berpandangan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan pula dalam menerapkan metode pendidikan Islam: pertama, yaitu mempermudah, bukan mempersulit, pelaksanaannya sehingga dengan metode yang sederhana, umumnya anak didik sangat senang karena umumnya mereka senang dengan yang simpel tidak bertele-tele. Kedua, adanya kesinambungan, sequen dan sistematis, dari satu pengertian ke pengertian berikutnya. Pembelajaran qiroati ini berfokus pada santriwati baru yang baru masuk beberapa bulan di Pondok Peantren Darul Muttaqien yaitu santri kelas 1 MTs yang dimana santri berasal dari berbagai macam daerah serta adanya santri yang sudah lancar dan belum lancar dalam membaca Al-Qur’an Untuk tercapainya sebuah pembelajaran yang efektif salahsatu yang harus dipenuhi yaitu kelengkapan sarana dan prasarana. Kelangkapan alat mengajar seperti 490 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 jilid qiroati, papan pengajar dan guru yang sudah bersertifikat syahadah adalah salah satu syarat untuk mengajar qiroati. Tujuan penelitian ini berfokus pada : 1. Mengetahui lebih detail proses implementasi dan penerapan Metode Qiroati dalam pembelajaran Al-qur’an di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. 2. Mengetahi efektivitas Metode Qiroati dalam pembelajaran Al-qur’an. 3. Mengetahui kemampuan baca tulis al-quran santriwati baru Pondok Pesantren Darul Muttaqien setelah diberikan materi dengan menggunakan metode Qiroati. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan prilaku yang dapat diamati. Sedangkan Suharsimin Arikunto mengemukakan bahwa metode deskriptif merupakan penelitian non hipotesis sehingga dalam langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis. Oleh karenanya, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode atau pendekatan studi kasus (Case Studi). Studi kasus meliputi penelitian analisis deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomenafenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu, penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Satu-satunya perlakuan yang diberikan hanyalah penelitian itu sendiri, yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Di sini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui implementasi metode qiroati dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an santriwati baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Narasumber dan informan yang ada dalam penelitian ini adalah guru, peserta didik, dan pengasuh asrama. Tahap terakhir dalam penelitian ini, dilakukannya tahap analisis dimana data-data yang terkumpulkan akan diolah dan di sajikan untuk menjawab permasalahan penelitian yang diteliti yakni dengan maknanya data yang telah dikumpulkan selama penelitian kemudian dilakukan pemilihan data yang dibutuhkan pada penelitian ini dengan menguji kredibilitas data sehingga dapat mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Kemudian, setelah data dikumpulkan masuk pada penyajian data yang telah dikumpulkan yaitu dengan cara menafsirkan dan mengambil kesimpulan dalam bentuk teks naratif dan kejadian atau peristiwa, sajian data dimaksudkan untuk memilih data yang sesuai dengan kebutuhan peneliti tentang implementasi metode qiroati dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an santriwati baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Terakhir, diambilnya sebuah kesimpulan dalam penelitian dengan cara membandingkan 491 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 kesesuaian pernyataan responden dengan makna yang terkandung dalam masalah penelitian secara konseptual. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini berlokasi di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Jl. Jakarta Bogor KM 41 Jabon Mekar Parung-Bogor. Dengan proses penelitian dilakukan dari mulai 28 Februari 2023 hingga waktu akhir di Maret 2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Qiroati Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan, metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai yang dikehendaki, cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan Qiraati artinya “bacaanku” secara bahasa Arab merupakan kata dasar atau masdar. Masdar yang disandarkan pada Ya Mutakalim, artinya “bacaanku”, yang bermakna “inilah bacaanku (bacaan Al-Qur’an) yang baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid”. Sejarah penulisan dan penyusunan Metode Qiro’ati membutuhkan perjalanan waktu yang cukup lama dengan usaha, penelitian, pengamatan dan uji coba selama bertahun-tahun. Dengan penuh ketekunan dan kesabaran Ustadz H. Dachlan Salim Zarkasyi selalu mengadakan penelitian dan pengamatan pada majelis-majelis tadarus Al-Qur’an di mushola-mushola, di masjid-masjid ataupun di majelis tadarus Al-Qur’an. Dari hasil pengamatan dan penelitian ini beliau mendapatkan masukan-masukan dalam penyusunan qiroati dimana hal-hal yang perlu dan penting diketahui dan dipelajari oleh anak didik beliau tulis beserta contoh-contohnya yang kemudian diujicobakan kepada mereka. Sehingga dengan demikian penyusun metode qiroati ini mempunyai gerak yang dinamis sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan serta kenyataan di lapangan. Tahun 1963 Qiraati mulai disusun oleh K.H. Dahlan Salim Zarkasyi di Semarang. Agar dapat berhasil dalam mencapai target baca tulis Al-Qur’an, maka ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan : a. Prinsip yang harus dipegang oleh pendidik Prinsipnya yaitu daktun (tidak menuntun), guru tidak boleh banyak menuntun, guru hanya menerangkan setiap pokok pelajaran saja, dan tiwasgas (teliti, waspada dan tegas). b. Prinsip yang harus dipegang oleh peserta didik Prinsipnya yaitu CBSA (cara belajar santri aktif) dan LCTB (lancar cepat tepat dan benar) Metodologi Metode Qiroati Adapun Metodologi pengajaran yang pernah diterapkan KH. Dahlan Salim Zarkasyi dalam pembelajaran buku Qiroati sedikitnya ada empat macam, yang semuanya itu mempunyai kelebihan dan kekurangan. 492 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 Metodologi Individual/sorogan ialah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan memberi materi pelajaran secara perseorangan berdasarkan dengan kompetensi yang dimilikinya dalam menerima pelajaran. Metodologi Klasik-individual dikenalkan tahun 1986-1990. Metodologi ini ialah melakukan pembelajaran dengan cara memberi materi pelajaran dengan cara bersama-sama untuk seluruh murid dalam sebuah kelompok. Metodologi baca simak klasik adalah mengajar dengan melakukan pembacaan secara bersamaan dengan cara klasik serta bergantian secara sendiri-sendiri ataupun kelompok dan para pelajar yang lainnya melakukan tindakan menyimak. Metode Klasikal Baca Simak Murni adalah mengajar dengan cara membaca secara persamaan serta bergantian dengan cara berkelompok dan para peserta didik yang lainnya melakukan tindakan menyimak tanpa ada individual. Materi membaca disampaikan kepada anak melalui 2 (dua) sarana/media, yaitu melalui peraga dan melalui buku pegangan/jilid. Dengan demikian penyampaian melalui peraga merupakan inti dari pengajaran dan pembelajaran Qiroati, faham dan tidaknya anak berdasarkan penguasaannya melalui peraga, oleh karena itu penyampaian melalui peraga merupakan hal yang paten dan harus dilakukan. Sedangkan buku/jilid merupakan ajang sebagai praktek/evaluasi anak. Kelebihan dan Kekurangan Metode Qiroati Kekurangan : - Peserta didik yang dalam pembacaan Al-Qurannya tidak lancar maka akan lulus lebih lama sebab metode ini dalam kelulusannya tidak ditentukan oleh bulan ataupun tahun melainkan kemampuan membaca seseorang. Kelebihan : - Peserta didik sudah bisa melakukan pembacaan Al-Quran dengan ilmu tajwid meskipun para pelajar belum mengenal tajwid secara dalam Sistem Evaluasi Metode Qiroati Dalam pembelajaran evaluasi Qiraati dibagi menjadi tiga yaitu: 1) Evaluasi di lakukan setiap hari. Evaluasi dilakukan setiap kali pertemuan karena menitik tekankan pada masalah keterampilan membaca dan tuntas belajar, maka evaluasi harus selesai dilakukan setiap peserta didik selesai mempelajari satu halaman atau satu materi pelajaran. 2) Tes Kenaikan Jilid. Tashih atau tes kenaikan jilid, dilakukan oleh koordinator Qiraati atau penguji (yang memiliki syahadah Qiraati) dengan cara menunjuk beberapa suku kata atau kalimat atau ayat secara acak, tidak berurutan yang terdapat pada buku Qiraati atau Al-qur’an. Tes ini dilakukan apabila peserta didik akan melanjut ke jilid selanjutnya dan penguji tidak boleh di lakukan oleh guru yang belum memenuhi syarat tashih. 493 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 3) Tes Khatam Tes khatam adalah tes yang dilakukan apabila peserta didik telah menguasai semua pelajaran yaitu dapat membaca Al-qur’an dengan tartil, mengerti dan menguasai baca ghorib, mengerti dan menguasai ilmu tajwid. KESIMPULAN DAN SARAN Dalam proses implementasi Metode Qiroati Dalam Pembelajaran Baca Tulis Alquran Santriwati Baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor, metode qiroati berperan sebagai sebuah alat pembantu dalan pembelajaran membaca dan menulis AlQur’an. Dalam meningkatkan bacaan dan tulisan Al-Qur’an peran guru sangat membantu dalam pembelajaran begitupun niat peserta didik yang harus sungguh-sungguh dalam pembelajaran. Pengasuh asrama juga sangat berperan dalam hal ini karena santri lebih banyak waktu luangnya di asrama. Faktor-faktor yang berperan sebagai pendukung dan penghambat implementasi Metode Qiroati Dalam Pembelajaran Baca Tulis Al-quran Santriwati Baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien adalah sebagai berikut: (a) sangat didukung penuh oleh pimpinan pesantren (b) hubungan sekolah dan Lembaga qiroati cabangpun sangat baik (c) keadaan santri yang didalam merupakan faktor yang sangat mendukung bagi kegiatan qiroati ini karena bisa belajar pada waktu kapanpun diluar jam KBM (d) kurangnya guru yang sudah bersertifikat syahadah guru (e) kekurangan buku pun menjadi salah satu penghambat anak-anak untuk dapat membaca diluar jam pelajaran karena bukunya terbatas. DAFTAR PUSTAKA Ali, R. (2017). Efektifitas Metode Qiroati Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran Siswa SDIT Bunayya Medan. Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 2(1), 179–186. Indra, H. (2018). Metodologi pendidikan TKQ/TPQ. Ta’dibuna : Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 137–150. Wirabumi, R. (2020). Metode Pembelajaran ceramah. Annual Conference on Islamic Education and Thought, 1(1), 105–113. Lailaturrohmaniah. (2021). Pengaruh Metode Qiro’ati Terhadap Kelancaran Membaca AlQur’an Anak Usia 6-9 Tahun di TPQ Ittihadul Athfal Desa Baleadi Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Institut Agama Islam Negri Kudus. Nopiyanti, D., Ghofar, A., & Nawawi. (2018). Pengaruh Metode Qiroati Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Anak Usia7-12 Tahun di Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) Hidayatus ShibyanDesa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 103– 118. Kurniawan, D. (2021). Implementasi Metode Qiraati Dalam Pembelajaran Membaca AlQur’an di SDIT Al-Hasanah Kota Bengkulu. Institut Agama Islam Bengkulu. 494 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 488-495 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3823 Meleong, L. J. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif (cetakan ke 41). PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantittaif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. 495 | Volume 6 Nomor 2 2024