Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Januari, 2023, pp. IMPLEMENTASI BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN NILAINILAI PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS MANUSIA INDONESIA DI SEKOLAH Diana Utami1. Rahmi Susanti2. Meilinda3 Universitas Sriwijaya E-mail: dianautm9@gmail. Article History: Received: Januari 2023 Revised: Januari 2023 Accepted: Januari 2023 Abstract: Keywords: Implementasi. Bhinneka Tunggal Ika. Nilai Pancasila Indonesia memiliki filosofi Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang mampu mempersatukan berbagai latar belakang masyarakat Indonesia. Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang dapat diwujudkan dalam Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila berperan sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia. Metode penelitian ini adalah studi literatur dengan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa Indonesia telah mengimplementasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, di sekolah pun sudah melakukan penerapan keduanya untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah peserta didik sebagai masyarakat Indonesia harus menerapkan sikap toleransi, melestarikan budaya sopan dan santun, bersikap adil, saling menghargai dan menghormati, tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakangnya, selalu memegang teguh nilai-nilai pancasila sebagai falsafah dalam berbangsa dan bernegara, sehingga terwujudnya kehidupan yang aman, tentram, dan damai. PENDAHULUAN Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam suku, ras, etnik, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat sehingga menghasilkan kebudayaan yang beraneka ragam. Perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia sesungguhnya merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Hal ini karena tak banyak negara yang memilikinya. Salah satu cara menjaga dan merawat perbedaan yang beragam di Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika merupakan prinsip hidup bangsa dan dikenal sebagai semboyan negara Indonesia. Semboyan ini mendeskripsikan tentang kesatuan dan keutuhan bangsa yang diciptakan dari sikap persatuan. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna yang berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Dalam prinsip Vol. No. Januari, 2023, pp. ini, terdapat nilai luhur yang tercantum juga pada nilai-nilai Pancasila yang merupakan falsafah kehidupan bangsa Indonesia (Astuti, dkk. , 2. Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila menjadi dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan negara Indonesia dimana kita harus menetapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan cara hidup saling menghargai satu sama lain. Identitas manusia Indonesia memiliki tiga ciri khas, yaitu nilai kebhinnekaan, nilai pancasila, dan nilai religius. Identitas manusia Indonesia yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam kebhinekatunggalikaan mestinya selaras dengan apa yang disampaikan Ki Hajar Dewantara. Juga pemaknaan dari Pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multi budaya, bahasa, agama, keyakinan, etnis, suku, dan kearifan lokal, pendidikan mempunyai peran penting dalam melestarikan keragaman, menjaga kesatuan, dan memelihara (Usman, 2. Pendidikan berperan penting untuk membangun paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku sebagai bangsa Indonesia (Nurwardani, dkk. , 2. Pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Tujuan Pendidikan Ki Hajar Dewantara untuk membangun peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, merdeka lahir dan batin, budi pekerti yang luhur, cerdas berketerampilan, sehat jasmani dan rohani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter menjadikan manusia Indonesia yang bermoral sesuai dengan Pancasila, berpikir secara rasional, cerdas, dan terbentuk manusia yang inovatif, kreatif, optimis, dan berjiwa patriot. Sekolah merupakan fondasi yang kuat untuk pembentukan karakter menjadi seperti apa anak di masa mendatang (Junaidi, 2. Sejalan dengan itu, pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Kartini, 2. Sekolah sebagai tempat pembentukan karakter peserta didik dan guru memiliki peran penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter seperti bertanggung jawab, kedisiplinan, kejujuran, bertoleransi, kesetiakawanan dan kebersamaan (Suwanti, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji tentang implementasi Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas manusia Indonesia di sekolah? Masalah tersebut dirumuskan oleh penulis dengan Vol. No. Januari, 2023, pp. tujuan agar peserta didik memiliki wawasan dan memahami kebhinnekaan, serta menjadikan peserta didik sebagai manusia Indonesia yang mengerti akan nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah dalam hidup berbangsa dan bernegara. KAJIAN LITERATUR Pengertian Implementasi Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna pelaksanaan atau penerapan. Hal ini berkaitan dengan suatu perencanaan, kesepakatan, maupun penerapan kewajiban. Menurut Setyaningsih . , kata implementasi biasanya selalu berhubungan dengan suatu kebijakan. Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberi dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan maupun nilai, dan sikap. Menurut Usman . implementasi bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu sistem, implementasi bukan sekedar aktivitas, tapi suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan. Secara sederhana implementasi diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti berbeda-beda tetap satu jua. Bhinneka Tunggal Ika ialah keberagaman dalam kesatuan. Kesatuan merupakan suatu yang diharapkan oleh rakyat atau cita-cita untuk mengangkat dan menempatkan elemen perbedaan yang ada dalam keanekaragaman bangsa Indonesia (Setyaningsih, 2. Kesatuan merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk menciptakan tempat atau wadah yang bisa menyatukan perbedaan. Bhinneka Tunggal Ika ini merupakan semboyan yang dimiliki oleh Indonesia. Semboyan ini tertulis di dalam lambang negara Indonesia, yaitu kaki burung garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika ialah pernyataan jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang mau mengakui keadaan yang sebenarnya yang masih beragam, tetapi masih menjunjung tinggi kesatuan. Jadi, dapat disimpulkan bahwasanya Indonesia memiliki keragaman yang tentunya memiliki perbedaan-perbedaan, namun pada intinya satu yaitu mencapai tujuan bersama bangsa Indonesia (Astuti, dkk. , 2. Penerapan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dapat dilaksanakan dengan cara Nasionalisme ditumbuhkan kembali kepada masyarakat melalui beberapa momentum yang berhubungan erat dengan bangsa. Selain itu, pendidikan juga merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan sifat nasionalisme. Pendidikan adalah sebuah usaha yang dilakukan secara sadar dan telah direncanakan dengan matang, yang bertujuan Vol. No. Januari, 2023, pp. untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik agar mereka memiliki pemahaman spiritual yang baik, dapat mengendalikan emosi dari dalam dirinya, menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur, serta memiliki kemampuan yang tangkas untuk menghadapi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Neolaka & Grace, 2. Pendidikan dapat dijadikan tempat untuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika akan dipelajari lebih dalam pada bidang studi pendidikan Melalui proses pendidikan kewarganegaraan, nilai yang ada dalam Bhinneka Tunggal Ika akan dijelaskan lebih rinci, mulai dari nilai toleransi dan nilai keadilan. Ada pun cara lain dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, yaitu dengan membaur terhadap masyarakat. Dengan cara tersebut, masyarakat akan memahami arti dari Bhinneka Tunggal Ika, karena dengan terjun dalam dunia yang berbeda latar belakang, masyarakat akan menumbuhkan rasa saling mengerti satu sama lain, masyarakat akan memahami arti dari hidup bersama dalam perbedaan, hidup bersama dalam kerukunan, saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah, saling memberi rasa aman, adil, dan mewujudkan rasa saling menghargai kemajemukan yang ada di Indonesia (Puspita & Arif, 2. Nilai-Nilai Pancasila Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan diwujudkan dalam sikap mental dan tingkah laku serta amal perbuatan. Sikap mental, tingkah laku dan perbuatan bangsa Indonesia mempunyai ciri khas, artinya dapat dibedakan dengan bangsa lain. Kepribadian itu mengacu pada sesuatu yang unik dan khas karena tidak ada pribadi yang benar-benar sama. Setiap pribadi mencerminkan keadaan atau halnya sendiri (Nurwardani, dkk. , 2. Nilai pada prinsipnya merupakan karakter atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Sesuatu yang mengandung nilai berarti bahwa benda tersebut memiliki karakter atau kualitas tambahan. Oleh karena itu, sila pancasila pada prinsipnya merupakan satu kesatuan, dan walaupun sila-sila tersebut sangat berbeda, semuanya merupakan satu ketunggalan yang terorganisasi (Kholisah & Dewi, 2. Penjelasan dari nilai-nilai pancasila berdasarkan (Liska & Antari, 2. dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat nilai bahwa keadaan yang diberikan adalah perwujudan dari tujuan manusia, ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara, peraturan perundang-undangan negara, kebebasan dan hak asasi manusia harus dijiwai oleh nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai Vol. No. Januari, 2023, pp. bahwa negara harus menjunjung tinggi derajat dan kedudukan tinggi manusia sebagai makhluk hidup yang berkarakter. Oleh sebab itu, segala aktivitas bernegara harus sesuai dengan yang terdapat di dalam undang-undang, yang menjunjung tinggi derajat dan kedudukan yang sesuai dengan HAM. Di sila ketiga ini seolah melambangkan manusia sebagai makhluk hidup tinggal, akan tetapi juga menambahkan bahwa manusia itu makhluk individu dan makhluk sosial. Nah negara sendiri terdiri dari beberapa perbedaan di dalamnya, seperti ras, suku, budaya dan Dalam garis hidup manusia memang banyaklah perbedaan, tapi perbedaan seharusnya bisa diatasi dan tidak menjadi sebuah masalah. Karena perbedaan yang dimiliki indonesia bisa menjadi daya tarik sendiri, dan perbedaan yang ada bisa menguatkan tali ikatan persatuan yang ada, sehingga memenuhi dari Bhinneka Tunggal Ika dan bisa hidup bersama dengan rukun. Sila keempat juga membahas tentang garis hidup manusia yaitu sebagai makhluk individu dan sosial. Karena manusia merupakan makhluk sosial, pastinya membentuk sebuah kesatuan di dalam sebuah negara, seperti rakyat. Rakyat dalam sebuah negara mempunyai andil yang cukup besar, karena kekuasaan itu berasal dari rakyat dan merupakan asal dari sebuah negara dan persyaratan sebuah negara. Selain itu, sila ke-empat ini membahas demokrasi, yang dimana negara indonesia menganut sistem demokrasi. Demokrasi yang tertuang dalam pancasila yaitu bebas dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang dipilih oleh rakyat, yaitu dalam hal ketuhanan, menjunjung tinggi derajat dan kedudukan manusia dan yang terakhir yaitu memperkuat tali ikatan agar bisa hidup bersama secara rukun. Bangsa indonesia pemerintahan, politik, maupun hukum. Karakter keadilan sosial seseorang tercermin dalam tindakan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong sikap adil. menjaga keselarasan antara hak dan kewajiban. dan menghormati hak orang lain. Identitas Manusia Indonesia sebagai Manusia Pancasila Identitas manusia Indonesia sebagai manusia pancasila, dimana pancasila sebagai landasan filosofis memuat jiwa bangsa, cita-cita luhur bangsa, rasa-perasaan sebagai bangsa, dan nilai-nilai hidup berbangsa. Menjadikan manusia Indonesia kaya akan nilai-nilai luhur yang hidup dalam kebiasaan, menjadi nafas dalam setiap langkah manusia Indonesia. Nilai-nilai luhur yang bersumber dari pancasila inilah yang dijadikan akar dari pendidikan karakter sehingga ditanamkan kuat-kuat dalam pendidikan nasional, proses belajar untuk peserta didik. Dengan pancasila, manusia Indonesia benar-benar mengasihi dan menghormati sesama anak bangsa. Mereka meyakini betul nilai AuKemanusiaan Yang Adil dan BeradabAy. Tidak ada alasan untuk Vol. No. Januari, 2023, pp. membenci dan menganggap orang atau kelompok lain tidak berharga. Mereka ikut berempati ketika ada kesusahan yang dialami oleh teman sebangsanya. Mereka tidak setuju dengan istilah mayoritas dan minoritas karena bagi mereka agama lain, suku lain, golongan lain dan ras lain adalah bagian dari mereka karena sesama anak bangsa Indonesia. Bagi mereka keberagaman bangsa ini baik itu suku, agama, bahasa dan adat istiadat bahkan aliran kepercayaan adalah kekayaan yang patut disyukuri dan rumah Indonesia adalah tempat bagi semua karena sila ketiga AuPersatuan IndonesiaAy harus mereka hidupi. Selain itu manusia Indonesia adalah mereka yang sangat berkeinginan melihat AuKeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat IndonesiaAy harus diwujudkan. Keadilan yang dimaksudkan tidak hanya keadilan dibidang hukum saja melainkan keadilan dibidang ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Oleh karenanya mereka akan memikirkan peran apa yang dapat mereka lakukan dengan penuh komitmen untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut. Karena dengan begitu mereka sudah mengamalkan sila ke lima AuKeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat IndonesiaAy. Manusia Indonesia yang meyakini pancasila yang berketuhanan, melahirkan manusia indonesia yang memiliki Identitas manusia yang religius. Manusia Indonesia sebagai manusia yang religius adalah manusia yang meyakini adanya Tuhan, melibatkan Tuhan dalam setiap tindakan dan langkahnya serta tetap berpegang pada nilai- nilai religius agamanya. Nilai religius ini akan dijadikan pedoman sepanjang hayat dalam konteks pendidikan Nasional. Sebagai bangsa yang berketuhanan. Sistem pendidikan di Indonesia selalu menyelipkan pendidikan agama di dalamnya, hal ini juga sebagai implementasi atas identitas manusia Indonesia jika dilihat dalam perspektif pendidikan. Sifat religius ini dapat ditumbuhkan melalui madrasah pertama yakni keluarga dan dikuatkan oleh nilai-nilai dan praktik baik di dalam sekolah maupun di masyarakat. Oleh karena itu, untuk memperkuat nilai luhur identitas manusia Indonesia seperti yang disebutkan di atas, kita sebagai pendidik perlu mengimplementasikan cara-cara yang dapat memperkokoh jati diri bangsa Indonesia melalui pendidikan karakter dan budi pekerti. Perjalanan pendidikan Indonesia dari dahulu kala hingga sekarang telah melalui proses yang panjang dan dalam prosesnya selalu menyelaraskan dengan Identitas manusia Indonesia itu sendiri, nilai-nilai kultural serta nilai-nilai luhur yang ada dijadikan akar dalam menyusun pendidikan karakter guna tetap mempertahankan identitas atau ke khasan manusia Indonesia. Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil . seperti apa yang ingin dihasilkan oleh Vol. No. Januari, 2023, pp. sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, profil pelajar pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi focus di dalam pencapaian Standar Kompetensi Lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan dalam hal penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila (Sufyadi, dkk. , 2. Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaruan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen (Sufyadi, dkk. , 2. Kompetensi profil pelajar pancasila memerhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa dan Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapai masa revolusi industri 4. 0 (Sufyadi, dkk. , 2. Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karenanya. Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu. Pelajar Indonesia juga diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad Oleh karenanya. Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai Visi pendidikan Indonesia adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berprilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Pada Profil Pelajar Pancasila, kompetensi dan karakter esensial yang dapat dipelajari lintas disiplin ilmu tertuang dalam 6 dimensi. Setiap dimensi memiliki beberapa elemen yang menggambarkan lebih jelas kompetensi dan karakter esensial yang dimaksud. Selaras dengan tahap perkembangan peserta didik serta sebagai acuan bagi pembelajaran dan assessment, indikator kinerja pada setiap elemen dipetakan dalam pada setiap fase. Secara umum 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila beserta elemen di dalamnya adalah sebagai berikut: . Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia yang meliputi akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara. Berkebinekaan global, pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas, dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Bergotong royong, pelajar Vol. No. Januari, 2023, pp. Indonesia memiliki kemampuan bergotong royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah, dan ringan. Mandiri, pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Bernalar kritis, pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkan . Kreatif, pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen-elemen tersebut menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. PEMBAHASAN Implementasi Bhinneka Tunggal Ika dan Profil Pelajar Pancasila sebagai Manusia Indonesia di SMA Srijaya Negara Palembang Setiap sekolah pasti memiliki peserta didik yang beragam, baik dari aspek etnik dan kultural. Di dalam satu kelas terdiri dari peserta didik dari berbagai suku, seperti Jawa. Melayu. Komering. Sunda. Madura. Minang. Bali, dan lain-lain. Setiap peserta didik juga memiliki kultur atau budaya yang berbeda, seperti kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat-istiadat. Penghargaan dan penghayatan terhadap Bhinneka Tunggal Ika sebagai identitas manusia Indonesia sudah diterapkan di SMA Srijaya Negara Palembang, hal ini ditandai dengan peserta didik yang tidak membentuk kelompok pertemanan berdasarkan suku ataupun budaya. Peserta didik saling berbaur antara satu dan lainnya walaupun mereka berasal dari suku atau keturunan yang beragam. Peserta didik dan guru-guru di SMA Srijaya Negara Palembang memiliki keberagaman mulai dari agama, bahasa dan suku. Peserta didik ada yang beragama hindu, islam dan kristen, bahkan ada guru yang beragama hindu. Akan tetapi semua peserta didik dan guru tetap saling menjalin kerja sama ataupun hubungan yang baik. Selain itu SMA Srijaya Negara juga memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap seluruh peserta didik. Keberagaman yang ada di sekolah tidak menjadi batasan bagi peserta didik untuk berinteraksi. Kemudian di sekolah SMA Srijaya Negara seluruh peserta didik diberikan hak dan kewajiban yang sama dalam mendapatkan pembelajaran. Latar belakang sosial-ekonomi murid di SMA Srijaya Negara rata-rata menengah ke bawah. Tidak ada perbedaan latar belakang sosial ekonomi peserta Vol. No. Januari, 2023, pp. didik bahkan sekolah memberikan kemudahan - kemudahan untuk kondisi tertentu. Peserta didik pun tidak membedakan status sosial dalam pertemanan. SMA Srijaya Negara Palembang sudah berupaya untuk menerapkan profil pelajar pancasila, yaitu setiap hari senin melaksanakan upacara bendera, sebagai upaya menanamkan sikap cinta tanah air, menciptakan jiwa nasionalisme, dan mewujudkan tujuan pendidikan yang menanamkan nilai disiplin, kerja sama, percaya diri dan tanggung jawab. Hal ini sebagai bentuk perwujudan nilai pancasila pada sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia. Peserta didik juga dibiasakan untuk menerapkan 5S (Senyum. Sapa. Salam. Sopan. Santu. kepada bapak/ibu guru, hal ini sebagai bentuk perwujudan manusia Indonesia yang berakhlak baik berdasarkan sila ke-2 yaitu kemanusiaan yang adil dan Perwujudan nilai pancasila pada sila pertama dapat dilihat saat sebelum memulai pembelajaran pada pagi hari, peserta didik di SMA Srijaya Negara melaksanakan kegiatan mengaji terlebih dahulu untuk yang beragama muslim. Sedangkan bagi peserta didik yang beragama lain melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Hal ini merupakan salah satu bentuk kebebasan peserta didik dalam menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing dan saling menghormati satu sama lain. Selanjutnya, pada proses pembelajaran juga menerapkan nilai pancasila pada sila ke-4 yaitu dengan memberikan kebebasan peserta didik dalam mengemukakan pendapat, menerima kritikan dari teman saat melaksanakan diskusi kelompok, tidak menyela teman saat sedang berbicara, menghargai hasil musyawarah kelas/kelompok, dan ikut serta dalam pemilihan ketua OSIS. Nilai pancasila pada sila ke-5 dapat diwujudkan saat interaksi antar peserta didik yang tidak membeda-bedakan teman, guru tidak membedakan peserta didik dalam menyelesaikan tugas maupun saat diskusi kelompok. Selain itu, peserta didik juga saling menghormati hak antar teman dan melakukan kewajibannya di sekolah sebagai pelajar. Dengan demikian, implementasi nilai-nilai pancasila sangat penting untuk diterapkan di lembaga pendidikan maupun masyarakat. Lembaga pendidikan dalam hal ini berperan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang ideologi pancasila, penerapan nilai-nilai pancasila di sekolah yang berguna untuk melatih peserta didik agar dapat menerapkan juga dalam masyarakat. Pancasila sudah mengandung nilai-nilai luhur yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia, membentuk pola pikir peserta didik agar tidak terjerumus ke dalam ideologi bangsa lain. Vol. No. Januari, 2023, pp. KESIMPULAN Keberagaman yang ada di Indonesia dan sekolah telah tercantum dalam Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Sejak dahulu, pancasila merupakan dasar negara dan sudah digunakan sebagai pandangan dan pedoman dalam berbangsa dan Kita sebagai generasi muda, terkhusus nya peserta didik haruslah memahami, melafalkan, dan menetapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai peserta didik dan masyarakat, sudah semestinya kita mengamalkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti toleransi yang dapat diterapkan dimana saja yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan Kita juga harus melestarikan budaya sopan dan santun, bersikap adil, membeda-bedakan berdasarkan latar belakangnya, selalu memegang teguh nilai-nilai pancasila sebagai falsafah dalam berbangsa dan bernegara, sehingga terwujudnya kehidupan yang aman, tentram, dan damai. DAFTAR REFERENSI Astuti. Farida. , & Fuadah. Menerapkan Sikap dan Perilaku yang Berprinsip pada Bhinneka Tunggal Ika di Era 4. 0 dalam Pembelajaran K13 di MI/SD Kelas IV. Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education, 86-99. Junaidi. Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI. Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam. Kartini. Metode Role Playing untuk Meningkatkan Minat Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial di kelas V SDN Cileunyi I Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Jurnal Pendidikan Dasar, 1-7. Kholisah. Peranan Pancasila dalam Membentuk Karakter pada I-Generasi dan Milenial yang Terkandung di dalam Nilai-Nilai Pancasila. Jurnal Kewarganegaraan, 1726-1731. Liska. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Karakter Bangsa. Canopy. Neolaka. Landasan Pendidikan Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup. Jakarta: Kencana. Nurwardani. Saksama. Kuswanjono. Munir. Mustansir. Nurdin. Mulyono. Prawatyani. Anwar. Evawany. Priyautama. , & Festanto. Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Ristekdikti. Puspita. Implementasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Jurnal Citizenship. Setyaningsih. Implementasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Surakarta pada Tahun Pelajaran 2016/2017. Civics Education and Social Sciense Journal (CESSJ). Sufyadi. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek. Sufyadi. Pembelajaran Paradigma Baru. Jakarta: Kemendikbudristek. Suwanti. Peningkatan Keterampilan Berbicara melalui Model Role Playing pada Siswa Kelas i Vol. No. Januari, 2023, pp. SD Negeri Sidoharjo I Sragen Tahun Ajaran 2010/2011. Didakt. Dwija Indria, 1-7. Usman. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Bandung: CV Sinar Baru.