Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 12. Nomor 1, 2025, pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index Exploration of Social Values in the Novel Hafalan Shalat Delisa by Tere Liye: A Study in the Sociology of Literature 1Muhamad Frananda, 2Ahmad Rangga Prihadit 1Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon. Indonesia 2STKIP Muhammadiyah. Kuningan. Indonesia Corresponding authorAos email: 1muhammadfrananda@gmail. com , 2ahmadrangga2512@gmail. ARTIKEL INFO A B S T R A CT Article history: Received 21 September 2024 Accepted 20 October 2024 Published 28 January 2025 Researchers are interested in the novel Hafalan Shalat Delisa by Tere Liye because it tells the story of the tsunami natural disaster that hit Aceh in Apart from that, there are social values contained in this novel which are interesting to study. This research aims to investigate and describe the social values contained in the novel entitled Hafalan Shalat Delisa by Tere Liye. The method used in this research is descriptive qualitative. The approach used is a literary sociology approach. The data collection technique used was reading and note-taking. The data analysis technique applies the Miles & Humbermen concept. The results of this research are to describe social values including. resilience in the face of tragedy, sacrifice and courage, spirituality/faith, and solidarity. The conclusion of this research is that the novel Hafalan Shalat Delisa by Tere Liye contains social values. Keywords: Literary Sosiology. Novels. Social Value DOI: 10. 33603/deiksis. PENDAHULUAN Karya sastra merupakan ekspresi atau ciptaan yang dapat menimbulkan estetika untuk orang yang membaca atau merasakannya, baik dari segi bahasa maupun isinya. Karya sastra diciptakan dengan penuh makna yang bertujuan menyampaikan pengalaman batin, menghibur pembaca, dan penikmatnya (Sukirman, 2. karya sastra juga merupakan produk dari proses kreatif yang imajinatif dan reflektif seorang pengarang (Kurniawan, 2. Karya sastra lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi pengarang serta bayangan dari gejala-gejala dinamika sosial yang ada di sekitarnya (Arifin, 2. Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Novel adalah karya seni yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia, dan juga berupa gambaran perjalanan hidup manusia (Khusnin, 2. Selain itu, novel merupakan karya sastra yang menyajikan cerita fiksi yang memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik (Alfiah, 2. Hal tersebut dipertegas oleh Aziez dan Hasim . dalam (Sauri, 2. menyatakan bahwa novel merupakan sebuah genre sastra yang memiliki bentuk utama prosa, dengan panjang yang kurang lebih bisa untuk mengisi satu atau dua volume kecil, yang menggambarkan kehidupan nyata dalam suatu plot yang cukup kompleks. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Selain memiliki plot yang cukup kompleks, novel juga dibangun oleh unsur pendukungnya agar membentuk satu kesatuan. Unsur pembangun novel terdapat di dalam novel itu sendiri maupun yang berasal dari luar novel (Nurjannah & Sulistyorini, 2. Menurut Stanton, . dalam Mamluah . membedakan unsur pembangun sebuah novel ke dalam tiga bagian, yakni fakta cerita, tema, dan sarana cerita. Menurut Mijianti . mendefinisikan Unsur intrinsik sebagai unsur yang mempengaruhi warna dan corak novel dari dalam, sedangkan unsur ekstrinsik merupakan unsur luar yang berpengaruh terhadap warna dan corak novel. Cerita dalam novel merupakan sebuah cerminan kehidupan yang memiliki nilai-nilai yang menjadi pelajaran hidup bagi pembacanya. Salah satu nilai yang terdapat dalam novel adalah nilai sosial. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dihargai oleh masyarakat karena mempunyai manfaat fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia (Maydyawati & Arifin, 2. Senada dengan yang disampaikan oleh Dhohiri, . dalam (Yulianti & Nursaid, 2. , menjelaskan bahwa nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek. Selain itu nilai sosial adalah sesuatu yang menjadi ukuran dan penilaian pantas tidaknya suatu sikap yang ditujukan dalam kehidupan bermasyarakat (Aisah, 2. Nilai ini memperlihatkan sejauh mana hubungan seorang individu dengan individu lainnya terjalin sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian, pendekatan sastra yang dianggap paling tepat dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra. Sosiologi sastra merupakan gabungan dari dua displin ilmu yang berbeda yaitu sosiologi dan sastra. Sosiologi sastra menitikberatkan pada hubungan karya sastra dengan nilai-nilai sosial yang berlaku pada pengarang dan pembaca (Hastuti, 2. Selain itu, sosiologi sastra tidak terlepas dari manusia dan masyarakat yang bertumpu pada karya sastra sebagai objek yang dibicarakan (Purnamasari et al. , 2. Hal tersebut dipertegas oleh (Nilawijaya & Awalludin, 2. yang menyatakan bahwa sosiologi sastra adalah pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Menurut Wellek dan Warren mengungkapkan tiga jenis sosiologi sastra, yaitu sosiologi pengarang, sosiologi karya sastra, sosiologi pembaca (Nurfadilah, 2. Salah satu jenis sosiologi sastra yang akan dikaji pada penelitian ini adalah mengenai sosiologi karya sastra. Sosiologi karya sastra merupakan kajian sosiologi sastra yang karya sastranya berhubungan dengan masalah-masalah sosial yang hidup dalam masyarakat (Juliansyah et , 2. Kajian sosiologi karya sastra ini lebih berfokus pada masalah karya sastra itu sendiri (Alif, 2. Pada penelitian ini fokus penelitian terdapat pada sosiologi karya sastra p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. (Islamiyah et al. , 2. , yaitu meneliti tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut, dalam hal ini adalah nilai-nilai sosial dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye secara tidak langsung mengingatkan kita tentang peristiwa tragedi tsunami pada 26 Desember 2004 di Aceh. Novel tersebut menceritakan tantangan kehidupan yang harus dihadapi oleh tokoh Delisa sebagai salah satu anak korban tragedi tsunami. Terjadinya bencana tsunami tersebut menyebabkan Delisa harus kehilangan/terpisah dari keluarganya. Tekait hal tersebut, peneliti akan mengkaji Novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye dengan memggunakan pendekatan sosiologi karya sastra guna menelusuri bentuk nilai-nilai sosial dalam karya tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mendeskripsikan nilainilai sosial yang terdapat dalam novel yang berjudul Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Melalui penelusuran mendalam terhadap karya sastra ini, peneliti berusaha untuk mengungkap nilai-nilai seperti ketahanan, pengorbanan dan keberanian, serta semangat untuk mempertahankan keyakinan dan kepercayaan dalam menghadapi tantangan Analisis novel ini akan berfokus pada pemaparan nilai-nilai tersebut, melalui perjalanan tokoh utama Delisa dalam menghadapi tragedi besar dan perjuangannya untuk mempertahankan nilai-nilai sosial dan spiritual dalam keadaan yang penuh tantangan. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam (Rodiah & Triyana, 2. penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi Sumber data penelitian ini adalah novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Objek dalam penelitian ini adalah mengungkap nilai-nilai sosial dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Adapun data dalam penelitian ini yaitu berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara Aubaca-catatAy yaitu membaca dengan cermat dan berulang-ulang semua novel yang menjadi objek kajian (Arikunto, 2. Guna mendapat hasil yang maksimal dalam penelitian ini penulis menggunakan instrument dokumentasi berupa kartu data analisis. Data-data dalam penelitian ini diuji keabsahannya menggunakan triangulasi. Teknik analisis Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. data menerapkan konsep Miles & Humbermen . , meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Novel Hafalan Shalat Delisa merupakan novel fiksi bergenre religi terbitan tahun 2005, setahun kurang setelah bencana itu terjadi. Tere Liye membawakan novel ini dengan baik sehingga pesan yang tersimpan di dalam novel ini bisa diterima masyarakat luas. Kejadian bencana alam sekitar tahun 2004-2005 yang bertubi-tubi menjadi latar dari munculnya novel Dari beberapa bencana alam yang terjadi pada tahun-tahun itu, ada satu bencana yang traumatik bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Aceh. Tahun 2004 terjadi bencana gempa bumi yang disertai tsunami di Aceh menjadi bagian dari aspek sosiologis novel Hafalan Shalat Delisa. Novel ini lahir dari kondisi bangsa yang masih mengalami trauma dari rentetan bencana alam yang terjadi khususnya bencana tragedi tsunami di Aceh. Selain itu, terdapat nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel yang berjudul Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Adapun nilai-nilai sosial ini meliputi nilai ketahanan, pengorbanan dan keberanian, serta semangat untuk mempertahankan keyakinan dan kepercayaan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut ini. Ketahanan Menghadapi Tragedi Ketahanan merupakan proses beradaptasi dengan baik dalam menghadapi kesulitan, trauma, dan tragedi (Megawanty & Hanita, 2. Novel ini berkisah tentang perjuangan Delisa, seorang anak kecil yang kehilangan keluarganya dalam gempa bumi dan tsunami di Aceh. Fenomena ini mencerminkan bagaimana masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya menghadapi bencana alam yang menghancurkan, serta kegigihan mereka untuk bertahan dan bangkit kembali. Hal ini terdapat dalam kutipan berikut. Tiga bulan setelah bencana tsunami. Tiga bulan setelah begitu banyak kehilangan akibat air Lhoknga menjelma menjadi kota antarbangsa. Kembali merajut masa depannya. Tumbuh dengan bangunan-bangunan baru. Hingga petak-petak tanah baru. Tetapi Lhoknga tidak akan pernah kehilangan semangat bersahabat, kekeluargaan, dan kesederhanaannya. Lhoknga tidak akan pernah kehilangan spirit religiusnya. Lhoknga masih yang dulu! (Tere Liye, 2023: . Berdasarkan kutipan tersebut, diketahui bahwa penulis menekankan bahwa Lhoknga tetap mempertahankan nilai-nilai persahabatan, kekeluargaan, dan kesederhanaannya. Ini p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. mengindikasikan bahwa masyarakat atau tempat ini dianggap memiliki kualitas-kualitas positif dalam hubungan sosial. Ungkapan "Lhoknga masih yang dulu!" dapat diartikan sebagai kebanggaan dan ketahanan terhadap tragedi yang telah menimpa kota tersebut. Ini bisa mencerminkan tekad untuk mempertahankan nilai-nilai dan karakteristik tradisional atau historis dari Lhoknga, bahkan saat di tengah-tengah situasi yang sulit. Hal tersebut juga tergambar pada sosok tokoh Delisa yang terdapat dalam kutipan berikut. Delisa senang senang sekali sepanjang pagi. Dia sudah tau Lhoknga hancur. Abi sudah Delisa juga sudah tahu rumahnya rusak. Abi sudah cerita. Tetapi kata-kata pulang selalu menyenangkan bagi anak-anak mana pun, tak terkecuali bagi Delisa. (Tere Liye, 2023: . Melalui kutipan di atas dapat diketahui bahwa penulis menunjukkan perpaduan antara kebahagiaan anak-anak dan kenyataan yang sulit. Meskipun Delisa sudah mengetahui berita buruk, tetapi "kata-kata pulang" tetap memberikan kebahagiaan Ini bisa mencerminkan dorongan dan kenyamanan yang diberikan oleh konsep pulang, bahkan di tengah situasi sulit. Delisa melihat ada harapan bahwa pulang dapat memberikan keamanan atau kelegaan, meskipun berada di situasi yang sulit. Pengorbanan dan Keberanian Pengorbanan dan keberanian adalah suatu tindakan memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting (Alimin & Sulastri, 2. Novel ini menyoroti pengorbanan Ibu Guru Nur yang berusaha menyelamatkan Delisa . nak muridny. untuk bertahan hidup dan menyelesaikan hafalan bacaan shalatnya. Ini merupakan contoh nyata dari pengorbanan dari seorang guru terhadap anak muridnya. Hal ini terdapat dalam kutipan berikut. Ibu Guru Nur tidak sempat berfikir panjang. Saat tubuh mereka berdua mulai perlahan tenggelam. Ibu Guru Nur melepas kerudungnya yang robek. Mengikat tubuh Delisa yang pingsan di atas papan seerat yang dia bisa lakukan dengan kerudung itu. Lantas sambil menghela nafas penuh arti, bergetar tangan berlaksa maksud, gemetar bibir memanggang makna, dia melepaskan papan itu dari tangannya pelan-pelan, sebilah papan dengan Delisa yang pingsan terikat kencang di atasnya. AuKau harus meyelesaikan hafalan itu. Sayang. Kau harus menyelesaikannyaA. Ay Ibu Guru Nur berbisik sendu. (Tere Liye, 2023: . Kutipan di atas menunjukan penulis menciptakan gambaran situasi dramatis antara Ibu Guru Nur dan Delisa berhadapan dengan situasi yang sulit. Dalam konteks situasi darurat. Ibu Guru Nur memberikan instruksi atau tuntutan kepada Delisa untuk Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. menyelesaikan hafalan shalatnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan atau nilai-nilai tertentu bagi Ibu Guru Nur, bahkan di tengah situasi yang sulit. Spiritualitas/Keyakinan Spiritualitas diartikan sebagai kesadaran atau keyakinan pada kekuatan yang lebih tinggi atau energi yang menginspirasi seseorang untuk mencari makna dan tujuan di luar dirinya (Ellafiyah & Putri, 2. Novel ini mengisahkan Delisa yang meskipun mengalami kehilangan yang besar. Delisa mempertahankan ketaatannya dalam menjalankan ibadah Hal ini menggambarkan kekuatan spiritualitas dan keimanan yang kuat, meskipun di tengah situasi yang sulit. Hal ini terdapat dalam kutipan berikut. Beberapa detik sebelumnya terdengar suara bergemuruh. Juga teriakan-teriakan ketakutan orang dari luar. Delisa tidak melihat betapa menggentarkan sapuan gelombang raksasa itu. Dia mendengar suara mengerikan itu, tetapi dia sedang khusyuk. Dia ingin menyelesaikan hafalan shalatnya dengan baik. Ya Allah. Delisa ingin berpikiran satu. Maka dia bergeming dari berdirinya. (Tere Liye, 2023: . Berdasarkan kutipan di atas, penulis menciptakan gambaran dramatis tentang suatu peristiwa atau bencana yang tampaknya mengancam. Suara teriakan ketakutan orang dari luar menambah elemen ketegangan dan ancaman dalam suasana. Namun, perhatian utama adalah pada tokoh Delisa yang sedang "khusyuk. " Ini menunjukkan ketenangan dan keteguhan batinnya di tengah-tengah situasi yang menakutkan. Delisa tetap fokus pada tujuan spiritualnya, yaitu menyelesaikan hafalan shalat dengan baik. Hal ini mencerminkan kekuatan keyakinan dan ketaatan agamanya di tengah-tengah kekacauan. Selain itu, nilai spiritualitas atau keyakinan tergambar dalam sosok Ummi dan anakanaknya. Seperti membaca Al QurAoan dan mengajarkan anak-anaknya untuk mengaji. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut. Ummi sedang mengaji, mengajar Cut Aisyah dan Cut Zahra. Sedangkan Fatimah membaca Al-QurAoan sendiri. Tidak lagi diajari Ummi. (Tere Liye, 2023: . Berdasarkan kutipan tersebut, diketahui bahwa penulis menggambarkan suasana keagamaan dan pendidikan dalam keluarga. Ini menunjukkan komitmen keluarga untuk memperkuat aspek spiritualitas dan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari. Ummi berperan sebagai pendidik dalam hal ini, mengajarkan dan membagikan pengetahuannya tentang agama kepada dua anaknya. Fakta bahwa Fatimah membaca Al-Qur'an sendiri p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. menunjukkan tingkat kemandirian dan kemajuan dalam pemahaman agamanya. Ini bisa mencerminkan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang sendiri dalam aspek spiritualitas atau keagamaannya. Selain itu, novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye ini terdapat nilai kasih sayang yang ditunjukkan oleh tokoh Delisa kepada Ummi dan Abi-nya. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut. AuDelisaA Delisa cinta UmmiA Delisa cinta Ummi karena Allah. Ay Delisa pelan sekali mengatakan itu. (Tere Liye, 2023: . AuAbiA Delisa cinta Abi karena Allah!Ay Kalimat itu meluncur saja dari mulut Delisa. Meluncur dari hati Delisa tanpa tertahankan. (Tere Liye, 2023: . Melalui kutipan di atas dapat diketahui bahwa penulis menciptakan momen yang penuh dengan rasa kasih sayang dan pengabdian dari karakter Delisa kepada Ummi dan Abi-nya. Ungkapan "Delisa cinta Ummi dan Abi karena Allah" menambah dimensi spiritual pada pernyataan tersebut. Ini menggambarkan bahwa cinta Delisa tidak hanya didasarkan pada hubungan keluarga, tetapi juga diarahkan oleh nilai-nilai spiritualitas dan kepercayaan pada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa cinta Delisa terhadap Ummi dan Abi-nya diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual dan moral. Solidaritas Kebersamaan Solidaritas berarti menunujukan rasa kebersamaan, mementingkan kepentingan umum dari kepentingan individu (Tejowibowo, 2. Novel ini juga menyoroti solidaritas dan dukungan yang muncul dari berbagai pihak untuk membantu korban bencana. Dalam cerita, ada upaya dari berbagai pihak, baik dari masyarakat lokal maupun dari luar, untuk membantu pemulihan daerah yang terkena dampak bencana. Hal ini terdapat dalam kutipan berikut. Tak banyak yang menyambut helikopter mendarat, karena sisa penduduk kota Lhoknga hanya Prajurit yang bertugas di atas helikopter segera melempar kardus-kardus bantuan ke tangan-tangan yang terulur mendekat. Sementara Sersan Ahmed dan prajuritnya bergerak menyisir. (Tere Liye, 2023: . Berdasarkan kutipan di atas, penulis menggambarkan situasi yang sulit dan penuh tantangan di kota Lhoknga setelah terjadi suatu bencana tsunami. Helikopter membawa bantuan, yang diwakili oleh kardus-kardus, untuk disalurkan kepada mereka yang Ini menciptakan gambaran tentang upaya kemanusiaan dan kebutuhan Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. mendesak di tengah situasi darurat. Meskipun tidak ada banyak yang menyambut, adanya tangan-tangan yang terulur menunjukkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan dan Hal ini menunjukkan gambaran penuh semangat bantu-membantu dan dukungan di tengah-tengah situasi darurat atau pasca-bencana. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan juga pembahasan dapat disimpulkan bahwa novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye terdapat nilai-nilai sosial. Dari analisis data tersebut, dapat diketahui bahwa nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel ini meliputi ketahanan menghadapi tragedi, pengorbanan dan keberanian, spiritualitas/keyakinan, dan solidaritas Selain itu, novel ini terlahir dari kondisi bangsa yang masih mengalami trauma dari rentetan bencana alam yang terjadi khususnya bencana tragedi tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam. Novel ini menjadi pemulih trauma dan sumber pembelajaran berkenaan dengan sikap tawakal pada Tuhan dan terus melanjutkan kehidupan dengan optimisme dan sikap pantang menyerah. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa hormat dan apresiasi, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian penelitian ini. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya ditujukan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan masukan berharga selama proses penelitian. Terima kasih juga kepada keluarga dan sahabat yang selalu memberikan dukungan moral dan motivasi. Selain itu, penulis mengapresiasi berbagai referensi dan sumber yang telah memperkaya kajian ini, khususnya dalam eksplorasi nilai-nilai sosial dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan kajian sosiologi sastra. REFERENSI Aisah. Nilai-Nilai Sosial yang Terkandung dalam Cerita Rakyat AuEnce SulaimanAy Masyarakat Tomia. Jurnal Humanika, 3. , 1689Ae1699. http://download. id/article. php?article=421478&val=8476&title =NILAI-NILAI SOSIAL YANG TERKANDUNG DALAM CERITA RAKYAT ENCE SULAIMAN PADA MASYARAKAT TOMIA Alfiah. Analisis Pesan Moral dalam Novel Hujan Karya Tere Liye. Jurnal Onoma: Pendidikan. Bahasa Dan Sastra PBSI FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo, 2. , 55Ae70. https://doi. org/http://dx. org/10. 30605/onoma. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Alif. Nilai Religi Najib Mahfudz dalam Novel Aulad Haratina Qissah RifaAoah (Kajian Sosiologi Sastra Karya Wellek dan Warre. Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealot. , 8. , 118Ae137. https://doi. org/10. 21043/addin. Alimin. , & Sulastri. Nilai Keberanian dalam Novel Negeri di Ujung Tanduk Karya Tere Liye. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesi. , 3. , 1. https://doi. org/10. 26737/jp-bsi. Arifin. Nilai Moral Karya Sastra Sebagai Alternatif Pendidikan Karakter (Novel Amuk Wisanggeni Karya Suwito Sarjon. Literasi: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 3. , 30Ae40. https://doi. org/http://dx. org/10. 25157/literasi. Arikunto. Prosedur penelitian . disi revisi VI). Jakarta: Rineka Cipta. Ellafiyah, & Putri. Upaya Peningkatan Spiritualitas Pada Penerima Manfaat (Klie. Melalui Kegiatan Bimbingan Sosial dan Agama di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita (RSBKW) Kediri. Spiritualita, 6. , 132Ae143. https://doi. org/10. 30762/spiritualita. Hastuti. Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Kajian Sosiologi Sastra. Humanika, 25. , 64Ae74. https://doi. org/10. 14710/humanika. Islamiyah. Mahyudi. , & Efendi. Nilai Perjuangan Tokoh Sri Dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye: Analisis Sosiologi Sastra Wellek & Warren. Jurnal Lisdaya, 19. , 11Ae21. http://lisdaya. id/index. php/lisdaya/article/view/79 Juliansyah. Arifin. , & Rokhmansyah. Analisis Novel Ada Surga Di Rumahmu Karya Oka Aurora Ditinjau Dari Aspek Sosiologi Karya Sastra. Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa. Sastra. Seni Dan Buday. , 2. , 337Ae346. http://ejournals. id/index. php/JBSSB/article/view/1430 Khusnin. Gaya Bahasa Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy Dan Implementasinya Terhadap Pengajaran Sastra Di Sma. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1. , 46Ae53. https://doi. org/https://doi. org/10. 15294/seloka. Kurniawan. Kritik Sosial Dalam Novel Menunggu Matahari Melbourne Karya Remy Sylado: Tinjauan Sosiologi Sastra. Jurnal Bahastra, 26. , 1Ae77. http://download. id/article. php?article=1158974&val=5562&title =KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL MENUNGGU MATAHARI MELBOURNE KARYA REMY SYLADO-TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Mamluah. Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Bertokoh Dahlan Iskan dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Teks Novel. Dialektika, 4. , 115Ae145. https://doi. org/10. 15408/dialektika. Maydyawati. , & Arifin. Nilai Sosial Pada Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye: Tinjauan Sosiologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Di Sma. Transformatika: Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Pengajarannya, 6. , 74Ae88. https://doi. org/10. 31002/transformatika. Megawanty. , & Hanita. Ketahanan Keluarga Dalam Adaptasi New Normal Pandemi Covid-19 Di Indonesia Family Resilience in Adaptation To the New Normal Muhamad Frananda1. Ahmad Rangga Prihadit2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Covid-19 Pandemic in Indonesia. Jurnal Lembaga Ketahanan Negara Republik Indonesia. Volume 9(No . , 42Ae44. https://doi. org/10. 55960/jlri. Mijianti. ANALISIS UNSUR PEMBANGUN DAN NILAI-NILAI SASTRA PADA NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY. DIDAKTIKA, 269Ae280. http://jurnal. id/index. php/DIDAKTIKA/article/download/2430/18 Nilawijaya. , & Awalludin. Tinjauan Sosiologi Sastra dalam Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia. Daerah. Dan Asing, 4. , 13Ae24. https://doi. org/10. 31540/silamparibisa. Nurfadilah. Kajian Sosiologi Sastra Dalam Novel Cermin Jiwa Karya S. Prasetyo Utomo. Jurnal Pustaka