Megawati Mahalil Asna At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. Maret 2024 Hal: 19-24 Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Scientific Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Materi Organ Gerak Hewan dan Manusia Kelas V Sekolah Dasar Megawati Mahalil Asna Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto e-mail: mahalilasnamegawai@gmail. ABSTRACT The number of declines in student learning outcomes from several faktors, namely internal faktors and external faktors. Many problems in the world of education are the lack of student creativity. Shaping students' creativity through science learning methods. Writing this journal can refer to the influence of student creativity on science learning, namely Animal and Human Movement Organs. The aim is to improve and advance science learning in SD BalongBesuk grade V. Students It is very necessary to teach all students the formation of creativity, because this is very important for future regulation. The discussion shows that the use of the method used is very effective in IPA Learning activities, the steps in this method can make learning activities more meaningful. The application of scientific methods and creativity-based learning models will increase students' interest in science, improve students' attitudes, knowledge and skills in anticipating learning to be able to train productive, creative, innovative and effective students. By learning using scientific learning methods, students can find facts that have been successfully collected. Starting from analyzing data, grouping, categorizing, concluding, and making predictions/estimates. The scientific method is very important for students because it can train them to think The scientific method applied will improve and balance hard and soft skills. If students are used to making decisions based on analysis of existing facts since they were young, they will be able to solve problems better Keywords: Scientific Learning, creativity, learners. natural Science, observe ABSTRAK Banyaknya penurunan dalam hasil beIajar peserta didik diakibatkan oIeh beberapa faktor yaitu faktor internaI dan eksternaI. Banyak permasalahan dalam pendidikan adalah kurangnya berpikir kreatif siswa. Membentuk kreativitas siswa melalui metode pembelajaran scientific Iearning. Penulisan jurnaI ini dapat merujuk pada pengaruh kreativitas siswa terhadap pembelajaran IPA yaitu Organ Gerak Hewan dan Manusia. Tujuannya untuk meningkatkan dan memajukan pembelajaran lPA di SD Balong besuk kelas V. Peserta didik sangat perlu untuk diajarkan pembentukan kreativitas kepada semua siswa, karena ini sangat penting untuk regulasi di masa depan. HasiI diskusi menunjukkan bahwa penggunaan metode digunakan dengan sangat efektif dalam kegiatan pembelajaran lPA, langkah-langkah dalam metode ini dapat membuat aktivitas pembelajaran yang lebih bermakna. Penerapan metode saintifik dan model pembelajaran berdasarkan kreativitas, itu akan meningkatkan minat siswa dalam IPA, mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa dalam rangka mengantisipasi pembelajaran mampu melatih siswa yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif. Dengan pembelajaran menggunakan metode scientific learning peserta didik dapat mencari fakta-fakta yang sudah berhasil dikumpulkan. Mulai dari menganalisis data, mengelompokkan, mengategorikan, menyimpulkan, serta membuat prediksi/estimasi. metode ilmiah ini sangat penting bagi peserta didik karena dapat melatih mereka untuk berpikir secara ilmiah. Metode pembelajaran saintifik yang diterapkan akan meningkatkan dan menyeimbangkan Hal 19 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Megawati Mahalil Asna hard skill dan soft skill. Jika peserta didik terbiasa mengambil keputusan berdasarkan analisis fakta yang ada sejak mereka masih muda, mereka akan dapat memecahkan masalah dengan lebih baik. Kata Kunci: pembelajaran ilmiah, kreativitas, peserta didik. IPA, mengamati PENDAHULUAN Banyak hal yang semakin maju seiring dengan perkembangan zaman, terutama di era Inilah sebabnya mengapa sudah saatnya kita memikirkan kembali bagaimana seharusnya proses pembelajaran terjadi di dunia pendidikan saat ini. Sama seperti proses pembelajaran yang membosankan masih menggunakan metode ceramah, sudah saatnya untuk mengubahnya, karena penting untuk diingat bahwa menggunakan metode ceramah dapat dengan mudah membuat siswa bosan. Pendidik membutuhkan kreativitas untuk mengubah cara belajar dan membuatnya lebih menarik. Penyampaian materi secara menyenangkan telah diserukan oleh pemerintah kita, dalam hal ini Depdiknas melalui UU No. 20/2003 Pasal 40 yang menyatakan Auguru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana Pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogisAy. Hal ini ditandaskan lagi dalam PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 19 ayat 1 yang menyatakan Auproses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara inspiratif, interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik dan psikologis siswaAy. Kreativitas siswa dalam belajar akan sangat mempengaruhi keberhasilan siswa. Siswa dengan kreativitas tinggi akan memiliki wawasan yang luas dalam belajar, yang akan mempengaruhi kualitas belajar siswa. Selain itu, kreativitas juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar. Metode ilmiah ini adalah cara untuk memperoleh pengetahuan program berbasis metode ilmiah. Proses pembelajaran harus menghindari karakteristik atau nilai nonilmiah. Metode ilmiah ini termasuk komponennya yaitu mengamati, menanyakan, mencoba, mengolah. Presentasikan, rangkum, dan buat. Komponen-komponen ini harus disajikan di setiap kelas untuk Siswa dapat berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran di kelas atau di luar kelas. Metode pembelajaran mata pelajaran SD/MI di kelas senior penggunaan metode ilmiah sangat penting karena lebih mudah bagi guru untuk membuat penilaian, dan lebih mudah bagi siswa memahami belajar. Hal 20 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Megawati Mahalil Asna Pembelajaran tematik yang banyak melibatkan peserta didik baik secara fisik maupun mental seperti yang tercantum dalam ketujuh kriteria pendekatan saintifik. Namun guru masih melakukan pembelajaran dengan cara konvensional, walaupun sudah seharusnya pembelajaran tematik yang diterapkan banyak melibatkan peserta didik seperti yang ada dalam pendekatan Pendekatan saintifik banyak mendorong peserta didik untuk berpikir secara kritis serta analitis, menginspirasi, merespon setiap tindakan yang dilakukan peserta didik, serta memberikan pembelajaran dengan menghubungkan materi ajar dengan keadaan yang terjadi di lingkungan peserta didik yang mampu diterima dengan nalar atau logika peserta didik itu Pendekatan saintifik pada pembelajaran tematik banyak mendorong peserta didik untuk berpikir secara kritis serta analitis, menginspirasi, merespon setiap tindakan yang dilakukan peserta didik, serta memberikan pembelajaran dengan menghubungkan materi ajar dengan keadaan yang terjadi di lingkungan peserta didik yang mampu diterima dengan nalar atau logika peserta didik itu sendiri. Dengan melakukan pendekatan saintifik pada pembelajaran tematik di kelas V, peneliti sangat yakin bahwa pendekatan ini sangat tepat sekali untuk diterapkan dalam pembelajaran tersebut. METODE Adapun mengenai langkah langkah pendekatan saintifik pada aktivitas belajar peserta didik sebagai berikut: Mengamati Aktivitas mengamati dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan secra sadar dengan menggunakan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasaan pada fakta atau peristiwa tertentu. Mengamati merupakan metode yang mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran . eaning full learnin. Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses mengamati ialah dengan membaca, mendengar, menyimak, dan melihat. Menanya Menanya merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan suatu penjelasan yang belum dimengerti dari yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentangapa yang diamati. Mencoba Eksperimen merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa perlakuan melalui percobaan dalam mencari informasi, seperti membaca buku teks atau website, melihat suatu objek/ kejadian/aktivitas. dan wawancara dengan narasumber. Hal 21 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Megawati Mahalil Asna Menalar Menalar rmerupakan berfikir secaralogis. Sedangkan mengasosiasikan/ mengolah informasi merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pengolahan informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan percobaan/ eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengumpulkan informasi. Mengkomunikasikan Mengkomunikasikan merupakan kegiatan pembelajaran berupa menyampaikan atau mempresentasikan hasil pengamatan,hasilan alisis secara lisan, tertulis, dan dengan menggunakan media berupa powerpoint. kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, dan dengan menggunakan media berupa powerpoint. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data yang digunakan dilakukan dengan menggunakan uji normalized gain (NGai. Gain adalah peningkatan kemampuan siswa setelah memperoleh pembelajaran. Keuntungan tersebut diperoleh dari selisih antara hasil pre-test dan post-test. N-Gain adalah gain yang dinormalisasi. Penghitungan N-gain ini bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam menginterpretasikan gain siswa. N gain dihitung menggunakan rumus berikut: N-Gain= (Skorposttest-skorpretes. kor maksimal-skor pretes. Hasil perhitungan N-gain tersebut kemudian dikategorikan kedalam 3 kategori yaitu: Tinggi: N-gain > 0. Sedang: 0. 3 O N-gain Ou 0. Rendah: N-gain < 0. Dengan dilakukannya penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian yang didapat melalui pretest dan posttest adalah sebagai berikut: Tabel. Rata-Rata Keseluruhan Hasil Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Nama Siswa Pretest Posttest N-Gain Alya Humairah 0,666667 Bani Prayoga 0,571429 Cantika Pratiwi Cindy Febrintina 0,75 Mayra Humairoh Putri Puspita Sari Zetira Zein Hal 22 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Megawati Mahalil Asna Nilai N-Gain Skorycyycuycycycyceycyc Oe ycycoycuycycyycyceycyceycyc skor maksimal Oe skor pretest 7,58 Oe 4,58 ycA Oe yaycaycnycu = 10 Oe 4,58 ycA Oe yaycaycnycu = = 0,55 5,42 Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan rata-rata keseluruhan hasil peningkatan motivasi ycA Oe yaycaycnycu = belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai gain skor sebesar 0,55. Pada kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti di SD Balong Besuk. Peneliti menemukan bahwa penilaian sikap peserta didik selama proses peneliti menemukan bahwa penilaian sikap peserta didik selama proses pembelajar berlangsung aktif, penuh semangat dan antusias serta sangat senang dalam memberikan penjelasan mengenai materi pembelajaran maupun selama kegiatan pembelajaran secara berkelompok maupun secara individual. Peran guru kelas dalam membimbing, mengarahkan dan membantu peserta didik juga tetap perlu dan dibutuhkan untuk senantiasa mengamati aktivitas belajar pesert didik. Di sini termasuk peran guru kelas dalam memberikan penguatan baik verbal maupun nonverbal untuk mendukung pembentukan sikap dan perilaku positif serta penguasaan pengetahuan. Inilah yang dinamakan pembejaran berbasis nilai. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint dapat menghasilkan pengetahuan, pengamatan dan kreativitas hasil belajar. Saat menerapkan metode saintifik learning, pendidik meminta siswa mengamati setiap video dari awal hingga akhir dan peserta didik membuat kesimpulan dari hasil video yang mereka lihat. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan menunggu giliran untuk menjelaskan hasil diskusi mereka. Pendidik mempersiapkan kegiatan siswa berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Di dalam kegiatan ini, pendidik memposisikan diri sebagai fasilitator pembelajaran, sehingga pembelajaran berpusat pada siswa. Strategi pembelajaran menggunakan metode saintifik learning dengan menggunakan powerpoint untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPA tentang Organ Gerak Hewan dan Manusia. Persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 4,58 pada nilai pre-test menjadi 7,58 pada nilai posttest. SARAN