JURNAL AGROSAINS VOL 16 N0 2 2023 ISSN: 1693-5225 KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS CILIWUNG DI DUSUN ANTAN DESA ANTAN RAYAN KECAMATAN NGABANG Sri Widarti1. Hery Medianto Kurniawan1. Andin Sri Wahyuni2 Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Sains dan Teknologi. Universitas Panca Bhakti Jalan Kom Yos Sudarso Pontianak sriwidarti1373@gmail. ABSTRACT This research is to determine the feasibility of cultivating lowland rice of the Ciliwung variety in Antan Hamlet. Antan Rayan Village. Ngabang District. The research object is farmers who cultivate the Ciliwung variety of lowland rice in Antan Hamlet during one planting season (MT). The sample used was 38 farmers. From the results of this research, the average variable cost is IDR 2,343,315/MT, the average fixed cost is IDR 178,344/MT. Total cost is IDR 2,605,501/MT. The average farming income is IDR 12,735,789/MT with a rice selling price of IDR 12,000/Kg and the average rice production yield is 1061,315 Kg per farmer. The average income from lowland rice farming of the Ciliwung rice variety in Antan Hamlet. Antan Rayan Village is IDR 10,130,288/MT. If converted for 1 MT, the average income obtained from cultivating Ciliwung variety rice is IDR 1,688,381/month. The R/C results concluded that Ciwung variety rice farming in Antan Hamlet. Antan Rayan Village is profitable and feasible to implement because the R/C Ratio value is > 1, namely 4. 88 > 1. This conclusion is in accordance with the decision criteria, namely if the R/C Ratio > 1 a farming business will experience a profit . orth tryin. The R/C ratio value also shows that every Rp. 1 cost incurred to cultivate the Ciherang variety of rice in Antan Hamlet. Antan Rayan Village will receive a revenue of IDR. Keywords: farmers, paddy fields, income, feasibility of farming PENDAHULUAN Padi (Oryza sativa L. ) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan penghasil beras yang memiliki peranan penting dalam ekonomi Indonesia. Beras sebagai bahan makanan pokok sangat sulit digantikan oleh komiditas lainnya. Sampai saat ini beras masih menjadi bahan pokok utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan asupan karbohidrat, maka dari itu prospek untuk berbudidaya tanaman padi masih sangatlah besar (Saragih, 2. Tanaman padi (Oryza sativa L. ) adalah salah satu makanan pokok yang sangat penting bagi setegah penduduk dunia khususnya Indonesia. Dalam kondisi pertanain menghadapi kendala dalam mengembangkan pemanfaatan sumber daya air dan lahan serta efisiensi. Pengembangan harus dilaksanakan pertanaman efisiensi dengan melalui umur bibit persemaian dan sistem tanam yang tepat. Pelaksanaan umur bibit dan sistem tanam serta penggunaan varietas unggul padi yang tepat dan efektif dapat memberikan pertumbuhan tanaman yang efisien dalam waktu yang cepat serta peningkatan produktivitas yang maksimal. Aktivitas petani padi memegang peranan penting dalam memelihara tanaman agar perkembangan tanaman padi dapat tumbuh baik dan petani bekerja mengelola usahatani padi (Jamilah, 2. Kabupaten Landak memiliki kondisi wilayah yang berada pada dataran rendah sehingga memungkinkan masyarakat untuk bercocok tanam padi sawah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan luas lahan 88. 317 ha, produksi padi di Kabupaten Landak tahun 2022 mencapai 362. ton/tahun, sedangkan produktivitas padi sebesar 4,10 ton/tahun. Jumlah ini meningkat 9,09 % jika dibandingkan dengan jumlah produksi tahun 2022 mencapai 329. 187 ton/ha. Adapun penghasil beras terbesar di Kabupaten Landak salah satunya adalah Kecamatan Ngabang. Padi sawah yang ditanam menggunakan varietas unggul seperti Inpari. Ciliwung. Ciherang, dan Rindang. Petani yang menggunakan varietas C iliwung d i Dusun Antan Desa Antan Rayan berjumlah 190 orang dari 7 kelompok tani dengan luas lahan sebesar 196 ha (BPP Ngabang, 2. Pendapatan usahatani mempengaruhi kesejahteraan keluarga petani dimana pendapatan yang JURNAL AGROSAINS VOL 16 N0 2 2023 ISSN: 1693-5225 diperoleh tidak hanya ditentukan oleh tingkat produksi yang dihasilkan tetapi juga ditentukan oleh tingkat harga yang berlaku dan biaya produksi yang dikeluarkan. METODE PENELITIAN Populasi penelitian ini adalah petani yang mengusahakan padi sawah varietas Ciliwung di Dusun Antan Desa Antan Rayan Kecamatan Ngabang yang berjumlah 190 orang. Penarikan sampel . diambil 20% dari jumlah populasi (N) 190 orang sehingga diperoleh petani responden sebanyak 38 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s/d Agustus 2023. Menurut Soekartawi . , t otal biaya adalah penjumlahan biaya variabel dengan biaya tetap secara matematis. Biaya usahatani terdiri atas biaya tetap . ixed cos. dan biaya variable . ariable cos. Untuk menghitung total biaya produksi dalam satu kali musim tanam (MT) menggunakan rumus: TC = FC VC Keterangan: TC : Total Cost (Total biay. satuan (Rp/MT) FC : Fixed Cost (Biaya teta. satuan (Rp/MT) VC : Variabel Cost (Biaya variabe. satuan (Rp/MT) Penerimaan usahatani yang diperoleh petani terdiri atas penerimaan secara tunai dan non tunai. Total Revenue (TR) Penerimaan yaitu hasil harga jual (P. dikali jumlah produksi (Y) menggunakan TR = Py . Keterangan: : Total Penerimaan (Rp/MT) : Harga Jual (R. : Jumlah Produksi (Kg/MT) Pendapatan adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya yang dikeluarkan. Atau dengan kata lain, total revene (TR) dikurang total cost (TC) selama usahatani tersebut dijalankan dalam kurun waktu yang ditetapkan. Rumusnya: Pd = TR Ae TC Keterangan: : Pendapatan Usahatani satuan (Rp/MT) : Total Revenue (Total Penerimaa. satuan (Rp/MT) : Total Cost (Total Biay. satuan (Rp/MT) Analisis R/C Ratio adalah merupakan perbandingan antara total penerimaan dengan biaya. Semakin besar nilai R/C semakin besar pula keuntungan dari usaha tersebut (Munawir, 2. Kelayakan usahatani secara ekonomis dapat dinilai dengan persamaan sebagai berikut (Rahim. A dan Hastuti. R/C Ratio = iA Keterangan: Jika nilai R/C Ratio > 1 : usahatani layak Jika nilai R/C = 1 : usahatani impas Jika nlai R/C < 1 : usahatani tidak layak JURNAL AGROSAINS VOL 16 N0 2 2023 ISSN: 1693-5225 HASIL DAN PEMBAHASAN Dusun Antan terletak di Desa Antan Rayan Kecamatan Ngabang berada di Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Kecamatan Ngabang dengan luas wilayah sebesar 1. 148,10 KmA, jumlah penduduk 552 jiwa. Kecamatan Ngabang memiliki 19 Desa salah satunya Desa Antan Rayan yang dijadikan sebagai lokasi penelitian. Kondisi ekonomi masyarakatnya masih tergolong rendah, pekerjaan sebagai petani masih menjadi pekerjaan utama dimana hasil pertaniannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tingkat pendidikan responden mulai dari tingkat SD hingga SMA. Tingkat pendidikan SMA paling banyak yaitu 16 orang dengan persentase . ,10%), tingkat SMP 12 orang dengan persentasenya . ,57%) dan tingkat SD sebanyak 10 orang dengan persentase . ,31%). Tingkat umur yang dominan adalah tingkat umur 55Ae64 tahun jumlah responden 15 orang persentasenya . ,47%). Sedangkan tingkat umur terendah adalah 65Ae74 tahun jumlah responden 2 orang persentasenya . ,26%). Analisis Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah Biaya usahatani diklasifikasikan menjadi 2 yaitu biaya tidak tetap (Variable Cos. dan biaya tetap . ixed Biaya variabel Biaya variable dalam penelitian ini meliput pupuk, pestisida, sewa alat mesin pertanian, dan tenaga Biaya Pupuk Menurut Adisarwanto . Pupuk merupakan unsur hara yang terkandung pada setiap bahan untuk melengkapi unsur hara pada tanah yang diperlukan tanaman. Tujuan penggunaan pupuk adalah untuk mencakupi kebutuhan makanan . Lahan/tanah mempunyai tingkat keragaman tanggap cukup besar, tergantung tanaman atau varietas yang digunakan. Pengunaan pupuk dalam usahatani padi sawah varietas Ciliwung diperlukan untuk meningkatkan hasil produksi dan memberikan tambahan nutrisi. Pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea. SP36. KCL. NPK, dan Phonska. Tabel 1. Rata-Rata Biaya Pupuk Petani Padi Sawah varietas Ciliwung di Dusun Antan Desa Antan Rayan No. Jenis Pupuk Urea SP36 KCL NPK Phonska Jumlah: Rata-Rata Biaya Pupuk (Rp / MT) Berdasarkan Tabel 1, rata-rata total biaya pupuk petani responden yaitu sebasar Rp 390. 763/MT. Biaya yang dikeluarkan untuk pupuk Urea Rp 135. 368/MT, dan pemakaian pupuk KCL mengeluarkan biaya sebesar Rp 52. 500/MT. Biaya Pestisida Menurut Suparyono . , pestisida adalah substansi kimia yang digunakan membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Dalam pemakaian pestisida harus memperhatikan dosis maupun Karena pestisida merupakan racun apabila pemakaiannya terlalu banyak bersifat Petani menggunakan pestisida untuk membantu program intensifikasi dalam mengatasi masalah hama dan penyakit menyerang tanaman. JURNAL AGROSAINS VOL 16 N0 2 2023 ISSN: 1693-5225 Biaya dikeluarkan pembelian pestisida Regent. Spontan. Roundup. Basmilang dan Score untuk sekali musim tanam di Dusun Antan sebagai berikut. Tabel 2. Rata-Rata Biaya Pestisida Petani Padi Sawah di Dusun Antan Desa Antan Rayan Jenis Rata-Rata Biaya Pestisida No. Pestisida (Rp/ MT) Regent Spontan Roundup Basmilang Score Jumlah 433,056 Biaya Tetap Tabel 3. Rata-Rata Biaya Alat-Alat Penyusutan Petani Padi Sawah di Dusun Antan Desa Antan Rayan 2023 No. Jenis Alat Unit Umur Ekonomis (T. Rata-Rata Biaya Penyusutan (Rp/MT) Sabit Penyemprot Cangkul Terpal Penjemur Jumlah Rp 178. 344/MT Berdasarkan tabel 3, total rata-rata biaya penyusutan alat dari 38 responden sebesar Rp 344/MT. Bahwa rata-rata penyusutan sabit 2,9 unit pemakaian 3 tahun biaya rata-ratanya Rp 5. 392/MT, rata-rata penyusutan penyemprot 1,2 unit pemakaian 5 tahun Rp 87. 350/MT, penyusutan cangkul 1,1 unit pemakaian 5 tahun Rp 12. 015/MT, dan penyusutan terpal penjemur 2,3 unit pemakaian 3 tahun Rp 60. 954/MT. Total Biaya Produksi (Total Cos. Total biaya produksi usahatani padi sawah di Dusun Antan Desa Antan Rayan diperoleh dari penjumlahan biaya tetap dan biaya variable yang dikeluarkan petani padi. Menurut Soekartawi . , total biaya adalah penjumlahan biaya variabel dengan biaya tetap dan secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut: TC = FC VC Keterangan : TC : Total Cost (Total biay. stuan (Rp/MT) FC : Fixed Cost (Biaya teta. stuan (Rp/MT) VC : Variabel Cost (Biaya variabe. stuan (Rp/MT) Berikut ini pada Tabel 3 rata-rata biaya variable, biaya tetap dan biaya total produksi. JURNAL AGROSAINS VOL 16 N0 2 2023 ISSN: 1693-5225 Tabel 3. Rata-Rata Biaya Produksi. Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah varietas Ciherang di Dusun Antan Desa Antan Rayan No. Uraian Biaya Variabel (VC) Biaya Pupuk . SP36. KCL. NPK dan Biaya Pestisida . egent, spontan, roundup, basmilang dan scor. Biaya Upah Tenaga Kerja HOK Tenaga Kerja Dalam Keluarga HOK Tenaga Kerja Luar Keluarga Biay Upah Sewa Alat Mesin Pertanian Biaya Bahan Bakar Biaya Upah Penggilingan Padi Total Biaya Variabel Biaya Tetap (FC) Biaya Total Rata-Rata Biaya (Rp/MT) Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Penerimaan yaitu perolehan dari hasil produksi yang dikali dengan harga jual berdasarkan kualitas yang dipasarkan petani terhadap produksinya. Penerimaan dipengaruhi jumlah produksi, jika produksi tinggi maka akan menghasilkan penerimaan yang tinggi dan sebaliknya jika produksi rendah maka penerimaan akan rendah pula Tabel 4. Rata-Rata Biaya Produksi. Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah varietas Ciherang di Dusun Antan Desa Antan Rayan No. Uraian Total Biaya Variabel Biaya Tetap (FC) Total Biaya Produksi = FC VC Total Penerimaan = Py . Pendapatan Usahatani Padi Sawah Rata-Rata Biaya (Rp/MT) Berdasarkan Tabel 4, rata-rata peneriman usahatani padi sawah di Dusun Antan Desa Antan Rayan Rp 12. 789/MT. dari rata-rata biaya produksi yang diperoleh yaitu Rp 501/MT maka pendapatan usahataninya adalah sebesar Rp 10 130. 288/MT. Kelayakan usahatani Suatu usahatani dapat dikatakan layak untuk dijalankan jika secara finansial usahatani tersebut dapat memberikan keuntungan kepada petani. Analisis kelayakan usahatani bukan hanya diukuran dari besarnya pendapatan yang diperoleh tapi dapat juga dianalisis melalui Revenue Cost Ratio (R/C rati. yang merupakan perbandingan antara total biaya (TR) dan total penerimaan (TC). JURNAL AGROSAINS VOL 16 N0 2 2023 ISSN: 1693-5225 Tabel 5. Kelayakan Usahatani Padi Sawah varietas Ciherang di Dusun Antan Desa Antan Rayan Harga Penerimaan Biaya Kelayakan Produksi (Rp/k. (Rp/h. Usahatani . g/H. (Rp/H. 1061,315 4,88 Berdasarkan hasil R/C dapat disimpulkan bahwa usahatani padi Sawah varietas Ciherang di Dusun Antan Desa Antan Rayan adalah menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan karena nilai R/C Ratio > 1 yakni 4,88 > 1. Kesimpulan ini sesuai dengan kriteria keputusan yakni jika R/C Ratio > 1 suatu usahatani akan mengalami keuntungan . ayak diusahaka. Nilai R/C ratio tersebut juga menunjukan bahwa setiap Rp. 1 biaya yang dikeluarkan untuk mengusahakan padi Sawah varietas Ciherang di Dusun Antan Desa Antan Rayan akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 4,88. KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Total cost diperoleh sebesar Rp 2. 501/MT, penerimaan usahatani rata-rata Rp 789/Kg, rata-rata Pendapatan usahatani padi sawah di Dusun Antan Desa Antan Rayan sebesar Rp 10. 288/MT R/C usahatani padi sawah varietas Ciherang di Dusun Antan Desa Antan Rayan adalah menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan karena nilai R/C Ratio > 1 yakni 4,88 > 1. Nilai R/C ratio menunjukan bahwa setiap Rp. 1 biaya yang dikeluarkan untuk mengusahakan padi Sawah varietas Ciherang di Dusun Antan Desa Antan Rayan akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 4,88. DAFTAR PUSTAKA