Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 318-322 DOI: https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Jiwa Generasi Muda Aprina Siregar1. Martha Traci Simanjuntak2. Melina Marbun3. Santa Emelia Sitorus4. Waliyul Maulana Siregar5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Medan E-mail: aprinasiregar9@gmail. com1, mrthtrcys@gmail. com2, melinamarbun8@gmail. santasitorus569@gmail. com4 waliyulmaulana@gmail. Abstract. Pancasila as the ideology and worldview of the Indonesian nation is an important foundation in shaping the character and identity of the younger generation. This study aims to explore efforts to instill Pancasila values in the younger generation and identify supporting and inhibiting factors. The results show that instilling Pancasila values in the psyche of the younger generation requires integrated and sustainable efforts from various parties, namely family, school, community, and media. The family acts as the first environment in instilling Pancasila values through role modeling and daily life practices. Schools have the responsibility to strengthen the understanding and appreciation of Pancasila values through an integrated curriculum and participatory learning methods. The community environment also plays a role in providing space for the younger generation to implement Pancasila values in community activities. Media and technology can be an effective means to instill Pancasila values in the younger generation in a more interesting and contextual way, with proper assistance and control. This study concludes that instilling Pancasila values in the psyche of the younger generation requires a comprehensive approach and active involvement of all stakeholders to ensure the sustainability of the noble values of the Indonesian nation in the future. Keywords: Pancasila, young generation, character education, noble values, integration Abstrak. Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter dan jati diri generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda memerlukan upaya terintegrasi dan berkelanjutan dari berbagai pihak, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Keluarga berperan sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan dan praktik kehidupan sehari-hari. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk memperkuat pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila melalui kurikulum terintegrasi dan metode pembelajaran partisipatif. Lingkungan masyarakat juga berperan dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan Media dan teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan kontekstual, dengan pendampingan dan kontrol yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda membutuhkan pendekatan komprehensif dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlangsungan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia di masa depan. Kata kunci: Pancasila, generasi muda, pendidikan karakter, nilai-nilai luhur, integrasi. Received Maret 24, 2024. Accepted April 20, 2024. Published Mei 27, 2024 *Aprina Siregar, aprinasiregar9@gmail. Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Jiwa Generasi Muda PENDAHULUAN Pancasila, sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, menjadi landasan penting bagi pembentukan karakter dan jati diri generasi muda. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila merupakan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, di era globalisasi yang sarat dengan tantangan dan pengaruh budaya asing, upaya untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda menjadi semakin penting dan mendesak. Generasi muda adalah aset berharga bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan memikul tanggung jawab dalam membangun masa depan Indonesia. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini menjadi kunci untuk membentuk karakter dan kepribadian yang kokoh, sekaligus memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Melalui pendidikan yang bermutu dan terintegrasi, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat, nilai-nilai Pancasila seperti Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat ditanamkan dengan baik dalam jiwa generasi muda. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, kita tidak hanya membangun fondasi yang kuat bagi pembentukan karakter dan jati diri bangsa, tetapi juga menjamin kelangsungan dan keberlanjutan nilai-nilai luhur tersebut di masa depan. Generasi muda yang kuat berpegang pada nilai-nilai Pancasila akan mampu menghadapi tantangan global dengan tetap menjaga identitas dan kepribadian bangsa Indonesia. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang upaya penanaman nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda. Subjek penelitian akan melibatkan beberapa pihak, antara lain. Guru dan staf pengajar di sekolah-sekolah terpilih. Siswa dari tingkat sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas. Orang tua atau wali murid. Tokoh masyarakat dan pemuka agama. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 318-322 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa peran guru Pendidikan Kewarganegaraan (PK. dalam menanamkan nilai-nilai pancasila dalam jiwa generasi muda sangatlah penting. Guru PKn memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada peserta didik, serta membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung Peran Keluarga Keluarga memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Penelitian menemukan bahwa keluarga yang menerapkan nilai-nilai seperti ketaqwaan, toleransi, musyawarah, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk fondasi yang kuat bagi penanaman nilai-nilai Pancasila pada anak-anak. Kurikulum dan Metode Pembelajaran di Sekolah Kurikulum pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara eksplisit dalam berbagai mata pelajaran terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Metode pembelajaran yang partisipatif, diskusi, dan pengalaman langsung juga membantu siswa memahami dan menghayati makna nilai-nilai Pancasila. Peran Lingkungan Masyarakat Lingkungan masyarakat yang kondusif, seperti adanya kegiatan kemasyarakatan, perayaan hari besar nasional, dan keterlibatan tokoh masyarakat, dapat memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda. Penelitian menemukan bahwa generasi muda yang terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat cenderung memiliki pemahaman dan penghayatan yang lebih baik terhadap nilai-nilai Pancasila. Peran Media dan Teknologi Media dan teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilainilai Pancasila pada generasi muda. Penggunaan media sosial, aplikasi, dan konten digital yang mengangkat tema-tema terkait Pancasila dapat menarik minat generasi muda dan membantu mereka memahami nilai-nilai tersebut dalam konteks yang lebih modern. Pembahasan Penanaman nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda membutuhkan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan dari berbagai pihak, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Jiwa Generasi Muda Pendekatan yang komprehensif ini penting untuk memastikan bahwa generasi muda tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah berperan dalam memperkuat pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila melalui kurikulum yang terintegrasi dan metode pembelajaran yang partisipatif. Lingkungan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilainilai Pancasila dalam kegiatan kemasyarakatan. Di era digital saat ini, media dan teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan media dan teknologi harus diimbangi dengan pendampingan dan kontrol yang tepat untuk memastikan penanaman nilai-nilai yang Dengan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan dari berbagai pihak, generasi muda dapat nilai-nilai Pancasila mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan memperkuat jati diri bangsa Indonesia dan memastikan keberlangsungan nilai-nilai luhur Pancasila di masa depan. KESIMPULAN Penanaman nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda merupakan upaya yang sangat penting untuk memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya tersebut membutuhkan keterlibatan dan sinergi dari berbagai pihak, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Keluarga berperan sebagai lingkungan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk memperkuat pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila melalui kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dan metode pembelajaran yang partisipatif. Lingkungan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan kemasyarakatan. Selain itu, media dan teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 318-322 Pancasila pada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan kontekstual, asalkan diimbangi dengan pendampingan dan kontrol yang tepat. Melalui pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, generasi muda dapat memiliki fondasi yang kuat dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Hal ini akan memperkuat jati diri bangsa Indonesia dan memastikan keberlangsungan nilai-nilai luhur Pancasila di masa depan. Penting untuk terus mengupayakan penanaman nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda melalui berbagai strategi dan metode yang inovatif, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara aktif. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi warga negara yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. DAFTAR PUSTAKA