1097 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 ANALISIS PENGARUH POTENSI EKONOMI SEKTOR PARIWISATA DESA SENTELUK KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Oleh Yurian Aditya1 & Muharis Ali2 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1yurianaditya238@gmail. com & 2muharisali01@gmail. Article History: Received: 10-09-2025 Revised: 11-10-2025 Accepted: 14-10-2025 Keywords: Pariwisata. Tanjung Bias. Meningkatkan. Perekonomian. Masyarakat. Abstract: Pariwisata adalah salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi nasional sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus dalam Salah satu bentuk program pengembangan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah dengan dikembangkannya Pantai Tanjung bias sebagai salah satu Kawasan Ekonomi wisata kuliner. Peran pariwisaata Pantai Tanjung Bias akan memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat di sekitar Kawasan sehingga Penelitian ini penting untuk dilakukan di Kawasan Pantai Tanjung Bias Desa Senteluk Kecamatan Batu Layar Lombok Barat. Adapun dalam penelitin ini menggunakan jenis peneltian deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi dan dekumentasi. Penelitian ini akan mendiskripsikan peran pariwisata Pantai Tanjung Bias dengan meneliti masyarakat untuk mengetahui apakah ada perubahan yang terjadi selama bedirinya Pantai Tanjung Bias tersebut dari segi peningkatan ekonomi bagi masyarakat. PENDAHULUAN Pariwisata adalah kegiatan/perjalanan yang dilakukan seseorang dengan waktu yang sementara, jadwal yang terencana dan memiliki tujuan ke suatu tempat serta memiliki motif-motif tertentu tapi bukan untuk mencari pekerjaan dan penghidupan didaerah tujuan. Terjadinya kegiatan pariwisata disebabkan oleh pergerakan manusia untuk mencari sesuatu yang belum diketahuinya, menjelajahi wilayah yang baru, mencari suasana baru, dan untuk melakukan perjalanan setelah jenuh didalam aktivitas-aktivitas yang monoton. Zaman sekarang, pariwisata dijadikan sebagai industri penggerak dan andalan utama dalam menambah devisa sebuah negara. Pariwisata dijadikan sebuah usaha yang sangat menjanjikan dan primadona Aukomoditas eksporAy dalam meningkatkan ekonomi, sosial, dan budaya daerah tujuan wisata (Pitana. I Gde, dan Gayatri. Putu G, 2005:. Pariwisata adalah sebuah sistem yang saling berkaitan satu sama lain. Jika salah satu unsur rusak maka unsur lain tidak dapat berfungsi. Menurut Rani. Deddy Prasetya Maha . ada beberapa aktor yang berperan dalam menggerakkan sistem pariwisata. Secara umum, pariwisata dikelompokkan dalam tiga pilar utama yaitu masyarakat, swasta, dan pemerintah. Masyarakat di daerah tujuan wisata berperan sebagai pemilik sumber daya atau modal pariwisata . emilik Masyarakat ini terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat, intelektual. LSM, dan media Selanjutnya, dalam kelompok swasta adalah asosiasi usaha pariwisata dan para pengusaha, sedangkan kelompok pemerintah mulai dari berbagai wilayah administrasi pemerintah pusat, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 propinsi, kabupaten, kecamatan dan seterusnya. Penyelenggaraan pariwisata didaerah tujuan wisata dapat berjalan dengan sempurna bila aktor-aktor tersebut bekerjasama dan saling mendukung satu sama lain, seperti bersama-sama merencanakan pembangunan, pengorganisasian, pemeliharaan, dan pengawasan berbagai sektor yang mendukung kegiatan pariwisata. Namun kenyataannya, antara masyarakat, swasta, dan pemerintah belum saling mendukung dan bekerjasama satu sama lain sehingga mengakibatkan kurang lancarnya kegiatan pariwisata di suatu daerah. Masyarakat belum memahami arti penting dari pariwisata. Padahal melalui kegiatan pariwisata ini perekonomian dan taraf hidup masyarakat dapat meningkat. Pariwisataa juga mampu meningkatkan daya saing yang sehat antara masyarakat yang satu dengan yang lain sehingga memunculkan kreatifitas yang tinggi. Selanjutnya, referensi yang kurang mengenai tempat -tempat wisata dipengaruhi oleh rendahnya sosialisasi pemerintah terhadap daerah tujuan wisata yang berakibat terhadap sepinya pengunjung. Wisatawan akan mengunjungi daerah tujuan wisata jika tempat wisatanya jelas, akses lancar, dan nyaman. Tapi jika tidak ada referensi w isata bagaimana wisatawan dapat mengunjungi tempat wisata. Hal ini dapat berakibat terhadap sepinya pengunjung ke tempat wisata bila tidak memiliki referensi. Hasilnya devisa negara melalui pariwisata tidak bertambah dan ekonomi masyarakat lokal juga tidak berjalan lancar. LANDASAN TEORI Pariwisata memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan pengembangan infrastruktur. Namun, untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi ini berkelanjutan, penting untuk mengelola pariwisata dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan, serta meminimalkan risiko ketergantungan berlebihan pada sektor ini. Implementasi pariwisata berkelanjutan dan strategi pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dapat memaksimalkan kontribusi pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat. METODE PENELITIAN Menurut Sugiyono . Metode penelitian deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawanzxnya adalah eksprime. dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat indukatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Penelitian kualitatif di gunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna. Penelitian ini akan menggambarkan kondisi alamiah sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan yang berkaitan dengan Pengembangan Pariwisata Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Kabupaten lombok barat. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan, agar sumber daya dan modal kepariwisataan dimanfaatkan secara optimal melalui penyelenggaraan kepariwisataan yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha atau lapangan pekerjaan, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan daya tarik wisata dan destinasi di Indonesia dalam rangka memupuk rasa cinta tanah air (Anom. I putu, 2013:. Berdasarkan undang-undang tersebut dijelaskan bahwa a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pariwisata tidak hanya memperkuat ekonomi sebuah negara tapi juga menumbuhkan cinta dan bangga terhadap tanah air sehingga mampu memperkuat rasa persatuan dan kesatuan. Sebenarnya, sudah banyak literatur-literatur yang menjelaskan bahwa pariwisata tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat saja tapi juga meningkatkan aspek sosial budaya, dan lingkungan. Dilihat dari aspek sosial budaya, pariwisata berperan sebagai pelestarian nilainilai budaya, memiliki sikap terbuka, dan menghargai serta menghormati kebudayaan lain. Selanjutnya, dari aspek lingkungan, pariwisata berperan sebagai pelestarian lingkungan agar tetap bersih, asri, sejuk, dan tetap hijau. Banyaknya dampak positif yang diberikan pariwisata terhadap kehidupan masyarakat menyebabkan industri pariwisata harus tetap dikembangkan dengan melibatkan semua unsur yang terkait. Hal ini disebabkan karena antara perkembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi berbanding lurus. Jika pariwisata berkembang dengan baik maka ekonomi masyarakat juga membaik. Sebaliknya jika pariwisata memburuk maka perekonomian masyarakat juga akan memburuk. Pariwisata merupakan salah satu kunci pendongkrak perekonomian masyarakat karena kegiatan ini berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat daerah wisata. Hubungan interaksi yang saling menguntungkan antara masyarakat dan wisatawan didalam industri pariwisata terjalin secara harmonis dan ekologis. Wisatawan melakukan perjalanan wisata dengan berbagai tujuan, misalnya rekreasi, perjalanan dinas . ongres, seminar, dan simposiu. , dan pendidikan. Kegiatan ini memerlukan penginapan, restoran, biro perjalanan, dan toko souvenir. Keperluan wisatawan dapat dipenuhi oleh masyarakat daerah tujuan wisata. Oleh sebab itu, masyarakat dituntut untuk kreatif didalam aktivitas-aktivitas pariwisata sehingga dapat memberikan kesan bagi wisatawan dan menguntungkan bagi masyarakat sekitar. Berikut dapat dijelaskan manfaat pariwisata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat : Meningkatnya Pendapatan. Peluang Usaha, dan Kesempatan Kerja bagi Masyarakat Peran pariwisata dapat dilihat dari ukuran besarnya pendapatan yang diperoleh oleh pemerintah melalui meningkatnya devisa. PDRB dan output total sedangkan masyarakat dapat dilihat melalui peluang usaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari income multiplier. Income multiplier adalah jumlah uang yang dihasilkan pada suatu wilayah akibat tambahan pengeluaran turis sebesar satu unit. Misalnya, wisatawan mengeluarkan uang sebanyak satu juta rupiah dalam liburan, sementara masyarakat lokal menghasilkan tambahan pendapatan 800 ribu rupiah, maka nilai income muliplier adalah 0,8. Besaran income muliplier memperlihatkan bahwa pariwisata dapat menggerakkan aktifitas perekonomian wilayah lokal (Nugroho. Iwan, 2011:. Menurut Erawan dalam Pitana. I Gde, dan Gayatri. Putu G . menjelaskan bahwa industri pariwisata mampu menyumbang sebesar 51,6% terhadap pendapatan masyarakat di Bali dan kesempatan kerja menyumbang sekitar 38 %. Data tersebut menunjukkan selama di Bali, pengeluaran wisatawan yang terserap ke dalam perekonomian rakyat cukup tinggi dapat dilihat dari kontribusi sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Selain bagi masyarakat, kegiatan pariwisata juga memberikan dampak positif bagi pemerintah dalam aspek ekonomi, sebab semakin banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata, maka akan meningkatkan pemasukan PDRB bagi daerah. Jadi tidak hanya masyarakat yang diuntungkan tetapi pemerintah juga. Meningkatnya pendapatan masyarakat dapat dilihat dari penginapan/cottage-cottage milik masyarakat yang disewakan kepada wisatawan. Cottage ini juga membutuhkan beberapa karyawan untuk kelancaran operasionalnya sehingga secara tidak langsung pendirian cottage dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lain. Selain itu, didalam pariwisata dibutuhkan seorang guide dan yang bisa menjadi guide hanyalah masyarakat lokal sebab mengenal dan memahami wilayah a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Dengan menjadi guide, pendapatan masyarakat bertambah dan dapat menjadi mata pencarian alternatif bagi masyarakat. Selanjutnya, kebutuhan wisatawan didalam menikmati daerah tujuan wisata adalah transportasi. Transportasi yang lancar dapat mempengaruhi kenyamanan wisatawan dalam menikmati tempat wisata. Transportasi ini juga dapat menambah pendapatan masyarakat melalui rental/sewa sepeda, sepeda motor, dan mobil kepada wisatawan. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat akibat pariwisata selain bertambahnya pendapatan adalah kesempatan atau peluang kerja. Peluang kerja ini dapat diciptakan melalui usaha kuliner yang dirintis oleh masyarakat lokal sehingga banyak masakan khas daerah wisata yang dijual. Selain meningkatnya peluang usaha juga mampu melestarikan nilai-nilai budaya melalui masakan khas daerah wisata. Peluang usaha selanjutnya adalah souvenir yang dibuat oleh masyarakat lokal. Souvenir ini akan dibeli oleh wisatawan sebagai kenang-kenangan atau sebagai tanda bahwa pernah mengunjungi daerah tersebut. Pembuatan souvenir ini menjadi industri rumah tangga yang membutuhkan beberapa karyawan. Mengurangi Pengangguran dan mengikis kemiskinan Peningkatan kualitas hidup dan pengurangan angka kemiskinan dapat dicapai dengan memajukan pariwisata. Pariwisata mampu mengentaskan kemiskinan dan membasmi kelaparan melalui peluang-peluang usaha yang diciptakannya sehingga kehidupan masyarakat dapat sejahtera dan taraf hidup masyarakat dapat meningkat. Menurut Sudana. I Putu . berkembangnya sektor pariwisata diharapkan dapat menimalisir kantong- kantong kemiskinan terutama di daerah yang potensial untuk dijadikan kawasan wisata. Masyarakat seharusnya merasakan efek pariwisata dalam kesehariannya dan sadar bahwa pariwisata bukan hanya milik segelintir orang tapi semua Dasar pariwisata ada dua unsur penting yaitu akomodasi dan atraksi. Akomodasi diartikan sebagai tempat tinggal penduduk yang disewakan kepada wisatawan sedangkan atraksi merupakan wujud keseharian penduduk desa serta setting fisik desa yang unik. Bercermin kepada pola konsumsi wisatawaan terutama mancanegara maka dewasa ini banyak minat wisatawan berorientasi pada interaksi, baik terhadap budaya, masyarakat maupun alam setempat. Effektifitas dan wujud dari interaksi yang maksimal dapat direalisasikan melalui keunikan suatu Berlandaskan semangat untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta menyikapi keinginan wisatawan untuk mencari sesuatu hal yang baru, maka tidak diragukan lagi hal ini akan menunjang proses take and give dari sisi budaya dan ekonomi. Selain itu, pariwisata juga mampu menciptakan persaingan yang sehat diantara masyarakat. Misalnya masyarakat akan berlomba-lomba menarik perhatian wisatawan melalui kreatifitas yang diciptakan dengan pendekorasian penginapan yang selalu dikaitkan dengan budaya setempat, menemukan resep-resep baru didalam memasak, dan membuat souvenir-souvenir yang unik, serta selalu membuat inovasi-inovasi baru agar wisatawan tetap bertahan dan jika kembali berkunjung tetap memilih di penginapan, restoran, ataupun tokoh-tokoh souvenir tersebut. Oleh sebab itu, industri pariwisata perlu dikembangkan secara terencana dan terpadu agar taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat meningkat sehingga ekonomi didaerah wisata dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 KESIMPULAN Pariwisata merupakan industri yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, mampu menciptakan peluang kerja dan kesempatan kerja sehingga menghindari masyarakat dari bahaya kemiskinan dan kelaparan. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat akibat perkembangan industri pariwisata dipengaruhi oleh tiga aktor yang saling mempengaruhi satu sama lain yaitu masyarakat, swasta, dan pemerintah. Ketiga aktor ini merupakan bagian terpenting dalam perkembangan pariwisata. Apabila ketiga aktor tersebut tidak bekerjasama maka pariwisata tidak akan ada arti apa-apa. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran masyarakat, swasta, dan pemerintah untuk bisa mempromosikan daerah tujuan wisata sehingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung dengan cara mensosialisasikan kepada semua pihak bahwa pariwisata bukan hanya menguntungkan segelintir orang saja tapi semua pihak ikut merasakan. Selain itu, daerah tujuan wisata juga harus mampu menerapkan sapta pesona yang merupakan bagian terpenting dalam Sapta pesona adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk menciptakan kondisi yang mampu menarik minat wisatawan agar mau berkunjung ke daerah tujuan wisata. Sapta pesona ini terdiri dari rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah-tamah, dan kenangan. Didalam melakukan perjalanan wisata, wisatawan akan mempertimbangkan daerah-daerah wisata manakah yang aman untuk dikunjungi. Jika tidak aman maka wisatawan tidak akan berkunjung sebab salah satu tujuan wisata adalah untuk menghilangkan rasa jenuh dari aktivitas kerja sehingga keamanan dan keselamatan sangat dibutuhkan. Daerah tujan wisata yang tertib, bersih, sejuk, dan indah akan membuat suasana hati pengunjung bahagia sehingga tujuan wisata dapat tercapai. Selanjutnya, ramah-tamah masyarakat daerah tujuan wisata sangat diperlukan sebab masyarakat terlibat langsung dengan wisatawan. Kebaikan hati dan keramah tamahan yang diberikan masyarakat kepada wisatawan akan membuat wisatawan betah dan nyaman. Kenyamanan yang diberikan ini akan berkesan dan menjadi sebuah kenangan yang nantinya akan diceritakan kepada kerabat dan teman-teman sehingga secara tidak langsung menjadi sebuah promosi. Promosi ini tentu saja akan menambah kunjungan wisatawan sebab bisa saja kerabat atau teman-teman wisatawan tersebut tertarik untuk berkunjung. SARAN