ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 PARTISIPASI PETANI PADA ANALISIS KEBUTUHAN PUPUK NITROGEN DENGAN BAGAN WARNA DAUN UNTUK TANAMAN PADI SAWAH (Oryza Sativa L. FARMERS PARTICIPATION IN NITROGEN FERTILIZER NEED ANALYSIS WITH LEAF COLOR CHART FOR PADDY RICE PLANT (Oryza Sativa L. Achdiyat1*. Narita Ayu Putri2 Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian Porgram Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Jurusan Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor *E-mail: iachdiyat@yahoo. ABSTRACT Farmers' participation in the analysis of nitrogen fertilizer needs with leaf color chart for Paddy (Oryza sativa L. ) plants in Tambaksari Regency. Ciamis, to find out: the level of participation and factors related to farmer participation. The variables studied in this study consisted of independent variables . armer characteristics and the role of advisor. and the dependent variable . Data was collected by filling out a questionnaire, interviews, and secondary data . rom related institution. The results of the analysis of farmer participation include the category of "medium" or 61. 2%, and the category of "high" or 38. 8%, there is no category "low", because the cultivation of lowland rice is the main commodity, farmers in fertilizing to see the color of the leaves have been carried out . Based on the results of the analysis, the factors related to participation are age, extension activities, facilitators and Farmers 'participation in the analysis of nitrogen fertilizer needs with the Leaf Color Chart for lowland rice are: The majority of farmers' participation rates are included in the "medium" category, and factors related to participation are age, extension activities, facilitators, and Farmer participation needs to be increased in order to provide optimal benefits, success must be carried out by all parties to work together to achieve goals. Keywords: farmers participation, leaf color chart, nitrogen fertilizer ABSTRAK Partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan bagan warna daun untuk tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L. ) di Kec. Tambaksari Kab. Ciamis, untuk mengetahui: tingkat partisipasi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi petani. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 22 April 2019 sampai dengan 26 Juli 2019. Variabel yang diteliti dalam pengkajian ini terdiri variabel bebas . arakteristik petani dan peran penyuluh pendampin. dan variabel terikat . Data dikumpulkan dengan cara pengisian angket . , wawancara, dan data sekunder . ari instansi terkai. Hasil analisis partisipasi petani termasuk ketegori AusedangAy atau 61,2%, dan kategori AutinggiAy atau 38,8%, tidak ada yang kategori AurendahAy, karena budidaya padi sawah merupakan komoditas utama, petani dalam pemupukan melihat warna daun telah dilakukan. Kemudian berdasarkan hasil analisis maka faktor yang berhubungan dengan partisipasi adalah umur, kegiatan penyuluhan, fasilitator dan komunikator. Partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan Warna Daun untuk padi sawah adalah: Mayoritas tingkat partisipasi petani termasuk dalam kategori AusedangAy, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi adalah umur, kegiatan penyuluhan, fasilitator, dan komunikator. Partisipasi petani perlu ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat yang optimal, keberhasilan harus dilaksanakan oleh semua pihak untuk bekerjasama mencapai tujuan. Kata kunci: bagan warna daun, partipisasi petani, pupuk nitrogen Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 PENDAHULUAN Kecamatan Tambaksari merupakan daerah penghasil tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Mayoritas tanaman padi sawah. Para petani pada umumnya tergabung dalam kelompok tani dan kelompok wanita tani, karena kesamaan minat dan tujuan untuk dapat berkembang dalam bidang pertanian, yang selanjutnya dapat bergabung menjadi Gabungan Kelompok Tani (Gapokta. sehingga dapat mempermudah penyuluh untuk memfasilitasi dan mendampingi petani dalam kegiatan pertanian dan petani pun dapat lebih berkembang karena adanya interaksi dengan petani lain dan Berdasarkan Kecamatan Tambaksari tahun 2019 pada umumnya petani mengusahakan padi sawah sebagai komoditas utama dalam pemupukan nitrogen untuk tanaman padi sawah pada umumnya dilaksanakan tanpa menggunakan dosis yang terus-menerus dipakai selama penanaman periode Hal tersebut terjadi karena kurangnya partisipasi petani dalam analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan bagan warna daun untuk tanaman padi sawah. Nitrogen (N) sebagai unsur hara ketersediaannya terbatas pada hampir semua jenis tanah. Pemberian pupuk N secara berlebihan menyebabkan tanaman berwarna hijau gelap, mudah rebah, serta rentan terhadap hama dan penyakit. Sedangkan kekurangan N menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, sistem perakaran tidak berkembang, daun menjadi kuning, dan gabah cenderung cepat rontok. Oleh sebab itu sebelum pemberian unsur N atau pemupukan unsur N perlu dilakukan analisis mengenai kebutuhan tanaman akan unsur N. Penggunaan bagan warna daun (BWD) pada tanaman padi sawah, penggunaan unsur N. Pemberian unsur N sesuai kebutuhan merupakan kunci dalam memperbaiki pertumbuhan tanaman untuk memperoleh hasil yang optimal. Tujuan . Menganalisis tingkat partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan warna daun untuk tanaman padi sawah. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan warna daun untuk tanaman padi sawah. Menyusun strategi dan melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan warna daun untuk tanaman padi sawah. METODE PENELITIAN Kajian ini dilaksanakan di Kecamatan Tambaksari. Kabupaten Ciamis. Provinsi Jawa Barat. Populasi adalah petani yang mengusahakan komoditas padi sawah dalam kegiatan usahatani nya dan kelompok tani yang aktif serta rutin mengadakan pertemuan kelompok tani. Berdasarkan kriteria tersebut, maka kelompok tani di lokasi penelitian yaitu sebanyak 6 kelompok tani terdiri dari 200 Petani tersebut merupakan petani yang berasal dari 3 Desa yaitu 83 petani di Desa Sukasari, 67 petani di Desa Kadupandak, dan 50 petani di Desa Kaso. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling menggunakan rumus Slovin dengan menggunakan tingkat kesalahan . 10 %, sebagai berikut: ycA= ycA = 66,67 1 ycA. 2 1 200. 2 Keterangan: n : Ukuran sampel N : Populasi e : Tingkat error . %) Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Berdasarkan perhitungan tersebut didapatkan jumlah sampel sebanyak 66. atau 67 petani padi sawah. Selanjutnya, untuk mengetahui banyaknya sampel per kelompok tani dilakukan perhitungan proporsional dengan rumus Rubin and Luck sebagai berikut: ycuycn = ycAya y ycu ycA Keterangan: : Jumlah petani sampel masingmasing kelompok NK : Jumlah petani tiap kelompok : Populasi : Sampel yang diambil atau sampel yang diinginkan Penentuan jumlah sampel masingmasing kelompok pada Tabel 1. Tabel 1. Penentuan jumlah sampel masing-masing kelompok No. Nama Kelompok Tani Layangsari II Sukatani Tunas Mandiri Sukamandi I KWT Sauyunan Rukun Bakti Total Desa Sukasari Sukasari Kadupandak Kadupandak Kaso Kaso Jumlah Anggota Jumlah Sampel Sumber: Data diolah penulis . Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa penentuan jumlah sampel untuk Desa Suksasari adalah 27 orang. Desa Kadupandak 23 orang, dan Desa Kaso 17 orang. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, yaitu: petani di Kecamatan Tambaksari yang menjadi sampel. Data menggunakan alat ukur/instrumen yang berupa daftar pertanyaan/pernyataan . Kegiatan pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan cara sebagai berikut: penyebaran angket . wawancara individual. observasi tidak langsung. data sekunder yang didapatkan dari instansi terkait berupa Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) Kecamatan Tambaksari, programa Kecamatan Tambaksari, programa Desa Kadupandak, programa Desa Kaso, programa Desa Sukasari, profil wilayah Kecamatan Tambaksari, profil Desa Kadupandak, profil Desa Kaso, serta profil Desa Sukasari. Uji validitas ini dilakukan dan diolah dengan SPSS 20 dengan taraf signifikansi 5% dan n . sebesar 10 petani sehingga jika nilai r Ou 0,632 maka butir pertanyaan valid (Sugiyono Pengujian validitas instrumen kuisioner pada 10 orang anggota kelompok tani Cinta Wargi Desa Cemplang Kecamatan Leuwiliang Bogor. Dari hasil uji validitas yang dilakukan terhadap 51 soal atau pertanyaan maka terdapat 45 soal valid dengan koefisien korelasi > 0,632 dan 6 pertanyaan tidak valid dengan koefisien korelasi < 0,632. Uji reliabilitas, dengan melihat hasil analisis pada output SPSS 20 yaitu CronbachAos Alpha memiliki tingkat reliabilitas tinggi jika nilai realibilitas instrumen yang diperoleh > 0,60 (Ratnaningsih, 2. Hasil uji r Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 eliabilitas yang telah dilakukan menunjukan bahwa nilai CronbachAos Alpha . adalah 0,960 yang artinya > 0,60 sehingga dapat dikatakan reliabel dan bisa digunakan sebagai kuesioner dalam kegiatan penelitian. Instrumen dalam kajian ini berupa kuesioner yang berisi daftar pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan dengan variabel dalam pengkajian ini. Variabel dalam kajian ini terbagi menjadi variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu: X1 = Karakteristik petani, dalam pengkajian ini karakteristik petani dibatasi pada umur, lama usaha tani, dan lama pendidikan formal. X2 = Kegiatan penyuluhan, dalam pengkajian ini dibatasi pada intensitas kesesuaian metode dan kesesuaian X3 = Peran penyuluh pendamping, dalam pengkajian ini dibatasi pada kegiatan penyuluhan, peran penyuluh sebagai fasilitator, komunikator dan Variabel terikat yaitu: Y = Partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan Warna Daun (BWD) untuk tanaman padi sawah, yang dibatasi pada partisipasi petani keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil serta evaluasi. Definisi Operasional Definisi operasional mencakup mendapatkan data dan melakukan analisis terhadap tujuan pengkajian. Definisi operasional yang digunakan dalam pengkajian ini adalah sebagai keikutsertaan petani dalam analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan BWD untuk tanaman padi sawah. BWD merupakan alat ukur yang kebutuhan pupuk nitrogen. spesifikasi petani menurut umur, lama usahatani, lama pendidikan. Diukur dengan skala ordinal. umur merupakan banyaknya tahun sejak lahir pada saat dilakukan penelitian yang dinyatakan dalam tahun dan diukur dengan skala merupakan pengalaman responden yang dimiliki selama berusaha pertanian berdasarkan peristiwa yang pernah dialami pada masa lalu dinyatakan dalam tahun dan diukur dengan skala interval. lama pendidikan formal merupakan lama pendidikan terakhir yang sekolah (SD. SLTP. SLTA, dan perguruan tingg. diukur dengan skala ordinal. kegiatan penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh penyuluh kepada petani mengenai kegiatan analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. intensitas penyuluhan merupakan frekuensi petani dalam mengikuti analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. dengan kebutuhan petani. dengan keadaan petani. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 dengan keadaan petani. Peran penyuluh merupakan tingkat kemampuan yang dimiliki seorang Dihitung memberikan skor berdasarkan bobot masing-masing indikator yang telah ditentukan, yaitu peran sebagai fasilitator, komunikator dan motivator dalam kegiatan analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. merupakan persepsi petani pada peran penyuluh dalam memfasilitasi kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. merupakan persepsi petani pada menyampaikan informasi kegiatan analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. merupakan persepsi petani pada peran penyuluh dalam memberikan kegiatan analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. perencanaan yaitu keikutsertaan petani secara langsung pada proses penyusunan kegiatan dalam kegiatan analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. pengambilan keputusan merupakan keikutsertaan petani secara langsung pada proses penentuan pilihan dalam kegiatan analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. pelaksanaan yaitu keikutsertaan kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. evaluasi yaitu keterlibatan petani dalam mencari adanya kesenjangan dalam memberikan masukan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah memanfaatkan dan merasakan hasil dari kegiatan analisis kebutuhan unsur nitrogen dengan BWD. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif dilakukan dengan cara menentukan nilai rata-rata hitung, presentasi atau proporsi data melalui Untuk karakteristik petani yang meliputi umur, lama usahatani, lama pendidikan formal dan luas lahan dibuat pengelompokkan data sebagai berikut: umur petani: produktif (<35 tahu. , sangat produktif . -45 tahu. , cukup produktif . -55 tahu. dan kurang produktif (>55 tahu. berpengalaman (<5 tahu. , cukup -15 tahu. dan sangat berpengalaman (>15 tahu. lama pendidikan formal: rendah (SD/6 tahu. , sedang (SMP/9 tahu. , tinggi (SMA/ 12 tahu. dan sangat tinggi . erguruan tinggi/16 tahu. luas lahan: sangat rendah (<0. 1 h. , rendah . 5 h. , sedang . , luas . 25-2 h. Untuk banyaknya butir pada kuesioner yang Skor minumum tingkat partisipasi petani ditunjukkan pada Tabel 2. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Tabel 2. Skor minimum dan maksimum tingkat partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N No. Parameter Partisipasi Petani Skor Minimum Skor Maksimum Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi Jumlah Tingkat partisipasi petani pada analisis kebutuhan pupuk nitrogen menggunakan BWD di Kecamatan Tambaksari dikelompokkan berdasarkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Interval tingkat partisipasi berdasarkan Parameter dalam analisis kebutuhan pupuk nitrogen No. Parameter Partisipasi Interval Kelas Kategori Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi 10 Ae 14 Ou 15 < 29 30 Ae 44 Ou45 10 Ae 14 Ou 15 Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Analisis inferensial untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Partisipasi Petani kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan Warna Daun untuk tanaman padi sawah. Analisis inferensial yang digunakan analisis korelasi Spearman Rank, digunakan untuk menguji keeratan hubungan antara variabel independen (X1 dan X. dengan variabel dependen (Y). melalui analisis tersebut, hubungan antar variabel akan dilihat dari segi arah hubungan yang menyatakan positif atau negatif, kemudian mengetahui besarnya nilai korelasi yang menandakan nilai keeratan antar variabel, serta untuk mengetahui signifikansi hubungan, dengan menggunakan program SPSS 20. Selanjutnya Uji konkordansi KendallAos W. Koefisien konkordansi KendallAos W merupakan ukuran derajat Analisis menggunakan program komputer SPSS 20, untuk mengetahui indikator terlemah dari jawaban responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Kecamatan Tambaksari terletak di wilayah bagian Timur Kabupaten Ciamis, ketinggian tempat 300 - 600 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas wilayah 020,13 ha, jarak antara Kecamatan Tambaksari dengan ibukota Kabupaten Ciamis sejauh 50 kilometer, memiliki tingkat keasaman . H) agak masam, kemiringan lahan 40-59 %, dan ketinggian tempat <750 mdpl, serta tingkat kesuburan yang cukup baik untuk pengembangan usaha pertanian. Bulan basah pada bulan Juli. Agustus. September dan bulan kering pada bulan Maret. April. Mei. Juni, rata-rata bulan basah 9. 7, jumlah rata-rata bulan 2, dan jumlah rata-rata bulan 1 sehingga menurut perhitungan termasuk ke dalam curah hujan tipe B . Data Gapoktan Kecamatan Tambaksari tahun 2019 hasil identifikasi data gapoktan di Kecamatan Tambaksari ditunjukkan pada Tabel 4. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Tabel 4. Data gapoktan Kecamatan Tambaksari Desa Nama Gapoktan Anggota Pr Jumlah Nama Pengurus Gapoktan Ketua Sekretaris Bendahara Tambaksari Mulyasari Saleh Ilah Ade Iwan Mekarsari Hawarsari Rasda Otoy Kurniasih Kadupandak Kawah Suci Kalim Nana Darso Sukasari Layangsari Hadis Maman Ceceng Kaso Karangpaningal Jumlah Jaya Makmur Karang Mukti Idoy Rusna Ajid Omsah Sardam Idar Usahatani pertanian khususnya komoditas padi sawah, para petani di Wilayah Kecamatan Tambaksari masih mengalami kendala yaitu ketersediaan air yang ada, karena sebagian besar petani bergantung pada sawah tadah hujan sehingga saat terjadi kekeringan akibat musim kemarau para petani di Kecamatan Tambaksari dilanda ke-khawatiran besar seperti gagal panen. Karakteristik Responden Karakteristik responden dianalisis dalam kajian ini adalah umur, lama usahatani, tingkat pendidikan formal dan luas lahan. Responden dalam pengkajian ini adalah para petani yang mengusahakan tanaman padi sawah dan melakukan pemupukan dengan melihat warna daun. Responden ini diambil dari 3 desa yang ada di Kecamatan Tambaksari yaitu: Desa Kadupandak. Desa Kaso dan Desa Sukasari terdiri dari 67 orang petani. Umur Umur responden merupakan salah satu karakteristik responden, umur responden berkisar antara 23Ae79 tahun dan dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu: . sangat produktif. cukup produktif. kurang produktif. Untuk berdasarkan kriteria umur ditunjukkan pada Tabel 5. Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan umur Skor (Rs. Produktif Sangat Produktif 46 Ae 55 Cukup Produktif > 55 Kurang Produktif Jumlah No. Umur (T. < 35 36 Ae 45 Kategori Berdasarkan data pada tabel di atas dapat diketahui bahwa untuk umur kategori terbanyak yaitu umur > 55 tahun dengan total presentase 52. 11%, bahwa mayoritas petani yang menjadi sampel ini adalah petani yang berusia lebih dari 55 tahun termasuk dalam kategori kurang produktif. Hal ini sesuai dengan pernyataan Widyastuti et al. yang menyatakan bahwa umur merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan atau Mayoritas sampel dalam kategori usia > 55 tahun karena banyak pemuda enggan bertani. Lama Usahatani Lama usaha tani dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu: . cukup berpengalaman. kurang berpengalaman pada Tabel 6. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Tabel 6. Distribusi petani berdasarkan lama usahatani Lama Usatani (T. Kategori Skor (Res. > 15 Sangat Berpengalaman 74,6% 11 - 15 Berpengalaman 7,5% 6 - 10 Cukup Berpengalaman 11,9% Kurang Berpengalaman Jumlah Pengalaman usahatani responden berdasarkan tabel 6 tampak bahwa mayoritas lama usahatani termasuk dalam kategori sangat berpengalaman. Hal ini disebabkan mayoritas petani berumur yang lebih dari 50 tahun dan lama usahatani mulai 20 tahun. Tingkat Pendidikan Formal Tingkat pendidikan formal responden penelitian dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu: . sangat tinggi. Seperti Tabel 7. Tabel 7. Distribusi petani berdasarkan tingkat pendidikan formal Skor (Rs. Sangat Tinggi SLTA Tinggi 14,93% SLTP Sedang 29,85% Jumlah Rendah 55,22% Tingkat Pendidikan Kategori Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan formal responden mencapai SLTA. Tidak terdapat responden yang mencapai perguruan tinggi. Persentase terbanyak adalah petani yang hanya mencapai tingkat pendidikan SD yaitu 55,22% . , sedangkan petani yang mencapai pendidikan SLTA hanya 14,93% . Tingkat pendidikan pada umumnya dapat mempengaruhi cara berpikir petani pada teknologiAeteknologi yang berkembang ataupun yang baru dalam dunia Tingkat pendidikan sampai SD karena terkendala biaya untuk melanjutkan sekolah, disamping itu banyaknya saudara kandung dalam keluarga menjadikan terbatasnya biaya untuk pendidikan karena terbagi-bagi ke beberapa saudara sehingga kemampuan orang tua terbatas untuk menyekolahkan anakAeanaknya. Namun responden mayoritas SD dan masuk kategori kemampuan untuk membaca dan menulis. Luas Lahan Luas lahan yang dimiliki responden dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu: sangat rendah. Luas lahan yang dimiliki oleh petani berdasarkan luas lahan ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 8. Distribusi petani berdasarkan berdasarkan luas lahan Kategori 25 - 2 ha Luas 7,46% 5 - 1. 25 ha Sedang 31,34% 1 - 0. 5 ha Rendah 58,2% <0. 1 ha Jumlah Sangat Rendah Skor (Rs. Tingkat Pendidikan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar responden . atau sebanyak 58,2% memiliki luas lahan sawah yang tergolong dalam kategori rendah yaitu antara 0. 1 Ae 0. 5 ha. Sedangkan responden lainnya termasuk dalam kategori luas sebanyak 7,46% . , sedang sebanyak 3% . termasuk kategori sangat Mayoritas petani memiliki lahan sawah sempit karena sebagian dari lahan mereka digunakan untuk membangun rumah anak dan untuk kepentingan lain seperti budidaya singkong, jagung dan komoditas lainnya. Analisis Partisipasi Responden Berdasarkan analisis data diperoleh tingkat partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan bagan warna daun untuk tanaman padi sawah seperti pada Tabel 9. Tabel 9. Partisipasi petani padi sawah dalam analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD Tingkat Partisipasi Petani Responden Tinggi Nilai Ou75 Sedang Rendah < 49 Kategori Jumlah Tabel di atas menyatakan bahwa hasil analisis partisipasi petani secara umum atau secara rata-rata keseluruhan termasuk ketegori AusedangAy dengan ratarata nilai 61,2%. Dapat diketahui kategori partisipasi yang menjadi mayoritas adalah kategori sedang dan kategori tinggi 38,8% sedangkan tidak ada satu pun responden yang memiliki partisipasi kategori rendah. Hal tersebut terjadi karena budidaya padi sawah merupakan komoditas utama yang sering diusahakan oleh petani kemudian pemupukan dengan melihat warna daun telah dilakukan oleh petani. Petani yang memiliki partisipasi tinggi pada umumnya merupakan para ketua kelompok dan pengurus kelompok tani serta anggota kelompok tani yang aktif. Keaktifan petani dalam kelompok juga menyebabkan para petani lebih memiliki banyak informasi dibanding dengan anggota yang lain, biasanya anggota aktif tidak sungkan dalam mengeluarkan pendapat dan tidak sungkan dalam bertanya sehingga hal tersebut yang menyebabkan petani aktif memiliki banyak informasi dan memiliki partisipasi yang U Sedang Partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental, pikiran dan perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan (Koampa et al. Petani lainnya yang memiliki partipasi dalam kategori sedang merupakan anggota petani yang aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan maupun kegiatan pertanian lainnya namun pasif dalam berpendapat dan bertanya sehingga informasi dan kebutuhan akan penjelasan dari sesuatu yang kurang dipahami sulit di komunikasikan dengan penyuluh atau Kegiatan penyuluhan pertanian telah rutin dilakukan oleh penyuluh dan kelompok tani yang ada di Kecamatan Tambaksari walaupun hanya dilakukan sebulan sekali namun kegiatan lancar dilakukan dan ditepati sesuai jadwal yang telah disepakati bersama. Hal tersebut menyebabkan tidak ada petani responden yang memiliki partisipasi rendah karena semua petani turut ikut berpartisipasi langsung pada setiap kegiatan kelompok tani. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Menurut Hapsari et al. biasana tingkat partisipasi yang rendah disebabkan oleh kurang aktifnya anggota menghadiri pertemuan karena disaat yang bersamaan mereka harus menjalankan pekerjaan utama. Budiman dan Sadono . juga mengungkapkan bahwa penyuluh dan pengurus kelompotani sangat berperan pada tingkat partisipasi petani. Partisipasi dalam Tahap Perencanaan Hasil analisis partisipasi petani pada tahap perencanaan seperti tabel berikut: Tabel 10. Partisipasi responden pada tahap perencanaan Tingkat Partisipasi Tahap Perencanaan Responden Rerata Tinggi Nilai Ou15 15,09 (Tingg. Sedang Rendah Kategori Jumlah Berdasarkan data dalam tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas tingkat partisipasi petani responden pada tahap perencanaan berada pada kategori AutinggiAy dengan presentase sebesar 71. 64% . dan rata-rata nilai sebesar Sebagian petani belum berani menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok, sehingga petani tidak dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan penyuluh untuk ikut berperan serta dalam merencanakan kegiatan dan memberi ide atau sumbangan pemikiran. Hal ini sejalan dengan pendapat Mardikanto . , bahwa partisipasi atau peran serta pada dasarnya merupakan suatu bentuk keterlibatan dan keikutsertaan serta aktif dan sukarela, dalam keseluruhan proses kegiatan yang bersangkutan. Yang mencakup: pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian . emantauan, evaluasi, pengawasa. , serta pemanfaatan hasil-hasik kegiatan yang dicapai. Pada kelompok terutama ketua kelompok dan penyuluh dalam kegiatan perencanaan dan partisipasi semua anggota kelompok perencanaan suatu kegiatan atau program untuk menghasilkan perencanaan program serta kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan bersama-sama di dalam Partisipasi pada Tahap Pelaksanaan Analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah dilakukan pada tahap pemupukan urea ke-dua dan ke-tiga. Hasil analisis partisipasi petani pada tahap pelaksanaan seperti tabel Tabel 11. Partisipasi responden pada tahap pelaksanaan Tingkat Partisipasi Tahap Pelaksanaan Responden Tinggi Nilai Ou45 Sedang Rendah < 29 Kategori Jumlah Rerata 69 (Sedan. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Berdasarkan data tabel di atas dapat partisipasi petani pada tahap pelaksanaan berada pada kategori AusedangAy dengan 85,07% . dan rata-rata nilai sebesar Menurut penyuluh bahwa analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah terdapat suatu kendala yaitu terbatasnya alat Bagan Warna Daun yang digunakan oleh petani untuk analisis kebutuhan pupuk N, sehingga seiring berjalannya waktu kegiatan pemupukan tanaman padi sawah memang tetap menggunakan daun sebagai indikator kebutuhan pupuk namun tanpa dosis dan skala warna yang pasti. Partisipasi tahap pelaksanaan masuk dalam kategori AusedangAy, kemauan petani dalam kegiatan cukup tinggi terlihat dari keaktifan petani dalam setiap kegiatan pertemuan kelompok tani dan kemampuan dalam pelaksanaan kurang dikuasai penggunaan BWD. Hasil uji KendallAos W didapat 2 butir pertanyaan yang memiliki jawaban responden terendah yaitu mengenai pemupukan N yang sesuai kebutuhan dan mengenai uji kadar keasaman tanah. Untuk hal ini dapat ditindak lanjuti dalam kegiatan Partisipasi pada Tahap Evaluasi Hasil analisis partisipasi petani pada tahap evaluasi kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah serti tabel berikut ini: Tabel 12. Partisipasi responden pada tahap evaluasi Tingkat Partisipasi Tahap Evaluasi Responden Rerata Tinggi Nilai Ou15 24 (Tingg. Sedang Rendah Kategori Jumlah Berdasarkan data pada tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas tingkat partisipasi pada tahap evaluasi berada pada kategori AutinggiAy dengan presentase 16% . dan ratarata nilai sebesar 15. Kegiatan merupakan salah satu faktor pendukung tingginya partisipasi pada tahap evaluasi karena setiap kegiatan atau program yang pertemuan berikutnya yang memang telah memiliki jadwal tetap sehingga kegiatan evaluasi dapat berjalan lancar kemudian didukung dengan keaktifan para petani mengeluarkan pendapat, mengeluarkan usul dan saran serta mau bertanya sehingga partisipasi petani pada tahap evaluasi mayoritas kategori tinggi. Analisis Korelasi Variabel (Karakteristik Responden dan Peran Penyuluh Pendampin. dengan Variabel Y (Partisipas. Karakteristik pengkajian ini meliputi umur, lama usahatani, tingkat pendidikan formal dan luas lahan, sedangkan untuk variabel peran penyuluh pendamping terdiri dari komunikator dan motivator. Kedua vaiabel bebas tersebut dan partisipasi dilakukan uji korelasi Rank Spearman dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variable X . arakteristik responden, peran penyuluh pendampin. dengan variable Y . yang dilakukan di Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Untuk lebih jelasnya hasil uji Rank Spearman dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Tabel 13. Analisis korelasi variabel X dengan variable Y. Variabel Terikat Variabel Bebas Koefisien Korelasi . Signifikan Umur (X1. Lama Usahatani (X1. Tk Pendidikan Formal (X1. Luas Lahan (X1. Berhubungan Berhubungan Berhubungan Tidak Berhubungan Partisipasi (Y) Keterangan Kegiatan Penyuluhan (X2. Fasilitator (X2. Komunikator (X2. Motivator (X2. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai koefisien korelasi dan nilai signifikansi setiap variabel atau subvariabel berbeda-beda sehingga ada faktor yang berhubungan dengan partisipasi dan ada faktor yang tidak berhubungan. Korelasi Umur Partisipasi Petani Hasil uji korelasi Rank Spearman pada tabel 13 menunjukkan nilai koefisien korelasi umur dengan partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD adalah -0. nilai signifikansi atau Sig. -taile. 026* artinya: koefisien korelasi bernilai negative (-) berati hubungan kedua variabel tidak searah, jika variabel X meningkat maka variabel Y akan menurun. tingkat kekuatan hubungan . antara variabel X dan Y adalah 0. atau rendah. signifikansi hubungan kedua variabel dengan Sig. -taile. atau < 0. 05 maka artinya ada hubungan yang signifikan. jadi ada hubungan signifikan yang berarti dan tidak searah antara variabel umur dengan partisipasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut Berhubungan Tidak Berhubungan Tidak Berhubungan Tidak Berhubungan diketahui bahwa umur petani dalam pengkajian ini mempunyai hubungan signifikan yang berarti dan tidak searah dengan partisipasi petani. Karena hasil pengamatan dan wawancara dengan responden, partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD memiliki nilai yang berbeda, sebagaimana dapat dilihat pada tabel 38. Partisipasi petani akan menurun jika umur petani bertambah karena kesibukan dan tenaga yang ada pada setiap kalangan umur berbeda. Korelasi Lama Usahatani Partisipasi Petani Berdasarkan tabel 13. hasil uji hubungan lama usahatani (X1. dengan partisipasi (Y) terdapat koefisien korelasi 142 dan nilai signifikansi atau Sig. -taile. 253 artinya: koefisien korelasi bernilai positif ( ) berati hubungan kedua variabel searah, jika variabel X meningkat maka variabel Y akan meningkat. tingkat kekuatan hubungan . antara variabel X dan Y adalah 0. atau sangat rendah. signifikansi hubungan kedua variabel dengan Sig. -taile. atau > 0. 05 maka hubungan antar Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 variabel tersebut dapat dikatakan tidak signifikan atau tidak berarti. jadi ada hubungan yang tidak signifikan yang sangat rendah dan Korelasi Tingkat pendidikan Formal dengan Partisipasi Petani Sub-variabel selanjutnya adalah tingkat pendidikan formal responden. Tingkat pendidikan formal responden didominasi oleh petani yang hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar. Berdasarkan tabel 13. Hasil uji hubungan tingkat pendidikan formal (X1. dengan partisipasi (Y) terdapat koefisien korelasi sebesar -0. 141 dan nilai signifikansi atau Sig. -taile. sebesar 255 artinya: koefisien korelasi bernilai negative (-) berarti hubungan kedua variabel tidak searah, jika variabel X meningkat maka variabel Y akan menurun. tingkat kekuatan hubungan . antara variabel X dan Y adalah 0. atau sangat rendah. signifikansi hubungan kedua variabel dengan Sig. -taile. atau > 0. 05 maka hubungan antar variabel tersebut dapat dikatakan tidak signifikan atau tidak berarti. jadi ada hubungan yang tidak signifikan yang sangat rendah dan tidak searah antara variabel tingkat pendidikan formal dengan partisipasi Korelasi Luas Lahan Partisipasi Petani Subvariabel selanjutnya adalah lahan sawah yang dimiliki Luas lahan responden didominasi oleh petani yang memiliki luas lahan kategori rendah yaitu seluas 5 ha. Berdasarkan tabel 13. Hasil uji korelasi rank spearman terhadap hubungan luas lahan (X 1. dengan partisipasi (Y) terdapat koefisien korelasi 102 dan nilai signifikansi atau searah antara variabel lama usahatani dengan partisipasi Sig. -taile. 412 artinya: koefisien korelasi bernilai positif ( ) berarti hubungan kedua variabel searah, jika variabel X meningkat maka variabel Y akan meningkat. antara variabel X dan Y 102 atau sangat rendah. variabel dengan Sig. -taile. 412 atau > 0. 05 maka hubungan antar variabel tersebut dapat dikatakan tidak signifikan atau tidak berarti. jadi ada hubungan yang tidak signifikan yang sangat rendah dan searah antara variabel luas lahan dengan partisipasi Korelasi Kegiatan Penyuluhan dengan Partisipasi Petani Salah satu subvariabel pada X 2 adalah kegiatan penyuluhan yang melibatkan responden dan penyuluh Berdasarkan tabel 13. hasil uji korelasi rank spearman hubungan kegiatan penyuluhan (X 2. dengan partisipasi (Y) terdapat koefisien korelasi sebesar 0. 327 dan nilai signifikansi atau Sig. -taile. sebesar 007** artinya: koefisien korelasi bernilai positif ( ) berarti hubungan kedua variabel searah, jika kegiatan penyuluhan ditingkatkan atau meningkat maka partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah akan meningkat. antara variabel X dan Y 327 atau rendah. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 variabel dengan Sig. -taile. 007** atau < 0. 05 maka Jadi ada hubungan signifikan yang berarti dan searah antara variabel Berdasarkan hasil analisis tersebut diketahui bahwa kegiatan penyuluhan hubungan signifikan yang berarti dan Ini berarti semakin tinggi intensitas kegiatan penyuluhan, kesesuaian materi, media serta metode penyuluhan yang kebutuhan pupuk N dengan BWD maka partisipasinya juga akan semakin tinggi. Korelasi Fasilitator dengan Partisipasi Petani Salah satu subvariabel pada X2 adalah fasilitator yang melibatkan penyuluh pertanian dengan tujuan memfasilitasi petani dalam kegiatan dibidang pertanian. Berdasarkan tabel 13. hasil uji korelasi rank spearman terhadap hubungan fasilitator (X2. dengan partisipasi (Y) terdapat koefisien korelasi sebesar 0. 385 dan nilai signifikansi atau Sig. -taile. sebesar 001** artinya: koefisien korelasi bernilai positif ( ) berarti hubungan kedua variabel searah, jika fasilitator atau peran ditingkatkan atau meningkat maka partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah akan tingkat kekuatan hubungan . antara variabel X dan Y adalah 0. atau rendah. signifikansi hubungan kedua variabel dengan Sig. -taile. atau < 0. 05 maka hubungan antar variabel tersebut dapat dikatakan signifikan atau berarti. hubungan antar variabel tersebut dapat dikatakan signifikan atau jadi ada hubungan signifikan yang berarti dan searah antara variabel fasilitator dengan partisipasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut diketahui bahwa peran penyuluh sebagai fasilitor dalam pengkajian ini mempunyai hubungan signifikan yang berarti dan Ini berarti semakin tinggi peran penyuluh dalam memfasilitasi petani pada kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD maka partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah akan semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian Maryani et al. yang melaporkan bahwa dukungan peran penyuluh pertanian berpengaruh dalam Selanjutnya Anwarudin dan Haryanto . melaporkan bahwa peran penyuluh berpengaruh terhadap kesediaan petani untuk terlibat . dalam sektor Korelasi Komunikator Partisipasi Petani Salah satu subvariabel pada X2 adalah komunikator yang melibatkan menyampaikan informasi kepada petani mengenai kegiatan dibidang pertanian. Berdasarkan tabel 13. hasil uji korelasi rank spearman terhadap hubungan komunikator (X2. dengan partisipasi (Y) terdapat koefisien korelasi sebesar 0. 423 dan nilai signifikansi atau Sig. -taile. sebesar 000** artinya: koefisien korelasi bernilai positif ( ) berarti hubungan kedua variabel searah, jika motivator atau peran ditingkatkan atau meningkat maka partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 BWD untuk tanaman padi sawah akan tingkat kekuatan hubungan . antara variabel X dan Y adalah 0. atau sedang. signifikansi hubungan kedua variabel dengan Sig. -taile. atau < 0. 05 maka hubungan antar variabel tersebut dapat dikatakan signifikan atau berarti. jadi ada hubungan signifikan yang berarti dan searah antara variabel motivator dengan partisipasi Berdasarkan hasil analisis tersebut diketahui bahwa peran penyuluh sebagai mempunyai hubungan signifikan yang berarti dan searah. Ini berarti semakin tinggi peran penyuluh dalam memberikan pesan atau sebagai komunikator pada kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD maka partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah akan semakin tinggi. Korelasi Motivator dengan Partisipasi Petani Salah satu subvariabel pada X2 memotivasi petani dalam kegiatan dibidang Berdasarkan tabel 42. hasil uji (X2. partisipasi (Y) terdapat koefisien korelasi 128 dan nilai signifikansi atau Sig. -taile. 303 artinya: koefisien korelasi bernilai positif ( ) berarti hubungan kedua variabel searah, jika motivator atau peran ditingkatkan atau meningkat maka partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk N dengan BWD untuk tanaman padi sawah akan tingkat kekuatan hubungan . antara variabel X dan Y adalah 0. atau sangat rendah. Signifikansi hubungan kedua variabel dengan Sig. -taile. atau >0. 05 maka hubungan antar variabel tersebut dapat dikatakan tidak signifikan atau tidak berarti. jadi ada hubungan tidak signifikan yang sangat rendah dan searah antara variabel motivator dengan partisipasi SIMPULAN Tingkat partisipasi petani dalam analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan Warna Daun untuk tanaman padi sawah sebesar 73. 01% termasuk dalam kategori AusedangAy. Adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi petani dalam analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan Warna Daun untuk tanaman padi sawah adalah umur, kegiatan penyuluhan, fasilitator, dan Umur merupakan salah satu faktor yang berhubungan namun tidak searah, sehingga saat umur petani meningkat maka partisipasi petani Namun untuk faktor kegiatan penyuluhan, fasilitator dan komunikator memiliki hubungan searah sehingga saat faktor tersebut meningkat maka partisipasi Untuk partisipasi petani dalam kegiatan analisis kebutuhan pupuk nitrogen dengan Bagan Warna Daun untuk tanaman padi sawah yaitu peningkatan kegiatan penyuluhan dan peran penyuluh, baik sebagai pendamping petani maupun sumber belajar atau fasilitator yang berkaitan dengan kegiatan penyuluhan pada petani. DAFTAR PUSTAKA