Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Redesain Rompi Multifungsi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Hamdan Bahalwan1. Ratna Puspitasari2. Faza Wahmuda 3 1,2,3 Program Studi Desain Produk. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jln. Arif Rahman Hakim no. Surabaya despro@ itats. id, 2ratna. despro@ itats. id, 3faza. despro@itats. Abstrak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertugas menegakkan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, dan melindungi masyarakat. Petugas sering menghadapi risiko di lapangan, seperti penertiban pasar dan lahan yang beresiko terjadi bentrokan dengan penjual dan preman. Rompi keselamatan diperlukan karena dapat melindungi titik vital dari bahaya pemukulan atau serangan benda tajam. Fungsi lain dapat digunakan sebagai penunjuk identitas Satpol PP agar lebih dikenal masyarakat. Penelitian ini bertujuan meredesain rompi keselamatan yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi tugas lapangan. Metode penelitian menggunakan metode gabungan atau mixed method, yaitu dengan menggabungkan metode kualitatif dan Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner secara online. Analisis data yang dihasilkan berupa redesain rompi multifungsi untuk memenuhi kebutuhan terhadap keamanan bagi Satpol PP. Aplikasi desain grafis dengan pemilihan warna dan bentuk menghasilkan karakter yang sesuai dengan identitas petugas Satpol PP. Kata kunciAiMultifungsi. Redesain. Rompi. Satpol PP Abstract The Civil Service Police Unit or the Municipal Police Force (Satpol PP) is tasked with enforcing regional regulations, maintaining public order, and protecting the public. Officers often face risks in the field, such as regulating markets and land at risk of clashes with sellers and Safety vests are needed because they can protect vital points from the dangers of beatings or sharp object attacks. Another function can be used to indicate the Satpol PP identity so that it is better known to the public. This study aims to redesign a safety vest that can be used in various field duty conditions. The research method uses a mixed method, namely by combining qualitative and quantitative methods. Data were collected through observation, interviews, and online The resulting data analysis is in the form of a redesign of a multifunctional vest to meet the security needs of Satpol PP. The application of graphic design with the selection of colors and shapes produces characters that match the identity of Satpol PP officers. KeywordsAi Multifunctional. Redesign. Vest. Municipal Police Force Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 PENDAHULUAN Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 pasal 1. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan perangkat daerah yang dibentuk untuk menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah (Pencegahan & Pengendalian, 2. , menyelenggarakan ketertiban umum, ketenteraman, serta pelindungan kepada masyarakat. Polisi Pamong Praja, yang selanjutnya disebut Pol PP, adalah anggota Satpol PP sebagai aparat Pemerintah Daerah yang terdiri dari pegawai negeri sipil. Mereka diberikan tugas, tanggung jawab, dan wewenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, penyelenggaraan ketertiban umum, ketenteraman, serta pelindungan kepada masyarakat (Vinny Nottrela Ughude, 2. Gambar 1. Petugas Satpol PP di CFD Surabaya Sumber : Dokumentasi pribadi, 2023 Salah satu tugas Pol PP adalah mengamankan jalannya kegiatan car free day yang bertempat di Taman Bungkul. Surabaya yang ditampilkan pada gambar 1. Acara yang dilaksanakan pada Minggu pagi ini diikuti oleh banyak masyarakat, sehingga diperlukan pengamanan guna memastikan acara berjalan dengan lancar. Selain mengamankan acara car free day, satpol PP juga memiliki tugas lainnya, seperti penertiban pedagang yang berjualan di trotoar hingga bahu jalan, yang mengakibatkan pejalan kaki terganggu dan dapat menghambat arus lalu lintas. Kegiatan penertiban ini tidak hanya dilakukan di pasar, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam menjaga ketentraman, ketertiban umum, serta pelindungan terhadap masyarakat. Pelaksanaan penertiban oleh petugas satpol PP tidak selalu berjalan lancar. Beberapa pedagang memberontak dan melakukan kekerasan fisik terhadap petugas. Sebagai contoh, menurut laporan Tribun News tahun 2015, petugas satpol PP di Malang mengalami kekerasan fisik oleh pedagang saat menertibkan pedagang buah di pasar. Begitu pula pada tahun 2019, dilaporkan bahwa petugas satpol PP di Surabaya mengalami luka akibat terkena pisau dari pedagang saat proses penertiban (Britniantini & Ananta Prathama, 2. Kekerasan fisik dapat mengenai titik-titik vital seseorang, seperti dada bagian bawah atau ulu hati di bagian tengah tubuh. Ulu hati terdiri dari banyak sistem saraf dan karenanya sangat sensitif. Jika ulu hati terserang, dapat terjadi kesulitan bernapas, mual, dan muntah (Octavia Tungary. Rossyta Wahyutiar, & Aldy Candra Gunawan, 2. Hasil wawancara dengan petugas Satpol PP menunjukkan bahwa peralatan keamanan yang digunakan mencakup helm, tongkat, rompi, dan tameng. Wawancara selanjutnya dengan petugas satpol PP Surabaya (Subkon pengembangan sumber daya, petugas golongan II/a, dan Komandan Komp. yang ditampilkan pada gambar 2, menyatakan Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 bahwa rompi adalah alat keselamatan yang penting, terutama saat kegiatan malam hari. Rompi scotlight dibutuhkan petugas yang dapat memantulkan cahaya agar petugas dapat terlihat oleh orang maupun kendaraan lain saat bertugas. Selain itu, rompi juga berfungsi sebagai alat keselamatan dan identitas bagi petugas saat melakukan tugas penertiban di pasar dan lahan. Gambar 2. Wawancara penulis dengan petugas di kantor Satpol PP Kota Surabaya Sumber : Dokumentasi pribadi, 2023 Gambar 3. Tampak depan dan belakang rompi patroli petugas Satpol Sumber : Dokumentasi pribadi, 2023 Rompi patroli satpol PP yang digunakan oleh beberapa tim satpol PP kota Surabaya ditampilkan pada gambar 3, nampak perlu banyak pembenahan dari segi desain Terutama ketika melakukan kegiatan patroli di malam hari. Rompi anti peluru atau dapat disebut rompi, atau bulletproof-vest, body armor, body armour, atau personal armor dalam bahasa Inggris. Dalam banyak pengertian yang diutarakan oleh para ahli atau organisasi tertentu, semua tertuju pada penggunaannya sebagai alat untuk melindungi tubuh (Purnomo et al. , 2. Dibutuhkan sistem pengunci yang aman pada rompi sebagai penunjang saat pemakaian. Side release buckle berfungsi sebagai penghubung dan pengunci. Sistem ini biasa digunakan pada messenger bag pengguna sepeda yang membutuhkan kecepatan dalam melepas tas. Pengguna cukup melepas tali dengan menekan pengait pada gesper dan menguncian kembali dengan mengaitkan tali hingga berbunyi AuklikAy terdengar yang berarti gesper sudah terkunci. Kelebihan side release buckle adalah kuat dalam mengaitkan, sedangkan kekurangannya adalah pengait ini mudah rusak jika dikaitkan dengan beban melebihi kapasitas (Zaki, 2. Penelitian berjudul AuDesain rompi serbu ergonomis untuk prajurit infanteri TNIAD dengan konsep modularAy menjelaskan perancangan rompi serbu yang memiliki sistem modular. Dengan adanya sistem ini memungkinkan untuk memodifikasi posisi dari rompi yang dikenakan sesuai dengan kebutuhan dilapangan dengan mudah dan cepat. Rancangan dari rompi serbu ini dapat dikombinasikan menjadi empat bentuk dasar rompi serbu sesuai kebutuhan (Prayogi, 2. Penelitian selanjutnya berjudul AuSizing system Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 rompi anti-peluru untuk personel tentara nasional IndonesiaAu melakukan sizing system dalam perancangan rompi anti peluru yang digunakan oleh personel militer. Sizing system ini sangat dibutuhkan dalam perancangan rompi anti peluru, dikarenakan faktor genetik, etnis, sosial, lingkungan, gender, dan lain-lain, yang menentukan variasi tubuh manusia (Kurnia, 2. Berdasarkan latar belakang di atas, guna memberikan keselamatan bagi petugas dalam melaksanakan tugasnya serta mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, diperlukan desain rompi yang mampu memberikan perlindungan optimal. Rompi tersebut harus memiliki fitur anti senjata tajam, serta dilengkapi dengan tempat untuk membawa peralatan seperti handy talky dan kantong untuk membawa barang seperti jas hujan dan barang lainnya. METODE PENELITIAN 1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan metode gabungan atau mixed method, yaitu dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif (Bahalwan & Achmad Akmal Almahdi, 2. Metode kualitatif dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung, sedangkan metode kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner untuk memperoleh desain akhir. Metode gabungan ini dipilih untuk mendapatkan data yang komprehensif dalam meredesain rompi keselamatan bagi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 2 Populasi dan Sampel (Sasaran Penelitia. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas satpol PP di Surabaya, petugas kepolisian, serta UMKM yang bergerak di bidang peralatan militer. Sampel diambil secara purposive sampling, yang berarti peneliti memilih responden yang dianggap paling relevan dengan tujuan penelitian. Sasaran penelitian mencakup: Petugas satpol PP di kantor Surabaya. Petugas Kepolisian Resor Gresik. UMKM yang bergerak di bidang peralatan militer. 3 Teknik Pengumpulan Data dan Pengembangan Instrumen 1 Data Primer Pengumpulan data primer dilakukan secara langsung di lapangan (Watulingas & Bahalwan, 2. , meliputi: Observasi dilakukan di kantor Satpol PP Surabaya. Kepolisian Resor Gresik, dan toko militer "Husen Jaya". Wawancara dilakukan dengan beberapa narasumber yang terdiri dari petugas satpol PP, petugas kepolisian, dan pemilik UMKM di bidang peralatan militer. Dokumentasi melalui pengambilan gambar saat observasi dan wawancara untuk mendukung data yang diperoleh. Kuesioner disebarkan kepada petugas satpol PP untuk mendapatkan data kuantitatif mengenai kebutuhan dan preferensi mereka terhadap rompi keselamatan. 2 Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari jurnal, internet, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Data sekunder digunakan untuk melengkapi dan mendukung analisis data primer (Watulingas & Bahalwan, 2. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 4 Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses pengolahan data dengan tujuan untuk menemukan informasi berguna yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah. Proses analisis ini mencakup kebutuhan, material, warna, bentuk. sistem, penyimpanan, layout, finishing, dan dimensi yang ditampilkan pada gambar 4. 1 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan dilakukan berdasarkan hasil wawancara untuk mengetahui kebutuhan pengguna rompi keselamatan. 2 Analisis Material Analisis material dilakukan untuk menentukan bahan yang sesuai dengan perancangan rompi keselamatan yang tahan terhadap senjata tajam dan goresan. 3 Analisis Warna Analisis warna dilakukan untuk memastikan rompi keselamatan sesuai dengan seragam petugas satpol PP dan terlihat jelas dalam berbagai kondisi. 4 Analisis Bentuk Analisis bentuk dilakukan untuk memastikan desain rompi ergonomis dan sesuai dengan kebutuhan operasional petugas satpol PP. 5 Analisis Sistem Analisis sistem dilakukan untuk menentukan fitur-fitur tambahan yang perlu ada pada rompi, seperti tempat untuk handy talky dan kantong untuk barang lainnya. 6 Analisis Penyimpanan Analisis penyimpanan dilakukan untuk menentukan cara penyimpanan yang efektif dan efisien bagi rompi keselamatan. 7 Analisis Layout Analisis layout dilakukan untuk menentukan tata letak bagian-bagian pada rompi keselamatan agar fungsional dan nyaman digunakan. 8 Analisis Finishing Analisis finishing dilakukan untuk menentukan teknik penyelesaian akhir yang sesuai dan tahan lama. 9 Analisis Dimensi Analisis dimensi dilakukan untuk menentukan ukuran yang tepat dan nyaman bagi pengguna rompi keselamatan. 5 Proses Desain dan Pengembangan 1 Hasil Analisis Data yang diperoleh dari analisis kebutuhan, material, warna, bentuk, sistem, penyimpanan, layout, finishing, dan dimensi digunakan sebagai dasar desain. 2 Kebutuhan Desain Berdasarkan hasil analisis, ditentukan kebutuhan desain yang akan diterapkan pada rompi keselamatan petugas satpol PP. 3 Konsep Desain Peneliti menentukan gaya desain yang akan diterapkan pada rompi keselamatan petugas satpol PP. 4 Sketsa Awal Sketsa awal dibuat berdasarkan kebutuhan desain yang teridentifikasi. 5 Alternatif Desain Peneliti membuat beberapa alternatif desain sesuai dengan hasil wawancara dan kuesioner yang telah disebarkan. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 6 Pengembangan Desain Desain yang telah dipilih dari alternatif desain dikembangkan lebih lanjut untuk 7 Visual Kuesioner Visual kuesioner digunakan sebagai metode untuk menentukan desain final. 8 Final Desain Desain final ditentukan dari alternatif desain yang terpilih dan selanjutnya dijadikan produk jadi. Gambar 4. Diagram alur penelitian Sumber : Dokumen pribadi, 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan rompi untuk petugas satuan polisi pamong praja dilakukan melalui berbagai tahap analisis yang meliputi analisis kebutuhan, material, warna, bentuk, sistem, layout, finishing, dan dimensi. Berikut ini adalah rangkuman dari masing-masing analisis 1 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pengguna rompi melalui wawancara dan observasi langsung. Hasil analisis kebutuhan antara lain : . Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Keselamatan pengguna dimana rompi harus dilengkapi dengan lapisan yang dapat menahan goresan senjata tajam. Kegunaan serbaguna pada rompi yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan seperti patroli, pengamanan, dan saat demo. Identitas petugas berupa warna rompi harus sesuai dengan seragam satpol pp, yaitu khaki tua kehijau-hijauan. 2 Analisis Material Material yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan perlindungan dan Berikut adalah material yang dipilih: Kain cordura sebagai lapisan luar karena kuat dan tahan air. Busa polyfoam digunakan sebagai isi rompi karena sifatnya yang empuk. Kain katun pada lapisan dalam karena nyaman dan menyerap keringat. Kain mesh untuk sirkulasi udara pada bagian samping. Webbing polyester sebagai strap pengait. Pita scotlight untuk meningkatkan visibilitas di tempat gelap. Eva foam dan karbon kevlar sebagai lapisan tambahan perlindungan. 3 Analisis Warna Warna memiliki beragam makna dalam ilmu pengetahuan. Warna yang terkait dengan cahaya daripada persepsi memiliki karakteristik hue, saturation, dan brightness. Hue dapat disebut sebagai warna kromatik, yang mencerminkan kombinasi saturasi dan intensitas warna seperti terang dan gelap (Teruna Satria Putra & Dani Manesah, 2. Warna rompi harus mencerminkan identitas serta memberikan kesan yang sesuai dengan tugas petugas. Hitam digunakan untuk bordir tulisan satpol pp dan nama tim. Coklat digunakan untuk strap pengait dan kancing. Putih digunakan untuk pita scotlight. Khaki tua kehijau-hijauan digunakan untuk body rompi sesuai dengan seragam satpol pp. 4 Analisis Bentuk Dalam psikologi Gestalt, teori bentuk menekankan bahwa manusia cenderung melihat pola atau struktur keseluruhan . daripada sekadar bagian-bagiannya. Bentuk atau struktur ini memiliki sifat emergent, di mana keseluruhan lebih dari sekadar jumlah bagian-bagiannya. Garis lengkung, yang lebih halus daripada garis lurus, menciptakan keanggunan di antara dua titik. Bentuk garis ini tidak dapat diprediksi dengan pasti dan lebih sulit dibandingkan dengan garis lurus. Garis lengkung menggambarkan gerakan fluida. Efek yang dihasilkannya bisa menimbulkan kesan tenang atau dinamis tergantung pada banyaknya kurva yang ada. Kurva yang kurang intens dapat memberikan kesan ketenangan (Murphy and Rowe, 2. Bentuk rompi harus memberikan kesan tegas dan kuat namun tetap nyaman. Bentuk persegi memberikan kesan stabil, kuat, dan tegas. Bentuk ini digunakan pada bagian body rompi, velcro, side adjustable, logo, strap pengait, dan saku penyimpanan. Bentuk lingkaran memberikan kesan lembut dan digunakan pada lubang leher, lengan, dan bawah rompi. 5 Analisis Sistem Sistem yang digunakan harus memudahkan penggunaan dan penyesuaian. Sistem Adjustable memungkinkan penyesuaian ukuran rompi sesuai kebutuhan. Sementara sistem kuncian menggunakan velcro untuk penguncian rompi dan kancing jepret untuk saku penyimpanan. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 6 Analisis Penyimpanan Saku pada rompi harus fungsional dan aman. Saku safari memiliki klep untuk menutup saku sehingga lebih aman digunakan. 7 Analisis Layout Layout rompi harus memudahkan akses dan penggunaan. Pada bagian depan terdapat logo satpol pp, strap pengait, velcro besar di bawah, side adjustable, dan pita Pada bagian samping menggunakan kain mesh untuk sirkulasi udara. Pada bagian belakang, terdapat bet bordir nama tim dan tulisan satpol pp, serta ruang untuk menyimpan kevlar. 8 Analisis Finishing Finishing jahitan harus kuat dan rapi. Mesin jahit high speed digunakan untuk menjahit dengan cepat dan rapi. Jahitan rantai dipilih karena kuat dan tahan lama. 9 Analisis Dimensi Dimensi rompi ditentukan berdasarkan ukuran yang sesuai dengan ergonomi petugas, yakni lebar rompi 46 cm dan panjang rompi 49 cm. Dengan melalui berbagai tahap analisis ini, dihasilkan desain rompi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan, serta memberikan perlindungan optimal bagi petugas satuan polisi pamong praja. Gambar 5, 6, dan 7 adalah alternatif desain dari redesain rompi safety untuk petugas satuan polisi pamong praja. Gambar 5. Alternatif desain 1 Sumber : Dokumentasi pribadi, 2024 Gambar 5 menunjukan alternatif desain 1 yang memiliki kelebihan, yaitu pengait pundak yang panjang, sedangkan untuk untuk pelindung dan tidak diberikan karena akan mengganggu ruang gerak dari pengguna. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 6. Alternatif desain 2 Sumber : Dokumentasi pribadi, 2024 Gambar 6 menunjukan alternatif desain 2 yang memiliki kelebihan pelindung tambahan pada bagian dada, dan memiliki kantong tambahan pada bagian depan, agar dapat menjadi tempat penyimpanan barang dari pengguna. Gambar 7. Alternatif desain 3 Sumber : Dokumentasi pribadi, 2024 Gambar 7 menunjukan alternatif desain 3 yang memiliki kelebihan memiliki velcro pada bagain dada yang lebar, dan velcro di bagian pundak yang panjang, dan juga memiliki kantong untuk tempat penyimpanan barang dari pengguna. Desain Final Dalam menentukan final desain, maka pada penelitian ini dilakukan visual Tujuan dari visual kuisioner ini untuk memilih final desain dari desain Kuesioner disebarkan secara daring melalui google form kepada 30 responden petugas satuan polisi pamong praja. Berikut adalah hasil kuisioner untuk mendapatkan desain final dengan jumlah 30 responden: Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Tidak Memilih Alternatif Desain 1 Alternatif Desain 3 Alternatif Desain 2 Gambar 8. Diagram hasil kuisioner Sumber: Dokumentasi pribadi, 2024 Gambar 8 menampilkan hasil visual kuesionar. Didapatkan hasil 13% responden memilih desain 1, 37% responden memilih desain 2, 45% responden memilih desain 3, serta 5% responden tidak memilih desain manapun. Berdasarkan hasil kuesioner visual tersebut didapatkan desain final dari desain terpilih, yaitu desain alternatif 3 yang ditampilkan pada gambar 9. Gambar 9. Desain Final Sumber : Dokumentasi pribadi, 2024 KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang rompi bagi petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting yang meliputi kebutuhan pengguna, material, warna, bentuk, sistem, layout, finishing, dan Berdasarkan analisis yang dilakukan, berikut adalah kesimpulan dari setiap aspek yang telah dipertimbangkan: Analisis Kebutuhan. Penelitian menunjukkan bahwa rompi yang dirancang harus memberikan perlindungan dari senjata tajam, dapat digunakan dalam berbagai kegiatan lapangan, dan mencerminkan identitas petugas dengan warna yang sesuai dengan seragam Satpol PP. Desain rompi yang dihasilkan memenuhi semua Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 kebutuhan ini dengan tambahan part pelindung, fleksibilitas penggunaan, dan penggunaan warna khaki tua kehijauan. Analisis Material. Pemilihan material yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan pengguna. Kain cordura digunakan sebagai lapisan luar karena kuat dan tahan air, busa polyfoam sebagai isi karena empuk dan nyaman, kain katun untuk lapisan dalam karena sifatnya yang adem, dan kain mesh untuk sirkulasi udara. Webbing polyester dan pita scotlight juga ditambahkan untuk fungsionalitas dan Analisis Warna. Warna rompi dipilih untuk mencerminkan identitas dan memberikan kesan yang tepat. Warna hitam digunakan untuk bordir dan bagian strap pengait, warna coklat untuk strap pengait dan kancing, serta putih untuk pita scotlight. Warna khaki tua kehijauan digunakan untuk body rompi, selaras dengan seragam Satpol PP. Analisis Bentuk. Bentuk rompi dipilih untuk memberikan kesan tegas dan kuat namun tetap nyaman. Bentuk persegi digunakan untuk bagian utama rompi yang memberikan kesan stabil dan kuat, sementara bentuk lingkaran digunakan pada bagian leher, lengan, dan bawah rompi untuk kenyamanan. Analisis Sistem. Sistem adjustable dipilih karena memudahkan penyesuaian ukuran rompi sesuai kebutuhan pengguna. Dalam sistem kuncian, velcro digunakan pada bagian utama rompi, sementara kancing jepret digunakan untuk saku penyimpanan. Analisis Penyimpanan. Saku safari dipilih untuk penyimpanan karena memiliki klep yang aman, sehingga barang yang disimpan tidak mudah jatuh dan tetap terjaga. Analisis Layout. Layout rompi diatur sedemikian rupa untuk memudahkan akses dan Bagian depan rompi dilengkapi dengan logo satpol PP, strap pengait, dan velcro besar. Bagian samping menggunakan kain mesh untuk ventilasi, dan bagian belakang dilengkapi dengan bet bordir nama tim dan tulisan satpol PP, serta ruang untuk menyimpan kevlar. Analisis Finishing. Dalam tahap finishing, jahitan rantai dipilih karena kekuatannya, dan mesin jahit high speed digunakan untuk memastikan jahitan yang cepat dan rapi. Analisis Dimensi. Dimensi rompi disesuaikan dengan ukuran ergonomi petugas, dengan lebar 46 cm dan panjang 49 cm, memastikan rompi nyaman, dan tidak mengganggu mobilitas. Dari berbagai analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa desain ulang rompi untuk petugas Satpol PP berhasil memenuhi berbagai kebutuhan fungsional dan estetika yang diinginkan. Rompi ini tidak hanya memberikan perlindungan optimal tetapi juga kenyamanan dan fleksibilitas penggunaan, serta memperkuat identitas petugas di Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan keselamatan petugas Satpol PP dalam menjalankan tugas. SARAN Dalam penelitian ini diperlukan pengenalan mengenai pentingnya rompi multifungsi yang efektif dan ergonomis bagi petugas Satpol PP melalui tujuan penelitian dan pendekatan yang digunakan. Beberapa tinjauan yang komprehensif terkait desain rompi multifungsi, material yang digunakan, dan faktor-faktor ergonomis yang relevan bagi penelitian ini menjadi salah satu alternatif pengembangan dari penelitian terdahulu yang serupa dan bagaimana penelitian ini mengisi celah pengetahuan yang ada. Dalam pengembangan penelitian lebih lanjut, diperlukan metode penelitian dengan pendekatan yang berbeda sehingga dapat digunakan dalam merancang ulang Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 rompi multifungsi, termasuk proses analisis kebutuhan, dan pemilihan material. Inovasi selanjutnya bisa dikembangkan melalui spesifikasi desain rompi yang dihasilkan, analisis kepuasan pengguna, dan evaluasi performa rompi dalam situasi lapangan. Dari pengembangan tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam domain desain keamanan dan keselamatan bagi personel lapangan. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada pihak institusi yang telah memberikan fasilitas dan dukungan administratif untuk kelancaran penelitian ini, responden yang telah menyumbangkan waktu dan pengalamannya, rekan-rekan penelitian yang telah bekerja sama dengan baik, keluarga yang memberikan dukungan moral, dan semua pihak yang tidak tersebutkan yang telah turut berkontribusi dalam penelitian ini. Tanpa bantuan dan dukungan tersebut, penelitian ini tidak akan terwujud dengan baik. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif dalam bidang yang bersangkutan. DAFTAR PUSTAKA