JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2023, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 249 http://journal. id/index. php/kompak Penggunaan Mobile Payment Pada Mahasiswa Telkom University Sri Rahayu1. Pamungkas Rafli Priyanto2 Telkom University srirahayu@telkomuniversity. Telkom University pamungkasrafli@student. ARTICLE INFO Article history: Received 30 September 2023 Received in revised form 2 November 2023 Accepted 10 November 2023 Available online 1 Desember 2023 ABSTRACT This research aimed to analyze the effect of perceived usefulness, perceived ease of use, perceived trust, and perceived risk on the use of mobile payments by Telkom University students. The use of mobile payments is a method that can be used as an alternative to cash, checks, credit cards, and debit cards and can create new opportunities for payment The population in this study was all Telkom University students. The sampling technique used is the probability sampling technique. The sample used was 282 respondents. Data was obtained through the distribution of questionnaires through Google Forms. The analytical method uses multiple linear regression analysis using SPSS version 26 software. The results show that perceived usefulness, perceived ease of use, perceived trust, and perceived risk have a positive effect on the use of mobile payments. The results of this study are expected to provide an overview for digital payment service providers to improve service quality in using mobile payments so that they can maintain user consistency, increase security so the user trust does not decrease, and pay attention to risks that may occurarticle. Keywords: digital payment, ease of use, mobile payment, perceived usefulness, risk, trust Introduction Pada era revolusi industri 4. 0 teknologi semakin cepat berubah, dan hal ini berdampak pada proses transaksi sehingga membuat pola transaksi yang sebelumnya menggunakan uang tunai berubah menjadi sistem pembayaran menggunakan smartphone atau disebut mobile payment. Indonesia praktek mobile payment dengan e-wallet antara lain aplikasi seperti OVO. Dana. Gopay. Shopeepay, dan LinkAja. Menurut . mobile payment merupakan suatu alat pembayaran untuk membayar jasa, barang dan tagihan dengan menggunakan perangkat ponsel yang langsung tersambung dengan jaringan nirkabel untuk melakukan proses transaksi. Beberapa manfaat dari penggunaan mobile payment yaitu pertama, kecepatan dalam bertransaksi dengan menggunakan mobile payment masyarakat tidak perlu menginput data seperti PIN atau password sehingga proses yang dilakukan akan lebih cepat dalam proses bertransasksi hanya perlu melakukan scanning QR Received September 23, 2023. Revised Sep 2, 2023. Accepted Nov 22, 2023 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 code pada smartphone dalam proses pembayaran. Kedua, lebih fleksibel dengan menggunakan mobile payment proses pembayaran bisa dilakukan dimana saja, bisa dilakukan dalam berpergian tanpa melibatkan uang tunai, serta waktu yang diperlukan lebih singkat. Ketiga, dapat mengontrol pengeluaran dengan menggunakan mobile payment, seseorang yang konsumtif dan malas dalam mencatat pengeluaran dapat mengontrol seberapa banyak uang yang sudah dikeluarkan dan mengetahui sisa uang yang sehingga mampu membagi keperluan yang harus dibeli. Keempat, promo yang menguntungkan, sering kali mobile payment melakukan promo-promo yang membuat sesorang akan lebih sering menggunakan aplikasi mobile payment promo yang dilakukan berupa potongan harga ataupun gratis ongkir sehingga seorang pembeli tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk ongkos kirim. Figure 1. Jumlah Pengguna dan Proyeksi Mobile Wallet di Indonesia Gambar di atas menunjukan trend perkiraan perkembangan penggunaan mobile payment dari tahun 2020Ae2025 dengan platform yang menyediakan mobile payment. Volume transaksi pada mobile payment di Indonesia mencapai 1,7 miliar pada tahun 2020 dan diharapkan akan meningkat pada tahun 2025 sebesar 16 miliar. Total pengguna mobile payment di Indonesia tercatat sebanyak 63,6 juta atau sebesar 25,6% dari total populasi penduduk di Indonesia dan diperkirakan akan meningkat menjadi 202 juta atau sebesar 76,5% dari total populasi penduduk di Indonesia pada Pemerintah Indonesia melalui program Bank Indonesia (BI) melaksanakan Gerakan Nasional Non Tunai bertujuan untuk menciptakan suatu sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar, diharapkan mampu mengurangi kendala dalam transaksi tunai seperti uang tidak dapat digunakan karena robek, ataupun tidak layak untuk diedarkan, selain itu dapat mengurangi human eror dalam proses transaksi dengan jumlah uang yang besar. Harapannya mampu mengubah pola pikir masyarakat menjadi cashless society. Volume penggunaan atau e-money mengalami peningkatan yang sangat drastis dari tahun 2019 sampai 2020, disebabkan karena terjadinya kasus covid-19 yang meningkat sehingga aktivitas yang dilakukan masyarakat dalam bertransaksi harus berubah menjadi mobile payment agar tidak terjadinya kontak langsung antar masyarakat sehingga mengurangi peningkatan covid-19. Namun tahun 2021 volume penggunaan uang elektronik atau e-money mengalami penurunan dikarenakan aktivitas masyarakat memasuki era new normal dan sudah diperbolehkan untuk kontak langsung. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan mobile payment berdasarkan penelitian terdahulu antara lain perceived usefulness, perceived ease of use, trust, cost dan social influence . , nilai harga, motivasi hedonis, kebiasaan dan daya tarik promo . , privasi dan keamanan . Pada penelitian ini akan menggunakan empat faktor yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, perceived trust dan perceived risk, penggunaan keempat faktor tersebut karena terdapat inkonsistensi dari penelitian sebelumnya. Dari penjelasan di atas tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari Perceived Usefulness. Perceived Ease Of Use. Perceived Trust dan Perceived Risk Terhadap Penggunaan Mobile Payment yang dilakukan pada seluruh mahasiswa Telkom University. Hasil JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 249 Ae 255 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n dari penyebaran mini kuesioner menunjukan masih banyak mahasiswa Telkom University yang belum menggunakan mobile payment. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pelaksana pembayaran digital dan Bank Indonesia (BI) dalam merealisasikan mahasiswa membantu pemerintah memanjukan Indonesia menjadi The New Digital Economy. Perceived usefulness merupakan sejauh mana seseorang mempercayai bahwa dengan menggunakan suatu teknologi akan dapat meningkatkan kualitas kinerjanya . Perceived usefulness dapat diukur dengan menggunakan indikator useful, beneficial, effectiveness, dan productivity . Seseorang akan menggunakan suatu teknologi apabila teknologi tersebut mampu bermanfaat bagi dirinya dan dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan dapat menarik pengguna untuk menggunakan mobile payment dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga perceived usefulness berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan . menunjukkan bahwa perceived usefulness dan perceived ease of use memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembayaran mobile. Dengan demikian hipotesis yang diambil adalah: H1: Perceived Usefulness berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment Perceived ease of use merupakan tingkat dimana seseorang percaya untuk menggunakan sistem tertentu dapat membebaskan dari kesulitan . , jika seorang individu menganggap media informasi mudah untuk digunakan maka seseorang tersebut akan menggunakannya dan begitupun Menurut . menyatakan perceived ease of use dapat diukur dengan menggunakan indikator clear and understandable, less effort, dan easy to use. Dengan adanya perceived ease of use pengguna akan merasa lebih mudah dalam melakukan transaksi menggunakan mobile payment dan pengguna akan lebih memilih dan terus menggunakan mobile payment, sehingga perceived ease of use berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian . menujukan bahwa perceived ease of use memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan e-payment sebagai alat pembayaran. Dengan demikian hipotesis yang diambil H2: Perceived ease of use berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment Menurut . perceived trust memiliki suatu konsep yang terdiri dari tiga karakter yaitu kemampuan, beneveolence, dan integritas. Semakin besar kepercayaan yang dirasakan oleh seseorang, maka minat atau keinginan menggunakaan kembali juga akan ikut meningkat. Timbulnya kepercayaan dikarenakan seseorang menggunakan mobile payment merasa percaya dalam menggunakannya sehingga membuat pengguna memiliki niat untuk terus menggunakan mobile payment, sehingga perceived trust berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile Hal ini sejalan dengan Penelitian sebelumnya yang dilakukan . menyatakan bahwa perceived trust memiliki pengaruh yang signifikan terhadao minat penggunaan GoPay . obile Dengan demikian hipotesis yang diambil adalah: H3: Perceived trust berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment Variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap penggunaan mobile payment adalah perceived risk yaitu suatu persepsi dalam keadaan ketidakpastian yang dipertimbangkan seseorang untuk memutuskan menggunakan atau tidak menggunakan mobile payment. Menurut . perceived risk merupakan suatu ketidakpastian yang dirasakan seseorang dalam proses transaksi. Risiko yang dirasakan dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam melakukan proses Menurut . menyatakan bahwa perceived risk dapat diukur dengan menggunakan indikator fraud risk, delivery risk, financial risk, process and time risk, product risk, privacy risk, dan information risk. Perceived risk merupakan persepsi yang paling dipikirkan oleh pengguna dalam menggunakan suatu sistem yang akan dipilih dan pengguna tau hal yang yang akan terjadi atau risiko yang akan terjadi jika memilih suatu sistem yang akan digunakan, sehingga perceived risk berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment, hal ini sejalan dengan Penelitian sebelumnya yang dilakukan . menyatakan bahwa perceived risk berpengaruh terhadap intention to use GoPay . obile paymen. Dengan demikian hipotesis yang diambil adalah: Penggunaan Mobile Payment Pada Mahasiswa Telkom University (Sri Rahay. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 H4: Perceived risk berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment. Research Method Penelitian ini mendeskripsikan hasil kuesioner yang dibagikan melalui google form kepada mahasiswa tujuh fakultas di lingkungan Universitas Telkom. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate stratified random Berdasarkan data yang peroleh dari Telkom University bagian administrasi akademik, jumlah mahasiswa Telkom University sebanyak 107. 413 orang pada tahun 2023, dan responden yang mengisi kuesioner sebanyak 282 yang dijadikan sampel, serta telah memenuhi syarat dalam pengambilan sampel. Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh secara simultan dan parsial. Sebagai variable independent adalah Perceived Ease of Use dengan indicator ease to learn, easyness dan clear and understandable. Perceived trust dengan tiga indikator, yaitu benevolence, ability, dan integrity. Perceived risk dengan empat indikator, yaitu psychological risk, time risk, functional risk, dan physical risk. Dan sebagai variable dependen yaitu mobile payment diukur dengan empat indikator, yaitu mobility, reachability, compatibility, dan convenience. Results and Analysis Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel 3. 1 nilai Adjusted R Square sebesar 0,600 yang artinya variabel independen yaitu Perceived Usefulness. Perceived Ease of Use. Perceived Trust dan Perceived Risk dapat menjelaskan varibel dependen yaitu Penggunaan Mobile Payment sebesar 60% dan sisanya sebesar 40% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Tabel 3. 1 Koefisien Determinasi Model Summaryb Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. Perceived Risk. Perceived Usefulness. Perceived Ease of Use. Perceived Trust Dependent Variable: Penggunaan Mobile Payment Hasil uji F menunjukan bahwa Perceived Usefulness. Perceived Ease Of Use. Perceived Trust dan Perceived Risk secara simultan berpengaruh terhadap Pengunaan Mobile Payment Pada Mahasiswa Telkom University dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, dan persamaan regresi berganda pada penelitian ini ditunjukan dalam Persamaan . sebagai berikut: Y = 12,269 0,119 X1 0,118 X2 0,316 X3 0,208 X4 Tabel 3. 2 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta (Constan. Perceived Usefulness Perceived Ease of Use Perceived Trust Perceived Risk Dependent Variable: Penggunaan Mobile Payment Sig. Hasil uji t pada tabel 3. 2 menunjukan bahwa variabel Perceived Usefulness. Perceived Ease Of Use. Perceived Trust, dan Perceived Risk secara parsial berpengaruh terhadap penggunaan mobile payment. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 249 Ae 255 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Perceived Usefulness secara parsial berpengaruh terhadap Penggunaan Mobile Payment. Hal ini bermakna bahwa semakin baik persepsi kemanfaatan yang dirasakan oleh mahasiswa, maka mahasiswa akan semakin sering menggunakan mobile payment dalam proses pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) karena dapat dijadikan Peningkatan produktifitas kinerja pengguna atas pekerjaannya, seperti keuntungan dalam melakukan pekerjaan yang lebih efektif dan efisien dengan bantuan teknologi dibandingkan manual. Sehingga dalam hal ini QRIS perlu meningkatkan inovasi-inovasi yang bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan penggunanya. QRIS dapat digunakan oleh pengguna dimana saja dan kapan sehingga sehingga memungkinkan transaksi secara digital menjadi lebih efektif, sering mendapatkan promopromo yang menarik dan tidak perlu membawa uang kertas dalam melakukan transaksi. Pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama dalam melakukan pembayaran digital, sehingga proses pembayaran akan lebih cepat. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu oleh . , . yang menyatakan bahwa perceived usefulness berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment. Perceived Ease Of Use secara parsial berpengaruh terhadap Penggunaan Mobile Payment pada Mahasiswa Telkom University. Semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan layanan QRIS maka pengguna akan lebih rutin menggunakan layanan tersebut dalam pembayaran digital. Hal ini memberikan gambaran bahwa QRIS: Mudah dipelajari dan dimengerti dalam pengoperasiannya. Dapat meningkatkan pemahaman tentang pembayaran digital. Menyediakan fitur-fitur yang mudah digunakan. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu oleh . yang menyatakan bahwa perceived ease of use berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment. Perceived Trust secara parsial berpengaruh terhadap Penggunaan Mobile Payment pada Mahasiswa Telkom University. Semakin tinggi kualitas yang diberikan oleh layanan QRIS maka pengguna akan secara konsisten menggunakan layanan tersebut. Kepercayaan terhadap penggunaan QRIS dalam kategori baik, hal ini menunjukan bahwa QRIS mampu meningkatkan minat seseorang untuk menggunakan layanan tersebut sebagai alat pembayaran digital dikarenakan QRIS: Memiliki kebijakan untuk menghormati dan memberikan layanan yang sesuai dengan ketertarikan konsumen. Pengguna percaya bahwa layanan QRIS dapat secara akurat dan memberikan layanan yang dibutuhkan konsumen. Dipercaya memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan secara konsisten. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu oleh . , . , dan . yang menyatakan bahwa perceived trust berpengaruh positif terhadap penggunaan mobile payment. Perceived Risk secara parsial berpengaruh terhadap Penggunaan Mobile Payment pada Mahasiswa Telkom University. Semakin rendah persepsi risiko yang terkandung pada QRIS yang dirasakan oleh mahasiswa, maka mahasiswa tidak khawatir dalam menggunakan mobile payment dalam proses pembayaran digital menggunakan layanan QRIS. Layanan QRIS ini telah memenuhi harapan pengguna antara lain: Tingkat kualitas kinerja dari layanan QRIS baik, maka mahasiswa akan memutuskan untuk menggunakan layanan tersebut. Dalam penggunaan layanan QRIS mahasiswa merasa tidak memerlukan waktu yang banyak dalam proses transaksi secara digital. Persepsi functional risk yaitu fitur-fitur yang disediakan oleh layanan QRIS mampu berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan sehingga mahasiswa tidak merasa khawatir dalam penggunaan layanan tersebut. Penggunaan Mobile Payment Pada Mahasiswa Telkom University (Sri Rahay. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Persepsi physical risk, tingkat keamanan sistem layanan QRIS sudah dilakukan dengan ketat sehingga layanan tersebut meyakinkan bahwa tidak akan terjadi dampak yang buruk bagi mahasiswa. Conclusion Terdapat bukti bahwa variabel perceived usefulness, perceived ease of use, perceived trust, and perceived risk berpengaruh terhadap penggunaan mobile payment pada mahasiswa Telkom University. Persepsi yang baik dari pengguna, dalam hal ini mahasiswa Universitas Telkom akan membantu meningkatkan penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran untuk membantu program pemerintah mewujudkan economic digital. Sebagai saran bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dalam penyediaan layanan mobile payment, meningkatkan keamanan agar kepercayaan pengguna tidak menurun dan memperhatikan risiko yang kemungkinan akan terjadi baik bagi perusahaan juga bagi masyarakat pengguna. Bagi peneliti selajutnya yang memiliki ketertarikan yang sama, agar memperluas penlitian dari segi responden dan jangkauan sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan hasil yang lebih global References