Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pemberdayaan Remaja IPNU-IPPNU Sebagai Kader Anti-Bullying Untuk Mencegah Perundungan Anak Chubbi Millatina Rokhuma1*. Hafizah Ghany Hayudinna2. Rayinda Eva Rahmah3. Milatil Azka4. Wildanur Rizqi5. Ahmad Muzakka6. Fatma Oka Azkadina7 1,3,4,5,6,7 Tadris Bahasa Inggris/Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah/Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan Email: chubbi_millatina@uingusdur. id 1* Abstrak Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menjadikan para remaja IPNU-IPPNU ranting Buaran Kota Pekalongans sebagai kader anti-bullying yang bisa menjadi perwakilan remaja yang berdaya di dalam masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pendampingan dan pembekalan bagi para remaja IPNU-IPPNU kelurahan Buaran Kota Pekalongan tentang bahaya bullying dan upaya pencegahannya. Setelah kegiatan pembekalan ini, para remaja IPNU-IPPNU ranting Buaran juga dibekali materi tentang cara pembuatan konten video yang digunakan untuk mengkampanyekan gerakan anti bullying. Setelah video content selesai dibuat, para remaja IPNUIPPNU mulai bergerak untuk mensosialisasikan pesan anti bullying pada anak-anak dan remaja di sekitar kelurahan Buaran Kota Pekalongan. Sosialisasi dan kampanye pesan anti bullying ini dilakukan secara online dan offline. Kampanye secara online dilakukan dengan berbagi konten video yang sudah dibuat melalui berbagai laman media sosial, seperti Instagram. TikTok. Whatsapp. YouTube dan juga Thread. Adapun kampanye secara offline dilakukan dengan mendatangi beberapa lembaga Pendidikan non-formal, seperti Taman Pendidikan AlqurAoan (TPA) dan lembaga bimbingan belajar yang berada di sekitar Kelurahan Buaran Kota Pekalongan. Keywords: Kader anti-bullying. IPNU-IPPNU. Perundungan. Remaja PENDAHULUAN Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih marak terjadi hingga saat ini, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Bullying dapat diartikan sebagai tindakan agresif yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang secara berulang-ulang untuk mengintimidasi, menyakiti fisik, maupun menekan mental korban (Prasetyo, 2. Selain itu, bullying juga merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menindas pihak yang lebih lemah sehingga korban mengalami tekanan, trauma, dan kehilangan rasa berdaya (Putri, 2. Dengan demikian, bullying merupakan bentuk intimidasi dengan berbagai cara yang berdampak negatif baik secara langsung maupun jangka Fenomena bullying kerap dijumpai di sekolah dan madrasah pada semua tingkatan pendidikan, mulai dari SD. SMP. SMA, hingga perguruan tinggi. Tindakan ini sering kali dilakukan oleh siswa terhadap temannya, bahkan ada pula yang melibatkan guru terhadap Ironisnya, sebagian besar kasus dianggap hal biasa sehingga tidak ditangani secara Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 serius oleh pihak sekolah. Padahal, bullying dapat menimbulkan dampak yang sangat serius. Dalam jangka pendek, korban sering mengalami rasa takut, tidak nyaman, rendah diri, hingga Dalam jangka panjang, perundungan dapat mengakibatkan gangguan emosional dan perilaku, bahkan risiko bunuh diri (Indonesian Anti-Bullyin. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan adanya 37. laporan kasus perundungan selama periode 2011Ae2019, sebagian besar menimpa anak dan remaja di sekolah (Junita & Hafnidar, 2. Di Kota Pekalongan, beberapa kasus bullying di sekolah dasar dan madrasah sempat mencuat, seperti ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik yang menyebabkan luka pada korban (Jawa Pos, 2. Bentuk bullying sendiri beragam, antara lain kontak fisik . emukul, mendorong, merusak baran. , verbal . engejek, mempermalukan, mengintimidas. , non-verbal . kspresi merendahkan, pengucila. , serta pelecehan seksual. Seiring perkembangan teknologi, muncul pula cyberbullying, yaitu perundungan melalui media sosial atau pesan digital yang dampaknya tidak kalah berbahaya (Riauskina et al. , 2. Tindakan bullying tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah Lingkungan keluarga berperan penting karena pola asuh yang keras, penuh sarkasme, atau minim komunikasi dapat mendorong anak meniru perilaku negatif (Usman, 2. Selain itu, faktor teman sebaya juga berpengaruh karena anak cenderung melakukan bullying untuk memperoleh pengakuan dalam kelompok (Septiyuni et al. , 2. Lingkungan sekolah yang tidak tegas dalam menindak kasus perundungan pun semakin memperkuat budaya bullying di kalangan siswa (Rachman, 2. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, salah satunya melalui program pengabdian Grahani et al. memberdayakan kader OSIS sebagai agen pencegahan bullying dengan cara melatih mereka menyusun workbook edukasi. Hasilnya, para kader dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada siswa lain mengenai bahaya Neherta et al. juga melakukan pembentukan kader anti-bullying di Padang yang terbukti meningkatkan pengetahuan dan perilaku positif siswa. Di Pekalongan sendiri, masih banyak dijumpai perundungan verbal seperti ejekan, olok-olok, dan pengucilan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Buaran Kota Pekalongan dilaksanakan dengan melibatkan remaja IPNU-IPPNU sebagai agen pencegahan bullying. Para kader diberikan pelatihan untuk membuat video edukasi singkat yang kemudian disosialisasikan di sekolah, madrasah, maupun melalui media sosial seperti Instagram. YouTube. TikTok, dan Threads. Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader dapat Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung kesejahteraan mental peserta didik. METODE KEGIATAN Metode pengabdian yang akan dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah menggunakan metode Service Learning (SL). Metode ini mengintegrasikan antara pembelajaran di kampus dalam bentuk mata kuliah dengan dunia nyata yaitu terhadap komunitas atau masyarakat. Service learning bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa (Musa et al. , sekaligus mendukung aktivitas masyarakat melalui penemuan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh komunitas atau masyarakat (Kambau et al. , 2. Langkah-langkah dalam pelaksanaan service learning dalam Surul & Shaleh . secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian yang terdiri dari pra-implementasi, implementasi, dan pasca implementasi. Pra-implementasi. Tahap ini bertujuan untuk menggali kebutuhan komunitas serta mempersiapkan pelaksanaan pengabdian secara keseluruhan. Tahapan ini meliputi observasi langsung pada komunitas yang akan didampingi untuk melakukan inventarisasi bersama terkait kebutuhan komunitas, pengurusan izin, dan mempersiapkan tim pengabdi yaitu mahasiswa dan dosen terkait service learning. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat melakukan koordinasi awal, dilanjutkan dengan asesmen kebutuhan komunitas dan penyusunan jadwal pendampingan. Implementasi. Tahapan ini merupakan pelaksanaan service learning berdasarkan data yang diperoleh dari tahapan pra implementasi, yaitu permasalahan yang harus diselesaikan bersama oleh tim pengabdi dan komunitas yang didampingi. Tahapan ini meliputi pelaksanaan kegiatan pengabdian dari mulai persiapan, pelaksanaan pelatihan, analisis data dari hasil pelatihan, dan monitoring evaluasi. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat melaksanakan pelatihan dengan dua materi yaitu terkait bullying dan pembuatan film Pada tahap ini juga dilaksanakan analisis hasil pelatihan serta monitoring dan evaluasi jalannya pelatihan. Pasca Implementasi. Pada tahapan akhir ini dilakukan evaluasi menyeluruh yang melibatkan tim pengabdian masyarakat dan komunitas dalam rangka refleksi dan mempersiapkan praktik-praktik service learning berikutnya. Tahap ini juga meliputi penulisan laporan pengabdian. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat melakukan evaluasi dan refleksi seluruh proses yang telah dilakukan, serta menyusun laporan dan luaran pengabdian masyarakat. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini diawali dengan observasi awal. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali kebutuhan komunitas serta mempersiapkan pelaksanaan pengabdian secara Kegiatan ini mencakup observasi langsung pada komunitas yang akan didampingi untuk melakukan inventarisasi bersama terkait kebutuhan komunitas, pengurusan izin, dan mempersiapkan tim pengabdi yaitu mahasiswa dan dosen terkait service learning. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat melakukan koordinasi awal, dilanjutkan dengan asesmen kebutuhan komunitas dan penyusunan jadwal pendampingan. Setelah jadwal tersusun, berikutnya dilakukan beberapa kegiatan inti dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang meliputi: Sosialisasi Bahaya Bullying dan Upaya Pencegahannya Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 17 November 2024 di Kelurahan Buaran Kota Pekalongan, dengan diikuti oleh 25 peserta dari remaja IPNU IPPNU ranting Buaran. Adapun narasumber yang menyampaikan materi dalam kegiatan tersebut adalah Ibu Nadhifatuz Zulfa. Pd (Certified Counselor Profesional dan founder Dalam penyampaian materinya, beliau menyampaikan beberapa poin materi. Beliau menuturkan terkait maraknya kasus bullying di daerah kota Pekalongan. Selain itu beliau juga memaparkan tentang jenis bullying, ciri pelaku dan korban bullying, serta hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying. Paparan materi yang disampaikan senada dengan hasil penelitianSurul & Shaleh . yaitu bentuk perilaku bullying yang mungkin terjadi di sekolah mencakup tindakan verbal seperti ejekan terkait fisik dan pemanggilan dengan nama orang tuaAiserta tindakan nonverbal, seperti mencubit dan marginalisasi teman sebaya. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para remaja IPNU-IPPNU ranting Buaran agar mereka memiliki pemahaman yang baik tentang cara mencegah terjadinya kasus bullying ataupun cara menghadapi kasus bullying yang terjadi sekitar mereka. Dengan demikian, mereka nantinya akan dapat menyampaikan pesan kepada teman-teman mereka ataupun anakanak dan remaja di sekitar tempat tinggal mereka tentang bahaya dari bullying, bagaimana cara menghadapi kasus bullying, serta bagaimana upaya pencegahannya. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Neherta et al. yang melakukan pengabdian masyarakat tentang pembentukan kader anti bullying pada kelompok anak usia sekolah di Kelurahan Pasie Nan Tigo. Kota Padang. Kegiatan penguatan materi semacam ini dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku positif daripara remaja. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, rata-rata pengetahuan siswa tentang pencegahan bullying meningkat setelah Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 diberikan pengetahuan tentang pendidikan anti bullying. Grahani et al. juga menyampaikan hal yang serupa. Dengan memberdayakan para remaja diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif bullying pada usia remaja di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Para peserta juga menampakkan antusiasnya dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini dapat terlihat dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Gambar 1. Penyampaian materi tentang bahaya Gambar 2. Peserta menyampaikan pertanyaan bullying dan cara pencegahannya pada narasumber Pelatihan Pembuatan Film Pendek Terkait Anti Bullying Untuk Disosialisasikan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 November 2024 bertempat di Kelurahan Buaran Kota Pekalongan. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah tim mahasiswa dari UKM NAVI Film UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Mereka menyampaikan materi terkait cara membuat film pendek . hort movi. dan short content dengan tema stop bullying. Pemaparan mereka mencakup Langkah-langkah dalam menulis naskah, cara mengatur pencahayaan pada kamera, hingga proses/cara editing. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para remaja IPNU-IPPNU ranting Buaran dalam hal pembuatan video content. Hal ini dikarenakan setelah mendapatkan materi tentang bahaya bullying dan Upaya pencegahannya, mereka didorong untuk membuat video yang digunakan untuk sosialisasi kepada anak-anak dan remaja sekitar tempat tinggal mereka. Selain itu, mereka juga mensosialisasikan video yang telah mereka buat di laman media sosial mereka masing-masing, baik melalui Instagram,tik tok. YouTube maupun Thread. Kegiatan ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Bryn . Dalam kegiatan pengabdiannya ia mengajak para pemuda untuk mensosialisasikan upaya pencegahan perundungan dengan memanfaatkan teknologi melalui website sebagai media utamanya. Dalam website tersebut berisi berbagai informasi terkait hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menangani perundungan. Pemanfaatan teknologi yang digunakan sebagai media dalam mensosialisasikan pencegahan perundungan ini diharapkan menjadi media yang efektif dan Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 bermanfaat bagi Masyarakat luas. Sebagaimana yang disampaikan oleh Syafitri et al. bahwa media sosial efektif sebagai platform kampanye untuk mengurangi bullying di kalangan remaja. Kampanye dengan cara seperti ini berhasil membangun solidaritas siswa dan menciptakan lingkungan yang lebih aman. Dari 25 peserta yang bergabung, mereka dibagi menjadi 5 kelompok. Hal ini ditujukan untuk mempermudah membuat konten video tentang stop bullying. Masing-masing kelompok diarahkan untuk membuat video dengan tema bullying, namun dengan fokus ide yang berbeda-beda. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Para peserta juga nampak antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. Hal ini nampak dari mereka yang mau terlibat dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan. Mereka terlihat bersemangat dalam menyampaikan draft naskah konsep video content yang akan dibuat. Beberapa dari mereka juga ada yang antusias maju ke depan untuk berlatih cara mengambil gambar dari berbagai angle dan cara mengatur cahaya yang baik dalam pengambilan gambar. Gambar 3. Tim UKM Navi menyampaikan materi Gambar 4. Peserta mencoba menggunakan berlatih tentang cara pembuatan video kamera untuk mencari angle yang konten dan film pendek Pembuatan Konten Video dan Sosialisasi Anti-bullying pada Anak-anak dan Remaja Kelurahan Buaran Hasil dari dua kegiatan di atas adalah produk konten video yang berisi ajakan untuk stop aksi bullIying. Adapun tema dari video maupun film yang mereka buat adalah mengenai stop verbal bullying dan stop cyberbullying. Tema verbal bullying diambil dengan alasan utama adalah banyaknya kasus bullying verbal yang terjadi di sekitar daerah Kelurahan Buaran. Bentuk bullying verbal yang berupa celaan, hinaan, julukan nama yang tidak baik jika dibiarkan lama-kelamaan akan menjatuhkan mental anak (Rahmah & Purwoko, 2. , sehingga perlu dilakukan upaya sosialisasi pencegahan dan penanganannya. Adapun tema video stop cyberbullying diangkat dengan pertimbangan bahwa cyberbullying ini meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam hal ini, meskipun hinaan dan cacian disampaikan secara tidak langsung, akan tetapi dalam beberapa kondisi dampaknya sangat mengganggu kepercayaan diri dan harga diri korbannya (Patchin & Hinduja, 2. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Di antara hasil konten video yang dbuat dapat dilihat dalam link berikut: Instagram pribadi anggota IPNU-IPPNU Video konten tentang cyberbullying https://w. com/reel/DC1FOjrySaL/?igsh=MXc1dDhnF3cGI5Yw== Gambar 5. Hasil konten video tentang cyberbullying yang diupload di instagram Video konten verbal bullying https://w. com/reel/DGPsWCyXHk/?igsh=OWw1bDI2aHUzZWNo Gambar 6. Hasil konten video tentang verbal bullying yang diupload di instagram YouTube anggota IPNU-IPPNU Video konten tentang cyberbullying https://youtu. be/w9R4QgJCIWc?si=kOmL2OwiQylf5syH Gambar 7. Hasil konten video tentang cyberbullying yang diupload di youtube Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Video konten tentang verbal bullying https://youtu. be/HA4CCJjhsu4?si=zUXQc8AM3EKtw-_3 Gambar 8. Hasil konten video tentang verbal bullying yang diupload di youtube TikTok anggota IPNU-IPPNU Video konten tentang cyberbullying https://vt. com/ZSjvKkrQA/ Gambar 9. Hasil konten video yang diupload di tiktok tentang cyberbullying Video konten tentang verbal bullying https://vt. com/ZSMMJqebA/ Gambar 10. Hasil konten video yang diupload di TikTok tentang verbal bullying Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Instagram organisasi IPNU-IPPNU Buaran https://w. com/stories/pr_ipnuippnubuaran/3516149058131207917?utm_sour ce=ig_story_item_share&igsh=MWdmeXJtOXFleTcxag== Gambar 11. Hasil konten video yang diupload di reels Instagram IPNU-IPPNU Buaran Thread anggota IPNU-IPPNU https://w. com/@okadinaa_/post/DMiBN8VSpPn?xmt=AQF0dV0vqPNH81mh OxF0RXOatG6JQ5PqCJ4ND2RdvN958Q Gambar 12. Hasil konten video yang diupload di Thread Data di atas menunjukkan bukti penyebaran informasi yang dilakukan oleh para anggota IPNU-IPPNU dengan mengkampanyekan gerakan stop bullying melalui berbagai laman media sosial seperti Instagram. TitTok. YouTube, dan Thread. Dengan demikian, pesan yang ingin disampaikan diharapkan dapat tersampaikan secara lebih masif. Hasil video tersebut digunakan sebagai media dalam mengkampanyekan stop bullying di sekitar lingkungan tempat tinggal para remaja Buaran. Tungary et al. juga menuturkan bahwa pembuatan video kampanye ini dapat digunakan untuk memberikan kesadaran dan informasi akan segala bentuk bullying, termasuk cyberbullying kepada anak Hal ini tentu saja diharapkan agar mereka lebih bijak dalam bermedia sosial, sehingga Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 dapat meminimalisir dan mencegah hal-hal yang memicu dan menyebabkan terjadinya pelecehan verbal . erbal bullyin. pada anak muda. Selain disosialisasikan melalui media sosial, para remaja IPNU-IPPNU Buaran juga melakukan sosialisasi secara langsung pada anak-anak dan remaja di sekitar Kelurahan Buaran. Sosialisasi ini dilakukan dengan mendatangi beberapa tempat kursus bimbingan belajar yang biasa diikuti oleh anak-anak dari berbagai usia SD hingga SMP, dengan kisaran usia 8 hingga 14 tahun. Gambar 13. Para remaja IPPNU mensosialisasikan hasil video yang telah dibuat kepada anak-anak di daerah sekitar Kelurahan Buaran Dengan adanya kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh para remaja IPNU-IPPNU tersebut diharapkan dapat membantu mencegah dan meminimalisir kasus bullying di kalangan anak dan remaja. Pada tahapan akhir, evaluasi menyeluruh yang melibatkan tim pengabdian masyarakat dan komunitas dalam rangka refleksi dan mempersiapkan praktik-praktik Service Learning berikutnya. Tahap ini juga meliputi penulisan laporan pengabdian. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat melakukan evaluasi dan refleksi seluruh proses yang telah dilakukan, serta menyusun laporan dan luaran pengabdian masyarakat. Dari kegiatan yang telah dilakukan di atas, ada beberapa rencana yang akan dilakukan oleh tim pengabdian sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan yang telah dilaksanakan. Diantaranya adalah sebagai berikut: . Memonitoring/memantau keaktifan para remaja IPNU-IPPNU dalam mensosialisasikan pesan tentang bahaya bullying dan pencegahannya yang disebarkan melalui platform media sosial yang lebih luas dan bervariasi, seperti Instagram. Tiktok. WhatsApp. YouTube, dan Thread. Memonitoring/memantau keaktifan para remaja IPNU-IPPNU dalam mensosialisasikan pesan tentang bahaya bullying dan pencegahannya yang disampaikan secara langsung melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan para remaja di sekitar daerah tempat tinggal mereka. Sosialisasi terkait bahaya bullying dan pencegahannya melalui dukungan komunitas dan memanfaatkan media digital sangat penting untuk dilakukan. Berdasarkan temuan penelitian (Ardiana et al. , 2. , penggunaan media sosial terbukti mampu memperkuat Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 kesadaran publik dan mempercepat tindakan dalam merespons kasus-kasus perundungan. Media sosial juga memainkan peran krusial dalam dinamika kehidupan, menjadikannya sarana potensial untuk kampanye anti-bullying sekaligus wadah pembentukan komunitas dukungan bagi para korban (Aufa et al. , 2. Dukungan komunitas seperti IPNU-IPPNU juga dapat menurunkan tingkat perundungan. Penerapan program anti-bullying yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis nilai moral terbukti efektif dalam menurunkan tingkat perundungan, memperkuat karakter siswa, serta meningkatkan kesejahteraan mental mereka. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif seluruh elemen pendidikan guru, siswa, orang tua, dan komunitas melalui strategi yang holistik dan sinergis, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan (Pratama & Husniyah, 2. Hal ini juga disampaikan oleh Sembiring & Sinaga . bahwa keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan guna menciptakan lingkungan yang bebas dari perilaku perundungan. KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan remaja IPNU-IPPNU sebagai kader Anti Bullying di Kelurahan Buaran Kota Pekalongan dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan yang dilalui meliputi . rapat koordinasi awal, untuk asesmen kebutuhan komunitas dan penyusunan jadwal pelatihan. pelatihan dengan dua materi yaitu sosialisasi terkait bullying dan pembuatan film pendek. monitoring dan evaluasi hasil pelatihan berupa pembuatan film pendek dan sosialisasinya pada masyarakat. evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan remaja IPNUIPPNU sebagai kader Anti Bullying di Kelurahan Buaran Kota Pekalongan memiliki beberapa Adapun hasilnya meliputi output kegiatan berupa . peningkatan kompetensi kader IPNU IPPNU Ranting Buaran dalam materi bullying dan pencegahannya serta pembuatan film pendek. hasil video pendek terkait bullying yang dibuat oleh peserta pelatihan. hasil sosialisasi film pendek tersebut baik di media sosial maupun di kalangan anak-anak dan remaja di Kelurahan Buaran Kota Pekalongan. Pelaksanaan program pemberdayaan ini secara umum bisa dikatakan berjalan lancar. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor pendukung, yaitu: faktor daya dukung kader IPNU IPPNU Ranting Buaran, dan faktor hubungan masyarakat yang dimiliki kader IPNU IPPNU. Meskipun demikian, kegiatan ini juga mengalami beberapa kendala, antara lain: sedikitnya waktu dalam satu periode pemberdayaan masyarakat sehingga sulitnya para remaja untuk dapat menyelesaiakn video pendeknya tepat waktu. Saran untuk kegiatan pendampingan Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 selanjutnya adalah adanya penambahan durasi waktu pelatihan dan juga adanya monitoring langsung . elalui grup whatsap. dari narasumber kepada para peserta khususnya dalam hal pembuatan film maupun video pendeknya. Hal ini ditujukan agar progres pembuatan output video pendek dengan tema anti-bullying menjadi lebih terpantau. Dengan demikian para peserta diharapkan akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan video pendek mereka tepat UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada seluruh anggota IPNU-IPPNU ranting Buaran yang telah berpartisipasi aktif hingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA