Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 020 - 026 EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI RT 01 RW 12 KELURAHAN BUNGO PASANG Meria Kontesa1,Novria Hesti2,Widya Lestari3. Dedi Adha4. Mitayani 5. Afrilia Wulan Sari6,Chyntia Sari7. Nurul Hidayati8 1,4,7Prodi S-I Keperawatan STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 2,8Prodi S-I Kebidanan STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 3,6Prodi D-i Kebidanan STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang Prodi Dii Keperawatian STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang E-mail korespondensi: meriakontesa74@gmail. Article History: Received: 24 Mei 2023 Revised: 29 Juni 2023 Accepted: 9 Juni 2023 Abstrak: Latar Belakang : World Health Organization (WHO) dan Center Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat. Data pasien hipertensi di dunia sekitar satu milyar orang dan meningkat setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi yang terdiagnosis di Indonesia mencapai 25,8% (Riskesdas Prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia 50 tahun masih 10% tetapi diatas 60 tahun angka tersebut terus meningkat mencapai 20-30%. Hipertensi adalah penyakit yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah secara menetap. Umumnya, seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Tingkat prevalensi hipertensi diketahui meningkat seiring dengan peningkatan usia dan prevalensi tersebut cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah atau masyarakat yang tidak bekerja (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mencegah dan mengendalikan Hipertensi melalui edukasi, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan exercise pada lansia di RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang. Metode: Kegiatan menggunakan metode penyuluhan, diskusi interaktif dan simulasi exercise otago. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 di RT 01 RW 12 Keluarahan Bungo Pasang, dengan jumlah peserta yang 25 lansia. Kata Kunci: Edukasi, lansia. Hasil: Peserta yang berpartisipasi dalam pengabdian ini pengendalian, adalah 25 orang lansia. Peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan abdimas berupa pemberian materi edukasi mengenai pencegahan dan hipertensi dengan hasil edukasi ini adalah meningkatnya pengetahuan lansia pencegahan dan pengendalaian hipertensi dan meningkatnya motivasi untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 020 - 026 Abstract: Background: The World Health Organization (WHO) and the Center for Disease Control and Prevention (CDC) estimate that the number of people with hypertension in the world will continue to increase. Data on hypertension patients in the world are around one billion people and increasing every year. The prevalence of diagnosed hypertension in Indonesia reaches 25. 8% (Riskesdas 2. The prevalence of hypertension in Indonesia at the age of 50 years is still 10% but over 60 years this figure continues to increase to 20-30%. Hypertension is a disease that is defined as a persistent increase in blood pressure. Generally, a person is said to have hypertension if the blood pressure is above 140/90 mmHg. The prevalence rate of hypertension is known to increase with increasing age and this prevalence tends to be higher in people with low levels of education or people who do not work(Health Research and Development Agency, 2. The purpose of community service activities is to prevent and control hypertension through education, blood pressure checks, blood sugar checks and exercise for the elderly in RT 01 RW 12 Bungo Pasang Village. Methods: Community service activities are carried out using counseling methods, interactive discussions and exercise simulations of otago. The activity was held on December 1 2022 at RT 01 RW 12 Bungo Pasang Village, with 25 elderly Keywords: Education, elderly. Results: Participants who participated in this service were control, 25 elderly people. Participants were very enthusiastic about participating in a series of community service activities in the form of providing educational material regarding the prevention and control of hypertension with the results of this education being increased knowledge of the elderly on prevention and control of hypertension and increased motivation to prevent and control hypertension. Pendahuluan Usia yang semakin bertambah dapat menyebabkan kemunduran beberapa fungsi fisik maupun psikologis yang dialami lansia akibat proses menua . ging proces. termasuk dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada lansia, salah satunya penyakit degeneratif yang sering dialami lansia yaitu hipertensi yang merupakan penyakit kronik akibat gangguan sistem sirkulasi darah yang kini menjadi masalah dalam kesehatan Hipertensi dapat didefenisikan sebagai tekanan darah tinggi persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmhg dan tekanan diastolik di atas 90 mmhg (Adawiyah et al. , 2. Menurut data Kemenkes RI . , bahwa hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, dimana 2 proprsi kematian pada semua umur di Indonesia. Hasil riset kesehatan dasar nasional (Riskesda. 2018 badan penelitian dan Pengembangan Kemenkes Republik Indonesia bahkan menunjukkan prevalensi hipertensi nasional sebesar 31,7%. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke, sedangkan sisanya pada jantung, gagal ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 020 - 026 ginjal, dan kebutaan (Kemenkes RI, 2. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia 50 tahun masih 10% tetapi diatas 60 tahun angka tersebut terus meningkat mencapai 20-30%. Dari berbagai penelitian melaporkan bahwa 1,3-28,6% penduduk berusia diatas 20 tahun penderita hipertensi. Prevalensi hipertensi ada usia 21 tahun 5%. Usia antara 31-44 tahun 8-10%. Usia lebih dari 45 tahun sebesar 20% (Helmanu & Nurrahmi, 2. Ini menandakan usia yang rentan terkena hipertensi adalah umur 50-60 tahun keatas Hipertensi yang tidak ditangani akan berdampak pada masalah ekonomi dan Menurut kementerian kesehatan . , yang dikutip dari Sample Registration System (SRS) tahun 2014 sekitar 5,3% penyebab kematian nomor 5 di Indonesia disebabkan oleh hipertensi dengan komplikasi yang terjadi pada semua umumr. Hipertensi dapat menyebabkan aterosklerosis sehingga beresiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Hipertensi juga dapat menyebabkan hipertrofi 3 ventrikel sehingga dapat meningkatkan terjadinya disritmia dan gagal jantung. Selain menyebabkan perubahan pada sistem kadiovaskular hipertensi juga dapat mempengaruhi sistem saraf dan ginjal (Lemone et al, 2. Menurut studi tahun 2019 tentang pengetahuan lansia tentang hipertensi, menunjukkan bahwa di Indonesia masih terdapat lansia yang memiliki pengetahuan yang sangat rendah yang masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah (Syamsi & Asni, 2. Dengan tingginya kejadian hipertensi terutama pada lansia menuntut peran tenaga kesehatan untuk pencegahan dan upaya promosi kesehatan Berdasarkan hal tersebut, tim 6 Abdimas STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk menurunkan kasus Hipertensi dengan upaya Edukasi Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Lansia di RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dengan memberikan edukasi tentang Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Lansia dilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut: Persiapan Persiapan pembentukan Tim yang terdiri dari Dosen dan mahasiswa prodi S1 Keperawat. D-i Kebidanan dan S-1 Kebidanan. Tim menyusuan proposal abdimas dan menentukan pembagian tugas. Tim mengurus ijin pelaksanaan ke LP2M STIKes STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang. Kemudian Tim Abdimas bekerja sama dengan RW 12 Kelurahan Bungo Pasang untuk melakukan pengabdian pada lansia di RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang Membuat spanduk, alat dan bahan pengabdian. Alat edukasi utama yang digunakan adalah laptop. LCD dan leaflet, sedangkan bahan yang dipersiapkan adalah terkait dengan materi edukasi yang akan dibawakan oleh pemateri melalui software powerpoint. Penyusunan materi edukasi dilakukan bersama- sama dengan tim dan didiskusikan terkait penggunaan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 020 - 026 kalimat-kalimat yang sesuai, mudah dipahami, dan menarik. Alat dan bahan lain yang disiapkan antara lain: alat-alat untuk mengukur tekanan darah dan alat utntuk pemeriksaan glukosa darah. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang pada tanggal 1 Desember 2022 dengan sasarannya adalah lansia yang berdomisili di wilayah RT. Tahap pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut: Persiapan peserta kegiatan Peserta kegiatan yaitu lansia yang diundang oleh tim abdimas dengan memberikan surat kepada Ketua RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang untuk dilaksanakan edukasi. Proses Kegiatan Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang. Sebelum melakukan edukasi, dilakukan pembukaan kegiatan oleh Ketua Tim dan Ketua RT 01 setelah itu pemberian edukasi tentang pencegahan dan pengendalian Hipertensi. Pemeriksaan Kadar Gula Darah. Pemeriksaan tekanan darah dan latihan Otago. Kegiatan berlangsung selama 90 menit. Evaluasi Untuk mengetahui capaian edukasi yang diharapkan, maka dilaksanakan evaluasi peserta edukasi berupa Tanya jawab dan umpan balik yang dilakukan segera setelah pemberian edukasi. Hasil Kelompok umur lansia memiliki risiko yang besar untuk menderita Seiring dengan pertambahan usia tubuh akan mengalami proses degeneratif pada semua sistem tubuh termasuk pada sistem kadiovaskuler. Kegiatan abdimas ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan latihan Otago, sehingga lansia memiliki pegetahuan, sikap dan tindakan yang positif dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Adapun pelaksanaan edukasi ini dilakukan pada tanggal tanggal 1 Desember 2022 bertempat Masjid Al-Kautsar RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang mulai pukul 10. 00 Ae 11. 30 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 25 lansia. Hasil evaluasi dari kegiatan edukasi ini adalah besarnya antusias dan motivasi lansia dalam mengikuti seluruh kegiatan abdimas, hal tersebut dapat tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta kepada pemateri. Adapun dokumentasi dalam proses edukasi ini adalah: ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 020 - 026 Gambar 1. Pembukaan kegiatan abdimas Gambar 2. Pemberian materi edukasi Gambar 3. Pemeriksaan tekanan darah ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 020 - 026 Gambar 4. Pemeriksaan Gula Darah Gambar 5. Latihan Otago Diskusi Gambar 6. Penutupan kegiatan abdimas Edukasi pada lansia tentang Pencegahan dan pengendalian hipertensi memberikan pengetahuan pada lansia agar menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi yang dialami. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap prilaku lansia untuk mencegah dan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 020 - 026 mengendalikan tekanan darah (Syamsi dan Asni, 2. Hal tersebut juga dikemukakan oleh penelitian yang menyatakan bahwa adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap lansia Priyanto & Abdillah,2. Penyuluhan terkait dengan Pencegahan dan pengendalian hipertensi, sangat penting untuk dilakukan agar lansia yang merupakan kelompok rentan dapat mengambil sikap dan perilaku yang positif untuk mencegah dan mengendalikan tekanan darahnya. Kesimpulan dan Saran Kegiatan abdimas ini dalam bentuk edukasi pada lansia tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan latihan Otago yang diikuti oleh 25 lansia yang sangat antusias dalam mengikuti edukasi dengan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi lansia dapat memberikan upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih baik terhadap penyakit hipertrnsi. Saran dari hasil kegiatan ini adalah agar pemerintah, tenaga kesehatan dan kader meningkatkan upaya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku lansia dan keluarga kea rah yang lebih positif dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi agar lansia terhindar dari dampak atau risiko penyakit hipertensi. Ucapan Terima Kasih