GHDE Gender. Human Development, and Economics GHDE 1. : 32Ae43 ISSN 3048-2380 Optimalisasi pembelajaran dalam peningkatan human developtment: analisis pengaruh strategi pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa YUNAIDAH1. RONI ALIM BAAoDIYA KUSUFA1*. NINIK INDAWATI1 1 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Malang. Jawa Timur, 65148. Indonesia *Korespondensi: roniabk@unikama. Diterima: 22 Februari, 2024 Disetujui: 24 April, 2024 ABSTRAK Latar Belakang: Strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pembelajaran IPS terhadap motivasi belajar siswa. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tahap penelitian yang dilakukan dalam penelitian kualitatif terbagi menjadi 3 tahap yaitu pra lapangan, kerja lapangan dan pelaporan. Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah SMP Negeri 1 dengan subjek penelitian siswa kelas Vi A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Temuan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan guru pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pujon adalah strategi inkuiri. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu bentuk pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa . tudent centered approac. Kesimpulan: Pembelajaran dengan penerapan strategi inkuiri dapat meningkatkan motivasi siswa karena: . pembelajaran berorientasi pada siswa, . keterlibatan siswa secara maksimal dalam pembelajaran, dan . mengamati fenomena secara langsung. KATA KUNCI: belajar. motivasi belajar. penelitian sosial. ABSTRACT Background: Learning strategy is an important factor in learning. The purpose of this study was to analyze social studies learning strategies on student learning motivation. Methods: The research method used is descriptive The research phase carried out in qualitative research is divided into 3 stages, namely pre-field, field work and reporting. The location taken in this study was SMP Negeri 1 with the research subjects of students in class Vi A. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis includes collection, reduction, display, and conclusion drawing/verification. Findings: Based on the results of the study showed that the learning strategy applied by teachers in social studies subjects at SMP Negeri 1 Pujon is an inquiry Inquiry learning strategy is a form of student-oriented learning approach . tudent centered approac. Conclusion: Learning with the application of inquiry strategies can increase student motivation due to: . studentoriented learning, . Maximum student involvement in learning, and . observing phenomena directly. KEYWORDS: learning. learning motivation. social studies. Pendahuluan Cara Pengutipan: Yunaidah et al. Optimalisasi pembelajaran dalam peningkatan human developtment: analisis pengaruh strategi pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa. Gender. Human Development, and Economics, 1. , 32-43. https://doi. org/10. 61511/ghde. Copyright: A 2024 dari Penulis. Dikirim untuk kemungkinan publikasi akses terbuka berdasarkan syarat Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://doi. org/10. 61511/ghde. Yunaidah et al. Pendidikan merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 bahwasanya seluruh masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak didapatkan oleh setiap individu untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan adalah proses untuk mencari pengetahuan yang berkelanjutan dalam mentransformasikan kepada peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptanya, bermanfaat bagi dirinya, sesame manusia. Dalam lembaga pendidikan didalamnya terdapat guru IPS yang memiliki peranan penting dalam membentuk karakter siswa (Wahidah et al. , 2. Sekolah merupakan instansi penyedia jasa pendidikan sehingga bertanggung jawab penuh atas kualitas dan kelayakan baik guru, sumber belajar serta sarana dan prasarana yang diberikan kepada siswa (Lestari. Astuti, & Bhakti, 2. Kondisi sekolah yang ideal haruslah menggambarkan interaksi positif antara guru, siswa dan lingkugan sekolah dengan interpretasi berupa ketertiban sekolah yaitu rendahnya angka pelanggaran dan juga ketercapaian hasil belajar sesuai dengan KKM yang ditentukan. Capaian tersebut menggambarkan terbangunnya motivasi internal siswa (SaAoadawisna & Putra, 2. Guru memiliki peran krusial dalam membangun motivasi internal siswa. Guru haruslah kreatif dan inovatif untuk menciptakan atmosfir kelas yang menarik sehingga siswa belajar dan melakukan interaksi pembelajaran positif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sudajana, 2. menunjukkan bahwa 76,6% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kinerja guru, dengan rincian: kemampuan guru mengajar memberikan sumbangan 32,43%, penguasaan materi pelajaran memberikan sumbangan 32,38% dan sikap guru terhadap mata pelajaran memberikan sumbangan 8,60%. Tingginya persentase pengaruh guru dalam layanan pendidikan berkualitas merupakan gambaran akan kejelian guru menentukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai (Arifa & Prayitno, 2. Strategi pembelajaran merupakan faktor penting dalam sebuah pembelajaran. Strategi diterapkan oleh guru untuk mengembangkan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Guru diharapkan mampu memahami strategi pembelajaran yang dapat mengarahkan jalannya pembelajaan itu sesuai dengan tujuan penddikan. Strategi pembelajaran dipakai dalam kegiatan pembelajaran berlangsung, baik secara individu maupun kelompok serta kegiatan lain yang dapat meningkatkan kualitas siswa. Sebagai guru dalam kegiatan pembelajaran harus dapat memgatur jalannya pembelajaran sebaik mungkin agar dapat menciptakan kondisi ideal bagi siswa sehingga dapat meningkatkan kualitas mereka (Nurdyansyah. Nurdyansyah dan Fitriyani, 2. Sedangkan, menurut Kemp, strategi pembelajaran adalah aktivitas yang dilakukan oleh guru kepada siswa dengan tujuan supaya aktivitas tersebut dapat terlaksana dengan efektif dan efisien (Haudi, 2. Dunia pendidikan tidak lepas dengan keberadaan seorang guru. Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam kegiatan belajar mengajar, maka dari itu, guru harus berperan aktif untuk menempatkan profesinya sebagai tenaga pendidik yang profesional sesuai perkembangan masyarakatnya. Maksud dari kalimat tersebut, guru bukan hanya sebagai pengajar . ransfer of knowledg. saja, melainkan sebagai pendidik . ransfer of valu. sekaligus menjadi pembimbing untuk memberikan petunjuk siswanya ketika proses pembelajaran berlansung (Asbari et al. , 2. Strategi pembelajaran merupakan faktor penting dalam sebuah pembelajaran. Strategi diterapkan oleh guru untuk mengembangkan proses pembelajaran menjadi lebih baik (SaAoadawisna & Putra, 2. Guru diharapkan mampu memahami strategi pembelajaran yang dapat mengarahkan jalannya pembelajaan itu sesuai dengan tujuan Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru harus fokus terhadap apa yang dilaksanakan guru dengan siswa, bukan hanya memberikan teori saja, tetapi guru juga memperhatkan keaktifan siswanya. Strategi pembelajaran ini dapat dilaksanakan dengan memberikan kegiatan yang bermacam-macam dan harus menyertakan siswa secara langsung agar suasana menjadi responsif. Penggunaan strategi pembelajaran ini juga dapat mewariskan pengalaman yang beda sehingga para siswa mampu berdiskusi dan memecahkan masalah pada lingkungan sekitar mereka. Panggabean dan Harahap bahwa GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://journal-iasf. com/index. php/GHDE Yunaidah et al. strategi pembelajaran adalah keterampilan penting yang harus di kuasai oleh guru agar keaktifan siswa dapat tumbuh dan memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar (Panggabean, 2. Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru memegang peran cukup penting dalam menyukseskan proses pembelajaran di kelas (Muspawi et al. , 2. Guru memilih strategi yang tepat guna membangun rasa ingin tahu siswa untuk mengikuti alur proses pembelajaran yang diharapkan agar tujuan pembelajaran tercapai. Rasa ingin tahu siswa merupakan bagian dari motivasi internal dan menghasilkan interaksi positif antara guru dan siswa . Namun, pada kenyataannya hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Pujon mengalami penurunan setelah pandemi khususnya pada mata pelajaran IPS yakni dengan nilai ratarata 60,99 pada jenjang kelas 8 dari KKM 75. Beberapa kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran IPS adalah jenuh dan bosan terhadap materi yang membutuhkan waktu untuk membaca, memerlukan waktu untuk beberapa kegiatan yang harus terjun ke lapangan sebagai praktek dalam lingkungan sosial-masyarakat dan beberapa materi yang dianggap tidak relevan di jaman ini untuk dipelajari. Hal ini secara tidak langsung menginterpretasikan rendahnya motivasi internal siswa untuk belajar dan mengikuti proses pembelajaran IPS. Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang didasari untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Menurut Subari . alam Suparman, 2. mengemukakan AuMotivasi adalah sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut/mendorong orang untuk memenuhi sesuatu kebutuhanAy. Kebutuhan inilah yang akan menimbulkan dorongan atau motif untuk melakukan tindakan tertentu, dimana diyakini bahwa jika perbuatan itu telah dilakukan, maka tercapailah keadaan keseimbangan dan timbulah perasaan puas dalam diri individu. Siswa yang memiliki motivasi tinggi akan menjaga semangat dan motivasi belajarnya. Guru sebagai salah satu orang yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa harus bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Adanya fungsi motivasi belajar, siswa diharapkan mampu mengikuti setiap proses pembelajaran dengan aktif dan lebih terarah. Salah satu bentuk lemahnya motivasi internal adalah kemalasan siswa dalam belajar yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, keluarga, lingkungan dan motif belajar. Wilayah pujon merupakan lingkungan agraris dimana sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani, pedagang dan juga peternak (Putra et al. , 2. Atmosfer tersebut membawa lingkungan yang berorientasi terhadap proses pengumpulan uang dan bukanlah proses pendidikan. Motif belajar siswa terbangun dengan sangat lemah dikarenakan lingkungan yang tidak mendukung. Selain itu, dukungan orang tua serta arahan adalah hal krusial yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan motivasi internal siswa untuk Kejelasan tujuan dan arah belajar merupakan hal yang dibutuhkan siswa sebagai alasan berangkat ke sekolah dan melakukan proses belajar. Kebutuhan akan hal tersebut kurang didapatkan oleh siswa karena mayoritas orang tua bekerja dan cenderung menyerahkan seluruh tanggung jawab akan anak mereka kepada sekolah. Metode Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan data mendalam dari suatu data yang mengandung Tahap penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian kualitatif dibagi menjadi 3 yaitu tahap pra lapangan, pekerjaan lapangan dan pelaporan. Tahap pra lapangan yaitu menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan, dan memilih informan. Tahap pekerja lapangan, peneliti memahami latar dan mempersiapkan diri, terjun ke lapangan, dan berperan serta dalam mengumpulkan data. Sedangkan pada tahap terakhir yakni analisis data dilakukan setelah peneliti melakukan penelitian di Dari data-data yang diperoleh peneliti dapat mengolah, mengurutkan. GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://journal-iasf. com/index. php/GHDE Yunaidah et al. mengelompokan dan mengorganisasikan, kemudian peneliti dapat menyimpulkannya. Tujuan dari menganalisis data adalah mengolah data menjadi informasi sehingga data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat dalam menjawab permasalahan yang berkaitan dengan penelitian. Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Pujon yang berada di JL. Pondok Asri No. 83 Pandesari Kecamatan Pujon, dengan subyek penelitian siswa-siswi kelas Vi. Lokasi dan subyek penelitian dipilih oleh peneliti dengan pertimbangan lokasi yang mudah dijangkau serta diharapkan mampu memperoleh datadata yang sesuai untuk menjawab persoalan dan fenomena yang terjadi sesuai dengan pokok fokus masalah yang diajukan. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan Teknik yang digunakan untuk menentukan informan dalam mengumpulkan data penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sampling purposive. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan kriteria atau pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini pemilihan informan sebagai sumber data diperoleh dari: Kepala Sekolah. Guru mata pelajaran IPS . Gur. , dan Siswa kelas Vi yang berjumlah 32 siswa. Sumber data sekunder dapat diperoleh dari dokementasi melalui membaca bukubuku literatur, arsip dokumen, serta karya tulis lainnya sebagai pendukung penelitian ini. Data sekunder dalam penelitian ini berupa dokumen arsip dari sekolah dan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian yang berlangsung di SMP Negeri 1 Pujon. Dalam penelitian ini, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi. Menurut Sugiyono . Triangulasi dalam pengecekan keabsahan ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu. Analisis data meliputi collection, reduction, display, dan conclusion drawing/verification. Hasil dan Pembahasan 1 Strategi Pembelajaran yang Diterapkan oleh Guru pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pujon Strategi pembelajaran merupakan salah satu aspek yang mampu meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran. Dalam penerapan strategi pembelajaran terdapat metode yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Namun, hal yang perlu diketahui bahwa sebaik apapun sebuah strategi pembelajaran sulit untuk mencapai keberhasilan apabila tidak didukung dengan pendidik yang berkompeten (Ningrum et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui strategi pembelajaran yag diterapkan oleh guru pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pujon yakni strategi pembelajaran inquiry. Strategi pembelajaran inquiry ini digunakan oleh guru dalam pembeljaran agar siswa dapat mengeluarkan semua potensi yang ada dalam dirinya secara maksimal. Strategi inquiry ini juga digunakan agar siswa tidak merasa bosan dalam pembelajaran. Strategi inquiry dirancanag untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan pengamatannya sendiri serta melakukan interaksi dengan siswa lainnya sehingga nantinya dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Hal tersebut yang membuat inquiry dirasa cukup berhasil dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Seperti yang diungkapkan Ibu Ika Rachmawati sebagai guru bahwa: AySupaya anak-anak aktif itu saya menggunakan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan, selain itu juga anak-anak nantinya akan mampu mengembangkan pola pikir mereka. Apalagi di mata pelajaran IPS sendiri kan memang keaktifan dan berpikir kritis itu sangat perlu dengan begitu nantinya materi akan mudah dipahami oleh mereka dan saya sebagai guru tetap memberikan arahan serta masukan agar proses pembelajaran berjalan dengan semestinya. (Wawancara Ibu Ika Rachmaw, 2. Ay. GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://journal-iasf. com/index. php/GHDE Yunaidah et al. Selain itu kepala SMP Negeri 1 Pujon menjelaskan bahwa penggunaan strategi dalam pembelajaran diserahkan sepenuhnya kepada guru mata pelajaran. Seperti yang dijelaskan AyUntuk penggunaan strategi pembelajaran itu terserah gurunya sendiri mau pakai strategi apa mas yang terpenting masih mengarah pada tujuan pendidikan itu sendiri. Ketika guru itu masih mengacu tujuan pendidikan maka pembelajaran tersebut hampir bisa dikatan efektif dan efisien. (Wawancara Bapak Yus Wahyu Sasmito, 2. Ay. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPS dan kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pujon dapat disimpulkam bahwa guru IPS sudah menerapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan efektifitas belajar siswa yakni strategi inkuiri. Strategi inkuiri ini digunakan oleh guru untuk melihat kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan siswa lainnya. Cara ini dilakukan agar siswa dapat melakukan kegiatan apapun dengan mandiri dan percaya diri dengan apa yang telah dilakukannya. 2 Motivasi Belajar Siswa dengan Penerapan Strategi Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pujon Penggunaan strategi yang tepat, tentunya akan membuat motivasi pada siswa menjadi lebih tinggi, dengan guru yang menciptakan suasana belajar yang menarik sesuai dengan materi yang akan diberikan. Tetapi sebelum itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah pada bagian kegiatan awal yang perlu dilaksanakan dengan menarik sehingga akan memberikan motivasi pada siswa untuk belajar. Kesan pertama adalah hal yang penting untuk menarik dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Bagaimana guru memperkenalkan materi yang akan diberikan dengan ilustrasi kehidupan sehari-hari atau bagaimana guru menjelaskan dan meyakinkan manfaat dari mempelajari materi tersebut akan memberikan pengaruh positif pada motivasi belajar siswa. (Nurani, dkk. , 2. Motivasi belajar siswa sangatlah penting dalam pembelajaran, karena motivasi tersebut dapat mengembangkan inisiatif siswa, aktivitas siswa, ketekunan siswa ketika pembelajaran berlangsung. Cara untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran yang digunakan dan dipilih oleh guru berpengaruh pada motivasi belajar siswa yang dapat dilihat dalam beberapa indikator, yaitu siswa yang penuh semangat dalam proses pembelajaran, memiliki gairahnbelajar yang tinggi, memiliki rasa percaya diri ketika pembelajaran berlangsung, siswa menganggap suatu materi atau soal yang sulit sebagai tantangan yang perlu diselesaikan, siswa memiliki rasa ingin tahu dan penasaran terhadap materi tersebut jauh lebih tinggi, serta siswa bisa dan mau mengerjakan instruksi yang diberikan guru (Farhaini et al. , 2. Berdasarkan hasil wawancara upaya yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan motivasi belajar adalah dengan menggunakan strategi belajar khususnya pada mata pelajaran IPS. Guru berperan sebagai sarana dalam peningkatan motivasi belajar siswa. Strategi yang digunakan yakni menggunakan inquiry. Dengan penerapan strategi inquiry motivasi siswa meningkat. Hal ini sesuai dengan penjelasan Rudi siswa kela Vi IPS: Aysaya sangat semangat dalam mengikuti pembelajaran IPS. Saya juga selalu menyelesaikan tugas baik individu ataupun kelompok tepat waktu . awancara Rudi. Berdasarkan wawancara tersebut maka dapat diketahui bahwa strategi yang diterapkan oleh guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat bahwa siswa semangat dan tepat waktu dalam mengerjakan tugas dari guru IPS. Siswa kelas Vi IPS SMP Negeri 1 Pujon sudah dapat dikatakan memiliki motivasi yang Hal tersebut dibuktikan dari hasil wawancara dengan Guru kelas Vi sebagai berikut: AyIya bu, anak-anak itu memang aktif di kelas seperti bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat, dan sebagainya karena memang saya itu pasti kasih nilai tambahan untuk anak-anak yang aktif di kelas. Dengan adanya nilai tersebut dapat memotivasi mereka untuk tetap aktif. Kalau untuk perubahan akademik dan tingkah laku pasti ada. Untuk perubahan tingkah laku siswa jadi lebih mudah bergaul dengan GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://journal-iasf. com/index. php/GHDE Yunaidah et al. teman-temannya dan kelihatan lebih bersenang-senang di sekolah . awancara ka Rachmawati, 2. Hal tersebut juga diperkuat dengan hasil wawancara dengan bapak Yus Wahyu Sasmito selaku kepala sekolah, sebagai berikut: AyAnak-anak itu memang biasanya terlihat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kalau dalam hal pelajaran anak-anak itu biasanya banyak bertanya kalau belum paham dengan materi yang diajarkan dan juga biasanya cerewet juga, . awancara kepala sekolah, 2. Ay. Hal tersebut diperkuat berdasarkan hasil wawancara dari siswa kelas Vi Saputra sebagai berikut: Aysaya dan teman Ae teman ketika mata pelajaran IPS suka aktif di kelas ketika diskusi. guru sering mengajak kita diskusi dan tanya jawab sehingga kami sangatt antusias di kelas sehingga kita tidak bosan, . awancara Saputra, 2. Ay Berdasarkan wawancara tersebut membuktikan bahwa siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Pujon memiliki motivasi yang cukup tinggi. Memiliki motivasi yang tinggi merupakan hal positif dalam pembelajaran. Sebagai guru ketika siswa sudah aktif dan memiliki motivasi tinggi maka guru dapat mengarahkan siswa tersebut untuk melakukan hal Ae hal yang positif untuk meningkatkan hasil belajarnya. 3 Strategi Pembelajaran yang Diterapkan oleh Guru pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pujon Strategi pembelajaran merupakan bagian pokok dari pelaksanaan pembelajaran di kelas yang merupakan langkah-langkah taktis yang perlu diambil oleh pengajar IPS dalam menunjang pembelajaran yang hendak dikembangkan. Oleh karena itu, guru harus bisa mencari strategi yang benar-benar tepat diterapkan dalam proses pembelajaran IPS Strategi yang biasa digunakan oleh guru IPS dalam kegiatan pembelajaran yakni strategi pembelajaran inquiry. Strategi pembelajaran inquiry membutuhkan siswa untuk dapat menemukan solusinya sendiri terhadap masalah yang dihadapi. Strategi pembelajaran inkuiry memfokuskan siswa untuk berpikir kritis dan analistis untuk mencari, menemukan, dan memecahkan permasalahannya sendiri (Agus et al. , 2. Strategi pembelajaran inkury menuntut siswa agar lebih banyak aktif dibandingkan dengan guru. Dalam penerapannya biasanya guru hanya sebagai pendamping dan pengawas saja untuk mengarahkan pembelajaran sedangkan siswa memiliki peran lebih utama dalam pembelajaran tersebut. Guru mata pelajaran IPS kelas Vi di SMP Negeri 1 Pujon menerapkan strategi inkuiry dalam pembelajaran dengan menjadi pengawas bagi siswanya. Guru memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengekspresikan sikap perilaku dan pola pikir mereka agar terlihat lebih aktif dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal tersebut dilakukan guru untuk melihat motivasi siswa dan juga untuk mengukur kemampuan siswa-siswa Hal tersebut terlihat dari hasil wawancara yang menjelaskan bahwa siswa semangat dan aktif dalam pembelajaran dengan menerapkan strategi inkuiri (Aini et al. Dalam pembelajaran guru harus memiliki strategi agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Salah satu unsur dalam strategi pembelajaran adalah menguasai teknik-teknik penyajian atau metode mengajar. Pembelajaran akan berlangsung dengan efektif dan efisien apabila didukung dengan kemahiran guru mengatur strategi Cara guru mengatur strategi pembelajaran sangat berpengaruh kepada cara siswa belajar. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada pula dengan pendapat Dick and Carrey (Elniyeti, 2. , yang menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersamasama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Jadi, strategi pembelajaran GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://journal-iasf. com/index. php/GHDE Yunaidah et al. dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Untuk merealisasi strategi yang telah ditetapkan digunakan metode. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa . tudent centered approac. Strategi pembelajaran inkuiri mempunyai ciri utama yang menekankan pada aktivitas siswa. Aktivitas siswa tersebut diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari permasalahan. Adapun tujuannya untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental siswa yang tentunya akan bermuara pada hasil belajar yang lebih baik. Dikatakan demikian sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri konsep materi pembelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa dalam Ditambahkan pula oleh Gimin dkk . bahwa inkuiri . merupakan bagian inti dari kegiatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, melainkan hasil dari menemukan sendiri atas pengalamannya dalam belajar. Oleh sebab itu, guru harus merancang kegiatan pembelajarannya yang merujuk pada kegiatan menemukan. Pembelajaran inkuiri melibatkan siswa dalam pembelajaran yakni melalui berpikir analitis dan kritis dalam menemukan jawaban secara mandiri dari suatu permasalahan yang ditanyakan (Wicaksana et al. , 2. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, melainkan hasil dari menemukan sendiri atas pengalamannya dalam belajar. Oleh sebab itu, guru harus merancang kegiatan pembelajarannya yang merujuk pada kegiatan menemukan. Selanjutnya, ada tiga karakteristik pengembangan strategi inkuiri sosial. Pertama, adanya aspek . sosial dalam kelas yang dianggap penting dan dapat mendorong terciptanya diskusi kelas. Kedua, adanya rumusan hipotesis sebagai fokus untuk inkuiri. Ketiga, penggunaan fakta sebagai pengujian hipotesis. Berdasarkan karakteristik inkuiri seperti yang telah diuraikan di atas, maka tampak inkuiri sosial tidak berbeda dengan inkuiri pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada masalah yang dikaji. Berdasarkan hal itu, maka strategi inkuiri tentu juga bisa diterapkan pada pembelajaran IPS yang tentunya akan mengkaji masalah materi IPS. 4 Motivasi Belajar Siswa dengan Penerapan Strategi Pembelajaran Inquiry Berdasarkan hasil pengamatan pada saat penelitian penggunaan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar dan aktivitas siswa dalam belajar. Hal tersebut terlihat dimana siswa berusaha supaya mampu menjawab pertanyaan dan memberikan jawaban atas permasalahan yang telah diberikan di awal pembelajaran. Selain itu semua siswa ikut terlibat dalam proses pembelajaran. Pemberian reward berupa pujian dan penguatan pada siswa yang banyak memberikan jawaban dan pertanyaan dalam proses pembelajaran yang sudah berlangsung. Pembelajaran dengan penerapan strategi inkuiri dapat meningkatkan motivasi siswa disebabkan: pertama, pembelajaran berorientasi pada siswa. Artinya, siswa memegang peranan penting selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa memperoleh petunjukpetunjuk berupa pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan dan membimbing siswa untuk menemukan jawaban dari masalah yang dihadapinya sehingga dapat mengurangi kekeliruan siswa dalam memahami konsep-konsep kimia yang dipelajari. Dengan demikian, siswa lebih mudah memahami konsep-konsep IPS yang dipelajarinya. Hal tersebut sejalan dengan penjelasan (Melinda, 2. , pertemuan yang diawali dengan memberikan pertanyaan yang membuat siswa bersemangat melakukan tanya jawab sehingga membuat suasana kelas lebih hidup dan memicu motivasi siswa. Kedua. Keterlibatan siswa secara maksimal dalam pembelajaran. Pada tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa beraktivitas, baik secara fisik maupun mental. GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://journal-iasf. com/index. php/GHDE Yunaidah et al. sehingga kemampuan siswa berkembang secara maksimal karena siswa sangat menikmati Dengan cara ini, siswa menjadi semakin sadar bahwa pengetahuan bersifat tentatif yang berarti bahwa pengetahuan selalu terbuka untuk dikaji terus menerus (Lewe et al. , 2. Ketiga, mengamati fenomena secara langsung. Rizkiana dkk. menyatakan bahwa pengetahuan awal siswa memiliki peran yang sangat penting dalam memaksimalkan motivasi belajar siswa. Pengalaman siswa yang diperoleh melalui bekerja merupakan hasil belajar yang tidak mudah dilupakan dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling Dengan mengamati fenomena-fenomena secara langsung, siswa akan memiliki gambaran dalam pemikirannya terhadap konsep-konsep yang dipelajari sehingga dapat membangun pengetahuannya sendiri yang dimulai dari objek/fenomena yang bersifat Dengan menggunakan strategi ini, siswa belajar lebih berorientasi pada bimbingan dan petunjuk dari guru sehingga siswa dapat memahami konsep-konsep yang dipelajari dengan lebih mudah dan penguasaan konsepnya menjadi lebih baik (Chusni, 2. Berdasarkan uraian di atas, tampak jelas bahwa pembelajaran dengan menggunakan inkuiri terbimbing berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar dan penguasaan konsep siswa. Penerapan inkuiri selalu melibatkan seluruh siswa secara langsung menemukan apa yang mereka pelajari sehingga mereka berlatih mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kejujuran, dan keterampilan berpikir kritisnya yang nantinya dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Dengan demikian, siswa akan cepat tanggap terhadap situasi, baik yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan, mampu menolong dirinya dan orang lain, dan mampu mengatas tantangan dalam kehidupannya. (Halek. Oetpah. , & Seran, 2. menyatakan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif. Kesimpulan Berdasarkan paparan data dan pembahasan maka dapat di simpulkan bahwa, strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pujon adalah strategi inkuiri. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa . tudent centered approac. dan Pembelajaran dengan penerapan strategi inkuiri dapat meningkatkan motivasi siswa disebabkan: . pembelajaran berorientasi pada siswa, . Keterlibatan siswa secara maksimal dalam pembelajaran, dan . mengamati fenomena secara langsung. Berdasarkan hasil tersebut maka diberikan saran kepada guru agar mengembangkan strategi pembelajaran dalam pembelajaran agar siswa termotivasi. Dan bagi siswa disarankan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajarnya. Kontribusi Penulis Semua penulis berkontribusi penuh atas penulisan artikel ini. Pendanaan Penelitian ini tidak mendapat sumber dana dari manapun. Pernyataan Dewan Peninjau Etis Tidak berlaku. GHDE. VOLUME 1. ISSUE 1 https://journal-iasf. com/index. php/GHDE Yunaidah et al. Pernyataan Persetujuan yang Diinformasikan Tidak berlaku. Pernyataan Ketersediaan Data Tidak berlaku. Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan. Akses Terbuka A2024. Artikel ini dilisensikan di bawah Lisensi International Creative Commons Attribution 4. 0, yang mengizinkan penggunaan, berbagi, adaptasi, distribusi, dan reproduksi dalam media dalam format apapun. Selama Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan sumbernya, berikan tautan ke Lisensi Creative Commons, dan tunjukkan jika ada perubahan. Gambar atau materi pihak ketiga lainnya dalam artikel ini termasuk dalam Lisensi Creative Commons artikel tersebut, kecuali dinyatakan dalam batas kredit materi Jika materi tidak termasuk dalam Lisensi Creative Commons artikel dan tujuan penggunaan Anda tidak diizinkan oleh peraturan perundang-undangan atau melebihi penggunaan yang diizinkan. Anda harus mendapatkan izin untuk langsung dari pemegang hak cipta. Untuk melihat lisensi ini kunjungi: http://creativecommons. org/licenses/by/4. Referensi