Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 AuPengaruh Kampanye Ujian AuBersihAy dalam membentuk Prilaku Mahasiswa saat UjianAy Dede Yuda Wahyu Nurhuda Program Studi D3 Analis Kesehatan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Abstrak Penelitian mengenai pengaruh kampanye ujian AubersihAy dalam membentuk prilaku mahasiswa saat ujian, dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh agenda tersebut terhadap prilaku mahasiswa ketika ujian. Karena prilaku yang diharapkan ketika ujian berlangsung adalah adanya kedisiplinan dan kejujuran dari peserta ujian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan agenda kampanye ujian AubersihAy yang telah mahasiswa lakukan memberikan pengaruh yang besar terhadap prilaku merekan ketika ujian. Kata kunci : Karakter, disiplin dan kejujuran. Metode deskriptif analisis dan survey deskriptif PENDAHULUAN Bangsa Indonesia peradaban yang penuh dengan nilai kebangsaan, nilai yang lahir dari budaya, adat istiadat dan nilai religi. Nilai-nilai tentunya tercermin pada pendidikan yang berorientasi bukan hanya mencetak generasi yang hanya kaya secara keselarasan antara intelektual dan karakter/ kepribandian yang baik, sesuai dengan nilai kemanusiaan dan karakter Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations. Educational. Scientific and Cultural Organizatio. mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: . learning to Know, . learning to do . learning to be, dan . learning to live together. Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ. EQ dan SQ. Tujunan Pendidikan Nasional Indonesia adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan, artinya setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat membentuk manusia yang sesuai dengan rumusan itu, baik pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Tujuan pendidikan umum biasanya dirumuskan dalam bentuk prilaku yang ideal sesuai dengan pandagan hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh pemerintah dalam bentuk Undang-undang. Secara jelas tujuan pendidikan nasional saat yang bersumber dari sistem nilai Pancasila dirumuskan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 Pasal 3 AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka bertujuan untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung Ketika pendidikan nasioanl diatas ketiak di split maka tujuan yang dominan dari pendidikan nasional yang diharapkan bangsa kita adalah dominan pada Soft skill . %) dan Hard Skill . %). Dengan tidak menggenyampingkan pentinnya kompetensi Hard Skill, saat ini bisa dikatakan adanya inkonsistensi orientasi dari tujuan pendidikan, sehingga Soft Skill dalam hal ini dalam membangan karakter sering dilupakan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKe. BTH Tasikmalaya,merupakan institusi pendidikan kesehatan yanga berada di Jawa Barat yang menyadari mahasiswanya, dengan system yang lebih Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 baik, sehinga memberikan output lulusan yang bukan hanya baik secra intelektual, tatapi baik juga dalam karakter/akhlak. Hal ini dapat dilihat dari Visi STIKes yaitu AuMenjadi Perguruan Tinggi yang Mampu Menghasilkan Lulusan yang Unggul dalam Bidang Kesehatan dan Berakhlak mulia(STIKes BTH:2. Mengingat pentingnnya membangun karakter mahasiswa, maka diperlukaanya suatu upaya, yang tertuang dalam matakuliah secara materi kuliah, maupun metodelogi pengajaran. KERANGKA PEMIKIRAN Kata bahasa Inggris education yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi pendidikan, secara etimologis berasal dari kata kerja bahasa Latin educare. Koesoema . mengemukakan bahwa bisa jadi secara etimologis, kata pendidikan berasal dari dua kata kerja yang berbeda, yaitu dari kata educare dan educere. Watson dan Skinner yang menekankan pendidikan sebagai proses perubahan tingkah laku (Mudyahardjo, 2001:. Pendidikan juga berarti Auproses pengembangan berbagai macam potensi yang ada dalam diri manusia, seperti kemampuan akademis, relasional, bakat, talenta, kemampuan fisik atau daya-daya seniAy. Di pihak lain, menurut John Dewey . alam Muslich, 2011:. pendidikan adalah Auproses pembentukan kecapakan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama Sementara itu dalam konteks Indonesia, pengertian pendidikan secara sistematis tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 ayat 1 yang berbunyi demikian: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi, mencakup keseluruhan aspek kehidupan Bahkan, pendidikan adalah hidup itu sendiri, sebab pendidikan berlangsung seumur hidup . ifelong educatio. , mencakup segala lingkungan dan situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu (Mudyahardjo, 2001:. Secara AukarakterAy berasal dari bahasa Yunani karasso, berarti Acetak biruA. Aformat dasarA, atau AsidikA seperti dalam sidik jari. Interpretasi atas istilah ini bermacammacam. Ohoitmur . alam Rataq dan Korompis, 2011:. , menegaskan bahwa Aukarakter personal terdiri dari dua unsur yakni karakter bawaan dan karakter Karakter bawaan merupakan karakter yang secara hereditas menjadi ciri khas kepribadiannya. Sedangkan karakter berkembang melalui pembinaan dan pendidikan secara sistematis. Menurut Pusat Bahasa Depdiknas . alam Kemendiknas, 2010:. karakter diartikan sebagai Aubawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen. Ay Berkarakter Auberkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatakAy. Elkind dan Sweet . alam Kemendiknas, 2010:. karakter dimaknai sebagai berikut: Aucharacter education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical valuesAy. Pendidikan karakter adalah suatu usaha memahami, peduli dan bertindak menurut nilai-nilai etika. Sementara itu menurut Ramli . alam Kemendiknas, 2010:. , pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelaksanaan kampanye ujian AubersihAy, sebagai bagian dari materi kuliah Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 yang bermuatan karakter, terhadap prilaku mahasiswa ketika melaksanakan ujian. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dan survey deskriptif (Surahman, 1998:. , yaitu suatu metode yang menggambarkan kegiatan untuk memecahkan masalah yang ada pada waktu penelitian dilakukan dengan cara mencari, mengumpulkan dan menyusun data secara sistematis kemudian dianalisis untuk mendapat pemecahan DESAIN PENELITIAN Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional. Dimana dalam penyelidikannya memperhatikan pengaruh pelaksanaan Kampanye Ujian AuBersihAy yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu metode penyampaian materi matakuliah etika, terhadap prilaku mahaiswa ketika sedang ujian. POPULASI DAN TEKNIK PENGAMBILAN SEMPEL Sempel dari penelitian ini penulis ambil dari seluruh populasi mahasiswa tingkat 2 . program studi Analis Kesehatan yang berjumlah 81. Hal ini dilakukan karena tingkat 2 sudah menerima dan melaksanakan kampanye ujian bersih, yang diberikan pada akhir semester 1, dan tingkat dua telah melalaui sedikitnya 3 kali ujian akhir semester. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Alat dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui : Studi Kepustakaan Yaitu cara memperoleh data , bahanbahan yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti barupa buku, jurnal dan sebagainya. Studi Lapangan Yaitu cara memperoleh data dari objek penelitian yang dilakuakn dengan memperajari data-data yang penelitian ini. Adapaun bentuk data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket adalah cara pengmpulan data kepada responden pertanyaan yang harus diisi dengan cara memilih jawaban yang telah Dalam penelitian ini penulis memberikan 4 alternatif jawaban dengan bobot nilai untuk menggunakan skala likert sebagai - Untuk jawaban AutidakAy diberi skor 1. - Untuk jawaban AukurangAy diberi skor - Untuk jawaban AuadaAy diberi skor 3 - Untuk jawaban AusangatAy diberi skor 4 TEKNIS ANALISIS DATA Analisa dilakukan terhadap data yang dikumpulkan yaitu berupa kuisioner. Analisa data meliputi Validitas dan Reabilitas. Uji validitas, dilakukan untuk menguji ketepatan alat ukur dari setiap butir pertanyaan pada kuisioner. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan Korelasi Pearson Produk Momen. Adapun hasil uji validitas selengkapnya bisa dilihat pada table dibawah ini : PValue Validitas Pertanyaan Motivasi Mahasiswa terhadap Agenda Prilaku Valid Valid Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel di atas menunjukkan bahwa semua pertanyaan dalam kuisioner dinyatakan Uji menentukan keajegan jawaban setiap penelitian ini. Uji reliabilitas dilakukan kepada semua intrumen penelitian pada dimensi satpam. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Korelasi Alpha Cronbach. Adapun hasil uji reliabilitas Kuisioner Koefisien Alpha Cronbach Reliabilitas Kuat Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada Tabel diatas menunjukkan bahwa semua pertanyaan kuisioner dinyatakan reliable . alpha > 0. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, diketahui, datt sebagai berikut : DATA HASIL KUISIONER PENELITIAN DOSEN Semester Ganjil 2014/2015 Nilai Pertanyaan Jml Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiwa menyukai metode pembelajaran aplikasi pendidikan karakter melalui pelaksanaan tugas seperempat lebih dari mahasiswa sangat menyukai dan mengapresiasinya, hanya 5 % dari mahasiswa yang kurang merespon dengan baik. hal ini menjadi penting, karena manfaat dan tujuan dari kampanye ujian bersih ini, akan maksimal dan berdampak ketika antusiasme mahasiswa terhadap pelaksanaan agenda tersebut Pelaksanaan kampanye ujian bersih dilakukan dengan antusiasme dan tanggapan yang baik dari mahasiswa, hal ini dapat dilihat, dari sebagian besar dari mahasiswa . %) merasakan manfaat dan termotivasi untuk menjalani ujian dengan jujur, tertib sesuai dengan tata tertib yang Hasil penelitian ini, dapat melihat bahwa kampanye ujian bersih, dapat meningkatkan disiplin mahasiswa ketika sedang ujian berlangsung. Hal ini dapat dilihat 96 % dari mahasiswa, setelah melakukan agenda kampanye ujian bersih merasakan peningkatan disiplin, hanya sekitar 6 % yang kurang mendapatkan pengaruh peningkatan disiplin setelah agenda tersebut. Peningkatan disiplin mahasiswa dalam menjalani ujian, setelah kampanye ujian bersih dirasakan memberikan suasana yang baik ketika ujian berlangsung. Hal ini dapat dilihat dari 85% mahasiswa merasakan adanya peningkatan nilai-nilai disiplin dan kejujuran bukan hanya pada diri mahasiswa secara individu,melainkan pada mahasiswa lainnya, sehingga tercipta suasana lingkungan ujian yang baik, yang didalamnya hadir nilai disiplin dan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Bahwa pelaksanaan kampanye ujian bersih merupakan salah satu upaya dari bentuk metode matakuliah, yang bermuatan karakter yang cocok untuk dilakukan, karena dapat diterima oleh mahasiswa dengan baik, dan antusias. Bahwa pelaksanaan kampanye ujian bersih, dapat memberikan pengaruh yang baik bagi prilaku mahasiswa ketika sedang meningkatnya prilaku jujur dan disiplin mahasiswa dalam ujian. DAFTAR PUSTAKA