UPAYA GURU BK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK Sri Murni,1 Lilis Astuti,2 12STKIP PGRI Bandar Lampung srimurni0905@gmail. com, 1lilisastuti111214@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perencanaan karir peserta didik yang sesuai dengan Minat dan Bakat. Kemampuan perencanaan karir peserta didik dalam kategori rendah berdasarkan analisis Angket. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan perencanaan karir melalui layanan bimbingan kelompok pada peserta didik. Metode pengumpulan data skala kemampuan perencanaan karir dengan subjek yakni 7 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan trigulasi teknik sumber dengan membandingkan hasil pengamatan, hasil wawancara, angket serta dokumentasi. Teknik trigulasi fokus pada efektifitas proses dan hasil yang dicapai. Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data dan pembahasan, layanan perencanaan karir dapat meningkatkan kemantapan karir peserta didik dengan presentase 38% meningkat menjadi 71%. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan perencanaan karir menggunakan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kemantapan peserta didik. Kata kunci: Perencanaan Karir. Bimbingan Kelompok. Teknik Trigulasi Abstract: This study aims to improve the career planning of students according to their interests and talents. The career planning ability is in the low category based on questionnaire analysis. The purpose of this study was to determine the improvement of career planning skills through group guidance services for The method of collecting data on the career planning ability scale with the subject of 7 students. Data collection uses trigulation of source techniques by comparing the results of observations, interviews, questionnaires and Trigulation techniques focus on the effectiveness of the process and the results achieved. Based on the results of observations, data analysis and discussion, career planning services can increase students' career stability with a percentage of 38% increasing to 71%. So it can be concluded that career planning services using group guidance can improve the stability. Keywords: Career Planning. Group Guidance. Trigulation Techniques PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kemampuan individu . dalam pengambilan keputusan karir akan memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perjalanan pendidikan dan pekerjaan Di pihak lain, dalam setting persekolahan masalah pemilihan karir tidak bisa dipisahkan dengan bimbingan karir. Oleh sebab itu, untuk dapat melakukan pilihan karir secara tepat peserta didik perlu mengembangkan pemahaman diri, eksplorasi karir, dan pemilihan karir. Minat adalah kecenderungan menetap untuk merasa tertarik pada bidangbidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Pada kenyataannya masih banyak peserta didik sekolah menengah atas (SMA) masih rendah minat melanjutkan studinya. Bahkan ada yang tidak berminat sama sekali. Salah satu permasalahan yang sering terjadi oleh peserta didik adalah kurangnya pemahaman peserta didik terhadap perencanaan karir peserta didik. Tidak sedikit dari mereka bingung untuk menentukan jurusan perkuliahan Setelah lulus dari SMA. Tingkat kematangan peserta didik yang sangat rendah menjadi persoalan dalam dunia Dilihat dari peserta yang masih ragu terhadap karir masa depan yang sesuai minat dan bakat pada dirinya. Kondisi Seperti ini juga di alami oleh sebagian besar peserta didik kelas XI SMA YP Unila Bandar Lampung Berdasarkan proses konseling dengan peserta didik, waktu melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) banyak peserta didik yang masih bingung karna minimnya pemahaman peserta didik tentang perencanaan karir peserta didik. Contohnya peserta didik bingung untuk memilih jurusan perkuliahan yang tepat sesuai minat dan bakat peserta didik, hal ini sangat tidak baik bagi peserta didik karna akan berpengaruh pada masa depannya. Terkait dengan Fenomena tersebut, penulis ingin mengetahui kebutuhan peserta didik tentang pemahaman karir melalui Identifikasi Masalah Peserta didik (IMS) di kelas XI IPA 7 sebanyak 29 orang. Berdasarkan hasil dari inventori masalah peserta didik (IMS) bahwa dari 26 peserta didik yang mengisi lembar IMS rata-rata memiliki pemahaman tentang studi lanjutan yang rendah, tidak mengetahui bakat serta potensi diri, kurang terarah dan merasa bingung dalam merencanakan karir yang sesuai. Menurut guru BK memang tidak sedikit peserta didik yang masih ragu dengan perencanaan karirnya terbukti pada saat sudah kelas XII masih kurang paham dengan perencanaan karir, maka dari itu penting untuk diberikan layanan maupun arahan dari sebelum kelas XII ataupun sebelum lulus dari sekolah. Bimbingan dan konseling merupakan dua istilah yang sering dirangkaikan berkaitan bagaikan kata majemuk. Hal itu mengisyaratkan bahwa kegitan bimbingan kadang-kadang dilanjutkan dengan kegiatan bimbingan dan konseling. Dalam kamus lengkap psikologi kata Guidance yang artinya bimbingan adalah prosedur yang digunakan dalam memberikan bantuan pada seorang individu untuk menemukan kepuasan maksimum dalam karir pendidikan dan kejuruan mereka. Peserta didik yang memiliki pemahaman studi lanjut ditandai dengan mengenal potensi diri . akat, minat, karakteristi. Untuk meningkatkan pemahaman studi lanjut peserta didik, peserta didik harus memahami karakteristik kepribadiannya terlebih Guru bimbingan dan konseling (BK) sebagai pendidik memiliki tanggung jawab besar untuk membantu peserta didik agar mampu meningkatkan perencanaan karir Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa peserta didik secara baik sehingga peserta didik dapat termotivasi untuk selalu belajar agar mencapai nilai atau hasil belajar yang diinginkan. dan dapat memilih karir sesuai Untuk menuju perencanaan karir yang baik, program layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian dari sistem pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) perlu mengarahkan layanannya dalam meningkatkan perencanaan karir peserta didik. Salah satu bentuk layanan bimbingan dan konseling yang sering digunakan oleh guru pembimbing adalah layanan bimbingan kelompok. Pada dasarnya layanan bimbingan kelompok diarahkan untuk membantu individu dalam upaya mencapai perkembangan yang optimal dalam berbagai aspek pribadi, intelektual, sosial, moral, emosional, serta kemampuan-kemampuan khas yang dimiliki individu. Dalam upaya meningkatkan perencanaan karir peserta didik di SMA YP Unila Bandar Lampung. Peneliti menganggap bahwa layanan bimbingan kelompok sangat tepat dalam memberikan informasi atau untuk meningkatkan pemahaman kepada peserta didik akan kebutuhan mereka terhadap pemahaman tentang studi lanjutan secara langsung dan menyeluruh. Dengan dilakukannya perencanaan karir dengan menggunakan bimbingan kelompok diharapkan peserta didik dapat memahami tentang kepribadian peserta didik serta dapat meningkatkan pemahaman studi lanjut peserta didik. Inilah yang melatar belakangi perlunya dilakukan penelitian tentang peningkatan perencanaan karir peserta didik yang berjudul AuUpaya Guru BK Meningkatkan Perencanaan Karir Peserta Didik Melalui Bimbingan KelompokAy. KAJIAN TEORI Pengertian Bimbingan Menurut Sunaryo Kartadinata . 8: . dalam Syamsu Yusuf . 8: . , mengartikan bimbingan sebagai Auproses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal. Selanjutnya Rochman Natawidjaja . 7: . dalam Syamsu Yusuf . 8: . mengartikan bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan pada umumnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Bimbingan berarti bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada konseli agar dapat mencapai kemandirian dan mengembangkan potensi dirinya berdasarkan normanorma yang berlaku. Pengertian Konseling Menurut Prayitno dan Erman Amti, . secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu pinilium yang berarti dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami. (Sri Murni, 2020: . mengemukakan bahwa konseling adalah suatu proses pemberian bantuan yang terjadi dalam hubungan antara konselor dank klien. Dengan tujuan mengatasi masalah klien dengan cara membelajarkan dan memberdayakan klien. Untuk memperoleh pemahaman dan Sri Murni. Lilis Astuti Journal of Guidance and Counseling Inspiration (JGCI). Vol. No. pencapaian tujuan dalam konseling. Kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian konseling adalah kontak atau hubungan timbal balik antara dua orang untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi. Berdasarkan uraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Bimbingan dan Konseling adalah proses bantuan yang diberikan konselor kepada konseli atau klien yang dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung agar dapat mengembangkan potensi diri, menyelesaikan masalah yang dihadapinya serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pengertian perencanaan Karir Frank Parson dalam Winkel & Hastuti . merumuskan perencanaan karir yaitu suatu cara untuk membantu peserta didik dalam memilih suatu bidang karir yang sesuai dengan potensi mereka, sehingga dapat cukup berhasil di bidang Perencanaan karir perlu disiapkan sebelum peserta didik terjun secara langsung dalam dunia karir. Perencanaan karir didasarkan atas potensi yang dimiliki peserta didik sehingga tidak ada pertentangan antara karir yang dipilih dengan potensi yang ada pada diri peserta didik. Simamora . mengemukakan bahwa perencanaan karir . areer plannin. adalah suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan mengambil langkahlangkah untuk mencapai tujuan- tujuan karir. Perencanaan karir melibatkan pengidentifikasian tujuan- tujuan yang berkaitan dengan karir dan penyusunan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan karir merupakan suatu proses pemilihan sasaran karir serta cara atau tahapan untuk mencapai sasaran karir tersebut yang didasarkan atas potensi yang dimiliki. Sasaran karir yang dipilih merupakan pilihan peserta didik itu sendiri. Proses pemilihan sasaran karir harus mempertimbangkan potensi yang ada pada diri sendiri. Potensi yang dimaksud meliputi bakat, minat, kepribadian, kemampuan dalam diri peserta didik Tujuan Perencanaan Karir Menurut Dillard . 5: 3-. , tujuan dari perencanaan karir adalah sebagai Memperolah kesadaran dan pemahaman diri . cquiring self awerness and Dalam hal ini, kesadaran dan pemahaman diri merupakan penilaian dari kelebuhan dan kelemahan yang dimiliki individu. Langkah ini penting dalam memberikan panilaian yang realistis tentang dirinya sendiri untuk dipergunakan dalam perencanaan karirnya agar diperoleh arah yang efesien dalam kehidupan. Mencapai kepuasan pribadi . ttaraining personal satisfactio. Melalui karir yang direncanakan terlebih dahulu,diharapkan individu tersebut akan mendapatkan kepuasaan pribadi dari karir yang ditekuninya dalam Mempersiapkan diri untuk memperolah penempatan dan penghasilan yang sesuai . reparing for adequate placemen. Rencana karir ditunjukan untuk Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa mempersiapkan penempatan yang memadai dan menghindarkan penempatan yang tidak diharapkan. Efektivitas usaha dan penggunaan waktu . fficiently and effor. Tujuannya untuk memilih secara sistematis, sehingga menghindarkan individu dari usaha coba-coba, sehingga membentuk dalam penggunaan waktu secara efesien. Aspek-Aspek dalam Perencanaan Karir Menurut Jordan Yusuf, 2009:. aspek-aspek dalam perencanaan karir meliputi: Pemahaman karier adalah membantu pribadi untuk mengembangkan kesatuan dan gambaran diri serta peranan dalam dunia kerja Pencari informasi, peserta didik yang memiliki perencanaan karir akan memanfaatkan informasi yang telah didapat dari berbagai sumber untuk dipelajari sehingga setiap peserta didik memiliki pemahaman tentang karir Perencanaan dan pengambilan keputusan, merupakan suatu proses untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam karir untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun menurut Suherman . 9: . mengatakan bahwa dalam aspek perencanaan karir terdiri dari indikator-indikator sebagai berikut : Mempelajari informasi karir. Informasi karir mencakup segala informasi yang terkait dengan karir. Membicarakan karir dengan orang dewasa. Mengikuti pendidikan tambahan . Berpartisipasi dengan kegiatan ekstrakurikuler. Mengikuti pelatihan-pelatihan terkait dengan pekerjaan yang diinginkan. Sama dengan pendidikan tambahan dan ekstrakurikuler. Mengetahui kondisi pekerjaan yang diinginkan. Mengetahui persyaratan pendidikan untuk karir yang diinginkan. Dapat merencanakan apa yang harus dilakukan setelah tamat dari sekolah. Mengetahui cara dan kesempatan memasuki karir yang diinginkan. Mengatur waktu luang secara efektif. Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas, peserta didik yang tidak memiliki ciri- ciri seperti yang telah disebutkan dapat dikatakan sebagai peserta didik yang tidak memiliki perencanaan karir sehingga perlu diberikan bantuan agar peserta didik tersebut bisa merencanakan karir setelah lulus dari jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan dan mempelajari dan menerapkan proses pengambilan keputusan karir. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir merupakan programpemberian bantuan yang dilakukan oleh guru pembimbing terhadap peserta didik untuk mengoptimalkan potensi dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir Menurut Shertzer dan Stone dalam Winkel dan Hastuti . 7: 647-. faktorfaktor yang mempengaruhi perkembangan karir terdiri dari: Sri Murni. Lilis Astuti Journal of Guidance and Counseling Inspiration (JGCI). Vol. No. Faktor internal Faktor eksternal Sedangkan menurut Winkel . faktor yang mempengaruhi perencanaan karier yaitu: Informasi tentang diri sendiri yaitu peserta didik mengetahui kemampuan intelektual, bakat khusus dibidang akademik, minat-minat baik yang bersifat luas maupun khusus, kelemahan dan kelebihan pada dirinya, sifat-sifat kerpibadian, kemahiran kognitif, nilai-nilai kehidupan dan cita-cita masa depan. Lingkungan keluarga yaitu peserta didik mengetahui harapan keluarga mengenai masa depan anak, latar belakang orang tua,taraf sosio-ekonomi kehidupan keluarga, gaya hidup dan suasana keluarga. Informasi tentang lingkungan hidup yang relevan bagi perencanaan karier meliputi informasi pendidikan, informasi jabatan, dalam hal ini sering disebut dengan informasi karier. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut maka ada dua faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karier peserta didik yaitu faktor internal dan ekternal. Faktor internal yaitu memahami informasi dalam diri , sedangkan faktor eksternal yaitu memahami lingkungan keluarga dan memahami lingkungan hidup yang relevan. Langkah-Langkah Perencanaan Karir Dillard . 5: 5-. , menjelaskan bahwa terdapat langkah-langkah yang diperlukan dalam perencanaan karir, yaitu sebagai berikut: Individu harus mengenali bakat Individu perlu memperhatikan minat Individu perlu memperhatikan nilai-nilai Individu perlu memperhatikan kepribadiannya. Individu perlu memperhatikan kesempatan karir Individu perlu memperhatikan penampilan karir. Individu perlu mamperhatikan gaya hidupnya. Untuk mencapai perencanaan tersebut, peserta didik memerlukan bantuan karena mereka sangat membutuhkan pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur yang lurus atau searah dengan potensi, harapan, dan nilai-nilai yang dianut. Untuk itulah perlu disusun suatu program pelayanan bimbingan dan konseling yang dirancang secara baik agar mampu memfasilitasi individu ke arah kematangan dan kemandirian, yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, dan juga karir. Layanan Informasi Karir Winkel . 5: . Layanan informasi adalah layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik . menerima dan memahami berbagai informasi seperti onformasi pendidikan dan informasi jabatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik. Winkel . juga mengemukakan pandangannya bahwa : informasi yang disajikan kepada peserta didik dan kemudian diolah oleh peserta didik, membantu untuk mengenal alternative-alternatif yang ada dan variasi Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa kondisi yang berlaku . nformation us. , untuk menyelidiki semua kemungkinan dalam pilihan,tindakan dan bentuk penyesuaian diri . xploratory us. , untuk memantapkan keputusan yang sedikit banyak sudah diambil . ssurance us. ,untuk mengecek ketelitian dan kesesuaian pengetahuan yang sudah dimiliki . valuative us. , untuk mendapat tilikan terhadap rencana, gagasan dan keinginan yang kurang realities dan kurang sesuai dengan kenyataan lingkungan hidup . eadjustive us. dan untuk dihubungkan dengan data tentang diri sendiri supaya dapat diambil ketentuan yang mantap . ynthesis us. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa layanan informasi karir diberikan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenali diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai peserta didik dan anggota masyarakat, sehingga pemahaman yang diperoleh melalui informasi karir digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita dalam penyelengaraan kehidupan sehari-hari dalam pengambilan keputusan. Tipe Karir Peserta didik Holland mengemukakan terdapat 6 tipe kepribadian(Hidayat, 2. Realistik Investigatif Artistik Sosial Enterprising Konvensional Bimbingan Kelompok Menurut Prayitno . Bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan, pribadi atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Bimbingan kelompok membahas topik-topik umum yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok, sedangkan dalam Konseling kelompok membahas masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota Baik topik umum maupun masalah pribadi itu dibahas melalui suasana dinamika kelompok yang intens dan konstruktif, diikuti oleh semua anggota di bawah bimbingan pemimpin kelompok (Konselo. Menurut Prayitno . Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Bimbingan kelompok memiliki ciri khas tersendiri yakni memanfaatkan kelompok dalam proses layanan. bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok peserta didik untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat. Bimbingan kelompok diselenggarakan untuk memberikan informasi yang bersifat profesional, vokasional, dan sosial (Gazda dalam Prayitno,2014:. Sri Murni. Lilis Astuti Journal of Guidance and Counseling Inspiration (JGCI). Vol. No. Jadi dapat disimpulkan kegiatan bimbingan kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sejumlah individu dalam bentuk kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk membahas topik tertentu yang dipimpin oleh pemimpin kelompok bertujuan menunjang pemahaman, pengembangan dan pertimbangan pengambilan keputusan/ tindakan individu. Tujuan Layanan Bimbingan Kelompok Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok para peserta didik akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik karena Bimbingan kelompok dilakukan oleh sedikit orang menjadikan prosesnya menjadi lebih efektif sesuai dengan tujuan umum layanan Bimbingan Konseling dan Konseling Kelompok. Menurut Prayitno . Bimbingan Kelompok juga memiliki tujuan khusus yaitu Bermaksud membahas topik-topik tertentu yang mengandung permasalahan aktual . dan menjadi perhatian peserta. Melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topik-topik itu mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang diwujudkanya tingkah laku yang lebih Komponen Layanan Bimbingan Kelompok Komponen layanan Bimbingan kelompok dan Konseling kelompok menurut Prayitno . 4 : . Pemimpin Kelompok Anggota Kelompok Kegunaan Bimbingan Kelompok Kegunaan bimbingan kelompok memang sangat besar dan dapat dikemukakan antara lain: Tenaga pembimbing masih sangat terbatas dan jumlah murid yang perlu dibimbing begitu banyak sehingga pelayanan bimbingan secara perseorangan tidak merata Melalui bimbingan kelompok, murid dilatih menghadapi suatu tugas bersama atau memecahkan suatu masalah bersama. Dengan demikian, sedikit banyak di didik untuk hidup bersama. Hal tersebut akan diperlukan/dibutuhkan selama Dalam mendiskusikan sesuatu bersama, murid didorong untuk berani mengemukakan pendapatnya dan menghargai pendapat orang lain. Selain itu, beberapa murid akan lebih berani membicarakan kesukarannya dengan penyuluh setelah mereka mengerti bahwa teman-temannya juga mengalami kesukaran tersebut. Banyak informasi yang dibutuhkan oleh murid dapat diberikan secara kelompok dan cara tersebut lebih ekonomis. Melalui bimbingan kelompok, beberapa murid menjadi lebih sadar bahwa mereka sebaiknya menghadap penyuluh untuk mendapat bimbingan secara lebih mendalam. Melalui bimbingan kelompok, seorang ahli bimbingan yang baru saja diangkat dapat memperkenalkan diri dan berusaha mendapat kepercayaan dari murid. Asas Layanan Bimbingan Kelompok Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa Layanan Bimbingan Kelompok menurut Prayitno . terdapat beberapa asas yang paling diutamakan lalu asas yang paling diutamakan dalam layanan bimbingan kelompok adalah asas kegiatan yang dilandasi oleh Kerahasiaan dan Kesukarelaan dari peserta layanan. Secara khusus layanan bimbingan kelompok dapat disertai dengan asas Keterbukaan jadi kegiatan bimbingan kelompoknya akan lebih sempurna dan baik. Keuntungan Menggunakan Metode Pendekatan Kelompok Dengan pendekatan kelompok yang dimaksud, diperoleh beberapa keuntungan, antara lain: Anak bermasalah dapat mengenal dirinya melalui teman-teman kelompok. Melalui kelompok, sikap-sikap positif anak dapat dikembangkan secara toleransi, saling menghargai, kerjasama, tanggung jawab, disiplin, kreativitas, dan sikap-sikap kelompok lainnya. Melalui kelompok dapat dihilangkan beban-beban moril seperti malu, penakut, dan sifat-sifat egoistis, agresif, manja dan sebagainya. Melalui kelompok, dapat dihilangkan ketegangan-ketegangan emosi, konflikkonflik, kekecewaan-kekecewaan, curiga-mencurigai, iri hati, dan sebagainya. Melalui kelompok, dapat dikembangkan gairah hidup dalam melakukan tugas, suka menolong, disiplin, dan sikap-sikap sosial lainnya. Prosedur Pelaksanaan Bimbingan kelompok Prosedur pelaksanaan menurut Prayitno . 5 : . Bimbingan kelompok dan Konseling Kelompok diselenggarakan melalui empat tahap kegiatan, yaitu: Tahap Pembentukan Tahap Peralihan Tahap Kegiatan Tahap Pengakhiran Ketika kelompok memasuki tahap pengakhiran kegiatan kelompok hendaknya dipusatkan pada pembahasan dan penjelajahan tentang apakah para anggota kelompok akan mampu menerapkan hal-hal yang mereka pelajari . alam suasana kelompo. pada kehidupan nyata mereka sehari-hari. Teknik layanan bimbingan kelompok Tohirin . 7: . mengemukakan bahwa ada beberapa teknik yang bisa diterapkan dalam layanan bimbingan kelompok, yaitu teknik umum dan permainan Pertama, teknik umum. Dalam teknik ini, dilakukan pengembangan dinamika kelompok. Secara garis besar teknik-teknik ini meliputi: . komunikasi multi arah secara efektif dinamis dan terbuka, . pemberian rangsangan untuk menimbulkan inisiatif dalam pembahasan, diskusi, analisis dan pengembangan argumentasi, . dorongan minimal untuk memantapkan respons dan aktivitas anggota kelompok, . penjelasan, pendalaman dan pemberian contoh untuk lebih memantapkan analisis, argumentasi dan pembahasan, . pelatihan untuk membentuk pola tingkah laku baru yang dikehendaki. Sri Murni. Lilis Astuti Journal of Guidance and Counseling Inspiration (JGCI). Vol. No. Karakteristik pemimpin kelompok Prayitno . alam Folastri & Rangka, 2016: . mengemukakan bahwa untuk menjalankan tugas dan kewajiban profesionalnya, pemimpin kelompok adalah: Mampu membentuk kelompok dan mengarahkannya. Memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang luas dan Memiliki kemampuan hubungan antar-personal Jacobs et. alam Folastri & Rangka 2016: . menyebutkan bahwa kriteria seorang pemimpin kelompok adalah seseorang yang memiliki: kepedulian, keterbukaan, fleksibilitas, kehangatan, objektivitas, kepercayaan, kejujuran, kekuatan, kesabaran dan sensitivitas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa karakteristik pemimpin kelompok adalah mampu membentuk kelompok dan mengarahkan anggota kelompok serta memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang luas dan tajam sehingga mampu mengisi, menjembatani, meningkatkan, memperluas dan menyinergikan materi bahasan yang tumbuh dalam aktifitas kelompok. Hubungan Perencanaan Karir dengan Bimbingan Kelompok Alasan peneliti menggunakan bimbingan kelompok karena mengambil pendapat dari Prayitno . yang menyatakan bahwa bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Bimbingan kelompok memiliki ciri khas tersendiri yakni memanfaatkan kelompok dalam proses layanan. bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok peserta didik untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat. Bimbingan kelompok diselenggarakan untuk memberikan informasi yang bersifat profesional, vokasional, dan sosial. Selanjutnya peneliti melihat pada faktor-faktor yang mempengaruhi sikap pilihan karir yang dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan bakat atau minat, ini senada dengan faktor internal sikap pilihan karir yaitu terdapat bakat dan minat, selanjutnya tujuan dari pemberian bimbingan kelompok untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi peserta layanan. Dengan demikian maka layanan bimbingan kelompok dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan menambah informasi tentang vocasional . METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yaitu, kegiatan penelitian untuk memberikan tindakan yang dilakukan dalam lingkup kegiatan bimbingan dan konseling. Dalam Arikunto . model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin didasarkan atas konsep pokok bahwa penelitian tindakan terdiri dari 4 komponen pokok yang juga menunjukan langkah, yaitu perencanaan . , tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . Subjek Penelitian Berdasarkan keadaan yang ada di SMA YP UNILA Bandar Lampung adalah masih kurangnya peserta didik melakukan perencanaan karir khususnya memilih Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa jurusan di perguruan tinggi, terdapat beberapa peserta didik yang masih bingung dan belum paham arah karirnya sesui dengan minat bakatnya. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPA 7 di SMA YP UNILA Bandar Lampung, penulis menentukan subjek peserta didik sebanyak 26 orang menggunakan bimbingan kelompok Prosedur Penelitian Rencana pemberian layanan dalam penelitian diberikan kepada 7 peserta didik kelas XII IPA. 7 SMA YP Unila Bandar Lampung, berupa layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan perencanaan karir peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahap . hasil setiap siklus dipergunakan untuk merefleksi langkah yang harus dilakukan berikutnya. Rencana penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tahapan perencanaan Tujuan dari tahap ini dalam penelitian adalah untuk mengetahui peserta didik kelas XI IPA 7 SMA YP Unila Bandar Lampung tingkat pemahaman tentang Perencanaan Karir peserta didik menggunakan angket perencanaan karir. Tindakan Rencana pemberian layanan dalam penelitian diberikan kepada Seluruh peserta didik di kelas XI IPA 7 SMA YP Unila Bandar Lampung. Yang akan diberikan perlakuan layanan berupa bimbingan kelompok dengan teknik diskusi untuk meningkatkan perencanaan karir peserta didik. Pengamatan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu peneliti mengobservasi kesesuaian rencana serta ketercapaian indikator pemahaman diri pada saat pemberian layanan berlangsung untuk mengamati kekurangan dan kelebihan yang telah dicapai pada setiap siklus. Refleksi Dalam kegiatan ini peneliti memberikan angket kepada peserta didik yang telah diberikan layanan, selanjutnya membandingkan perbedaan siklus 1 dan selanjutnya untuk menentukan apakah pemberian tindakan yang diberikan meningkat atau tidak untuk mengetahui peningkatan perencanaan karir pada peserta didik kelas XI IPA 7 SMA YP Unila Bandar Lampung. HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I Hasil pengamatan pada siklus I Secara umum, pengamatan dari hasil proses bimbingan karir pada siklus I dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Data Perencanaan Karir Peserta didik Setelah Memperoleh Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siklus I Sri Murni. Lilis Astuti Journal of Guidance and Counseling Inspiration (JGCI). Vol. No. Subjek Pertemuan Jumlah Sumber: Pengolahan Data Peneliti RataRata Ket Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Rendah Berdasarkan tabel di atas diperoleh peningkatan perencanaan karir masingmasing peserta didik dari pertemuan 1 sampai 3 mencapai angka dengan rata-rata yaitu AA . %) dalam kategori sedang. AB . %) dalam kategori sedang. AC . %) dalam kategori rendah. AD . %) dalam kategori sedang. AE . %) dalam kategori sedang. AF . %) dalam kategori sedang. AG . %) dalam kategori rendah. Untuk lebih jelasnya, hasil observasi pada peserta didik setelah mengikuti Bimbingan Kelompok pada siklus I dapat dilihat pada diagram batang dibawah ini: Diagram 1. Rekapitulasi Hasil Data Perencanaan Karir Peserta didik Setelah Memperoleh Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siklus I Sumber: Pengolahan Data Peneliti Hasil dapat disimpulkan melalui data angket yang diikuti oleh 7 peserta didik memiliki rata-rata nilai 38% pada siklus I. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti yaitu memperlambat tempo penyampaian materi, peneliti berusaha membuat suasana menjadi rileks dan santai agar peserta didik mampu berkomunikasi dengan baik tentang perencanaan karir. Berdasarkan diskusi antara peneliti dengan Guru BK maka dapat ditarik kesimpulan pelaksanaan siklus II dilaksanakan dengan tiga kali pertemuan untuk menyempurnakan dari hasil siklus I. Peneliti lebih membuat hal-hal yang kreatif agar pelaksanaan bimbingan kelompok tidak membosankan dan peserta didik lebih berpartisipasi selama mengikuti jalannya layanan bimbingan. Siklus II Hasil pengamatan pada siklus II Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa Pengamatan dilakukan pada siklus II terlihat bahwa peserta didik lebih antusias dan tidak sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti pada siklus I, peserta didik memperhatikan dan mulai aktif berdiskusi antara teman yang satu dengan yang lain serta lebih aktif bertanya. Berikut hasil proses bimbingan karir pada siklus II dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Data Perencanaan Karir Peserta didik Setelah Memperoleh Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siklus II Subjek Siklus 2 Jumlah 147 179 211 Sumber: Pengolahan Data Peneliti RataRata Kategori Berdasarkan tabel di atas diperoleh peningkatan perencanaan karir masingmasing peserta didik dari pertemuan 1 sampai 3 pada siklus II mencapai angka dengan rata-rata yaitu AA . %) dalam kategori sedang. AB . %) dalam kategori tinggi. AC . %) dalam kategori tinggi. AD . %) dalam kategori tinggi. AE . %) dalam kategori sedang. AF . %) dalam kategori tinggi. AG . %) dalam kategori sedang. Oleh karena itu, dapat dijumlahkan rata-rata ketujuh peserta didik adalah . %) dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa pada siklus I diketahui 5 peserta didik yaitu AA. AB. AD. AE. AF dalam kategori baik . dan 2 peserta didik yaitu AC dan AG dalam kategori kurang baik . , tetapi setelah diberikan layanan bimbingan kelompok siklus II dengan 3 kali pertemuan AC dan AG mengalami peningkatan dalam perencanaan karir. Oleh karena itu, dapat diketahui dari diadakannya pertemuan ke 2 pada siklus II mengalami peningkatan namun kegiatan layanan belum maksimal maka dilanjutkan sampai pertemuan ke 3 pada siklus II sehingga hasil yang didapat mayoritas tinggi Untuk lebih jelasnya, hasil observasi pada peserta didik setelah mengikuti Bimbingan Kelompok pada siklus II dapat dilihat pada diagram batang dibawah ini: Diagram 1. Sri Murni. Lilis Astuti Journal of Guidance and Counseling Inspiration (JGCI). Vol. No. Rekapitulasi Hasil Data Perencanaan Karir Peserta didik Setelah Memperoleh Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siklus II Sumber: Pengolahan Data Peneliti Kegiatan pada siklus II berjalan dengan lancar,beberapa peserta didik yang pada siklus I tidak memperhatikan dengan baik di siklus II lebih serius memperhatikan dan tidak mengobrol. Hasil dapat disimpulkan melalui data angket yang diikuti oleh 7 peserta didik menunjukkan adanya peningkatan yaitu memiliki rata-rata nilai 71% pada siklus II. Peningkatan perencanaan karir ini sangat mendukung tercapainya karir setelah lulus baik yang akan langsung bekerja maupun melanjutkan ke perguruan KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian yang penulis lakukan pada peserta didik kelas XII IPA7 di SMA YP Unila Bandar Lampung, dengan menggunakan teknik angket, wawancara, observasi yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian bahwa terjadi peningkatan perencanaan karir pada proses Siklus I diperoleh skor rata-rata 38% dalam kategori sedang, pada Siklus II meningkat menjadi 71% dalam kategori tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan karir melalui bimbingan kelompok dapat meningkatkan kemantapan karir peserta didik kelas XII IPA7 SMA YP Unila Bandar Lampung. Beberapa faktor yang mempengaruhi peserta didik kurang mempersiapkan perencanaan karir yaitu faktor dalam diri peserta didik tersebut, kurangnya dukungan dari lingkungan serta belum terlaksana dengan optimal layanan yang diberikan guru BK kepada peserta didik. Saran Adapun penulis memberikan beberapa saran yang dapat digunakan sebagai pertimbangan yaitu peserta didik diharapkan sebaiknya mengkonsultasikan pilihan karir terlebih dahulu kepada guru BK dan jangan memilih karir hanya karena mengikuti teman ataupun pilihan orang tua, tetapi berdasarkan minat, bakat, dan intelegensi. Kepada guru BK dapat memberikan layanan-layanan dalam Bimbingan dan Konseling seperti layanan karir guna kesiapan perencanaan karir peserta didik yang lebih Dan dapat mengenalkan kepada peserta didik tentang perencanaan karir yang lebih kreatif agar peserta didik lebih mudah memahami dan tidak cepat bosan. Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa DAFTAR PUSTAKA