JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. No. September 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 35313/jitel. p-ISSN: 2774-7972 e-ISSN: 2775-6696 Studi analisis pembangkit listrik tenaga surya off-grid untuk mengurangi efek pemadaman listrik Basri Noor Cahyadi1*. Zulfatman2. Nur Alif Mardiyah3 1,2,3 Teknik Elektro. Universitas Muhammadiyah Malang Lowokwaru. Kota Malang. Jawa Timur 65144. Indonesia basrinoorc@umm. id, 2zulfatman@umm. id, 3nuralif@umm. ABSTRAK Penelitian ini akan mengkaji kelayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off-grid dengan studi kasus di Masjid Muhammad Cheng Hoo. Malang Selatan. Tujuan utama studi ini untuk mengatasi gangguan pemadaman listrik. Masjid ini memiliki beban utama seperti pompa air yang menyuplai air bersih untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Metode penelitian meliputi survei lapangan, analisis beban, simulasi energi menggunakan perangkat lunak PVSyst, dan analisis ekonomi. Hasil simulasi menunjukkan kapasitas optimal PLTS sebesar 5,5 kWp dengan nilai performance ratio (PR) 0,54 dan solar fraction (SF) 0,92. Analisis ekonomi menunjukkan biaya investasi awal sebesar Rp 115. 000 dengan nilai net present value (NPV) sebesar Rp 192, payback period (PBP) 16,4 tahun, dan return on investment (ROI) sebesar 51,4% senilai dengan Rp 800,-. Semua nilai indikator tersebut telah memenuhi kriteria kelayakan, sehingga hasil studi kelayakan pembangunan dikatakan layak untuk masuk dalam proses pembangunan. Kontruksi PLTS yang diusulkan menggunakan model carport dengan material kayu untuk menghindari fenomena korosi yang disebabkan oleh hembusan udara dari laut. Implementasi PLTS ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional listrik, mengurangi dampak pemadaman, mendukung transisi energi terbarukan, serta meningkatkan keandalan pasokan Kata kunci: PLTS off-grid , payback period. PVSyst, return on investment, solar fraction ABSTRACT This study examines the feasibility of developing an off-grid solar power plant (PLTS) using the case of Muhammad Cheng Hoo Mosque in South Malang. The main objective is to address power outage disruptions. The mosqueAos primary loads include a water pump that supplies clean water to the surrounding community. The research methods consist of field surveys, load analysis, energy simulation using PVSyst software, and economic Simulation results indicate an optimal PLTS capacity of 5. 5 kWp with a performance ratio (PR) of 0. and a solar fraction (SF) of 0. The economic analysis shows an initial investment cost of Rp 115,700,000, a net present value (NPV) of Rp 59,412,192, a payback period (PBP) of 16. 4 years, and a return on investment (ROI) 4% . quivalent to Rp 59,459,. These indicators meet the feasibility criteria, confirming that the proposed solar power development is viable for implementation. The proposed PLTS construction adopts a carport model with wooden materials to prevent corrosion caused by sea breezes. Implementing this system is expected to reduce electricity operating costs, minimize the impact of power outages, support the renewable energy transition, and enhance the reliability of the power supply. Keywords: solar panel off-grid , payback period. PVSyst, return on investment, solar fraction PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi Berdasarkan data. Indonesia memiliki total potensi energi matahari yang mencapai 4,8 kWh/mA/hari atau setara dengan 112. 000 GWp, yang tersebar merata di seluruh wilayah . Namun, pemanfaatan energi surya di Indonesia saat ini masih tergolong rendah dibandingkan dengan potensi yang tersedia yaitu sebesar 140 MW terhitung pada bulan Maret 2024 . Sebagai bagian dari komitmen global dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Indonesia telah menetapkan target mencapai 23% bauran energi dari sumber terbarukan pada tahun 2025 dan terus meningkat hingga 31% pada tahun 2050, sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) . Dalam upaya mencapai target Naskah diterima tanggal 7 Januari 2025, disetujui tanggal 7 Agustus 2025 *E-mail korespondensi Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Vol. 5 No. 3 September 2025 tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpasang sebesar 0,87 GW pada tahun 2025, dengan penambahan sekitar 50 MWp per tahun. Di sisi lain, masih terdapat wilayah di Indonesia yang mengalami gangguan listrik seperti di wilayah Malang selatan, dimana kejadian ini sering muncul diakibatkan adanya pohon tumbang . Gangguan listrik ini sering mengganggu aktivitas masyarakat, sebagaimana salah satunya dirasakan oleh pengurus masjid Muhammad Cheng Hoo. Akibat dari gangguan tersebut suplai air bersih yang berasal dari sumur bor untuk masyarakat sekitar menjadi terganggu, dimana terdapat 20 kepala keluarga yang bergantung pada air bersih tersebut. Selain itu, masjid ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata pantai di Malang selatan. Oleh karena itu, penyediaan listrik dan air bersih menjadi kebutuhan utama untuk mendukung kenyamanan para pengunjung. Untuk mengurangi efek pemadaman listrik di wilayah tersebut, peneliti bermaksud membuat kajian pemanfaatan panel surya untuk mengurangi dampak pemadaman. Pada pelaksanaan studi analisis PLTS terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja pembangkit, seperti kapasitas beban yang berjalan, shading, sudut kemiringan, intensitas matahari, dan Dari penelitian sebelumnya, telah dilakukan pembahasan dengan menganalisa performa PLTS dari sudut kemiringan dimana modul photovoltaic akan menghasilkan energi yang optimal ketika berada di sudut 150 dan sudut azimut 00 . Pada analisa performa PLTS beberapa peneliti terdahulu menggunakan beberapa aplikasi atau software dalam membantu menganalisis. Pada studi perencanaan PLTS rooftop dengan menggunakan software PVSyst didapat bahwa nilai performance ratio (PR) adalah 70% dengan total penghematan sebesar 26,2% setiap bulannya . Pada pelaksanaan perencanaan desain PLTS untuk hotel dengan kapasitas 119,5 kWp digunakan aplikasi Helioscope, dimana pada hasil simulasi didapat bahwa nilai payback period adalah sebesar 13,89 tahun dengan nilai performance ratio sebesar 82,1% . , . Penggunaan aplikasi untuk menganalisis kelayakan pembangunan PLTS dapat menghindari kesalahan-kesalahan dalam menentukan kapasitas inverter, jumlah string atau array modul photovoltaic, dan tipe instalasi yang nantinya kesalahan-kesalahan tersebut dapat meningkatkan losses energy . Pada penelitian terdahulu untuk menganalisis ekonomi terhadap kebutuhan beban gedung dan tarif digunakan metode net present value (NPV) dan untuk skenario menggunakan net-metering (NM), dan feed-in-tariff (FIT). Pada metode tersebut didapat bahwa parameter-parameter yang digunakan sangat mempengaruhi nilai NPV . Selain itu, analisis berdasarkan nilai return of investment (ROI) juga dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kelayakan pembangunan PLTS off-grid di Pakistan . Berdasarkan tipe inverter sistem PLTS terbagi menjadi tiga sistem yaitu off-grid, on-grid, dan hybrid. Pemilihan sistem PLTS itu bergantung pada kebutuhan dan juga kondisi lingkungan. Pada penelitian sebelumnya sistem PLTS off-grid mampu mengurangi biaya listrik bulanan sebesar 60% tetapi diperlukan investasi awal yang cukup besar . Selain untuk perumahan PLTS off-grid juga digunakan untuk menyuplai energi listrik di area-area tertentu seperti perkebunan dan charging station . Dari beberapa penelitian terdahulu didapat bahwa studi analisis PLTS di Masjid Cheng Hoo akan dilakukan dengan menggunakan software PVSyst dengan beban lampu penerangan masjid, kipas angin, pompa air, dan kotak kontak untuk charge handphone. NPV. ROI dan payback period (PBP) digunakan untuk menganalisis pembangkit dari segi ekonomi. Sedangkan dari segi performa energi yang dihasilkan dianalisis menggunakan solar fraction (SF) dan PR. Studi kelayakan pembangunan PLTS ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi Masjid Cheng Hoo dan mengurang dampak terjadinya pemadaman listrik PLN. Selain itu, studi kelayakan ini dilakukan karena adanya potensi energi matahari yang cukup optimal di wilayah Malang selatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Masjid Muhammad Cheng Hoo yang terletak di daerah Sumbermanjing Wetan. Kabupaten Malang. Jawa Timur. Lokasi masjid cukup strategis di daerah wisata pantai Malang Selatan. Studi kelayakan PLTS dimulai dari survei lapangan, membuat perhitungan beban, membuat analisis energi dengan software PVSyst, dan yang terakhir adalah analisa ekonomi. Untuk data cuaca Lokasi Masjid seperti iradiasi diambil dari data base meteronorm. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Vol. 5 No. 3 September 2025 Gambar 1. Lokasi Masjid Muhammad Cheng Hoo 1 PVSyst Aplikasi PVSyst 7. 3 digunakan oleh perusahaan Engineering Procurement and Contructions (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) bidang PLTS untuk melakukan analisis dan perancangan sistem Dengan didukung oleh model matematis, program ini dapat melakukan proyeksi produksi energi, menganalisis karakteristik komponen sistem pembangkit, dan melakukan evaluasi ekonomi. Perangkat lunak ini sangat membantu dalam pengembangan dan penerapan sistem PV yang efisien dan hemat biaya . 2 Analisis Ekonomi Prinsip ekonomi teknik diperlukan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi proyek keteknikan. Mereka juga dapat membantu dalam membuat keputusan tentang masalah institusi atau perusahaan yang berdampak finansial di masa depan . 1 Net Present Value (NPV) Net Present Value merupakan alat manajemen yang efektif untuk mengukur suatu program kerja. Peran utamanya adalah untuk mengonfirmasi kelayakan finansial suatu investasi dalam jangka waktu yang panjang, dengan melihat arus kas masuk bersih dan arus kas keluar yang didiskon yang akan dihasilkan suatu proyek selama siklus hidupnya dan mengubahnya menjadi PVI indeks untuk Suatu aliran uang investasi terdiri dari aliran masuk maupun aliran keluar. Aliran uang yang menguntungkan disebut present worth of benefit (PWB), sedangkan jika yang diperhitungkan aliran uang keluar saja disebut present worth of cost (PWC). Dengan menggunakan tingkat bunga yang tepat. NPV dapat diperoleh dari PWB-PWC . Berikut adalah persamaan perhitungan nilai NPV. ycu ycIyc = Oc yaycaycEa ycnycu yaycoycuycycu Oe yayayaycu yc=1 ycu ycAycEycO = Oc yc=1 Keterangan: ycIyc ycn ycu yaycaycEa ycnycu yaycoycuycycu yayayaycu ycIyc . = Arus kas bersih = Tingkat diskon dari nilai investasi = Umur pakai sistem = Biaya masuk saat operasi = Biaya yang keluar selama operasi Berikut ini adalah kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah usulan investasi layak diterima atau tidak: JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A A A Vol. 5 No. 3 September 2025 Proyek layak dilaksanakan jika nilai NPV yang diperoleh adalah positif, karena ini menunjukkan bahwa perhitungan investasi proyek telah mencapai kondisi yang mampu menghasilkan keuntungan-keuntungan selama periode yang ditetapkan. Jika nilai NPV yang diperoleh adalah negati, proyek tersebut tidak layak dilaksanakan karena menunjukkan bahwa perhitungan investasi proyek itu belum mencapai kondisi yang mampu memberi keuntungan dalam jangka waktu yang ditetapkan. 2 Payback Period Analisis payback period (PP) pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui berapa lama . investasi akan dapat kembali apabila kondisi pengembalian pokok terjadi . Berikut adalah perhitungan analisis payback period. ycEycE = ycu ycaOeyca ycaOeyca Keterangan: a = Jumlah investasi awal b = Akumulasi aliran kas pada tahun ke-n c = Jumlah kumulatif aliran kas pada tahun ke n 1 ycu = The lifetime of the system 3 Return on Investment (ROI) Return on investment (ROI) atau pengembalian investasi untuk panel surya adalah ukuran berapa banyak uang yang Anda hemat atau hasilkan dari pemasangan panel surya dibandingkan dengan biaya ROI dapat dihitung dengan persamaan berikut: ycIycCya = yaycaycayca ycayceycycycnEa ycyceycoycaycoyca ycoycaycyca ycyycaycoycaycn y 100% ycaycnycaycyca ycnycuycyceycycycaycycn ROI pada pembangunan PLTS memiliki nilai bervariasi tergantung pada kondisi pembangkit, termasuk lokasi, efisiensi, dan kapasitas pembangkit. Rata-rata ROI tahunan memiliki nilai sebesar 4% per tahun, nilai tersebut dianggap sebagai pengembalian yang baik . , . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Perencanaan PLTS Masjid Muhammad Cheng Hoo dibangun dilahan parkir dengan model kontruksi carpot. Material dari kontruksi PLTS terbuat dari kayu, hal ini disebabkan karena kondisi lingkungan yang merupakan wilayah pantai laut selatan pulau Jawa. Adapun data lokasi spesifik dari PLTS Masjid Cheng Hoo sebagai berikut: A Koordinat : -8. 435310357263809, 112. A Ketinggian : 21 meter diatas permukaan laut A Zona waktu : UTC 07. Asia/Jakarta (WIB) A Global Horizontal Irradiation (GHI) : 2038. 5 kWh/m2/tahun A Diffuse Horizontal Irradiation (DIF) : 786,9 kWh/m2/tahun A Direct Normal Irradiation : 1666 kWh/m2/tahun A Temperartur maksimum: 25,3AC A Kecepatan angina rata-rata: 2,6 Knot A Luas area parkir: 696 m2 1 Potensi Energi Matahari Pengukuran potensi energi PLTS dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lokasi dengan menggunakan alat ukur irradiance meter Fluke IRR1-SOL. Posisi pengukuran dilakukan sesuai dengan sudut modul PV yang akan dipasang yaitu 120 dengan azimuth 2550. Rata-rata iradiasi harian didapat sebesar 702 w/m2 dengan suhu permukaan solar panel sebesar 400C. Gambar 2 menunjukkan grafik JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Vol. 5 No. 3 September 2025 irradiance di Masjid Cheng Hoo berdasarkan waktu. Terdapat penurunan energi yang signifikan pada jam 15:00 karena kondisi cuaca lagi tertutup awan. Gambar 2. Grafik potensi energi matahari pada Masjid Cheng Hoo 2 Profil Beban Daya PLN yang terpasang pada Masjid Cheng Hoo adalah sebesar 3500 VA dengan tarif sebesar Rp 1. 200 VA per kWh. Berdasarkan hasil survei rata-rata biaya penggunaan listrik yang dikeluarkan oleh pengurus masjid adalah sebesar Rp. 000 dengan penggunaan energi sekitar 583 kwh per bulan. Berikut adalah profile beban pada Masjid Cheng Hoo. Tabel 1. Profil beban Masjid Muhammad Cheng Hoo Jenis Beban Jumlah Daya Beban (Wat. Lampu Amplifier Kipas Angin Repeater Lampu Luar / Parkiran Pompa Air Kotak Kontak Total Durasi Penyalaan . Siang Malam Energi Total per Hari (W. Berdasarkan profile beban diatas, beban energi terbesar terjadi pada pompa air yaitu mencapai 500 Wh/hari, kondisi seperti ini disebabkan karena selain menyuplai kebutuhan masjid air bersih juga disalurkan ke warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan harian. Berdasarkan pembagian jam kerja penggunaan peralatan Masjid didapat bahwa total beban pada siang hari sebesar 7. 420 Wh/hari dan pada malam hari sebesar 8. 320 Wh/hari. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan energi Masjid diperlukan sistem PLTS off-grid dengan menambahkan baterai sebagai cadangan energi pada malam hari. 3 Menentukan Kapasitas Baterai Berdasarkan profil beban yang ditunjukkan pada Tabel 1, didapat bahwa total beban yang perlu disuplai adalah sebesar 8320 Wh. Jika tegangan batterai yang akan digunakan sebesar 51,2V, maka arus baterai dapat dihitung dengan persamaan berikut: ya= yaAyceycaycaycu ycAycaycoycayco yaycaycycn ycOEa/Eaycaycycn 8320 = 162,5 yaEa ycNyceyciycaycuyciycaycu yaAycaycyceycycaycn Untuk menjaga kinerja batterai, maka kinerja batterai akan dibatasi sampai 80% dari kapasitas dan untuk menjaga kinerja sistem PLTS maka diberikan cadangan kapasitas sebesar 30%. Sehingga dari JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Vol. 5 No. 3 September 2025 persamaan . didapat bahwa kapasitas batterai yang diperlukan adalah sebesar 14,3 kWh dengan tegangan baterai 51,2 V. yayce = ya y . ycI) = y . = 264 yaEa Berdasarkan ketersediaan batterai yang sesuai dengan inverter, maka kapasitas batterai yang digunakan adalah sebesar 280 Ah. Maka kapasitas batterai yang ada yayce = 280 y 51,2 = 14,3 ycoycOEa Keterangan: yuC = Efisiensi baterai ycI = Cadangan kapasitas baterai yayce = Kapasitas baterai final 4 Menentukan Kapasitas PLTS Dari data beban diatas dan kapasitas baterai maka kapasitas PLTS yang dibutuhkan adalah sebagai yaycaycyca ycEyaycNycIycycuycycayco = yaycaycycayaEaycaycyciyce y yaycaycycaycycnycaycuyci . yaycaycycayaEaycaycyciyce merupakan daya PLTS yang digunakan untuk mengisi baterai secara penuh pada siang Jika durasi operasi PLTS adalah 5 Jam dan efisiensi sistem inverter 90% maka yaycaycycayaEaycaycyciyce yang didapat adalah sebesar 3,18 kWp. yaycaycycaycycnycaycuyci = yaAyceycaycaycu ycycnycaycuyci = 1,65 ycoycOycy . Sehingga kapasitas PLTS yang diperlukan adalah sebesar: yaycaycyca ycEyaycNycIycycuycycayco = 3,18 y 1,65 = 4,83 ycoycO OO 5ycoycO Jika modul PV yang digunakan memiliki daya masing masing modul sebesar 550 Wp dengan tegangan maksimal 50VDC maka jumlah kebutuhan PV adalah sebagai berikut: yaycycoycoycaEa ycAycuyccycyco ycEycO = 550 = 9,09 OO 10 ycycuycnyc 5 Desain Single Line Diagram PLTS Berdasarkan kebutuhan energi maka sistem PLTS yang diusulkan adalah sistem PLTS off-grid . Berikut adalah single line diagram (SLD) sistem PLTS off-grid yang diusulkan. Pada SLD sistem PLTS tersebut terdiri dari 10 unit panel surya 550 Wp yang disusun seri-paralel dengan total kapasitas 5,5kWp, proteksi gangguan hubung singkat dan beban lebih berupa MCB DC dengan rating arus sebesar 20A, inverter . onverter DC-AC) dengan daya sebesar 5kW, baterai dengan kapasitas 14,4kWh, tegangan 51,2V berjenis lithium iron phosphate (LFP), keluaran dari inverter terdapat proteksi berupa MCB 25A, dan automatic transfer switch (ATS). JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 3 September 2025 Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Gambar 3. SLD Sistem PLTS off-grid 6 Desain Konstruksi PLTS Kontruksi kayu dipilih karena mampu bertahan terhadap korosi air laut. Gambar 4. desain rencana kontruksi PLTS. Gambar 4. Konstruksi PLTS Carpot 2 Analisa Performa Pembangkit Simulasi PVSyst dilakukan dengan menggunakan model stand-alone, dimana kapasitas inverter yang digunakan adalah sebesar 5kW dan batterai tipe LFP dengan kapasitas 14,3kWh. Berikut adalah detail parameter yang digunakan dalam simulasi PVSyst: A Data cuaca = Meteonorm 8. 6 Ae 2. A Kemiringan PLTS = 120 A Sudut azimuth = -550 A Modul PV = 550 Wp A Jumlah string = 2 jalur A Jumlah modul setiap series = 5 unit Periode pada simulasi PVSyst dimulai dari bulan Januari sampai Desember dengan hasil yang ditunjukkan pada Gambar 5. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Vol. 5 No. 3 September 2025 Gambar 5. Hasil simulasi performa pembangkit Gambar 5 menunjukkan distribusi produksi energi yang dinormalisasi untuk setiap kWp yang terpasang dalam sistem PV selama satu tahun. Jumlah energi yang hilang karena baterai sudah penuh adalah sebesar 1,46 kWh/hari. Jumlah energi yang hilang karena disebabkan oleh shading adalah sebesar 0,91 kWh/hari. Jumlah energi yang hilang karena kerugian pada sistem pengisian baterai adalah sebesar 0,32 kWh/hari. Sedangkan energi yang mampu diserap oleh beban secara optimal adalah sebesar 3,17 kWh/hari, sehingga nilai performance ratio (PR) PLTS adalah 0,54. Nilai PR tersebut menunjukkan bahwa terdapat masalah pada sistem pembangkit karena memiliki nilai efisiensi yang rendah dimana standar efisiensi PLTS adalah antara 0,75 Ae 0,9. Penurunan nilai PR dapat disebabkan karena jumlah energi yang hilang terlalu besar yaitu sebesar 2,69 kWh/hari, dimana jumlah energi hilang terbesar disebabkan oleh baterai yang sudah penuh. Untuk meningkatkan efisiensi PLTS tersebut bisa dilakukan dengan menambahkan kapasitas baterai. Disisi lain solar fraction (SF) atau rasio antara energi yang disuplai oleh sistem PV terhadap total kebutuhan energi memiliki nilai sebesar 0,92. Nilai SF tersebut cukup baik karena energi yang terserap oleh beban adalah sebesar 92% dari energi yang dihasilkan oleh PV. 3 Analisa Ekonomi Biaya investasi awal pembangunan PLTS off-grid 5,5 kWp di Masjid Cheng Hoo adalah sebesar Rp. Biaya tersebut mencakup pembelian komponen PLTS, biaya kontruksi, gaji pekerja, pembelian baterai, dan pengiriman material ke lokasi. Dengan kapasitas pembangkit 5,5 kWp maka nominal investasi pembangkit per kWh di dapat sebesar Rp 23. 000, dimana harga tersebut termasuk mahal yang disebabkan karena adanya pembelian baterai. Sedangkan biaya operasional tahunan yaitu sebesar Rp. 000, biaya tersebut merupakan gaji perawatan atau pembersian PLTS sebanyak dua kali dalam satu tahun. Pada analisa ekonomi dengan menggunakan PVSyst periode simulasi dibuat selama 25 tahun dengan nilai inflasi 2% per tahun. Untuk tarif listrik per kWh yang dibebankan pada Masjid Muhammad Cheng Hoo sebesar Rp 1. 200 per kWh, tarif tersebut merupakan tarif golongan sosial. Dari nilai tersebut harga jual listrik yang ditetapkan sebesar Rp 1. 200 per kWh dengan tipe tarif tetap atau tidak ada kenaikan harga jual untuk tiap tahunya. Berikut adalah hasil simulasi cash flow dengan menggunakan software PVSyst. Dari Gambar 6 didapat bahwa nilai PBP adalah sebesar 16,4 tahun, durasi ini tergolong cukup lama jika dibandingkan dengan umur PLTS yaitu antara 20 Ae 25 tahun. Untuk nilai ROI adalah sebesar 51,4%, dimana pengurus Masjid akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 59. 800 pada tahun ke-17 sampai ke-25. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Vol. 5 No. 3 September 2025 Kumulatif Cashflow . IDR) Tahun Gambar 6. Grafik cashflow investasi Tabel 2. Hasil analisa kelayakan investasi PLTS dengan menggunakan PVSyst Analisis Net Present Value (NPV) Kriteria kelayakan Hasil analisis Kesimpulan Layak (NPV>. Tidak Layak (NPV<. Rp 59. Investasi PLTS sangat layak karena nilai NPV lebih besar Nilai IIR dibawah rata-rata bunga pinjaman bank maka berdasarkan data tersebut investasi dianggap tidak layak. Tetapi jika dibandingkan dengan nilai inflasi . ,75% per tahu. , maka investasi PLTS dikatakan layak. Dikarenakan nilai PBP lebih kecil dari masa optimal pembangkit, maka investasi dikatakan layak Dikarenakan nilai LCOE < tarif listrik (Rp 1. 200 per kW. , maka investasi PLTS dikatakan Dikarenakan nilai OPEX < nilai investasi per tahun (Rp . , maka investasi PLTS dikatakan layak Internal Rate of Return (IIR) Laya (IIR > rata-rata bunga pinjaman bank . 5%)) Tidak Layak (IIR < ratarata bunga pinjaman ban. 3,51% Payback Periode (PBP) 16,4 Tahun Levelized Cost of Energy (LCOE) Operational Expenses (OPEX) Layak (PBP <= masa optimal PLTS) Tidal Layak (PBP> masa optimal PLTS) Layak (LCOE < tarif listrik per kW. Tidak Layak (LCOE > tarif listrik per kW. Layak (OPEX < biaya investasi per tahu. Tidak Layak (OPEX > biaya investasi per tahu. Rp 826 per Rp 640. per tahun KESIMPULAN Berdasarkan analisis ekonomi dan performa PLTS off-grid dengan kapasitas 5,5kWp di Masjid Muhammad Cheng Hoo, maka dapat disimpulkan bahwa biaya investasi awal sebesar Rp 115. dan dengan biaya opersional per tahun sebesar Rp 640. Dari hasil analisis PR menunjukkan bahwa sistem PLTS tidak layak untuk dibangun, tetapi kondisi ini bisa diperbaiki dengan menambahkan kapasitas baterai sebesar 14,3kWh sehingga total baterai yg digunakan sebesar 28,6 kWh. Penurunan nilai PR pada pembangkit disebabkan karena banyak energi yang hilang karena baterai sudah penuh. Sedangkan, dari hasil analisis ekonomi didapatkan bahwa PLTS Masjid Cheng Hoo layak untuk Berdasarkan hasil kedua analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem dapat dilanjutkan ke tahap pembangunan. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Basri Noor Cahyadi: Studi analisis pembangkit listrik tenaga A Vol. 5 No. 3 September 2025 UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang atas program pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2024 dengan nomor SK: 1/P2MHDL/F1-IMM/VI/2024. REFERENSI