PENELITIAN ASLI STRATEGI EDUKASI DENGAN METODE SHOW AND TELL UNTUK PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI Rahmi Wardah Ningsih1. Niken Farida2. Hilma Mithalia Shalihat3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 15 Juni 2025 Direvisi: 18 Juni 2025 Diterima: 25 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: metode show and tell, keterampilan berbicara. Penulis Korespondensi: Rahmi Wardah Ningsih Email: rahmiwardahn@gmail. Abstrak Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang perlu distimulasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada guru dan orang tua mengenai penerapan strategi dan metode show and tell sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Najmah Rugayah Darus Medan melalui sosialisasi dan pendampingan implementasi metode Show and Tell di kelas. Metode ini menunjukkan suatu objek dan menjelaskannya di teman-temannya, meningkatkan kemampuan verbal, kepercayaan diri. Hasil menunjukkan bahwa guru dan orang tua memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang metode Show and Tell dan mampu mengaplikasikannya secara kreatif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Anak-anak juga menunjukkan peningkatan minat dan partisipasi aktif dalam kegiatan berbicara di kelas. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model menyenangkan dan bermakna bagi pengembangan bahasa anak usia dini. Jurnal ABDIMAS Mutiara (JAM) e-ISSN: 2722-7758 Vol. No. 02 Juni, 2025 (P132-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Perkembangan bahasa khususnya keterampilan berbicara adalah salah satu aspek penting dalam tahap tumbuh kembang anak usia dini. Keterampilan ini menjadi dasar untuk anak untuk berinteraksi, mengekspresikan ide dan gagasan, membangun relasi sosial, serta memahami dunia sekitarnya. Menurut Direktorat Pembinaan PAUD perkembangan bahasa anak usia dini meliputi kemampuan bahasa reseptif dan bahasa Keterampilan berbicara termasuk dalam kategori bahasa ekspresif yang sangat dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan dan metode pembelajaran yang digunakan guru maupun orang tua. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek, 2. , sekitar 23% anak usia dini di Indonesia masih berada pada kategori perkembangan bahasa yang belum optimal sesuai Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). Hal ini menunjukkan perlunya upaya bersama untuk meningkatkan stimulasi perkembangan bahasa, khususnya keterampilan berbicara anak . Selain itu, keterampilan berbicara juga mendukung perkembangan kognitif dan sosialemosional anak. Vygotsky . menekankan bahwa bahasa adalah alat utama dalam interaksi sosial yang membentuk proses berpikir anak. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua perlu menyediakan lingkungan yang kaya akan kesempatan berbicara dan Metode Show and Tell adalah salah satu metode pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. yang memberikan kesempatan kepada anak untuk memperlihatkan suatu objek . dan kemudian menjelaskannya . di depan teman-temannya . Metode ini tidak hanya melatih keterampilan berbicara tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, keberanian tampil di depan umum, serta kemampuan menyusun gagasan secara terstruktur . Penelitian oleh Fitriani . menunjukkan bahwa penerapan metode Show and Tell di TK mampu meningkatkan keterampilan berbicara anak sebesar 35% dalam satu siklus Selain itu, menurut Munandar . , metode ini juga mendorong interaksi positif antara anak dengan teman sebaya dan guru . Berdasarkan data BPS . , angka partisipasi anak usia dini dalam pendidikan PAUD di Indonesia baru mencapai 34,1%, dan kualitas pembelajaran di berbagai lembaga PAUD masih beragam. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan guru dalam menggunakan metode pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan aspek keterampilan berbicara . Oleh sebab itu, diperlukan pelatihan-pelatihan berbasis praktik nyata seperti Show and Tell, yang dapat diterapkan secara sederhana namun berdampak signifikan pada perkembangan anak. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap beberapa guru PAUD, ditemukan bahwa masih banyak guru yang belum memahami secara optimal bagaimana penerapan metode pembelajaran yang dapat menstimulasi keterampilan berbicara anak secara aktif . Sebagian besar guru masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sederhana dalam proses pembelajaran, yang cenderung membuat anak pasif dan kurang terlibat secara verbal. Hal ini menyebabkan keterampilan berbicara anak berkembang secara lambat, karena minimnya kesempatan anak untuk mengekspresikan diri secara bebas dan terstruktur di depan teman-temannya . Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi tim pengabdi untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada para guru tentang penerapan metode Show and Tell, sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini . Metode Show and Tell dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, di mana anak-anak didorong untuk tampil percaya diri, berbicara secara terstruktur, serta mengembangkan kosakata dan kemampuan komunikasinya sejak dini. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan para guru memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengimplementasikan metode Show and Tell secara kreatif dalam pembelajaran di kelas, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan bahasa dan komunikasi anak usia dini secara optimal. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai engabdian ini memfokuskan memberikan edukasi dan sosialisasi metode Show and Tell, sebagai stimulan untuk pengembangan kemampuan berbicara anak usia dini pada orang tua dan guru di TK Najmah Rugayah Medan. Tahapan Persiapan Pada tahap persiapan ini, tim pengabdian masyarakat mempersiapkan mempersiapkan surat-surat perizinan ke sekolah yang bersangkutan. Dalam tahapan persiapan ini juga dilakukan koordinasi tim dan pembagian tugas. Alat yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah alat bantu infokus, pengeras suara, serta alat tulis yang digunakan di TK Najmah Rugayah Medan. Tahap pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul AuStrategi Edukasi dengan Metode Show and Tell untuk Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Usia DiniAy dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan. Setelah semua persiapan matang, kegiatan dilanjutkan ke tahap pelaksanaan yang menjadi inti dari pengabdian ini. Pada tahap ini, tim memulai kegiatan dengan melakukan sesi pembukaan yang hangat dan menyenangkan, memperkenalkan diri kepada anak-anak dan guru, serta menjelaskan secara sederhana maksud dan tujuan kegiatan. Selanjutnya, tim menyampaikan materi pengantar mengenai pentingnya keberanian berbicara di depan orang lain serta cara sederhana untuk menceritakan sesuatu. Agar anak-anak lebih mudah memahami, tim memberikan contoh praktik metode Show and Tell secara langsung . Setelah itu, guru dan anak diberikan kesempatan untuk mempraktikkan sendiri metode tersebut dengan menunjukkan benda kesayangan mereka dan menceritakan tentang benda tersebut di hadapan teman-temannya. Selama proses ini, tim pengabdian memberikan dukungan positif dan motivasi agar anak-anak merasa percaya diri dan nyaman saat berbicara . Gambar 1. Guru mempraktikkan metode Show and Tell Setelah sesi praktik selesai, kegiatan berlanjut ke tahap evaluasi. Pada tahap ini, tim melakukan pengamatan terhadap keberanian dan kemampuan berbicara anak-anak selama kegiatan berlangsung. Selain itu, dilakukan diskusi bersama guru untuk merefleksikan perubahan yang terjadi pada anak-anak serta membahas bagaimana penerapan metode Show and Tell dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Sebagai penutup, tim pengabdian mengakhiri kegiatan dengan memberikan apresiasi kepada seluruh anak-anak dan guru yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Ucapan terima kasih disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama yang baik, serta harapan agar metode Show and Tell terus digunakan untuk mendukung perkembangan keterampilan berbicara anak usia dini secara optimal. Tahap Evaluasi Tahapan terakhir adalah evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat berupa diskusi mengenai faktor-faktor yang menghambat kegiatan pengabdian masyarakat serta solusi untuk penanganan hambatan serta permasalahan yang terjadi selama periode persiapan, pelakasaanan, dan pelaporan kegiatan pengabdian berlangsung. Hasil dan Pembahasan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah dilakukan pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 10. 00 WIB. Pengabdian Kepada Masyarakat ini sebabagi Upaya untuk memberikan edukasi atau Pendidikan kepada guru mengenai metode show and tell. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema AuStrategi Edukasi dengan Metode Show and Tell untuk Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Usia DiniAy, diperoleh data yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara pada anak-anak peserta kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 5 guru dan 10 wali murid yang berkenan mengikuti kegiatan. Kegiatan ini juga memperoleh data perkembangan pretest dan posttest kemampuan berbicara anak sebelum dan sesuadah menggunakan metode show and tell. Pada saat observasi awal, tim pengabdian mencatat bahwa sekitar 60% anak masih menunjukkan rasa malu dan kurang percaya diri saat berbicara di depan temantemannya. Beberapa anak bahkan belum mampu menyampaikan kalimat yang utuh saat ditanya tentang benda favorit mereka. Hanya sekitar 40% anak yang tampak antusias dan cukup berani berbicara walaupun dengan kosakata yang masih sederhana . Grafik 1. Sebelum Kegiatan Setelah metode Show and Tell diterapkan secara bertahap, terjadi perubahan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, 80% anak menunjukkan peningkatan keberanian berbicara di depan teman-teman. Mereka tampak lebih percaya diri saat memperkenalkan benda kesayangannya dan mampu menjelaskan fungsi atau alasan mereka menyukai benda tersebut dengan kalimat yang lebih terstruktur . Bahkan, beberapa anak mampu bercerita lebih panjang dari yang diharapkan, menunjukkan perkembangan spontan dalam kemampuan verbal mereka. Grafik 2. Sesudah Kegiatan Selain itu, hasil diskusi dengan guru PAUD setelah kegiatan juga menguatkan temuan Guru menyampaikan bahwa anak-anak terlihat lebih aktif bertanya dan bercerita di kelas beberapa hari setelah kegiatan berlangsung. Guru juga menyatakan bahwa metode Show and Tell mudah diterapkan dan memberikan dampak positif terhadap pembelajaran berbasis komunikasi lisan. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Show and Tell dalam pengembangan keterampilan berbicara anak usia dini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan verbal anak. Anak-anak tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar mendengarkan teman, menghargai pendapat orang lain, dan mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata yang sederhana namun bermakna. Keberhasilan kegiatan ini juga menunjukkan bahwa metode Show and Tell sangat relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lembaga PAUD, karena selain efektif, metode ini juga menarik dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini yang senang bermain dan bercerita. Kesimpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema AuStrategi Edukasi dengan Metode Show and Tell untuk Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Usia DiniAy, dapat disimpulkan bahwa metode Show and Tell terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini. Melalui tahapan kegiatan yang melibatkan demonstrasi, praktik langsung, serta dukungan interaktif antara anak, guru, dan tim pengabdian, anak-anak menunjukkan perkembangan positif dalam aspek keberanian berbicara, kemampuan menyusun kalimat sederhana, serta antusiasme dalam mengikuti kegiatan. Data hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan, terutama pada aspek keberanian berbicara di depan teman dan kemampuan menjelaskan benda secara utuh, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 40%. Selain itu, metode ini juga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan mendorong anak-anak untuk saling menghargai saat mendengarkan teman yang Dengan demikian, metode Show and Tell layak direkomendasikan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan secara rutin di lembaga PAUD untuk mendukung pengembangan keterampilan bahasa dan komunikasi anak secara Keberhasilan kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara tim pengabdian, guru, dan anak dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Ucapan Terimakasih