Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN Jihan Virgia Wardani. Risza Choirunissa*. Rini Kundaryanti Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan. Jakarta Selatan 12550 e-mail : 2022. wardani@student. id, risza. choirunissa@civitas. kundaryanti@civitas. Artikel Diterima : 09 Februari 2023. Direvisi : 21 Maret 2023. Diterbitkan : 28 Maret 2023 ABSTRAK Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses tumbuh kembang otak, saat anak tidur otak mengeluarkan 75% hormon pertumbuhan yang bertugas merangsang pertumbuhan dan Pijat bayi adalah memberikan rangsangan taktil pada kulit bayi yang dapat meningkatan sekresi hormon serotonin yang akan menghasilkan melatonin yang berperan dalam tidur dan membuat tidur lebih lama dan lelap pada malam hari. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efektifias pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan di Klinik wilayah kota Bogor Tahun 2022. Metodologi: Penelitian ini menggunakan Quasy-experiment dengan Pretest-posttest with control group desain. Populasi pada penelitian ini adalah bayi usia 3-12 bulan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik proporsive sampling yang berjumlah 30 bayi yang terdiri dari 15 orang kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Instrument dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon test untuk mengetahui perbedaan rata-rata dalam kelompok dan uji mann withney untuk mengetahui perbandingan antar kelompok. Hasil: Didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan rata-rata intensitas kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan seblum dan sesudah diberikan intervensi pijat bayi dengan hasil uji Wilcoxon test p value 0,001 . <0,. Diskusi: Ada pengaruh pemberian intervensi pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan di Klinik wilayah kota Bogor tahun 2022. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pijat bayi dapat menjadi pilihan obat nonfarmakologi dalam meningkatkan kualitas tidur pada bayi usia 3-12 Kata Kunci: pijat bayi, kualitas tidur, bayi Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 242 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: Good quality sleep is very important for the growth of babies, because sleep activity is a stimulus for the process of brain development, when a child sleeps the brain secretes 75% growth hormone which is responsible for stimulating growth and tissue. Baby massage is to provide tactile stimulation to the baby's skin which can increase the secretion of the hormone serotonin which will produce melatonin which plays a role in sleep and makes sleep longer and deeper at night. Objective: This study is to determine the effectiveness of baby massage on sleep quality in infants aged 3-12 months at Clinic city of Bogor in 2022. Methodology: This research used Quasy-experiment with pretest-posttest with control group design. The population in this study were infants aged 3-12 months. Sampling was carried out using a proportional sampling technique with a total of 30 babies consisting of 15 people in the intervention group and 15 in the control group. The instrument in this study was a questionnaire sheet. Data analysis used the Wilcoxon test to determine differences in mean within the groups and the Mann Withney test to determine comparisons between groups. Results: The results showed that there was a difference in the average intensity of sleep quality in infants aged 3-12 months before and after being given a baby massage intervention with the results of the Wilcoxon test p value 0. <0. Discussion: There is an effect of giving baby massage interventions on sleep quality in infants aged 3-12 months at clinic city of Bogor in 2022. With this research, it is hoped that baby massage can be an option for nonpharmacological drugs in improving sleep quality in infants aged 3-12 months. Keywords: baby massage, sleep quality, infants Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 243 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENDAHULUAN Pengenalan pola tidur yang teratur dan cukup sangat penting dilakukan agar bayi mendapatkan manfaat yang cukup dari tidur di malam hari serta agar di siang hari bayi dapat terjaga dengan bugar untuk beraktifitas dengan ceria bayi tidak hanya fisiknya, melainkan juga sikapnya keesokan Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan lebih bugar dan tidak gampang rewel. Membiasakan bayi tidur cukup dengan pola yang teratur dapat membantu bayi mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal (Permata A. Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, dimulai dari bayi itu lahir hingga nanti berusia 1 tahun. Usia perkembangan bayi terbagi menjadi 2 yaitu, neonatus dari lahir hingga berusia 28 hari dan bayi dari 29 hari hingga 12 bulan (World Health Organization, 2. Berdasarkan data WHO (World Health Organizatio. tahun 2012 yang dicantumkan dalam jurnal pediatrics, tercatat sekitar 33% bayi mengalami masalah tidur. Sementara para peneliti Cincinnati ChildrenAos Hospital Medical Center menyatakan masalah tidur pada bayi tidak selalu hilang saat mereka dewasa. Salah satu penyebab masalah tidur nyatanya merupakan kesalahan orang tua dalam menidurkan anak. Kebiasaan tidur yang sehat seharusnya ditanamkan sejak lahir. (World Health Organization, 2. Prevalensi masalah tidur pada Anak Indonesia usia 0Ae36 bulan cukup tinggi . %), dan sebagian besar orang tua beranggapan tidak ada masalah tidur dengan anak mereka. Besarnya kesenjangan antara prevalensi masalah tidur dengan persepsi orang tua menunjukkan bahwa kesadaran orang tua terhadap masalah tidur anak di Indonesia masih rendah. Kebutuhan tidur tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas saja, namun kualitasnya. Dengan kualitas tidur yang baik pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat dicapai dengan optimal (Retnosari 2. Kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sesuai kebutuhan istirahat, lingkungan, fisik, olahraga, nutrisi dan penyakit. Ingat pentingnya waktu tidur bagi bayi, maka perlunya tidur harus benarbenar agar tidak berpengaruh buruk terhadap Kualitas tidur ditentukan oleh adanya gangguan tidur, bayi dikatakan mengalami gangguan tidur jika bayi terjaga pada malam selama lebih dari satu jam (Nasution 2. Bayi dimasa tumbuh kembang membutuhkan kualitas tidur yang cukup, karena tidur sangat penting bagi bayi untuk mematangkan otak. Proses pematangan otak terjadi Ketika bayi tidurr ditahap Rapid Eye Movement (REM). Kematangan otak dibutuhkan bayi belajar bermacam hal. Bayi yang kurang tidur akan menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi mudah sakit. Selain itu hormone pertumbuhan akan terganggu, sehingga pertumbuhan bayi harus mempunyai kualitas tidur yang cukup agar proses pematangan otak tidak terganggu (Handayani 2. Penting untuk memberi bayi baru lahir stimulus yang tepat untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan. Sebagai iIustrasi, dengan menawarkan baby spa. Dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan perawatan baby spa, bayi yang mendapatkan perawatan baby spa memiki berat badan yang Iebih tinggi, kontroI kepaIa yang Iebih baik, dan gerakan motorik yang Iebih terkoordinasi daripada bayi yang tidak mendapatkan perawatan baby spa. Mereka terIihat Iebih sehat. (Choirunissa et , 2. Berdasarkan data pada bulan Oktober tahun 2022 di Klinik wilayah kota Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 244 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Bogor jumlah bayi yang melakukan massage atau pijat bayi sebagian besar adalah bayi usia 0-6 bulan sebanyak 33 bayi, sedangkan usia 7-12 bulan sebanyak 43 bayi bayi, jadi total bayi yang melakukan massage pada bulan Oktober 2022 di Klinik wilayah kota Bogor sebanyak 76 bayi. Dari 76 bayi tersebut terdapat 12 bayi dengan keluhan batuk pilek, 20 bayi di pijat tanpa keluhan dengan tujuan relaksasi, 2 bayi mengalami keluhan sembelit, 5 bayi dengan keluhan kolik dan yang paling banyak melakukan massage yaitu dengan keluhan susah tidur, sering rewel terbangun malam hari atau kualitas tidur yang buruk sebanyak 37 bayi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada bidan yang memberikan pemijatan selama 15-30 menit pada 37 bayi tersebut, dan terdapat 32 bayi yang mengalami perubahan pola tidurnya menjadi lebih baik, terbangun hanya 1-2 x pada malam hari, jumlah tidur malam ratarata 9-10 jam, dan pada waktu bangun konsentrasinya lebih baik dibandingkan sebelum dipijat. Sedangkan 5 responden lainnya mengatakan tidak ada perubahan karena beberapa faktor kemungkinan seperti bayi menangis saat dipijat, waktu pemijatan yang terlalu singkat kurang dari 15 menit, dan frekuensi pemijatan yang tidak teratur. BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan rancangan two group Pretest-Posttest Design yang dilakukan pada dua kelompok berbeda. Pada kelompok pertama yaitu kelompok intervensi responden diberikan penilaian Pretest-Posttest serta memperoleh intervensi pijat bayi sebanyak 2 kali dalam satu minggu yang dilakukan selama dua minggu, lalu pada kelompok kedua sebagai kelompok kontrol yang hanya diberikan penilaian Pretest-Posttest tanpa diberikan perlakukan intervensi pijat bayi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan menetapkan ciri yang sesuai dengan tujuan. Sampel yang diperoleh sebanyak 30 orang. Intrumen dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner dengan 5 item pertanyaan penilaian tentang kualitas tidur bayi, yang dikategorikan menjadi 2 kategori, kategori baik jika hasil skorOu 3 dan kategori buruk jika hasil skor <3, informed consent, dan standar operasional (SOP) pijat bayi. Teknik analisis data bivariat menggunakan uji wilcoxon test untuk mengetahui perbedaan rata-rata dalam kelompok dan uji mann withney untuk mengetahui perbandingan antar kelompok HASIL Analisi Univariat Tabel 1 Karakteristik Responden Intervensi Kontrol Karakteristik Usia 3-5 Bulan 6-9 Bulan 10-12 Bulan Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Tabel kelompok intervensi sebagian besar responden berusia 10-12 bulan sebanyak 6 orang . %) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 8 orang . ,3%). Pada didapatkan sebagian besar responden berusia 6-9 bulan sebanyak 7 orang . ,7%) dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebnayak 8 orang . ,3%). Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 245 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 2 Kategori Baik Buruk Jumlah Intervensi Sebelum Sesudah Kontrol Sebelum Sesudah Distribusi Frekuensi kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan sebelum dan sesudah Pada tabel 2 diperoleh hasil bahwa pada kelompok intervensi didapatkan kualitas tidur sebelum diberikan intervensi berupa pijat bayi dengan kategori baik sebanyak 2 orang . ,3%) dan kualitas tidur buruk sebanyak 13 orang . ,7%) dan setelah diberikan intervensi berupa pijat bayi menunjukkan kenaikan sebanyak 15 orang . %). Pada kelompok kontrol didapatkan kualitas tidur baik sebanyak 1 orang . dan kualitas buruk sebanyak 14 orang . ,3%), setelah 2 minggu kemudian dilakukan pengukuran kualitas tidur kembali, didapatkan kualitas tidur baik sebanyak 3 orang . %) dan kualitas tidur buruk sebanyak 12 orang . %). Analisis Bivariat Tabel 3 Perbedaan Rata-Rata Kualitas Tidur Pada Bayi Usia 3-12 Bulan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pijat Bayi Kelompok Pretest Intervensi Postest Pretest Kontrol Posttest N Mean Std. Deviation 15 1,80 0,676 0,001 15 4,47 0,516 15 1,67 0,617 0,102 15 1,93 0,884 Tabel 3 menunjukkan hasil analisis pretest pada kelompok intervensi dengan jumlah 15 responden memiliki nilai mean sebesar 1,80 dengan nilai Standar deviasi sebesar 0,676. Sedangkan, pada kelompok kontrol dengan jumlah 15 responden didapatkan nilai mean 1,67 dengan nilai Standar deviasi sebesar 0,617 dan hasil analisis pada posttest di dapatkan nilai mean pada kelompok intervensi sebesar 4,47 dengan nilai Standar deviasi sebesar 0,516 , sedangkan nilai mean pada kelompok kontrol sebesar 1,93 dengan nilai Standar deviasi 0,884. Hasil analisis dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai signifikasi pada kelompok intervensi diperoleh nilai pvalue 0,001 ( P <0,05 ) Maka Ho di tolak Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan signifikan kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pijat bayi, sedangkan pada kelompok Kontrol diperoleh nilai p-value 0,102 ( P < 0,. maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah intensitas kualitas tidur bayi pada kelompok kontrol. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 246 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 4 Pengaruh Pemberian Intervensi Pijat Bayi Pada Kualitas Tidur Pada Bayi Usia 3-12 Bulan Kelompok Mean Selisih Nilai Mean Intervensi Kontrol 4,47 2,54 Tabel 4 menunjukkan rata-rata kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan pada kelompok intervesi sebesar 4,47 dengan nilai standar deviasi 0,561, sedangkan hasil analisis dari kelompok kontrol mendapatkan hasil rata Ae rata kualitas tidur sebesar 1,93 dengan nilai standar deviasi 0,884. Didapatkan nilai selisih mean pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar 2,54. Berdasarkan hasil p-value didapatkan nilai sebesar 0,001 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh setelah pemberian pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3-12 PEMBAHASAN Perbedaan Rata-Rata Kualitas Tidur Pada Bayi Usia 3-12 Bulan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pijat Bayi. Hasil analisis berdasarkan uji wilcoxon pada tabel 3 menunjukan adanya perbedaan kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah intervensi. Pada tabel tersebut diketahui nilai rata Ae rata sesudah intervensi pada kelompok intervensi adalah 4,47 dengan nilai standar devisiasi 0,516. Sedangkan rata Ae rata dalam kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan memiliki nilai rata rata 1,93 dengan standar devisiasi 0,884. Std. Deviation 0,516 0,884 Berdasarkan analisis tersebut pada kelompok intervensi didapatkan hasil nilai Sig. 001 < 0. 05 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat perbedaan pemberian intervensi pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Aryani dkk . yang diberikan pijat bayi dengan VCO (Virgin coconut oi. memiliki kualitas tidur buruk yaitu sebanyak 11 responden . ,8%), setelah diberikan tindakan pijat bayi dengan VCO (Virgin coconut oi. , dapat disimpulkan terjadi peningkatan kualitas tidur yaitu sebanyak 14 responden . ,5%) memiliki kualitas tidur baik. Didukung oleh Febriyanti dkk . , bahwa stimulasi pijat dilakukan keluar pada bayi akan merangsang sekresi beta endorphin hormon. Hormon ini adalah hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Sebuah penelitian mengatakan bahwa bayi yang rutin melakukan terapi sentuhan . akan cenderung berkembang sesuai dengan usia mereka. Respon ibu dan bayi saat itu pijat akan membuat bayi belajar dengan bahasa isyarat dilakukan oleh ibu selama proses pemijatan. Nasuition dkk . penelitiannya mengatakan bayi tertidur lelap setelah dipijat karena melalui pemijatan dan Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 247 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index gelombang otak dapat mengubah. Perubahan ini terjadi dengan penurunan gelombang alpha dan peningkatan gelombang beta dan EEG (Electroencephalograph. Pengaruh kualitas tidur bayi dilihat dari perbedaan nilai ratarata sebelum dan sesudah pijat. Rerata nilai kualitas tidur bayi sebelum dipijat adalah 4,3235 dan setelah dipijat rerata 5,3382. Ini berarti bayi setelah dipijat mengalami peningkatan kualitas tidur. Hasil penelitian lain oleh Nurjanah et , . menunjukkan bahwa responden sebanyak 30 bayi dengan kualitas tidur kurang sebelum dilakukan pijat bayi dengan minyak essensial mawar. Sedangkan setelah dilakukan pijat bayi dengan minyak essensial mawar, bayi usia 3-6 bulan dengan kualitas tidur kurang tidak ada . %), kemudian sebanyak 5 bayi . ,7%) dengan kualitas tidur cukup, dan sebanyak 25 bayi . ,3%) dengan kualitas tidur baik. Adanya pengaruh yang kuat dari pijat bayi dengan minyak essensial mawar yang diberikan kepada responden akan dapat bermanfaat untuk relaksasi, sebab pijat bayi dengan minyak essensial mawar memberi efek menenangkan serta merilekskan otot, sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur pada bayi sesuai kebutuhan demi mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang Peningkatan kualitas tidur pada bayi dikarenakan adanya peningkatan kadar sekresi serotonin yang dihasilkan dari Serotonin merupakan zat pembentukan tidur dengan menekan aktivitas sistem pengaktivasi retikularis maupun aktivitas otak lainnya, serotonin yang disintesis dari asam amino triptrophan akan diubah menjadi 5- hidroksitriptophan . HTP) N-asetil serotonin yang pada akhirnya berubah JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 menjadi melatonin. Pemijatan dapat merangsang keluarnya hormon tidur . , dimana dengan hormon tersebut yang akan membuat kualitas tidur bayi baik (Fitria, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Anggraini et al. , . yang mengatakan ada peningkatan kualitas tidur pada bayi yang sudah diberikan pijat bayi, dengan data- data sebelum pemijatan yaitu dari 30 bayi yang diberikan pijat bayi, awalnya paling banyak dengan kualitas tidur buruk yaitu sebanyak 20 bayi . %), kualitas tidur sedang 6 bayi . %), dan paling sedikit dengan kualitas tidur baik yaitu 4 bayi . %). Kemudian setelah diberikan pijat bayi, terdapat paling banyak dengan kualitas tidur baik yaitu 18 bayi . %), kualitas tidur cukup yaitu 9 bayi . %), dan paling sedikit kualitas tidur buruk yaitu hanya 3 bayi . %). Hal ini dikarenakan kualitas tidur bayi akan semakin baik setelah diberikan pijat bayi secara teratur, dengan memijat bayi secara teratur dapat meningkatkan kualitas tidur tidur bayi. Jadi bayi yang mengalami gangguan tidur seharusnya diberikan pijat bayi secara teratur agar tidak mengalami gangguan tidur. Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Pada Kelompok Intervensi Dan Kelompok Kontrol Berdasarkaan hasil uji Mann Whithney pada table 4 didapatkan nilai ratarata pada kelompok intervensi sebesar 4,47 dan pada kelompok kontrol 1. Terdapat perbedaan yang signifikan dari 2 kelompok tersebut yaitu sebesar 2,54. Dengan nilai pValue 0,001<=0,05 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat disimpulkan terdapat ada pengaruh yang signifikan dari pemberian intervensi pijat Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 248 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 312 bulan di Klinik wilayah kota Bogor. Pijat bayi memiliki manfaat yang sangat positif meliputi meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat bayi tidur Berdasarkan hasil penelitian kuantitas tidur seluruh responden sesudah dilakukan Peningkatan kuantitas tidur pada bayi yang diberi pemijatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan kadar sekresi serotonin yang dihasilkan pada saat pemijatan. serotonin merupakan zat transmitter utama yang menyertai pembentukan tidur. Pada saat pemijatan juga mengeluarkan Melatonin yang mempunyai peran dalam tidur dan membuat tidur lebih lama dan lelap pada saat malam hari, karena melatonin lebih banyak diproduksi pada keadaan gelap saat cahaya yang masuk ke mata berkurang (Akib dan Merina, 2. Hasil penelitian Safitri et al. , . menunjukkan hasil kualitas tidur bayi sesudah dilakukan pijat bayi sebagian besar dalam kategori kualitas tidur baik, yaitu sebanyak 80% responden dalam kategori kualitas tidur baik, sebanyak 20% responden dalam kategori kualitas tidur cukup dan dalam kategori kualitas tidur kurang sebanyak 0%. Responden yang mengalami kualitas tidur dalam kategori kualitas tidur kurang dan cukup mengalami peningkatan kualitas tidur menjadi kualitas tidur baik dan cukup. Hasil penelitian ini sejalan dengan Aryani et al. , . terdapat perbedaan yang signifikan kualitas tidur bayi usia 3-10 bulan sebelum dan setelah diberikan baby massage dengan VCO . irgin coconut oi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh baby massage dengan menggunakan VCO . irgin coconut oi. terhadap kualitas tidur bayi usia 3-10 bulan JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 di Posyandu Balita Desa Pabelan. Kartasura. Sukoharjo. Hasil penelitian oleh Sukmawati et , . menunjukkan hasil pijat bayi efektif dalam meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Dengan hasil menunjukkan bayi yang mengalami peningkatan kualitas tidur sebanyak 19 responden, yang mengalami penurunan kualitas tidur 1 responden sedangkan yang tidak mengalami perubahan sebanyak 10 Sukmawati et al. , . mengatakan ada efek pijat bayi pada peningkatan kualitas tidur pada bayi. Pijat bayi juga meningkatkan penyesuaian ritme sirkadian dalam tidur bayi ke periode nokturnal pada bayi cukup Hasil penelitian oleh Rismawati et , . menunjukkan hasil penelitian diperoleh nilai asymp sig . Ae taile. 0,000 . urang dari nilai = 0,. sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Kassi-kassi Makassar. Pemijatan akan merangsang peredaran darah dan menambah energi karena oksigen lebih banyak dikirim ke otak dan ke seluruh Peningkatan kualitas tidur pada bayi yang diberi pemijatan tersebut disebabkan oleha danya peningkatan kadar sekresi serotonin yang dihasilkan pada saat Hasil penelitian yang sama dan sejalan oleh Suryati et al. , . yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pemberian tindakan pijat bayi usia 3-10 bulan. Kualitas tidur yang meningkat setelah diberikan terapi pijat bayi dikarenakan adanya rangsangan/stimulus yang diberikan oleh orangtua, serta pengaturan lingkungan sekitar kamar tidur yang baik. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 2 Maret 2023 | 249 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian di Klinik wilayah kota Bogor peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut : Karakteristik bayi pada kelompok intervensi mayoritas bayi usia 10-12 bulan sebanyak 40%, mayoritas bayi berjenis kelamin perempuan sebanyak 53,3%, dan pada kelompok kontrol didapatkan hasil karakteristik bayi usia 6-9 bulan sebanyak 46,7%, mayoritas bayi berjenis kelamin laki-laki sebanyak 46,7%. Nilai perbedaan rata Ae rata kualitas tidur bayi sebelum diberikan intervensi pijat bayi kelompok intervensi sebesar 1,80 dan kelompok kontrol sebesar 1,67 sedangkan Nilai rata Ae rata kualitas tidur bayi sesudah diberikan intervensi pijat bayi kelompok intervensi sebesar pada kelompok intervensi sebesar 4,47 dan kelompok kontrol sebesar 1,93. Adanya efektifitas pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan di Klinik Rumah Ratu dengan nilai selisih mean 2,54 dan didapatkan nilai p Value 0. Peneliti menyarankan bagi Institusi Pendidikan pada hasil penelitian ini dapat menambah kualitas, wawasan dan sebagai aplikasi dari ilmu pengetahuan yang telah dipelajari dalam pendidikan kebidanan, terutama dalam bidang ilmu asuhan kebidanan komplementer dari massage baby. Penelitian ini juga diharapkan menjadi bagian dari landasan dalam pengembangan evidence based dalam ilmu kebidanan Bagi Tenaga Kesehatan, peneliti promosi dan edukasi tentang pijat bayi JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 kepada masyarakat khususnya orang tua untuk meningkatkan kualitas tidur bayi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan demonstrasi dan pemberian leaflet melalui posyandu-posyandu oleh petugas Kesehatan atau melalui media social. Dan bagi Masyarakat peneliti menyarakan untuk dapat melaksanakan pemijatan pada bayi dengan teratur minimal satu bulan sekali sehingga kebutuhan tidur bayi terpenuhi, sehingga bayi dapat tumbuh dan berkembang sesuai KEPUSTAKAAN