Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia 1Magister Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 2Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta *Korespondensi: Agung Kristanto Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Ahmad Dahlan. Jl. Prof. Soepomo Sh, warungboto. Kec. Umbulharjo. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta 55164 E-mail: kristanto@ie. DOI: https://doi. 70304/jmsi. Copyright @ 2025. Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia E-ISSN: 2828-1381 P-ISSN: 2828-738X Abstrak Postur tubuh dapat diartikan sebagai posisi tubuh seseorang dengan menahan tubuh yang baik dan benar saat berdiri dan duduk, supaya postur tubuh tetap aman dan tidak ada gangguan pada aktifitas sehari-hari maupun pada produksi. Pada sebuah industri yang masih menggunakan aktivitas fisik atau pemindahan barang dari tempat satu ketempat yang lainnya secara manual, maka pekerja diharuskan mempunyai kekuatan pada tulang dan otot yang lebih kuat dari biasanya, apabila tidak secara ergonomis maka akan menyebabkan gangguan pada postur tubuh pekerja. Penulisan literature Review ini bertujuan untuk mengetahui postur tubuh pekerja dengan menggunakan metode REBA. Pada pengkajian ini dilakukan analisa atau pendekatan dengan cara melakukan studi Dengan mencari dari platfom Database seperti Google scholar. Garudan dan PubMed. Pada studi ini mempunyai kriteria yaitu, inklusi dan Pada studi literature ini didapatkan artikel dari database yang sudah di telaah sesuai dengan kriteria inklusi dan esklusi didapatkan sebanyak 15 artikel yang sesuai dengan analisa pada artikel Literature Review ini. Evaluasi pada postur tubuh di industri ini, karyawan masih menggunakna fisiknya untuk melakukan aktivitas seperti pengangkatan barang, pemindahan sehingga dapat menyebabkan risiko kecelakaan kerja. Pada studi literature ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu dapat memberikan posisi tubuh kerja pada karyawan secara ergonomi, sedangkan kekurangannya yaitu susah mengambil gambar pada responden untuk pengukuran postur kerja. Kata Kunci: Evaluasi Postur Kerja. Industri. Rapid Entire Body Assessment Abstract Posture can be defined as a person's body position by maintaining a good and correct body when standing and sitting, so that the posture remains safe and does not interfere with daily activities or production. In industries that still use physical activity or move goods from one place to another manually, workers are required to have stronger bone and muscle strength than usual, if not ergonomic it will cause disturbances in the worker's posture. Purpose: The purpose of writing this literature review is to determine the posture of workers using the REBA method. In this study, an analysis or approach was carried out by conducting a literature study. By searching from database platforms such as Google scholar. Garuda and PubMed. In this study there are criteria, namely inclusion and exclusion. In this literature study, articles were obtained from databases that have been reviewed according to the inclusion and exclusion criteria, 15 articles were obtained that match the analysis in this Literature Review article. Evaluation of posture in this industry, employees still use their physical strength to carry out activities such as lifting goods, moving so that it can cause a risk of work accidents. This literature study has advantages and disadvantages. The advantage is that it allows employees to position their bodies ergonomically, while the disadvantage is the difficulty of photographing respondents for posture measurements. Keywords: Work Posture Evaluation. Industry. Rapid Entire Body Assessment Pendahuluan Postur tubuh pada pekerja adalah salah satu dalam situasi ergonomi, ergonomi ini juga dapat diartikan sebgai ilmu yang mengkombinasikan manusia sebagai alat bekerja serta lingkungan kerja yang nyaman, menurut . Hal ini didukung pada penelitian sebelumya, menjelaskan bahwa ergonomi ini diartikan sebagai aturan dan kerja. Ergonomi ini sangat mempengaruhi tuntutan tugas yang dikerjakan. Pada kemampuan manusia ini juga dapat berdampak pada psikologi, fisiologi dan akan berdampak pada karakteristik tugas yang dilaksanakan serta berbgai penyakit apabila tidak bekerja dengan ergonomi seperti penyakit akibat kerja, kecelakaan, dan ketidak puasan dalam meinimalisir suatu pekerjaan . Pada postur tubuh pekerja itu sangat penting untuk aktivitas pekerjaan yang menjadi efektivitas, apabila pada pekerja yang tidak membenarkan postur tubuh secara ergonomis maka akan menimbulkan rasa kelelahan. Kelelahan pada para pekerja ini juga dapat mengakibatkan penurunan kualitas hasil kerja. Aktivitas kerja di industri ini juga seringkali menuntut pekerja mekukan gerakan yang berulang, mengangkat beban, membungkuk, mempertahankan postur tidak ergonomis dalam waktu yang lama. Pada klasifikasi dari postur tubuh bekerja diantaranya: duduk yang terlalu lama yang menyebabkan musculoskeletal pada bagian punggung, berdiri yang menyebabkan kelelahan dalam menompang tubuh ataupun barang bahkan dapat menimbulkan rasa nyeri, yang terakhir ada beban, postur tubuh pada beban yang terlalu berat akan menyebabkan fraktur . atah tulan. pada bagian punggung bahkan bagian kaki ataupun tangan . Penilaian menggunakan metode REBA ini tidak perlu menggunakan waktu lama hanya saja ada beberapa kekurangan pada penggunaan metode REBA ini salah satunya adalah pada postur tubuh pekerja yang tidak ergonomis maka pengukuran akan terganggu. Adapun pada penilaian risiko ini menggunakan salah satu metode yang banyak digunakan yaitu REBA. Metode ini menilai risiko dari berbagai pada bagian tubuh secara keseluruhan sepeti punggung, leher, lengan, pergelangan dan kaki dengan mempertimbangkan beban kerja dan gaya frekuensi Pada metode ini untuk pengambilan gambar menggunakan foto gambar dengan kamera yang disesuaikan dengan posisi pekerja . Metode REBA ini juga dapat memberikan system penilaian yang efektif terhadap otot bahkan tulang secara postur tubuh yang tetap, dinamis dan perubahan yang tidak labil serta dapat memberikan tindakan yang terindikasi darurat . Sehingga dari kesimpulan pendahuluan diatas dapat dirangkum bahwa masih banyak pekerja yang belum melakukan kegiatan kerja dengan menggunakan postur tubuh yang baik pada pekerja secara ergonomis, atau belum adanya dukungan pada manjemen industri tersebut unuk membantu melakukan pelatihan atau pembenaran pada posisi tubuh pekerja, maka pada literature review ini akan membahas pada evaluasi postur kerja di industri menggunakan metode REBA, yang bertujuan untuk memberikan perubahan pada postur kerja karyawan di Metode Pada kajian ini digunakan studi saat ini dengan pendekatan menggunakan literature review, dimana pada literature ini dapat menghasilakn bukti bahkan evaluasi pada suatu kegiatan dengan ringkas dan dapat dipilih sebagai acuan, laporan pada studi kali ini disesuakan dengan klasifikasinya seperti open access dan full text. Sedangkan pada kriteria eksklusi paper pada studi ini tidak bisa terbaca penuh, artikel tidak relevan dengan kata kunci pencarian. Adapun kata kunci yang digunakan untuk mencari artikel ini adalah Beban kerja. Kelelahan dan Kesehatan dan keselematan kerja (K. pada Karyawan. Dengan mencari sumber-sumber artikel memalui platform Google Scholar . PubMed . dan Garuda . Kemudian artikel tersebut di telaah dan di observasi sesuai dengan kata kunci dan kriteria inklusi dan eksklusinya. Identifikasi topik permasalahan Mencari artikel pendukung Menganalisa artikel dengan judul Pembacaan artikel pendukung Postur Tubuh. Ergonomi dan Rapid Entire Body Assessmen (REBA) Gambar 1. Identifikasi Studi Melalui Database Setelah dilakukan pencarian dan penyaringan pada artikel ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pada studi literature ini mengambil data primer dan sekunder pada artikel yang akan menjadi acuan pada studi ini. Pada studi literature ini, pencarian artikel menggunakan Batasan waktu 10 tahun terakhir dari tahun . berguna untuk relevansi acuan hasil, artikel yang terpilih kemudian dapat dijadkan acuan pada literature review ini. Studi ini menggunakan desain penelitian cross sectional yang spesifik membahas pada evaluasi postur kerja, industri dengan menggunakan metode REBA. Kemudian pada perhitungan metode REBA ini dapat menganalisa pada bagian seluruh tubuh pekerja, pada metode ini penilaian akan memberikan skor antar risiko. Apabila pada hasil ini didapatkan dengan skor tinggi maka akan mendapatkan hasil ataupun masalah yang besar pada aktivitas pekerjaan maupun diri sendiri. Dibawah ini adalah contih lembar penggunaan metode REBA untuk menganalisis bagian tubuh manusia: Sumber: Lembar kerja asli penilaian seluruh tubuh cepat REBA . Gambar 2. Lembar Kerja Asli Penilaian Gambar 1 merupakan formulir dari metode REBA yang diambil dari Lembar Kerja Asli Dikembangkan oleh Dr. Alan Hedge. Berdasarkan Catatan Teknis: Penilaian Seluruh Tubuh Cepat (REBA). Hignett. McAtamney. Applied Ergonomics 31 . Langkah pada pehitungan penentuan sekor REBA dibagi menjadi 3 group, yaitu group A yang terhitung pada bagian tubuh leher, batang tubuh atau punggung, dan kaki, group B perhitungan pada lengan atas, lengan bawah dan pergelangan tangan, sehingga setelah didapatkan hasil maka skor tersebut dimasukan ke tahap group C tahap selanjutnya group C akan melakukan perhitungan yang dimulai pada kategori tindakannya . Dari hasil perhitungan tersebut kita mengetahui apakah ada kesalahan pada postur kerja atau tidak. Screening Identification Hasil Penggunaan data online, artikel digunakan berasarkan kriteria kata kunci PubMed = 214 Garuda = 317 Google Scholar = 324 Penyaringan artikel berdasarkan kriteria inklusi literature tahun 20152025 Artikel yang didapat 60 artikel Artikel full test dan open access secara menyeluruh Artikel yang sudah disaring sesuai kriteria inklusi: artikel open access, full penelitian cross sectional dan case control, dan penjelasan jelas dengan hasil temuan penelitian. Artikel yang memenuhi syarat sebanyak 16 artikel Include Artikel yang telah terskrining sebanyak 100 artikel Kriteria Ekslusi: Tidak relevan dengan pencarian . Teks tidak lengkap dan tidak . Paper tidak bisa terbaca full 16 Artikel Gambar 3. Alur Penyaringan Artikel Berdasarkan hasil artikel yang sudah didapatkan dengan menggunakan metode kuantitatif, didaapatkan total keseluruhan jurnal yang diambil rata-rata menggunakan Bahasa Inggris dicari menggunakan platfom Database seperti Google Scholar . PubMed . dan Garuda . , artikel yang sudah dicari dan ditelaah berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, pada proses penyaringan sebanyak 100 artikel berhasil didapatkan melalui pencarian pada data base berupa Google Scholar. Pubmed dan Garuda, dengan menggunakan kata kunci Berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang cocok sehingga didapatkan hasil dengan sesuai kriteria inklusi open access, full text dan eksklusi artikel yang tidak open access dan tidak full text, serta dari jurnal yang rangkap ketika di download maka didapatkan hasil 16 artikel yang sesuai dengan pencarian kata kunci. Namun pada studi artikel ilmiah sebelumnya banyak sekali yang megeluh mengenai penggunaan metode pada REBA karena banyak kekurangan pada REBA sehingga terkendala waktu penyelesaian pada studi literature Pada artikel imiah yang didapatkan banyak sekali studi-studi dari berbagai macam daerah yang berada di Indonesia. Dibawah ini adalah tabel mencari asrtikel-artikel yang sesuai dengan kata kunci bahkan kriteria inklusi dan eksklusi, lebih detail nya akan dipaparakan pada kolom dibawah ini. Seluruh artikel yang sudah dianalisis rata-rata menggunakan desain penelitian case control, jurnal yang sudah sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi ini bisa menjadi acuan bagi studi literature ini, didapatkan hasil sebanyak 16 jurnal dengan menggunakan kata kunci postur tubuh, industri dan REBA. Sehingga proses ini digambarkan secara sistematis dalam alur, seperti terlihat pada gambar 3. Berdasarkan artikel yang sudah dilakukan penyaringan dan sesuai dengan kriteria baik inklusi maupun eksklusi didapatkan hasil artikel sebanyak 16 artikel, artikel pada studi ini di awal pencarian menggunakan platfom Google Scholar. PubMed dan Garuda sesuai dengan kata kunci Postur kerja. Industri dan REBA dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Setelah dilakukan pencarian berdasarkan kriteria inklusi dengan ful text dan open access dengan menggunakan pendekatan penelitian cross sectional, dan dari banyak nya artikel yang sudah dilakukan penyaringan didapatkan hasil akhir sebesar 16 artikel sebagai bahan acuan pada studi literature ini (Gambar. Sebanyak 16 artikel yang sudah disaring, dan bisa menjadi acuan pada studi literature ini. Adapun artikel yang sudah sesuai dengan kata kunci bahkan kriteria inklusi dan eksklusi diantaranya: Tabel 1. Artikel yang ditinjau Lokasi Penelitian Relevansi Kualitas Tinggi Sedang No. Penelitian Metode Sampel Pratiwi et al. Cross 2 pekerja Malang. Jawa Timur Rahmawati & Anggraini, 2024 . Cross 4 pekerja Yogyakarta Tinggi Hasil pengukuran, skor rata-rata yang didapatkan adalah 10 yang bearti memiliki risiko tinggi sehingga diperlukan investigasi dan implementasi perubahan. Kusuma et , 2024 . Cross Sumatra Utara Tinggi Hasil Hasil perhitungan dari REBA aktivitas dengan level resiko sangat tinggi Hasil Hasil analisis postur tubuh pada posisi kerja dengan menggunakan metode REBA yang telah dinilai dengan nilai dengan skor 6, sehingga memiliki resiko yang sedang dan memerlukan perbaikan Lokasi Penelitian Relevansi Kualitas Tinggi Tinggi No. Penelitian Metode Sampel Rahmawati 2020 . Cross 1 pada ra motor Yogyakarta Evita Sarvia, 2019 Cross 1 pekerja Bandung. Jawa Barat Rendah Dengan hasil yang sudah didapatkan score perhitungan pada REBA 3-4 yaitu dengan timgkat risiko rendah sampai - Pada penulisan ini untuk mengurangi ingkat risiko cedera pada pekerja dapat diusulkan menggunakan fisik berupa kondisi lapangannya. Pakpahan et , 2016 . Cross 34 siswa Bandung. Jawa Barat Tinggi Pada disimpulkan bahwa tingkat resiko cidera sangat tinggi dan kondisi sangat berbahaya. - Perlu segera ada tindakan yang segera dilakukan dan mengurangi resiko. Untuk digunakan alat bantu car Yazdanirad et al. , 2022 Cross Iran Tinggi Selain itu, ditemukan bahwa metode REBA tingkat risiko - Ada berlebihan sebesar 45% dalam kasus yang dinilai oleh REBA. Hasil Hasil penelitian didapatkan REBA didapatkan skore 8 . ategori level tingg. - Adanya pemeriksaan dan perubahan postur tubuh Ketika pengendara duduk terlalu mundur sekitar 44cm dari ujung sadel motor itu sangat berbahaya. - Kemudian pengendara motor harus memposisikan duduk di depan sekitar 34cm dari ujung sadel, itu termasuk kategori sedang dan lebih Relevansi Kualitas Tinggi Tinggi No. Penelitian Metode Sampel Lokasi Penelitian Destha, 2017 Cross 1 pekerja Boyolali Chaterina & Mahachandr a, 2023 . Cross 3 pekerja Lampung Selatan Sedang Rahayu, 2015 . Cross Bandung. Jawa Barat Sedang Nilai total REBA sebesar 2 artinya tidak perlu adanya perbaikan dan disetiap bagian bernilai 1 yang mempunyai kemungkinan kecil untuk cedera pada bagian terrsebut. Fan et al. Cross Fioterapi China Tinggi Hasil: Sebanyak 224 kasus fisioterapi klinis dicatat dengan tidak ada satu pun kasus yang menunjukkan risiko yang dapat - 49,6% berisiko tinggi - 33% berisiko Fenti et al. Cross 7 orang Pekanbaru Tinggi Hasil berdasarkan pengukuran menggunakan metode REBA, postur kerja yang ada dalam ergonomis tinggi Sulaiman & Sari, 2020 Cross 1 pekerja Medan Tinggi Hasil penelitian awal sebelum perbaikan postur kerja telah menghasilkan postur level 3 dengan tingkatan resiko pada level ini tinggi. Maka sangat perlu dilakukan perbaikan postur kerja untuk mengurangi resiko kerja Hasil Hasil pada perhitungan pada pekerja dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) yang telah dinilai menghasilkan operator mesin binding memiliki risiko musculoskeletal tinggi (Skor REBA . Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor REBA akhir untuk 3 pekerja dengan skor 2 termasuk dalam postur berisiko sedang dan tinggi. - Skor tertinggi didapatkan untuk bagian tubuh leher, punggung, dan kaki. Lokasi Penelitian Relevansi Kualitas Tinggi Tinggi Ae Rendah No. Penelitian Metode Sampel Hasil Hernantya & Azzahra, 2024 . Cross Semarang Khalabi et , 2024 . Cross 3 pekerja Gresik Sedang Hasil pada perhitungan dengan menggunakan metode REBA - Skor 4 perlu adanya mengambil material penuh - Skor 3, tidak perlu adanya perbaikan pada melihat - Skor 4, adanya perlu Akbar, 2023 Cross 3 pekerja Karawang Rendah Dari menggunakan metode REBA didapatkan hasil Yang signifikan diantaranya: - Mendapatkan skor akhir REBA 3 yang artinya skor tersebut tergolong level resiko rendah namun tidak adanya kelelahan pada - Skor akhir REBA 11 kategori level resiko sangat tinggi yang dalam berdampak pada kelelahan yang cukup serius. - skor akhir REBA 5 aktivitas kerjanya pekerja mengalami kelelahan yang sehingga pekerjaan oven dilakukan perbaikan. Pada hasil penelitian ini didapatkan hasil - Kategori tinggi dengan skore 8, sebanyak 3 - Kategori sedang dengan skor 5-6 sebanyak 9 - Kategori rendah dengan skore 3 sebanyak 3 pekerja Berdasarkan hasil telaah pada 16 jurnal yang sudah di seleksi ini maka rata-rata pada penggunaan metode REBA banyak sekali di gunakan akan tetapi banyak faktor kekurangannya seperti pada pekerja yang postur tubuh nya ketika bekerja tidak bisa dilakukan perhitungan dengan keadaan normal sehingga perhitungan di ambil pada sesi foto dan gambar dengan pengambilan gambar harus sejajar dengan pekerjanya. Pembahasan Postur tubuh adalah kegiatan tubuh ketika sedang bekerja, postur tubuh yang salah akan menyebabkan berbagai bahaya dalam bekerja, salah satunya bisa dapat terkena dampak pada tekanan biomekanis apabila pada duduk dan membungkuk yang terlalu lama dapat meningkatkan beban pada tulang belakang, kemudian pada risiko postur statis seperti duduk lama dimana dapat memicu kelelahan pada otot dan akan menyebabkan cedera. Hal ini di dukung pada artikel penelitian dimana Musculoskeletal Disorder (MSD. ini juga menjadi salah satu risiko pada pekerjaan karena disebabkan oleh kesalahan postur tubuh saat bekerja, pada penyakit yang dirasakan pada pekerja ini bukan sebagai tindakan penyakit yang klinis melainkan karena banyak nya kumpulan pada cedera yang sudah dirasakan sehingga menjadi berat . Fenomena yang sering terjadi apabila postur tubuh tidak baik seperti kelamaan duduk pada orang dewasa dapat mengalami nyeri punggung pada otot-otot bisa menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak yang ada, seperti hal nya pada penjabaran artikel sebelumnya ini bahwa penyakit pada keluhan punggung ini akan muncul selama 6 bulan apabila kelamaan duduk dalam jangka waktu 2,5 jam . Pada kinerja karyawan ini perlu di perhatikan pada manajemen industri bahwa postur tubuh perlu diperhatian untuk mengurangi penyakit akibat kerja. Apabila keergonomisan ini tidak diperhatikan maka akan menyebabkan kelelahan, konsentrasi terganggu sehingga menyebabkan terjadinya penyakit akibat kerja. Hal ini didukung juga dengan penelitian sebelumnya dimana penyakit akibat kerja ini muncul karena adanya lingkungan kerja yang tidak ergonomic . Faktor terjadinya penyait akibat kerja ini juga dari kimia, faktor fisika, faktor fisiologis . dan penyakit yang timbul karena faktor biologi. Ergonomi dapat diartikan sebagai kegiatan tubuh, sifat, kemampuan pada manusia yang dilakukan pada suatu pekerjaan, postur tubuh secara ergonomi pada kegiatan maka akan memberikan dampak bahkan manfaat diantaranya seperti biaya pengobatan murah, menurunya angka kesakita, aktivitas pekerjaan tidak terganggu dan dapat menurunkan stress pada tubuh karena posisi tubuh sudah benar, dijelaskan dalam artikel Kusuma et al. , didalam artikel itu dijabarkan bahwa pada postur tubuh yang tidak tepat harus dilakukan pemugaran pada tubuh untuk mengurangi cidera pada otot tubuh . Hal ini didukung dengan penelitian Faudy & Sukanta bahwa pada postur kerja yang tidak ergonomis harus dilakukkan pembenaran untuk menurunkan risiko cedera dan dapat meningkatkan kenyamanan para pekerja . Ergonomi ini dapat menyelesaikan sebuah permasalahan yang berkaitan dengan permasalahan risiko tinggi pada gangguan kerja yang disebabkan oleh kesalahan posisi pada pekerja, pada penjelasan mengenai kemampuan menerapkan informasi karakteristik manusia, kapasitas bahkan karakteristik pada desain pekerjaan yang sudah dirancang oleh inustri itu Hal ini sejalan dengan penelitian Anthony, dimana dijelaskan pada penelitian ini bahwa lingkungan pekerja mampu menyesuaikan dengan keutuhan para pekerja sehingga karyawan dapat bekerja dengan sehat, aman dan efesien tanpa adanya keluhan penyakit yang akan mengganggu pekerjaan atau produktivitas industry . Industri ini adalah sebuah perusahaan yang banyak dilakukan oleh manusia atau masyarakat untuk mencari nafkah atau untuk bertopang hidup. Pada era modern ini banyak sekali industri yang mengharapkan produktivitas kerja yang optimal dan tidak terhambat dari semua karyawannya. Hal ini didukung juga oleh penelitian Faudy & Sukanta sudah di jelaskan bahwa perkembangan ilmu atau era modern ini salah satu penopang faktor ekonomi karyawan dan menjadi salah satu alasan untuk semakin meningkat dan membantu industri pada produktivitasnya dengan beraneka macam cara dalam peneyelesaiannya . Apabila pada karyawan yang tidak melakukan postur tubuh pada kerja ini tidak sesuai maka akan mengakibatkan adanya kesulitan pada penyelesaian prokdutivitas dan tidak sesuai dengan target atau beban kerja yang dituju dan dapat juga menyebabkan kerugian pada perusahaan atau pun industri. Industri ini juga dapat disebut dengan salah satu wadah yang memberikan penghasilan kepada manusia yang membutuhkan kebutuhan pada setiap harinya, hal ini didukung pada penelitian . Pada penelitian inijuga membahas permasalah pada industri biasanya permasalah ini berhubungan dengan faktor internal maupun eksternal pada suatu industri, sehingg pada suatu industri ini sumber daya ataupu karyawan adlaah sebagai salah satu kunci utama pada kegiatan dalam sebuah industri. Pada zaman sekarang industri semakin maju dan semakin bersaing di pasaran sehingga membuat karyawan disuruh atau adanya tekanan produksi semakin ketat, sehingga karyawab dapat menghasilkan produk yang lebih baik dan tidak tertinggal dengan industri di pasaran. Rapid Entire Body Assesment (REBA) adalah sebuah metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomi yang dikembangkan oleh Dr. Sue Hignett dan Dr. Lynn McAtamney yang merupakan peneliti pada ergonomi dari Universitas Notingham. Dijelaskan pada jurnal ergonomi pertama kali pada tahun 2000. Pada metode REBA ini dapat melakukan pengukuran seluruh tubuh secara cepat untuk mengukur postur tubuh seperti leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan kaki . Sehingga pada penggunaan metode REBA ini dapat mengukur bagian tubuh pada karyawan apakah sudah sesuai dengan postur tubuh yang ergonomi atau tidak. Metode REBA ini diartikan sebagai kesalahan pada postur tubuh yang tidak sesuai dengan postur tubuh ketika bekerja, sehingga dilakukan pengukuran pada tubuh dengan melakukanpenilaian sampai dengan hasil skor pada metode REBA. Dapat diartikan apakah ada perbaikan segera, perbaikan saja atau bahkan tidak perlu adanya perbaikan. Hal ini didukung dengan artikel penelitian Pratiwi et al. , dijelaskan bahwa metode REBA dapat digunakan untuk mengukur skor penilaian apabila terdapat nilai dengan skor tinggi maka harus segera dilakukan perbaikan dari pada didapatkan skor rendah . Metode ini dilakukan pada seluruh tubuh dari leher, punggung, kaki, lengan atas, lengan bawah dan pergelangan kaki. Hal ini dibenarkan dengan penelitian Rahmawati & Anggraini dibenarkan pada artikel ini bahwa perhitungan pada metode REBA ini memiliki tahap-tahap dalam pengerjaan pada metode rea ini diantaranya: pengambilan gambar ataupun video yang diukur sejajar dengan responden, pengambilan sudutsudut tubuh, perhitungan skor beban yang diangkat dan risiko pada pengambilan menggunakan metode REBA serta postur tubuh pada aktivitas kerja itu adalah implementasi yang digunakan pada softwere metode REBA . Menurut Akbar et al. , dibahas bahwa pada penggunaan metode REBA ini untuk mengurangi postur tubuh manusia yang tidak ergonomi sehingga dapat mengurangi masa kelelahan, otot punggung bahkan sendi menjadi tegang dan dapat juga mengurangi rasa ketidak nyamanan sehingga bisa menjadi lebih nyaman dalam beraktivitas keseharian pada tubuh manusia . Postur tubuh saat bekerja yang tidak ergonomi atau tidak sesuai dengan posisi tubuh ketika bekerja maka dianggap sebagai penghalang dalam melakukan aktivitas fisik ataupun pada produksi di industri karena dapat mengganggu produktivitas pekerjaan. Sehingga sudah dijabarkan pada artikel diatas yang sudah ditelaah dan menjadi acuan pada studi literature ini didapatkan hasil yang sangat tinggi dan tidak sedikit yang sudah melakukan perubahan pada postur tubuh saat kerja. Pada industri yang tidak emmberikan fasilitas untuk menopang postur tubuh pekerja yang baik maka pekerja akan menimbukkan kecelakaan kerja pada karyawan karena adanya keluhan muskuloskleletal dimana keluhan ini menyebabkan adanya gangguan atau nyeri pada otot yang menyebabkan rasa nyeri ringan hingga berat dan akan menyebabkan gangguan pada pekerja dan produktivitas pada industri. Hal ini didukung dengan penelitian Wahyuniardi & Reyhanandar, pada penelitian ini menjelaskan bahwa penyebab permasalah ergonomi ini lebih banyak terjadi pada karyawan dengan kondisi pekerja yang melakukan pekerjaan berat . Kesimpulan Studi ini pendekatan penelitian menggunakan cross sectional dengan memiliki kekuatan pada artikel sebanyak 16 artikel yang sudah dianalisis dari berbagai macam daerah bahkan negara yang memberikan acuan yang kuat dan hasil yang beragam pada studi literature ini dengan menggunakan kata kunci postur tubuh, industri dan metode REBA. Pada penggunaan metode REBA ini menutupi kekurangan pada penggunaannya sehingga ketika sudah mulai proses dan hasil nya sudah ada maka dapat dilakukan suatu perubahan perlahan pada postur tubuh yang baik dan ergonomi untuk mengurangi permasalahan pada tubuh. Analisis artikel ini banyak sekai variabel-variabel yang di temui sehingga mudah untuk mengaplikasikan pada perhitungan reba. Sehingga bahaya pada postur tubuh yang tidak ergonomi harus diminimalisasi untuk meningkatkan pekerjaan dan efesiensi pada peningkatan nilai-nlai manusia. Banyaknya penyakit yang disebabkan postur tubuh tidak ergonomi itu adalah musculoskeletal sehingga untuk mengidentifikasi atau adanya suatu perubahan pada manusia itu dilakukannya dengan pengecekan menggunakan metode REBA, sehingga apabila hasil yang tinggi itu harus dilakukan perubahan dan adanya kerja sama dengan industri untuk melakukan edukasi dan perubahan pada postur tubuh ketika sedang bekerja. Tantangan kedepannya adalah menciptakan suasana Atau mendesain ruangan dan peralatan yang ergonomi sehingga tujuan keselamatan dan kesehatan kerja dapat menunjang postur tubuh secara ergonomi dan produktifitas dapat di capai tanpa adanya suatu masalah bahkan hambatan. Saran Berdasarkan hasil studi ini diharapkan industri melibatkan pekerja untuk mendemonstrasikan postur alami untuk mengetahui apakah adanya suatu perubahan atau tidak. Sehingga dapat dilakukan pengaplikasian pada proses kerja sehari-hari untuk mengurangi gangguan pada postur tubuh atau adanya pelatiha pada karyawan yang disarankan oleh perusahaan untuk melakukan perbaikan postur tubuh sesuai ergonomi secara berkala. Daftar Pustaka