Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 P-ISSN: 2963-8755. E-ISSN: 2963-2684 JUMANDIK. Vol. No. September-Desember 2025 . A2022 Lembaga Aspirasi Pendidikan. Penelitian dan Pengabdian Putra Bangsa (LAP4B) PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT GUDANG GARAM TBK PERIODE 2016 Ae 2023 Sania Afrianti1*. Eni Puji Astuti2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang . saniaafrianti02@gmail. *Korespondensi Penulis Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return on Assets (ROA) pada PT Gudang Garam Tbk selama periode 2016-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk yang telah dipublikasikan di situs resmi https://w. Penelitian ini mengambil 8 sampel data dari laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk periode 2016-2023. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka serta pengambilan data langsung dari sumber yang tersedia. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian pada uji statistik menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi klasik, di mana data terdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas, heteroskedastisitas, maupun autokorelasi. Dari analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan Y = -78,117 0,203 X1 0,862 X2 e. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel CR dan DER secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Selain itu, uji F menunjukkan bahwa secara simultan CR dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Koefisien Korelasi (R) diperoleh 0,768 yang artinya tingkat hubungan CR dan DER terhadap ROA dinyatakan kuat. Koefisien determinasi (R Squar. yang diperoleh adalah sebesar 0,590 atau 59%. Artinya, variabel CR dan DER memberikan kontribusi pengaruh sebesar 59% terhadap ROA, sedangkan sisanya, sebesar 41%, dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian Kata Kunci: Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Assets (ROA). Abstract This research aims to analyze the influence of the Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) on Return on Assets (ROA) at PT Gudang Garam Tbk during the 2016-2023 period. The data used is secondary data sourced from the financial reports of PT Gudang Garam tbk which have been published on the official website https://w. This research took 8 data samples from the financial reports of PT Gudang Garam Tbk for the 2016-2023 period. This research method is descriptive with a quantitative approach. Data collection techniques were carried out through literature studies and collecting data directly from available sources. The data obtained is then processed and analyzed systematically to produce conclusions. The results of statistical tests show that the data meets classical assumptions, where the data is normally distributed, there is no multicollinearity, heteroscedasticity or autocorrelation. From the multiple linear regression analysis, the equation Y = -78. 203 X1 0. 862 X2 e. The t test results show that the CR and DER variables partially have a significant influence on ROA. Apart from that, the F test shows that simultaneously CR and DER have no significant effect on ROA. The Correlation Coefficient (R) was obtained at 0. 768, which means that the level of relationship between CR and DER and ROA is declared strong. The coefficient of determination (R Squar. obtained was 0. 590 or 59%. This means that the CR and DER variables contribute an influence of 59% to ROA, while the remaining 41% is influenced by other variables outside this research. Keywords: Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER). Return On Assets (ROA). https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 PENDAHULUAN Produk tembakau di konsumsi hampir seluruh negara di dunia, meskipun terdapat tren penurunan konsumsi di beberapa negara maju. Konsumsi rokok global diprediksi akan terus meningkat di negara-negara berkembang, terutama di Afrika dan Asia. Dampak industri rokok terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan. Merokok merupakan penyebab utama kematian yang dapat dicegah, dengan lebih dari 8 juta kematian per tahun. Industri rokok juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan ekonomi. PT Gudang Garam Tbk juga menghadapi tantangan setiap tahunnya seperti penurunan laba bersih dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh peningkatan beban operasional dan persaingan ketat dalam industri tembakau. Pemerintah Indonesia juga secara berkala menaikkan tarif cukai rokok sebagai bagian dari kebijakan kesehatan dan upaya peningkatan penerimaan negara. Dampak kenaikan cukai ini memengaruhi harga jual produk dan daya beli konsumen, sehingga menekan volume penjualan. Perkembangan keuangan suatu perusahaan dari waktu ke waktu dapat dilihat melalui analisis laporan keuangan, yang merupakan hasil akhir dari proses keuangan dalam satu periode tertentu. Laporan keuangan ini merupakan hasil pengumpulan data keuangan yang disajikan dalam bentuk Analisis laporan keuangan adalah salah satu metode untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan selama beberapa periode. Setiap perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan melaporkan laporan keuangannya dalam periode tertentu. Laporan ini kemudian dianalisis untuk mengetahui kondisi dan posisi keuangan perusahaan. Rasio keuangan mempengaruhi profitabilitas perusahaan, yang merupakan pertimbangan utama bagi investor dalam menanamkan dana mereka. Tujuan utama investor adalah memperoleh keuntungan atau tingkat pengembalian investasi yang optimal. Investor mengharapkan manajemen perusahaan dapat mengelola laba dengan baik untuk kepuasan investor dan kelangsungan perusahaan. Salah satu komponen terkait kondisi internal perusahaan adalah kinerja perusahaan, yang mencakup rasio likuiditas, rasio solvabilitas , dan rasio profitabilitas. Tujuan dari analisis ini adalah untuk melihat perkembangan perusahaan dalam jangka waktu tertentu, baik penurunan maupun peningkatan, serta mencari faktor penyebab dari perubahan tersebut. Profitabilitas sangat penting bagi perusahaan karena menjadi salah satu dasar penilaian kondisi keuangan perusahaan. Tingkat profitabilitas menunjukkan perbandingan antara laba dengan aset atau modal yang digunakan untuk menghasilkan laba. Perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik tentu harus memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Untuk mengukur tingkat profitabilitas perusahaan, terdapat beberapa rasio yang dapat digunakan, salah satunya adalah Return On Asset (ROA). ROA menunjukkan kinerja perusahaan berdasarkan bagaimana aset yang dimiliki digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Rasio ini mencerminkan hasil dari pemanfaatan aset perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Secara umum, tujuan utama aset perusahaan adalah untuk menciptakan pendapatan dan, pada akhirnya, menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Menurut Kasmir . Return on Assets merupakan rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aset yang digunakan dalam perusahaan. Return On Asset sebagai indikator dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh atau mengasilkan laba atas jumlah asset yang dimiliki oleh unit usaha tersebut. Return On Asset dapat mengukur kinerja dan seberapa efektif rasio ini mengukur perusahaan dalam memanfaatkan sumber ekonomi yang ada untuk menghasilkan laba. Nilai Return On Asset yang meningkat adalah kondisi yang baik untuk perusahaan, karena pada nilai Return On Asset yang meningkat perusahaan akan mendapatkan laba dengan nilai yang cukup tinggi dan posisi perusahaan dalam kondisi yang cukup baik. Adapun yang dapat mempengaruhi Return On Aset perusahaan diantaranya adalah Current Ratio(CR). Total Aset Turnover (TATO). Debt To Equity Ratio (DER). Debt Ratio (DR). Net Profit Margin (NPM), pertumbuhan penjualan dan ukuran Menurut Kasmir . Current ratio atau rasio lancar adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar. Dalam mengetahui nilai likuiditas suatu perusahaan, maka dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar yang disebut dengan Current Ratio (CR). Dimana CR yang menurun dapat memperlihatkan bahwa kondisi perusahaan sedang dalam keadaan yang kurang Maka nilai untuk CR yang baik adalah nilai CR yang meningkat setiap tahunnya, dikarenakan nilai CR yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan mampu membayar hutang jangka pendeknya dan bila perusahaan dapat membayar hutangnya dengan lancar maka operasional pada perusahaan akan https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 berjalan dengan lancar. Operasional yang lancar akan membuat perusahaan memiliki laba yang cukup tinggi dan akan meningkatkan nilai. ROA yang menandakan bahwa perusahaan sedang dalam kondisi yang cukup baik. Rasio solvabilitas . everage rati. digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh hutang, yaitu seberapa besar beban hutang yang harus ditanggung perusahaan dibandingkan dengan Secara umum, rasio ini juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi semua kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, jika perusahaan Perusahaan dengan rasio solvabilitas yang tinggi menghadapi risiko kerugian yang lebih besar, tetapi juga memiliki peluang untuk mendapatkan laba yang lebih tinggi. Sebaliknya, perusahaan dengan rasio solvabilitas yang lebih rendah menghadapi risiko kerugian yang lebih kecil, terutama dalam kondisi ekonomi yang menurun. Dampak ini juga mengakibatkan rendahnya tingkat hasil pengembalian . pada saat perekonomian tinggi. Rasio solvabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Debt to Equity Ratio. Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang mengukur perbandingan antara utang dengan ekuitas. Rasio ini dihitung dengan membandingkan total utang, termasuk utang lancar, dengan seluruh ekuitas perusahaan. Tujuan rasio ini adalah untuk mengetahui berapa besar modal sendiri yang digunakan sebagai jaminan hutang. Jika rasio ini meningkat, hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak dibiayai oleh kreditor daripada sumber keuangan internal, yang dapat menjadi tren berisiko. Pemberi pinjaman dan investor cenderung lebih menyukai Debt to Equity Ratio yang rendah karena lebih melindungi kepentingan mereka jika terjadi penurunan kinerja bisnis. Perusahaan dengan Debt to Equity Ratio yang tinggi mungkin akan kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal melalui pinjaman dari pihak eksternal. Menurut Hery . Debt to Equity Ratio merupakan suatu rasio yang dijadikan sebagai gambaran untuk menilai modal yang bersumber dari utang perusahaan dan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dana yang disediakan oleh kreditor kepada perusahaan. Rasio ini menjadi salah satu indikator penting dalam menganalisis struktur permodalan perusahaan karena memberikan informasi mengenai tingkat ketergantungan perusahaan terhadap pendanaan eksternal. Semakin tinggi nilai DER, maka semakin besar pula risiko finansial yang dihadapi perusahaan, terutama dalam hal kemampuan membayar kewajiban jangka panjang. Sebaliknya. DER yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan memiliki struktur modal yang lebih sehat dengan dominasi modal sendiri dibandingkan utang, sehingga risiko kebangkrutan menjadi lebih rendah dan kepercayaan investor serta kreditor terhadap perusahaan akan meningkat. Berdasarkan laporan tahunan yang dipublikasikan oleh PT. Gudang Garam Tbk, hasil yang dicapai setiap tahunnya selalu mengalami perubahan, baik peningkatan maupun Terdapat banyak indikator rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan. Namun, dalam penelitian ini, yang akan diuji adalah Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER), serta Return on Assets (ROA). Pemilihan ketiga rasio ini didasarkan pada pertimbangan bahwa CR dapat menggambarkan kemampuan likuiditas perusahaan. DER menunjukkan struktur permodalan dan tingkat solvabilitas, sedangkan ROA mencerminkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. Berikut adalah tabel data perkembangan CR. DER dan ROA yang menjadi fokus analisis dalam penelitian ini. Tabel 1 Perkembangan CR. DER dan ROA PT Gudang Garam Tbk Periode 2016 Ae 2023 CR (%) DER (%) ROA (%) Tahun 193,78 193,55 205,64 206,19 https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 Tahun CR (%) 291,22 DER (%) ROA (%) 209,07 190,36 183,21 Sumber : Laporan Keuangan Gudang Garam Tbk Gambar 1 Grafik Perkembangan CR. DER, dan ROA PT Gudang Garam Tbk Periode 2016-2023 Grafik perkembangan CR. DER. ROA 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 DER ROA Sumber : Laporan Keuangan Gudang Garam Tbk Dari perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa "current ratio" pada awal periode penelitian yaitu 2016 menunjukkan tingkat Current Ratio sebesar 193,78% pada tahun 2017 current ratio stabil di 193,55%. Lalu pada tahun 2018 mengalami kenaikan diangka 205,64% dan pada tahun 2019 naik lagi menjadi 206,19%, lalu pada tahun 2020 mengalami kenaikan secara signifikan menjadi 291,22% dan 2021 turun menjadi 209,07%. pada tahun 2022-2023 terus penurunan setiap tahunnya dimana pada tahun 2022 yaitu 190,36% dan 2023 183,21%. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan utang lancar yang lebih besar dibandingkan dengan aktiva lancar. Sebaliknya, kenaikan Current Ratio terjadi ketika aktiva lancar meningkat lebih signifikan dibandingkan dengan utang lancar. Sedangkan pada Debt To Equity Ratio pada tahun 2016 menunjukkan tingkat rasio 59,11%. Lalu pada tahun 2017 sampai 2018 mengalami sedikit penurunan yaitu 58,25% pada tahun 2017 dan 53,01% pada tahun 2018. pada tahun 2019 mengalami sedikit kenaikan di angka 54,41% dan paada tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu 33,61%. Sedangkan pada tahun 2021 naik lagi menjadi 51,74% dan di tahun 2022 terus mengalami kenaikan yaitu 53,07%. Lalu pada tahun terakhir mengalami penurunan menjadi 51,90%. Kenaikan Debt To Equity Ratio terjadi karna lebih besarnya total liabilitas dibanding ekuitas , dan turunnya Debt To equity ratio terjadi karna lebih besarnya ekuitas dibanding total Pada Return on Assets (ROA) diawal tahun penelitian 2016 nilai Return On Asset yaitu sebesar 10,60%. Lalu pada tahun 2017 mengalami kenaikan yaitu 11,62% dan pada tahun 2018 mengalami sedikit penurunan yaitu 11,28%. Lalu pada tahun 2019 mengalami kenaikan yang cukup signifikan di angka 13,83%. Pada tahun 2020-2022 terus mengalami penurunan yaitu 9,78% Pada tahun 2020, 6,23% pada tahun 2021, 3,14% pada tahun 2022 dan pada tahun terakhir mengalami sedikit kenaikan yaitu 5,76%. Penurunan nilai Return On asset ROA disebabkan karena terjadi pergeseran preferensi konsumen, banyak masyarakat yang beralih ke produk rokok alternatif seperti vape dan rokok elektrik. Sehingga hal ini menciptakan tantangan tambahan bagi perusahaan rokok seperti Gudang Garam. Peningkatan Return on Assets (ROA) terjadi karena laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah yang diinvestasikan dalam total aset semakin tinggi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return on Asset pada PT Gudang Garam Tbk mengalami perubahan setiap tahunnya, baik yang menunjukkan peningkatan maupun penurunan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh indikator keuangan terhadap profitabilitas perusahaan. Motivasi di balik penelitian ini adalah untuk menguji konsistensi pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio berdasarkan data keuangan terhadap profitabilitas perusahaan, dengan menggunakan Return on Asset sebagai variabel dependen. Reseacrh gap dalam penelitian ini diketahui dari hasil penelitian terdahulu terdapat beberapa variabel yang mungkin berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA) seperti penelitiannya Bunga Mauna dan Wahyudi Wicaksono . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh Current Ratio dan Debt to https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 Equity secara Signifikan terhadap Return On Asset. Kemudian sama dengan Penelitian Sella Putri Anisa dan Aria Puji . yang menyatakan bahwa variabel Current Ratio secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Return On Asset. Variabel Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Return On Asset. Berdasarkan uji simultan . ji F) menunjukan bahwa Current Ratio dan Debt to Equity Ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Berbeda dengan penelitian Rowina Oktavira dan Slamet Mudjijah . yang menyatakan bahwa Current Ratio dan Debt To Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Sama dengan penelitian Jufrizen. Aghnia Meilana Putri. Maya Sari dan Radimana Musliha yang menyatakan bahwa secara parsial Debt Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset dan secara simultan Debt To Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset pada perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah di atas, maka penelitian mengambil judul Au PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT. GUDANG GARAM TBK PERIODE 2016-2023 Au METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi linier berganda. Data diambil dari laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk periode 2016-2023. Variabel independen dalam penelitian ini adalah CR dan DER, sedangkan variabel dependen adalah ROA. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Berikut hasil Uji Normalitas yang bertujuan untuk mengetahui dalam model variabel independen dan dependen berdistribusi normal. Pengujian normalitas data pada variabel Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Return On Asset (ROA) menghasilkan histogram yang menunjukkan data mendekati distribusi normal, dengan pola sebaran menyerupai bentuk lonceng. Setelah itu, dilakukan uji linearitas untuk memeriksa apakah terdapat hubungan linear antara variabel independen dan dependen. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual untuk variabel dependen Return On Asset (ROA). Gambar 2 Histogram Sumber : Ouput SPSS27 Berdasarkan data histogram di atas, terlihat bahwa distribusi tersebut mendekati distribusi Hal ini terlihat dari nilai-nilai residual yang berdistribusi secara normal, karena uji normalitas dilakukan bukan pada masing-masing variabel, melainkan pada nilai residualnya. Analisis lebih lanjut menggunakan Normal Probability Plot of Regression Standardized Residual, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini : https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 Gambar 3 Normal P-Plot Sumber : Ouput SPSS27 Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa pada grafik p-plot, titik-titik tersebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis tersebut. Ini menunjukkan adanya hubungan linear antara variabel independen dan dependen, yang terlihat dari sebaran data yang mengikuti garis lurus dari kiri bawah ke kanan atas. Oleh karena itu, grafik p-plot tersebut mengindikasikan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara variabel independen dalam model regresi. Dalam uji ini, multikolinearitas terjadi ketika ada hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna antara dua atau lebih variabel independen. Model regresi yang baik harus bebas dari masalah multikolinearitas. Untuk menguji adanya multikolinearitas, digunakan nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas di antara variabel independen dan model regresi. Jika terdapat korelasi yang sangat tinggi, ini menandakan adanya masalah multikolinearitas. Tabel 2 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Beta Collinearity Statistics Sig. Toleranc VIF DER Dependent Variable: ROA Sumber : Output SPSS27 https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa nilai Tolerance untuk variabel CR dan DER adalah 0,155 dengan nilai VIF sebesar 6,451. Karena nilai Tolerance lebih > 0,01 dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas dalam model regresi Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Suatu model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji Heteroskedastisitas sebagai berikut : Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan SpearmanAos rho test Correlations Spearman's CR DER ROA Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient DER ROA Unstandardized Residual Correlation Coefficient Sig. -taile. Unstandardized Correlation Residual Coefficient Sig. -taile. Sumber : Output SPSS27 Gambar 4 Partial Regression Plot Sumber : Ouput SPSS27 https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 Berdasarkan tabel dan Gambar di atas, nilai Sig . -taile. untuk Current Ratio adalah 0,911 dan untuk Debt To Equity Ratio adalah 0,867. Karena tingkat signifikansi pada uji Spearman's rho lebih dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Selain itu, pada gambar tidak terlihat pola yang jelas, dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah sumbu Y. Oleh karena itu, model regresi dianggap layak digunakan untuk memprediksi Return On Asset berdasarkan variabel-variabel yang memengaruhinya, yaitu Current Ratio dan Debt To Equity Ratio. Uji Parsial (Uji . Uji t (Uji persia. adalah pengujian koefisien regresi parsial individual yang di gunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen, dengan dasar keputusan sebagai berikut: Jika t hitung > t table maka variable bebas berpengaruh terhadap variable terikat. Jika t hitung < t table maka variable bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. Berdasarkan nilai signifikasi hasil output SPSS: Jika nilai Sig < 0,05 maka variable bebas berpengaruh signifikasi terhadap variable terikat. Jika nilai Sig > 0,05 maka variable bebas tidak berpengaruh terhadap variable terikat. Pengujian hipotesis dengan a = 5%, sedangkan derajat bebas pengujian adalah T tabel = . ca/ 2 : n-k-. = . ,05/ 2 : 8 Ae 2 Ae . = . ,025 : . = 2. Tabel 4: Uji t (Uji Parsia. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Model (Constan. Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF DER Dependent Variable: ROA Sumber : Output SPSS27 Berdasarkan hasil output di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut : Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Return On Asset (ROA). Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4. 12, variabel Current Ratio memiliki nilai thitung sebesar 2,657 > 2. Selain itu, signifikansi variabel Current Ratio sebesar 0,045 < 0,05 atau 5%. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa Current Ratio (CR) bepengaruh secara signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Return On Asset (ROA) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4. 12, variabel Debt To Equity Ratio memiliki nilai tHitung sebesar 2,595 > tTable 2,571. Selain itu, signifikansi variabel Debt To Equity Ratio sebesar 0,049 < 0,05 atau 5%. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa variabel Debt To Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Uji Simultan (Uji . Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan terhadap Return on Asset (ROA). Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai FHitung dan FTable pada tingkat signifikansi 5%, dengan df1 = k = 2 dan df2 = n-k = 8-2 = 6. Berdasarkan perhitungan, nilai FTable yang diperoleh adalah 4,46. https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 Tabel 5 Uji F (Simulta. ANOVAa Sum of Squares Model Regression Mean Square Residual Total Sig. Dependent Variable: ROA Predictors: (Constan. DER. CR Sumber : Ouput SPSS27 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS di atas, diperoleh nilai FHitung sebesar 3,604 sementara FTable adalah 5,14 dengan taraf signifikansi 0,107 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini secara simultan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel CR dan DER terhadap ROA. PEMBAHASAN Pengaruh Current Ratio Terhadap Return On Asset Berdasarkan hasil pengujian, menyatakan bahwa CR berpengaruh terhadap ROA. Dimana niai thitung sebesar 2,657 > ttable 2,571 dan dengan signifikansi variabel CR sebesar 0,045 < 0,05. Current Ratio secara teori berpengaruh terhadap return on asset. Hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio mencerminkan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan memanfaatkan aset lancar yang dimilikinya. Perusahaan dengan current ratio yang tinggi mengindikasikan adanya kecukupan aset untuk melunasi kewajiban jangka pendek, sehingga operasional perusahaan tetap berjalan lancar. Tingkat modal yang tinggi berkontribusi pada penurunan jumlah utang perusahaan, yang pada akhirnya mengurangi beban bunga yang harus dibayar. Hal ini berdampak positif pada peningkatan keuntungan perusahaan. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan yang di lakukan oleh Bunga Mauna dan Wahyudi Wicaksono . yang menyatakan bahwa variabel Current Ratio berpengaruh terhadap Return On Asset. Pengaruh Debt To Equity Ratio Terhadap Return On Asset Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa DER berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dimana nilai thitung sebesar 2,595 < tTable 2,571 dan dengan signifikansi variabel Debt To Equity Ratio sebesar 0,049 < 0,05. Debt To Equity Ratio secara teori berpengaruh terhadap return on asset. Hal ini di karenakan perusahaan dengan tingkat debt to equity ratio yang tinggi cenderung memilih melunasi kewajibannya menggunakan aset, sehingga nilai aset perusahaan menurun. Akibatnya, tingkat return on assets juga mengalami penurunan. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Solihin . yang menyatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh terhadap return on asset. Pengaruh Current Ratio dan Debt To Equity Ratio Terhadap Return On Asset (ROA) Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai FHitung sebesar 3,604 sementara F Table adalah 5,14 dengan taraf signifikansi 0,107 yang lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini secara simultan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel CR dan DER terhadap ROA. Current Ratio dan Debt To Equity Ratio secara teori tidak berpengaruh terhadap Return On Asset. Hal ini di karenakan Current Ratio hanya mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sehingga tidak mencerminkan jumlah aset yang dimiliki oleh perusahaan secara keseluruhan. Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Return on Asset karena perusahaan tidak melunasi kewajibannya dengan menggunakan aset, melainkan melalui sebagian modal yang dimiliki. Hasil https://journal. org/index. php/jumandik/index Copyright A pada Penulis Jurnal Manajemen & Pendidikan (JUMANDIK) Vol. No. 3 September-Desember 2025: 225-235 penelitian ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Marinus Gea . yang menyatakan bahwa variabel Current Ratio dan Debt To Equity Ratio secara simultan tidak berpengaruh terhadap Return On Asset. SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah CR dan DER mempengaruhi profitabilitas (ROA) pada PT Gudang Garam Tbk. Dalam hal ini. CR dan DER berfungsi sebagai variabel independen, sementara profitabilitas PT Gudang Garam Tbk diukur menggunakan Return On Asset (ROA) sebagai variabel dependen. Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas pada bab sebelumnya, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Secara parsial variabel Current Ratio memiliki nilai thitung sebesar 2,657 > 2. Selain itu, signifikansi variabel Current Ratio sebesar 0,045 < 0,05 atau 5%. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa Current Ratio (CR) terdapat pengaruh terhadap Return On Assets (ROA) pada PT Gudang Garam Tbk Periode 2016-2023. Secara parsial variable Debt To Equity Ratio memiliki nilai tHitung sebesar 2,595 > tTable 2,571. Selain itu, signifikansi variabel Debt To Equity Ratio sebesar 0,049 < 0,05 atau 5%. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa variabel Debt To Equity Ratio (DER) terdapat pengaruh terhadap Return On Assets (ROA) pada PT Gudang Garam Tbk Periode 2016-2023. Secara simultan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) diperoleh nilai FHitung sebesar 3,604 sementara FTable adalah 5,14 dengan taraf signifikansi 0,107 > 0,05. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa secara simultan variable Current Ratio dan Debt To Equity Ratio tidak terdapat pengaruh terhadap Return On Asset (ROA) pada PT Gudang Garam Tbk Periode 2016-2023. DAFTAR PUSTAKA