Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN: 3047-6518 Halaman:311-318 Pemberdayaan Remaja Dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan Heru Irianto1*. Jamil2. Racmad Hidayat3 1,2,3 Universitas Bhayangkara Surabaya e-mail: heru@ubhara. id1, jamil@ubhara. id2, ahmadh@ubhara. ABSTRAK Kenakalan remaja merupakan salah satu permasalahan sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keharmonisan kehidupan masyarakat desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan remaja sebagai langkah strategis dalam pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan kapasitas remaja desa dalam mencegah kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan Sasaran kegiatan adalah remaja Desa Kalisat dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai bahaya kenakalan remaja serta tumbuhnya kesadaran untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan Selain itu, terbentuk komitmen bersama antara remaja dan masyarakat desa dalam mengembangkan kegiatan positif sebagai sarana pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan remaja berbasis desa yang berkelanjutan dalam rangka menciptakan ketertiban dan kesejahteraan sosial masyarakat. Kata Kunci: Desa. Kenakalan. Pencegahan. Remaja ABSTRACT Juvenile delinquency is one of the social problems that has the potential to disrupt order and harmony in village community life. Therefore, efforts to empower adolescents are needed as a strategic measure to prevent juvenile delinquency. This Community Service activity aims to enhance the role and capacity of village youth in preventing juvenile delinquency through educational and participatory approaches. The target of the activity is adolescents in Kalisat Village, involving village officials, community leaders, and youth organizations. The results of the activity indicate an improvement in adolescentsAo understanding of the dangers of juvenile delinquency as well as the growth of awareness to actively participate in creating a healthy and productive social environment. In addition, a shared commitment has been established between adolescents and the village community to develop positive activities as a means of preventing juvenile delinquency. This activity is expected to serve as a sustainable village-based youth empowerment model in fostering social order and community welfare. Keywords: Village. Delinquency. Prevention. Teenagers Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN: 3047-6518 Halaman:311-318 PENDAHULUAN Mitra program adalah Pemeritah Desa Kalisat Kec. Rembang Kab Pasuruan yang merupakan salah satu wilayah pedesaan yang saat ini sedang mengembangkan dilakuan perintisan menjadi Desa Binaan Univeristas Bhayangara Surabaya. Penduduk Desa Kalisat 950 Jiwa, dengan jumlah kepala keluarga sebesar 2. 309 KK. Penduduk Desa Kalisat yang bejenis kelamin lakilaki berjumlah 2. 326 jiwa dan jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan berjumalah 2. 624 jiwa. Salah satu judul berita di media online "Ratusan Remaja di Kota Pasuruan Bikin Onar Termakan Seruan dari Medsos". Salah satu judul lain di media online Miris Murid SMK PGRI 2 Dipaksa Mundur Sekolah Gegara Kenakalan Remaja. Program ini merupakan tindak lanjut dari program KKN dimana diperlukan adanya pemberdayaan remaja terkait pencegahan kenakalan di kalangan remaja. karena pemerintah desa merasa perlu untuk menjaga ketertiban dan keamanannya dengan memberdayakan kelompok remaja yang tergabung dalam Karang Taruna agar siap menghadapi perubahan social ekonomi yang semula hanya agraris menjadi wilayah pariwisata sehingga tidak terjebak dalam kenakalan remaja yang tidak hanya merugikan dirinya akan tetapi dapat mengganggu ketertiban umum. Berbagai kenakalan remaja seperti seperti berkelahi, membuat masalah, mengganggu temannya juga disebabkan oleh keluarga dan lingkungan Mencegah perilaku remaja berupa kenakalan ini memerlukan adanya evaluasi pada program sekolah serta upaya kolaboratif antara pihak sekolah dan keluarga. Untuk megatasi masala kenakalan remaja diperlukan pendekatan dan metode yang tepat harus didasarkan pada pemahaman yang komprehensif dari sebab-sebabab kenakalan remaja dan Solusinya jika itu terjadi adanya kenakalan remaja baik secara preventif maupun kuratif. Keterangan: Saat Mahasiwa Ubhara KKN Di Desa Kalisat Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN: 3047-6518 Halaman:311-318 Penanggulangan kenakalan remaja demikian kompleks karena masalahnya saling berkaitan antara satu dan yang lainnya. Hal ini dapat dipahami mengingat interaksi dalam masyarakat merupakan suatu sistem. Dengan kemajuan zaman yang sangat pesat saat ini pola tingkah laku maupun gaya hidup remaja mengalami Persiapan secara fisik maupun mental yang kurang membuat psikologi remaja menjadi terganggu dan emosinya cenderung tidak stabil. Terganggunya psikologi pada remaja dan masih labilnya emosi menyebabkan remaja berperilaku menyimpang . enakalan remaj. Keikutsertaan remaja dalam keterlibatan pencegahan kenakalan remaja dikategorikan ke dalam tingkat yang tinggi, hasil analisis implementasi nilai-nilai pendidikan karakter juga dikategorikan ke dalam tingkat yang tinggi dan terdapat hubungan antara keikutsertaan remaja generasi Z dengan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter . Ada tiga kegiatan yang perlu keterlibatan langsung bagi remaja yang berupa : kegiatan kolaboratif, kegiatan berkemah, dan kegiatan . Sebab timbulnya kenakalan remaja dan upaya penanggulangannya dapat ditinjau, baik dari perspektif yuridis maupun non yuridis . hususnya kriminolog. Jika kedua perspektif tersebut digunakan secara tepat sesungguhnya akan menunjang Sistem Peradilan Remaja yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan fisik dan psikis yang baik, yang berguna bagi perkembangan pribadi dan sosial remaja di kemudian hari. Dalam pembentukan kader pencegahan dan penagangan anak nakal akan digunkan pendekatan pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Edukasi kepada remaja disesuaikan keadaan kepentingan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Pelaksanaan metode ini berpotensi sebagai sarana yang tepat untuk menguatkan karakter remaja. dapat dikembangkan dalam proses penguatan karakter . Partisipasi remaja dalam pencegahan dan penanganan kenakalan remaja perlu dibentuk kader Desa yang akan secara nyata secara konkret aktif melakukan pencegahan dan penanganan kenakalan remaja, dirapkan pula kelak di masa mendatang akan memiliki roh dan cita-cita untuk bagaimana membentuk manusiamanusia yang mampu memimpin. Mengingat hal inilah sangat penting dibentuk Kader remaja desa untuk dapat berperan serta menangani permasalahan yang ada di kalangan remaja muda sendiri khususnya para pelajar PERMASALAHAN MITRA Mitra Mengalami hambatan ketika ingin berpartisipasi dalam pencegahan dan penanganan masalah social yang dihadapi para remaja khusunya Kenakalan Remaja. Karena itulah diperlukan adanya pelatihan dan pembentukan kader pencegahan dan penaggulangan kenakalan remaja sehingga disepakati dengan mitra permasalahan dalam program ini adalah: Rendahnya Pengetahuan remaja terkait hukum dan masalah sosial lainnya sehingga diperlukan adanya peningkatan pengetahuan remaja agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kenakaan remaja. Rendahnya Skill Mitra Dalam Pencegahan dan Penanganan Kenakalan Remaja sehingga kurang berpartisipasi dalam pencegahan dan penanganan kenakalan remaja di Desanya. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN: 3047-6518 Halaman:311-318 METODE Pendekatan. Metode pendekatan dalam program ini adalah dilakukan penyuluhan sebagai pendekatan utama dalam pelaksanaan kegiatan, hal ini sesuai degan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap remaja terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja serta dampak negatif yang ditimbulkannya bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Penyuluhan dilaksanakan secara edukatif dan partisipatif dengan menyesuaikan materi pada kondisi sosial dan karakteristik remaja desa. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif yang disertai diskusi dan tanya jawab, sehingga remaja tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Materi penyuluhan mencakup pengertian dan bentuk kenakalan remaja, faktor penyebab, dampak sosial dan hukum, etika pergaulan, serta penggunaan media digital secara bijak. Untuk memperkuat pemahaman, penyuluhan dilengkapi dengan contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Melalui metode penyuluhan ini, remaja diharapkan mampu memahami risiko kenakalan remaja serta menumbuhkan kesadaran untuk berperilaku positif dan bertanggung jawab. Penyuluhan juga menjadi sarana awal dalam membangun komitmen remaja untuk berperan aktif sebagai agen pencegahan kenakalan remaja di lingkungan Desa Kalisat Tahapan Pelaksanakan . Persiapan. Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kalisat diawali dengan tahap persiapan yang bertujuan memastikan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sosial masyarakat. Tahap ini dimulai dengan koordinasi awal antara tim pelaksana pengabdian dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Koordinasi dilakukan untuk memperoleh dukungan, masukan, serta legitimasi sosial terhadap pelaksanaan program. Selanjutnya, tim melakukan identifikasi masalah melalui observasi lapangan dan diskusi informal dengan masyarakat. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi oleh kurangnya aktivitas positif, rendahnya kesadaran hukum dan sosial, pengaruh lingkungan pergaulan, serta pemanfaatan media digital yang belum bijak. Selain itu, peran organisasi kepemudaan belum optimal dalam pembinaan . Penyuluhan. Tahap penyuluhan merupakan inti awal pelaksanaan program yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai kenakalan remaja, faktor penyebab, dampak, dan upaya pencegahannya. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan remaja. Materi meliputi bentuk kenakalan remaja, kesadaran hukum dan norma sosial, etika pergaulan, penggunaan media digital secara bijak, serta pembentukan karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Remaja dilibatkan aktif melalui diskusi dan tanya jawab. Pendampingan. Kegiatan ini tidak lepas dari berbagai kegiatan di Desa Kalisat yang tidak lepas dari bagian perintisan sebagai desa binaan Universitas Bhayangkara sehingga kegiatan pasca penyuluhan tetapi mendapatkan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung implementasi kegiatan positif remaja. Tim pengabdian berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan, motivasi, dan evaluasi terhadap kegiatan kepemudaan, seperti kegiatan sosial dan kampanye pencegahan kenakalan remaja. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program dan perubahan sikap serta perilaku remaja. Pemerintah desa didorong mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan remaja ke dalam program kerja desa agar memperoleh dukungan kebijakan dan anggaran, sehingga program dapat berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Kalisat. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN: 3047-6518 Halaman:311-318 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema Pemberdayaan Remaja dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan telah menghasilkan berbagai capaian positif, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun partisipasi remaja dan masyarakat desa. Hasil kegiatan ini mencerminkan efektivitas pendekatan penyuluhan dan pemberdayaan yang diterapkan secara partisipatif dan Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman Remaja Salah satu hasil utama dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai kenakalan remaja. Sebelum kegiatan dilaksanakan, sebagian besar remaja masih memiliki pemahaman terbatas mengenai bentuk-bentuk kenakalan remaja, faktor penyebab, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang yang dapat ditimbulkan. Kenakalan remaja sering dipandang sebagai perilaku biasa atau sekadar bentuk ekspresi kebebasan tanpa menyadari konsekuensi sosial dan hukum yang menyertainya. Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan diskusi interaktif, remaja menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai jenis kenakalan remaja, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, tawuran, konsumsi minuman beralkohol, dan perilaku melanggar norma sosial. Remaja juga mulai memahami bahwa kenakalan remaja tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak pada keluarga dan lingkungan masyarakat. Peningkatan pemahaman ini terlihat dari kemampuan remaja dalam menjelaskan kembali materi yang disampaikan serta keterlibatan aktif mereka dalam diskusi dan studi kasus. Perubahan Sikap dan Kesadaran Sosial Remaja Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan pengabdian ini juga memberikan dampak pada perubahan sikap dan kesadaran sosial remaja. Remaja mulai menunjukkan sikap yang lebih reflektif terhadap perilaku sehari-hari dan pergaulan sosialnya. Kesadaran akan pentingnya menjaga etika pergaulan, menghormati norma sosial, serta memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang positif semakin meningkat. Remaja juga menunjukkan sikap terbuka terhadap nilai-nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Hal ini terlihat dari munculnya kesadaran untuk saling mengingatkan antar sesama remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang. Beberapa remaja bahkan menyampaikan komitmen secara lisan untuk menjadi contoh perilaku positif di lingkungan sekitarnya. Perubahan sikap ini menjadi indikator penting keberhasilan kegiatan pengabdian dalam membentuk karakter remaja yang lebih bertanggung jawab. Meningkatnya Partisipasi dan Keaktifan Remaja Hasil kegiatan pengabdian juga ditunjukkan oleh meningkatnya partisipasi dan keaktifan remaja dalam kegiatan sosial dan kepemudaan desa. Selama pelaksanaan kegiatan, remaja tidak hanya berperan sebagai peserta pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, penyampaian pendapat, dan perumusan solusi terhadap permasalahan kenakalan remaja. Keaktifan remaja ini berlanjut pada munculnya inisiatif untuk mengembangkan kegiatan positif di lingkungan desa, seperti pertemuan rutin remaja, kegiatan olahraga bersama, dan rencana kampanye sederhana tentang pencegahan kenakalan remaja. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian telah mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kesadaran remaja akan peran strategis mereka dalam kehidupan sosial desa. Terbentuknya Komitmen Bersama Remaja dan Masyarakat Kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan terbentuknya komitmen bersama antara remaja, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya pencegahan kenakalan remaja. Melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi, muncul kesadaran kolektif bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan memerlukan sinergi dari berbagai Pemerintah desa dan tokoh masyarakat menunjukkan dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan remaja dengan memberikan ruang dan fasilitas untuk kegiatan kepemudaan. Orang tua juga mulai menyadari pentingnya peran keluarga dalam membina dan mengawasi Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN: 3047-6518 Halaman:311-318 pergaulan remaja. Komitmen bersama ini menjadi modal sosial yang penting dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif bagi perkembangan remaja. Penguatan Peran Organisasi Kepemudaan Desa Hasil lain yang signifikan dari kegiatan pengabdian ini adalah penguatan peran organisasi kepemudaan di Desa Kalisat. Melalui kegiatan kepemudaan ini diharapkan mulai lebih aktif dalam merancang dan melaksanakan program kerja yang berorientasi pada pembinaan remaja. Organisasi kepemudaan tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi mulai mengarah pada kegiatan edukatif dan preventif. Hal ini menunjukkan adanya perubahan paradigma dalam pengelolaan kegiatan kepemudaan, dari sekadar aktivitas rutin menjadi sarana pemberdayaan dan pembentukan karakter remaja. Dampak Sosial Awal di Lingkungan Desa Walaupun kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam jangka waktu terbatas, dampak sosial awal sudah mulai terlihat di lingkungan desa. Suasana pergaulan remaja menjadi lebih kondusif dan terarah, dengan berkurangnya aktivitas remaja yang tidak produktif. Interaksi antara remaja dan masyarakat juga menjadi lebih positif, ditandai dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap peran remaja dalam kegiatan sosial. Dampak sosial awal ini menjadi indikator bahwa kegiatan pengabdian memiliki potensi untuk memberikan perubahan jangka panjang apabila dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat, program pemberdayaan remaja dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam pencegahan kenakalan remaja. Evaluasi Umum Hasil Kegiatan Sebagai desa binaan maka hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terus dipantau dan didampingi dengan memadukan pendekatan partisipatif mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan partisipasi remaja dalam mencegah kenakalan remaja. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak pada individu remaja, tetapi juga memperkuat kesadaran dan peran masyarakat desa secara keseluruhan. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pemberdayaan remaja yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Desa Kalisat. Dengan sinergi antara remaja, masyarakat, dan pemerintah desa, upaya pencegahan kenakalan remaja dapat dilakukan secara efektif demi terciptanya lingkungan sosial yang aman, tertib, dan sejahtera. Keterangan: Kegiatan Penyuluhan Sebagai Tindak Lanjut Dari Pembinaan Remaja SIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat mengenai pemberdayaan remaja dalam mencegah kenakalan remaja di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, dapat disimpulkan bahwa program ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan peran aktif remaja dalam kehidupan sosial masyarakat desa. elalui metode penyuluhan yang dilaksanakan secara edukatif dan partisipatif, remaja memperoleh pemahaman yang lebih Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN: 3047-6518 Halaman:311-318 komprehensif mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, faktor penyebab, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sosial. Kegiatan pengabdian ini juga mendorong terjadinya perubahan sikap remaja ke arah yang lebih positif. Remaja mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya perilaku tertib, etika pergaulan, dan kepatuhan terhadap norma sosial serta hukum yang berlaku. Selain itu, meningkatnya partisipasi remaja dalam diskusi dan kegiatan kepemudaan menunjukkan bahwa program ini berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kepercayaan diri remaja untuk berperan sebagai agen pencegahan kenakalan remaja di lingkungannya. Lebih lanjut, kegiatan ini memperkuat sinergi antara remaja, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif. Dukungan dari perangkat desa dan tokoh masyarakat menjadi faktor pendukung keberlanjutan program pemberdayaan remaja. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat dijadikan model awal pemberdayaan remaja berbasis desa yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya mencegah kenakalan remaja serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat Desa Kalisat. UCAPAN TERIMA KASIH