EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational PENGARUH MINAT BELAJAR DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Muhammad Firman Annur. Bernadeta Ritawati. Yeni Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo e-mail: m. annur@sanagustin. id , b. ritawati@sanagustin. id , yenipayen@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi siswa kelas VII SMP Negeri 9 Ngabang, hasil observasi pada Maret 2024 yang menunjukkan bahwa rata-rata nilai ulangan siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kondisi ini di curigai berkaitan dengan tidak tampaknya kebiasaan belajar rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mngkonfirmasi keberadaan pengaruh minat dan kebiasaan belajar terhadap status prestasi belajar siswa. Responden pada penelitian ini adalah 36 siswa kelas VII B di SMP Negeri 9 Ngabang. Kabupaten Landak. Kalimantan Barat yang di ajarkan dengan materi bilangan bulat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi. Teknik pengambilan data yang digunakan dengan menyebarkan angket kepada siswa dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian . terdapat pengaruh secara signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 9 Ngabang, ditunjukkan dari nilai signifikansi sebesar 0,593. Berdasarkan perhitungan secara parsial menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar pada materi bilangan bulat pada kelas tersebut dan ini diperlihatkan dengan nilai signifikansi 0,420. Berdasarkan perhitungan secara simultan menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara kebiasaan belajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar pada materi bilangan bulat pada kelas tersebut yang dapat dilihat dari nilai F_hitung = 2,317 > F_Tabel = 2,29. Kata Kunci: Minat belajar. Kebiasaan belajar. Prestasi belajar ABSTRACT This research was motivated by the condition of class VII students at State Junior High School 9 Ngabang, students as a result of observations in March 2024 which showed that the average student test scores were still below the Minimum Completeness Criteria. This condition was suspected to be related to students' lack of learning habits and low interest in learning. This research aims to confirm the existence of the influence of interests and learning habits on students' learning achievement status. The respondents in this study were 36 students of 7th grade B Class at State Junior High School 9 Ngabang. Landak Regency. West Kalimantan who were taught with integers material. Quantitative method with regression approach was being use in this research. The data collection technique used was by distributing questionnaires to students and documentation. The data analysis used was multiple linear regression analysis. Based on the results of research . , there was a significant influence of learning interest on learning achievement in integer material in the 7th grade B class at Ngabang 9 State Junior High School and it was showed by its significant number = 0,593. Based on partial calculations, it was stated that there is a significant influence between study habits on learning achievement in whole number material in that class and it was showed by its significant number = 0,420. Based on simultaneous calculations, it was stated that there is a significant influence between study habits and interest in learning on learning achievement in the integer material in that class, where ew can saw it by the number of F_Count = 2,317 > F_table = 2,29. Keywords: interest in learning. Study habits. Study achievement Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational PENDAHULUAN Agustin . alam Lase dan Annur, 2. menyatakan bahwa matematika ialah salah satu ilmu yang penting dalam penguasaan dan pengembangan IPTEK yang perkembangan tesebut memerlukan penerapan matematika dan kemampuan menyelesaikan masalah. Rendahnya kualitas pembelajaran matematika masih menjadi tantangan yang disebabkan oleh berbagai Salah satu kendala utama adalah persepsi negatif dari banyak siswa yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang rumit dan tidak menarik. Akibatnya, minat mereka terhadap matematika menurun, bahkan beberapa siswa cenderung menghindarinya. Sikap ini berkontribusi pada kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya pencapaian akademik dalam bidang matematika (Utari, 2. Keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil belajar matematika adalah minat belajar. Minat yang tinggi dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa, sedangkan kurangnya minat dapat menghambat proses pembelajaran dan pencapaian akademik (Lestari, 2. Sedangkan menurut (Kpolovie et al, 2014: . setiap siswa pasti memiliki ketertarikan terhadap berbagai mata pelajaran di sekolahnya. Minat belajar berperan penting dalam mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, karena dengan adanya minat, siswa akan lebih termotivasi dan antusias dalam mengikuti setiap kegiatan belajar. Berdasarkan penelitian Silfitrah dan Mailili . dengan judul Pengaruh Minat Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMPN Sigi Terhadap Hasil Belajar Matematika didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa kelas VII SMPN Sigi dengan hasil belajar matematika. Menurut Nisa et al. , minat belajar adalah faktor pendorong utama yang membangkitkan semangat siswa dalam menjalani proses pembelajaran dalam periode waktu Sementara itu, menurut Maryani . , minat belajar siswa menggambarkan keadaan di mana siswa merasa senang dan termotivasi saat mengikuti kegiatan belajar, yang dapat diukur melalui perasaan suka, perhatian, dan ketertarikan mereka terhadap materi yang Sridana et al. menjelaskan bahwa aspek minat belajar terdiri dari beberapa elemen, yaitu kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan siswa dalam proses Selain minat belajar, kebiasaan belajar juga merupakan faktor penting yang memengaruhi prestasi belajar matematika siswa. Menurut Azmi . , kebiasaan belajar adalah metode atau cara yang dilakukan secara berulang hingga menjadi suatu kebiasaan yang Sementara itu. Cahyasari dan Dewi . mendefinisikan kebiasaan belajar sebagai perilaku yang terus-menerus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan hasil belajar siswa. Adapun indikator minat belajar menurut Slameto . alam Silfitrah dan Mailili, 2. , mencakup ketertarikan untuk belajar, perhatian dalam belajar, motivasi belajar, dan pengetahuan yang diperoleh dalam proses belajar. Menurut Harahap . , kebiasaan belajar adalah perilaku belajar yang diulangi seseorang dalam jangka waktu yang lama dan akhirnya menjadi stabil dan otomatis dihasilkan. Sedangkan. Menurut Shah dalam Sibarani . , berpendapat bahwa kebiasaan belajar adalah proses pembentukan kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan yang sudah ada, dan tujuannya adalah agar siswa dapat memperoleh sikap dan kebiasaan baru yang tepat dan positif serta waktu yang memenuhi kebutuhan ruang. Kemudian menurut Brown dan Holtzman . alam Amalia, 2. , dimensi kebiasaan belajar dibagi menjadi dua bagian. Delay Avoidan ialah kebiasaan belajar yang menunjuk pada ketetapan waktu, penyelesaian tugas, menghindarkan diri dari hal-hal yang memungkinkan Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational tertundanya penyelesaian tugas, dan menghilangkan rangsangan yang akan menggangu konsentrasi belajar, lalu ada Works Methods yaitu kebiasaan belajar yang menunjukan kepada penggunaan cara belajar yang efektif, dan efisien dalam mengerjakan tugas akademik dan keterampilan belajar. Berdasarkan hasil observasi pada 3 Maret 2024 di SMP Negeri 9 Ngabang ditemukan beberapa kondisi pada saat proses pembelajaran berlangsung seperti kurangnya perhatian hal ini dapat dilihat pada saat proses pembelajaran berlangsung sebagian siswa tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan materi pembelajaran di kelas. Siswa cenderung kurang aktif selama pembelajaran, terlihat saat guru memberikan pertanyaan mengenai materi yang sudah diajarkan, namun tidak ada siswa yang dapat menjawab. Hal ini menunjukkan rendahnya ketertarikan siswa, yang juga dapat dilihat ketika guru memberikan tugas, banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas tersebut dengan sendiri dan memilih untuk mencontek pekerjaan Berdasarkan wawancara dengan guru matematika di sekolah tersebut, diperoleh informasi bahwa siswa merasa jenuh selama proses pembelajaran, hanya sebagian kecil yang memberikan respon baik, sementara sebagian lainnya hanya mendengarkan. Nilai rata-rata ulangan harian siswa juga masih rendah, di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang Wawancara dengan beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa matematika adalah pelajaran yang sulit dan sulit dipahami, serta hanya belajar ketika ada tugas dari guru. Berdasarkan masalah ini, dapat disimpulkan bahwa minat belajar dan kebiasaan belajar siswa masih tergolong rendah. Dapat disimpulkan bahwa penting untuk diteliti bagaimana pengaruh minat dan kebiasaan belajar terhadap prestasi siswa yang menjadi subjek penelitian ini yaitu, siswa SMP N 9 Ngabang. Secara umum, dapat diketahui bahwa novelty atau kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan holistik terhadap faktor internal siswa . inat dan kebiasaan belaja. dalam konteks pembelajaran matematika yang spesifik pada materi bilangan bulat, yang belum banyak diulas dengan detail di Kabupaten Landak. Temuan dari penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam merancang kebijakan dan praktik pembelajaran yang lebih efektif di sekolah-sekolah menengah di Kalimantan Barat. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Ngabang Jl. Raya Ngabang-Pontianak. Dusun Ampar Saga II. Amboyo Inti. Kecamatan. Ngabang. Kabupaten. Landak. Provinsi. Kalimantan Barat. Waktu penelitiannya di mulai dari bulan Maret sampai dengan Agustus Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode regresi. Model penelitian kuantitatif sebagai mana dikemukakan oleh Sugiyono . 9:16-. , metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/artistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian regresi menurut Gozali . penelitian regresi yaitu penelitian yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukan arah hubungan antara variabel dependen dengan independen. Rancangan penelitian ini dapat diilustrasikan seperti gambar berikut. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Gambar 1. Rancangan Penelitian Dengan X1 dan X2 sebagai minat dan kebiasaan belajar dan Y sebagai prestasi belajar Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Ngabang tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 71 siswa dari kelas VII A berjumlah 35 siswa dan kelas VII B yang berjumlah 36 siswa. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling yang artinya pengambilan sampel tersebut dilakukan dengan pertimbangan tertentu (Arikunto, 2019:. Sampel penelitian ini ditetapkan di kelas VII di SMP Negeri 9 Ngabang, kelas VII B dengan jumlah 36 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket minat belajar, angket kebiasaan belajar dan dokumentasi nilai ulangan harian siswa pada materi bilangan bulat. Adapun angket minat belajar disusun berdasarkan beberapa indikator di antaranya, . ketertarikan untuk belajar. perhatian dalam belajar. motivasi belajar. pengetahuan belajar. Sedangkan, angket Instrumen angket minat belajar terdiri dari 20 butir pernyataan dan kebiasaan belajar terdiri dari 25 butir pernyataan dan di ukur menggunakan skala Likert. Namun sebelum melakukan penelitian, angket minat belajar dan kebiasaan belajar terlebih dahulu dilakukan uji validitas. Data primer pada Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari tanggapan responden melalui kuesioner yang telah disebarkan kepada siswa kelas VII yang menjadi responden (Sugiyono, 2. Adapun beberapa uji statistik yang dilakukan pada penelitian ini di antaranya, uji validitas terhadap instrumen yang digunakan. Menurut Sugiyono . , menyatakan bahwa validitas merupakan instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Uji validitas bertujuan untuk menentukan valid atau tidanya dalam menguji item-item dalam kuesioner. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson, sebagai berikut: Keterangan: ycycuyc : Koefisien Korelasi Variabel X dan Y : Jumlah Responden Selanjutnya instrumen juga kemudian di uji reabilitasnya. Uji ini menurut Sugiyono . alam Widyastuti dan Widodo, 2. adalah suatu instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi, apabila tes yang dibuat mempunyai hasil konsisten dalam mengukur yang hendak diukur. Pada penelitian ini uji reabilitas yang digunakan adalah uji alpha Cronbach. Suatu reliabilitas jika nilai alpha lebih besar dari 0,6 maka reliabel. Sedangkan jika nilai alpha kurang dari 0,6 maka tidak reliabel. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Ocyc yca = ycoOe1 . Oe yc ycn ) ycn Keterangan: yca ya Oc ycycn ycIycn : Koefisien Reliabelitas :Jumlah item pertanyaan di uji : Jumlah Varian skor tiap item : Varian total Adapun uji prasyarat analisis data pada penelitian ini di antaranya: Uji normalitas Menurut Sugiyono . Uji normalitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogrov Smirnov test dengan taraf signifikan 0,05. Data dapat dinyatakan berdistribusi normal apabila signifikansi lebih besar dari 0,05. Uji multikolinearitas Menurut Sugiyono . Uji multikolinearitas yaitu bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya kerelasi antara variabel bebas . Pengujian multikolinearitas menurut Ghozali dapat diamati melalui Variabel Inflation Factor (VIF) dengan syarat apabila nilai VIF < atau nilai tolerance >0,01, maka dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas. Jika nilai VIF >10 atau nilai tolerance <0,01, maka dinyatakan terjadi multikolinearitas. Uji multikolinearitas dihitung menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Rumus VIF (Variabel Inflation Facto. sebagai berikut: ycOyaya = 1OeycI 2 Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas menurut Sugiyono . , uji heteroskedastisitas yaitu bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residu satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Selanjutnya analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik regresi linear Menurut Sugiyono . regresi linear berganda untuk menguji pengaruh suatu atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat. ycU = yca yca1 ycu1 yca2 ycu2 yce Keterangan: ycU : Variabel terikat prestasi belajar yca : Bilangan konstanta yca1 : Koefisien regresi ycU1 yca2 : Koefisien regresi ycU2 ycu1 : Minat belajar ycu2 : Kebiasaan belajar yce : error Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Selanjutnya, juga ada koefisien determinasi (R2 ) yang digunakan untuk menghitung seberapa besar kemampuan variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat. Semakin besar koefisien determinasi menunjukkan semakin baik kemampuan variabel bebas menjelaskan variasi perubahan variabel terikat, menurut Sugiyono . rumus menghitung koefisien determinasi yaitu: yaycc = ycI 2 y 100%, yccycnycoycaycuyca O 0 < ycI 2 < 1 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Normalitas Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Berdasarkan uji normalitas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,200 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Standar Unstandardized Coeffici Coefficients Model (Constan. Std. Error Beta Collinearity Statistics Sig. Toler Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran VIF EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational 091 -. Dependent Variable: prestasi belajar Kemudian uji multikolinearitas diketahui bahwa nilai VIF dari minat belajar (X. dan kebiasaan belajar (X. adalah 1,008 < 10 dengan nilai tolerance 0,992 > 0,10 sehingga hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas Dasar keputusan heteroskedastisitas dengan uji glejser ialah dikatakan tidak ada gejala terjadinya heteroskedastisitas apabila nilai probabilitas signifikan 0,177 > 0,05. Maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Selain itu diperoleh persamaan regresi sederhana variabel minat belajar siswa (X. Y = 48. 553 (-0. X_1, variabel minat belajar memiliki nilai koefisien bernilai negatif yaitu Ae 0. Artinya adanya hubungan yang berlawanan arah antara prestasi belajar dengan kebiasaan belajar. Maka, dapat disimpulkan apabila variabel minat belajar (X. mengalami penurunan maka nilai dari variabel prestasi belajar siswa (Y) akan mengalami penurunan sebesar -0,217. Kemudian, diperoleh persamaan regresi sederhana variabel kebiasaan belajar (X. Y=48. X_2, variabel minat belajar memiliki nilai koefisien bernilai positif Artinya apabila terjadi sebuah kenaikan terhadap minat belajar siswa maka akan mengalami kenaikan juga dari prestasi belajar siswa sebesar 0. Pembahasan Selanjutnya, hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa minat belajar dan kebiasaan belajar siswa memiliki pengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa. Tabel 4. Hasil Pengujian Koefisien Variabel Minat Belajar Variabel Sig Minat Belajar 0,217 0,541 0,593 Nilai signifikansi > 0,05 . ,593 > 0,. , maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar. Tabel 5. Hasil Pengujian Koefisien Variabel Kebiasaan Belajar Variabel Sig Kebiasaan 0,550 2,541 0,420 Belajar Nilai signifikansi > 0,05 . ,420 > 0,. , maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Tabel 6. Hasil Uji F ANOVAa Sum of Squares Model Mean Square Sig. Regressio Residual Total Dependent Variable: Prestasi Belajar Predictors: (Constan. Kebiasaan Belajar. Minat Belajar Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya nilai nilai F_hitung = 2,317 > F_tabel = 2,29. Kemudian persamaan regresi berganda Y=48. 553 (-0. X_1 . X_2 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel minat belajar dan kebiasaan belajar yaitu setiap peningkatan minat belajar dan diiringi dengan peningkatan kebiasaan belajar akan menyebabkan peningkatan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa minat belajar dan kebiasaan belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas Vi B SMP Negeri 9 Ngabang tahun ajaran 2023/2024. Apabila siswa memiliki minat belajar yang tinggi diiringi dengan kebiasaan belajar yang baik, maka prestasi belajar siswa pun akan tinggi. Begitupun sebaliknya, apabila siswa memiliki minat belajar rendah dan kebiasaan kebiasaan belajar yang kurang baik maka prestasi belajar siswa juga akan rendah. Uji Koefisien Determinasi Tabel 7. Hasil Uji Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. , kebiasaan belajar, minat belajar Berdasarkan hasil analisis menujukkan bahwa siswa dengan minat belajar tinggi diiringi dengan kebiasaan belajar yang baik cenderung memiliki prestasi belajar matematika yang Dengan nilai R square sebesar 0,74 yang dapat dikatakan bahwa minat belajar dan kebiasaan belajar memiliki kontribusi sebesar 74% terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian tentang kebiasaan belajar siswa sudah banyak dilakukan dan rata-rata memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Azmi . mengungkapkan bahwa siswa dengan kebiasaan belajar yang baik cenderung lebih menguasai materi dan mencapai hasil belajar yang optimal, sementara siswa dengan kebiasaan belajar yang kurang baik mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan Lestari . menunjukkan bahwa waktu belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika, di mana siswa yang belajar pada pagi hari cenderung memperoleh hasil yang lebih baik karena kondisi tubuh masih segar dan konsentrasi lebih optimal. Selain itu, minat belajar juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika. Siswa dengan minat belajar tinggi cenderung memiliki hasil belajar yang lebih baik karena motivasi yang kuat untuk memahami materi. Namun, tidak ditemukan interaksi antara waktu belajar dan minat belajar Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational terhadap hasil belajar matematika. Artinya, siswa dengan minat belajar tinggi tetap dapat belajar dengan baik di waktu kapan pun, sementara siswa dengan minat rendah tidak mengalami peningkatan hasil belajar meskipun belajar di pagi hari. Oleh karena itu, meningkatkan minat belajar lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika dibandingkan hanya mengatur waktu belajar. Minat belajar dan kebiasaan belajar memiliki peran penting dalam menentukan prestasi belajar matematika siswa. Minat belajar ditunjukkan melalui perasaan senang, ketertarikan, dan keaktifan siswa, sementara kebiasaan belajar mencakup cara mengikuti pelajaran, membaca, dan membuat rangkuman. Guru berperan penting dalam menumbuhkan minat belajar, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar. Dengan demikian, meningkatkan minat dan kebiasaan belajar siswa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan prestasi belajar matematika (Sridana et al. , 2. Selain minat dan kebiasan belajar, ada beberapa hal lain yang mempengaruhi prestasi belajar. Sejalan dengan penelitian Widyastuti dan Widodo . menegaskan bahwa keberhasilan belajar siswa dalam matematika ditentukan oleh prestasi belajar mereka, yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor seperti minat belajar, keaktifan siswa, dan fasilitas belajar di sekolah memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa. Berkaitan dengan faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar. Wirantasa . mengemukakan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara kedisiplinan siswa dan prestasi belajar matematika, dengan kontribusi yang Artinya, semakin tinggi kedisiplinan siswa, semakin tinggi pula prestasi belajar matematika mereka. Sementara Silfitrah dan Mailili . menyatakan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika. Sebanyak 67,42% siswa memiliki minat belajar yang sangat tinggi, menunjukkan motivasi yang baik. Peran guru sebagai fasilitator dan metode mengajar yang efektif turut memengaruhi keberhasilan belajar. Motivasi dapat berasal dari dalam diri siswa . maupun dari lingkungan sekitar . , seperti penghargaan, pujian, dan dorongan dari guru serta teman sebaya. Motivasi yang tinggi mendorong siswa lebih aktif dan fokus dalam belajar, sehingga meningkatkan Meningkatkan motivasi belajar sangat penting dalam pembelajaran matematika, dan guru serta lingkungan perlu menciptakan kondisi yang mendukung agar siswa tetap termotivasi dan mencapai hasil optimal. KESIMPULAN Hasil penelitian yang telah dilakukan yang dijelaskan melalui hasil dan pembahasan penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan secara parsial menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara minat belajar (X. terhadap prestasi belajar (Y) pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 9 Ngabang. Hal ini dibuktikan nilai signifikasi dari variabel minat belajar sebesar 0,593 > 0,05. Artinya tinggi rendahnya minat belajar yang dimiliki oleh setiap siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh. Berdasarkan perhitungan secara parsial menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara kebiasaan belajar (X. terhadap prestasi belajar (Y) pada materi bilangan bulat kelas VII SMP Negeri 9 Ngabang. nilai signifikasi dari variabel kebiasaan belajar sebesar 0,420 > 0,05. Artinya tinggi rendahnya kebiasaan belajar yang dimiliki oleh setiap siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh. Berdasarkan perhitungan secara simultan menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara kebiasaan belajar (X. dan minat belajar (X. terhadap prestasi belajar Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational (Y) pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 9 Ngabang. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan yang diperoleh dari nilai dan F_Hitung 2,317 > F_Tabel 2,29. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara minat belajar dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada materi bilangan bulat di SMP Negeri 9 Ngabang. DAFTAR PUSTAKA