IKHLAS Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. No. April 2025 ISSN: 2985-5187 Strategi Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar Rizka Sofyan Saputri1 . Tiwik Sunarsih2 . Sri Kastatik3 . Hadi Purnomo 4 . Nurul Istiqfaroh5 . Hendratno 6 1,2,3,4,5,6 Pendidikan Dasar. Universitas Negeri Surabaya 22046@mhs. id 1 , tiwikpns82@gmail. com 2 , sri. kastatik@gmail. com 3 , 22038@mhs. id 4 , nurulistiqfaroh@unesa. id 5 , hendratno@unesa. Abstract Keywords: Numerasi Siswa SD Peningkatan Webinar Numeracy skills are very important for students to have because they are useful life provisions for everyday needs. Numeracy skills and literacy must continue to be promoted among students through efforts to empower teachers as pioneers of educational quality. The aim of this research is to present a report on the results of a webinar with the theme of developing numeracy skills at the elementary school The research method applies qualitative methods with a field study research design. The data analysis applied is qualitative data The research results show that numeracy is one of the basic competencies that is important for elementary school students to have which can be learned in a fun and interesting way, where teachers must apply certain techniques and methods to improve students' numeracy abilities. Abstrak Kemampuan numerasi sangat penting dimiliki oleh siswa karena merupakan bekal hidup yang berguna untuk keperluan sehari-hari. Kemampuan dan literasi numerasi harus terus menerus digalakkan kepada peserta didik melalui upaya pemberdayaan guru sebagai pioner mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan pelaporan hasil webinar yang bertemakan pengembangan kemampuan numerasi pada jenjang sekolah dasar. Metode penelitian menerapkan metode kualitatif dengan desain penelitian studi Analisis data yang diterapkan adalah analisis data Hasil penelitian menunjukkan bahwa numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa sekolah dasar yang dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan menarik, di mana guru harus menerapkan teknik dan metode tertentu untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Corresponding Author: Rizka Sofyan Saputri Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya Email: rizka. 22046@mhs. https://ejournal. id/index. php/ikhlas/index IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 PENDAHULUAN Tantangan abad 21 bagi peserta didik ialah murid diwajibkan untuk mempunyai keterampilan literasi, salah-satunya literasi numerasi. Kompetensi numerasi dilihat sebagai wawasan, kompetensi, sikap dan tindakan yang peserta didik perlukan untuk menerapkan matematika dalam beragam kondisi. Kompetensi numerasi dijadikan prasyarat keahlian abad ke-21 berikut, dengan edukasi yang terpadu dengan keluarga, sekolah dan lingkungan kemasyarakatan. Sejalan dengan keperluannya, kompetensi numerasi dianggap amat krusial untuk dimengerti dan dimiliki oleh masing-masing individu. Hal itu disebabkan kompetensi numerasi bisa menambah pola pikir kritikal masing-masing individu. Efek yang lain yakni bisa mempermudah untuk menuntaskan sebuah permasalahan dalam hidup keseharian dengan menerapkan wawasan matematik. Kompetensi numerasi yaitu kompetensi yang mesti dipunyai oleh masing-masing peserta didik. Numerasi pula bisa dianggap sebagai kemampuan berpikir dengan menerapkan fakta, konsep, prosedur dan media matematis untuk menuntaskan permasalahan matematik dalam hidup (Mahmud & Pratiwi. , 2. Peserta didik yang mempunyai kompetensi numerasi yang baik dapat menuntaskan permasalahan secara logis dan Di sisi lain, numerasi pula bisa diterapkan untuk menguasai kemampuan pada sebuah sub materi yang menerapkan konsep matematis dalam pengerjaannya (Hazimah & Sutisna, 2. Kompetensi numerasi membuat kemungkinan pada individu untuk berperan dalam hidup keseharian dan memiliki kontribusi secara efisien pada masyarakat. Hal tersebut pula menambah potensi peserta didik dalam ranah pekerjaan dan mengembangkan pondasi matematis yang nyaman, yang bisa dikembangkan dengan pembelajaran sepanjang hayat (Gal et al. , 2. Kompetensi numerasi merupakan kemampuan hidup fundamental yang krusial yang dapat meresap ke dalam seluruh ranah kehidupan individu (Kus, 2. , antara lain belanja bulanan, mengelola peminjaman dari bank sampai menemukan pekerjaan. Kompetensi berikut bisa menunjang individu menjadi lebih melek financial. Literasi keuangan mengikutsertakan kompetensi untuk mengerti keuangan dan mengaturnya dengan bijaksana sehingga murid bisa bertumbuh menjadi individu dewasa yang memiliki tanggungjawab secara financial, terbebas dari utang-piutang pada masa Kompetensi ini juga dapat melatih kemampuan interpretasi informasi numerik dengan konkret, contohnya pemeriksaan uang sewa ataupun perjalanan jauh dan menerapkan informasi itu untuk mengembangkan simpulan, mengevaluasi resiko dan mengembangkan putusan mengenai permasalahan keuangan yang amat krusial untuk keberlangsungan kehidupan (Yunarti & Amanda, 2. Dari hasil PISA 2018 yang dirilis OECD . memperlihatkan bahwasanya rerata score matematika murid Indonesia menggapai 379 dengan score rerata OECD 487. Hal itu memperlihatkan bahwasanya masih kurang keterampilan literasi numerasi siswa di Indonesia. Di sisi lain, faktor yang menyebabkan kurangnya kompetensi literasi numerasi murid Indonesia terjadi karena berbagai hal. Realita di lapangan menunjukkan bahwasanya cuma sebagian kecil yang menerapkan kompetensi literasi numerasi dalam kesehariannya. Kompetensi perhitungan sebagai fondasi matematis kemungkinan sudah dikuasai oleh murid akan tetapi keterampilan siswa dalam penggunaan konsep itu pada keadaan realita ataupun ketika penyelesaian permasalahan tak terstruktur bahkan diabaikan. Contohnya dalam kehidupan sehari Ae hari, masih banyak siswa yang kurang berlatih soal-soal literasi numerasi. Hal ini disebabkan masih banyak guru yang masih belum mampu menyusun soal literasi numerasi terutama untuk guru -guru di tingkat sekolah dasar agar peserta didik menjadi lebih terbiasa untuk menyelesaikan soal-soal non-rutin tersebut. Guru cenderung membuat soal rutin yang tertutup dan dapat langsung diselesaikan dengan penggunaan suatu rumus (Salvia. Sabrina, & Maula, 2. Melihat perkembangan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di abad ke -21 melalui pembelajaran matematika perlu menyiapkan siswa dalam kemampuan dalam literasi numerasi. Pentingnya tindakan yang dilakukan pemerintah, yaitu bahwa mulai tahun 2021 sudah dimulai mengenai literasi Maka dari itu, guru mempunyai peran sangat penting dalam mengembangkan literasi numerasi. Begitu juga, inovasi pembelajaran sangat tergantung pada yang dipikirkan dan dilakukan guru (Sutama. Samino, & Janah, 2. Literasi numerasi terdiri dari tiga aspek berupa berhitung, relasi numerasi, dan operasi aritmetika . Penelitian mengenai literasi numerasi yang dilakukan oleh (Ekowati. Astuti. Utami. Mukhlishina, & Suwandayani, 2. bahwa rancangan literasi numerasi di SD secara umum belum terprogram dan secara khusus menyesuaikan materi literasi numerasi pada pembelajaran matematika dan tema pada pembelajaran tematik kurikulum 2013. Kemudian pelaksanaan program telah sesuai dengan tiga tahapan program literasi sekolah yakni tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran, serta sesuai dengan lima indikator literasi numerasi. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki skor numerasi siswa yang rendah adalah Kabupaten Magetan. Jawa Timur. Hal ini terlihat dari hasil AN tahun 2021, di mana skor numerasi siswa SD di Kabupaten Magetan hanya mencapai 336,5 dari 600. Untuk mengatasi rendahnya kemampuan numerasi siswa di Kabupaten Magetan. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpor. Kabupaten Magetan bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk menyelenggarakan program internship webinar penguatan numerasi di sekolah dasar. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Webinar mempunyai berbagai keunggulan sama halnya seperti pelaksanaan seminar, antara lain dapat memberikan banyak ruang untuk peserta, sajian yang interaktif dan sejalan dengan perkembangan Webinar yang merupakan wujud teknologi digital dapat menunjang pemecahan masalah dalam aktivitas seminar maupun aktivitas lainnya. Webinar pula berperan sebagai bekal para peserta dengan keterampilan, yang dilakukan secara daring . alam jaringa. pada kondisi berikut. Hal berikut pula ditunjang dengan penyusunan media presentasi yang menarik bagi peserta seminar, supaya informasi yang diterima bisa diserap dengan baik dan sejalan dengan visi yang hendak digapai. Penetapan sub materi mesti diselaraskan dengan pembelajaran dan masalah konkret para peserta webinar (Prehanto. Guntara, & Aprily. Penerapan teknologi komunikasi lewat aplikasi media online yang berbasis e -learning. Webinar (Web-Semina. ialah seminar berbasis web dengan penerapan jaringan internet. Integrasi antara pengembangan ranah edukasi dan perkembangan TIK memberikan solusi yang pintar dalam konteks komunikasi dengan menghilangkan jarak sebagai hambatan seperti dalam seminar pada umumnya. Webinar merupakan suatu kebijakan e-learning maupun proses belajar digital yang mengarah pada metode edukasi daring dalam waktu dan keadaan tertentu individu saling mengadakan perkumpulan untuk mendengar, melihat dan ikut terlibat aktif dalam penyajian sebuah tema (Izza. Ningrum, & Hariyati, 2. Dalam usaha penerapan TIK dan perkembangan pribadi peserta dalam ranah pedagogik dan profesional terhadap penerapan webinar (Falahi & Hutasuhut, 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan webinar tentang peningkatan numerasi di sekolah dasar. Webinar ini diharapkan dapat: . memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan numerasi siswa . Memberikan informasi tentang strategistrategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan numerasi siswa . Membangun jaringan dan kerja sama antara mahasiswa, guru, dan kepala sekolah. Manfaat dari pelaksanaan webinar penguatan numerasi di sekolah dasar ini adalah:. Meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi di sekolah dasar. Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang Pendidikan . Meningkatkan kerja sama antara universitas, dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga kabupaten Magetan dan lembaga pendidikan terutama sekolah dasar. Internship webinar ini akan fokus pada peningkatan numerasi di sekolah dasar. Webinar ini tidak akan membahas tentang isu-isu lain yang terkait dengan pendidikan, seperti kurikulum, penilaian, dan manajemen METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode kualitatif, dimana terdapat proses deskriptif dan analisis yang mendeskripsikan atau memaparkan suatu fenomena dan kondisi social yang tengah dikaji serta memberikan pemaknaan dan interpretasi serta melakukan perbandingan data hasil studi (Waruwu, 2. Desain penelitian yang diterapkan adalah studi lapangan, dimana ialah suatu wujud proses belajar outdoor yang mana ada aktivitas observasi untuk memaparkan realita untuk mendapatkan data langsung di lapangan yang dapat memaparkan eksplanasi, deskripsi, inovasi, prediksi bagi perkembangan suatu studi (Ahmad & Laha. Dalam kegiatan PKM ini, diterapkan implementasi Webinar dengan melalui 3 . tahapan yang berbeda, antara lain sebagai berikut. Tahap pertama dilakukan proses perencanaan kegiatan Webinar yang mencakup: . penentuan tema dan tujuan webinar. Pembuatan tim webinar. Penyusunan materi . Pemilihan narasumber. Pembuatan media promosi, dilakukan dapat berupa poster, flyer, spanduk, dan media sosial yang memuat informasi tentang tema webinar, tanggal dan waktu pelaksanaan webinar, narasumber, dan cara pendaftaran. Pendaftaran peserta webinar, mencakup pembuatan formulir pendaftaran yang memanfaatkan Google Form dan pembagian formulir pendaftaran melalui media sosial dan grup WA. Persiapan platform webinar, yakni dilakukan dengan menggunakan platform webinar online Zoom dan peralatan lainnya antara lain laptop dan headphone serta jaringan internet. Tahapan kedua merupakan tahap kegiatan inti webinar, di mana mencakup beberapa kegiatan sebagai berikut: . Pembukaan. Penyampaian Materi Webinar. Diskusi dan tanya jawab. Penutup Webinar. Tahap ketiga dilakukan proses evaluasi seminar dengan rapat terbatas antar panitia yang bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan webina r. Jika efektivitas webinar tercapai maka akan dilakukan tindaklanjut webinar. PEMBAHASAN Pembahasan terhadap hasil Webinar Numerasi dengan tema "Peningkatan Numerasi di Sekolah Dasar" yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Kabupaten Magetan pada tanggal 18 Mei 2024 diikuti oleh 325 peserta . melalui zoom dan 114 melalui link youtub. dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Magetan dan IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Dari pendaftar yang berjumlah 998 peserta, pada hari pelaksanaan ternyata tidak sesuai Pasalnya peserta berkurang drastis dari jumlah yang seharusnya. Setelah mendaftar, peserta langsung diarahkan untuk masuk whatsapp grup, hanya saja sampai tahap ini sudah tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya 998 peserta menjadi 519 peserta. Tidak hanya sampai di situ, pada hari pelaksanaan webinar dengan fasilitas akses aplikasi zoom serta youtube pun banyak terjadi penurunan peserta. Ini terjadi karena beberapa faktor, yaitu kendala signal, perangkat yang kurang memadai, dan waktu. Berdasarkan hasil webinar yang telah dilakukan, terdapat beberapa pokok bahasan antara lain sebagai berikut: Melalui kegiatan webinar, peserta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya numerasi di sekolah dasar. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa numerasi merupakan aspek terpenting yang harus dipelajari, di mana numerasi tidak serupa dengan keterampilan matematis biasa. Kedua kemampuan itu menitikberatkan pada wawasan dan kompetensi yang serupa, namun terdapat perbedaan yakni ada di bagian pemberdayaan wawasan dan kompetensi tersebut. Wawasan matematis saja tak menjadikan individu mempunyai kemampuan numerasi. Numerasi mencakup keterampilan mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi real sehari-hari, saat permasalahannya sering kali tidak terstruktur . , memiliki banyak cara penyelesaian, atau bahkan tidak ada penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan faktor non matematis (Nashirulhaq. Nurzaelani, & Raini, 2. Berdasarkan hasil webinar yang telah dilakukan, diketahui bahwasanya keterampilan numerasi dilakukan dengan menerapkan proses belajar sambil bermain, di mana pembelajaran berbasis bermain dapat membantu siswa belajar numerasi dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Selain itu, keterampilan numerasi juga dapat dikembangkan dengan menerapkan media pembelajaran yang menarik, di mana media pembelajaran yang menarik dapat membantu siswa belajar numerasi dengan lebih mudah dan efektif. Selain itu, kemampuan ini juga harus memperoleh pemberian umpan balik yang tepat, di mana umpan balik yang tepat dapat membantu siswa belajar numerasi dengan lebih baik. Peserta mendapatkan strategi dan teknik untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Adapun dalam suatu teori, dikatakan bahwasanya siswa jenjang SD telah d ibiasakan untuk melafalkan perkalian dasar 1-10, menghitung penjumlahan pengurangan dan pembagian sebelum memulai pembelajaran. Setelah melakukan kegiatan tersebut guru kelas menguji kembali siswa di depan kelas dan meminta salah satu siswa untuk mengerjakan contoh soal numerasi seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dasar di papan tulis. Dilihat dari kebiasaan tersebut siswa kelas V masih minim dalam hal membaca dan berhitung maka guru kelas V serta pihak sekolah merancang strategi untuk meningkatkan minat baca, menulis dan berhitung dalam literasi dan numerasi melalui program yang pertama yaitu strategi peningkatan literasi siswa (Sela & Dinatha, 2. Hasil webinar juga memaparkan bahwasanya p entingnya numerasi di sekolah dasar untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Hal ini sejalan dengan teori yang mengatakan bahwa pentingnya literasi numerasi pada anak SD tidak dapat diabaikan. Literasi numerasi membantu anak-anak memecahkan masalah sehari-hari, seperti memahami ukuran, memecahkan masalah, membaca infografis dan membuat estimasi (Bonifacci. Compiani. Affranti & Peri, 2021. Tegeh. Astawan. Sudiana, & Kristiantari, 2. Abad ke-21, data dan teknologi informasi memainkan peran sentral dalam hampir semua bidang. Literasi numerasi memungkinkan anak -anak untuk mengenali, menginterpretasikan dan menggunakan data dengan bijak (Cohrssen & Niklas, 2019. Sharifah & Hamdu, 2. , membantu mereka menghadapi dunia yang semakin terkoneksi dan penuh dengan informasi (Kumar & Behera, 2022. Rakhmawati & Mustadi, 2. Menguasai literasi numerasi mempersiapkan siswa sekolah dasar pada masa depan yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat (Suryaningsih. Edwita, & Yarmi, 2. Dalam implementasinya, terdapat tantangan dan hambatan yang mesti dihadapi dalam meningkatkan numerasi di sekolah dasar. Keterbatasan literasi dan numerasi di sekolah yang berkaitan langsung dengan topik materi pelajaran dalam implementasi kurikulum yang mengakibatkan kurang efektif dan efisiennya pelaksanaan kegiatan pembelajaran numerasi. Hal tersebut dikarenakan buku paket yang tersedia di sekolah belum sepenuhnya mengakomodir konten materi pembelajaran yang dibutuhkan dalam implementasinya walaupun tersedia dalam platform merdeka mengajar namun perlu kumpulan bahan pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga wawasan pengetahuan yang selalu berkembang dengan pesat dapat terpenuhi dengan menghadirkan kreativitas guru dan peserta didik dalam menyusun literasi dan numerasi (Suryaningsih & Maarij, 2. KESIMPULAN Webinar numerasi dengan tema "Peningkatan Numerasi di Sekolah Dasar" yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan yang diikuti oleh para guru sekolah dasar di Kabupaten Magetan menghasilkan beberapa kesimpulan berikut: Numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa sekolah dasar. Numerasi dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan menarik . Terdapat IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 berbagai strategi dan teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa . guru sekolah dasar memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa. REFERENSI