Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt PROBLEMATIKA SISWA SMP AL-WASHLIYAH GUNTING SAGA DALAM PEMBELAJARAN AL-QURAoAN HADIST Saidatun Nadhrah1. Salsabila Putri2. Sara Nadira3. Sarifah Fauzul Muna4 . Rahim5 . Rama Hamdani6 Abstrak Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui problematika (Kendalakendal. yang dialami siswa SMP Al-Washliyah Gunting Saga dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadist dan memberikan solusi yang dapat mengatasi problematika siswa SMP Al-Washliyah Gunting Saga dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang ada di SMP Al-Washliyah Gunting Saga diantaranya adalah masih banyaknya siswa yang kurang mampu membaca Al-QurAoan dan Bahasa Arab, bahkan hampir 50% dari 100% siswa tidak mampu membaca Al-QurAoan sesuai dengan kaidah tajwid, ini disebabkan karena latar belakang lulusan siswa yang heterogen. Disamping itu, kurangnya partisipasi orang tua yang seharusnya ikut andil dalam proses pembelajaran siswa, serta faktor lingkungan tempat tinggal siswa yang tidak bernilaikan agama islam. Solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi problematika pembelajaran Al-QurAoan Hadist di SMP AlWashliyah Gunting Saga diantaranya adalah dengan memberikan kebijakan dengan cara menambuat Ekstrakurikuler khusus untuk belajar tahsin Al-QurAoan dan Bahasa Arab yang diwajibkan untuk diikuti oleh seluruh siswa, guna untuk mendorong kemampuan siswa dalam membaca Al-QurAoan dan Bahasa Arab dengan baik dan benar. Disertai dengan pihak sekolah meningkatkan perangkat/sarana dan prasarana Kata Kunci: Problematic dan pembelajaran Al-QurAoan Hadist Abstrack This study aims to determine the problems . exprienced bay junior high school students Al-Washliyah Gunting Saga in learning the QurAoan Hadith and provide solutions that can overcome the problems of junior high school students Al-Washliyah Gunting Saga in learning the QurAoan Hadith. The results of the study indicate that the problems that exist in SMP Al-Washliyah Gunting Saga include the number of students who are not able to read the QurAoan and Arabic even almost 50% 0f 100% 1,2,3,4,5,6 STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai, saidatunnadhrah0@gmail. 2salsabilaptr985@gmail. 3 Ummuabdurrahmansemut@gmail. 4 Syarifahfauzulmuna@gmail. 5banjarputra795@gmail. 6ramahamdani2022@gmail. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt of students are not able to read the QurAoan according to the rules of recitation, this is due to the heterogeneous background ao graduate students, in addition, the lack of particiption of parents who should be involved in the student learning process, as well as environmental factors where students live which have no islamic value. Solutions that can be applied to overcome the problems of learning Al-QuerAoan Hadist at AlWashliyah Gunting Saga middle school, including providing policies by making exstracurricular specifically for learning tahsin Al-QurAoan and Arabic which sre requird to be followed by all students, in order to encourage studentsAo ability to read the QurAoan and Arabic properly and correctly, accompanied by the school improving equipment\facilities and infrastructure learning. Keywords: Problematic and learning Al-QurAoan Hadist. Pendahuluan Pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam kehidupannya sekrang dan yang akan datang. 7 Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara penddik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam lindkungan tertentu. Interaki ini dikenal dengan interaksi pendidikan, yaitu saling berpengaruh antara pendidik dengan peserta didik. Pendidikan merupakan salah satu media yang digunakan manusia untuk mengembangkan potensi dan mencapai apa yang diharapkan oleh Maka dari itu pendidikan dari masa ke masa melakukn perubahan dari berbagai aspel yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari materi pelajaran, metode, sarana dan prasarana perlu di perhatikan agar dapat di sesuaikan dengan tuntutan zaman reformasi ini. Oemar H. Malik dalam bukunya AuPendidikan Guru Berdasarkan PendekatanAy Mengungkapkan bahwa proses belajar dan hasil belajar para siswa bukan saja hanya ditentukan oleh sekolah, pola, struktur, dan isi kurikulum, akan tetapi sebagian ditentukan oleh guru yang engajar Guru yang kompetensi akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, sehingga belajar para siswa berada dalam tingkat optimal. 10 Salah satu kelemahan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru kita adalah, kurang adanya usaha pembangunan berfikir siswa dalam setiap peroses pembelajaran, pada mata pelajaran 7 Umar Tirtaharhardja dan S. La Sulo. Pengantar Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. 8 Nana Syaodih Sukmadinata. Landasan Psikologis Proses Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya, 2. , h. Tilaar. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional, (Jakarta: Tera Indonesia,2. , h. 10 Oemar. Malik. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Bamdumg: aksara,2. , h. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt apapun, guru lebih banyak mendororng siswa agar dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, model pemnbelajaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Hal-hal tersebut diatas merupakan kendala-kendala yang dirasakan oleh guru pada umumnya, hampir semua pokok bahasan Pendidikan Agama Islam di sekolah memuat ayat-ayat Al-QurAoan dan Hadist. Tetapi, pada kenyataannya ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar, kurang bisa menerapkan tajwid pada bacaan dari ayat Al-QurAosn tersebut, bahkan ada bebrapa siswa yang masih sangat awam terhadap ayat-ayat Al-QurAoan dan potongan-potongan hadist. 12 Pada dasarnya peserta didik adalah individu yang unik, yang mempunyai kesiapan dan kemampuan fisik, psikis serta intelektual yang berbeda satu sama lainnya. Demikian pula halnya dalam proses belajar dan mengajar, setiap siswa mempunyai karakteristik yang Pembelajaran Al-QurAoan Hadist yang dilaksanakan di SMP AlWashliyah Gunting Saga tidak terlepas dari masalah dan hambatan, baik itu datang dari siswa itu sendiri maupun faktor-faktor lain. Masalah yang muncul dri siswa SMP Al-Washliyah Gunting Saga saat belajar Al-QurAoan Hadist adalah masih banyaknya siswa yang kurang bisa dan bahkan tidak bisa sama sekali dalam membaca Al-QurAoan, sehingga siswa kurang menguasai mata pelajaran tersebut, dan dampaknya siswa kesulitan dalam memahami pelajaran Al-QurAoan Hadist. Faktor lainnya adalah lingkungan keluarga yang tidak mengajarkan Al-QurAoan kepada siswa dirumah, dan tidak mengaplikasikan nilai-nilai Al-QurAoan dan Hadist dalam kehidupan sehari-hari. 14 Inilah alasan mengapa peran orang tua sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak, siswa hanya 6 jam disekolah, selebihnya 18 jam, siswa berada di lingkungan luar sekolah. Sebab pembelajaran merupakan bagian atau elemen yang memiliki peran sangat dominan untuk mewujudkan kualitas baik proses maupun lulusan (Outpu. Maka dari itu,perlu adanya suatu proses interaksi edukatif tentang suatu bahan pengajaran yang akan dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Washliyah Gunting Saga dengan Metode penelitian kualitatif. Tehnik Wina Sanjaya. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Keencana, 2. 12 Ahsin W. Al-Hafidz. Bimbingan Praktis Menghafal Al-QurAoan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , h. 13 Hallen A. Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: Ciputat Press, 2. , h. 14 Observasi Pendahuluan di SMP Al-Washliyah Gunting Saga, pada tanggal 6 November 2022. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara informan kunci yaitu Kepala sekolah dan Guru mata pelajaran Al-QurAoan Hadist. HASIL DAN PEMBAHASAN Problematika Pembelajaran Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, problenatika diartikan sama dengan permasalahan, yang berasal dari Bahasa Inggris AuproblemAy yaitu something thatAos difficult to deal with or understand. maksudnya, problem adalah suatu perkara yang membutuhkan pemikiran untuk menentukan penyelesainnya. Sedangkan problematika merupakan sifat dari problem yang berarti masalah yang merupakan sebuah persoalan. Kata Problem berarti sebuah masalah atau persoalan, sedangkan kata Problematika diartikan dengan suatu yang masih menimbulkan masalah atau suatu yang masih belum dapat 16 Syukir mengemukakan problematika adalah suatu kesengajaan yang mana antara harapan dan kenyataan yang diharapkan dapat menyelesaikan. Pembelajaran Al-QurAoan Hadist Mata pelajaran Alquran-Hadits di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah adalah salah satu mata pelajaran pendidikan agama Islam yang merupakan peningkatan dari Alquran-Hadits yang telah dipelajari oleh peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Ae Madrasah Aliyah. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari, memperdalam serta memperkaya kajian Alquran dan haditsterutama menyangkut dasardasar keilmuannya sebagai persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan menengah, serta memahami dan menerapkan tema-tema tentang manusia dan tanggung jawabnya di muka bumi, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perspektif Alquran dan haditssebagai persiapan untuk hidup bermasyarakat. Secara substansial, mata pelajaran Alquran Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk dan mempraktikkan ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran-hadits sebagai sumber utama ajaran Islam dan sekaligus menjadi pegangan dan pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Alquran-Hadits mempunyai tujuan yakni meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Alquran dan Hadits serta membekali peserta didik dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Alquran dan hadits sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan. Selain 15 Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Suabaya: Reality Publishe,2. , h. 16 Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta. Bulan Bintang, 2. , h. 17 Syukir. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islami,(Surabaya: Al-Ikhlas,1. , h. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt itu juga meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan Alquran dan Hadits yang dilandasi oleh dasar-dasar keilmuan tentang Alquran dan Hadits. Fungsi dari mata pelajaran Al-QurAoan Hadist pada Madrasah adalah sebagai berikut: Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik dalam meyakini kebenaran ajaran islam yang telah mulai dilaksanakan dalam lingkungan keluarga maupun jenjang pendidikan sebelumnya. Perbaikan, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam keyakinan, pemahaman, dan pengalaman ajaran islam peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungan atau budaya lain yang dapat membahayakan bagi peserta didik dan perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SWT. Pembiasaan , yaitu menjadikan nilai-nilai Al-QurAoan dan Hadist sebagai petunjuk dalam kehidupannya sehari-hari. Problematika Pembelajaran Al-QurAoan Hadist Hambatan Yang Bersifat Linguistik Problem Membaca Belajar membaca artinya belajar mengucapkan lambanglambang bunyi yang tertulis, baik dari Al-QurAoan atau Hadist. Walaupun kegiatan ini nampaknya sederhana, akan tetapi bagi siswa pemula mungkin merupakan kegiatan yang cukup kompleks, karena harus melibatkan beragai hal yaitu pendengaran, pengucapan dan Kedua hal terakhir ini bekerja secara mekanik dan simultan untuk melahirkan perilaku membaca. Ditambah lagi materi yang di baca adalah rangkaian kata-kata Arab yang banyak perbedaan dari sistem bunyi dan penulisannya dengan yang mereka kenal dengan bahasa ibu dan bahasa Indonesia. Problem Menulis Belajar menulis huruf latin dengan huruf Arab jelas berbeda, suku kata dan fonetiknya berbeda pula. Kesulitan yang sering di alami siswa adalah menulis jika menulis latin diawali dari kiri sedang menulis Arab di mulai dari sebelah kanan, serta kesulitan dalam memberi Mardiyah. Dahlan. R, and Tjetjep suhandi. Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadist. Fikrah: Journal Pf Islamic Education 2, no 1 . Di akses pada 8 November 2022 pukul 08:00 WIB. 19 Departemen Agama. Standar Kompetensi, (Jakarta:Depad, 2. , h. Depag RI. Metode-Metode membaca Al-QurAoan Di Sekolah Umum, (Jakarta: Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1. , h. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt harakat pada tulisan Arab. Oleh sebab itu menulis membutuhkan konsentrasi antara tangan, ingatan dan penglihatan. Problem Menghafal Menghafal Al-QurAoan dan Hadist adalah sebagai langkah awal untul memahami isi kandugan AL-QurAoan dan Hadist. Hal ini tidaklah terlepas dari berbagai macam problem, sebagaimana problem yang secara garis besar sering dialami oleh para penghafal adalah sebagai Menghafal itu susah Ayat-ayat yang sudah dihafal lupa lagi Banyaknya ayat-ayat yang serupa Gangguan kejiwaan Gangguan lingkungan Banyaknya kesibukan dan lain-lain. Problem Menterjemah Penerjemah harus menguasai bahasa sumber secara integral, dan bidang kebahasaan dari bahasa yang diterjemahkan, artinya siswa harus menguasai gramatikanya. Dalam bahasa Al-QurAoan Hadist sering di jumpai problematika tentang perbendaharaan kata, karena dalam AlQurAoan dan Hadist memiliki banyak arti sehingga sulit untuk menentukan kata yang tepat, yang sesuai dengan konteks kalimatnya, menyusun subyek, predikat, dan obyeknya. Hal itu dikarenakan didalam AL-QurAoan dan Hadist susunannya berbeda dengan bahasa Indonesia. Problem Memahami Dalam Al-QurAoan dan Hadist, untuk memahami dan memperoleh pengertian yang jelas tentang arti dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu memperkerjakan akal. Terutama jika membaca Al-QurAoan dan Hadist hendaknya menggunakan fikiran, lalu berusaha berbuat dan menerapkan perilaku yang terkandung didalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan cara berfikir yang baik sehingga dapat memahami dan menafsirkan Al-QurAoan Hadist dengan benar. Hambatan Yang Bersifat Non Linguistik Adapun sebab-sebab kesulitan pembelajaran Al-QurAoan Hadist yang bersifat non Linguistik dapat digolongkan menjadi dua bagian Sebab-sebab endogen (Dari dalam diri ana. , diantara sebab-sebab ini adalah: Sebab-sebab yang bersifat biologis yaitu yang berhubungan dengan jasmaniah. 21 Ahsin W. Al-Hafidz. Bimbingan Konseling Praktis Menghafal Al-QurAoan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , h. 22 Ali Yasir. Metode Tafsir Al-QurAoan praktis,(Yongyakarta: Yayasan PIRL, t. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Sebab-sebab yang bersufat psikologis, yaitu yang berhubungan dengan kejiwaan anak. Sebab-sebab eksogen (Dari luar didi ana. , diantara sebab-sebab ini terbagi menjadi tiga faktor yaitu: Faktor sekolah Faktor keluarga Faktor lingkungan\masyarakat. Setiap proses pembelajaran tidak akan terlepas dari adanya problem\masalah yang bisa menghambat proses pembelajaran Demikian juga dengan pembelajaran Al-QurAoan Hadist di SMP Al-Washliyah Gunting Saga, masih terdapat bermacam-macam unsur yang menghambat pembelajaran dalam mencapai tujuan. Jalaluddin Sayuti sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran AL-QurAoan hadist mengatakn faktor utama yang menjadi problematika dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadist adalah masih banyaknya siswa yang kurang mampu dalam membaca Al-QurAoan dan Berbahasa Arab, bahkan masih ada beberapa siswa yang sama sekali tidak mampu membaca Al-QurAoan. dari faktor inila Jalaluddin Sayuti menyampaikan pandangannya terhadap penyebab dari timbulnya problematika ini Pertama. Kurangnya peranan orang tua dalam proses pendidikan anak, tidak mungkin anak di lahirkan langsung bisa berbicara tanpa adanya usaha orang tua dalam mengajarinya berbicara, begitu juga halnya dengan pembelajaran Al-QurAoan Hadist ini. Bagaimana anak bisa membaca Al-QurAoan jikalau tidak di ajarkan sejak anak berunur usia dini. Dimulai dari mengajarkan anak huruf Hijaiyah hingga naik ke jenjang Al-QuAoan, ini adalah tugas orang tua, di tahap sekolah menengah pertama tidak ada pembelajaran dalam berlatih membaca Al-QurAoan, di tahap ini siswa sudah belajar apa isi kandungan dan nilai-nilai yang ada dalam ayat-ayat Al-QurAoan dan Hadist, tujuannya agar siswa dapat memperaktikkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, hal yang menyebabkan problematika siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadist adalah lingkungan, ini bersangkutan dengan penyebab pertama, disini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi lingkungan anak dan pergaulannya, karena apa? Karena anak hanya bebrapa jam di sekolah, dia lebih lama beraktivitas di rumah dan lingkungan tempat dia tinggal, jika lingkungan dan pergaulannya saja tidak menanamkan nilai-nilai Al-QurAoan dan Hadist bagaimana dengan si anak? Dia akan ikut terpengaruh dengan 23 Slameto. Belajat dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. 24 Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt kebiasaan pergaulan dan lingkungannya, baik lingkungan rumah maupun lingkungan di sekitar tempat dia tinggal, inilah sebabnya mengapa peran orang tua sangat penting dalam proses pendidikan Ketiga. Jalaluddin Sayuti menjelaskan bahwa sepengalaman dirinya selama mangajar Al-QurAoan Hadist di SMP Al-Washliyah Gunting Saga, penyebab problematika siswa dalam pembelajaran adalah ketidak seriusan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, rata-rata siswa disaat proses pembelajaran berlangsung tidak mendengarkan guru dengan baik, bercerita, bermain-main, bahkan ada siswa yang tidur di saat guru menyampaikan materi, disampinng itu, kurangnya minat siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadist juga menjadi penyebab pembelajaran itu tidak sampai ke dirinya. Dari permasalahan-permasalahan di atas, maka ada kebijakan dan program untuk mengatasi problematika pembelajaran Al-QurAoan Hadist yang ada di SMP Al-Washliyah Gunting Saga, tujuannya tak lain agar bisa memberikan jalan keluar bagaimana usaha kita dalam menciptakan siswa yang memiliki kemampuan dalam pembelajaran AlQurAoan Hadist. Salah satu tugas orangtua adalah memastikan anak mendapat pendidikan yang baik. Itulah sebabnya, orang tua perlu meluangkan waktu untuk mencari dan memilih sekolah yang tepat untuk anaknya, terutama diawal masa sekolahnya seoerti PAUD hingga sekolah dasar. Pasalnya, anak akan menghabiskan masa transisinya sebagai remaja di sekolah dasar. Tentunya, orang tua ingin agar anak mendapatkan pengalaman dan pendidikan terbaik di masa itu. Namun tugas orang tua tidak selesai begitu saja ketika anak sudah masuk sekolah. Orang tua perlu terus memantau pendidikan anak serta mengetahui bagaimana sekolah dapat memfasilitasi kebutuhan siswa selama kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, orang tua perlu menjalin komunikasi dengan sekolah, nah ini adalah satu kebijakan atau program yang dapat kita lakukan untuk mendorong kemampuan siswa dalam pembelajaran, salah satu caranya adalah dengan membuat pertemuan antara guru dan orang tua murid (PGOM). Melalui pertemuan guru dan orang tua murid, guru dapat menyampaikan progres pendidikan anak selama di kelas, bertukar informasi mengenai potensi dan kesulitan yang di alamai anak, sehingga lebih mudah bagi orang tua, anak dan guru untuk menemukan solsusinya. Program kedua yang bisa kita laksanakan untuk mendorong kemampuan siswa dalam membaca Al-QurAoan dan bahasa Arab adalah, membuat program ekstrakurikuler khusus untuk belajar membaca Al-QurAoan, dan belajar tahsin agar siswa mampu membaca Al-QurAoan sesuai kaidah tajwidnya, ekstrakurikuler ini diwajibkan untuk diikuti seluruh siswa tanpa terkecuali. Maka dari adanya kebijakan ini. InsyaAllah bisa mendorong kemampuan siswa dalam pembelajaran AlQur,an Hadist. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 84 Ae 93 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt KESIMPULAN Problematika siswa SMP Al-Washliyah Gunting Saga pada pembelajaran Al-QurAoan Hadist diantaranya adalah, siswa kurang mampu dalam membaca Al-qurAoan dan bahasa Arab sesuai dengan kaidah tajwid. Kurangnya peran orang tua dalam proses pendidikan siswa sehingga tidak mendorong kemampuan siswa dalam pembelajaran di sekolah. Dan buruknya pengaruh lingkungan tempat tinggal siswa, dan pergaulannya yang tidak menanamkan nilai-nilai AlqurAoan memberikan efek butuk terhadap kualitas kemampuan siswa dalam proses pembelajaran. Solusi untuk mengatasi problematika yang ada di SMP Al-Washliyah Gunting Saga diantaranya adalah dengan mengadakan kebijakan Pertemuan antara Guru dan Orang Tua Murid (PGOM) guna untuk bertukar informasi mengenai potensi dan kesulitan yang di alami anak, sehingga lebih mudah bagi orang tua, si anak, dan guru untuk menemukan solusinya, karena bagaimanapun peran orang tua adalah poin utama dalam mrndorong kualitas pendidikan anak. selanjutnya adalah dengan membuat program, yaitu ekstrakurikuler khusus pembelajaran Al-QurAoan, tahsin dan bahasa Arab, yang diwajibkan untuk diikuti oleh seluruh siswa. Dengan demekian, dari adanya kebijakan ini. InsyaAllah ini dapat mendorong kemampuan siswa dalam membaca Al-QurAoan dan bahasa Arab, dengan kebijakan ini pula, tjuan pembelajaran Al-QurAoan Hadist dapat tercapai. DAFTAR PUSTAKA