20 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No. Maret 2025 Peran Analisis Biaya Kualitas Produk Kerajinan Terhadap Minimalisasi Produk Rusak Rina Milyati Yuniastuti1. Jhon Nasyaroeka2. Aderina Harahap3 Institut Maritim Prasetiya Mandiri. Indonesia, . IIB Darmajaya Email: rinamilyati@gmail. Abstract Prevention costs and appraisal costs in this study provide results that influence defective products. Defective products play a very significant role and have an impact on the company. Defective products can be minimized by minimizing products according to company standards. The object of this product research is the home industry of plastic waste crafts. The research method is quantitative descriptive research. The results of the F test for prevention costs and appraisal costs together have an influence on defective products. Meanwhile, the results of the t test show that prevention costs have an influence on defective products, and appraisal costs also have an influence on defective products. This study has implications for the home industry of plastic waste crafts so that defective products can be minimized. And this study has a role in the importance of quality costs in products. Keyword . Role. Cost of quality. Craft products. Damaged products Latar Belakang Produk merupakan suatu hasil dari pengelolaan bahan mentah ataupun bahan setengah mentah menjadi sesuatu yang berwujud bentuk berupa barang atau disebut juga dengan produk. Produk yang jadi akan dapat di perjualbelikan, akan tetapi harus mempunyai kualitas ataupun mutu yang mempunyai standar. Standar akan produk yang diperjualbelikan mempunyai kualitas yang mampu mengkait konsumen. Apapun jenis produk yang diolah maka harus mempunyai kualitas ataupun mutu yang mumpuni dan diterima oleh konsumen. Menurut (Yuniastuti, 2. dijelaskan untuk produk yang mempunyai nilai di konsumen merupakan produk yang lebih banyak diminati dan konsumen lebih menghargai dengan adanya nilai dari produk tersebut. Salah satu produk yang terkadang mengalami banyak kerusakan merupakan produk yang gagal dalam kelanjutan kehidupan produk Hal ini karena produk sudah seharusnya di cek terlebih dahulu dalam proses pembuatan Produk yang rusak sudah tentu akan merugikan usaha /bisnis yang dijalankan, hal ini berpengaruh juga pada laporan keuangan yang dilaporkan. Dalam kegiatan pembuatan produk maka produk harus dilakukan secara teliti agar tidak banyak produk yang rusak. Produk yang rusak juga dapat terjadi pada produk hasil kerajinan. Produk kerajinan yang diolah dan terjadi produk rusak karena produk diolah tidak dengan menggunakan suatu pola ataupun suatu desain terlebih dahulu. Hal ini menurut (Natalia, 2. bahwa suatu produk jika diolah dengan baik dan desain yang terbaik maka akan dapat diminimkan akan kerusakan produk tersebut. Produk kerajinan ialah produk yang hasil dari kreativitas sehingga diperlukan berbagai ragam akan desain dan juga harus memperhatikan akan kebutuhan konsumen (Yuniastuti & Nasyaroeka, 2. Produk kerajinan ini berasal dari kegiatan bisnis rumahan yang masuk ke dalam kategori home industri. Produk rumahan ini merupakan hasil dari pengolahan produk dengan berskala kecil. Walaupun berskala kecil produk kerajinan ini memiliki Produk rumahan dapat dikatakan suatu produk dari UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menenga. Produk UMKM ialah suatu bisnis untuk kegiatannya dilakukan oleh pelaku isaha baik individu/seorangan, rumah tangga / badan usaha dengan skala kecil (Yuniastuti & Nasyaroeka, 2. Adapun penelitian ini pada produk kerajinan pengelolaan sampah plastik. Disaat ini produk kerajinan ternyata masih ada produk hasil kerajinan yang rusak. Produk yang rusak ini adalah produk yang tidak memiliki kualitas. Dan produk dikatakan rusak jika produk tersebut memiliki kerusakan dan cacat pada produknya. Untuk itu diperlukan adanya biaya kualitas agar produk dapat diminimalisir kerusakan produk lebih banyak lagi. Biaya kualitas yang ada dalam produk kerajinan ini dapat terdiri dari adanya laporan biaya pemasaran, biaya produksi, dan juga biaya administrasi & umum (Mulyadi. Akan tetapi home industri kerajinan tidak adanya di terapkan adanya laporan untuk biaya Dengan laporan tersebut dapat di ketahui akan laporan seperti Usaha tersebut. Dan juga untuk produk terkadang memiliki kerusakan produk atau yang disebut dengan produk cacat. Produk cacat merupakan produk yang tidak mempunyai nilai atau kualitas (Islachiyana et al. , 2. Maka dari itu A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No1. Maret 2025 diperlukan adanya kualitas . Untuk menjaga kualitas maka diperlukan beberapa biaya dalam biaya kualitas (Quality costin. dimana biaya kualitas seperti biaya penilaian,biaya pencegahan, biaya kegagalan internal serta biaya kegagalan eksternal (Edward J Blocher, 2. Dalam menjaga suatu kualitas produk maka hal ini dilakukan untuk menekan terjadinya produk rusak. Produk rusak menurut (Mulyadi, 2. bahwa produk rusak merupakan suatu produk yang tidak mempunyai nilai ataupun Hal ini maka harus diantisipasi agar produk dalam proses pengelolaan terjaga dengan baik. Produk rusak dan produk cacat adalah suatu problem yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu kegiatan ataupun usaha. Produk rusak itu sendiri ialah produk yang dari segi ekonomi tidak dapat di perbaiki kembali,sedangkan produk cacat ialah produk yang tidak memiliki mutu standar baku yang telah di tentukan untuk itu jika produk cacat maka produk tersebut masih dapat di perbaiki, hanya saja usaha/bisnis harus mengeluarkan biaya lagi. Menurut (Nasution N, 2. bahwa kualitas produk ialah suatu kualitas yang diharapkan konsumen dan memenuhi harapannya, yang mencakup akan kualitas pada jasa, produk, manusia ,proses serta lingkungan. Fenomena yang terjadi pada Sukses Makmur Tbk dimana masih terdapat produk rusak. Jika produk rusak di biarkan maka akan mengakibatkan pada harga pokok produksi per unit menjadi meningkat (Marpaung, 2. Untuk itu perusahaan harus mengendalikan produk rusak agar tidak terjadi kerugian yang besar. Dan juga perusahaan harus benar benar melakukan peningkatan kualitas khususnya pada biaya pencegahan dan biaya penilaian. Menurut (Yuniastuti, 2. biaya kualitas juga terjadi pada produk home industri untuk kue donut bahwa pengaruh ada di produk rusak biaya pencegahan & biaya penilaian. Hal ini juga terjadi pada hasil penelitian (Nasyaroeka et al. , 2. biaya pencegahan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap rusaknya produk, begitu juga dengan biaya penilaiannya. Pada pembaruan penelitian ini ada pada objek jenis produk kerajinan yang berasal dari sampah plastik. Dan untuk biaya kualitas yang akan diteliti ada pada biaya pencegahan dan biaya penilaian. Penelitian merupakan replika penulis tetapi dengan onjek penelitian yang berbeda. Ini dilakukan untuk mengetahui dampak biaya kualitas pada berbagai objek produk. Dengan penelitian ini maka akan memberikan implikasi pada usaha/bisnis agar dapat meminimalkan produk rusak /produk cacat. Kajian Pustaka Biaya Kualitas Menurut (Mulyadi, 2. biaya kualitas ialah biaya biaya yang dikeluarkan oleh suatu usaha/bisnis untuk kualitas produk terjaga. Sedangkan menurut (Edward J Blocher, 2. bahwa biaya kualitas itu terdiri dari : Biaya Pencegahan/prevention costs adalah biaya mencegah agar ptoduk tidak terjadi rusak/cacat. Adapun yang masuk dalam biaya ini meliputi: . Biaya pelatihan kualitas, ada pada program pelatihan secara internal dan ekternal,pelaksanaan akan produksi, pelayanan jasa dan produk. Untuk biaya pada gaji dan upah,biaya intruksi, biaya staf, dan biaya persediaan. Desain produk secara berulang/ perbaikan. biaya sistem informasi, yang terjadi pada pengembangan persyaratan data ,audit ,terukur serta melaporkan data. Biaya pemeliharaan alat, pada pemasangan,penyesuaian, pemeliharaan , perbaikan serta pengawasan pada alat dan prosedur/sistem Biaya Penilaian/detection costs ialah biaya dalam ukuran dan data analisis dalam menentukan keselarasan antara hasil produksi dan spesifikasi. Biaya penilaian terdiri dari : . Biaya inspeksi dan pengujian,pada bahan baku , barang dalam proses , barang jasa dan barang jadi. instrumen dan peralatan uji, digunakan untuk pengoperasian/pemeliharaan dan instrumen untuk menilai kualitas dari barang /jasa. Biaya kegagalan internal ialah biaya rendahnya mutu yang ditemui pada awal penilaian dan sebelum ke konsumen. Biaya ini terdiri dari : . Biaya kegiatan koreksi, adalah biaya mencari pada akibat kegagalan dan solusi. Biaya pengerjaan ulang, adalah biaya melakukan proses pengerjaan secara ulang sehingga dapat memenuhi standar mutu. Biaya sisa bahan baku, biaya yang meliputi kerugian yang terjadi akibat sisa bahan baku tidak digunakan untuk memenuhi tingkat kualitas yang Biaya proses, dikeluarkan dalam mendesain produk /proses ,penghentian alat yang tidak terencana untuk penyesuaian dan hilangnya produksi. A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No. Maret 2025 Biaya kegagalan eksternal ialah biaya dimana rusaknya kualitas terdeteksi. Biaya ini terdiri dari : biaya perbaikan /pengganti,terjadi pada produk rusak yang diperbaiki. Biaya pada penangan akan keluhan dan pengembalian pada pelanggan, honor/gaji & pengeluaran tambahan pada administrasi departemen, pengurangan harga/dilakukan d potongan harga. Pemesanan yang batal dan turun pangsa pasar. Perilaku Biaya Kualitas Berdasarkan pada biaya maka dapat diukur kualitas ,sehingga suatu usaha/bisnis jika menginginkan supaya biaya kualitas rendah maka yang ingin dicapai adalah kualitas yang tinggi minimal sesuai dengan standar usaha/bisnis pada produk tersebut. Akan tetapi jika standar tercapai dengan kerusakan produk nol maka tetap saja usaha/bisnis juga harus menanggung akan biaya pencegahan dan biaya Jika suatu perusahaan/bisnis memperhatikan produk yang berkualitas/ bermutu baik maka biaya kualitas tidak lebih dari 2,5% dari penjualan produk (Nasution N, 2. Untuk itu yang perlu diperhatikan dalam laporan kinerja kualitas. Untuk laporan maka biaya kualitas dievaluasi dengan cara dibandingkan antara biaya sesungguhnya dengan biaya anggaran. Pada perbandingan yang lebih akurat digunakan dengan membandingkan jumlah uang pada biaya dengan ukuran secara persentase. Dari persentase tersebut dapat dimasukkan dalam biaya variabel dan biaya tetap,sehingga akan di dapat informasi mengenai standar biaya kualitas tercapai. Informasi Biaya Kualitas Informasi akan sistem pelaporan pada biaya kualitas penting sekali guna suatu usaha/bisnis. Laporan biaya kualitas menunjukkan suatu ukuran akan bisnis pada usaha/perusahaan serta memberikan informasi akan pengambilan keputusan bagi manajemen. Manajemen dapat secepat mungkin mengambil keputusan sesuai dengan tujuan perusahaan yang telah di tetapkan. Untuk itu diperlukan dengan penting akan laporan biaya kualitas produk. Adapun beberapa hal yang bermanfaat akan adanya laporan biaya kualitas menurut (Yusri, 2. seperti: . identifikasi peluang laba,. investasi dan keputusan anggaran,. Memininkan akan biaya pembelian pada pemasok,. akan masalah kualitas,pembororsan aktivitas,. menentukan distribusi biaya kualitas yang sesuai,. penentuan anggaran dan perencanaan akan laba, . Alat manajemen untuk mengukur strategi alokasi sumber daya serta . Untuk menilai kinerja secara objektif. Metode Penelitian Jenis dan Objek Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif . Adapun untuk objek penelitian pada home industri pembuatan kerajian dari sampah plastik yang berada di Teluk Betung Selatan Bandar Lampung di tahun 2023 - 2024. A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No1. Maret 2025 Definisi Operasional Rincian akan definisi operasional penelitian ini dibuat bagan seperti : Gambar 1: Model Penelitian Teknik Analisa Data Penelitian ini menggunakan teknik analisa data pada alat analisa statistika uji F,Uji t ,Determinan R 2 serta regresi lininer berganda. Adapun biaya kualitas meliputi biaya pencegahan dan biaya penilaian. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil dari statistik pada coefficients berikut ini: Tabel 1. Coefficients Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. BP (X. BN (X. Sumber : Data Diolah . A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Sig. Sig. Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No. Maret 2025 Hasil dari tabel 1,maka di peroleh nilai konstanta positif sebesar 1. 227 yang berarti bahwa variabel pada biaya pencegahan dan biaya penilaian kedua variabel tersebut konstan/nol yang menunjukkan bahwa produk rusak 1. Untuk biaya pencegahan 0. 075 berarti biaya ini naik satu satuan maka biaya kualitas juga naik sebesar 0. 075 dengan variabel bebas tetap. Pada biaya penilaian -0. 039 berarti jika variabel biaya penilaian menurun satu satu-an maka biaya kualitas akan turun juga. Sehingga untuk persamaan regresi diperoleh menjadi Y = 1. 075X1 Ae 0. 039X2. Pada hasil uji t nilai signifikansi dicapai nilai biaya pencegahan dengan total 0. 027 < 0. T hit 0. 071< T tabel 2. Maka memperlihatkan Ha di terima dan Ho ditolak. Sehingga biaya pencegahan mempunyai pengaruh minimalisasi produk rusak. Pada variabel biaya penilaian di dapat 0. 017< 0. 05 dan T hit -0. 013< T 920, di tarik suatu simpulan untuk ini Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini biaya penilaian ada pengaruh pada produk rusak. Pada uji F hasil diperlihatkan nilai sig 4. 29 < 0. 05 maka Ho tertolak dan Ha terima. Maka jika bersama sama pada uji F ada pengaruh di biaya pencegahan dan biaya penilaian untuk produk rusak. Koefisien Determinan ( R. Tabel 2. Uji Determinan/R2 Adjusted R Square Model Std. Error of the Estimate Sumber : Data diolah . Pada tabel diatas nilai R2 di dapat 0. 829 dengan Adjusted R square 0. 745 ini biaya pencegahan dan biaya penilaian ada pengaruh pada produk rusak sejumlah 74,5% dan sisa dari nilai tersebut di pengaruhi faktor yang tidak diteliti. Pengaruh Biaya Pencegahan dan Biaya Penilaian di Produk Rusak untuk Produk Kerajinan Produk rusak terjadi pada suatu usaha/bisnis karena tidak sesuai dengan standar mutu yang sudah ditetapkan oleh perusahaan/bidang usaha. Untuk itu perusahaan berusaha untuk dapat meminimkan produk rusak agar laba yang diperoleh meningkat. Menurut (Riwayandi, 2. produk rusak adalah produk yang dapat membuat suatu usaha menjadi menderita kerugian. Hasil uji F signifikansi 0. 05 memperoleh arti memperlihatkan Ho tertolak dan Ha keterima. Sehingga kedua variabel independent pada biaya pencegahan dan biaya penilaian secara serentak pengaruh ada terhadap rusaknya produk. Penelitian ini diperkuat oleh hasil penelitian (Nasyaroeka et al. , 2. ,(Islachiyana et al. , 2. serta (Natalia, 2. Bahwa untuk produk rusak harus dapat diminimalisir oleh perusahaan sehingga dapat menekan kerugian yang besar dan terjaga dari kerugian. Kesimpulan Diperoleh dari hasil dan pembahasan bahwa untuk uji F ada pengaruh secara serentak terhadap produk rusak pada nilai sejumlah 74,5% dari uji determinan R2. Pada uji t secara parsial di peroleh adanya pengaruh secara mandiri pada biaya pencegahan dan biaya penilaian pada produk rusak. Adapun untuk home industri kerajinan dari pengolahan sampah plastik untuk ditingkatkan dan diperhatikan pada pengolahan produk dibuat sesuai dengan desain untuk meminimkan akan produk rusak. Di harapkan penelitian ini memberikan implikasi ada usaha kerajinan untuk lebih di perhatikan akan kualitas produk kerajinan sehingga akan meminimkan produk rusak. Daftar Pustaka