Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2024, 132-140 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI Evaluasi Pembelajaran Praktik: Uji Kompetensi Pengetahuan Otomatisasi Manajemen Perkantoran Widiya Avianti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wibawa Karta Raharja. Jawa Barat. Indonesia E-mail: wdythea@gmail. Abstrak Pentingnya evaluasi pada setiap akhir kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung memiliki tujuan untuk menilai siswa dan siswi di Sekolah Menengah Kejuruan dengan klasifikasi Belum Kompeten. Kompeten dan Sangat Kompeten. Hasil Uji kompetensi menjadi suatu kesiapan khususnya siswi SMKN 3 Sukatani dalam menghadapi kompetisi di dunia kerja dan industri. Metode Uji kompetensi ini memiliki keterbaruan dengan melibatkan penguji eksternal dari lingkungan Perguruan Tinggi yang berprofesi sebagai dosen, hal ini dilakukan untuk menghasilkan penilaian dengan muatan unsur objektivitas. Otomatisasi dan tata Kelola perkantoran memiliki sejumlah kriteria dalam penilaian yaitu : Mengelola Dokumen Kantor. Membuat Presentasi menggunakan aplikasi MS. Office Power Point. Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja. Mengelola Jadwal Kegiatan Pimpinan. Mengelola Arsip, dan Melakukan Transaksi Perbankan Sederhana. Perlunya dukungan organisasi untuk penyediaan fasilitas praktik dengan syarat minimum sesuai ketentuan dan merancang program khusus peningkatan hard skill dan soft skill bertujuan untuk membentuk keahlian serta kepercayaan diri siswi dalam melakukan pekerjaan, berkomunikasi dan menyampaikan pendapat, gagasan dan ide kreatif. Kata Kunci: Kompeten. Sekolah Menengah Kejuruan. Uji Kompetensi Abstract The importance of evaluation at the end of each learning activity that has taken place has the purpose of assessing students and students in Vocational High Schools with the classification of Incompetent. Competent and Very Competent. The results of the competency test are a readiness, especially for SMKN 3 Sukatani students in facing competition in the world of work and industry. This competency test method has the latest by involving external examiners from the university environment who work as lecturers, this is done to produce an assessment with the content of objectivity elements. Automation and office governance have a number of criteria in the assessment, namely: Managing Office Documents. Making Presentations using the MS. Office Power Point application. Communicating in the Workplace. Managing the Leader's Activity Schedule. Managing Archives, and Making Simple Banking Transactions. It is necessary to support the organization for the provision of practice facilities with minimum requirements according to the provisions and design special programs to improve hard skills and soft skills aimed at forming students' expertise and confidence in doing work, communicating and conveying opinions, ideas and creative ideas Keywords : Competent. Vocational High School. Competency Test This is an open access article under the CCAeBY-SA license. http://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 PENDAHULUAN Rentang usia Generasi Z khususnya siswa pada sekolah menengah adalah 10 hingga 25 tahun, sehingga dibutuhkan persiapan dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat di dunia kerja, maka perlu mencapai prestasi akademik dan non-akademik (Ahluwalia et al. , 2. Peran guru pada tingkat Pendidikan sekolah menengah atas dan kejuruan untuk bisa memberikan motivasi pembelajaran diharapkan membentuk lulusan yang kompeten di bidangnya (Fathonah & Purnomo, 2. Kompetensi merupakan suatu variabel pada bidang Manajemen sumber daya manusia sebagai ukuran keberhasilan dalam pencapaian pembelajaran (Rahadi et al. , 2. Organisasi yang bergerak pada bidang Pendidikan secara implementasi memiliki tujuan untuk meningkatkan peserta didik yang menjadi bagian dalam organisasi Pendidikan tersebut. Dalam upaya ini, pusat pelatihan dan pendidikan juga berperan dalam menentukan kebijakan dan program pengembangan kompetensi sumber daya manusia (Avianti & Pitaloka, 2. Faktor yang dapat membentuk kompetensi peserta didik yaitu lingkungan yang terdiri dari lingkungan ekstenal maupun lingkungan internal (Avianti & Indah, 2. Faktor lingkungan internal yang dimaksud adalah program pembelajaran yang dituangkan dalam kurikulum berbasis Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu serta mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 323/U/1997 Pasal 1 Ayat 1, pembelajaran dengan praktek kerja dengan komposisi 30% di SMK dan 70% di dunia usaha (DUDI) (Fatmariani & Alfasyah, 2. Setiap manusia yang memiliki kehidupan dapat menguasai dan memiliki suatu nilai kemampuan dari proses pembelajaran yang maksimal (Yaqin et al. , 2. , sehingga setiap manusia memiliki Skala kompetensi untuk jenjang pendidikan menengah kejuruan dikembangkan berdasarkan standar kompetensi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil Penelitian Hidayati et al. , . bahwa standar kompetensi ini mencakup penyiapan peserta didik untuk bekerja pada bidang tertentu, dipilih dan dipelajari selama menempuh studi di lembaga pendidikan vokasi, namun keseluruhan program peningkatan kompetensi tersebut beradaptasi dengan permintaan masyarakat dan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Untuk meningkatkan penyerapan karyawan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), penyusunan kurikulum pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha (Sobari et al. , 2. Dalam pencapaiana terkait hal ini, maka dunia pendidikan dan sektor usaha harus bekerja sama sehingga menghasilkan kurikulum pembelajaran yang tepat bagi kebutuhan dunia kerja. Peningkatan kompetensi peserta didik perlu didukung oleh organisasi pembelajaran dan manajemen pengetahuan (Pitaloka et al. , 2. , disebabkan organisasi pembelajaran dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter pemimpin di masa depan. Peserta didik pada SMKN 3 Sukatani yang berada di Kabupaten Purwakarta khususnya jurusan Keahlian (UKK) Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran terdiri dari 11 siswi berjenis kelamin Perempuan mengikuti serangkaian program kompetensi secara kekhususan dipersiapkan para lulusan untuk menjadi seorang yang ahli pada bidang administrasi (Pramono, 2. , evaluasi berbasis kompetensi ini sebagai bentuk dari pengembangan sumber daya manusia, serangkaian proses evaluasi tersebut dikemas dengan pelaksanaan uji kompetensi dan dinyatakan lulus sesuai kategori Kompeten atau Sangat Kompeten , maka mereka telah membekali dirinya dengan kemampuan dan keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran. Adapun perbedaan Uji Kompetensi yang dilakukan oleh Sekolah ini, melibatkan keputusan penilaian dari pihak Eksternal sehingga hasil penilaian yang dilakukan mengandung unsur objektivitas. Kurikulum yang disusun dan dilaksanakan sebagai acuan pengajaran siswi kejuruan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran memiliki muatan kompetensi yang disiapkan sebagai pekerja perorangan untuk memenuhi posisi pekerjaan yang tersedia baik di dunia usaha maupun industri menjadi tenaga kerja tingkat menengah seperti personil administrasi (Angguntari et al. , 2. METODE Metode Uji kompetensi menjadi kegiatan utama pada Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini, dan para siswi menjadi subjek pelaksanaan Uji Kompetensi di akhir pembelajaran kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Sukatani Kabupaten Purwakarta. Adapun prosedur yang dilakukan dalam penyusunan informasi kegiatan PkM ini dilakukan survei dan wawancara terhadap Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 panitia penyelenggara dan Ketua Jurusan. Pemilihan metode kualitatif pada kajian PkM ini memiliki beberapa alasan diantaranya (Affandi et al. , 2. Memiliki keluwesan dan menawarkan kebebasan yang lebih bagi Peneliti untuk melakukan interaksi langsung dan terlibat aktif dalam pengumpulan informasi tentang aspek yang diteliti. Bila masalah penelitian belum jelas, peneliti akan melakukan eksplorasi terhadap suatu obyek untuk menemukan dan potensi yang ada di obyek tersebut. Memiliki beberapa karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Memahami makna dibalik data yang didapatkan berpeluang bagi peneliti untuk menginterpretasikan data menjadi suatu makna. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Sukatani yang berlokasi di Desa Sukamaju RT 04/RW 02. Kecamatan Sukatani. Kabupaten Purwakarta, memiliki visi untuk menjadikan SMK sebagai pusat Pendidikan dan Latihan kejuruan di bidangnya, sehingga menghasilkan Sumber Daya Manusia yang mampu bersaing dalam pasar global dengan di landasi keimanan dan ketaqwaan yang handal . ttps://w. id/). Untuk menggapai Visi tersebut maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai proses kerja yang tersusun dalam Misi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Sukatani. Menyediakan lingkungan belajar yang berbasis pada kemampuan, dedikasi dan kecakapan hidup. Mengoptimalkan potensi, minat dan bakat peserta didik untuk menjadi pekerja tingkat menengah yang terampil, terdidik dan professional. Melakukan pengembangan sekolah kejuruan yang adaptif dan fleksibel yang berakar pada Masyarakat sesuai norma dan nilai budaya bangsa Indonesia. Menjadi sekolah kejuruan yang berwawasan, fokus terhadap mutu, keunggulan dan profesionalisme, sehingga mampu mengintegrasikan kurikulum pendidikan menengah kejuruan dengan DUDI. Mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan keyakinan dan dedikasi tinggi. Adapun metode yang dilakukan sebagai akhir bagian dari proses pembelajaran adalah kegiatan Uji Kompetensi, sebagai bentuk evaluasi pembelajaran selama masa studi 3 . tahun pembelajaran di sekolah secara teori dan praktek melalui pengumpulan bukti yang relevan sehingga dapat dinyatakan siswi tersebut kompeten atau belum kompeten (Sudradjat & Djanegara, 2. Kegiatan Uji Kompetensi perlu melibatkan Penguji Eksternal yang memiliki kompetensi di bidang sesuai Kejuruan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran dan telah memiliki pengalaman pada dunia usaha dan industri , sehingga menjadi suatu proses evaluasi yang memiliki kesesuaian, mengandung persyaratan linier secara keilmuan dan penilaian yang diharapkan secara objektif. Metode dalam pelaksanaan Uji Kompetensi bagi Jurusan jurusan Keahlian (UKK) Otomatisasi Dan Tata Kelola Perkantoran berupa pengujian secara praktek, terdiri dari 17 soal ujian praktek yaitu : Mampu melakukan proses kerja Penerimaan/Pengiriman surat/ dokumen Terampil dalam melaksanakan proses Penggandaan/ Pengumpulan Surat/Dokumen Literasi berbahasa Inggris pada Tingkat Operasional Dasar Membuat beberapa Dokumen menggunakan alat kerja Komputer Mampu dan memahami perangkat Lunak sebagai media untuk mendapatkan informasi dan data Mampu menggunakan alat kerja yang ada sebagai sumber daya yang dimiliki perusahaan Dapat melakukan pengarsipan Melaksanakan Sistem Keselamatan Kerja berbasis K3 Perkantoran Mampu menciptakan inovasi untuk mencegah pencurian data dan informasi Dapat membuat Lembar Kerja Sederhana sebagai dokumen kebutuhan perkantoran Mengoperasikan Komputer untuk Mengakses Data Bisa menciptakan Surat/ Dokumen Elektronik . -mai. Menambah pengetahuan dan wawasan perkantoran melalui akses Informasi pada Homepage Mahir dalam berkomunikasi Mampu melakukan komunikasi bisnis melalui saluran komunikasi telepon Menyusun berbagai kegiatan disajikan dalam bentuk Jadwal Kegiatan Pimpinan Memahami berbagai bentuk kegiatan Transaksi di Perbankan Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Rangkaian praktik uji kompetensi dilaksanakan dalam pada hari kerja selama satu hari penuh hari dimulai Pukul 07. 30 WIB sampai dengan Pukul 16. 00 WIB dengan menggunakan alat kerja sebagai fasilitas Laboratorium Perkantoran yang diawasi oleh Kepala Jurusan dan Guru Pembimbing. Berikut alat Praktek Uji Kompetensi yang digunakan oleh siswi Jurusan OTKP : Tabel 1. Alat dan Fasilitas Uji Kompetensi Nama Praktik Spesifikasi Minimal No. Peralatan Komputer Printer Handphone/HP Kabel USB Perforator Stapler Kecil Gunting. Penggaris. Pensil. Ballpoint. Penghapus Pesawat Telpon Internet Pendukung Praktik Kerja Map Snelhecter Guide dan Folder / HVS Warna Kalender khusus Meja kerja Kertas ukuran HVS Kop Surat ukuran HVS Amplop khusus Surat Formulir Buku Agenda Formulir Daftar Isi Arsip Formulir Daftar Indeks Arsip Amplop bentukPersegipanjang Buku catatan /Block Note Lembar Pesan Telpon Sumber Data : Administrasi SMKN 3 Sukatani . Jumlah 15 set 15 set PABX / PMBX 2 unit Dalam size A4 Dalam size A4 1 pcs/Siswa Sesuai kebutuhan 1 pcs/Siswa 15 Lembar/Siswa 2 Lembar/Siswa 2 Buah 2 Lembar/Siswa 1 Lembar/Siswa 4 Buah/Siswa 1 buku/Siswa 1 paket/Siswa Dalam size A4 Dalam size A4 Standar HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi dalam bentuk Kegiatan Uji Kompetensi Jurusan Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Sukatani Kabupaten Purwakarta, dilaksanakan pada tanggal 07 Maret 2024 dengan rundown kegiatan sebagai berikut: Waktu 30 Ae 08. 00 Ae 8. 30 Ae 09. 00 Ae 10. 00 Ae 11. 30 Ae 12. 00 Ae 13. Tabel 2. Jadwal Kegiatan Uji Kompetensi Kegiatan Persiapan Pembukaan Mengelola Dokumen Kantor Membuat Power Point / Presentasi Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja Mengelola Jadwal Kegiatan Pimpinan Break 00 Ae 14. Mengelola Arsip 00 Ae 15. Melakukan Transaksi Perbankan Sederhana . 00 Ae 16. Penutupan Sumber Data : Administrasi SMKN 3 Sukatani . Tempat Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Laboratorium Perkantoran Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Pembukaan kegiatan ini disampaikan oleh Ketua Jurusan OTKP dan pengenalan profil Penguji Eksternal yang berprofesi sebagai Dosen Program Studi Manajemen, serta pemberian motivasi agar peserta uji kompetensi dapat menjalankan setiap tahapan ujian dengan teliti, fokus dan tenang. Penguji eksternal memberikan ice breaking pada saat penyampaian sambutan guna memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi diri peserta agar mereka terhindar dari rasa panik dan takut dalam menghadapi ujian. Gambar 1. Sambutan Penguji Eksternal pada kegiatan Uji Kompetensi SMKN 3 Sukatani Dengan jumlah peserta sebanyak sebelas siswi pada jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Secara keseluruhan kegiatan dilaksanakan dengan situasi yang baik, tertib dan Pelaksanaan kegiatan Uji Kompetensi dilakukan dalam satu hari kerja dan Skema Penilaian dan Bobot Nilai yang terdiri dari : Mengelola Dokumen Kantor : 20% Membuat Presentasi menggunakan aplikasi Power Point : 20% Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja : 15% Mengelola Jadwal Kegiatan Pimpinan : 15% Mengelola Arsip : 15% Melakukan Transaksi Perbankan Sederhana : 15% Gambar 2. Kegiatan Uji Kompetensi Siswi Jurusan OTKP Seperti yang telah dijelaskan Utami . bahwa dilaksanakannya evaluasi sebagai bentuk efektivitas pembelajaran merupakan salah satu indikator atas ukuran pencapaian keberhasilan dari pelaksanaan program kegiatan pendidikan yang dibuat oleh sekolah dengan target yang telah ditetapkan yaitu Belum Kompeten. Kompeten dan Sangat Kompeten. Adapun hasil Uji Kompetensi Keahlian (UKK) pada hari ini dengan penilaian sebagai berikut : Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Tabel 3. Hasil Penilaian Uji Kompetensi Dokumen Nama Peserta Mengelola Dokumen Kantor Membuat Power Point / Presentasi Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja Mengelola Jadwal Kegiatan Pimpinan Meng Arsip Melakukan Transaksi Perbankan Sederhana Nilai Akhir Avini Syalsabila Putri Hani Sri Mulyani Jihan Agustin Nanda Meita Revalinda Rima Saadah Sela Munasaro Sindi Sapitri Sri Rahayu Susilawati Sumber Data : Hasil Penilaian Penguji . Berdasarkan tabel penilaian tersebut, tampak keseluruhan komponen dinyatakan pada kategori Sangat Kompeten bagi peserta didik jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) SMKN 3 Sukatani. Kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu satu hari membuktikan bahwa siswi SMKN 3 Sukatani telah memiliki keterampilan dan pengetahuan OTKP sehingga hasil evaluasi ini dapat menjadi bekal siswi untuk siap menghadapi tantangan masadepan di dunia kerja (Rizan et al. , 2. Gambar 3. Hasil Kompeten bagi Siswi Jurusan OTKP Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Metode Uji Kompetensi yang melibatkan pihak eksternal untuk menjaga objektivitas penilaian, merupakan cara yang tepat dalam menentukan kelulusan berdasarkan kriteria yang diharapkan yaitu kompeten dan sangat kompeten. Menurut Utami . , tahapan pelaksanaan evaluasi akhir pembelajaran dengan metode uji kompetensi pada umumnya melaksanakan beberapa langkah berikut Perlu dibuat desain pelaksanaan uji kompetensi dimulai dari perijinan dan penyediaan sarana praktik siswi Pada saat pelaksanaan evaluasi akhir pembelajaran, hendaknya dilakukan sosialisasi dan simulasi sehingga siswi dapat mempersiapkan diri Pendampingan oleh Penguji eksternal pada pelaksanaan evaluasi pembelajaran Demonstrasi sebagai simulasi praktik kerja yang dinilai menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran praktik dengan metode uji kompetensi Pada saat kegiatan berlangsung, penguji eksternal mengalami kendala pada sinyal telepon sebagai alat untuk praktik komunikasi di tempat kerja, yang idealnya untuk melakukan uji kompetensi, pihak sekolah memiliki fasilitas Pesawat Telpon spesifikasi minimal PABX / PMBX. Hal ini menjadi suatu hambatan pada proses demonstrasi praktik kerja yang dilakukan siswi tersebut. Terdapat hambatan lainnya pada kegiatan evaluasi akhir masa studi bagi siswi Sekolah Menengah Kejuruan ini, berupa kepercayaan diri siswi dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaannya, serta teknik komunikasi sebagai penunjang kegiatan dari setiap rangkaian uji kompetensi secara praktik. Perlu menjadi perhatian khusus pihak sekolah adalah menyediakan perangkat kerja sesuai dengan spesifikasi syarat minimum dan memberikan program khusus dalam pengembangan soft skill seperti keberanian dan kebiasaan dalam menyampaikan suatu pesan. Perlunya peningkatan hardskill dalam konteks cara berkomunikasi dengan baik dan lancar dan tidak merasa panik serta takut dalam menyampaikan ide gagasan. Untuk mencapai keberhasilan di dunia kerja, penting sekali dilakukan keseimbangan peningkatan hardskill dan softskill, maka kemampuan tersebut tidak dapat diprioritaskan salah satu, namun perlu dilakukan secara bersama (Putri et al. , 2. Pentingnya menyusun Desain RPP untuk menumbuhkan minat belajar bagi keberhasilan siswi dalam menghadapi evaluasi salah satunya adalah Uji Kompetensi (Hamdani, 2. SIMPULAN Diharapkan kegiatan ini dapat diadaptasi sebagai upaya menanamkan nilai moral dan disiplin pada Kegiatan evaluasi praktik pembelajaran akhir studi pada sebelas siswi di SMKN 3 Sukatani jurusan Otomatisasi Dan Tata Kelola Perkantoran, memiliki tujuan untuk membentuk siswi sebagai calon pekerja yang ahli pada bidang administrasi, dan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi pengembangan sumber daya manusia pada bidang Pendidikan Tingkat menengah atas dan kejuruan guna terbentuknya manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian Otomatisasi Dan Tata Kelola Perkantoran, sehingga ketika para siswi tersebut dinyatakan kompeten, maka mereka telah membekali dirinya dengan kemampuan secara professional pada pekerjaan administrasi perkantoran. Kondisi ini sesuai dengan penelitian (Pitaloka et al. , 2. , bahwa untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sangat membutuhkan dukungan dari organisasi berbasis pendidikan seperti Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter pemimpin di masa depan. Metode Uji Kompetensi yang digunakan dalam bentuk simulasi praktek kerja di Laboratorium Perkantoran menjadi pengalaman pembelajaran untuk bekal siswi dalam peningkatan hardskill maupun softskill. UCAPAN TERIMA KASIH Sangat mengapresiasi pada Kegiatan Belajar dan Mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Sukatani khususnya Jurusan Keahlian (UKK) Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran. Program Pembelajaran yang dilaksanakan telah menghasilkan lulusan yang kompeten, dan diucapkan terimakasih atas kesempatan dan kerjasamanya sebagai Penguji Eksternal berkontribusi untuk meningkatkan kompetensi siswi dan memberikan motivasi untuk dapat meneruskan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga menjadi sumber daya manusia yang semakin siap menghadapi tantangan di era digitalisasi. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 DAFTAR PUSTAKA