Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH CAPITAL STRUCTURE DAN FIRM SIZE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN CONSUMER CYCLICAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 20192023 Indra Syafrin1 Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang indrasyafrin@upiyptk. Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Penelitian ini bertujuan untuk menetahui seberapa besar pengaruh capital structure, firm size, terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening pada perusahaan sektor consumer cyclical. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah capital structure, dan firm size, sedangkan variabel dependen-nya adalah nilai perusahaan. terdapat 23 perusahaan sebagai sampel Data diproleh dari laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan oleh masing-masing perusahaan melalui website resminya. Menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini adalah . capital structure secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, . firm size secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, . capital structure secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, . firm size secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, . kebijakan dividen secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, . kebijakan dividen tidak mampu memediasi pengaruh capital structure terhadap nilai perusahaan, . kebijakan dividen tidak mampu memediasi pengaruh firm size terhadap nilai perusahaan. Diterima 10 Juni 2025 Revisi 20 Juli 2025 Diterima 19 Agustus 2025 Kata kunci: Capital Structure. Firm Size. Kebijakan Dividen. Nilai Perusahaan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. PENDAHULUAN Perusahaan sektor Consumer Cyclical merupakan salah satu badan usaha yang cukup mudah terpengaruh dengan kondisi ekonomi dan siklus perusahaan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada saat perekonomian mengalami pertumbuhan, maka harga saham juga mengalami peningkatan dan begitupun sebaliknya. Perkembangan perekonomian saat ini tidak lepas dari peran pasar modal yang cukup mempengaruhi perusahaan dan hal ini juga disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi, teknologi, dan kebijakan pemerintah. Pada era globalisasi saat ini membuat persaiangan ketat antar perusahaan terutama yang bergerak pada sektor bisnis. Hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut dituntut untuk terus ber inovasi dan harus mampu menempatkan dirinya dalam keadaan yang stabil dan konsisten untuk mempertahankan posisinya. Perusahaan merupakan entitas ekonomi yang tujuan utamanya adalah memperoleh laba, disamping itu perusahaan juga harus bisa meningkatkan Nilai Perusahaannya. Homepage jurnal https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Nilai perusahaan merupakan salah satu indikator paling penting dalam bisnis dan dunia Nilai perusahaan tercermin dari harga sahamnya, yang mana akan mencerminkan seberapa berharga suatu perusahaan di mata investor, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya. Nilai perusahaan dapat dinilai dari pendekatan keuntungan. Memaksimalkan nilai perusahaan berarti memaksimalkan nilai pasar melalui harga sahamnya yang merupakan pengaruh dari keputusan keuangan yang diambil oleh perusahaan. (Oktaviani et al. , 2. Nilai perusahan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya Capital Structure. Beberapa dekade terakhir, capital structure telah menjadi topik yang sangat penting dalam bidang keuangan perusahaan. Pengaruh Capital Structure terhadap nilai perusahaan adalah dimana semakin tinggi nilai rasio DER (Debt to Equity Rati. maka semakin tinggi pendanaan yang akan diberikan kreditur terhadap perusahaan melalui hutang, maka semakin sulit perusahaan mendapatkan pendanaan karena dikhawatirkan perusahaan tersebut tidak dapat menutup hutang Ae hutang nya. Nilai perusahaan akan turun jika rasio DER tinggi. Penggunaan utang dalam Capital Structure diketahui dapat menghemat beban pajak yang didapat melalui laba operasi dikurangi hutang bunga. Dalam hal ini penggunaan capital structure harus berjalan dengan baik agar dapat meningkatkan nilai perusahaan dan diharapkan bisa meningkatkan laba yang nantinya di distribusikan kepada pemegang saham (Rivandi & Efendi, 2. Capital Structure merupakan sumber keuangan jangka panjang yang ada di perusahaan dan dapat digunakan untuk kepentingan perusahaan. Menurut (Indrasti, 2. Firm size sangat mempunyai peran penting dalam memanipulasi data Pihak manajer cenderung lebih berhati-hati dalam mengurangi laba tanpa adanya overstate dari aktiva sehingga laporan keuangan yang dihasilkan akan dapat dipercaya. Perusahaan yang sudah besar cenderung berhati-hati dalam membuat laporan keuangan dikarenakan perusahaan besar lebih sering menjadi perhatian masyarakat dan investor, dan informasi yang tersedia semakin banyak bagi investor yang terhubung dengan investasi saham di perusahaan. Kebijakan Dividen juga menjadi salah satu faktor yang ikut mempengaruhi nilai perusahaan. Kebijakan dividen merupakan keputusan perusahaan dimana laba yang di-peroleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagiakan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk tambahan modal dan pembiayaan investasi dimasa depan. Dividen didapat dari pendapatan bersih perusahaan setelah dikurangi dengan pajak dan laba ditahan. Jika perusahaan mampu memperoleh laba yang besar, maka investor akan menikmati keuntungan yang sebanding dengan jumlah saham yang sudah dibeli oleh masing-masing investor. (Bisnis et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh capital structure dan firm size terhadap Nilai Perusahaan melalui kebijakan Dividen sebagai variabel Intervening pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Dengan Memahami hubungan antara faktor Ae faktor yang ada, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para audiens. TINJAUAN LITERATUR Capital Structure Capital Structure adalah pembelanjaan permanen yang mencerminkan pertimbangan atau perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal. Keputusan perusahaan dalam memilih sumber pendanaan eksternal, seperti obligasi dan saham memiliki implikasi yang signifikan terhadap sumber pendanaan eksternal, seperti obligasi dan saham yang memiliki signifikan terhadap kesehatan keuangan dan kelangsungan operasional perusahaan(Geofanny & Fitra, 2. Capital Structure dengan berdasarkan dalam total liabilitas dengan total aset yang dapat meringkaskan besarnya dalam keuangan atau dalam dana yang melalui current asset maupun non current asset terhadap (Mariaty, 2. Firm Size Ukuran perusahaan / firm size merupakan suatu ukuran yang menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat dari total aktiva perusahaan. ukuran perusahaan mencerminkan jumlah total aset yang dimiliki oleh perusahaan (Putri & Aryansyah, 2. Menurut (Nengsi, 2. Ukuran perusahaan dapat ditentukan berdasarkan laba, aktiva, tenaga kerja, dan lain-lain yang semua berkolerasi tinggi. Ukuran perusahaan mencerminkan seberapa besar total aset yang dimiliki A ISSN: 2828-3031 Untuk menjaga stabilitas, perusahaan tentu saja harus berusaha mempertahankan dan terus meningkatkan kinerjanya. Firm size memiliki implikasi penting dalam berbagai aspek, seperti akses pembiayaan, daya saing, dan regulasi yang berlaku. Perusahaan yang lebih besar cenderung memiliki akses lebih mudah ke pembiayaan dari lembaga keuangan, daya saing yang lebih kuat, dan mampu melakukan eskpansi ke pasar yang lebih luas. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan gambaran mengenai kinerja dari suatu perusahaan bagi para investorn dan biasanya tercermin dari harga saham. Meningkatnya harga saham perusahaan merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kekayaan pemegang saham. Nilai perusahaan yang dicerminkan dengan harga saham suatu perusahaan menandakan jika harga saham perusahaan tersebut semakin meningkat maka nilai perusahaan juga akan meningkat (Purnama & Dewi, 2. Secara prinsip, nilai perusahaan merupakan jumlah yang harus dibayarkan seseorang untuk membeli atau mengambil alih bisnis. Meningkatkan nilai perusahaan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan, karena hal tersebut sejalan dengan upaya memaksimalkan tujuan peningkatan nilai perusahaan adalah sebuah pencapaian yang diharapkan oleh pemiliknya, karena dengan meningkatkan nilai perusahaan, kesejahteraan para pemilik juga meningkat (Putri & Aryansyah, 2. Kebijakan Dividen Kebijakan dividen adalah salah satu kebijakan dari sebuah perusahaan yang perlu menjadi pertimbangan oleh calon investor. Kebijakan dividen adalah hasil dari keputusan yang dibuat oleh manajer puncak perusahaan mengenai pembagian keuntungan yang dilakukan perusahaan kepada para pemegang saham. Meningkatnya kesejahteraan dengan harapan memperoleh pengembalian dalam bentuk dividen merupakan tujuan utama investor, sedangkan tujuan perusahaan adalah mempertahankan keberlangsungan melalui pemegang saham. (Jiarni & Utomo, 2. Dalam menentukan kebijakan dividen, perlu dipertimbangkan kelangsungan hidup suatu perusahaan sehingga laba tidak hanya digunakan untuk membagi dividen, tetapi juga disisihkan untuk berinvestasi atau membayar hutang. semakin besar laba yang ditahan, maka semakin kecil laba yang dibagikan kepada pemegang saham. METODE Populasi dan Sampel Menurut (Candra Susanto et al. , 2. populasi didefinisikan sebagai keseluruhan individu, objek, atau peristiwa yang akan menjadi subjek utama penyelidikan dalam suatu penelitian, sedangkan sampel merupakan bagian dari jumlah dan adanya karakteristik yang tergabung di dalam Dalam penelitian ini populasinya adalah perusahaan manufaktur sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2023. Dimana jumlah populasi pada perusahaan sektor consumer cyclical sebanyak 164 perusahaan. jumlah sampel yang didapatkan setelah kriteria sampel adalah sebanyak 24 perusahaan. Dalam penelitian ini alat untuk menyimpulkan hasil penelitian adalah SPSS 25 Statistik Deskriptif Menurut (Hadi Ismanto & Pebruary, 2. statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai suatu data yang dapat dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness . emelencengan distribus. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan sampel yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk dijadikan sampel penelitian. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik melipuli uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokolerasi. Pada uji normalitas cara untuk mengetahui nilai residual terdistribusi secara JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 normal atau tidak adalah dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik NormalP P Plot of regressiom standardized sebagai dasar pengambilan keputusan. Uji Multikolinieritas dapat dilihat dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerancenya. Jika nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,1 maka dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas. Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji model regresi yang memiliki ketidaksamaan varians atau residual pengamatanke pengamatan yang lain. Uji autokolerasi untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokoklerasi, metode yang digunakan adalah dengan melakukan uji Durbin-watson (DW). Analisis Regresi Linier Berganda Menurut (Hadi Ismanto & Pebruary, 2. metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda dan uji residual sebagai pemoderasi dengan bantuan aplikasi SPSS. Uji regresi dan uji residual bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh serta arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Uji Hipotesis Pengujian Hipotesis meliputi pengujian secara parsial (Uji . , pengujian secara simultan (Uji F), dan uji Koefisien Determinasi (Uji R . Ui t dilakukan untuk mengetahui variabel bebas terpengaruh terhadap variabel terikat Y. Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Uji F dilakukan untuk menguji variabel Ae variabel independen yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama Aesama terhadap varaibel dependen. Pengujian penelitian ini dilakukan dengan menggunakan signifikansi level 0,05 . = 5%) dan membandingkan Fhitung dengan F tabel. Uji Koefisien Determinasi (Uji R . adalah angka yang menunjukkan besarnya kontribusi pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Koefisien determinasi (R. mempunyai range antara 0 sampai 1 . O r 2 O . Semakin besar nilai (R. maka pengaruh variabel bebas secara serentak dianggap kuat dan apabila (R . maka pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat serentak adalah lemah. Analisis Jalur (Path Analysi. Menurut (Hadi Ismanto & Pebruary, 2. Analisis jalur digunakan untuk menguji pengaruh variabel intervening serta untuk menganalisis pola hubungan antar variabel intervening dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas . terhadap variabel terikat . Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda. Pada dasarnya koefisien jalur adalah koefisien yang distandarkan . tandardized regression weight. atau membandingkan koefisien indirect effect . engaruh tidak langsun. dengan koefisien direct effect . engaruh langsun. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1. Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Capital Structure Firm Size Kebijakan Dividen Nilai Perusahaan Valid N . Sember : Hasil Pengolahan SPSS 25 Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif data penelitian dari tabel 1 diatas dapat dikatakan bahwa jumlah data setiap variabel yaitu 115 observasi yang berasal dari 23 sampel pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 20192023. ISSN: 2828-3031 Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Pada hasil pengujian Kolmogorov Ae Smirnov terlihat pada tabel 2, nilai signifikan uji tersebut lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,200 > 0,05. Hal ini menandakan bahwa data yang digunakan dalam regresi berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 3. Hasil Uji Multikolionieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Capital Structure Firm Size Kebijakan Dividen Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Dari tabel 3 diatas menjelaskan bahwa masing Ae masing independent variable yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10 (< . , sehingga dapat disimpulkan bahwa masing Ae masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah terbebas dari gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1. Hasil Heteroskedastisitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Berdasarkan Gambar diatas terlihat bahwa sebaran gambar scatterplot telah menyebar ke arah positif maupun negatif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel penelitian baik independen maupun variabel dependen yang akan dibentuk ke dalam model regresi telah terbebas dari gejala heteroskedastisitas. Uji Autokolerasi Tabel 4. Hasil Autokolerasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Kebijakan Dividen. Firm Size. Capital Structure Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa nilai statistic Durbin-Watson adalah sebesar 0,459. Nilai statistic Durbin-Watson terletak -2 < 0,459 > 2 maka dapat diasumsikan bahwa non autokolerasi dapat terpenuhi. Dengan demikian tidak terjadi gejala autokolerasi pada residual, atau dapat dikatakan data terbebas dari gejala autokolerasi. Analisis Regresi Linier Berganda Model Regresi I (X terhadap Z) Tabel 5. Hasil Regresi Linier Berganda Model I Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Capital Structure Firm Size Dependent Variable: Kebijakan Dividen Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Model Regresi II ( X dan Z terhadap Y) Tabel 6. Regresi Linier Berganda Model II Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Capital Structure Firm Size Kebijakan Dividen Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Sig. Sig. Hasil Uji Hipotesis (Uji . Tabel 7. Persamaan I (Uji . (X terhadap Z) Variabel t-hitung t-tabel Sig Keputusan Capital Structure Diterima Firm Size Diterima A ISSN: 2828-3031 Dependent Variable : Kebijakan Dividen Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen sebagai berikut : Pengaruh Capital Structure terhadap Kebijakan Dividen. Dari tabel 4. 8 terlihat bahwa t- hitung untuk variabel capital structure lebih kecil dari t-tabel ( -6,172 < 1,981 ) dengan tingkat signifikan alpha 0,000 < 0,05 maka dapat diperoleh H0 ditolak dan Ha Dapat disimpulkan bahwa bahwa hipotesis pertama yaitu capital structure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Pengaruh Firm Size terhadap Kebijakan Dividen. Dari tabel 4. 8 terlihat bahwa t-hitung untuk variabel firm size lebih kecil dari t-tabel ( -2. 416 < 1,981 ) dengan tingkat signifikan alpha 0,017 < 0,05 maka dapat diperoleh H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua yaitu firm size berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Tabel 8. Persamaan II (Uji . (X dan Z terhadap Y) Variabel t-hitung t-tabel Sig Keputusan Capital Structure (X. 2,331 Diterima Firm Size (X. Diterima Kebijakan Dividen (Z) Dependent Variable : Nilai Perusahaan sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Diterima Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen sebagai berikut : Pengaruh Capital Structure terhadap Nilai Perusahaan Dari tabel 4. 9 terlihat bahwa t-hitung untuk variabel capital structure lebih kecil dari t-tabel ( 2,331 < 1,981 ) dengan tingkat signifikan alpha 0,022 < 0,05 maka dapat diperoleh H 0 ditolak dan Ha Dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama yaitu Capital Structure berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Firm Size terhadap Nilai Perusahaan Dari tabel 4. 9 terlihat bahwa t-hitung untuk variabel Firm Size lebih kecil dari t-tabel (-4,039 < 1,981 ) dengan tingkat signifikan alpha 0,000 < 0,05 maka dapat diperoleh H 0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua yaitu Firm Size berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Dari tabel 4. 9 terlihat bahwa t-hitung untuk variabel Kebijakan Dividen lebih kecil dari t-tabel ( 738< 1,981 ) dengan tingkat signifikan alpha 0,000 > 0,05 maka dapat diperoleh H 0 ditolak dan Ha Dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga yaitu Kebijakan Deviden berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Hasil Uji Simultan (Uji F) Model Regression Residual Total Tabel 9. (X terhadap Z) ANOVAa Sum of Squares df Mean Square Sig. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Dependent Variable: Kebijakan Dividen Predictors: (Constan. Firm Size. Capital Structure Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung lebih besar dari F tabel . ,875 > 3,. maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha Dengan demikian variabel independen secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Tabel 10. Persamaan II (X dan Z terhadap Y) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 156502942. Residual Total Dependent Variable: Nilai Perusahaan Predictors: (Constan. Kebijakan Dividen. Firm Size. Capital Structure Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel . ,670 > 3,. maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha Dengan demikian variabel independen secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Hasil Uji R2 Tabel 11. Persamaan I (X dan Z terhadap Y) Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Firm Size. Capital Structure Dependent Variable: Kebijakan Dividen Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dalam pengujian Adjusted R-Square bernilai 0,304. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel independen mampu memberikan kontribusi dalam mempengaruhi Kebijakan Dividen adalah sebesar 30,4% sedangkan sisanya 69,6% lagi dipengaruuhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Tabel 12. Persamaan II Model Summary Adjusted R Model R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kebijakan Dividen. Firm Size. Capital Structure Dependent Variable : Nilai Perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25 Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dalam pengujian Adjusted R-Square bernilai 0,428. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel independen mampu memberikan kontribusi dalam mempengaruhi Nilai Perusahaan adalah sebesar 42,8% A ISSN: 2828-3031 sedangkan sisanya 57,2% lagi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Hasil Analisis Jalur Pernyataan Tabel 13. Pengaruh langsung dan tidak langsung Pengaruh Pengaruh Langsung Tidak Langsung Keputusan Capital (X. berpengaruh terhadap nilai (Y) kebijakan dividen (Z) sebagai variabel intervening 0,175 -0,492* 0,279 = - 0,137 Tidak Memediasi Firm size (X. berpengaruh terhadap nilai perusahaan (Y) melalui kebijakan dividen (Z) sebagai variabel intervening -0,583 -0,193* 0,279 = - 0,053 Tidak Memediasi KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pengujian pada data dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Capital Structure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20192023. Firm Size berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Capital structure berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Nilai perusahaan pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20192023. Firm Size berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Kebijakan Dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20192023. Kebijakan dividen tidak mampu memediasi pengaruh capital structure terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Kebijakan dividen tidak mampu memediasi pengaruh firm size terhadap nilain perusahaan pada perusahaan sektor consumer cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun REFERENSI