YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . URGENSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PARTISIPATIF DI KABUPATEN NABIRE -------------------------------------------------------------------------------------------------Petrus Tekege Dosen Fisip Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire (Naskah diterima: 12 Agustus 2018, disetujui: 12 Oktober 2. Abstract At present the region must conduct its own planning, implementation, and supervision activities. With the increasing workload, human resources must be prepared, both in quantity and quality, meaning that empowerment of the community must be the main priority. Whereas in terms of financing sources, regions are required to be able to finance most activities, so that again creative human resources are needed that can generate thoughts, concepts, and policies. As for the flow of thought in this study, which concerns independent variables namely the role of village officials with the indicators are Coordinator (X. Motivator (X. and Communicator (X. While the dependent variable is Community Empowerment with its indicators are Education (Y. Economy (Y. Health (Y. The role of village officials with three indicators, namely: Facilitator. Motivator, and Communicator. An in-depth study of the role of village officials in community empowerment in a scientific study. Keywords: village officials. Community empowerment. Apparatus Facilitator. Apparatus Motivator, and Apparatus Communicator. Abstrak Sekarang ini daerah harus melakukan sendiri aktivitas perencanaan, pelaksanaan, hingga Dengan beban pekerjaan yang semakin banyak tersebut, maka sumber daya manusia harus siap, baik jumlah maupun kualitasnya, artinya bahwa pemberdayaan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas yang utama. Sedangkan dalam hal sumber pembiayaan, daerah dituntut untuk mampu membiayai sebagian besar kegiatan, sehingga sekali lagi diperlukan sumber daya manusia yang kreatif yang dapat menghasilkan pemikiran, konsep, dan Adapun alur pikir pada penelitian ini, yang menyangkut variabel bebas yakni Peran Aparat Kampung dengan indikatornya adalah Koordinator (X. Motivator (X. dan Komunikator (X. Sedangkan variabel terikat yakni Pemberdayaan Masyarakat dengan indikatornya adalah Pendidikan (Y. Ekonomi (Y. Kesehatan (Y. Peranan Aparat Kampung dengan tiga indikator yakni : Fasilitator. Motivator, dan Komunikator. Kajian dalam tentang peran aparat kampung terhadap pemberdayaan masyarakat dalam sebuah kajian ilmiah. KataKunci: Aparat kampung. Pemberdayaan Masyarakat. Fasilitator. Motivator, dan Komunikator Aparatur. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . PENDAHULUAN pemikiran, konsep, dan kebijakan. Dengan elaksanaan otonomi khusus provinsi lahirnya otonomi khusus serta dalam era Papua yang telah dimulai sejak 2001 globalisasi, maka pemerintah daerah dituntut me-ngandung yang memberikan pelayanan yang lebih prima serta cukup Aumenan-tangAy bagi daerah. Masalah memberdayakan yang sangat mendasar adalah perubahan pola masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan pengelolaan daerah dari sentralistik menjadi untuk kemajuan daerahnya, karena masyadesentralisasi, misalnya sumber dana untuk rakatlah yang lebih tahu apa yang mereka daya butuhkan serta pemberdayaan masyarakat yang manusia sebagai aparat pelaksana seluruh dilakukan akan lebih efektif dan efisien, dan aktivitas pembangun-an, dan masih banyak dengan yang lain. mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab. Pembangunan secara menyeluruh tidak Proses pemberdayaan masyarakat saat terlepas dari program pemberdayaan kepada ini perlu memahami dan memperhatikan Masyarakat di suatu wilayah akan hasil-hasil prinsip pemberdayaan yang berakar dari jika bawah . , memelihara keberagaman program pemberdayaan berjalan dengan baik. budaya, serta menjunjung tinggi martabat serta Sekarang ini daerah harus melakukan sendiri kebebasan bagi manusia. Pembangunan yang aktivitas perencanaan, pelaksanaan, hingga dilakukan harus memuat proses pemberdayaan Dengan beban pekerjaan yang masyarakat yang mengandung makna dinamis semakin banyak tersebut, maka sumber daya untuk manusia harus siap, baik jumlah maupun tujuan. Konsep yang sering dimunculkan bahwa pemberdayaan dalam proses pemberdayaan adalah konsep terhadap masyarakat harus menjadi prioritas kemandirian program-program yang utama. Sedangkan dalam hal sumber pembangunan dirancang secara sistematis agar pembiayaan, daerah dituntut untuk mampu individu maupun masyarakat menjadi subjek membiayai sebagian besar kegiatan, sehingga dari Kegagalan sekali lagi diperlukan sumber daya manusia program pembangunan kampung di masa lalu YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . program-program pembangunan yang tidak kedaulatan Nilai-nilai melibatkan masyarakat. Dalam pembangunan kebutuhan kolektif masyarakat dan bebas dari infrastruktur kampung harus lebih didasarkan kepentingan individu dan atau golongan. atau ditentukan oleh masyarakat itu sendiri keswadayaan/partisipasi tumbuhnya berdayaan Usaha dalam dimaksudkan lain, meningkatkan taraf hidup serta kondisi sosial masyarakat kampung yang merupakan bagian dan terbesar Indonesia, tanggungjawab masyarakat dalam mengelola melibatkan tiga pihak, yaitu pemerintah. Dalam prakteknya, peran dan prakarsa pemerintah Dengan Undang-undang masih dominan Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah pelaksanaan maupun untuk meningkatkan dan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang kesadaran dan kemampuan teknis warga Desa Desa kepada kampong. Berbagai teori mengatakan, bahwa kesadaran dan partisipasi warga kampung mengurus rumah tangganya sendiri, dengan menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan prinsip-prinsip Sedangkan memperhatikan menumbuhkan kesadaran warga kampung serta akan pentingnya usaha-usaha pemberdayaan serta sebagai sarana untuk memperbaiki kondisi memperhatikan potensi dan keaneka-ragaman sosial Masyarakat memiliki peran cukup tergantung sentral untuk menentukan pilihan kebijakan kampung kepemimpinan aparat pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasinya. kampung dan Kepala Kampung. Sebab pada Masyarakat memiliki kedaulatan yang cukup tingkat pemerintahan yang paling bawah, luas untuk menentukan orientasi dan arah kepala kampung dan aparat kampung sebagai YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . pimpinan pemerintah kampung atau aktor penyuluhan-penyuluhan dalam menjalankan kepemimpinan peme- Pemberdayaan dibidang kese- pelaksanaan dan terlaksananya pemberdayaan masyarakat dalam segala segi kehidupan. Kegagalan pembangunan atau pem- Pemberdayaan dibidang pendidikan seperti bangunan tidak memenuhi sasaran karena menyediakan fasilitas pendidikan yang baik, kurangnya pemberdayaan masyarakat. Ada infrastruktur pendidikan yang baik dan banyak kasus yang terjadi di Kampung program-program pendidikan luar sekolah Wanggar Makmur yang menunjukkan peran aparat kampung kurang maksimal terhadap sumber daya masyarakat. pemberdayaan masyarakatnya. Hal ini terlihat dari beberapa hal yang penulis jumpai di kampung Wanggar Makmur seperti : II. KAJIAN TEORI Menurut Irawan Soehartono teori adalah Kurangnya motivasi yang diberikan oleh penjelasan Jadi aparat kampung Wanggar Makmur kepada memberikan jawaban atas pertayaan mengapa masyarakat dalam hal keterlibatan dalam dan bagaimana. (Irawan Soehartono, 2004 : . kegiatan pemberdayaan masyarakat. 1 Peranan Tingkat komunikasi yang dibangun antara Dalam pengertian umum, peranan dapat aparat kampung dengan masyarakat masih diartikan sebagai perbuatan seseorang atas kurang, sehingga masyarakat selalu pasif. sesuatu pekerjaan. Menurut Kamus Umum Aparat fasilitas-fasilitas Bahasa Indonesia. Peranan adalah tindakan oleh yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat dalam rangka meningkatkan peristiwa. Peranan merupakan suatu aspek kesejahteraan masyarakat. yang dinamis dari suatu kedudukan . Kurangnya kegiatan-kegiatan atau program- Peranan merupakan sebuah landasan persepsi program pemberdayaan terutama kegiatan- yang digunakan setiap orang yang berinteraksi ekonomi dalam suatu kelompok atau organisasi untuk melakukan suatu kegiatan mengenai tugas dan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Dalam kenyataannya, mungkin 2. 2 Pemerintah Desa. jelas dan mungkin juga tidak begitu jelas. Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang Tingkat kejelasan ini akan menentukan pula desa pasal 1 yang dimaksud dengan desa seseorang adalah , desa dan desa adat atau yang disebut (Sedarmayanti, 2004: . dengan nama lain, selanjutnya disebut desa Menurut Soekanto . 3: . peranan adalah kesatuan masyarakat hukum yang adalah aspek dinamis kedudukan . memiliki batas wilayah yang berwenang untuk Apabila seseorang melaksanakan hak dan mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kewajibannya sesuai dengan kedudukannya kepentingan masyarakat setempat berdasarkan maka dia menjalankan suatu peranan. Setiap prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau orang memiliki macammacam peranan yang hak tradisional yang diakui dan dihormati berasal dari pola-pola pergaulan hidup. Hal ini dalam sistim pemerintahan Negara Kesatuan sekaligus berarti bahwa peranan menentukan Republik Indonesia. Selanjutnya pada pasal 2 apa yang diperbuatnya bagi masyarakat serta UU No. 6 tahun 2014 tentang desa, yang kesempatan-kesempatan apa yang diberikan dimaksud dengan pemerintahan desa adalah oleh masyarakat dalam menjalankan suatu penyelenggaraan urusan pemerintahan dan Peranan mencakup tiga hal yaitu: Peranan norma-norma kepentingan masyarakat setempat dalam sistim yang Pemerintahan Negara Kesatuan Republik dihubungkan dengan posisi atau tempat Indonesia. Wilayah yang ada pemerintahannya peraturan-peraturan Peranan Desa/Kelurahan langsung berada di bawah rangkaian Camat. Dalam sistem administrasi negara yang membimbing berlaku sekarang di Indonesia, wilayah desa seseorang dalam kehidupan masyarakat. merupakan bagian dari wilayah kecamatan. Peranan adalah suatu konsep tentang apa sehingga yang dapat dilakukan oleh individu dalam koordinator dari penguasa supra desa (Negara masyarakat dalam organisasi. melalui Pemerintah dan pemerintah daera. Peranan juga dapat dikatakan sebagai Pada awalnya, sebelum terbentukya sistem perilaku yang penting bagi struktur sosial pemerintahan yang menguasai seluruh bumi nusantara sebagai suatu kesatuan negara. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . urusan-urusan yang dikelola oleh desa adalah dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan urusan-urusan yang memang telah dijalankan memperhatikan asal-usul, secara turun temurun sebagai norma-norma kondisi sosial budaya masyarakat setempat atau bahkan sebagian dari norma-norma itu serta telah melembaga menjadi suatu bentuk hukum Pembentukan desa harus memenuhi syaratyang mengikat dan harus dipatuhi bersama syarat sebagai berikut: Jumlah Penduduk. oleh masyarakat desa, yang dikenal sebagai Luas hukum adat. Urusan yang dijalankan secara Perangkat, turun temurun ini meliputi baik urusan yang Pemerintahan. hanya murni tentang adat istiadat, maupun 3 Tugas Pemerintahan Desa Wilayah. Bagian Wilayah Sarana Kerja. Prasarana Pemerintah merupakan salah satu organisasi pembangunan . alam administrasi pemerinta- formal han dikenal sebagai urusan pemerintaha. , pemerintah memiliki tugas dan fungsi fomal di bahkan sampai pada masalah penerapan wilayah desa. Menurut Athoilah . sanksi, baik secara perdata maupun pidana. bahwa "organisasi formal diikat oleh suatu Pengertian desa dari sudut pandang sosial persyaratan formal dalam melaksanakan suatu budaya dapat diartikan sebagai komunitas pekerjaan sesuai tugas pemerintahan yang dalam kesatuan geografis tertentu dan antar diembanya" Berdasarkan pendapat tersebut mereka saling mengenal dengan baik dengan disimpulkan bahwa corak kehidupan yang relatif homogen dan banyak bergantung secara langsung dengan Oleh karena itu, desa diasosiasikan terhadap tugas-tugas yang diembannya pula. masing-masing yang hidup secara Desa memiliki tugas dan kewenangan sederhana pada sektor agraris, mempunyai dalam mengatur dan mengurus kepentingan ikatan sosial, adat dan tradisi yang kuat, masyarakat yang dilakukan oleh Kepala Desa bersahaja, serta tingkat pendidikan yang beserta aparatnya dengan pertanggungjawaban rendah (Juliantara, 2005: . langsung kepada Bupati (Widjaja, 2003:. Dalam pasal 8 ayat . UU No. 6 tahun Kepala desa merupakan pemegang kendali 2014 tentang desa dikatakan bahwa desa pembangunan pemerintahan sehingga dapat YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . memberikan kontribusi dalam kesejahteraan aktivitasnya" Berdasarkan teori tersebut peneliti Dalam Undang-Undang No. 6 Tahun kehidupan 2014. Tentang Desa diuraikan tugas pemerintah pemenuhan perkembangan dengan pembangunan yang ada di desa, . koordinasi lingkungannya. Mardikanto . menjelaskan bahwa koordinasi program pelayanan masyararakat, . pemberdayaan dalam sebuah pemerintahan koodinasi bantuan pelayanan masyarakat miskin merupakan proses agar setiap orang menjadi dan . pembuatan Jurnal dan Laporan Keadaan cukup kuat untuk berpartisipasi memenuhi Desa kepada Kecamatan. kehidupannya dalam bentuk keterampilan, dan 4 Pengertian Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan penjelasan tersebut Pemberdayaan diartikan tampak yang dalam bahasa Inggris diarahkan pada upaya dalam mewujudkan adalah "empowerment" dan secara konseptual partisipasi diartikan pemberdaya. Berdasarkan arti tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemberdaya dapat diartikan seseorang atau yang bermanfaat dalam kehidupannya. lembaga yang memiliki daya atau usaha yang 2. 5 Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat dapat mendorong atau memberdayakan orang Secara umum pendekatan adalah suatu lain atau lembaga sehingga menerima dan teknik dan cara yang dilakukan oleh seseorang oleh atau lembaga dalam melaksanakan sesuatu Mardikanto Teknik dan cara tersebut dan harus . mengemukakan diikuti oleh semua pihak dalam suatu pekerjaan bahwa "pemberdayaan dapat diartikan sebagai karena berkenaan dengan sistem dan prosedur upaya memenuhi kebutuhan yang diinginkan yang telah disepakati bersama. Pendekatan individu, kelompok dan masyarakat luas yang berkenaan pula dengan implementasi penetapan memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan tujuan, sistem dan pengembangan sebuah termasuk pekerjaan (Mardikato, 2012:. sumber daya yang terkait dengan pekerjaan dan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Menurut Mardikanto bahwa responden sebanyak 50 orang tentang Peranan "Pendekatan yang dapat digunakan dalam Aparat Kampung dengan tiga indikator yakni : pemberdayaan masyarakat terbagi atas: . Fasilitator. Motivator. Komunikator. pendekatan Sesuai dengan jawaban responden yang yang kesejahteraan dan . pendekatan pembangunan telah terkumpul berdasarkan daftar pertanyaan yang penulis sebarkan lewat quisioner dapat i. METODE PENELITIAN dilihat pada tabel-tabel dibawah ini, sesuai Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan indikator-indikatornya. deskriptif, menggunakan Metode Deskriptif Fasilitator. ingin Tabel 1. Tanggapan Responden Tentang mengumpulkan informasi yang actual secara aparat kampung memfasilitasi kegiatan lebih rinci, mengidentifikasi masalah atau kampung memeriksa kondisi dan praktik Ae praktik yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi. lokasi dalam peneliatian ini adalah Kampung Wanggar Makmur Distrik Wanggar Kabupaten Nabire, populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan Masyarakat kampung Wanggar Makmur Distrik Wanggar Kabupaten Nabire berjumlah 50 orang, terdiri dari Aparat Kampung 6 orang. Bamuskam 5 orang, 3 orang kepala dusun, 18 orang ketua-ketua RT, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya 18 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini, penulis menyajikan data yang telah terkumpul berdasarkan daftar pertanyaan yang telah penulis ajukan kepada Kategori Jawaban Selalu Kadang Ae Kadang Tidak Pernah Jumlah Frekwensi Prosentase Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Dari data pada tabel1 tersebut diatas dapat diketahui bahwa 21 responden atau 42% memfasilitasi kegiatan kampung, dan sebanyak 22 responden atau 44% menyatakan kadang Ae kadang, serta 7 responden atau 14% yang menjawab bahwa aparat kampung tidak pernah memfasilitasi kegiatan kampung. Tabel 2. Tanggapan Responden Tentang fasilitas yang disiapkan sesuai dengan harapan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Kategori Jawaban Sesuai Kurang Sesuai Tidak Sesuai Frekw Prosentase untuk berpartisipasi dalam pembangunan, dan sebanyak 23 responden atau 46% menyatakan Jumlah kadang Ae kadang, serta 16 responden atau 32% yang menjawab tidak pernah. Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Dari data pada tabel 2 tersebut diatas dapat diketahui bahwa 8 responden atau 16% menyatakan bahwa fasilitas yang disiapkan oleh aparat kampung sesuai dengan harapan masyarakat , dan sebanyak 29 responden atau 58% menyatakan kurang sesuai, serta 13 responden atau 26% yang menjawab tidak Motivator Tabel Tanggapan Responden Tentang Bimbingan dan Arahan kepada Masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan No Kategori Frekwensi Prosentase Jawaban a Sering b Kadang c Ae Kadang Tidak Pernah Jumlah Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Dari data pada tabel 4. 4 tersebut diatas dapat berpartisipasi dalam kegiatan No Kategori Jawaban a Sering b Kadang Ae c Kadang Tidak Pernah Jumlah Tabel 4. Tanggapan Responden Tentang Frekwensi Prosentase memberikan bimbingan dan arahan kepada masyarakat, dan sebanyak 33 responden atau 66% menyatakan kadang Ae kadang, serta 14 responden atau 28% yang menjawab tidak Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Pendidikan Tabel 4. Tanggapan Responden Tentang akses Dari data pada tabel 3 tersebut diatas dapat pendidikan yang layak Kategori Frekwensi Prosentase diketahui bahwa 11 responden atau 22% Jawaban menyatakan bahwa aparat kampung sering YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Sudah Layak Kurang Layak Tidak Layak Jumlah ada serta 12 responden atau 24% menyatakan tidak baik. Ekonomi Tabel 6. Tanggapan Responden Tentang kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat Frekwensi Prosentase Selalu KadangKadang Tidak Pernah dan 14 responden atau 28% menyatakan tidak Jumlah Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Dari data pada tabel 7 tersebut diatas dapat diketahui bahwa 7 responden atau 14% menyatakan bahwa anak-anak mereka sudah No Kategori Jawaban mendapatkan akses pendidikan yang layak, 29 responden atau 58% menyatakan kurang layak Tabel 5. Tanggapan Responden Tentang Dari data pada tabel 9 tersebut diatas dapat diketahui bahwa 3 responden atau 6% kondisi sarana dan prasarana pendidikan Frekwensi Prosentase menyatakan bahwa selalu ada kegiatan dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat, 27 responden atau 54% menyatakan kadang33 kadang, serta 20 responden atau 40% yang Kategori Jawaban Baik Kurang Baik Tidak Baik menjawab tidak pernah. Jumlah Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Dari data pada tabel 8 tersebut diatas dapat diketahui bahwa ada 5 responden atau 10% prasarana pendidikan di kampung Wanggar Makmur responden atau 66% menyatakan kurang baik Tabel Tanggapan Responden Tentang bantuan pemerintah kampung No Kategori Frekwensi Prosentase Jawaban a Selalu b ada c Kadang16 Kadang Tidak Pernah Jumlah Sumber Data : Hasil Olah Data Primer YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Dari data pada tabel 10 tersebut diatas dapat diketahui bahwa 12 responden atau 24% Baik Kurang Baik Tidak Baik Jumlah kampung untuk meningkatkan kesejahteraan, sebanyak 22 responden atau 44% menyatakan Sumber Data : Hasil Olah Data Primer kadang-kadang, serta 16 responden atau 32% Dari data pada tabel 12 tersebut diatas dapat yang menjawab tidak pernah diketahui bahwa ada 10 responden atau 20% Kesehatan menjawab bahwa kondisi sarana dan prasarana Tabel 8. Tanggapan Responden Tentang kesehatan baik, 31 responden atau 62 % Pelayanan terhadap Kesehatan Masyarakat menjawab kurang baik dan ada 9 responden atau 18% menyatakan tidak baik. Kategori Jawaban Selalu KadangKadang Tidak Pernah Jumlah Frekwensi Prosentase Berdasarkan hasil Quisioner yang telah dibuat dalam bentuk tabel-tabel pada penyajian data penulis akan melakukan analisis terhadap Sumber Data : Hasil Olah Data Primer Dari data pada tabel 11 tersebut diatas dapat diketahui bahwa ada 11 responden atau 22% Analisis Data mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, 24 responden atau 48 % menjawab kadangkadang dan 15 orang responden atau 30% menyatakan tidak pernah. data Ae data yang telah terkumpul diatas dengan mengambil prosentase terbesar atau terkecil saja, sebagai berikut : Peran Aparat Kampung ( Variabel Bebas ) Dari data yang terkumpul untuk indikator fasilitator pada pertanyaan pertama . tentang aparat kampung memfasilitasi setiap kegiatan kampung nampak bahwa dari 50 responden ada 22 responden atau 44% yang Tabel 9. Tanggapan Responden terhadap merupakan jawaban terbanyak mengatakan kondisi saran dan prasarana kesehatan Kategori Jawaban Frekwensi bahwa aparat kampung hanya kadang-kadang Prosentase saja memfasilitasi kegiatan Ae kegiatan di Wanggar Makmur. Hal YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . menunjukan bahwa peran aparat kampung adanya alokasi dana desa sekarang yang kegiatan-kegiatan memfasilitasi jumlahnya cukup besar, agar dapat digunakan Wanggar dengan baik untuk fmemfasilitasi kegiatan- Makmur masih kurang. Hal ini disebabkan kegiatan kampung. karena kondisi kampung Wanggar Makmur Indikator Motivator yang masih mengalami keterbatasan sumber- pertama . tentang motivasi kepada sumber daya, sehingga ada beberapa kegiatan masyarakat untuk berpartisipasi, menunjukan yang tidak dapat sepenuhnya difasilitasi oleh bahwa swadaya responden atau 46% yang menyatakan aparat Selanjutnya pada tabel 2 tentang fasilitas motivasi kadang-kadang Dan yang disiapkan telah sesuai dengan harapan responden . %) juga menyatakan tidak Data sebagian besar responden yakni 29 orang atau menunjukan bahwa aparat kampung masih 58% menjawab bahwa fasilitas yang disiapkan sangat kurang memotivasi masyarakat untuk kurang sesuai dengan harapan masyarakat. Hal berpartisipasi dalam kegiatan kampung. Dari ini menunjukan bahwa dalam fasilitas yang hasil pengamatan yang dilakukan penulis disiapkan oleh aparat kampung masih banyak partisipasi masyarakat masih sangat kurang Fasilitas yang disiapkan kurang karena masing-masing sesuai dengan harapan masyarakat karena memfokuskan pada kegiatan-kegiatan pribadi aparat kampung kurang memperhatikan apa yang merupakan mata pencahariannya. Aparat yang menjadi keluhan masyarakat, selain itu kampung kurang menggerakan masyarakat juga karena keterbatasan yang dimiliki oleh untuk terlibat secara langsung dalam segala kampung untuk menyediakan fasilitas yang bentuk kegiatan-kegiatan di kampung Wanggar baik kepada masyarakat. Dari dua tabel ini . Makmur. Hanya beberapa orang saja yang dan . terlihat bahwa peran aparat kampung terlihat sebagai fasilitator belum maksimal dijalankan. Kurang Diharapkan kepada aparat kampung dengan Sosialisasi dari kepala kampung maupun YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . aparat kampung tentang program-program pertanyaan kedua tabel 6, tentang komunikasi banyak antara aparat kampung dengan masyarakat dari masyarakat yang tidak tahu. 50 responden, ada 36 responden atau 72% Selanjutnya pada pertanyaan kedua tabel 4 mengatakan bahwa komunikasi yang baik kepada antara aparat kampung dengan masyarakat masyarakat, terlihat bahwa sebagian besar berkaitan dengan kegiatan kampung kadang- responden dari 50 orang yakni 66% atau 33 kadang dilaksanakan. 11 responden menyataorang mengatakan bahwa kepala kampung dan kan selalu ada komunikasi yang baik dan kadang-kadang hanya 3 orang responden yang mengatakan memberikan bimbinan dan arahan kepada tidak pernah ada komunikasi yang baik antara Hal ini menunjukan bahwa peran aparat kampung dengan masyarakat. Hal ini aparat kampung atau tugas aparat kampung menunjukan bahwa komunikasi anatara aparat dalam hal mengarahkan dan membimbing kampung dengan masyarakat sudah berjalan masyarakat masih kurang. Kondisi ini terjadi numun belum terjadi maksimal. karena perhatian aparat kepada masyarakat Pemberdayaan Masyarakat ( Variabel sangat kurang, dan kurang peka terhadap kondisi kekurangan yang dimiliki masyarakat. Terikat ) Dari data yang diperoleh untuk indikator Indikator komunikator yakni komunikasi Pendidikan pada tabel 7, tentang akses diantara aparat kampung pada tabel 5, terlihat pendidikan yang layak di kampung Wanggar bahwa dari 50 responden, sebagian besar yakni Makmur sebagian besar responden yakni 29 35 responden 70% menjawab bahwa diantara orang kadang-kadang . %) terjalin pendidikan kurang layak. Hanya 7 responden komunikasi yang baik. Ada 13 responden yang menyatakan sudah layak. Hal Sedangkan ada kampung Wanggar Makmur masih kurang komunikasi hanya 2 orang responden. Hal ini layak. Akses pendidikan di kampung Wanggar menunjukan bahwa komunikasi diantara aparat Makmur hanya sampe pada tingat menengah belum pertama (SLTP). Sehingga warga kampung maksimal dilaksanakan. Dan selanjutnya pada Wanggar Makmur yang ingin melanjutkan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . studi ketingkat yang lebih tinggi harus keluar penunjang lainnya seperti mebeler, pagar, dan Dengan jarak tempuh yang cukup fasilitas lainya masih sangat kurang. Tenaga Akses untuk menempuh pendidikan yang pendidik juga masih kurang baik secara lebih tinggi ini terasa sangat sulit bagi warga kualitas maupun kuantitas. yang tidak memiliki kendaraan sehingga harus Indikator bidang Ekonomi pada tabel 9, berjalan kaki yang jaraknya cukup jauh. Atau tentang ada yang harus meninggalkan kampung dan masyarakat dari 50 responden sebagian besar tinggal bersama keluarga lainnya yang jarak responden atau 27 orang . %) menyatakan rumahnya lebih dekat dengan sekolah yang bahwa program-peningkatan Karena keterbatasan ini menyebabkan masyarakat kadang-kadang dilaksanakan. Hal banyak warga kampung yang putus sekolah karena akses untuk mendapatkan pendidikan kewirausahaan yang dilakukan di kampung yang lebih tinggi sangat memberatkan. Selain Wanggar Makmur. Pada tabel 10 tentang itu jumlah tenaga pengajar baik secara bantuan dari pemerintah kampung untuk kuantitas maupun kualitas yang masih kurang. Tidak tersedianya sarana rumah dinas bagi sebagian besar masyarakat atau responden para guru yang tinggal jauh membuat tingkat kadang-kadang disiplin gurupun rendah. mendapatkan bantuan sebanyak 22 responden Pada pertanyaan kedua tabel 8, tentang . %). Dari data ini menunjukan bahwa masih bidang ada masyarakat juga yang belum merasakan pendidikan di kampung Wanggar Makmur, mendapatkan dari 50 responden, sebgian besar responden yakni 33 responden atau 66% menjawab Pelayanan kesehatan ada 24 responden bahwa sarana dan prasarana pendidikan di atau 48% yang merupakan jumlah jawaban kampung Wanggar Makmur masih kurang terbanyak Hal ini terlihat dari kondisi fisik kadang-kadang bangunan-bangunan sekolah yang ada di kesehatan yang baik. Hal ini menunjukan Wanggar Makmur terjadi bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat kerusakan dibeberapa bagian. Juga fasilitas masih kurang. Selanjutnya pada tabel 4. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . tentang kondisi sarana dan prasarana kesehatan yang ada di kampung Wanggar Makmur. dari 50 responden 31 responden atau 62% Kurangnya motivasi dari aparat kampung menyatakan bahwa sarana dan prasarana terhadap masyarakat agar lebih berperan aktif kesehatan yang ada di kampung Wanggar dalam pembangunan. Kurangnya arahan dan Makmur kurang baik. Dari kedua data yang bimbingan tersaji pada tabel tersebut menunjukan bahwa masyarakat pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan kesejahteraan. Komunikasi diantara aparat telah dilaksanakan namun belum berjalan kampung dan juga antara aparat kampung dengan baik. Terlihat dari kurangnya tenaga dengan masyarakat sudah berjalan namun medis yang melayani masyarakat kampung belum maksimal terutama berkaitan dengan Wanggar Makmur. Dan juga tidak adanya program-program fasilitas kesehatan yang memadai. Kampung pemberdayaan masyarakat. Akses pendidikan Wanggar Makmur belum memiliki puskesmas. yang sulit terutama pendidikan tingkat atas Yang ada hanya satu posyandu dan satu hingga pendidikan tinggi. Kondisi sarana dan PUSTU. Itupun dalam keadaan yang rusak. prasarana pendidikan dan kesehatan yang Pelayanan kurang baik. Pelayanan kesehatan yang kurang kampung tidak dilaksanakan secara rutin, maksimal yang dirasakan oleh masyarakat. dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu saja. Kurangnya program-program pemberdayaan Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang ekonomi di kampung Wanggar Makmur. lebih baik masyarakat harus mendapatkannya Wanggar DAFTAR PUSTAKA Bayu Makmur. KESIMPULAN Suryaningrat. Desa Kelurahan. Rineka Cipta. Jakarta. Dari hasil penelitian yang dilakukan Dayan. Anto. Pengantar Statistik. LP3ES. Jakarta. penulis dapat membuat beberapa kesimpulan indikator-indikator Metode digunakan Dedy Supriady Bratakusuma. Dadang Solihin. Otonomi Penyelenggaraan sebagai berikut : Peran aparat kampung Pemerintahan Daerah. Gramedia sebagai Fasilitator masih kurang terutama Pustaka Utama. Jakarta. Depdikbud RI, dalam hal memfasilitasi kegiatan-kegiatan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta. Effendi dan Singarimbun Masri. Metode Penelitian Survei (LP3ES. Jakarta 1. Handayaningrat. Soewarno. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Gunung Agung. Jakarta. Husaini Usman, dan Purnomo. Metodologi Penelitain Sosial. PT. Bumi Aksara. Jakarta. Hubeis SV. Aida, dkk, (ED). Pembangunan Indonesia Menyongsong Abad XXI (PT. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara. Jakarta. Irawan Soehartono. Metodologi Penelitan social. Remaja Rosdakraya. Bandung. Koentjaraningrat. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka.