STRATEGI PEMBELAJARAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Roy Wilson Sihaloho1,*. Ristika Julianty Singarimbun2. Siska M. O Napitupulu3. Reny Juliana Sihombing4. Fridella Grace Natalia Tarigan5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmo. Medan Corresponding Author: kentzu. 3103@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: berfikir kritis merupakan elemen fundamental pada pendidikan keperawatan yang dapat menyebabkan mahasiswa akan lebih siap untuk berfikir dan belajar secara mandiri sebagai konsep pembelajaran berpusat pada mahasiswa . tudents centered learnin. Berbagai pendekatan seperti pembelajaran berbasis masalah . roblem-based learnin. , konsep pemetaan . oncept mappin. , pembelajaran berbasis kasus . ase studie. , pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis simulasi serta diskusi refleksif terpadu dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis. Tujuan tinjauan literatur sistemik ini adalah untuk menginvestigasi strategi pembelajaran terhadap kemampuan berfikir kritis pada mahasiswa keperawatan. Desain: review sistematik literatur. Metode: penelusuran artikel melalui database elektronik (Science Direct. ProQuest. Google Scholar dan Ebsc. Artikel yang ditelusuri dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia antara tahun 2020 Ae 2025. Proses review artikel menggunakan protokol PRISMA. Hasil: sebanyak 638 artikel telah diidentifikasi dari database elektronik. Sekitar 633 artikel telah diekslusi karena artikel dengan judul yang sama, tidak fulltext dan tidak memuat kata kunci sehingga hanya 5 artikel digunakan untuk direview, tinjauan literatur difokuskan kepada strategi pembelajaran dan kemampuan berfikir kritis pada mahasiswa keperawatan. Kesimpulan: review literatur ini menyatakan strategi pembelajaran berbasis konsep mapping, simulasi, ulfolding case-studies, pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis kolaborasi dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis pad amahasiswa keperawatan. Kata Kunci: strategi pembelajaran, berfikir kritis, mahasiswa keperawatan Pendahuluan Berfikir kritis merupakan kompetensi penting untuk meningkatkan kemampuan berfikir, prestasi belajar dan kemampuan bekerja seseorang. Melalui penguasaan mahasiswa akan lebih siap untuk berfikir dan belajar secara mandiri sebagai konsep pembelajaran berpusat pada mahasiswa . tudents centered learnin. (BenavidesCaruajulca. Berfikir merupakan elemen fundamental didalam pendidikan keperawatan yang mencakup mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh dari pasien, memutuskan kebutuhan yang diperlukan pasien sesuai dengan data yang diperoleh, memilih jenis pendekatan yang akan digunakan berdasarkan pengetahuan dan mengevaluasi hasil tindakan (Gynerigyk et , 2. Mahasiswa keperawatan membutuhkan keterampilan berfikir kritis perawatan pasien yang kompleks dan membuat keputusan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan keamanan pasien (Ali-Abadi et al. , 2. Pengetahuan keperawatan sangat penting untuk memberikan pelayanan keperawatan namun itu belum cukup. Kemampuan untuk berfikir kritis dan mengaplikasikan pengetahuan secara efektif juga dibutuhkan. Dengan kata lain bahwa permasalahan Ae permasalahan yang membutuhkan suatu sistem penyelesaian permasalahan yang berbeda Ae beda berdasarkan bidang teoritis (FalcyPegueroles et al. , 2. Sifat dinamis pada lingkungan kerja pelayanan kesehatan telah berkombinasi dengan praktik berbasis bukti . vidence-based membutuhkan kemampuan berfikir kritis sebagai keterampilan penting didalam pendidikan dan praktik profesional. Kemampuan berfikir kritis sangat krusial untuk menganalisis situasi klinis dan membuat keputusan yang tepat secara cepat (Nguyen & Liu, 2. Kemampuan pertimbangan klinis harus diintegrasikan kedalam proses keperawatan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah . roblem solving skil. pada Beberapa hasil penelitian berhubungan positif dengan kemampuan klinis dan kompetensi klinis (Chen & Liu. Ludin, 2. namun penelitian saat ini juga menyatakan bahwa kemampuan berfikir kritis pada mahasiswa dan lulusan juga rendah (Basco-Prado et al. , 2024. Nemati-Vakilabad et al. , 2023. Zuriguel-P A Erez et al. , 2. Berbagai pembelajaran berbasis masalah . roblembased learnin. (Qu et al. , 2. , konsep pemetaan . oncept mappin. (Barta et al. , pembelajaran berbasis kasus . ase studie. (Li et al. , 2. , pembelajaran kolaboratif (Eskiyurt & ynzkan, 2024. , pembelajaran berbasis simulasi serta diskusi refleksif terpadu pada insiden kritis (Carvalho et al. , 2017. Saghafi et al. , 2. direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis. Tetapi strategi pendidikan mana yang paling efisien untuk keterampilan dan pengambilan keputusan masih belum jelas dan pendidik keperawatan mengalami kesulitan dalam mempersiapkan lulusan baru. Kemampuan berfikir mahasiswa dapat meningkat jika proses kognitif dan metakognitif diberikan secara jelas kepada mahasiswa dengan pendekatan yang terstruktur dan konsisten. Pendidik menerapkan serta melibatkan mahasiswa berfikir kritis dan secara khusus menginformasikan secara dinamis dan kompleks (Deschynes et al. , 2020. Lee et al. , 2. Pada tinjauan literatur ini akan membahas artikel penelitian tentang strategi pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada mahasiswa keperawatan. Pertanyaan utamanya adalah apakah strategi pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tinjauan literatur ini akan mereviu karakteristik metode strategi pembelajaran yang diaplikasikan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis pad amahasiswa Metode Kriteria Inklusi Berikuti ini kriteria inklusi yang digunakan untuk pemilihan artikel yang akan direvieu: Artikel penelitian hanya membahas terhadap kemampuan berfikir kritis pada mahasiswa keperawatan Artikel penelitian memberikan informasi tentang dampak strategi pembelajaran terhadap kemampuan berfikri kritis pada mahasiswa Artikel penelitian bukan artikel Artikel penelitian full text dan berbahasa Inggris dan Indonesia menggunakan kata kunci Austrategi pembelajaranAy. Auberfikri kritisAy dan Aumahasiswa keperawatanAy dengan menggunakan kata sambung (AudanAy AuatauA. Seleksi artikel Pada awal penelusuran ditemukan sekitar 638 artikel. Setelah dilakukan screening pada judul dan abstrak artikel, maka sekitar 517 artikel dieksklusikan karena tidak sesuai dengan kriteria inklusi. Setelah dianalisis maka tersisa sekitar 19 artikel yang full text dan 5 artikel tidak menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Pada akhirnya hanya 5 artikel yang akan direvieu seperti yang tertera pada gambar 1 dan tabel 1. Penelusuran Artikel internasional, seperti Science Direct. ProQuest. Google Scholar dan Ebsco dari tahun 2020 Ae 2025. Judul dan abstrak artikel ditelusuri pada database Tahap Identifikasi Penelusuran artikel pada Database elektronik: . = . Science direct = 276 BMC Nursing =168 Google Scholar = 152 ProQuest = 42 Tahap Eligibilitas Tahap Screening Jumlah total artikel yang dikumpulkan dari database elektronik = 121 artikel 102 Artikel dieksklusi (Artikel ganda, tidak bahasa Inggri. Artikel dianalisis berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, identifikasi judul, subjek dan abstrak = 19 Kriteria Eksklusi: Artikel review, artikel tidak lengkap . on-fulltex. Artikel akan direview = 5 Kriteria Inklusi: Pembelajaran konsep mapping, simulasi, ulfolding case study, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kolaboratif , mahasiswa keperawatan. Artikel fulltext Data ekstraksi dan sintesis interpretasi, induksi, deduksi, rekognisi asumsi dan kesimpulan. Keterampilan kognitif dibagi menjadi empat kelompok. Keterampilan berfikir kritis level rendah termasuk interpretasi, penjelasan dan rekognisi asumsi. Keterampilan berfikir kritis level lebih tinggi termasuk analisis dan sintesis. Keterampilan berfikir kritis level kompleks termasuk induksi, deduksi. Keterampilan berfikir kritis level paling tinggi adalah keterampilan Penelitian yang dilakukan oleh (Ab Selanjutnya reviewer melakukan ekstraksi dan menganalisis secara deskriptif karakteristik metode strategi pembelajaran yang digunakan pada artikel, seperti metode penelitian dan hasilnya . Kemudian, reviewer ekstraksi data melalui membaca secara kritis pada artikel. Tidak ada pengumpulan hasil statistik yang heterogenitas yang cukup besar pada semua artikel yang akan direvieu. Latif et al. , 2016. Abdallah et al. , 2023. Elmeghawri & Sleem, 2. menyatakan terdapat peningkatan kemampuan berfikir kritis pada kelompok yang diberikan metode pembelajaran konsep mapping dibandingkan pada kelompok dengan Penggunaan konsep mapping pada pemebelajaran di klinis secara signifikan meningkatkan kemampuan mahasiswa keperawatan terhadap rubrik simulasi studi kasus klinis setelah dua minggu dan satu bulan (Abd El-Hay et al. , 2. Konsep maping pada pembelajaran dapat mengorganisasikan, menganalisis dan kebenaran, membuka pemikiran dan Kemampuan kognitif seperti pemikiran, berfikir kritis dan pemecahan masalah merupakan sangat penting bagi pendidikan keperawatan dan mahasiswa keperawatan dapat memilih metodologi pendidikan yang memberikan mereka bahan untuk dipelajari untuk dapat dipergunakan sepanjang waktu (Abdallah et al. , 2. Hasil Beberapa meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada mahasiswa keperawatan. Berdasarkan hasil reviu pada 5 artikel yang di reviu menyatakan bahwa strategi pembelajaran konsep mapping (Abdallah et al. , 2. , simulasi (Saghafi et al. , 2. , pembelajaran kolaboratif (Eskiyurt & ynzkan, 2. , ulfolding case-study learning (Kassabry et al. , 2. dan problem-based learning (Towfik et al. , 2. secara signifikan meningkatkan kemampuan Dampak strategi pembelajaran kemampuan berfikir kritis Berfikir kritis merupakan suatu seni mengevaluasi proses kognitif, proses yang ditujukan secara terus menerus untuk perbaikan, pemantauan diri sendiri, pengendalian dan pengkoreksian. Jadi berfikir kritis merupakan sekumpulan kemampuan kognitif dan disposisi afektif. Dimensi kognitif termasuk kemampuan berfikir kritis yaitu analisis, penjelasan. Dampak strategi pembelajaran simulasi terhadap kemampuan berfikir kritis Pembelajaran pengalaman praktik keperawatan dengan situasi lingkungan yang mirip dengan situasi klinis tanpa membahayakan pasien. Simulasi menggunakan simulator manusia atau Melalui pembelajaran simulasi, mahasiswa keperawatan dapat segera menerima umpan balik terhadap praktik keperawatan yang dilakukannya dan meningkatkan keterampilan klinisnya dan kepercayaan diri. Selain itu pembelajaran secara simulasi juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan komunikasi, motivasi belajar dan kompetensi klinis (Ezzeddine, 2018. Oh et al. , 2. Penelitian Saghafi et al . menyatakan mahasiswa keperawatan setelah diberikan program simulasi memiliki skor berfikir kritis lebih tinggi dibandingkan sebelum program simulasi diberikan dan memiliki hubungan positif berfikir kritis (Saghafi et al. , 2. Penelitian Sternet et al . juga berfikir kritis (Sterner et al. , 2. Strategi pembelajaran simulasi merupakan salah satu jalan bagi pendidik keperawatan untuk mengenalkan dunia nyata klinis kepada mahasiswa tanpa beresiko kepada pasien (Sterner et al. , 2. Simulasi merupakan proses pembelajaran berbasis pengalaman dan berfikir kritis merupakan pembelajaran mahasiswa (Alsaleh, 2. Dampak kolaboratif terhadap kemampuan berfikir kritis Pembelajran kolaboratif telah terbukti menjadi metode yang efektif bagi keterampilan di berbagai bidang mata pengambilan keputusan tang tepat pada praktik klinis. Pembelajaran kolaboratif menumbuhkan motivasi belajar dan kepercayaan diri serta mendorong dinamika kelompok dan pembelajaran (Zhang & Cui, 2. Hasil penelitian Eskiyurt et al . menyatakan kelompok yang dilakukan strategi pembelajaran kolaboratif memiliki skor rata Ae rata berfikir kritis lebih tinggi dibandingkan kelompok pembelajaran tradisional (Eskiyurt & ynzkan, 2. Hasil penelitian Zhang dan Chen . juga menyatakan mahasiswa keperawatan yang pembelajaran kolaboratif menunjukkan peningkatan kemampuan berfikir kritis secara signifikan dibandingkan praktik klinis individu. Hal ini menyatakan bahwa pembelajaran kolaboratif berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berfikir kritis mahasiswa (HasanpourDehkordi & Solati, 2016. Zhang & Chen. Dampak kemampuan berfikir kritis Strategi pembelajaran unfolding case study (UCS) atau studi kasus berkembang merupakan strategi pembelajaran inovatif yang merevolusi strategi pembelajaran tradisional, pendekatan ini memberikan kepada mahasiswa skenario simulasi kasus yang sangat mirip dengan lingkungan keperawatan yang nyata meliputi berbagai aspek seperti penyakit pasien dan praktik klinik (Kassabry et al. , 2. Metode pendekatan ini menyebabkan mahasiswa untuk berfikir kritis, menganalisis informasi dan membuat keputusan terhadap kasus yang dipelajari (Englund. Penelitian yang dilakukan oleh Kassabry et al . menyatakan kelompok yang diberikan strategi pembelajaran unfolding case study memiliki skor keterampilan berfikir kritis lebih tinggi dibandingkan kelompok Penelitian Ma dan Zhou . juga menyatakan mahasiswa yang dilakukan pembelajaran unfolding case study dapat meningkatkan pencapaian akademiknya dan kemampuan berfikir kritis seperti analisis berbasis bukti, pengujian asumsi dan pemikiran (Ma & Zhou, 2. melakukan pembelajaran secara mandiri. Kemudian brainstorming dan sesi diskusi. Pada tahap akhir, mahasiswa mempresentasikan hasil diskusinya dan melakukan evaluasi pada akhir sesi pertemuan (Towfik et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Towfik . menyatakan pembelajaran berbasis masalah dan konsep mapping meningkatkan watak berfikir kritis secara signifikan pada mahasiswa keperawatan. Implementasi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil pembelajaran dan keterampilan berfikir kritis (Ibrahim et al. , 2. dan mahasiswa mengalami peningaktan kepuasan dan prestasi akademik yang meningkat pada akhir pendidikannya (Escartyn et al. , 2015. Jamshidi et al. , 2. Mahasiswa keperawatan yang pembelajaran berbasis masalah yang dintegrasikan dengan proses keperawatan secara signifikan memiliki kepercayaan diri yang Metode menyebabkan mahasiswa menjadi kepercayaan diri mereka didalam kompetensi proses keperawatan akan meningkat (J. Lee & Son. Dampak berbasis masalah terhadap kemampuan berfikir kritis Pembelajaran berbasis masalah/ Problem-baased Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran berpusat Student-centered Learning (SCL) untuk belajar sambil secara aktif terlibat dengan masalah. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk memecahkan masalah dalam konteks kolaborasi . , membuat materi untuk dipelajari dan membentuk kebiasaan belajar mandiri melalui refleksi dan Pembelajaran berbasis masalah dapat dijalankan melalui tiga tahap utama, yaitu tahap awal yaitu dimulai dengan pembentukan kelompok kecil dengan pemilihan anggota kelompok secara acak. Tahap PBL dimulai dengan mahasiswa Diskusi