(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10. 36086/jpp. ANALISIS KUALITAS AGAR-AGAR AIR CUCIAN BERAS MERAH SEBAGAI MEDIUM PERTUMBUHAN ASPERGILLUS NIGER QUALITY ANALYSIS OF RED RICE WATER JELLYAS NIGER ASPERGILLUS GROWTH MEDIA Dian Adhe Bianggo NauE1. Dahliyah Hayati2. Rizka Tri Andini3. Bella Ananda Putri4. Rini Rubiarti5. Listrianah6 Poltekkes Kemenkes Palembang 2,3,4,5. Politeknik APP Jakarta . miner@gmail. Info artikel Diterima: 15 November 2021 Direvisi: 15 Desember 2021 Disetujui: 22 Desember 2021 ABSTRAK Latar Belakang: Aspergillus niger berperan penting dalam teknologiindustri pangan karena memiliki banyak manfaat, diantaranya: dipakai dalam proses produksi asam sitrat, untuk menganalisa metabolisme pada jamur dan aktivitas enzimatis. Jamur A. niger ini juga bersifat patogen, karenamenjadipenyebab utama terjadinya otomikosis. Medium pertumbuhan yang umum digunakan untukjamur A. niger ialah SDA (Saboroud Dextrose Aga. SDA merupakan modifikasi dari Dextrose Agar dengan Sabouraud. SDA berfungsi untuk media pertumbuhan jamur dan menghambat pertumbuhan bakteri. Beras merah dapat menjadi salah satualternatif bahan pokok pembuatan medium pertumbuhan jamur karena mengandung karbohidrat, protein, glutein, dan vitamin yang Metode:Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeeksperimental, dimana untuk mengetahui pertumbuhan A. niger dilakukan dengan pengamatan diameter koloni pada Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) di konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif menggunakan grafik garis. Hasil:Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah media alternatif dari air cucian beras merah dapat digunakan sebagai media alternatif SDA untuk pertumbuhan jamur Aspergillus niger pada konsentrasi 90% dimana pada konsentrasi tersebut pertumbuhan koloni jamur menyerupai perumbuhan pada media kontrol SDA. Kesimpulan:Jeli . gar-aga. cucian beras merah dapat digunakan sebagai media alternatif SDA untuk pertumbuhan jamur Aspergillus niger Kata kunci : Aspergillus niger, media alternatif SDA. Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) ABSTRACT Background:Aspergillus niger plays an important role in the technology of food industry because it has many benefits, including: used in the production of citric acid, to analyze the metabolism of fungi and enzymatic activity. niger fungus is also pathogenic, because it is the main cause of otomycosis. The commonly growth media for A. niger fungus is SDA (Saboroud Dextrose Aga. It is a modification of Dextrose Jelly with Sabouraud. SDA serves as a media for fungal growth and inhibits Red rice water jelly can be an alternative for making mushroom growth media because it contains high carbohydrates, protein, gluten, and vitamins. Methods: research method used was experimentalIt was carried out by observing the diameter of the colonies in Red Rice Jelly (ACBMA) at concentrations of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%. 80%, 90% and 100%. The data analysis used is descriptive analysis using line graphs. Results:The resultof this study are red rice water jelly can be used as an alternative media for natural growth resources for fungus Aspergillus niger at 90%concentration, where at that concentration the growth of fungal colonies resembles growth on natural resource control media. Conclusion:Red rice water jelly can be used as an alternative media for natural growth resources for fungus Aspergillus niger at 90%concentration . (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10. 36086/jpp. Keywords : Aspergillus niger, alternative media for SDA, red rice water jelly PENDAHULUAN Menurut Gandjar,et al . , jamur atau fungi adalah sel eukariotik tidak memiliki klorofil, tumbuhan sebagai hifa, memiliki dinding sel yang mengandung kitin, bersifat heterotof, menyerap nutrien melalui dinding sel nya,dan mengekskresikan enzim - enzim ekstraselular ke lingkungan melalui spora, aseksual. Ae. Namun tidak menutup kemungkinan pada suatu jamur memiliki manfaat tetapi juga bersifat merugikan. Salah satu jamur yang dapat bermanfaat dan juga bersifat merugikan ialah Aspergillus niger. Ae . Aspergillus niger merupakan jamur yang banyak dikembangkan, karena jamur ini memiliki banyak manfaat, antara lain untuk industri dipakai dalam proses produksi asam Spesies ini juga banyak diteliti untuk menganalisa metabolisme pada jamur dan aktivitas enzimatis. Aspergillus niger berperan penting juga dalam teknologi pangan. Selain Aspergillus nigerbersifat merugikan . Aspergillus niger dilaporkan sebagai penyebab utama terjadinya otomikosis . Ae. Semakin banyak jamur yang dibutuhkan maka semakin banyak pula medium pertumbuhan yang diperlukan. Medium pertumbuhan yang umum digunakan untuk menganalisa jamur Aspergillus niger ialah SDA (Saboroud Dextrose Aga. yang tersedia secara komersial . Sabouraud Dextrose Agar (SDA) merupakan modifikasi dari Dextrose Agar dengan Sabouraud. SDA (Saboroud Dextrose Aga. berfungsi untuk pertumbuhan jamur dan menghambat pertumbuhan bakteri . Konsentrasi dekstrosa yang tinggi dan pH asam dari rumus memungkinkanselektivitas fungi. George meningkatkan SDA (Saboroud Dextrose Aga. dengan penambahan cycloheximide, streptomisin, dan penisilin untukmenghasilkan media yang sangat baik untuk isolasi terutama SDA (Sabouraud Dextrose Aga. digunakan untuk menentukan kandungan mikroba dalam kosmetik, juga digunakan dalam evaluasi mikologi makanan, dan secara klinis jamurpenyebab infeksi. Kandungan medium SDA (Saboroud Dextrose Aga. diantaranya Mycological peptone sebagai nitrogen dan sumber vitamin yang diperlukan untuk pertumbuhan organisme dalam Sabouraud Dextrose Agar. Dekstrosa sebagai nutrisi,dan agar sebagai pemadat. Beras merah dapat menjadi salah satu bahan pokok pembuatan medium pertumbuhan jamur alternative karena kandungan yang terdapat pada butir beras sama seperti kandungan yang terdapat pada air cucian beras, air cucian beras mengandung karbohidrat, protein, glutein, dan vitamin yang tinggi. Lebih lanjut, air cucian beras mengandung vitamin seperti niasin, riboflavin, dan thiamin, serta mineral seperti Ca. Mg, dan Fe yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur. , . Ae. Penelitian sebelumnya yang berkaitan telah dilakuakan oleh Handarini, dkk pada tahun 2018 Dengan Judul AuPotensi Medium Air Cucian Beras Agar Sebagai Medium Pertumbuhan Aspergillus NigerAy. Pada penelitian tersebut didapatkan hasil pertumbuhan paling baik koloni Aspergillus niger adalah konsentrasi Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, peneliti ingin mengetahui perbandingan antara potensi medium agar air cucian beras merah (Oryza nivar. danmedium agar air cucian beras putih (Oryza sativ. untuk pertumbuhan Aspergillus niger. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara eksperimental, dimana untuk mengetahui pertumbuhan Aspergillus niger dilakukan dengan pengamatan diameter koloni. Penelitian dilakukan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Palembang. Penelitian dilakukan pada bulan MaretNovember tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah A. niger yang isolasi dari bahan pangan dan diinkubasi selama 7 - 9 hari. Sampel dalam penelitian ini adalah A. yang ditumbuhkan pada medium agar dari air cucian beras merah. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran terhadap diameter koloni A. Alat-alat Pembuatan Media Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) adalah: Autoclave. Neraca Inkubator. Mikroskop. Cawan Petridish. Tangkai Pengaduk. Erlenmaye. Sendok Stinless. Beaker (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10. 36086/jpp. Glass 1000 ml. Sedangkan alat pewarnaan mikroskopis jamurter diri dari: Object Glass. Deck Glass. Pipet Tetes. Ose. Bahan yang digunakan untuk pembuatan Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) adalah: Beras Merah. Aquades. Agar-agar Swallow. Dextrosa. Sabaroud Dextrose Agar. Tisu. Kapas. Biakan Nigger. Bahan pewarnaan mikroskopis jamur yaitu: Alkohol 70 %. Lactophenol Cotton Blue (LPCB). HASIL Tabel 1. Hasil Identifikasi Makroskopis dan Mikroskopis Aspergillus Niger Pada Medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) dan Sabaroud Dextrose Agar (SDA) Ciri-Ciri Makroskopis Aspergillus niger Medium Warna Koloni Warna Miselium Tekstur Koloni SDA Hitam Putih Granular ACBMA 10% ACBMA 20% ACBMA 30% ACBMA 40% ACBMA 50% ACBMA 60% ACBMA 70% ACBMA 80% ACBMA 90% ACBMA 100% Hitam Hitam Hitam Hitam Hitam Hitam Hitam Hitam Hitam Hitam Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Granular Granular Granular Granular Granular Granular Granular Granular Granular Granular Tabel 1 menunjukan bahwa hasil Mikroskopis Aspergillus Niger Pada Medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) dan Sabaroud Dextrose Agar (SDA) memiliki ciriciri yang konsisten, baik dari segi warna koloni, warna miselium dan tekstur koloni. SDA ACBMA 10 % ACBMA 20% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Hari ke- Gambar 1. Grafik Perkembangan Ukuran Diameter Koloni Aspergillus Niger Pada Medium SDA. ACBMA ACBMA 20% Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) perkembangan diameter koloni Aspergillus niger pada konsentrasi 10% lebih cepat dibandingkan dengan medium kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA), dan pertumbuhan diameter terlambat terjadi pada konsentrasi 20%. Chart Title Diameter . Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif dengan membandingkan pertumbuhan Aspergillus niger di media control Sabaroud Dextrose Agar (SDA) dan media Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA). Pertumbuhan Aspergillus niger dapat dilihat secara visual dan pengolahan data menggunakan grafik garis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, berikut hasil identifikasi Makroskopis dan Mikroskopis Aspergillus nigerpada Medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) dan Sabaroud Dextrose Agar (SDA): Diameter . SDA ACBMA 30% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ACBMA 40% Hari ke- Gambar 2. Grafik Perkembangan Ukuran Diameter Koloni Aspergillus niger Pada Medium SDA. ACBMA ACBMA 40% Pada gambar 2 terlihat bahwa pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) perkembangan diameter koloni Aspergillus niger paling cepat terjadi pada konsentrasi 40% dibandingkan pada konsentrasi 30% dan dibandingkan pada medium kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Diameter . (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10. 36086/jpp. Gambar 5. Grafik Perkembangan Ukuran Diameter Koloni Aspergillus niger Pada Medium SDA. ACBMA ACBMA 100% SDA ACBMA 50 % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ACBMA 60% Hari ke- Gambar 3. Grafik Perkembangan Ukuran Diameter Koloni Aspergillus niger Pada Medium SDA. ACBMA ACBMA 60% Diameter . Pada Gambar 3 perkembangan diameter koloni Aspergillus nigerpaling cepat terjadi pada pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) dibandingkan pada konsentrasi 50% dan dibandingkan pada medium kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Gambar 5 menunjukan perkembangan diameter koloni Aspergillus niger paling cepat terjadi pada pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) dengan konsentrasi 100% dibandingkan pada konsentrasi 90n dibandingkan pada medium kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Namun pada hari ke-8 dan seterusnya pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) dengan konsentrasi 100% tidak terjadi lagi perkembangan diameter koloni Aspergillus niger, diameter terhenti di angka 9 cm, sedangkan pada konsentrasi 90% terus terjadi peningkatan secara konsisten. Untuk hasil identifikasi Mikroskopis Aspergillus niger pada Medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) adalah sebagai SDA ACBMA 70% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ACBMA 80% Hari ke- Gambar 4. Grafik Perkembangan Ukuran Diameter Koloni Aspergillus niger Pada Medium SDA. ACBMA ACBMA 80% Gambar 4 menunjukan perkembangan diameter koloni Aspergillus niger paling cepat terjadi pada pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA)dengan konsentrasi 80% dibandingkan pada konsentrasi 70n dibandingkan pada medium kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Diameter . Gambar 6. Mikroskopis Aspergillus niger Ciri-ciri Mikroskopis Aspergillus niger: Oe Memiliki vesikel yang berbentuk bulat Oe Konidiofor yang transparan Oe Konidia yang berwrna hitam kecoklatan PEMBAHASAN SDA ACBMA 90% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Hari ke- ACBMA 100 % Berdasarkan hasil pengukuran diameter koloni yang telah dilakukan selama 9 hari, didapatkan gambaran kecepatan pertumbuhan koloni pada setiap konsentrasi medium agar. Jika dibandingkan antara diameter koloni A. niger yang tumbuh pada medium SDA dan ACBMA diberbagai konsentrasi, didapatkan bahwa diameter koloni A. niger semakin besar . (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10. 36086/jpp. seiring dengan lamanya masa inkubasi. Berdasarkan kesimpulan bahwa A. niger mengalami pertumbuhan, sesuai dengan salah satu kriteria pertumbuhan fungi adalah pertambahan volume sel yang bersifat irreversible. Pertumbuhan koloni tersebut digunakan sebagai salah satu indikator terjadinya pertumbuhan karena koloni merupakan massa sel yang berasal dari satu sel. Perkembangan ukuran diameter koloni A. niger pada medium SDA dan ACBMA setiap harinya menunjukkan beberapa perbedaan. Salah satu perbedaannya yaitu perkembangan ukuran diameter A. niger pada medium ACBMA. Pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40% cenderung lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan diameter koloni A. pada medium SDA. Tetapi, perkembangan ukuran diameter koloni A. niger pada medium ACBMA konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, pertumbuhan lebih cepat dibandingkan pada SDA. Berdasarkan data yang diperoleh, hal ini terjadi karena adanya pengaruh dari komposisi nutrisi yang terdapat pada masing-masing media pertumbuhan A. Selain komposisi nutrisi, perbedaan jenis komponen dalam medium ACBMA dan SDA juga diduga sebagai faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan A. Medium SDA mengandung Pepton, sumber karbon sederhana berupa dekstrosa, dan zat pemadat berupa agar. Adapun medium ACBMA mengandung karbohidrat, dekstrosa, protein, lemak, dan zat pemadat berupa agar. Jamur adalah mikroorganisme heterotrof yaitu organisme yang memiliki kemampuan mengasimilasi karbon organik menjadi karbon organik lain. Senyawa karbon organik yang dapat dimanfaatkan jamur antara lain molekul sederhana seperti monosakarida, disakarida, asam organik, polimer rantai pendek dan rantai panjang hingga pada senyawa kompleks seperti karbohidrat, lipid, protein, dan asam nukleat. Namun, sebagian besar jamur memanfaatkan sumber karbon sederhana seperti monosakarida, hanya sedikit jamur yang dapat memanfaatkan sumber karbon kompleks seperti disakarida, menghidrolisis molekul tersebut. Dengan demikian, formulasi nutrien ACBMA 10% s. 40% ditambah dekstrosa diduga belum setara dengan formulasi nutrien pada medium SDA. Formulasi ACBMA yang dinilai dapat setara dengan formulasi SDA bahkan lebih baik adalah ACBMA 50% s. d 100%. Namun diantara konsentrasi tersebut pertumbuhan jamur paling optimal terjadi pada media berkonsentrasi 90%. Hal ini dikarenakan pada konsentrasi 90% perkembangan diameter jamur mengalami peningkatan grafik yang stabil dan pigmen warna menyerupai koloni jamur pada kontrol SDA. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) perkembangan diameter koloni Aspergillus niger pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40% cenderung lebih lambat dibandingkan medium kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Pada medium Air Cucian Beras Merah Agar (ACBMA) perkembangan diameter koloni Aspergillus niger pada konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% menunjukkan hasil pertumbuhan lebih cepat dibandingkan medium kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Berdasarkan data yang diperoleh, adanya pengaruh komposisi nutrisi Aspergillus niger yang terdapat pada masingmasing medium. Pertumuhan jamur Aspergillus niger yang paling baik adalah pada konsentrasi 90% dimana pada konsentrasi perumbuhan pada media kontrol Sabaroud Dextrose Agar (SDA). Saran dari penelitian ini adalah penelitian dilanjutkan dengan membuat media lainnya yang mungkin bias digunakan dalam bentuk bubuk agar menjadi lebih praktis. Penelitian lebih lanjut tentang media pertumbuhan jamur dengan menggunakan variasi jenis beras yang berbeda dan jamur uji dari spesies yang berbeda. Penelitian selanjutnya disarankan juga untuk melakukan pengujian berdasarkan perubahan pH, dapat diteliti perubahan saat masih berupa larutan dan setelah berupa agar, serta dapat juga dilakukan pengujian mengenai berapa lama media dapat bertahan saat disimpan di lemari UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada: Poltekes Kemenkes Palembang yang telah . (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10. 36086/jpp. memberikan bantuan dana dan dukungan, dalam penyusunan penelitian pada tahun 2019. Aspergillus Tamarii and Aspergillus Fumigatus,Ay Food Chem. , vol. 334, p. 127560, 2021. DAFTAR PUSTAKA