Vol. 5 No. 1 Januari-Maret 2026 Hal. DOI: https://doi. org/10. 47233/jpst. Isolasi. Identifikasi, dan Uji Efektivitas Metabolit Sekunder Bakteri Endofit Sembung (Blumea balsamifer. Sebagai Biopestisida Terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabac. Radina I. Timumun1. Harista Agustina2. Ani M. Hasan3. Wirnangsi D. Uno4. Yuliana Retnowati5 Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Gorontalo, dinaatimumun@gmail. Submitted: 08-01-2026. Reviewed: 10-01-2026. Accepted: 14-01-2026 Abstract Blumea balsamifera contains bioactive metabolites that are presumed to support the presence of endophytic bacteria capable of producing secondary metabolites with pesticidal potential, making this plant a promising source of eco-friendly This study aimed to isolate and identify endophytic bacteria associated with B. balsamifera and to evaluate the insecticidal activity of their secondary metabolites against Bemisia tabaci. Endophytic bacteria were isolated using the Direct Planting and Grinding methods, followed by purification. Gram staining, and metabolite production through liquid culture in Luria-Bertani (LB) medium. The isolated strain was identified as a Gram-negative, short rod-shaped bacterium producing a yellowish supernatant, which was successfully extracted using ethyl acetate to obtain an extracellular metabolite fraction. Toxicity bioassays revealed a clear doseAeresponse pattern, with 24-hour mortality of B. increasing from 55. 00% at 35% concentration to 80. 00% at 75% concentration. Probit analysis yielded an LCCICA value of 95, while LTCICA decreased significantly from 42. 26 hours to 15. 87 hours as metabolite concentration increased. These findings confirm that endophytic bacteria isolated from B. balsamifera are capable of producing secondary metabolites effective in suppressing B. tabaci populations, highlighting their strong potential for development as environmentally friendly plant-based biopesticides. Keywords: biopesticide. Blumea balsamifera, endophytic bacteria, secondary metabolites. Bemisia tabaci Abstrak Blumea balsamifera mengandung metabolit bioaktif yang diduga mendukung keberadaan bakteri endofit yang mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan potensi pestisida, menjadikan tanaman ini sebagai sumber biopestisida ramah lingkungan yang menjanjikan. Studi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang berasosiasi dengan B. balsamifera dan untuk mengevaluasi aktivitas insektisida metabolit sekundernya terhadap Bemisia tabaci. Bakteri endofit diisolasi menggunakan metode Penanaman Langsung dan Penggilingan, diikuti dengan pemurnian, pewarnaan Gram, dan produksi metabolit melalui kultur cair dalam media Luria-Bertani (LB). Strain yang diisolasi diidentifikasi sebagai bakteri Gram-negatif, berbentuk batang pendek yang menghasilkan supernatan kekuningan, yang berhasil diekstraksi menggunakan etil asetat untuk mendapatkan fraksi metabolit ekstraseluler. Bioassay toksisitas menunjukkan pola respons dosis yang jelas, dengan mortalitas B. tabaci selama 24 jam meningkat dari 55,00% pada konsentrasi 35% menjadi 80,00% pada konsentrasi 75%. Analisis probit menghasilkan nilai LCCICA sebesar 1500,95, sedangkan LTCICA menurun secara signifikan dari 42,26 jam menjadi 15,87 jam seiring peningkatan konsentrasi metabolit. Temuan ini menegaskan bahwa bakteri endofit yang diisolasi dari B. balsamifera mampu menghasilkan metabolit sekunder yang efektif dalam menekan populasi B. tabaci, menyoroti potensi kuatnya untuk dikembangkan sebagai biopestisida berbasis tanaman yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Biopestisida. Blumea balsamifera, bakteri endofit, metabolit sekunder. Bemisia tabaci This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pengendalian hama pertanian hingga saat ini masih banyak bergantung pada penggunaan pestisida kimia sintetis, khususnya pada sistem budidaya hortikultura intensif. Ketergantungan tersebut menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan manusia, kematian organisme nontarget, serta meningkatnya resistensi hama terhadap bahan aktif pestisida (Isman, 2. Permasalahan ini mendorong perlunya pengembangan alternatif pengendalian hama yang lebih aman, selektif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan biopestisida berbasis sumber daya hayati. Salah satu sumber hayati yang memiliki potensi besar dalam pengembangan biopestisida adalah bakteri endofit, yaitu mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala penyakit pada Bakteri endofit diketahui mampu menghasilkan berbagai metabolit sekunder bioaktif seperti Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 5 No. 01 Januari-Maret 2026 Vol. 5 No. 1 Januari-Maret 2026 Hal. DOI: https://doi. org/10. 47233/jpst. alkaloid, terpenoid, senyawa fenolik, dan antibiotik, yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman terhadap patogen dan herbivora (Strobel & Daisy, 2003. Gangwar et al. , 2. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa metabolit yang dihasilkan bakteri endofit memiliki aktivitas insektisida, antifeedant, serta mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan serangga hama, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen biopestisida ramah lingkungan (Jalgaonwala et al. , 2011. Suresh et al. , 2. Tanaman sembung (Blumea balsamifer. merupakan tanaman obat tropis yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yang tinggi. Daun B. balsamifera dilaporkan mengandung berbagai senyawa aktif, seperti borneol, linalool, flavonoid, dan terpenoid, yang memiliki aktivitas antimikroba dan insektisidal (Wijayanti et al. , 2021. Wang et al. , 2. Keberadaan senyawa bioaktif tersebut sering kali berkaitan erat dengan mikroorganisme endofit yang berasosiasi dengan jaringan tanaman, yang berperan sebagai produsen atau pemicu biosintesis metabolit sekunder (Strobel & Daisy, 2. Meskipun demikian, eksplorasi mengenai isolasi dan identifikasi bakteri endofit dari B. balsamifera, khususnya yang diarahkan pada pengembangan biopestisida, masih tergolong Eksplorasi bakteri endofit dari tanaman obat seperti B. balsamifera menjadi penting untuk menemukan isolat yang mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas hayati terhadap hama pertanian. Tahapan awal yang krusial dalam pengembangan biopestisida berbasis endofit meliputi proses isolasi, karakterisasi, dan identifikasi bakteri endofit guna mengetahui sifat morfologi, fisiologis, serta potensi metabolit yang dihasilkannya (Martynez-Hidalgo & Hirsch, 2. Karakterisasi awal ini menjadi dasar dalam menentukan kemampuan isolat untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agen pengendali hayati yang ramah Kutu kebul (Bemisia tabac. merupakan salah satu hama utama tanaman hortikultura yang bersifat polifag dan berperan sebagai vektor berbagai virus tanaman, khususnya kelompok Begomovirus (Oliveira et al. , 2001. Jones, 2. Serangan B. tabaci dapat menyebabkan kerusakan langsung melalui aktivitas pengisapan cairan tanaman serta kerusakan tidak langsung melalui penularan penyakit, yang berdampak pada penurunan hasil dan kerugian ekonomi yang signifikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa metabolit yang dihasilkan oleh mikroorganisme endofit mampu menyebabkan mortalitas, gangguan fisiologis, serta penurunan aktivitas makan pada serangga hama, termasuk B. tabaci (Garcya-Salinas et al. , 2020. Asha & Vidyalakshmi, 2. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang terdapat pada tanaman Blumea balsamifera serta mengevaluasi potensi metabolit sekundernya terhadap hama B. Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan biopestisida berbasis bakteri endofit sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN 1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Riset Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh tahapan penelitian meliputi persiapan sampel, isolasi dan pemurnian bakteri endofit, identifikasi morfologi dan pewarnaan Gram, produksi serta ekstraksi metabolit sekunder, hingga pengujian toksisitas terhadap hama uji. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2025 2 Isolasi dan Pemurnian Bakteri Endofit Sampel daun dan batang muda tanaman sembung (Blumea balsamifer. yang sehat dan bebas pestisida disterilisasi permukaannya menggunakan etanol 70%, kemudian diinokulasikan pada media Starch Casein Agar (SCA). Isolasi dilakukan menggunakan metode direct planting dan grinding dengan pengenceran serial hingga 10a. Koloni yang tumbuh dimurnikan menggunakan metode streak plate hingga diperoleh isolat tunggal (Lay, 2000. Cappuccino & Sherman, 2. 3 Identifikasi Morfologi dan Pewarnaan Gram Identifikasi awal bakteri endofit dilakukan melalui pengamatan morfologi koloni dan pewarnaan Gram untuk menentukan sifat Gram dan bentuk sel bakteri menggunakan metode standar (Pelczar & Chan, 2. 4 Produksi dan Ekstraksi Metabolit Sekunder Isolat bakteri endofit terpilih dikultur pada media cair Luria Bertani (LB) selama 72 jam menggunakan Kultur disentrifugasi dan supernatan diekstraksi menggunakan etil asetat dengan perbandingan 1:1 untuk memperoleh fraksi metabolit sekunder ekstraseluler (Nugroho et al. , 2016. Jalgaonwala et al. , 2. 5 Uji Toksisitas terhadap Bemisia tabaci Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 5 No. 01 Januari-Maret 2026 Vol. 5 No. 1 Januari-Maret 2026 Hal. DOI: https://doi. org/10. 47233/jpst. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode leaf dip pada tiga konsentrasi perlakuan, yaitu 35%, 55%, dan 75%, serta satu kontrol tanpa ekstrak. Setiap perlakuan terdiri atas empat ulangan dengan 10 individu Bemisia tabaci per ulangan. Mortalitas diamati selama 24 jam. 6 Analisis Data Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk menentukan nilai LCCICA dan LTCICA menggunakan analisis Probit serta uji ANOVA satu arah pada taraf signifikansi 5% (Finney, 1971. Piepho et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. 1 Morfologi Koloni Isolat Daun dan Batang Direct Grinding Direct Grinding (Dau. (Batan. (Dau. (Batan. Tabel 1. 2 Pewarnaan Gram bakteri Endofit Daun dan Batang Direct Grinding Direct Grinding (Dau. (Batan. (Dau. (Batan. Kons . Ulangan Total Kutu Waktu Total 3 0Data 0 Pengamatan 0 Jam Tabel Konsentrasi Total kutu kebul Total kutu kebul uji Tabel 1. 4 Total Keseluruhan Mortalitas Kutu Kebul Selama 24 Jam 0,35 0,55 0,75 Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 5 No. 01 Januari-Maret 2026 Vol. 5 No. 1 Januari-Maret 2026 Hal. DOI: https://doi. org/10. 47233/jpst. Konsentrasi Log Jumlah konsentrasi larva uji Jumlah larva yang mati Ratarata Persen 55,00 0,00 Tabel LC5067,50 5 Data 6,75 Gambar 1. 1 Grafik Tabel 1. 6 Data Menghitung LT50 Nilai 5,84 5,45 5,13 Analisis Probit LC50 Waktu . Log Waktu . 0,477 0,778 0,954 1,079 1,176 1,255 1,322 1,380 Probit Konsentrasi 3,799 3,845 4,164 4,242 4,401 4,541 4,747 4,815 Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 5 No. 01 Januari-Maret 2026 Probit Konsentrasi 3,799 3,964 4,326 4,613 4,747 4,815 5,000 4,815 Probit Konsentrasi 3,845 4,242 4,613 4,874 4,936 5,063 5,385 5,126 Vol. 5 No. 1 Januari-Maret 2026 Hal. DOI: https://doi. org/10. 47233/jpst. Nilai rata-rata LT50 Y= a bx 5= 1,1874 3,0694x x= 1,6259 1,6259 TabelLT50=10 7 Konsentrasi LT50= 42,26 Jam Nilai rata-rata LT50 Y= a bx 5= 1,3825 3,0547x Tabel 1. Konsentrasi 55% x= 1,4071 LT50=101,4071 LT50= 25,53 Jam Nilai rata-rata LT50 Y= a bx 5= 1,6195 3,0558x Tabel 1. 9 x= Konsentrasi 1,2005 LT50=101,2005 LT50= 15,87 Jam Groups Count Sum Average Variance 3,666667 Tabel 1. 10 Rata-rata Mortalitas Kutu kebul pada berbagai konsentrasi Biopestisida 6,75 2,916667 3,333333 Source of Variation Between Groups Within Groups 149,1875 Total 178,9375 29,75 3 49,72917 20,05882 P-value F crit 5,74E-05 3,490295 12 2,479167 Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 5 No. 01 Januari-Maret 2026 Vol. 5 No. 1 Januari-Maret 2026 Hal. DOI: https://doi. org/10. 47233/jpst. Gambar 1. 5 Grafik Rata-rata Mortalitas Kutu kebul berbagai konsentrasi Biopestisida Hasil isolasi bakteri endofit dari tanaman sembung (Blumea balsamifer. menunjukkan keberhasilan metode direct planting dan grinding dalam memperoleh isolat dengan variasi morfologi koloni. Perbedaan pola pertumbuhan koloni yang dihasilkan oleh kedua metode tersebut mengindikasikan perbedaan konteks biologis bakteri endofit di dalam jaringan tanaman. Metode direct planting cenderung mempertahankan pola kolonisasi alami bakteri dalam jaringan, sedangkan metode grinding melepaskan bakteri secara lebih merata sehingga menghasilkan koloni yang lebih homogen. Temuan ini sejalan dengan laporan Ryan et al. dan Hallmann et al. yang menyatakan bahwa metode isolasi berpengaruh terhadap karakter morfologi koloni endofit yang diperoleh. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bahwa isolat bakteri endofit yang diperoleh didominasi oleh bakteri Gram negatif berbentuk basil pendek . Karakter ini umum ditemukan pada bakteri endofit dari berbagai tanaman obat dan pertanian, yang umumnya memiliki fleksibilitas fisiologis tinggi untuk beradaptasi di dalam jaringan tanaman inang (Martynez-Hidalgo & Hirsch, 2017. Hanif & Susanti, 2. Bakteri Gram negatif diketahui memiliki kemampuan metabolik yang luas, termasuk dalam produksi senyawa bioaktif ekstraseluler, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber biopestisida. Pertumbuhan isolat pada media cair Luria Bertani (LB) selama 72 jam menunjukkan aktivitas metabolik yang tinggi, ditandai dengan kekeruhan medium dan terbentuknya supernatan berwarna kekuningan. Warna supernatan ini mengindikasikan keberadaan metabolit sekunder ekstraseluler yang dilepaskan selama fase pertumbuhan stasioner. Nugroho et al. dan Jalgaonwala et al. melaporkan bahwa fase stasioner merupakan fase optimal bagi bakteri endofit untuk memproduksi metabolit sekunder, terutama senyawa semipolar yang dapat diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Kesamaan karakter ekstrak yang diperoleh pada penelitian ini memperkuat indikasi bahwa isolat endofit sembung memiliki potensi biosintesis metabolit Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa metabolit sekunder bakteri endofit sembung mampu meningkatkan mortalitas kutu kebul (Bemisia tabac. seiring dengan peningkatan konsentrasi perlakuan. Pola hubungan dosisAerespon yang jelas merupakan karakteristik umum senyawa toksik terhadap serangga, di mana peningkatan konsentrasi menyebabkan meningkatnya jumlah senyawa aktif yang berinteraksi dengan sistem fisiologis serangga (Finney, 1971. Siahaya, 2. Tidak ditemukannya mortalitas pada perlakuan kontrol menunjukkan bahwa kematian serangga uji sepenuhnya disebabkan oleh efek metabolit bakteri endofit. Nilai LCCICA yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa metabolit sekunder bakteri endofit sembung memiliki tingkat toksisitas rendah hingga sedang terhadap B. tabaci pada periode pengamatan 24 Meskipun demikian, nilai LTCICA yang semakin menurun pada konsentrasi yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa metabolit bekerja lebih cepat dalam menyebabkan kematian serangga. Temuan ini Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 5 No. 01 Januari-Maret 2026 Vol. 5 No. 1 Januari-Maret 2026 Hal. DOI: https://doi. org/10. 47233/jpst. sejalan dengan konsep toksikologi serangga yang menyatakan bahwa kecepatan kematian meningkat seiring dengan peningkatan intensitas paparan senyawa aktif (Finney, 1971. Trisyono, 2. Dengan demikian, meskipun toksisitas akut relatif moderat, metabolit endofit menunjukkan potensi sebagai agen pengendali hayati dengan efek kumulatif. Hasil analisis ANOVA yang menunjukkan pengaruh sangat nyata konsentrasi metabolit terhadap mortalitas B. tabaci menegaskan bahwa variasi konsentrasi merupakan faktor kunci dalam menentukan efektivitas biopestisida. Hal ini konsisten dengan laporan Piepho et al. yang menyatakan bahwa perbedaan perlakuan dapat dinyatakan signifikan apabila variasi respons antar perlakuan melebihi variasi acak. Secara biologis, temuan ini menunjukkan bahwa metabolit sekunder bakteri endofit sembung memiliki aktivitas bioinsektisida yang terukur dan dapat dioptimalkan melalui penyesuaian konsentrasi. KESIMPULAN Bakteri endofit dari tanaman sembung (Blumea balsamifer. berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai bakteri Gram negatif berbentuk basil pendek yang mampu menghasilkan metabolit sekunder ekstraseluler. Metabolit yang dihasilkan menunjukkan aktivitas bioinsektisida terhadap kutu kebul (Bemisia tabac. , ditandai dengan peningkatan mortalitas dan percepatan waktu kematian seiring peningkatan konsentrasi perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa bakteri endofit sembung berpotensi dikembangkan sebagai sumber biopestisida ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk optimasi dan pengujian skala lapangan. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyelesaian penelitian ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada dosen pembimbing atas bimbingan dan arahan selama penelitian, serta kepada staf laboratorium atas bantuan teknis dan fasilitas selama proses penelitian. Penulis juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan teman-teman yang telah memberikan dukungan moral selama penelitian berlangsung. DAFTAR PUSTAKA