IMPLIKASI PERDEBATAN TENTANG BASMALAH ATAS KEMUTAWATIRAN AL-QUR`AN Moh. Zahid (Jurusan Syari`ah STAIN Pamekasan. Jl. Raya Panglegur Km. Email: z4hid. 4lfawari@gmail. Abstrak: Para ulama sepakat bahwa pencantuman seluruh ayat dalam mushaf al-Qur`an didasarkan pada riwyyat yang mutawytir, sehingga terjamin keasliannya . ath`y wuryd yyi al-Qur'y. Demikian halnya pada lafal basmalah yang terdapat pada awal surah. Oleh karena itu, madzhab Myliky menolak menetapkan basmalah sebagai ayat al-Qur`an, karena adanya beberapa riwyyat ahyd yang menginformasikan dua hal berbeda, yaitu bagian dari al-Qur`an dan bukan bagian darinya. Sesungguhnya, riwyyat ahyd tidak dapat digunakan untuk memasukkan sebuah teks menjadi ayat al-Qur`an atau juga Sementara pandangan mayoritas ulama tidak hanya didasarkan pada beberapa riwayat ahyd yang menyatakan bahwa basmalah merupakan ayat al-Qur`an. Fakta kesejarahan pada proses jam`u al-Qur'yn . enghimpunan al-Qur`a. sejak masa Rasulullah, masa Khalifah Aby Bakr sampai pembakuan al-Qur`an pada masa Khalifah `Utsmyn bin `Affyn menegaskan bahwa para sahabat tidak akan memasukkan atau menolak suatu ayat, jika hanya didasarkan pada riwayat ahyd meskipun kualitasnya shahyh. Dengan demikian penetapan lafal basmalah sebagai ayat al-Qur`an, tidak hanya didasarkan pada riwayat ahyd, tetapi didukung dengan ijmy` sahabat terhadap keberadaan Mushhaf Utsmyny atau dikenal dengan sebutan sumber periwayatan mutawytir `amaly. Abstract: The ulama agreed that the inclusion of all sentences in the Qur`an must be based on riwyyat which is mutawytir, so the truth can be guaranteed . ath`y wuryd yyi al-Qur'y. It also happened to the word basmalah which always comes in the beginning of the Surah. Therefore. Maliki school refused to state that basmalah as the Qur`anAos sentence, because of the existence of some riwyyat ahyd which informed two different things: it is a part of the Qur`an and it is not. Actually riwyyat ahyd cannot be used to include a text to be a sentence of the Qur`an or to refuse it. While the majority of ulamaAos point of al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 DOI: http://dx. org/10. 19105/ihkam. Implikasi Perdebatan tentang Basmalah view is not only based on some ahyd histories which stated that basmalah is a sentence of the Qur`an. The history facts in the process of jam`u al-Qur'yn . he gathering of the Qur`a. from the era of the prophet/Rasulullah, the year of Aby Bakr to the standardization of the Qur`an in the year of Utsmyn bin `Affyn confirmed that the companions of the prophets would never include or refuse a sentence, if it was only based on the ahyd history although its quality was shahyh. Therefore, the determination of the word of basmalah as a statement of the Qur`an, should not be based on the ahyd history only, but also supported with ijmy` of the companions to the existence of Mushhaf Utsmyny or which is known as the source of history of mutawytir `amaly. Key Words: Mutawytir. Basmalah. Qath`y al-Wuryd. Zhanny al-Wuryd Pendahuluan Dua ulama besar, al-Zarkasyy dan al-Suyythy, menegaskan bahwa para ulama sepakat bahwa periwayatan ayat-ayat al-Qur`an seluruhnya mutawytir,1 sehingga menjadi jaminan keotentikannya . ath`y wuryd al-Qur'y. Hal demikian bermakna bahwa ayat-ayat alQur`an diriwayatkan dengan melibatkan umat Islam secara massif dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga dapat tercegah adanya tindakan penyelewengan terhadapnya seperti penghilangan, pengurangan atau penambahan ayat-ayatnya. 2 Periwayatan al-Qur`an secara mutawytir, menurut banyak pakar, merupakan salah satu kreteria dalam pendefinisiannya. Semisal definisi yang disampaikan oleh Muhammad ibn `Aly al-Shybyny bahwa: AiAl-Qur`an adalah firman Allah yang bernilai mukjizat, diturunkan kepada Nabi dan Rasul penghabisan dengan perantaraan Malaikat yang terpercaya. Jibril, tertulis dalam Mushaf yang dinukilkan kepada kita secara mutawytir, membacanya merupakan ibadah, yang dimulai dari surah al-Fytihah dan diakhiri dengan surah al-Nys. An3 1Badr al-Dyn al-Zarkasyy, al-Burhyn fy `Ulym al-Qur'yn. Juz 2. Cet. ke-1, (Beirut: Dyr al- Kutub al-`Ilmiyyah, 2. , 74. Lihat juga Jalyl al-Dyn al-Suyythy, al-Itqyn fy `Ulym alQur'yn, (Beirut. Libnyn: Dyr al-Kutub al-`Ilmiyyah, 2. , 119. 2Ibid. 3Muhammad ibn `Ali al-Shybyny, at-Tibyyn fi `Ulym al-QurUyn, (Karachi: Qadymy Kutub Khynah, t. ), 8. Demikian juga definisi yang disampaikan oleh Muhammad al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid Sesungguhnya setelah selesainya pembukuan al-Qur`an pada masa pemerintahan Khalifah Usman, para Sahabat telah sepakat terhadap ayat-ayat al-Qur`an yang termaktub dalam Mushhaf `Utsmyny itu dan tidak ada seorang pun dari sahabat yang berkeberatan atau menyangkalnya. Kesepakatan ini tak akan terjadi kecuali karena pengumpulan ini sifatnya tawqyfy. Sebab bila seandainya berdasarkan ijtihyd, maka para sahabat tentu akan berpegang teguh pada pendapatnya masing-masing. Dengan demikan, seharusnya keberadaan ayat-ayat al-Qur`an tidak dipersoalkan lagi. Namun para ulama masih berbeda pendapat mengenai keberadaan dan jumlah ayat al-Qur`an. Dari sisi jumlah ayat-ayat al-Qur`an, al-Zarqyny menyebutkan bahwa para ulama sepakat pada angka 6200, tetapi berbeda pada angka puluhan dan satuannya,5 dengan rincian sebagai berikut: . ulama Madinah awal, yakni pendapat Nyfi` sebanyak 6217 ayat, . ulama Madinah akhir. yang disandarkan pada pendapat Aby Syaibah sebanyak 6214 ayat, dan Aby Ja`far sebanyak 6210 ayat, . ulama Makkah sebanyak 6220 ayat, . ulama Kyfah, yakni pendapat Hamzah al-Ziyyt sebanyak 6236 ayat, . ulama Bashrah sebanyak 6204 ayat, 6205 ayat dan 6219 ayat, . ulama Syym yakni pendapat Yahyy ibn al-Hyrits al-Zh`Umary sebanyak 6226 ayat. Perbedaan pendapat di atas bertolak dari perbedaan mengenai . penentuan fyshilah dan ra's al-yyat,7 dan . keberadaan basmalah `Abd al-`Azhym al-Zarqyny. Manyhil al-`Irfyn fy `Ulym al-QurUyn. Juz 1. Cet. (Beirut: Dyr al-Kityb al-`Araby, 1. , 21. Baca juga Mushthafy Dyb al-Bigy' dan Muhyy al-Dyn Dyb Masty, al-Wydhih fy `Ulym al-Qur'yn. Cet. ke-2, (Dimasyq: Dyr al-`Ilm alKatyb dan Dyr al-`Ulym al-Insyniyyah, 1. , 23 4Al-Zarqyny. Manyhil al-`Irfyn fy `Ulym al-QurUyn, juz 1, hlm. 355 - 357. Manny` alQaththyn mendukung pendapat yang menyatakan bahwa urutan ayat dan surah dalam al-Qur`an merupakan tauqify Rasylillyh Saw. Baca al-Qaththyn. Mabyhits fy `Ulym al-Qur'yn, . l-Qyhirah: Maktabah Wahbah, t. , 137Ae138. 5Baca al-Zarqyny. Manyhil al-`Irfyn. Juz 1, 336. 6Informasi lebih detail dapat dibaca juga dalam `Abd al-Fattyh ibn `Abd al-Gany alQydhy. Al-Faryid al-Hisyn fy `Add yCy al-QurUyn. Cet. ke-1, (Madynah: al-Dyr bi alMadynah al-Munawwarah, 1404 H), 25-27. 7Fyshilah adalah istilah yang diberikan kepada kalimat yang mengakhiri ayat dan merupakan akhir ayat. Sedangkan ra's al-ayat adalah akhir ayat yang padanya diletakkan tanda fashl . antara ayat yang satu dengan ayat yang lain. Fyshilah ini terkadang berupa raUs al-ayat dan terkadang tidak. Dengan demikian, setiap ra's al- al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah . acaan bism Allyh al-Rahmyn al-Rahy. yang terdapat pada setiap awal surah kecuali al-Bary'ah . Perbedaan pendapat tentang penentuan fyshilah dan ra's al-yyah hanya berkisar mengenai cara penghitungan ayat al-Qur`an . 8 Perbedaan pendapat mengenai hal ini tidak sampai mempersoalkan keabsahan ayat-ayatnya. Berbeda halnya perbedaan pendapat mengenai keberadaan basmalah yang akan berimplikasi tidak hanya pada jumlah ayat pada setiap surah tetapi juga pada keabsahan lafal basmalah sebagai ayat al-Qur`an atau pencantumannya hanya semata-mata untuk tabarruk . engharap 9 Masih adanya perbedaan pendapat mengenai keberadaan lafal basmalah menunjukkan bahwa pencantumannya, oleh sebagian ulama, dinilai belum pasti . hanny al-wury. , yang pada akhirnya keaslian al-Qur`an . ath`y wuryd yyi al-Qur'y. juga turut Artikel ini menguraikan dua permasalahan pokok, yaitu: . kenapa lafal basmalah pada awal surah masih diperdebatkan keberadaannya sebagai ayat al-Qur`an. apakah perdebatan mengenai keberadaan lafal basmalah pada awal surah menggugurkan keharusan periwayatan ayat-ayat al-Qur`an secara mutawytir. ayat adalah fyshilah dan tidak setiap fyshilah adalah ra's al-ayat. Baca Manny` alQaththyn. Mabyhits al-`Irfyn, 145. 8Istilah ayat berasal dari bahasa Arab, yyah digunakan beberapa kali oleh al-Quran sendiri dengan berbagai arti. Diantaranya, berarti tanda (Q. al-Hijr 15: 77. al-Nahl 16: 11, 13, 65, 67, dan 69. al-Baqarah 2:. mukjizat (Q. al-Baqarah 2:. `ibrah atau pelajaran (Q. Hyd 11:102, 103 dan al-Furqyn 25:. sesuatu yang menakjubkan (Q. al-Mu'min 40:. dan bukti atau dalil (Q. al-Rym 30:20-. Secara terminologis, ayat merupakan sekelompok kata yang mempunyai permulaan dan akhir yang berada dalam suatu surah al-Qur`an. Al-Zarqyny. Manyhil al-`Irfyn. Jilid 1. Batasan ini didukung oleh al-Qur`an sendiri, semisal Q. Yysuf 12:1: AuAlif lym ryU. Ini adalah ayat-ayat kitab . l-Qur`a. yang nyata . ari Alla. Ay. Sedangkan panjang pendeknya surah-surah al-Qur`an dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Althiwyl, yaitu tujuh surah yang panjang yang terdapat pada permulaan al-Mushhaf, yaitu Q. al-Baqarah . , yCli `Imryn . , al-Nisy' . , al-My'idah . , al-An`ym . , alA`ryf . dan al-Anfyl . Al-mi'yn adalah nama yang diberikan kepada surah-surah yang ayatnya seratus atau lebih sedikit. Al-matsyni, dikenal sebagai surah-surah yang jumlah ayatnya yang tidak mencapai 100 ayat. Sedangkan al-mufashshal adalah surahsurah yang lebih pendek. Disebut dengan mufashshal karena banyak fashl . yakni basmalah. Baca al-Suyythy, al-Itqyn, 352. 9Perbedaan pandangan mengenai keberadaan lafal Basmalah pada awal surah dapat dibaca pada Muhammad `Aly al-Shybyny. Tafsyr yCyytil Ahkym min al-Qur'yn. Juz 1. Cet. ke-1, (Beirut: Dyr al-Qur'yn al-Karym, 2. , 33Ae34. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid Permasalahan tersebut, dikaji melalui penelitian kepustakaan . ibrary researc. , atau disebut juga kajian literatur, kajian teori, atau studi pustaka,10 yaitu meneliti pelbagai rujukan yang relevan dengan kajian tentang perdebatan penetapan lafal basmalah sebagai ayat alQur`an dengan menggunakan metode dokumentasi. Pelbagai rujukan dipilah menjadi dua bagian, . sumber data primer, yaitu sumber data utama atau data-data yang relevan yang menjadi acuan pokok penelitian ini, antara lain: al-Qur`an al-Karim, kitab-kitab Hadits, kitab ulumul Qur`an dan tafsir, dan . sumber data sekundernya, yaitu berupa rujukan lainnya yang memiliki keterkaitan dengan pokok bahasan penelitian ini. Data yang diperoleh dikaji dan diteliti secara mendalam. Analisis komprehensif dilakukan sehingga mampu memberikan gambaran terjadinya perdebatan itu sebagai akibat dari perbedaan penilaian para ulama tentang ke-mutawytir-an mata rantai . Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. , yakni teknik penelitian yang berusaha untuk menguraikan secara objektif, sistematis dan kuantitatif isi yang termanifestasikan dalam suatu teks. 11 Teknik analisis isi mencakup prosedur pemrosesan data ilmiah yang bertujuan memberikan pengetahuan, membuka wawasan baru, menyajikan fakta dan panduan praktis pelaksanaannya. Menurut Krippendorff, analisis isi dapat dikarakterisasikan sebagai metode penelitian makna simbolik pesan-pesan. Keharusan Periwayatan Ayat-ayat al-Qur`an Secara Mutawytir Para ulama sepakat bahwa semua ayat al-Qur`an harus didasarkan pada periwayatan yang mutawytir, sehingga terjamin validitas sumbernya. Dengan demikian keotentikannya . ath`y wuryd yyi al-Qur'y. tidak terbantahkan. 13 Sebagian besar ulama ushul sepakat bahwa mutawytir merupakan syarat itsbyt . Subhana & M. Suderajat. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiyah, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2. , 77 11Lihat Hasan Sadily. Ensiklopedia, (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1. , 207. 12Klaus Krippendorff. Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi. Terj. Farid Wajdi (Jakarta: Rajawali Press, 1. , 17. 13Al-Zarkasyy, al-Burhyn. Juz 2, 74. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah apakah suatu ayat dianggap sebagai bagian dari al-Qur`an atau tidak, sebagaimana pernyataan al-Suyythy: AiTidak ada perbedaan pendapat, bahwa semua bagian dari alQur`an harus . mutawytir, baik dari sisi pokoknya, bagianbagiannya, tempatnya, topiknya dan urut-urutannya. Kalangan pentahqyq ahl al-sunnah juga berpendapat bahwa al-Qur`an harus diriwayatkan secara qathAy . Sebab, biasanya sesuatu yang menghasilkan kepastian harus mutawytir. AlQur`an adalah mukjizat agung yang menjadi pokok agama yang lurus . shl al-dyn al-qawy. Ia juga sebagai shiryth al-mustaqym . alan yang luru. , baik pada aspek global, maupun Adapun riwayat yang dituturkan secara ahyd dan tidak mutawytir, secara qath`y ia bukan merupakan bagian dari alQur`an. Sebagian besar kalangan ushyliyn berpendapat bahwa mutawytir merupakan syarat penetapan apakah riwayat tersebut termasuk al-Qur`an atau tidak. Ai14 Keharusan periwayatan mutawytir dikarenakan al-Qur`an merupakan salah satu bagian dari pokok keimanan bagi kaum Melalui periwayatan mutawytir, seorang mukmin tidak boleh meragukan keaslian dan kesempurnaan al-Qur`an. Apabila ada riwayat tentang bacaan al-Qur`an, namun tidak diriwayatkan dengan jalan mutawytir, maka riwayat itu tidak boleh diyakini sebagai alQur`an. Bacaan al-Qur`an yang sampai ke tangan umat Islam, seluruhnya diriwayatkan secara mutawytir. 15 Riwayat-riwayat ahyd yang dianggap sebagai al-Qur`an, tidak boleh diyakini sebagai alQur`an. Para Sahabat sendiri tidak pernah melembagakan riwayatriwayat ahyd yang dianggap al-Qur`an ke dalam Mushhaf al-Imym. Istilah mutawytir, secara bahasa, berasal dari kata al-tawytur yang berarti berturut-turut/beruntun. Jika ada ucapan tawytar almathar berarti Aihujan turun secara beruntun. An16 Dengan demikian, periwayatan mutawytir secara harfiah berarti berulang-ulangnya sesuatu secara berturut-turut dengan suatu tenggang waktu tertentu. Secara terminologis, mutawytir adalah sesuatu yang diriwayatkan atau diberitakan oleh sekelompok orang yang mustahil terjadi kesepakatan 14Al-Suyythy, al-Itqyn. Juz 1, 79. 15Pokja Forum Karya Ilmiah. Kilas Balik Teoritis Fiqh Islam, (Kediri Jawa Timur: PP. Lirboyo Kediri, 2. , 10. 16Mahmyd al-Thahhyn. Taysyr Mushthalah al-Hadyts, (Riyydl: Maktabah al-Ma`yrif, 1. , 19. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid di antara mereka untuk berdusta. 17 Sesuatu yang diriwayatkan secara mutawytir ini dapat dipastikan kebenarannya. Berdasarkan pengertian tentang riwayat mutawytir tersebut maka riwayat disebut mutawytir apabila memenuhi empat syarat yaitu: . Diriwayatkan dari banyak perawi, namun tidak ada batasan tentang berapa jumlah mereka. Menurut pendapat yang shahyh, berjumlah 10 orang perawi. Banyaknya para perawi dimaksud, ada pada setiap tingkatan sanad. Mustahil secara logika mereka bersepakat dalam kedustaan. Khabar yang mereka riwayatkan harus bersandarkan pada indera. Periwayatan secara mutawytir bernilai qath`y . Para perawi dalam periwayatan mutawytir tidak perlu diselidiki tentang keadilan dan ke-dhabit-annya karena jumlah para perawinya sudah menjamin bahwa mereka tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Dalam hal keotentikannya, maka Hadits mutawytir sama dengan AlQur`an, karena keduanya merupakan sesuatu yang pasti adanya . athAi al wuru. Itulah sebabnya, para ulama sepakat bahwa Hadits mutawytir wajib diterima bahwa ia benar-benar Hadits. Periwayatan yang mutawytir terbagi menjadi tiga macam, yaitu: . mutawytir lafzhy dan . mutawytir ma`nawy, dan . mutawytir `amaly. Pengertian mutawytir lafzhy, yaitu Hadits yang mutawytir periwayatannya dalam satu lafal . Hadits dan maknanya. Sedangkan mutawytir ma`nawy, yaitu Hadits mutawytir yang para perawinya berbeda dalam menyusun redaksi Hadits tersebut, namun terdapat persesuaian atau kesamaan dalam maknanya. 22 Lain halnya dengan mutawytir Aamaly, yaitu Aisesuatu yang diketahui dengan mudah, bahwa dia termasuk urusan agama dan telah mutawytir antara umat Islam, bahwa Nabi mengerjakannya, menyuruhnya, atau selain dari itu. Dan pengertian ini sesuai dengan pengertian Ijmy`. An23 17 Ibid. 18Badr al-Dyn Muhammad Bahydir ibn Abdillah al-Zarkasyy, al-Bahr al-Muhyd fy Ushyl al-Fiqh. Juz 2, (Beirut: Dyr al-Kutub al-`Ilmiyyah, 2. , 296. 19Mahmyd al-Thahhyn. Taysyr Mushthalah al-Hadyts, 20. 20Ibid. 21Suparta. Ilmu Hadis, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1. , 87. 22Hadis Mutawatir dan Ahad. http://nabildaffa. com/2012/01/makalahHadis-mutawatir-dan-ahad. html, (Diakses, 3 Desember 2. , 23Suparta. Ilmu Hadis, 90-91. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah Perbedaan Pendapat tentang Keberadaan Basmalah dalam alQur`an Istilah basmalah merujuk pada ungkapan bismillyh al-Rahmyn al-Rahym (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayan. 24 Lafal basmalah dapat dijumpai pada awal setiap surah25 dalam al-Qur`an, kecuali surah Bary'ah . 26 Di samping itu, 24Allah juga mengawali turunnya al-Qur`an, pada wahyu pertama, dengan memerintahkan Nabi Muhammad untuk melakukan pembacaan dan mengawali semua aktifitasnya dengan nama Allah, iqra' bismi Rabbika. Kemudian Nabi Muhammad juga menganjurkan membacanya ketika hendak memulai hal-hal yang penting, dalam sabdanya: }A CE OE NEE AEO NEE EO O OEI EE I O E E O AOO {I NEE EII EOIA:AI O OO CEA ACA Dari Aby Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Saw: AuSetiap perkara yang penting yang tidak dimulai dengan bacaan bismillyh al-Rahmyn al-Rahym, maka perkara itu terputus . Ay (H. al-Hyfidz `Abd al-Qydir al-Rahyw. Baca Yahyy bin Syarf al-Nawawy, al-Adzkyr al-Nawawy. Juz 1, (Beirut: Dyr al-Fikr, t. ), 112. 25Kata surah berasal dari bahasa Arab, syrah, secara leksikal mempunyai banyak arti, diantaranya berarti bangunan. Syrah juga berarti kemuliaan, kebaikan, alamat, pangkal . , pagar atau batas Aby al-Wafy Ahmad `Abd al-yCkhir, al-Mukhtyr min `Ulym al-Qur'yn al-Karym. Jilid 1, . l-Mishr: al-Maktab al-Mishry al-Hadyts, t. Baca juga Louis Ma'luf, al-Munjid fy al-Lugah wa al-A`lym, 362. Secara terminologis, al-Zarqyny menjelaskan pengertian surah dengan Aisatu kelompok mandiri yang terdiri dari ayat-ayat al-Qur`an yang mempunyai batas permulaan dan batas akhir. An Baca Muhammad `Abd al-`Azhym al-Zarqyny. Manyhil al-`Irfyn fy `Ulym al-QurUyn. Jilid 1, (Beirut: Dyr al-Kityb al-`Araby, 1. , 285. Pendapat yang relatif sama disampaikan oleh al-Ja`bary sebagaimana dikutip oleh al-Suyythy, menyatakan bahwa batasan disebut sebuah surah yaitu bacaan yang meliputi atas beberapa ayat yang memiliki pembukaan dan penutup, dan paling sedikitnya adalah tiga ayat. Pendapat lain menyatakan. AiSurah adalah sekolompok ayat yang diberi nama dengan nama tertentu yang didasarkan pada petunjuk dari Nabi saw. Lihat al-Suyythy, alItqyn, 82. Kata surah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi surat, kertas dan sebagainya yang bertulis . erbagai-bagai isi dan maksudny. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2. , 1108. 26Terdapat beberapa penjelasan, kenapa pada Q. al-BaryAoah . tidak diawali dengan lafal basmalah. Al-Zarkasyy menuturkan bahwa sesuai dengan adat istiadat orang Arab, jika satu pihak hendak membatalkan perjanjian damai, maka pihak tersebut mengirimkan sebuah surat tanpa kalimat basmalah. Lantas ketika turun surah alBaryAoah . atau yang juga dikenal dengan nama al-Taubah, yang membatalkan perjanjian perdamaian antara orang Islam dengan orang-orang kafir, `Aly membacakannya kepada mereka juga tanpa basmalah sebagaimana kebiasaan mereka. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid lafal basmalah juga disebutkan di pertengahan surah, yaitu dalam Q. al-Naml 27: 30, yang berbunyi: ENEUEOEO EOAaCOEaACCsa ENACAAOEACCsa Ca EOAaECEaA CEACAeEa AACAAOECUAAECo AEaAC CEACAeEaA Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan Sesungguhnya . nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dengan demikian, lafal Basmalah dalam al-Qur`an disebutkan sebanyak 114 kali dengan merujuk pada pendapat yang paling umum diterima bahwa jumlah surah al-Qur`an sebanyak 114 surah. Pendapat yang berbeda diterima dari Mujyhid, bahwa surah alQur`an adalah 113 surah dengan menggabungkan surah al-Anfyl . dengan surah al-BaryAoah . Sedangkan Ibn Mas`yd dalam Mushaf nya terdapat 112 surah dengan tidak memasukkan dua surah terakhir . l-mu`ywwidzatay. 28 Sementara sebagian ulama Syi`ah menetapkan 116 surah, dengan memasukkan dua surah Qunyt, yaitu surah alKhawf dan al-Hafd yang oleh ditulis oleh Ubay di kulit al-Qur`an. Dari susunan surah yang ada dalam al-Mushhaf disepakati bahwa surah al-Fytihah merupakan surah pertama. Sementara surah terakhir masih diperselisihkan, sesuai dengan perbedaan tentang dasar penyusunan surah-surah al-Qur`an tersebut. Baca Badr al-Dyn al-Zarkasyy, al-Burhyn fy `Ulym al-QurUyn. Jilid 1. Cet. ke-1 (Beirut: Dyr al-Kutub al-`Ilmiyyah, 2. , 185. Sedangkan menurut `Aly, tidak ditulisnya basmalah pada awal Surah Bary'ah. AiKarena basmalah menjamin perdamaian, sementara surah Bary'ah diturunkan untuk memutuskan perjanjian damai. Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa Usman ibn Affan berkata: AiSurah al-Anfyl adalah bagian awal yang diturunkan dan surah Bary'ah adalah bagian akhirnya. Keduanya memuat kisah yang mirip. Nabi saw. memisahkan keduanya tanpa ada penjelasan pada kami. Kami menduga bahwa surah Bary'ah termasuk bagian surah al-Anfyl, kemudian kami memisahkannya tanpa basmalahAy. Informasi selengkapnya dapat dibaca dalam Ibid, 185-186. Baca juga al-Shybyny. Shafwah al-Tafysyr. Jilid 1, 519. 27Muhammad Aby Syuhbah, al-Madkhal li Dirysat al-Qur'yn al-Karym. Jilid 2, . lQyhirah: Dyr al-Kutub, 1. , 276. 28Baca al-Suyythy, al-Itqyn, 67. dan Aby Syuhbah, al-Madkhal. Jilid 2, 288. 29Baca Ash-Shiddiqi. Sejarah dan Pengantar ilmu al-QurUan/Tafsir, 58. 30Ada tiga pendapat yang muncul tentang dasar penyusunan surah-surah al-Qur`an, yaitu: . , berdasarkan petunjuk Rasulullah Saw. , . Ijtihyd para sahabat, dan . sebagian bersifat tawqyfy dan sebagian lagi adalah ijtihyd sahabat. Baca lebih lanjut Aby Syuhbah, al-Madkhal. Jilid 2, 293. Baca juga al-Qaththyn. Mabyhits, 135-136. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah Berbicara mengenai keberadaan lafal basmalah, para ulama sepakat bahwa lafal basmalah pada Q. al-Naml 27:30 adalah ayat alQur`an. 31 Sedangkan lafal basmalah pada awal surah masih Al-Shybyny menyebutkan adanya tiga pendapat ulama mengenai permasalahan ini, yaitu: Basmalah merupakan satu ayat dari surah al-Fytihah, dan juga satu ayat dari seluruh surah al-Qur`an. Pendapat ini disampaikan oleh mazhab al-Syyfi`y. Basmalah bukan merupakan satu ayat dari surah al-Fytihah dan juga bukan satu ayat dari surah-surah al-Qur`an. Pendapat ini disampaikan oleh mazhab Myliky. Basmalah merupakan satu ayat yang sempurna dari Al-Qur`an yang diturunkan sebagai pemisah antara surah-surahnya. Dan basmalah bukan merupakan satu ayat dari surah al-Fytihah. Pendapat ini disampaikan oleh mazhab Aby Hanyfah. Penjelasan yang relatif berbeda mengenai perbedaan pandangan para ulama tentang keberadaan lafal basmalah pada awal setiap surah disampaikan oleh Wahbah al-Zuhayly sebagai berikut: Pendapat mazhab Mylikiyyah dan Hanafiyyah, basmalah bukanlah satu ayat dari surah al-Fytihah dan surah-surah Pendapat Abdullah Ibn al-Mubyrak, basmalah merupakan bagian ayat dari tiap surah. Pendapat mazhab Syyfi`iyyah dan Hanybilah, basmalah merupakan satu ayat dari surah al-Fytihah. Al-Zuhayly juga menjelaskan bahwa sebenarnya al-Syyfi`y menyampaikan dua pendapat tentang keberadaan basmalah pada awal surah selain surah al-Fytihah. Namun menurut riwayat yang 31Muhammad `Aly al-Shybyny. Tafsyr yCyytil Ahkym min al-Qur'yn. Juz 1. Cet. (Beirut: Dyr al-Qur'yn al-Karym, 2. , hlm. 33Ae34. Baca juga Muhammad Aly al-Says. Tafsyr yCyyt al-Ahkym. Vol. 1, (T. tp: Kulliyyat al-Syary`ah al-Islymiyyah, t. ), 3. 32Informasi selengkapnya termasuk dalil-dali yang digunakan oleh masing-masing mazhab dapat dibaca pada al-Shybyny. Tafsyr. Juz 1, 33 - 37. Baca juga Departemen Agama RI. Al-Qur`an dan Tafsirnya. Jilid I, edisi yang disempurnakan, (Jakarta: Lentera Abadi, 2. , 11-12. 33Informasi selengkapnya dapat dilihat dalam Wahbah al-Zuhayly, at-Tafsyr al-Munyr fy al-`Aqydah wa al-Syary`ah wa al-Manhaj. Juz. 1, (Beirut: Dyr al-Fikr al-Mu`yshir, 1. , al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid paling shahyh, al-Syyfi`y lebih memilih pendapat yang menyatakan bahwa basmalah pada setiap awal dalam al-Qur`an termasuk salah satu ayat dari surah tersebut. Sedangkan mazhab Mylik dan mazhab Aby Hanyfah sama-sama menganggap basmalah bukan bagian dari surah al-Fytihah dan surah-surah lainnya, namun ada perbedaan di antara keduanya. Mylikiyyah menyatakan basmalah memang bukan bagian dari al-Qur`an, sedangkan Hanafiyyah menyatakan bagian dari al-Qur`an, tapi tidak berada dalam surah, melainkan sebagai pemisah antar surah. Keberadaan Basmalah Ditinjau dari Sumber Periwayatannya Kajian mengenai keberadaan basmalah, khususnya yang terdapat pada awal surah al-Fytihah, menjadi perhatian banyak ulama, karena dikaitkan dengan keabsahan shalat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. a AO I aIIA AEaO aA a aAE aacaIa a eAOa aI CA a acaIa aEa acO e aI ae a EEac aO CA ca AE aacaIaA ca AO e aIA a ea e a ca AEeO aA a AEA aIA ca A A AAEaa Ea aI eIA a aAOE EEac aO Ae AEO NEE EOO OEI Ae CA a AaI a aA ca Aa eI aa a a e aIA a aAE A EA a aE O eCe a a a Ee aEA )A (ON EOA aae Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, ia berkata: telah bercerita kepada kami Sufyyn, ia berkata: telah bercerita kepada kami al-Zuhry dari Mahmyd bin alRaby` dari `ubydah bin al-Shymit bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. AuTidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fytihat al-Kityb . urah alFytiha. Ay (HR. al-Bukhyr. Sesungguhnya para ulama sepakat bahwa jumlah ayat dalam surah al-Fytihah . disepakati sebanyak tujuh ayat. Kesepakatan ini didasarkan pada salah satu nama dari surah ini, yaitu al-Sab`u alMatsyny . ujuh ayat yang berulan. , 36 sebagaimana dinyatakan oleh 34Ibid. 35Muhammad bin Isma`yl Aby `Abdillah al-Bukhyry, al-Jymi` al-Shahyh al-Mukhtashar. Ed. Muhammad Dyb al-BighyAo. Vol. 1 (Beirut: Dyr Ibn Katsyr, 1. , 263. 36Penamaan surah al-Fatihah dengan al-SabA al-Matsyny . ujuh ayat yang berulan. karena seringnya dibaca ketika shalat maupun di luar shalat. Bagi ulama yang berpendapat bahwa Basmalah merupakan ayat pertama, maka ayat ke 7 dimulai dari lafal shiryth al-ladzyna sampai akhir ayat. Sedangkan bagi yang berpendapat bahwa Basmalah merupakan ayat tersendiri atau tidak terhitung sebagai ayat al-Qur`an, maka ayat ke 7 dari surah al-Fytihah dimulai dari lafal gayr al-mawdhybi `alayhim al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah Allah bahwa Dia telah memberikan kepada manusia tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung. Hal ini juga disebutkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzy dari Abu Hurayrah, yang dikutip oleh Ibn Katsyr, bahwa Rasulullah bersabda: a ca ANEE A a a a AEe a EeIA AaI aOEe aC e aI Ee a aeO aIA a e A eaIA a ca A acaI Ee aC eI aO acaI e aOA:AeOA a Aa ea eI aA AuAl-hamd lillyh Rabb al-Aalamyn . l-Fytiha. adalah induk al-Qur`an, induk al-kitab, tujuh ayat yang berulang, dan al-Qur'yn al-Azhym. Ay38 Dalam penjelasannya, al-Syafi`y menyatakan bahwa AiYang dimaksud dengan al-Qur`an yang agung itu adalah Umm al-Qur'yn, ayat pertamanya adalah lafal bism Allyh al-Rahmyn al-Rahym. Ay39 Pendapat al-Syafi`y tersebut juga didasarkan pada berbagai riwayat lainnya yang diterimanya, semisal riwayat yang diterima dari Sa`yd bin Jubair. sampai akhir ayat. Surah ini juga disebut Umm al-Kityb dan al-Qur'yn al-`Azhym. Penamaan dengan Umm al-Kityb . nduk Alkita. , karena makna-makna al-Qur`an semuanya kembali kepada kandungan surah al-Fytihah ini. Sedangkan Surah alFytihah juga disebut al-Qur'yn al-Azhym . acaan yang agun. karena memuat pesanpesan penting yang akan dirinci pada surah-surah berikutnya. Baca yCdam Bomby. Asmy' al-Qur'yn al-Karym. Cet. ke-1 (Daby: Markaz Jama`atul Myjid li al-Tsaqyfah wa al-Turyts, 2. , 51-68. Baca Aby al-Fidy' Ismy`yl ibn ``Umar ibn Katsyr al-Dimasyqi. Tafsyr al-Qur'yn al-Azhym. Jilid 1, (Jyzat: Mu'assasah Qurthubah, t. ), 151. Al-QurAoan. Surat al-Hijr 15: 87 38Ibn Katsyr juga menyebutkan beberapa nama lainnya, semisal al-Hamdu karena dimulai dengan lafal al-hamd lillyh Rabb al-Aalamyn, al-Shalyh karena ia menjadi salah satu syarat sahnya shalat, al-Syify . , al-Ruqyah. Asys al-QurAoyn . okokpokok al-Qura. , al-Waqiyah . ang menjag. , al-Kyfiyah . ang mencukup. , dan alKunz . Ibid. , 151-153. 39Aby Abdillah Muhammad bin Idrys al-Syyfi`y. Ahkym al-QurAyn. Juz 1, (Beirut: Dyr al-Kutub al-`Ilmiyyah, 1400 H. ), 62-63. 40Baca al-Syyfi`y. Ahkym al-QurAyn. Juz 1, 62-63, dengan redaksi selengkapnya adalah sebagai berikut: AI O EO I O uC OA OI CEO I O E aII I OCO I EO I EAO I IEO IA AI O CE aI O I O I O OA COEO OEC OIE II IEaI OECI EOI CE OO IA AECI CE O OCO EO O I O O IN I CE I NEE EII EOI EO E CE OA AOCO EO I EI CN EOE I CE I NEE EII EOI EO E CE I AO NEEA ACE EAO OA OO IE IO OEI I OAEO OOI OA EC I NEEA. AEEI AI N E CEEIA al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid Lafal basmalah pada awal surah al-Fytihah, dan surah-surah lainnya kecuali surah al-BaryAoah . , menurut mazhab al-Syyfi`y dan juga madzhab Hanbaly merupakan ayat pertama dari surah-surah Pandangan ini sejalan pendapat dari sebagian shahabat, di antaranya adalah Ibn AAbbys. Ibn A`Umar. Ibn al-Zubayr. Aby Hurayrah. AAly ibn Aby Thylib. AAthy`. Thywus. SaAoyd ibn Jubayr. Makhul, al-Zuhry. AAbdullah ibn al-Mubyrak. Ahmad ibn Hanbal . alam salah satu riwaya. Ishyq ibn Rahawayh, dan Aby AUbayd alQasim ibn Salam. Di samping itu, berbagai sumber periwayatan lainnya juga mendukung pandangan ini, semisal: Hadits yang diriwayatkan oleh al-Bayhaqy dari Aby Hurayrah,42 berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda AuJika kalian membaca alhamdulillyhi, maka bacalah bismillyh al-Rahmyn al-Rahym. Sesungguhnya ia adalah Umm al-QurAyn. Umm al-Kityb. Tujuh ayat yang berulang. Dan lafal bismillyh al-Rahmyn al-Rahym adalah salah satu ayatnyaAy Dalam Hadits yang diriwayatkan dari Anas r. a, ketika ia ditanya tentang bacaan Rasulullah . i dalam shala. , ia menjelaskan bahwa AuBacaannya panjang-panjangA Kemudian ia membaca: bismillyh al-Rahmyn al-Rahym, alhamd lillyhi rabb alAylamyn, al-Rahmyn al-Rahym, myliki yawm al- dynAA. (Hadits ini AEII EOI OOCOE I EOI IINI O O OA ECI OEI OCOE EI EIO E OA I EO O IEA AI NEE EII EOIA 41Ibn Katsyr. Tafsyr al-Qur'yn al-Azhym. Jilid 1165. 42Aby Bakr bin Husayn bin `Aly Al-Bayhaqy, al-Sunan al-Kubry. Juz 2, (India: Mathba`ah Majlis Dyirat al-Ma`yris al-Nidhymiyah, 1344 H), 60. Redaksi selengkapnya adalah sebagai berikut: a a A aacaIa aeaO aaO e aI aaIa acI aA a a aIa aEa acO e aI a aIa ea e a aIa A e a aIa A e AaIa a e aI aaIa acI e aI ea a Ee aACOOa A e AaIa a e aI aaIa acI aO A eAA a a a e A s OaaI acI a I aIaeEa s CaEa acaI aA I IEeI acaI aO eE sA a A aIA a aA e AeEaIaA acO aacaIa ae a eaIO e aI a e aA s A a e a a a a a a ae a ea a a ae a a a AOE EEacOa Ae AEO NEEA ACA AIA AEA AOA a AA AIA AOA AIA AEA AEA a AA AIA a AE a aA a aAE CA a aAO a eI a aOaOe aa a a aO EEacOa aeIOa CA ca a e a e a ea a a aAIA a eAO A a aAI O acaI Ee aEA a a ca AE eIa aIA AEe a Ee aIa aa aOA e ae uaa Ca a aeaA: AEOO OEIA ca AeEa eI a EaEac aO AaCe aaO . e aI EEac aOA ca A aOA a AEO aI) uI aacN acaI Ee aC eA AEaO aI) ua e a aOA ca AE eIa aIA ca A. e aI EEac aOA al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah dikeluarkan oleh al-Bukhari dan al-Dyraquthny. Dalam komentarnya, al-Dyraquthny berkata bahwa sanadnya shahy. Hadits dari Anas r. a, ia berkata: Suatu hari Rasulullah berada di hadapan kami, dan ia menunduk, kemudian beliau mengangkat kepala sambil tersenyum. Kami bertanya. AApa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah?Ao, beliau menjawab. ABaru saja turun surah kepadakuAo, kemudian beliau membaca. Abismillyh al-Rahmyn al-Rahym, inny aAthaynyka alkautsar, fa shalli li rabbika wanhar, inna syyni'aka huwa al-abtarA. (HR. Muslim, al-Nasy'i, al-Tirmidzi, dan Ibn Majah. Imam alTirmidzi berkata: Hasan shahy. Hadits yang diriwayatkan oleh al-Nasy'y. Ibn Khuzaimah, dan Ibn Hibbyn, al-Hykim dari Aby Hurayrah bahwa ia shalat kemudian ia mengeraskan bacaan basmalah-nya. Hadits yang diriwayatkan oleh Aby Dywyd dan al-Turmudzy dari Ibn Abbys: 43Al-Syyis. Tafsyr yCyyt al-Ahkym. Vol. 1, 4. Redaksi selengkapnya adalah sebagai a aAE aE aIa aEOA aEIA AacO AEO NEE EOO OEIA ca aA Ca EIA a e U a a a aA a eI Caa aa CAU A aacaIa aaNac UIAU acaIa a eIaO e aI aA sIA A OOA OOA. AON EOA. AEaO aIA a a aCA ca aAE eIa aI aOaOac A ca aAEaO aI aOac aa e aI NEEa aOaOac A ca AE eIa aIA ca aA aIac aIac Ca aa a e aI NEEA e aAE aEIA a a A aacaIa a eIaO e aIAU AaIa a e aI eaIa Oe aA e A aacaIa aaO a e aA s aaIa acI a e aI AU AOEA a e A aacaIa Ee aCO ea aA:AECOIA a AeO e aI u eeaA a AA s aAE aE aIa I IEA a aA CAU AA sIA aA Ca e a aEIA a AE aEeOA a a e a a a a aA aacaIa Caa aa CA:aA CaEAU A Oa e aOI e aI a aIA- A aacaIa aaNac UI aO a a UOA:AEA caAE eIa aI aOaOa ca ca a a aOE NEE AEO NEE EOO OEI CA ca AEOI} aOaa eI NEE aOaOa ca AE eIaIA ca A aIac Ca aa { eI NEEAU A aIacA e aAE aEIA AEaO aIA ca 44Ahmad bin Syu`ayb Abu Abd al-Rahman al-NasyAoy, al-Mujtaby min al-Sunan, ed. Abd al-Fattyh Aby Ghuddah. Vol. 2, (Halb: Maktab al-Mathby`yt al-Islymiyyah, 1. , 133. Redaksi Hadits selengkapnya dalam riwayat al-NasyAoy adalah: s aA aI IEA A aeO Ia aIA: AEA a aAE CA a aA CAU a aIa aEa acO e aI a e sA e A A: AEA a e a aA a eI aIAU A a aI Ee aI ea a e aI AaEe aA sEAU a aIa aE acO e aI aI e aN sA AEA e A aI A: aA Ca eEIa EaOAU AeOa aIaa ac UIA a Aa a aEA ca aAEIA a e aA Oa eOI A a AAEacO EEacOa aEaeOO aO aEac aI aA a AacOA a A aIac a a aAU A u e a e aAO u e a UAU AeO ae aN aIaA a aA AAU AE Ee aEOaA a ca AE eI aIA A ua acIAU AE aO eeIaeA a aAOE NEEa CA a AOa a aA a ca acE EaA e aA IaaEA: AEA a ca A a e aI NEEA: UAOA a a e a aAEO aI uaIac eaaeO IA a A aEa acO I UA aA A auIacOa Ia aNU aO a aIa aOO aacO aOA eaI aacA: AEA a aA CAU A EEacOa aOa aOEaOa eaEa aIA: A aO eE a e aO aI aI Ee aE eOaa Ca eEIaA: AEA a aAE aO aO Eaea a aIac CA a aIaA a aA IaOaaOa a eEa aI eI a a a Ee aEOEAU : AOEA a A AaOa aCAU A uaIacOa aI eI acaI a a aA aCAU A a aeNa aEa acO acaI aa AaOa eaEa a Ee ae a aIIe aN eIAU AA ca A O aA: AOEA A a e a aEA a AA AIA AOA a a e a AacE Ea a e aA a AuaIA 45Ibn Katsyr. Tafsyr al-Qur'yn al-Azhym. Jilid 1, 179-180. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid AuSesungguhnya Rasulullah Saw membuka bacaan shalatnya dengan bismillyh al-Rahmyn al-RahymAy Al-Tirmidzi AiPenyandaran sanadnya tidaklah demikian. An46 Hadits yang diriwayatkan oleh al-Hykim dalam Kitab Mustadraknya, dari Ibn Abbys yang menjelaskan bahwa AiRasulullah Saw menyaringkan . acaan dalam shala. lafal bismillyh al-Rahmyn al-Rahym. Ay 47 Penjelasan senada dengan Hadits tersebut disampaikan oleh Umm Salamah yang diriwayatkan dalam Kitab Musnad Ahmad. Sunan Aby Dywyd. Shahyh Ibn Khuzaymah, dan Kitab Mustadrak al-Hykim, bahwa AuRasulullah Saw memotong bacaannya . etika membaca surah al-Fytiha. dengan bacaan: bismillyh al-Rahmyn al-Rahym, alhamd lillyhi rabb al-Aylamyn, alRahmyn al-Rahym, myliki yawm al- dynAA. Al-Dyruquthny menilai bahwa AuPenyandaran sanadnya shahyhAy48 Dari sudut pandang yang berbeda, mazhab Aby Hanifah menyatakan bahwa penulisan basmalah dalam al-Mushhaf menunjukkan bahwa basmalah adalah bagian dari al-Qur`an, namun tidak menunjukkan bahwa ia adalah ayat dari setiap surah. Sedangkan Hadits-Hadits yang menunjukkan tidak dibacanya basmalah secara jahr . dalam shalat saat membaca al-Fytihah menunjukkan bahwa ia bukanlah bagian dari al-Fytihah. Meski demikian, mazhab ini tetap membaca basmalah sebelum al-Fytihah secara pelan-pelan . pada setiap rakaat. Dalam penilaian Muhammad AAli al-Shabuni, bahwa pandangan ini merupakan pandangan yang menengahi dua pandangan yang kontradiktif, yakni pendapat madzhab al-Syyfi`y dan mazhab Mylik. 46Ibid. , 180. 47Ibid. , 180-181dengan redaksi sebagai berikut: A AOA:A I CEAUAEI OE NEE AEO NEE EOO OEI ON I NEE EII EOIA 48Ibid. , hlm. 181, dengan redaksi sebagai berikut: aa a ca AE eI aIA AE eIa aIA ca )2( AeOA a ca A a e aI EEacOA:AEI OE NEE AEO NEE EOO OEI OC COA a A) ea eI a EEacO aacEe aEaIA1( AEO aIA a aA) IEA3( AEaO aIA A uIN AOA:A OCE ECOIA. )4( AE Oa eOaI EacO aIA ca 49Ibid. , 36. 50Baca al-Shybyny. Tafsyr yCyytil Ahkym. Jilid 1, 37-38. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah Pendapat Aby Hanifah tersebut didasarkan pada beberapa sumber periwayatan, semisal: Hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Mylik, ia berkata: "Saya Shalat bersama Rasulullah. Abu Bakar, `Umar, dan Ustman Radhiya Allahu 'anhum, dan saya tidak mendengar satupun dari mereka membaca bismillyh al-Rahmyn al-Rahym. "51 Hadits yang diriwayatkan oleh Aby Dywyd dengan sanad yang shahyh dari Ibn Abbas, berkata bahwa AuRasulullah dulu tidak mengetahui pemisah surah hingga turun kepadanya bismillyh al-Rahmyn al-RahymAy52 Riwayat yang dikeluarkan oleh al-Hykim dan Aby Dywyd dari Ibn `Iyysy dengan sanad yang shahyh, bahwa dari para shahabat pernah berkata. AuDulu kami tidak mengetahui akhir setiap surah, hingga turun bismillyh al-Rahmyn al-RahymAy. Pendapat ini juga dikuatkan dengan kenyataan bahwa surah al-Mulk terdiri dari 30 ayat, berdasarkan Hadits Nabi Saw. Para ahli qiry'at dan lainnya juga sepakat bahwa surah al-Mulk terdiri dari 30 ayat, jika basmalah tidak dimasukkan. Jika basmalah dimasukkan, maka menjadi 31 ayat, dan ini menyelisihi Hadits Nabi Saw. Para ahli qiry'at dan ahli fiqih dari berbagai penjuru negeri sepakat bahwa surah al-Kautsar terdiri dari 3 ayat, dan surah al-Ikhlash terdiri dari 4 ayat. Jika ditambah basmalah, maka jumlahnya akan lebih dari itu, dan ini menyelisihi kesepakatan ulama qiry'at dan fiqh. Sementara menurut pandangan mazhab Myliky, basmalah bukan merupakan ayat dalam al-Qur`an, bukan bagian al-Fytihah, dan juga bukan bagian dari surah yang lain. 55 Berbagai sumber 51Ibid. , 181-182, dengan redaksi sebagai berikut: a AAEacO I A Aa U aIeI aN eI Oa eCaa . e aI EEac aOA e A aO a a eE s aO a aIa aO ae aI aI AaEa eI A-AAEO NEE EOO OEIA- AOE EEac aOA a Aaea e A aa aa a e a ) AEaO aIA ca AE eIa aIA ca 52Aby Dywyd bin Sulaimyn bin al-Asy`ats al-Sijistyny. Sunan Aby Dywyd. Vol. (Beirut: Dyr al-Kityb al-`Araby, t. ), 288. Baca juga al-Shybyny. Tafsyr yCyytil Ahkym. Jilid 1, 37, dengan redaksi sebagai berikut: 53Ibid. ) AEaO aIA ca AE eIa aIA ca AOa a acO aIa acaE aEaeO aO . e aI EEac aOA ca AA aEA a A Ea Oa e aA-AAEO NEE EOO OEIA- AacaA ca aE aI EIA e a AA a AEA 54Ibid. 55Ibid. , 4. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 AAMoh ZahidAA AAperiwayatan yang dijadikan dalil untuk mendukung pendapatnya adalah sebagai berikut:AA a. Dalam riwayat Muslim dari Aisyah yang menceritakanAA adanya Hadits bahwa Rasulullah Saw. membuka shalatnya AAdengan takbir, dan bacaannya dengan alhamd lillyhi rabb alaylamyn. Hadits ini menunjukkan bahwa Basmalah bukanlahAA AAsatu ayat dari surah al-Fytihah. Seandainya ia adalah satu ayatAA AAdari surah al-Fytihah, maka tentu wajib membacanya beserta AAsurah al-Fytihah di dalam shalat. AAb. Dalam riwayat yang lain dijelaskan, bahwa Anas r. a berkata:AA aiAku shalat di belakang Nabi. Abu Bakr. A`Umar, danAA aUtsmyn. Mereka semuanya membuka bacaan shalatnya AAdengan al-Hamdu lillyhi rabb al-Aylamyn. An (HR. al-Bukhari danAA AAMusli. Dalam redaksi Muslim, dikatakan: AiMereka tidakAA AAmenyebut bismillyh al-Rahmyn al-Rahym, tidak di awal bacaan,AA AAtidak juga di akhir. An57AA AA56Ibid. Redaksi Hadits selengkapnya adalah sebagai berikut:AA AasA Aa ac aA AaIa Aa -A eI a e sA AsA AC e aIA AeO Ee aI aEac aI Ca aA AE aO aacaIa ua e a aA acaIa aaIa acI a e aI ae EEO e aI aIaaeO aacaIa aaO aE A -AOa e aaI E e aA a Aa aA a AeEa eOa a a eIA AeO Ee aI aEac aI a eI a aOe aE e aI aIeO a a eI a eA A EaOa A -ACa aA AOI Aa -AOEEac eA aA A aacaIa a a eUA AE eA Aue aO aA a aIa aA AOO e aI OaOIa aA a AEAEaa aEac eEa aO OEe aCa aA A aE aI a a aA AOE EEac aO A-AAEO NEE EOO OEIA -AOa ea eAa a acA A ( ea eI a EaEac aO a acA Aa aa CaEa eA Aa a Aea aIeO) OaE aI ua a aE aaE O e aA eO OaaE OA acOO OEa aEI aA a AO aaEe Oa e a e a acOA AEaE aA AeOa aI aI acA AeO aE aA Ae a a a a e a a ea a e a e aA AE aOaE aI u a a a a aA Aa a eaA Aa a aA a a a a AO aO aA a a AOE A aE acE eE aa e aA AeO EacOaca aOaE aIA AO aE U aOaE aI Oa aC aA AeOa I aI acA AO Ca UI aOaE aI ua a a a aA AE e a aaEe Oa e a e a acO Oa ea aO aA Aa ea aA a AEE aA a a a AO aO AeaA a a a AA a AA a a AOA AIA a AA AOA ANA AIA AOA AOA AIA AacOA AEA ACA AIA AOA ANA AIA AOA AIA AEA AOA AaIA AIA AOA AEA AOA AEA a AIA AOA AOA AOA AOA AEA AOA AEA A e a a ea e a a ae a e a a ea e a a a a ae a a e a e a e a a ae a e a e a a ac a a a a e a aA AOa eA a aA a AasA AEAEaa aE aA a A EacOa aA AIA. AON IEIA AEa a aOaE aI aOaea aI acA AacA AA. AOaA aaOOa e aI aIaaesO a eI a aE aOaE aI OaIe aNO a eI aC a eA AacEO aI aA AeA AA57 Sedangkan redaksi Hadits selengkapnya adalah sebagai berikut:AA AE I EeIa acaI acaIa aaI acI a I aA s acaIa aa Ca a aA a AA AE ae e aA AeaA Aa ea ae aA acaIa aaIa acI a e aI Ee aIa acaI aOe aI aac s EEa aaNa a eI aeI a s Ca a e a a aA AE AEacO I aA Aac a eI aIa sA Aa UA AOE EEac aO A-AAEO NEE EOO OEIAa -AO a a eE s aO a aIa aO ae aI aI AaEa eI eA ACaa aa aaOa aA Aaea e aA A Ca a a e a a a a aA a a a a AOA AE a acA AEO aI )A . AON EOA . AOOA OO IEI aacaIa aaIa acI a e aI I eNa aI acA AE eIa aI acA AaIeI aN eI Oa eCaa . e aI EEacO acA AO aacaIa Ee aOE aA A aE aI aON aaEaa Ee aEEaI aA AI IEa sI acaIa EaO aA AeEaac aA AE EEac aN acI aOa eI a aEA A acO a eI ae aa acaI a aIa e aI eA A Oa aC aA AOE ae aIa aA AeaA Ae a a a Aea a e aA a a a AsA a a a AacA a a AacA AOA AEA a AEA ACA AOA AacOA AIA a AA AEA AEA AIA AIA AIA a AA AIA ANA AaOA AOA AOA AEA AuA AEA AacOA AIA a AA ACA AIA AOA AA. AEA AOA AOA AEA AuA AEA AOA AacEA AEA AOA AEA a a a a a a a a aaE eA Aa a aa ae aA Aea a a a a a a a a ae a a a e aa a a a a a a e ae aa a e a e aA a Aaca A-AAEO NEE EOO OEIA -AO a eE s OaI OaeI aI Aa aEIaO Oa eAaO aI aA A ( ea eI a EaEac aO a acA AeO) EaA AA EIa acA AaEe aA A Ee aEaI aA Aae aA Aa a a aa a aA a AsA a a a a AEO aI aA acaOE Caa aOEa aA aaOA. AE eIa aI acA AOa e aEaO aI a e aI EEacO acA al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5AA AA268AA Implikasi Perdebatan tentang Basmalah Dalam sebuah Hadits Qudsi. Allah berfirman: AiAku bagi shalat antara Aku dan hamba-Ku dua bagian, dan bagi hambaKu apa yang ia minta AAn (HR. Muslim dari Abu Hurayra. Kemudian disebutkan ayat-ayat al-Fytihah, dan tidak disebutkan basmalah padanya. Pendukung pendapat ini menyatakan, firman Allah. AAku bagi shalatAo maksudnya adalah al-Fytihah. Surah ini dinamakan AshalatAo karena shalat tak sah tanpanya. Seandainya basmalah salah satu ayat dari alFytihah, tentu ia disebutkan dalam Hadits Qudsi ini. Dalam Hadits riwayat Aby Dywyd dari Anas bahwa Nabi Saw. Abu Bakr. A`Umar, dan AUtsmyn. Mereka semuanya membuka bacaan shalatnya dengan bacaan al-hamd lillyhi rabb al-AylamynAy58 Hadits ini diriwayatkan dari Muslim bin Ibrahim. Hisyym, dari Qatydah dari Anas bin Malik dengan keseluruhan perawi dalam Hadits ini adalah tsiqah yang secara langsung menyebutkan bacaan al-hamd lillyh. Hadits riwayat at-Tirmidzi dari yCnas ia berkata: Nabi. Abu Bakr. A`Umar, dan AUtsmyn. Mereka semuanya membuka bacaan shalatnya dengan bacaan al-hamd lillyhi rabb alAylamyn. Ay59 Hadits riwayat Ibn Majah dari yCnas ia berkata: Nabi Saw. Abu Bakr. A`Umar, dan AUtsmyn. Mereka semuanya membuka bacaan shalatnya dengan bacaan al-hamdu lillyhi rabb alAylamyn. Ay60 58Sunan Aby Dywyd. Juz 2, 435. Redaksi selengkapnya adalah sebagai berikut: a a s aAOI aacaIa aO a UI a eI Caa aa a eI aIA AAEacO EEacOa aEaeO aO aO aEac aI aOaa a eE s aOa aIa aOae aI aIA ca aA acaI EIA a AacOA a acaIa aI eE aI e aI ue aOA a AaEIaO O eaO aI Ee aC aA }AeOA ca A { ea eI a EaEac aO aA a A Ee aEaIA a a aa 59Sunan al-Tirmidzy. Juz 1, 416. Redaksi selengkapnya adalah sebagai berikut: a a AE aE aI A s acaIa Caa eOaa aacaIa aaO a aOIaa a eI Caa a a a eI aIA AAEacO EEacOa aEaeO aO aO aEac aI aOaaO a eE s aO a aIaA a aA CA a AOE EEacOA aa AeOA ca AaO ae aI aI Oa ea aO aI Ee aCa a ea eI a EaEac aO aA a A Ee aEaIA 60Sunan Ibn Myjah. Juz 3, 41. Redaksi selengkapnya adalah sebagai berikut: s aA aI IEA a caAE O aacaIa aa aa e aI Ee aIaEA a caAEAA ca acaIa aaIa acI a e aIA a caA aIeaaIa a eAOa aI a eI aOA a e a aAO a eI Caa a a a eI aIA a a AE aE aI A s aA aI IEA AAEacO EEacOa aEaeO aO aO aEac aI aOaaO a eE s aOa aIa Oa ea aO aIA a aAE CA a AOE EEacOA aa a e a acaIa aaO a aOIaa a eI Caa aa a eI aIA a AEe aC aA {AeOA ca A } ea eI a EaEac aO aA a A Ee aEaIA aa al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid Hadits riwayat Ahmad bin Hanbal dari yCnas ia berkata: Nabi Saw. Abu Bakr. A`Umar, dan AUtsmyn. Mereka semuanya membuka bacaan shalatnya dengan bacaan al-hamdu lillyhi rabb al-Aylamyn. An 61 Hadits riwayat al-Darimi dari yCnas berkata: Nabi. Abu Bakr. A`Umar, dan AUtsmyn. Mereka semuanya membuka bacaan shalatnya dengan bacaan al-hamd lillyhi rabb al-Aylamyn. An 62 Di samping itu, menyikapi pencantuman lafal Basmalah dalam Al-Qur`an, madzhab ini menanggapinya sebagai berikut: Seandainya basmalah bagian dari al-Fytihah, maka terjadi pengulangan pada frase Aal-rahmyn al-RahymAo di surah tersebut. Pengulangan seperti ini merupakan cela atau cacat dari sisi kefasihan bahasa, dan tidak layak terdapat pada Al-Qur`an. Tentang penulisan lafal basmalah di awal tiap surah, sebagaimana disampaikan oleh al-Qurthuby dan Ibn al-AAraby adalah untuk tabarruk . eraih berka. , mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya untuk menulisnya, serta ia memang diminta diletakkan di awal setiap perkara. Namun hal tersebut bukan berarti bahwa lafal basmalah yang terdapat pada awal surah merupakan bagian dari al-Qur`an. Meskipun penulisannya di awal setiap surah diriwayatkan secara mutawytir, namun keberadaannya dalam al-Mushhaf sebagai bagian dari ayat Al-Qur`an tidaklah mutawytir. Pertimbangan Kemutawatiran Pencantuman Lafazh Basmalah Sesungguhnya para ulama sama-sama mempertimbangkan kemutawatiran sumber periwayatan dalam menentukan sah atau 61Musnad Ahmad. Juz 24, 99. Redaksi selengkapnya adalah sebagai berikut: a a s aA aI IEA AAEacO EEacOa aEaeO aO aO aEac aI aOaa a eE sA a aAOE aacaIa aA ca aAE acaI EIA a AacOA a e a aAO e aI aaO aaOaa a eI Caa aa a eI aIA a acaIa u eeaA a AO aI O aeI aI aEIaO O eaO aI Ee aC aA { AeOA ca A } ea eI a EaEac aO aA a A Ee aEaIA a a a a aa a aa 62Sunan al-Dyrimy. Juz 3. Redaksi selengkapnya adalah sebagai berikut: a a s aAOI aacaIa aO a UI aacaIa Caa aa a eI aIA A aOaa a eE s aOa aIaA-AAEO NEE EOO OEIA- AacaA ca aA acaI EIA:AA eAA a a aIa aI eE aI e aI ue aOA aAOE OEa aO eN aa aI EEacOA a aAeO) CA ca AaO ae aI aI aEIaO Oa eAa aO aI EeCa ( ea eI a EEacO aA a A Ee aEaIA e a e a a a a A aa a Ia aCA:AE aaO aaIa acIA AEaO aIA ca AE eIa aIA ca 63Al-Shybyny. Tafsyr yCyytil Ahkym. Jilid 1, 36. 64Ibid. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah tidaknya sebuah ayat al-Qur`an, termasuk lafal basmalah. Namun menilik pada argumentasi sumber periwayatan di atas, baik yang menyatakan bahwa lafal basmalah sebagai ayat al-Qur`an atau bukan, menunjukkan bahwa Hadits-Hadits yang dijadikan sebagai pijakan tidak mencapai derajat mutawytir. Keberadaan dua dalil yang bertentangan ini sama-sama bernilai ahyd. Mazhab Myliky bersikukuh bahwa riwayat yang berkaitan dengan keberadaan basmalah tidak dapat digunakan untuk menetapkannya sebagai ayat al-Qur`an, meskipun riwayat yang diajukannya untuk menafikannya juga tidak bernilai mutawytir. Kukuhnya pandangan demikian dinyatakan oleh al-Qurthuby sebagaimana yang dikutip oleh al-Zuhayly, bahwa: Sesungguhnya Al-Qur`an tidak dapat ditetapkan dengan menggunakan berita-berita yang bernilai ahyd. Dan hanyasanya metode penetapan AlQur`an melalui riwayat mutawytir yang menjamin adanya kepastian yang tidak diperselisihkan lagi keberadaannya dalam Al-Qur`an . Akan tetapi masalah ini belum terang benderang, karena sesungguhnya bukanlah suatu kelaziman menetapkan kemutawatiran setiap ayat AlQur`an . Sesungguhnya pandangan al-Qurthuby tersebut juga disepakati oleh para ulama. Masih terjadinya perbedaan pendapat mengenai penetapan basmalah, menurut penulis, terletak pada perbedaan pilihan tentang bentuk ke-mutawytir-annya. apakah harus . mutawytir lafzhy, . mutawytir ma`nawy, atau cukup dengan . mutawytir `amaly syarat mutawytir itu. Dalam pandangan al-Qurthyby sendiri, sesungguhnya bukanlah suatu kelaziman menetapkan kemutawatiran setiap ayat alQur`an secara lafzhy . utawytir lafzh. Pandangan demikian masih membuka runag penetapan ayat al-Qur`an dicukupkan pada pada mutawytir ma`nawy atau mutawytir `amaly. Penetapan ayat-ayat alQur`an secara mutawytir `amaly dapat diketahui berdasarkan sejarah pengumpulan al-Qur`an . amA al-QurAy. Fakta kesejarahan menegaskan secara akademik bahwa kitab suci al-Qur`an yang sampai kepada umat Islam sekarang ini benar-benar otentik dan valid sebagaimana yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, baik bacaan maupun tulisannya tanpa mengalami penambahan atau pengurangan satu ayat, bahkan satu huruf pun. 65al-Zuhayly, al-Tafsyr al-Munyr. Juz 1, 47. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid Sebagaimana diketahui, dalam konteks sejarah awal kaum muslimin, teks al-Qur`an yang berupa mushaf seperti yang dapat dilihat sekarang ini adalah ayat-ayat yang terpisah dan berserakan. Ayat-ayat yang turun selama masa kerasulan Muhammad saw. Ai yang antara satu atau beberapa ayat dengan ayat yang lain diselingi beberapa waktu Ai tidaklah segera dikodifikasikan pada masa itu. Tetapi, atas perintah Nabi, di samping menyuruh menghafalkannya kepada para sahabat, ayat-ayat tersebut ditulis di atas pelepahpelepah kurma, batu-batu dan tulang-tulang unta66. Para sahabat pun senantiasa menyodorkan hafalan maupun tulisan al-Qur`an kepada Rasulullah. Selain al-Qur`an, yakni Hadits atau pelajaran yang diperoleh dari Nabi Muhammad, para sahabat dilarang untuk menulisnya, dengan tujuan supaya al-Qur`an itu terpelihara keasliannya, dan tidak dikhawatirkan bercampur dengan yang lain, meskipun yang didengar itu juga berasal dari Nabi. Pada masa Khalifah Abu Bakr, terjadi peperangan menumpas Musaylamah al-Kadzdzyb yang mengaku dirinya sebagai Peperangan tersebut menyebabkan gugurnya sejumlah huffyzh al-Qur'yn . ara penghafal al-Qur`a. di kalangan para sahabat, kurang lebih tujuh puluh orang sahabat, di antaranya Zayd ibn alKhaththyb. 68 ``Umar ibn al-Khaththyb khawatir melihat kenyataan itu, lalu ia mengusulkan kepada Khalifah Aby Bakr . -13 H. /632-634 ) untuk mengumpulkan dan membukukan al-Qur`an. Awalnya Khalifah Aby Bakr menolak usulan tersebut, namun setelah mempertimbangkan urgensinya, maka ia pun memerintahkan Zayd ibn Tsybit untuk menghimpun dan menulis ayat-ayat al-Qur`an dalam lembaran-lembaran tulisan yang lebih rapi. Ketika penulisan al-Qur`an sudah selesai dilakukan. Khalifah Abu Bakr meminta kepada para sahabatnya agar ia diberi nama. Sebagian sahabat mengajukan usul agar shuhuf-shuhuf itu diberi nama AiInjilAn. Sebagian sahabat yang lain mengajukan nama Aial-SifrAn. Tetapi para sahabat banyak yang tidak setuju karena nama itu adalah nama kitab orang Yahudi. Ibn Mas`yd berkata: AiAku melihat di Habsyah 66Al-Shybyny, at-Tibyyn, 53 67Al-Qaththyn. Mabyhits, 119. 68Ibid. , 120. Baca juga al-Shybyny, at-Tibyyn, 54, dan Ahmad Syadali dan Ahmad RofiUi. Ulumul QurUan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1. I: 72. 69Baca lebih lanjut al-Qaththyn. Mabyhits, 121. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah ada suatu kitab yang mereka namakan al-Mushhaf, maka berilah nama kitab itu dengan al-Mushhaf. 70 Kemudian lembaran-lembaran tulisan al-Qur`an tersebut diberi nama dengan al-Mushhaf. 71 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penamaan al-Mushhaf dikukuhkan secara resmi pada masa Khalifah Abu Bakr. Kemudian pembukuan Al-Qur`an dilakukan kembali pada masa Khalifah Usman ibn Affan . -35 H. /644-656 M. ) yang dilatarbelakangi adanya perselisihan bacaan Al-Qur`an, sebagaimana yang diinformasikan oleh al-Qaththyn: Penyebaran Islam bertambah luas dan para qurryU pun tersebar di pelbagai wilayah, dan penduduk di setiap wilayah itu mempelajari qiry'yt . , dan penduduk di setiap wilayah itu mempelajari qiry'yt dari qyriU yang dikirim kepada mereka. Cara-cara pembacaan alQur`an yang mereka bawakan berbeda-beda sejalan dengan perbedaan huruf . ialek cara membaca al-Qur`an, pen. ) yang dengannya alQur`an diturunkan. Apabila mereka berkumpul di suatu pertemuan atau di suatu medan peperangan, sebagian dari mereka merasa heran akan adanya perbedaan qiry'yt ini. Terkadang sebagian dari mereka merasa puas karena mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan itu semuanya disandarkan kepada Rasulullah saw. Tetapi keadaan demikian bukan berarti tidak akan menyusupkan keraguan kepada generasi baru yang tidak melihat Rasulullah saw. , sehingga terjadilah pembicaraan tentang bacaan mana yang baku dan mana yang lebih Dan pada gilirannya akan menimbulkan saling pertentangan bila terus tersiar, bahkan akan menimbulkan permusuhan dan perbuatan Fitnah yang demikian ini harus segera diselesaikan. Dalam sejarah pembukuan al-Qur`an juga diketahui bahwa sebelum tim penulis melaksanakan tugas penyalinan Mushhaf. Khalifah Utsmyn menetapkan beberapa kebijakan yang harus dijadikan landasan kerja mereka sebagai berikut: 70Badr al-Dyn al-Zarkasyy, al-Burhyn fy `Ulym al-QurUyn. Cet. ke-1, (Beiryt: Dyr al-Kutub al-`Ilmiyyah, 2. I: 199. Lihat juga al-Suyythy, al-Itqyn fy `Ulym al-QurUyn, 82. 71Baca Ibid. Baca juga al-Zuhayly, at-Tafsyr al-Munyr. Jilid 1, 14. , dan al-Suyythy, alItqyn. Jilid 1, 82. 72Al-Qaththyn. Mabyhits, 123. Alasan pengumpulan al-Qur`an pada masa Khalifah Abu Bakr karena kekuatiran ayat-ayat al-Qur`an akan hilang, sebab pada waktu itu al-Qur`an belum terkumpul dalam satu media. Sedangkan pada masa Khalifah Utsmyn adalah untuk menyamakan bacaan, karena timbulnya perbedaan dan perselisihan mengenai bacaannya, dengan menyalin shuhuf-shuhuf itu ke dalam Mushaf yang berurutan surahnya. Baca al-Suyythy, al-Itqyn, 93. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid Menjadikan Mushhaf Abi Bakr sebagai sumber primer dalam penyalinan Mushhaf. Yang ditulis hendaknya ayat-ayat yang benar-benar diyakini sebagai ayat-ayat al-Qur`an . ukan tafsiranny. , diketahui secara pasti seperti yang dipresentasikan oleh Rasulullah pada akhir hayatnya kepada Jibril dan mendapat konfirmasi bahwa ayat-ayat tersebut tidak dinasakh. Ayat-ayat yang sudah diseleksi itu hendaknya jangan ditulis kecuali setelah dipresentasikan kepada para sahabat nabi terkemuka, dan mendapat kesaksian dari mereka bahwa ayatayat itu benar-benar ayat-ayat al-Qur`an. Apabila antara anggota tim penulis terjadi perbedaan pendapat dalam cara penulisan ayat, hendaklah dialek Quraysy dijadikan pilihan, karena al-Qur`an diturunkan dengan dialek Quraysy. Qiry'at-qiry'at mutawytirah harus dipertahankan, sedangkan yang tidak mutawytir tidak dipernekankan untuk ditulis. Lafal yang memuat perbedaan qiryAat, dan dapat ditulis dengan satu bentuk, hendaknya ditulis dalam satu bentuk tulisan, seperti firman-Nya: AOON EOI IIO uI EI AC I AOIOA. Penulisan kata A AIIOAcocok untuk qiry'at lain, yaitu A AOAkarena penulisannya tidak memakai titik dan harkat. Lafal yang memuat sisi-sisi qiry'at dan tidak memungkinkan ditulis dalam satu bentuk tulisan, ditulis dalam satu Mushhaf sesuai dengan satu sisi qiryAat, kemudian di Mushhaf yang lain ditulis sesuai dengan qiryAat yang lain. Dalam penjelasan Muhammad Subhi al-Shylih. Khalifah AUtsmyn memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf-mushaf yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: Harus terbukti mutawytir, tidak ditulis berdasarkan riwayat ahyd. Mengabaikan ayat yang bacaannya dinaskh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali di hadapan Nabi pada saatAesaat 73Muhammad Salim Muhaysin. Tyrykh al-Qur'yn al-Karym, (Muassasah Syabab alJami'ah. XX), 145-146. al-Zarqyny. Manyhil al-`Irfyn, 257-259 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah Kronologis surat dan ayat seperti yang sekarang ini, berbeda dengan mushaf Aby Bakr yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf Utsmyn Sistem penulisan yang digunakan Mushaf mampu mencakupi qiryAat yang berbeda dengan lafal-lafal al-Qur`an ketika turun Semua yang bukan termasuk al-Qur`an dihilangkan. Kebijakan Utsmyn ini membuat kerja tim penulis dan penyalin naskah al-Qur`an berhati-hati, teliti dan akurat, serta bisa mengakomodir sisi-sisi qiry'at yang sahih mata rantai penuturannya dari Rasulullah saw. Setelah kerja tim ini sukses menyalin beberapa naskah otoritatif al-Qur`an. Khalifah Utsmyn mengembalikan suhuf Abi Bakr kepada Hafshah r. yang dipinjamnya untuk rujukan penyalinan naskah al-Qur`an oleh tim penulis. Salinan-salinan naskah al-Qur`an itu dikirim ke berbagai daerah dengan menyertakan seorang pakar qiry'at, yaitu: Zayd ibn Tsabit mendapat tugas untuk membacakan alMushhaf al-Madany. `Abd ibn al-Sayb, diutus membawa al-Mushhaf al-Makky dan membacakannya untuk penduduk Mekkah. Mughirah ibn Syihyb, diutus ke Syam untuk membacakan alMushhaf al-Syymy. Aby 'Abd. al-Rahmyn al-Sulamy, diutus ke Kufah untuk membacakan al Mushhaf al-Kyfy. `Amir ibn Qays, diutus ke Bashrah untuk membacakan alMushhaf al-Bashry. Selain itu. Khalifah Utsmyn juga memerintahkan kepada seluruh sahabat yang memiliki shahyfah atau shuhuf selain al-Shuhuf alUtsmyny untuk dibakar. Kebijakan ini bertujuan agar perselisihan antar kaum muslimin dalam qiryAat benar-benar diselesaikan secara Dan perlu ditegaskan, fakta sejarah menunjukkan bahwa para Sahabat menerima berbagai kebijakan Khalifah Utsmyn tersebut secara ijmyA. Demikianlah al-Qur`an telah merupakan suatu kitab yang dinamakan al-Mushhaf pada masa Utsmyn bin Affan yang sampai 74Subhi al-Shylih. Mabyhits, 23. 75Muhaysin. Tyrykh al-Qur'yn al-Karym, 151 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid kepada umat Islam sekarang ini. Jadi betapa istimewanya pengumpulan al-Qur`an . am` al-Qur'y. itu yang dimulai dari masa Nabi saw. , masa Khalifah Abu Bakr, hingga masa Khalifah Usman, yang kemudian dikenal dengan Mushhaf `Utsmyny. 76 Al-Qur`an dikumpulkan dari tempat-tempat yang masih sangat sederhana sekali yaitu dari tulang-tulang, pelepah kurma, kulit dan lain-lainnya sampai terkumpul dalam satu master volume, tiada satupun ayatayat yang ketinggalan atau tiada perubahan sedikitpun dari ayatayatnya. Jauh setelah itu, baru dimulai pencetakan al-Mushhaf dengan menggunakan mesin cetak. Al-Mushhaf dicetak pertama kali di Venesia sekitar tahun 1530 an. Pada tahun 1693 M di Hamburg 1693 M dan pada tahun 1787 M. di Saint Petersbourg Rusia. Di Teheran Iran pada tahun 1828 M, kemudian di Tibriz pada tahun 1833 M dan di Leipzig Belanda pada tahun 1839 M. Pencetakan al-Mushhaf di Kairo pada masa Sa`yd `Aly di tahun 1923 M merupakan salah satu momen terpenting. Pencetakan al-Mushhaf di Kairo dilakukan dengan perbaikan artistik dan khat melalui supervisi para pakar al-Qur`an Universitas al-Azhar. 77 Hal ini menegaskan secara akademik bahwa al-Qur`an yang sampai kepada khalayak sekarang ini benar-benar otentik dan valid sebagaimana yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Dengan demikian, proses penghimpunan dan pembukuan ayat-ayat al-Qur`an menjadi bukti adanya kesepakatan para shahabat tentang hal itu. Dalam Mushhaf al-Imym . l-Qur`an standar yang ditulis di masa AUtsmy. ditulis di dalamnya basmalah di awal alFytihah, dan di awal setiap surah, kecuali surah BaryAoah. Demikian juga basmalah tersebut ditulis di mushaf-mushaf yang dikirim ke berbagai negeri yang disalin dari Mushhaf al-Imym. Hal ini diterima dan diakui secara mutawytir, sedangkan mereka paham bahwa dalam al-Mushaf tidak boleh ditulis apapun selain al-Qur`an, dan mereka sangat ketat dalam hal ini, hingga nama surah dan penanda-penanda penting pun tidak dimasukkan. Jadi, ketika dalam mushaf tersebut tertulis basmalah di awal surah al-Fytihah dan surah-surah lainnya, itu 76Subhy al-Shylih. Mabyhits fi `Ulym al-QurUyn. Cet. ke-10 (Beirut: Dyr al-`Ilmi li al- Malyn, 1. , 84-85. 77Ibid. , 99-100. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah menunjukkan Basmalah tersebut memang bagian darinya. Keberadaan lafal basmalah dalam al-Qur`an sudah disepakati oleh para sahabat,78 dan oleh karenanya pencantumannya menjadi bukti tak terbantahkan akan kemutawatirannya sebagai ayat al-Qur`an. Terlepas dari perbedaan mengenai keberadaan basmalah, apakah bagian dari surah atau ayat tersendiri, namun argumentasi ini, menurut al-Syyis, merupakan bukti yang tak terbantahkan dengan keberadaan basamalah yang ditulis dan al-Mushhaf al-Imym, baik pada awal surah al-Fytihah dan berbagai surah lainnya selain surah BaryAoah. Penulisan demikian juga diikuti oleh berbagai Mushaf lainnya yang dikirim ke berbagai kota, sebagai bukti kemutawatirannya, karena para shahabat bersepakat untuk tidak menulis sesuatu dalam al-Mushaf selain al-Qur`an. 79 Fakta demikian merupakan argumentasi dari pandangan mazhab al-Syyfi`y. Aby Hanyfah. Hanbaly, dan ulama lain yang sependapat dengan pandangan ketiganya. Keberadaan berbagai riwayat ahyd yang kontradiktif tidak dapat digunakan untuk menolak atau memasukkan sesuatu teks sebagai ayat al-Qur`an, karena tim penulis al-Qur`an hanya menyandarkan penulisan al-Qur`an dengan sumber periwayatan yang mutawytir. Dapat ditegaskan bahwa keberadaan lafal basmalah pada awal setiap selain surah BaryAoah . didasarkan pada sumber periwayatan ahyd yang shahih dan ijmy` para shabahat yang dikategorikan sebagai riwayat mutawytir `amaly. Usaha demikian merupakan salah satu cara menjaga kemurniannya, sebagai pesan dari firman Allah: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami . yang memeliharanya. Di samping penilaian Hadits secara kuantitatif dari sisi sanadnya . a`addut al-ruwa. di atas. Hadits-Hadits yang dijadikan sebagai dasar untuk menolak beradaan lafal basmalah sebagai ayat alQur`an, dapat ditinjau dari muatan petunjuknya . alylat al-nashs. , 78Al-Zarqyny mengatakan bahwa para sahabat telah sepakat terhadap Mushaf Usman dan tidak ada seorang pun dari sahabat yang berkeberatan atau menyangkalnya. Kesepakatan ini tak terjadi kecuali karena pengumpulan ini sifatnya tawqifi. Sebab bila seandainya berdasarkan ijtihad maka para Sahabat tentu akan berpegang teguh pada pendapat mereka yang berlainan. Baca al-Zarqyny. Manyhil al-AIrfyn. I, 355. 79Al-Syyis. Tafsyr yCyyt al-Ahkym. Vol. 1, 3. al-Hijr 15: 9. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid berisi mengenai tingkah laku Rasulullah ketika memulai shalat dengan bacaan al-hamdulillah. Dan hal ini juga akan menyebabkan perbedaan pendapat mengenai makna dari Hadits tersebut. Semisal Hadits yang menegaskan tentang Aimereka memulai shalat dengan alhamd lillyh Rabb al`ylamynAi dipahami dalam beberapa pemahaman. Ibnu Hajar dalam kitabnya Fath al-Byry menjelaskan bahwa yang dikehendaki dengan kata A EAEAadalah bacaan di dalam shalat. Dalam riwayat Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Munzyr dan alJazaqy dari al-Bukhyry dengan menggunakan kata aA aEIaO Oa eaOIa eECa a aA. Hadits ini terdapat pula dalam kitab Sunan Aby Dywyd. Sunan alTurmudzy. Sunan Ibnu Majah. Sunan al-Dyrimy. Musnad Ahmad dan Musnad al-Syyfi`y dengan perawi yang berbeda dan redaksi yang berbeda pula, sebagaimana dalam contoh Hadits periwayatan yang lain yang telah disebutkan. Menurut Ibnu Hajar ada banyak perbedaan perbedaan pendapat dalam memberikan makna lafal bi al-hamdulillyh Rabb al`ylamyn, diantaranya ada yang memberikan makna bahwa al-hamd lillyh Rabb al`ylamyn adalah surat al-Fytihah, pendapat ini menurut golongan ulama yang mewajibkan basmalah pada awal surat al Fatihah. Sebagaimana yang dikatakan oleh al-SyyfiAoy bahwa surat yang terdapat dalam Hadits ini adalah surat al-hamdulillyh yang memiliki makna surat al-Fytihah bukan bacaan lafal al-hamdu lillyhi Rabb al `ylamyn. Ada pula yang mengatakan bahwa makna lafal tersebut menggunakan makna dhahirnya Hadits tersebut yaitu bermakna bacaan al-hamd lillyh Rabb al`ylamyn. Pendapat ini dipelopori oleh golongan ulama yang tidak memasukkan Basmalah dalam bacaan al Fatihah, karena dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad bin 81Pemahaman demikian didasarkan pada Hadits Nabi Saw. Lihat al-Bukhyry. Shahyh Bukhyry, juz 6, 21: a AA aI A A a eI aaOAU AA sIA a aA CAU aA a eI a eaAU A aacaIa aeaO aaOAU AacA ca A e aI ae aA U acaIa aI aA a e a A a eI a eAAU AE eIa aIA a A a acaaOI aa eOA:AEA a a a a A aEIe aAEacO aOA EeI a a Aa a aaI A:AEA A OaA:AA a aAO e aI Ee aI aEacO CA a eA Aa aCEAU aAOE NEE AEO NEE EOO OEI AaEa eI aeOA a a aa a ea AOU aO aOA AacEA AIA AIA AEA a AEA AaEA AEA ACA AIA AIA AEA AuA AOEA AEA AEA AOA AOA AEA AEA AOA AOA A{A AOA AEA AEA AEA ACA AOA AaEA AEA ACA a AOA AEA a AA AIA AEA AaIA AuA ANEEA AOEA a ae a aa e aa a a ea a a e a a a a a ca a aa a aa UAOA ca A eaa aIA a AaEac aIIA a A EaOa a aaEe a aC eE EA a eAa a aOaO AaEa acI aa a a eI aOaea a CaEA a AE aOa aOA Ee aC eI Ca e aE a eI aaea a I aI Ee aI e aIac A a AacE aA a aAOs aOA Ee aC eI CA ca AE { ea eI a EEacO aA ca AeO} O aOA a A Ee aEaIA aAOI EacO aOOaOA a AO aO eaa aI aA a AEe a Ee aIaaI aOEe aC e aI Ee aA al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah Hanbal disebutkan lafal }A {AEIO OAOI EIAyaitu tanpa menyebutkan Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, menurut peneliti dalam pemaknaan Hadits ini ada dua versi yaitu kata alhamdulillyh pada Hadits tersebut bermakna surat al-Fytihah, dan ada pula yang memberi makna sesuai dengan makna lahir lafal dengan didukung oleh Hadits yang lain. Hadits al-Bukhary di atas secara deduktif dapat dipahami bahwa Hadits tersebut mengacu pada hukum fiqh, dalam kaitan ini ulama berbeda pendapat dalam mencermati redaksi Hadits yang kemudian dijadikan sebagai landasan hukum syarAy. Menurut Abu Isa. Hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhary itu adalah Hadits shahyh. Para Sahabat. TabiAoin, dan TabiAo al-tabiAoin mengamalkan Hadits ini sesuai dengan redaksi Hadits, yaitu ketika memulai shalat langsung dengan bacaan al-hamdu lillyhi Rabb al `ylamyn yang dibaca pada awal surat al-Fytihah. Berbeda menurut al-SyyfiAoy yang menyatakan bahwa Rasulullah saw dan Sahabat Abu Bakr, `Umar dan Utsmyn tetap membaca basmalah pada awal surat al-Fytihah sebelum membaca Jadi maknanya bukan tidak membaca Basmalah, namun tetap membaca basmalah karena itu adalah awal setiap surat dalam alQur`an, jika pada shalat yang dilakukan dengan suara sirry maka bacaan basmalah juga dibaca sirr, dan sebaliknya jika pada shalat yang mengharuskan membaca jahr, maka basmalah juga harus dibaca jahr. Dalam kitab Faidh al-Byri Syarh al-Bukhyry dikatakan bahwa dalam memaknai Hadits ini, mazhab Hanafiyah menyatakan tetap membaca basmalah dengan bacaan sirr, sedangkan mazhab SyyfiAoiyyah menyatakan bahwa al-hamd li Allyh Rabb al`ylamyn adalah nama dari surat al-Fytihah, maka bacaan basmalah adalah bagian dari surat alFytihah dan cara membacanya harus jahr. Menurut al-Hafid al-ZalyAoy bahwa al-hamd lillyh Rabb al`ylamyn bukanlah nama surat al-Fytihah, karena nama surat al-Fytihah adalah al-hamd saja, sesungguhnya membaca Basmalah baginya adalah sunnah. Sedangkan menurut Mahmyd al-Alysy membaca basmalah adalah wajib. Dengan demikian. Hadits-hadits tersebut tidak secara khusus berbicara masalah mutawytir tidaknya pencantuman basmalah dalam al-Mushhaf. Dan sesungguhnya tidak menjadi kelaziman bahwa penetapan kemutawatiran ayat-ayat al-Qur`an dengan menggunakan riwayat mutawytir lafzhy. Jika mengikuti pandangan ini, maka al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Moh Zahid penetapan kemutawatiran al-Qur`an dapat saja menggunakan periwayatan mutawytir `amaly, yaitu ijmy` Sahabat terhadap hasil pembukuan dan pembakuan al-Qur`an, yakni tidak adanya tulisan dalam al-Qur`an kecuali hanya al-Qur`an, termasuk lafal basmalah. Sementara alasan pencantuman lafal basmalah dalam Mushhaf al-Imym dan berbagai al-mushhaf yang dikirim ke berbagai daerah hanyalah sebagai tabarruk juga tidaklah dapat diterima, sebagaimana para Sahabat juga tidak menulis kata ymyn sesudah surah al-Fytihah meskipun membacanya disunnahkan. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa mazhab al-Hanafy, al-Syyfi`y dan Hanbaly memasukkan lafal basmalah sebagai ayat alQur`an karena didasarkan pada periwayatan mutawytir `amaly, disamping periwayatan ahyd yang bernilai shahyh. Periwayatan mutawytir `amaly yang dimaksudkan berkaitan erat dengan proses pengumpulan dan pembukuan al-Qur`an sejak zaman Rasulullah sampai saat ini, yang didasarkan pada ijmak Sahabat. Penutup Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa perdebatan mengenai keberadaan basmalah terjadi karena terdapat riwyyat ahyd yang menginformasikan bahwa Rasulullah tidak membaca basmalah ketika membaca surah al-Fytihah dalam shalat. Sementara berdasarkan riwyyat ahyd juga ditegaskan bahwa basmalah merupakan ayat pertama dari surah al-Fytihah. Fakta kesejarahan pada proses jam` al-Qur'yn . enghimpunan al-Qur`a. sejak masa Rasulullah, masa Khalifah Abu Bakr sampai pembakuan al-Qur`an pada masa Khalifah `Utsmyn bin `Affyn menegaskan bahwa para Sahabat tidak akan memasukkan atau menolak suatu ayat, jika hanya didasarkan pada riwayat ahyd meskipun kualitasnya shahyh. Dengan demikian penetapan lafal 82Dalam satu Hadits yang diriwayatkan Muslim, dalam Shahyh Muslim. Juz 2. Rasulullah bersabda: a a A ua acI A:AI O IOO EO CEA A AEA a AAEaaIa Aa aCA a ca aA a Ia a-AAEO NEE EOO OEIA- AOE EEacOA a AeO EaIa aIacaIa aO aEac aIIaA AeO Aa aCOEaOA AEA AacA AEA AEA AOA AIA ANA AOA AEA AOA AIA AEA AOA AEA ACA AuA AOA AOA AEA a AA AEA AuA a AIA AEA a AA AIA AEA ca a a e e a a e a e a a a a a ca a a a a a e a a e AA aAOAa aE eI aIac EeOa aacIA a AOIOA a Aua aA a AAEaceOa eI aCA AAEOA- AOE EEac aOA a AE a aA a A Aa aCA. A A aaOe aE aI EEacOa aua aEac a aOaaE a Aa aEac aO aO eaE aO au acI auE aI aI OaeaE a Ca e Ea aE eI aOOaeAa a Ca e Ea aE eIA. AeOA a AIA aa AE aae EEacO EaIIA a a eAE aaEA AeEa eI aA e AEA a aA Aa aCOEaO EEac aN acI aacIa EA. aAI aNA a eA A aEA-ANEE EOO OEIA e a a a a aAE aOu a CA al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Implikasi Perdebatan tentang Basmalah basmalah sebagai ayat al-Qur`an, tidak hanya didasarkan pada riwayat ahyd, tetapi didukung dengan ijmy` Sahabat terhadap keberadaan Mushhaf Utsmynya atau dikenal dengan sebutan sumber periwayatan mutawytir `amaly. Daftar Pustaka