14 . Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis http://journals. id/index. php/jreb FAKTOR-FAKTOR PENDORONG MINAT WIRAUSAHA STARTUP Indarto. Chatarina Yekti P. indarto@usm. yekti@unika. Magister Manajemen. Universitas Semarang. Semarang. Indonesia. Jurusan Manajemen. Unika Soegijapranata. Semarang. Indonesia . Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Sejarah Artikel: Diterima : 28-11-2021 Jumlah usaha startup di Indonesia meningkat pesat mulai tahun 2013 sampai saat ini. Beberapa berhasil , tetapi lebih banyak yang gagal di tengah jalan. Potensi kegagalan usaha startup ternyata cukup tinggi . Tingginya potensi kegagalan tersebut tidak membuat minat untuk berwirausaha startup menurun, namun justru sebaliknya. Penelitian ini mengkaji factor apa saja yang mendorong minat wirausahawan dalam bisnis startup. Minat berwirausaha dipengaruhi banyak faktor baik faktor internal dan faktor eksternal, antara lain. pendapatan, lingkungan keluarga, pendidikan dan lain-lain. Populasi penelitian ini adalah wirausahawan startup di Kota Semarang. Sampel penelitian sesuai dengan kelayakan statistic yaitu sebanyak 30 wirausahawan startup dengan metode Snowball. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor. Hasil Analisis menunjukkan bahwa berbagai faktor yang mendorong minat wirausaha startup mengelompok pada 5 faktor yaitu: Faktor tersedianya fasilitas dan kesempatan, faktor peluang, faktor aktualisasi diri, faktor kemampuan diri dan faktor pengakuan dari masyarakat. Disetujui : 29-12-2021 Dipublikasikan: 30-12-2021 ________________ Keywords: entrepreneurial interest. Startup eksternal factor. ____________________ FACTORS OF INTEREST IN STARTUP ENTERPRENEURSHIP Abstract The number of startup businesses in Indonesia has increased rapidly from 2013 to the present. Some succeed, but more fail in the middle of the road. The high potential for failure does not make interest in startup entrepreneurship decrease, but quite the opposite. This study examines what factors drive theinterest of entrepreneurs in the startup business. The interest in entrepreneurship is influenced by many factors, both internal and external factors, income expectations, family environment, education and others. The study population was startup entrepreneurs in the city of Semarang. The research sample is in accordance with the statistical feasibility of 30 startup entrepreneurs with the Snowball The data analysis technique used is factor analysis. The results of the analysis showed that various factors that boosted entrepreneurial interest in startups were grouped on 5 factors, namely: the availability of facilities and opportunities, opportunity factors, selfactualization factors, self-ability factors and community recognition factors. nC Alamat korespondensi : Jl. Soekarno-Hatta Semarang E-mail: indarto@usm. ISSN 1979-4800 . 2580-8451 . PENDAHULUAN Beberapa tahun ini perkembangan bisnis startup di Indonesia sangat pesat. Menurut data dari OJK pada tahun 2021 ini terdapat 2100 startup lokal yang ada di Indonesia. Startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Perusahaan startup mulai berkembang akhir tahun 90an hingga tahun 2000. Perusahaan Startup dipersepsikan dengan segala yang berhubungan dengan teknologi, web dan internet . Kehadiran startup sendiri bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan jalan memberi kemudahan, layanan yang memanjakan hingga terobosan baru yang tidak pernah ditemui oleh konsumen dalam bisnis offline atau bisnis yang barang/jasanya langsung tampak di depan mata. Perusahaan yang dapat di golongkan sebuah stratup adalah perusahaan yang memiliki karakteristik: usia perusahaan kurang dari 3 tahun. jumlah pegawai kurang dari 20 orang. pendapatan kurang dari 1 milyar rupiah /tahun dan masih dalam tahap berkembang dan umumnya beroperasi memanfaatkan teknologi. Steve Blank . , mendefinisikan startup bisnis sebagai organisasi yang dibentuk untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Startup bukan hanya sekedar perusahaan baru yang memanfaatkan teknologi namun juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat yang bisa mandiri tanpa bantuan perusahaan-perusahaan yang lebih Startup adalah sebuah usaha kewiraswastaan yang biasanya merupakan bisnis baru yang tumbuh dengan cepat dan berkembang pesat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan mengembangkan model bisnis yang layak seputar produk, layanan, proses, ataupun platform yang inovatif. Inti dari startup sendiri umumnya terkait dengan konsep ambisi, inovasi, skalabilitas, dan pertumbuhan. Biasanya, startup menawarkan produk/jasa yang saat ini belum ditawarkan atau belum terlalu dikenal di pasaran. Di awal pembentukan sebuah startup, biasanya biaya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Satu hal yang dapat disebut sebagai atribut paling penting dalam sebuah startup adalah kemampuannya untuk bertumbuh. Menurut Graham . , startup adalah sebuah perusahaan yang didesain untuk bisa diukur dengan cepat. Fokus dengan pertumbuhan, sebuah startup diharapkan dapat bertumbuh tanpa mempedulikan lokasi geografis. Ini jugalah yang membedakan startup dengan usaha kecil. Ada beberapa perbedaan antara usaha kecil dengan usaha startup. Pertama. pendanaan bisnis. Startup biasanya merupakan sebuah perusahaan yang didukung dengan dana dari investor. Sementara itu. UKM mendapatkan dana bergantung pada pinjaman dari bank, teman, dan Kedua,pertumbuhan bisnis. Startup didesain untuk mengalami pertumbuhan yang cepat. Tidak seperti UKM yang biasanya tidak berpartisipasi dalam putaran tambahan dana atau investasi, startup harus mendapatkan investor dan pendanaan untuk setiap tahap pertumbuhan yang ingin mereka capai. Kebanyakan startup mulai melayani hanya sebagian kecil dari pasaran baru kemudian mengembangkan bisnisnya. Sementara UKM dibangun dengan prinsip untuk menghasilkan pendapatan . sebesar mungkin dari awal sambil mempertahankan pengeluaran serendah mungkin. Tidak seperti startup yang sering mengeluarkan produk atau layanan bertahap sepanjang perjalanan. UKM mulai menawarkan seluruh menu layanan atau produk mereka dari awal. Model bisnis tradisional mendorong bisnis kecil, sementara model yang berfokus pada pertumbuhan mendorong startup. Ketiga risiko bisnis. Startup biasanya dimulai dengan keinginan pendirinya untuk menemukan layanan, produk, atau platform yang dapat menarik audience dan menghasilkan keuntungan. Membangun produk atau layanan dari nol membutuhkan waktu, investasi yang besar, dan banyaknya fokus dan konsentrasi. Terkadang, bahkan setelah semua masukan itu, semuanya tidak berjalan dengan lancar. Itulah mengapa startup jauh lebih berisiko daripada UKM dalam jangka panjang. UKM juga memiliki risiko tetapi yang membuat bisnis mereka memiliki risiko yang lebih kecil dari startup adalah pendiri UKM biasanya memiliki model bisnis yang sudah terbukti bekerja. Selain itu, karena usaha kecil tidak fokus pada pertumbuhan, mereka tidak memiliki risiko pertumbuhan yang terlalu cepat. Perkembangan Startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat dan menggembirakan. Setiap tahun bermunculan startup-startup baru . Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun menjadi peluang untuk mendirikan sebuah startup yang memanfaatkan teknologi informasi. Berdasarkan laporan Kementrian Komunikasi dan Informatika jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai 202,6 juta orang. Selain itu daya beli masyarakat yang meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat negeri ini ikut mempengaruhi perkembangan industri digital. Jumlah usaha startup di Indonesia memang meningkat pesat tetapi banyak juga yang gagal di tengah jalan. Potensi kegagalan usaha startup ternyata cukup tinggi . Profesor Thomas R. Eisenmann dari Havard Business School melakukan penelitian terhadap 101 startup, dan menemukan bahwa bahwa bisnis rintisan atau startup kebanyakan berujung pada kegagalan. Salah satu penyebab utamanya adalah banyak pelaku bisnis membuat produk yang salah. Mereka gagal menyadari bahwa produk yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Hal ini membuat para pelaku bisnis menghabiskan banyak waktu dan sumber daya untuk sebuah produk yang tak diinginkan, hingga pada akhirnya terpaksa gulung tikar. Di samping itu, ada beberapa penyebab lain, di antaranya: tidak memiliki komposisi tim yang tepat, atau strategi harga yang tidak bisa bersaing. Secara lengkap faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan startup ditunjukkan pada tabel 1. Tabel 1 Faktor Kegagalan Startup Faktor Penyebab Produk tidak dibutuhkan pasar Kekurangan dana Tim yang buruk Kalah bersaing Persaingan harga Produk yang tidak bagus Pemasaran yang buruk Mengabaikan konsumen Tidak fokus Ketidak harmonisan antara tim dengan investor Kurang bersemangat Lain-lain Sumber: Techin Asia Edu, 2020 Persentase (%) Tingginya potensi kegagalan pada stsrtup tersebut ternyata tidak membuat minat untuk berwirausaha startup menurun, namun justru sebaliknya. Animo untuk membangun startup semakin bertumbuh di berbagai kota, termasuk di Kota Semarang. Saat ini di Kota Semarang terdapat sekitar 300 pelaku bisnis startup. Meskipun demikian, startup Kota Semarang masih tertinggal dibandingkan dengan kota besar lain seperti Jakarta. Bandung. Yogyakarta, dan Surabaya. Pemerintah Kota Semarang sendiri terus mendorong program digitalisasi dengan menghadirkan akses WiFi gratis di berbagai area publik. Pengguna internet di kota Semarang ini pun bertambah setiap tahunnya. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) pada akhir tahun 2015, pengguna internet di Semarang mencapai 35 persen, dengan jumlah populasi 1,5 juta Pertumbuhan tersebut menjadikan Semarang sebagai salah satu kiblat Smart City di Indonesia. Selain fasilitas dan dukungan, masyarakat Kota Semarang harus dimotivasi dengan berbagai program-program yang mendorong mereka lebih kreatif. Sebanyak 31 persen pelaku bisnis startup di Jawa Tengah berasal dari Kota Semarang. Beberapa bisnis startup yang cukup berhasil di Kota Semarang diantaranya adalah . Madhang. id, lindungi hutan. Tumbas. in dan Sampah Muda. Beberapa bisnis startup tersebut berkonsep sociopreneur yang artinya bisnis startup yang dikembangkan tidak bertujuan bisnis semata tetapi juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Fenomena startup menarik untuk diteliti khususnya berkaitan dengan factor-faktor yang mendorong berwirausaha startup. Factor-faktor pendorong perlu dicari dan dikembangkan agar startup di Indonesia semakin tumbuh dan kuat untuk mengoptimalkan potensi dan peluang yang Penelitian ini berfokus pada pelaku wirausaha startup yang usahanya berbasis teknologi atau sangat memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usahanya. TELAAH PUSTAKA Fenomena pertumbuhan bisnis startup yang sangat pesat menunjukkan adanya minat wirausaha yang tinggi untuk berwirausaha startup. Kabir et al. menjelaskan bahwa niat adalah factor kuat terhadap kesediaan dari seorang individu untuk menjadi seorang wirausahawan. Berdasarkan Joseph . dan Noor. Hong. Zakaria. Nik Mud, dan Yunoh . , niat berwirausaha didefinisikan sebagai pola pikir dari individu untuk mencapai target bisnis tertentu berdasarkan pengalaman, tindakan, dan perhatian masa lalu. Nathani dan Dwivedi . dan Ismail. Ibrahim,Yaacob. Ibrahim. Zakaria. Razak. Yusoff. Guan, and Kamaruddin . memberikan penjelasan bahwa minat berwirausaha sebagai orientasi mental bagi individu meliputi harapan dan keinginan yang mempengaruhi pilihan untuk berwirausaha. Minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan serta ketersediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan risiko yang akan terjadi, serta berkemauan keras untuk belajar dari kegagalan. Minat berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subyek untuk tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, menanggung risiko dan mengembangkan usaha yang diciptakannya Minat berwirausaha tidak dibawa sejak lahir namun berkembang sesuai dengan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Dapat disimpulkan pengertian minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan dan ketersediaan dari dalam diri sendiri untuk menciptakan sebuah usaha yang kemudian dikelola, diatur oleh diri sendiri serta berani menanggung risiko dalam pengembangan usaha. Menurut Alma, 2007 . alam Putra, 2. menyatakan terdapat 3 faktor kritis yang berperan dalam minat berwirausaha tersebut yaitu : . personal yaitu menyangkut aspek-aspek kepribadian seseorang seperti . ingin mempunyai kebebasan dengan berbisnis sendiri, menyatakan ingin memperoleh uang , membuka bisnis adalah untuk hobi, kesenangan, tantangan dan kepuasan . Sosiological, yaitu menyangkut masalah hubungan dengan keluarga dan hubungan social, seperti misalnya masalah tanggung jawab terhadap keluarga. Selain itu terhadap pekerjaan orang tua seringkali terlihat bahwa ada pengaruh dari orang tua yang bekerja sendiri, dan memiliki usaha sendiri cenderung anaknya jadi pengusaha pula. Lingkungan dalam bentuk Aurole modelAy juga berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Role model ini biasanya melihat kepada orang tua, saudara, dan keluarga lainnya. Dorongan teman cukup berpengaruh terhadap semangat berwirausaha, karena teman dapat berdiskusi dengan bebas dibandingkan dengan orang lain yang tidak dikenal, sehingga teman dapat memberi bantuan dan dorongan tanpa perlu takut terhadap . Environmental, yaitu menyangkut hubungan dengan lingkungan seperti: , peluang, aktivitas sekitar , pesaing, sumber daya, dan kebijakan pemerintah. Keputusan berwirausahan berkaitan dengan beberapa faktor yaitu . faktor internal seperti kepribadian, persepsi, motivasi dan pembelajaran, . Faktor Eksternal seperti keluarga, teman atau Zimmerer . menyatakan bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan disuatu negara terletak pada peranan universitas melalui penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan. Pihak universitas bertanggung jawab dalam mendidik dan memberikan kemampuan wirausaha kepada para lulusannya dan memberikan motivasi untuk berani memilih berwirausaha sebagai karir mereka. Suhartini, 2011 menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha adalah sebagai berikut : . Faktor Instrinsik, adalah faktor-faktor yang timbul karena pengaruh rangsangan dari individu itu sendiri seperti pendapatan, harga diri, perasaan senang (Hartono, 2. , pendidikan (Sutanto, 2. Faktor Ekstrinsik, adalah faktor-faktor yang mempengaruhi individu karena pengaruh rangsangan dari luar, yaitu lingkungan Keluarga, lingkungan Masyarakat dan Peluang. Penelitian Bush . menyimpulkan bahwa Minat berwirausaha startup dipengaruhi oleh pull motive dan push motive. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha startup adalah kebosanan dalam pekerjaan, keinginan otonomi dalam bekerja, ketidakpuasan terhadap penghasilan. Penelitian Perdani . menyatakan bahwa Pertumbuhan startup sangat dipengaruhi oleh pengalaman kerja pengusaha. Penelitian lainnya Jaya ( 2. menemukan bahwa Faktor yang menentukan keberhasilan usaha startup adalah waktu yang tepat, ide dan pendanaan yang cukup. Penelitian James . juga menunjukkan bahwa variabel kepribadian, lingkungan, demografis, ketersediaan informasi, kepemilikan jaringan sosial, dan akses kepada modal secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah faktor pendapatan, perasaan senang, harga diri, pengembangan diri, inovatif dan kreatifitas, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, peluang, pendidikan, coba-coba, kemajuan teknologi mendorong terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa yang telah memiliki usaha. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah faktor pendapatan, perasaan senang, harga diri, pengembangan diri, inovatif dan kreatifitas, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, peluang, pendidikan, coba-coba, kemajuan teknologi mendorong terhadap minat berwirasuaha pada mahasiswa yang telah memiliki usaha. METODE Data yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi primer. Data primer digali dari tanggapan wirausahawan startup terhadap minat berwirausaha. Karakteristik data yang digunakan adalah data ordinal dengan skala likert . Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah non-probability dengan metode purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah wirausahawan startup di Kota Semarang. Dikarenakan jumlah populasi sulit diidentikasi, maka digunakan non probability sampling. Penggunaan non probability dengan purposive sampling merupakan metode sampling yang mendasarkan pada kriteria tertentu dalam penelitian. Kriteria yang digunakan adalah responden yang sudah menjalankan usaha startup paling tidak 6 bulan yang berada di Kota Semarang. Jumlah populasi yang pasti tidak diketahui karena memang belum ada data usaha start up yang bisa diakses oleh peneliti. Dikarenakan peneliti tidak mengetahui secara pasti jumlah populasi secara pasti yaitu wirausahawan startup di Kota Semarang. Maka jumlah sampel dalam penelitian disamakan dengan kelayakan statistik yaitu sebanyak 30 responden. Responden dalam penelitian ini adalah wirausahawan startup yang ada di Kota Semarang yang tergabung dalam komunitaskomunitas pengusaha startup ,diantaranya adalah wirausahawan startup yang tergabung dalam Komunitas Startup Rumah Sasongko yang ada di kawasan Gombel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner secara online menggunakan google form kepada wirausahawan Kepada wirausahawan startup tersebut tersebut diminta untuk memberikan kuesioner tersebut kepada teman yang memiliki usaha startup juga. Kuesioner yang disebarkan melalui googleform mengandung pertanyaan yang berhubungan dengan indikator-indikator penelitian dengan menyediakan alternatif jawaban. Angket data yang diperoleh menggunakan skala Likert berupa nilai skor berskala 1 sampai dengan 5. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis faktor. Analisis Faktor merupakan teknik untuk mengombinasikan pertanyaan atau variabel yang dapat menciptakan faktor baru serta mengombinasikan sasaran untuk menciptakan kelompok baru secara berturut-turut. Menurut Ariastuti & Antara . prosedur melakukan Analisis Faktor : . Perumusan Masalah, yaitu engidentifikasi sasaran / tujuan analisis faktor dan pengukuran variabel-variabel atas dasar skala likert , . Penyusunan Matrik Korelasi, dimana dalam tahap ini dilakukan pengujian : BartlettAos test of sphericity digunakan untuk menguji variabel-variabel dalam sampel Uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) yang digunakan untuk pengukuran kelayakan sampel. Uji Measure of Sampling Adequency (MSA) yang digunakan untuk mengukur derajat korelasi antar variabel dengan kriteria MSA > 0,5. Menentukan Ketepatan Model, dimana pada tahap ini bertujuan untuk mengetahui apakah model mampu menjelaskan dengan baik fenomena yang ada. menentukan jumlah factor. rotasi factor dan . interpretasi factor. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil survey diperoleh gambaran umum wirausahawan startup sebagai Berdasarkan dari hasil pengumpulan data kuesioner melalui googleform maka peneliti mendapat data primer yang mencakup: identitas wirausahawan startup, jenis usaha, legalitas usaha, lama usaha, omzet, jangkauan pemasaran dan persepsi . Tabel 2. Gambaran Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Di bawah 20 tahun 20 Ae 30 tahun Di atas 30 tahun Jumlah Sumber : Data Primer yang diolah,2020 13,33 66,66 20,00 Sebagian besar wirausahawan startup adalah mahasiswa. Wirausahawan yang masih berstatus mahasiswa tersebut berminat untuk mengembangkan usaha startup dengan pertimbangan bahwa mereka harus memulai bisnis sedini mungkin. Tabel 3. Gambaran Responden Berdasarkan Status Status Jumlah Mahasiswa Pegawai Pelajar Jumlah Sumber : Data Primer yang diolah,2020 Paling banyak ( 26,6 perse. wirausahawan startup memilih bidang fashion. Berdasarkan informasi dari responden, jenis usaha pakaian . tidak memiliki resiko yang terlalu besar karena menggunakan sistem PO (PreOrde. dan memang menjadi passion mereka. Fenomena yang menarik beberapa bisnis startup adalah berkonsep socioprenuer yang berarti anak muda juga punya kepedulian terhadap sesame. Tabel 4. Gambaran Responden Berdasarkan Jenis Usaha Startup Jenis Usaha Jumlah Fashion Kecantikan Makanan & Minuman Jasa Craft Barang Online game Jumlah Sumber : Data Primer yang diolah,2020 Berdasarkan lama usaha, 70 % wirausahawan startup telah menjalankan usaha startup-nya lebih dari 1 tahun. Berdasarkan omzet 40 persen berada pada kategori omzet lebih dari Rp Fenomena ini menunjukkan bahwa wirausahawan startup bisa mengandalkan usahanya untuk memperoleh pendapatan. Tabel 5. Gambaran Responden Berdasarkan Omzet Omzet (R. 000 Ae 1. Jumlah >5. Jumlah Sumber : Data Primer yang diolah,2020 Analisis faktor Berdasarkan data yang ada, maka akan dilakukan analisis faktor eksploratori dengan data total data Dengan analisis data yang dilakukan maka akan disimpulkan sesuai hasil analisis. Langkah-langkah berikut ini merupakan output analisis faktor dengan menggunakan program SPSS untuk variable yang diuji, yaitu: Tabel 6. Hasil KMO dan BartlettAos Test KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Approx. Chi-Square Bartlett's Test of Sphericity Sig. Sumber : Data Primer yang diolah,2020 Dari table di atas diketahui Nilai KMO diperoleh 0,680 . ebih besar dari 0,. , yang menunjukkan bahwa jumlah sampelnya . sudah cukup. Angka Sig. yang sebesar 0,000 atau dapat dibaca 0,0001. Berdasarkan hasil analisis ini memudahkan untuk mengetahui apakah ada hubungan korelasi antar variabel . arena analisis faktor eksploratori adalah pengelompokkan berdasarkan adanya hubungan antar variabe. Jika tidak ada hubungan antar variabel maka analisis faktor eksploratori tidak bisa dilaksanakan. Hipotesisnya adalah: H0 : Tidak ada hubungan antara sesama variabel yang diuji H1 : Ada hubungan antara sesama variabel yang diuji Berdasarkan data yang telah diolah angka Sig. -nya sebesar 0. 000 yaitu dibawah 0. 05 sehingga tolak H0. Kesimpulannya adalah Auada hubungan antara sesama variabel yang diujiAy. Hal ini berarti analisis faktor eksploratori bisa dilakukan. Analisis faktor menghendaki bahwa matriks data harus memiliki korelasi agar dapat dilakukan analisis faktor. Nilai korelasi tersebut ditunjukkan pada anti-image correlation matrix. Nilai MSA pada diagonal anti-image correlation diharapkan bernilai di atas 0,5. Tabel 7 menunjukkan secara detail angka Measure Sampling Adequacy (MSA ) untuk setiap variable . Nilai MSA yang lebih dari 0,5 menunjukkan bahwa indikator memiliki korelasi yang diharapkan, sehingga memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Jika nilai MSA kurang dari 0,5 berarti indicator tidak memiliki korelasi yang diharapkan sehingga variabel tidak memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Pada tabel 7 ditunjukkan bahwa 25 indikator dari 12 variabel minat berwirausaha pada wirausahawan startup terdapat 3 indikator yang tidak memenuhi syarat yaitu Laba yang didapat tiap bulan (X1_. Menjaga gengsi (X3_. Latar belakang keluarga (X7_. Maka dari ketiga indikator tersebut dikeluarkan dari faktor karena memiliki angka MSA < 0,5 Jika dilihat lebih detail dari tabel Anti Image Matriks, angka MSA untuk setiap variabel adalah sebagai berikut : Tabel 7. Rekapitulasi Angka MSA Variabel Item Angka MSA Keterangan Pendapatan (X. X1_1 0,297 Tidak memenuhi syarat X1_2 0,707 Memenuhi syarat Perasaan Senang (X. X2_1 0,632 Memenuhi syarat X2_2 0,669 Memenuhi syarat Harga Diri (X. X3_1 0,462 Tidak memenuhi syarat X3_2 0,838 Memenuhi syarat Pengembangan Diri (X. X4_1 0,716 Memenuhi syarat X4_2 0,836 Memenuhi syarat Inovatif dan Kreatifitas X5_1 0,818 Memenuhi syarat (X. X5_2 0,501 Memenuhi syarat Kemampuan (X. X6_1 0,833 Memenuhi syarat X6_2 0,813 Memenuhi syarat Lingkungan Keluarga (X. X7_1 0,608 Memenuhi syarat X7_2 0,418 Tidak memenuhi syarat Lingkungan Masyarakat X8_1 0,745 Memenuhi syarat (X. X8_2 0,531 Memenuhi syarat Peluang (X. X9_1 0,806 Memenuhi syarat X9_2 0,726 Memenuhi syarat X9_3 0,729 Memenuhi syarat Pendidikan (X. X10_1 0,577 Memenuhi syarat X10_2 0,753 Memenuhi syarat Coba-Coba (X. X11_1 0,748 Memenuhi syarat X11_2 0,693 Memenuhi syarat Kemajuan Teknologi (X. X12_1 0,608 Memenuhi syarat X12_2 0,629 Memenuhi syarat Sumber: Data primer diolah, 2020 Penyusunan Ulang Matrik Korelasi Tahap selanjutnya adalah penyusunan ulang matrik korelasi yang hasilnya sebagai berikut: Tabel 8. Hasil KMO dan BartlettAos Test KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Approx. Chi-Square Bartlett's Test of Sphericity Sig. Sumber : Data Primer yang diolah,2020 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa angka KMO dan BarlettAos Test adalah 0,768 , maka dapat diketahui bahwa variabel dan sample yang ada dapat dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan tabel Anti Image Matriks, angka MSA untuk setiap variabel sebagai berikut : Tabel 9. Rekapitulasi Angka MSA Variabel Item Angka MSA Keterangan Pendapatan (X. X1_2 0,778 Memenuhi syarat X2_1 0,714 Memenuhi syarat Perasaan Senang (X. X2_2 0,680 Memenuhi syarat Harga Diri (X. X3_2 0,805 Memenuhi syarat X4_1 0,799 Memenuhi syarat Pengembangan Diri (X. X4_2 0,812 Memenuhi syarat Inovatif dan Kreatifitas X5_1 0,839 Memenuhi syarat (X. X5_2 0,796 Memenuhi syarat Kemampuan (X. X6_1 0,860 Memenuhi syarat X6_2 0,837 Memenuhi syarat Lingkungan Keluarga (X. X7_1 0,679 Memenuhi syarat Lingkungan Masyarakat X8_1 0,759 Memenuhi syarat (X. X8_2 0,778 Memenuhi syarat Peluang (X. X9_1 0,803 Memenuhi syarat X9_2 0,687 Memenuhi syarat X9_3 0,800 Memenuhi syarat X10_1 0,628 Memenuhi syarat Pendidikan (X. X10_2 0,731 Memenuhi syarat Coba-Coba (X. X11_1 0,746 Memenuhi syarat X11_2 0,789 Memenuhi syarat Kemajuan Teknologi (X. X12_1 0,726 Memenuhi syarat X12_2 0,747 Memenuhi syarat Sumber: Data primer diolah, 2020 Syarat : MSA > 0,5 = Variabel memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut MSA ,< 0,5 = Variabel tidak memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut Berdasarkan tabel 9 diatas dapat diketahui bahwa 22 indikator dari 12 variabel minat berwirausaha pada mahasiswa memiliki angka MSA > 0,5 yang berarti bahwa semua indikator tersebut memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Adapun 22 indikator tersebut adalah: . indikator Mandiri secara ekonomi , . Kebanggaan Diri, . Keinginan Pribadi, . Menghindari Ketergantungan terhadap orang lain, 5 Mengembangkan Diri, . Mengelola waktu, . Memiliki ide / inisiatif, . Tidak pernah puas, . Memiliki kemampuan, . Ingin mengembangkan kemampuan yang dimiliki, . Dorongan keluarga, . Dorongan pihak luar , . Pengakuan dari masyarakat, . Adanya kesempatan, . Tersedianya modal, . Tersedianya peralatan yang menunjang usaha , . Menggunakan pengalaman yang sudah, . Mempunyai latarbelakang pendidikan , . Nekat , . Mencari kegiatan, . Adanya informasi , . Adanya perubahan pola pikir masyarakat dalam hal kemudahan Menentukan Ketetapan Model Untuk mengetahui apakah model mampu menjelaskan dengan baik fenomena yang ada maka metode yang digunakan adalan Principal Component Analysis. Berdasarkan dari nilai-nilai pada tabel Communalities diatas dapat disimpulkan bahwa 22 indikator dari 12 variabel yang ada dapat dijelaskan di dalam faktor yang terbentuk dan semakin besar nilai Communalities maka semakin erat hubungannya dengan faktor yang terbentuk. Tabel 10. Communalities Initial Extraction X1_2 X2_1 X2_2 X3_2 X4_1 X4_2 X5_1 X5_2 X6_1 X6_2 X7_1 X8_1 X8_2 X9_1 X9_2 X9_3 X10_1 X10_2 X11_1 X11_2 X12_1 X12_2 Sumber : Data Primer yang diolah,2020 Menentukan Jumlah Faktor Untuk menentukan jumlah faktor yang terbentuk dapat dilihat dari tabel Total Variance Explained dimana penentuan jumlah faktor didasarkan pada besarnya eigenvalue. Faktor-faktor inti yang dipilih adalah faktor yang memiliki Eigenvalue > 1. Berdasarkan hasil tahap sebelumnya diketahui bahwa dari 22 component terdapat 5 component yang memiliki eigenvalue > 1 yang artinya dari 22 indikator hanya 5 faktor yang terbentuk. Rotasi Faktor Rotasi faktor dilakukan untuk mempermudah interpretasi dalam menentukan variabel-variabel mana saja yang tercantum dalam suatu faktor. Dalam penelitian ini digunakan rotasi varimax yaitu suatu metode orthogonal rotasi faktor yang meminimalkan jumlah variabel dengan factor loading yang tinggi pada satu faktor. Tabel Rotated Component Matrix diatas merupakan tabel yang memperlihatkan distribusi variabel yang lebih jelas dan nyata. Berikut adalah distribusi variabel yang akan masuk ke dalam 5 faktor yang sudah terbentuk, yaitu : Tabel 11. Faktor yang terbentuk Faktor yang Terbentuk Faktor 1 Faktor 2 Faktor 3 Faktor 4 Faktor 5 Variabel Dorongan Keluarga (X7_. Adanya Kesempatan (X9_. Tersedianya Modal (X9_. Tersedianya Peralatan Yang Menunjang Usaha (X9_. Nekat (X11_. Mencari Kegiatan (X11_. Kebanggaan Diri (X2_. Memiliki Ide / Inisiatif (X5_. Dorongan Pihak Luar (X8_. Adanya Informasi (X12_. Adanya Perubahan Pola Pikir Masyarakat Dalam Hal Kemudahan (X12_. Mandiri Secara Ekonomi (X1_. Keinginan Pribadi (X2_. Menghindari Ketergantungan Terhadap Orang Lain (X3_. Mengembangkan Diri (X4_. Memiliki Kemampuan (X6_. Mengelola Waktu (X4_. Ingin Mengembangkan Kemampuan Yang Dimiliki (X6_. Tidak Pernah Puas (X5_. Menggunakan Pengalaman Yang Sudah Didapat (X10_. Mempunyai Latar Belakang Pendidikan (X10_. Pengakuan Dari Masyarakat (X8_. Sumber: Data primer diolah, 2020 Interprestasi Faktor Interprestasi faktor dilakukan agar dapat mewakili variabel-variabel anggota faktor Dimana pemberian nama pada tiap faktor di dasarkan pada makna umum variabel yang tercangkup di dalamnya. Untuk Faktor 1 terdiri atas dorongan keluarga, adanya kesempatan, tersedianya modal, tersedianya peralatan yang menunjang usaha, nekat dan mencari kegiatan , sehingga bisa dinamakan FAKTOR TERSEDIANYA FASILITAS DAN KESEMPATAN. Untuk Faktor 2 meliputi Kebanggan diri, dorongan pihak luar, adanya informasi, adanya perubahan pola pikir masyarakat dan kemudahan, sehingga bisa dinamakan FAKTOR PELUANG Untuk Faktor 3 meliputi mandiri secara ekonomi, keinginan pribadi, menghindari ketergantungan terhadap orang lain, mengembangkan diri, me,miliki kemampuan , mengelola waktu , ingin mengembangkan kemampuan yang dimiliki , sehingga dinamakan FAKTOR AKTUALISASI DIRI. Untuk Faktor 4 meliputi tidak pernah puas, menggunakan pengalaman yang sudah didapat, mempunyai latar belakang pendidikan, sehingga dinamakan FAKTOR KEMAMPUAN DIRI. Untuk Faktor 5 dinamakan FAKTOR PENGAKUAN DARI MASYARAKAT Pembahasan Berdasarkan hasil analisis factor telah ditemukan 5 faktor yang mendorong minat berwirausaha startup , yaitu . factor tersedianya fasilitas dan kesempatan , . factor peluang, . factor aktualisasi diri, . factor kemampuan diri dan . factor pengakuan dari masyarakat. Ke 5 faktor tersebut mencakup factor individu dan factor lingkungan. Wirausahawan startup adalah wirausahawan yang termasuk dalam kelompok wirausaha muda. Menurut Zimerer . wirausaha muda adalah wirausaha yang banyak didominasi oleh generasi muda yang memilih kewirausahaan sebagai jalur karir mereka yaitu mereka yang berumur 20-an tahun. Wirausahawan startup adalah wirausahawan muda yang memiliki karakteristik . selalu berambisi untuk selalu mencari peluang . pportunity obsessio. , tahan terhadap risiko dengan cara mentransfer risiko ke pihak lain seperti banker, investor, konsumen, pemasok dan lain sebagainya . olerance for risk, ambiguity and uncertaint. , percaya diri, cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil . elf confidence ) dan memiliki tingkat energi yang tinggi . igh level of energ. Temuan penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Alves. ,et al . bahwa faktor pendorong minat kewirausahaan diantaranya adalah kematangan usia, pendidikan, pendapatan keluarga, budaya keluarga, ilmu Pengetahuan, teknologi dan teknik yang dimiliki, pengalaman berwirausaha bersama teman atau orang tua, sampai sosial budaya. Wirausahawan startup merupakan anak muda yang menguasai teknologi dan memiliki jejaring yang luas. Kemampuan mengadopsi Teknologi dan jejaring yang luas merupakan modal sangat cukup untuk merintis Faktor tersedianya fasilitas dan kesempatan juga tidak dapat dilepaskan dari pendapatan Pendapatan keluarga wirausahawan mendukung wirausahawan startup dari sisi pendidikan, fasilitas, kesempatan dan modal. Menurut Jansen et. , al . factor tersedianya fasilitas dan kesempatan bisa diperoleh wirausahawan startup dari lingkungan keluarga maupun sekolah atau kampus dimana dia belajar. Lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah atau kampus memberi stimulus bekal intrinsic yang sudah dimiliki individu wirausahawan startup. Lingkungan keluarga dimana orang tua atau saudara berwirausaha akan menjadi panutan dan menumbuhkan minat wirausahawan. Lingkungan sekolah kampus dimana kurikulum, metode dan kegiatan pembelajarannya menumbuhkan semangat kewirausahaan sangat mendorong wirausahawan untuk mulai berwirausaha bahkan sejak masih sekolah atau kuliah. Tempat pendidikan memberikan bekal pengetahuan, teknologi, kemampuan teknik dan kemampuan manajerial untuk menjalankan startup. Sementara lingkungan memberikan peluang, pengakuan, budaya dan pengalaman. Lingkungan yang berupa jejaring dari wirausahawan akan mengasah dan mengembangkan bekal intrinsik yang dimiliki individu wirausahawan startup (Moares, et. ,al. Kepekaan terhadap masalah sosial budaya disertai dengan kemampuan mengadopsi pengetahuan dan teknologi menumbuhkan minat untuk mengembangkan wirausaha startup. PENUTUP Peneltian ini berhasil menemukan 5 faktor yang mendorong minat berwirausaha startup , yaitu :. faktor tersedianya fasilitas dan kesempatan, . faktor peluang, . faktor aktualisasi diri, . factor kemampuan diri dan . faktor pengakuan dari masyarakat. Minat berwirausaha akan muncul dan bertumbuh karena tersedia fasilitas dan kesempatan yang kemudian dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menangkap peluang. Faktor kemampuan diri dan aktualisasi diri mendorong anak-anak muda berani mengambil risiko menjalankan usaha startup , yang diperkuat oleh faktor untuk mendapat pengakuan dari masyarakat bahwa mereka bisa sukses, bisa berkontribusi positif terhadap masyarakat melalui wirausaha startup. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu bahwa obyek penelitian jumlah sampel wirausahawan startup yang hanya 30. Untuk penelitian mendatang jumlah sample perlu ditambah dan fokus pada wirausahawan startup yang usahanya berbasis teknologi atau digital. Akan menjadi sangat menarik jika obyek penelitian selanjutnya adalah wirausahawan startup yang berbasis teknologi dan digital. DAFTAR PUSTAKA