299 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 PERANAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA DI DESA KEKAIT KABUPATEN LOMBOK BARAT Garin Haegara1. I Made Suyasa2. Lalu M. Iswadi Athar3 1,2,3,Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1garabajang@gmail. com, 2kadeksuyasa@gmail. miswadiathar@gmail. Article History: Abstract: Penelitian ini membahas tentang peranan Received: 24-12-2024 masyarakat dalam pengembangan agrowisata di Desa Kekait Revised: 26-12-2024 Kabupaten Lombok Barat. Hasil penelitian diuraikan dalam Accepted: 27-12-2024 beberapa jawaban terhadap fokus penelitian yaitu bentukbentuk potensi agrowisata desa Kekait, aspek-aspek yang mendukung pengembangan agrowisata desa Kekait dan bentuk Keywords: peranan masyarakat dalam pengembangan agrowisata di Desa Peranan Masyarakat. Kekait Kabupaten Lombok Barat. Dengan menggunakan Pengembangan metode wawancara mendalam, observasi langsung. Agrowisata, dokumentasi dan pendekatan menggunakan deskriptif Desa Kekait Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya pengembangan agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat didukung oleh adanya peranan dari masyarakat dan keterlibatan pemerintah dinas pariwisata lombok barat. Bentuk peranan masyarakat dalam pengembangan agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat ialah masyarakat melakukan budidaya tanaman pohon aren yang merupakan sumber penghasil produk agrowisata, masyarakat melakukan inovasi produk dan masyarakat melakukan pemasaran melalui destinasi agrowisata yang telah disediakan galeri penjualan oleh pemerintah dinas pariwisata lombok barat. Implikasi dari masyarakat yang telah berperan dalam pengembangan agrowisata memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa Kekait seperti pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan. PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi untuk mengembangkan sumber daya alam yang lebih luas dengan pemanfaatan hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan Menurut Budiarti dkk . dalam (Prabowo, et al. , sektor pertanian kerap menyerap tenaga kerja dan menyongsong peningkatan pendapatan masyarakat khususnya pada masyarakat pedesaan Indonesia. Namun pada kenyataannya, pemanfaatan pedesaan pertanian masih belum dioptimal secara baik. Kendala yang sering ditemukan dalam pembangunan pertanian antara lain tingginya laju alih fungsi lahan pertanian, mutu lahan pertanian yang masih rendah akibat pengelolaan yang kurang tepat, minimnya regenerasi petani oleh generasi muda, citra pertanian yang masih cenderung buruk, rendahnya apresiasi masyarakat terhadap pertanian, rendahnya nilai tukar pada produk a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 pertanian, ketimpangan antara pembangunan pedesaan dan perkotaan serta rendahnya tingkat pendidikan masyarakat pedesaan. Pengembangan sektor pertanian yang dipadukan dengan sektor pariwisata memiliki peluang yang lebih tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti halnya meningkatkan devisa negara. Hal ini didukung oleh adanya peningkatan devisa negara oleh sektor pariwisata dari tahun ke tahun. Potensi sektor pariwisata tersebut akan lebih optimal apabila dipadukan dengan sektor pertanian sebagai sektor yang menopang ketahan pangan. Istilah konsep agrowisata sering dikembangkan dalam membangun pembangunan pertanian dengan menjadikannya objek wisata. Agrowisata merupakan rangkaian kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi pertanian sebagai objek wisata, baik potensial berupa pemandangan alam kawasan pertaniannya maupun kekhasan dan keanekaragaman aktivitas produksi dan teknologi pertanian serta budaya masyarakat petaninya. Kegiatan agrowisata bertujuan untuk memperluas wawasan pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan Dengan berkembangnya agrowisata di satu daerah tujuan wisata akan memberikan manfaat untuk peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah dengan kata lain bahwa fungsi pariwisata dapat dilakukan dengan fungsi budidaya pertanian dan pemukiman pedesaan dan sekaligus konversi Sastrayuda . dalam (Maharta, et al. Desa Kekait yang berada di Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu Desa yang telah menggunakan konsep Agrowisata dengan tujuan untuk meningkatakan pendapatan masyarakat dan meningkatkan perekonomian Desa. Jenis Agrowisata di Desa ini adalah Agrowisata yang memanfaatkan Pohon Aren sebagai sumber produknya, mengingat pohon aren di Desa ini merupakan salah satu tanaman yang mendominasi pohon-pohon lainnya. Masyarakat di Desa ini yang berprofesi sebagai Petani Aren maupun Pelaku Industri Pohon Aren sangat menggantungkan hidup mereka pada hasil olahan Pohon Aren, bagi mereka hasil produksi olahan Pohon Aren sangat menjanjikan dan dapat memenuhi perekonomian Pembangunan dan pengembangan Agrowisata di Desa ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam yang melibatkan peranan masyarakat sekitar dan pemerintah Dinas Pariwisata Lombok Barat dengan biaya sebesar 1,4 M dan sebagiannya lagi berasal dari Dana Desa. Hasil dari pengalokasian biaya-biaya tersebut dapat dilihat dengan adanya sebuah Pembangunan jalan setapak. Galeri. Gapura. Monumen. Toilet. Gazebo dan Alat pengolahan. Namun, hingga saat ini Agrowisata di Desa ini sangat ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat karena Agrowisata ini setelah selesai dibangun tidak beroperasi atau Agrowisata yang tadinya dianggap sebagai solusi untuk mengatasi rendahnya tingkat pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan perekonomian Desa malah sebaliknya membuat persepsi masyarakat akan upaya pengembangan Agrowisata di Desa tersebut menjadi sia-sia dan menghabis-habiskan biaya. Sehingga atas dasar-dasar tersebut merupakan faktor-faktor yang menyebabkan penghambat masyarakat berperan dalam pengembangan Agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 LANDASAN TEORI Ada 2 . teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Peranan Masyarakat dan Pengembangan Agrowisata, adapun teori yang dimaksud sebagai berikut. Peranan Masyarakat Istilah peran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti pemain sandiwara . , tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. Soerjono . dalam (Yare 2. mengemukakan bahwa peran merupakan aspek dinamis kedudukan . , apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Sedangkan masyarakat didefinisikan sebagai manusia yang hidup bersama, hidup bersama dapat diartikan sama dengan hidup dalam suatu tatanan pergaulan dan keadaan ini akan tercipta apabila manusia melakukan hubungan. Mac & Page dalam (Prasetyo and Irwansyah 2. mengemukakan bahwa masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan, tata cara, dari wewenang dan kerja sama antar berbagai kelompok, penggolongan dan pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia. Berdasarkan dua definisi yang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa peranan masyarakat merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh sekumpulan orang berdasarkan harapan atas suatu tindakannya benar-benar dilakukan sesuai dengan Pengembangan Agrowisata Agrowisata merupakan salah satu bagian dari objek kepariwisataan yang memanfaatkan usaha pertanian atau perkebunan sebagai bagian penting dalam mengembangkan kepariwisataan lokal. Agrowisata tidak boleh dipandang hanya sebagai usaha atau bisnis bidang jasa untuk memenuhi keinginan konsumen akan pemandangan indah, udara sejuk, namun harus menjadi sarana promosi produk, media edukasi dan sebagai peluang untuk mendiversifikasi melalui inovasi produk . eperti buah melon berbentuk kotak atau melon berbentuk lonjon. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan berkesinambungan melalui peningkatan keterampilan dan pendidikan latihan. Hal ini dilakukan supaya potensi suatu daerah dapat dioptimalisasi untuk pengembangan agrowisata sehingga dapat memberikan hasil maksimal bagi petani, masyarakat desa dan mendukung program pertanian dan pariwisata berkelanjutan Syamsir . dalam (Harwadi, et al. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa Kekait. Kecamatan Gunungsari. Kabupaten Lombok Barat dan waktu tempuh sekitar 28 menit . ,6 k. dari Kota Mataram. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Sumber data diperoleh dari informan, dokumen atau arsip desa, hasil wawancara, hasil observasi dan hasil dokumentasi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling atau pemilihan secara sengaja dengan beberapa pertimbangan yaitu orang-orang yang berhubungaan dengan penelitian ini. Informan dalam penelitian ini antara lain Kepala Desa. Anggota BUMDES. Kepala Dusun Kekait Daye. Petani Pohon Aren dan Pelaku Industri dari Pohon Aren. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Adapun tahapan-tahapan analisis data yang dilakukan yaitu tahap inventarisasi data, tahap klasifikasi data dan tahap interpretasi atau penafsiran data (Sugiyono 2. Kerangka pemikiran penelitian mengenai Peranan Masyarakat dalam Pengembangan Agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat diilustrasikan dalam gambar berikut ini. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber : (Penulis 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Gambar 2. Peta Desa Kekait Sumber : (Arsip Desa Kekait 2. Desa Kekait merupakan salah satu desa dari ke 16 desa yang ada di Kecamatan Gunungsari. Kabupaten Lombok Barat. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa ini terdiri dari tujuh dusun diantaranya Dusun Batu Butir. Wadon. Kekait Puncang. Kekait I. Kekait II. Kekait Thaebah dan Kekait Daye. Yang menjadi ciri khas dari desa ini adalah penghasil Lokasi Penelitian a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 produk industri terbanyak yang diperoleh dari pohon aren di Kecamatan Gunungsari. Pohon aren di desa ini merupakan pohon yang mendominasi pohon-pohon lainnya. Oleh karena itu, mayoritas masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan di desa ini lebih memilih memanfaatkan lahan perkebunan mereka yang ditumbuhi pohon aren sebagai sumber pendapatan mereka. Sebagian besar dari penduduk di desa ini berprofesi sebagai petani aren. Profesi petani aren ini diantaranya ada petani yang hanya mengambil air arena tau yang biasa disebut dengan istilah tukang tarep, kemudian ada juga yang hanya membeli hasil panen lalu menjulnya kembali ke pasar dengan harga yang lebih tinggi yang biasa disebut dengan istilah penendak atau pengepul dan ada juga yang hanya mengolah hasil panen dari pohon aren untuk diperjualbelikan ke pengepul maupun ke pasar. Adapun hasil produk yang diolah dari pohon aren oleh masyarakat sekitar yaitu Tuak Manis dan Tuak Beralkohol. Cuka. Sagu. Ingka. Sapu Lidi dan Sapu Ijuk. Gula Aren dan Gula Semut. Kolang-Kaling. Mping Mlinjong yang pemanisnya dari gula aren. Dodol Nangka yang pemanisnya dari gula aren dan Kue Bantal yang bungkusnya dari daun muda pohon aren. Selain sebagai penghasil industri pohon terbanyak di Kecamatan Gunungsari, desa ini juga didukung dengan luasnya lahan perkebunan milik masyarakat sekitar yang didominasi oleh tanaman pohon aren. Desa ini memiliki luas keseluruhan 1. 671 Hektar, dari jumlah penduduk setempat yang berprofesi sebagai petani aren jumlah keseluruhan lahan perkebunan yang dimiliki seluas 909 Hektar dan sisanya permukiman penduduk setempat. Masing-masing perorang memiliki lahan dari satu hektar sampai dengan tiga hektar dan perhektarnya ditumbuhi 70 sampai dengan 100 pohon aren sisanya pohon durian, pohon mlinjo, pohon nangka dan berbagai macam lainnya. Secara geografis desa ini terletak diantara 0,24A-1,02A lintang utara dan 121A-121,32A bujur timur. Desa ini berada pada ketinggian 500 Meter dari permukaan laut dengan curah 000 mm/tahun, suhu rata-rata mencapai 30A Celcius dan jenis desa ini adalah dataran dan perbukitan. Selain itu, unsur tanah yang terdapat pada lahan perkebunan milik penduduk setempat adalah jenis tanah humus yang mana tanah humur merupakan jenis soil berkarakteristik sangat subur serta memiliki tekstur gembur. Humus sendiri merupakan salah satu dari jenis tanah yang terbentuk karena proses pelapukan dedaunan serta bagian pohon lainnya seperti batang pohon. Selain itu, humus juga memiliki campuran kotoran Dari kondisi tersebut dapat mendukung kegiatan para petani aren dalam melakukan budidaya pohon aren. Secara ekonomi masyarakat di desa ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu keadaan ekonomi masyarakat menengah kebawah dan ekonomi menengah ke atas. Dan jika dilihat dari kenyataan yang ada di masyarakat masih lebih banyak didominasi oleh keadaan ekonomi menengah ke bawah. Hal ini disebabkan karena faktor mata pencarian penduduk adalah sebagian besar sebagai petani dan buruh tani, petani penggarap dan sebagian lagi yaitu buruh harian lepas dan hanya sebagian kecil saja pegawai swasta maupun yang menjadi PNS. Sehingga dapat dikatakan secara umum keadaan ekonomi warga di desa ini masih merupakan golongan ekonomi lemah. Selain beberapa profesi yang telah dijelaskan sebelumnya di desa ini banyak bermunculan kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Industri Rumahan (Home Industr. yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mengurangi angka pengangguran yang ada di desa ini. Di samping itu, letak desa ini yang sangat strategis karena dilintasi dengan jalan kabupaten yang merupaka jalur penghubung antara Kabupaten a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Utara sehingga setiap hari sangat ramai dilalui oleh berbagai macam jenis kendaran seperti kendaraan pribadi, kendaraan dinas maupun kendaran umum. Di samping itu, desa ini yang merupakan jalur lalu lintas antara Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara tak sedikit pula wisatawan yang menghampiri desa ini untuk menikmati hasil produk-produk masyarakat sekitar baik itu menikmati Tuak. Kue Bantal maupun Mping Mlinjo. Di samping letaknya yang strategis, dari sisi perkembangan perekonomian masyarakat bisa dikatakan berkembang dengan cukup baik karena ditunjang dengan adanya dua pasar umum tempat memperjualbelikan produk-produk lokal. Hasil Analisis Data Penelitian Pada sub ini berisi uraian interpretasi peniliti atas keseluruhan data penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi untuk menjawab fokus penelitian yang diajukan dalam sub pendahuluan, adapun hasil analisis tersebut sebagai Analisis Potensi Daya Tarik Agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Pengembangan agrowisata di desa ini memiliki prospek yang sangat bagus untuk terus dikembangkan, mengingat potensi yang dimiliki seperti luasnya lahan perkebunan masyarakat, banyaknya jumlah pohon aren, banyaknya jumlah hasil produksi dari industri pohon aren, banyaknya jumlah hasil pendapatan yang diperoleh, banyaknya masyarakat yang terlibat dalam kelompok industri pohon aren, jenis tanah yang subur yang dapat mendukung proses pertumbuhan pohon aren serta tata letak yang sangat strategis karena merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara yang selalu ramai dilalui oleh wisatawan. Analisis Peranan Masyarakat dalam Pengembangan Agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Peran masyarakat dalam hal pengembangan agrowisata di desa ini dapat dikatakan belum maksimal mengingat berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang mana kurangnya manajemen merupakan salah satu penyebab masyarakat tidak dapat berperan secara maksimal. Selain itu, diperlukannya solusi yang tepat terhadap masyarakat yang terlibat dalam pengembangan agrowisata ini agar dapat berperan secara maksimal. Adapun solusi yang dimaksud ialah seperti sosialisasi, penyuluhan, pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan yang dilakukan secara berkala. Potensi Daya Tarik Agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Desa kekait merupakan salah satu desa yang memiliki potensi agrowisata yang sangat menjanjikan untuk terus dapat dikembangkan mengingat kondisi sosial budaya dan perekonomian masyarakat yang tengah dialami saat ini. Dengan adanya kondisi yang demikian membuat masyarakat termotivasi untuk mengembangkan desanya agar menjadi desa yang makmur dengan menggunakan konsep agrowisata yang sifatnya edukatif. Jenis agrowisata di desa ini ialah agrowisata pohon aren mengingat pohon aren merupakan tanaman yang mendominasi pohon-pohon lainnya. Pohon Aren Pohon aren merupakan tanaman jenis palma yang memiliki banyak manfaat apabila dikelola dengan baik. Pohon aren yang tersebar di desa ini merupakan tanaman yang tumbuh dengan sendirinya dan hanya sebagian kecil masyarakat setempat yang membudidayakannya tetapi belum menghasilkan hasil maksimal. Masyarakat di desa ini a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 mengolah pohon aren menjadi berbagai jenis produk yang dijadikan sebagai produk yang mendukung agrowisata yang ada di desa ini. Kemasan Produk Pohon Aren Kemasan produk hasil pohon aren yang telah dikelola masyarakat di desa ini dapat dikatakan masih sangat tradisional dan belum ada masyarakat yang menggunakan alat bantu berupa teknologi. Selain itu, produk-produk ini perlu perlakuan inovasi agar dapat terus berkembang dan memiliki nilai lebih baik itu dari segi kemasan maupun menciptakan produk baru. Adapun bentuk-bentuk kemasan hasil olahan pohon aren yang dikelola oleh masyarakat setempat sebagai berikut. Tuak Tuak merupakan hasil fermentasi air pohon aren yang diperoleh melalui proses penyadapan pada bagian tandan jantan pohon aren yang telah berbunga. Masyarakat di desa ini memproduksi dua jenis tuak yaitu Tuak manis dan tuak beralkohol, bentuk kemasan dari kedua jenis tuak ini dikemas dengan menggunakan kemasan botol plastik tanpa merk. Gula Gula ini merupakan hasil olahan dari tuak manis yang diolah melalui proses pemasakan, pemberian ragi dan pencetakan. Masyarakat di desa ini memproduksi gula menjadi dua jenis yaitu gula aren dan gula semut, bentuk kemasan dari gula aren menggunakan daun kering pohon pisang sedangkan gula semut menggunakan kemasan plastik. Sagu Sagu merupakan hasil olahan sari pati yang ada pada bagian dalam dari batang pohon Proses pengolahan sagu dilakukan melalui proses penebangan pohon aren yang tidak produktif, lalu mengambil bagian sari pati pada bagian dalam batang pohon aren setelahnya proses pemerasan hingga pengemasan. Masyarakat di desa ini memproduksi sagu menjadi tepung sagu dengan kemasan plastik yang telah memiliki Ijuk Ijuk merupakan serabut hitam yang ada pada pohon aren, masyarakat di desa ini mengolah ijuk menjadi sapu ijuk dan tali. Sebagian dari masyarakat setempat mengekspor ijuk ke luar daerah. Batang Masyarakat di desa ini mengolah batang pohon aren menjadi tiang bangunan seperti tiang gazebo, pondok bahkan tiang rumah. Batang yang diolah dan digunakan masyarakat setempat yaitu bagian batang yang paling keras. Lidi Lidi merupakan hasil olahan yang diperoleh dari batang daun pohon aren. Masyarak di desa ini mengolah lidi menjadi sapu lidi dan ingke . adah nas. Pelepah Pelepah merupakan bagian luar atau kulit dari pohon aren, masyarakat di desa ini mengolah pelepah pohon aren sebagai dinding rumah. Daun Masyarakat di desa ini mengolah daun pohon aren menjadi tikar atau alas duduk, pakan ternak dan daun muda pohon aren digunakan sebagai bungkus kue bantal. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Kolang-Kaling Kolang-kaling merupakan hasil olahan yang diperoleh dari buah pohon aren. Buah pohon aren yang dapat diproduksi menjadi kolang-kaling adalah buah yang telah matang lalu diolah dengan cara direbus terlebih dahulu kemudian mengeluarkan biji dari buah yang telah direbus selanjutnya biji inilah yang menjadi kolang-kaling. Masyarakat di desa ini mengolah kolang-kaling sebagai campuran minuman dingin dan kemasannya menggunakan kemasan plastik. Cuka Cuka merupakan hasil olahan dari air pohon aren melalui proses fermentasi. Proses pengolahan cuka mirip seperti pengolahan tuak pada umumnya yaitu proses penyadapan terlebih dahulu yang membedakan adalah ialah proses durasi fermentasi dan ragi yang digunakan berbeda. Masyarakat di desa ini menggunakan cuka sebagai bahan makanan dan kemasannya menggunakan botol plastik tanpa merk. Akar Masyarakat di desa ini mengolah akar dari pohon aren melalui proses penebangan terlebih dahulu, pohon aren yang ditebang adalah pohon yang tidak produktif. Masyarakat setempat mengolah akar pohon menjadi kerajinan tangan seperti hiasan dinding rumah dan hiasan lampu rumah. Edukasi Agrowisata Konsep agrowisata pohon aren yang bersifat edukatif menawarkan berbagai kegiatan berwisata kepada wisatawan dengan memberikan pengetahuan kepada wisatawan mengenai kegiatan bertani masyarakat setempat baik itu kegiatan budidaya pohon aren, alat-alat yang digunakan dan wisatawan juga dapat memperoleh hasil produk-produk industri pohon aren seperti tuak. Paket Wisata Dalam hal ini, di desa ini belum memiliki paket wisata terkait dengan agrowisata pohon aren karena potensi agrowisata pohon aren belum terkelola dengan baik oleh Pada prinsipnya paket wisata bertujuan untuk menjual segala bentuk kegiatan berwisata kepada wisatawan agar dapat menikmati kegiatan berwisata dalam waktu yang lebih lama di destinasi tersebut. Paket wisata belum dapat dibuat apabila segala potensi terkait dengan daya tarik agrowisata pohon aren belum dikemas dengan baik seperti ketersediaan transportasi, penginapan dan fasilitas penunjang lainnya. Maka, usulan yang dapat dilakukan ialah menyediaan transportasi dan bekerjasama dengan travelagent, penyediaan penginapan dengan desain seperti rumah pohon agar selaras dengan nuansa pedesaan dan perbukitan, dapat menyediakan area camping ground karena desa ini dekat dengan perbukitan, menyediakan olahraga downhill . alapan seped. , menyediakan cafe dengan desain kearifan lokal serta menyediakan galeri penjualan produk-produk olahan pohon aren. Nilai Edukasi Nilai edukasi yang terdapat dalam agrowisata pohon aren ini dapat memberikan pengetahuan bagi wisatawan baik itu dari proses budidaya tanaman pohon aren hingga proses panen. Selain itu, wisatawan akan mendapatkan pengetahuan akan penting menjaga kelestarian lingkungan dalam hal ini yaitu konservasi pohon aren. Fasilitas Edukasi a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Jika dilihat dari segi fasilitas edukasi penunjang agrowisata pohon aren di desa ini dapat dikatakan belum memumpuni. Desa ini memiliki sebuah galeri penjualan produk olahan industri pohon aren serta memiliki sebuah alat pengolahannya namun tidak digunakan secara efisien dikarenakan adanya faktor-faktor penghambat dalam pengoperasiannya salah satunya adalah faktor kurangnya manajemen perencanaan, pengelolaan dan pengembangan yang baik. Maka, usulan yang dapat dilakukan ialah masyarakat dapat menyediakan lahan terpisah untuk melakukan budidaya pohon aren yang maksudnya bibit pohon aren dibudidayakan pada tempat terpisah begitu juga dengan usia pohon aren yang siap untuk dipanen. Selain itu, masyarakat dapat menyediakan alat pengolahan berupa teknologi yang dimaksud adalah penggunaan teknologi tepat guna contohnya mesin cetak otomatis yang digunakan untuk mengkemas gula aren. SDM Pariwisata Sebagian besar masyarakat di desa ini berprofesi sebagai petani dan pelaku industri bahkan jika dipandang dari latar belakang pendidikan tidak ada masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata. Dalam hal ini, agrowisata pohon aren di desa ini dikelola oleh Organisasi Masyarakat Sekitar (OMS) dan BUMDES. Maka, adapun usulan yang dapat dilakukan ialah dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan pemandu wisata . Peranan Masyarakat dalam Pengembangan Agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Dalam sebuah destinasi adanya peranan dari masyarakat merupakan suatu hal yang dapat mendukung keberlanjutan dari destinasi tersebut. Karena, pada dasarnya masyarakat yang ada pada suatu destinasi adalah eksistensi atau tuan rumah yang dapat memberikan dampak pada perubahan baik itu dari segi sosial, budaya dan ekonomi. Selain itu, harapan dari adanya peranan masyarakat dalam sebuah destinasi khusunya destinasi agrowisata diharapkan dapat memberikan segala bentuk kontribusi baik itu berupa ide maupun dalam bentuk jasa dan hasil dari kontribusi peranan masyarakat tersebut diharapkan dapat memberikan segala manfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat di desa ini telah berperan dalam pengembangan agrowisata pohon aren namun peranan dari masyarakat tersebut dapat dikatakan belum maksimal. Adapun bentuk-bentuk dari peranan masyarakat dalam pengembangan agrowisata pohon aren sebagai berikut. Kelembagaan Dari segi kelembagaan dapat dikatakan bahwa desa ini belum memiliki sistem tata kelola yang baik seperti tidak adanya struktur pengorganisasian masyarakat yang sesuai pada Contohnya adalah dengan membentuk POKDARWIS dan meletakkan POKDARWIS sesuai dengan perannya yaitu memberikan kesadaran terhadap masyarakat akan potensi yang dimiliki desa tersebut dan meletakkan BUMDES sesuai dengan perannya yaitu memanajemen keuangan dalam hal ini keuangan yang diperoleh dari agrowisata pohon aren. Respon Masyarakat terhadap Potensi Pohon Aren Respon masyarakat terhadap potensi pohon aren dapat dikatakan cukup baik, hal ini bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang bergerak di bidang petani aren dan banyaknya masyarakat yang bergerak sebagai pelaku industri pohon aren. Selain itu, kepedulian masyarakat terhadap pohon aren sangat tinggi karena masyarakat yang melestarikan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 pohon aren dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang mereka. Selain itu, adapun salah satu dari bentuk kepedulian masyarakat di desa ini terhadap potensi pohon aren yaitu masyarakat seringkali terlibat aktif dalam kegiatan penelitian yang dilakukan oleh akademisi yang sedang melakukan penelitian di desa ini terkait dengan inovasi gula aren. Peran Masyarakat terhadap Pengembangan Agrowisata Masyarakat di desa ini dapat dianggap telah berperan terhadap pengembangan agrowisata pohon aren namun peranan dari masyarakat tersebut belum maksimal sehingga dampak dari pengembangan tersebut belum nampak. Hal ini dikarenakan adanya berbagai macam faktor yang menghambat masyarakat dalam pengembangan agrowisata pohon aren. Dengan alasan tersebut adapun usulan mengenai peranan masyarakat dalam mendukung pengembangan agrowisata pohon aren di desa ini. Adapun usulan tersebut sebagai berikut. Pemandu Wisata Peranan masyarakat sebagai pemandu dalam hal pengembangan agrowisata pohon aren di desa ini ialah masyarakat berperan untuk memberikan penjelasan kepada wisatawan yang datang mengenai karakteristik dari agrowisata pohon aren di desa ini seperti memperlihatkan kegiatan budidaya tanaman pohon aren mulai dari pembibitan hingga proses panen. Selain itu, masyarakat dapat mengarahkan dan menawarkan produk hasil dari olahan industri pohon aren. Paket Wisata Karena desa ini belum mempunyai paket wisata terkait dengan agrowisata pohon Maka, usulan yang dapat dilakukan adalah masyarakat dapat berperan dalam perancangan dan pembuatan paket wisata agrowisata pohon aren. Dalam hal ini, masyarakat juga dapat mencantumkan potensi kuliner khas desa ini untuk dicantumkan dalam paket wisata tersebut. Pengelolaan Keuangan Peranan masyarakat dalam pengelolaan keuangan agrowisata pohon aren ialah masyarakat memanajemen keuangan yang di hasilkan dari agrowisata pohon aren di desa ini baik itu dari segi keuntungan dan sebagai modal. Dalam hal ini, keuntungan yang dimaksud adalah masyarakat membagi sebagian keuntungan diperoleh sebanyak 5% untuk diserahkan ke BUMDES sebagai hasil dari pendapatan desa hal ini menyerupai sebuah tabungan untuk masyarakat. Kemudian, tabungan yang tadinya diserahkan ke desa dapat digunakan kembali untuk melengkapi fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Sedangkan sebagian dari keuntungan lainnya yang diperoleh dari kegiatan agrowisata pohon aren tersebut masyarakat dapat menggunakannya kembali sebagai modal. Kunjungan Wisatawan Agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Kunjungan wisatawan merupakan salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kondisi suatu destinasi bahwa destinasi tersebut dapat dikatakan sebagai destinasi yang gagal, berkembang atau destinasi yang mandiri. Dalam hal ini, kunjungan wisatawan agrowisata pohon aren di desa kekait sebagai berikut. Angka Kunjungan Angka kunjungan wisatawan agrowisata pohon aren di desa kekait jika dilihat dari tiga tahun silam yaitu dimulai pada tahun 2022 hingga tahun 2024 desa ini memiliki berbagai a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 jenis wisatawan diantaranya pelancong, wisatawan nusantara dan wisatawan Kunjungan wisatawan di desa ini dari tahun ke tahun dapat dikatakan sangat sedikit. Hal ini disebabkan karena tidak banyak yang dapat dilakukan oleh wisatawan yang datang untuk berwisata di desa ini. Jika dihitung perminggu wisatawan yang datang berkunjung ke desa ini khususnya agrowisata pohon aren hanya memiliki dua sampai tiga orang saja. Wisatawan Mancanegara Kebanyakan dari wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desa ini khususnya agrowisata pohon aren merupakan wisatawan yang memiliki tujuan wisata dari Kabupaten Lombok Utara menuju ke Kabupaten Lombok Tengah begitu juga sebaliknya. Wisatawan yang datang berkunjung menuju agrowisata pohon aren ini datang berkunjung dengan alasan untuk menikmati hasil olahan dari industri pohon aren seperti tuak manis salah satunya. Wisatawan Nusantara Wisatawan nusantara yang datang berkunjung ke agrowisata pohon aren ini dapat dikatakan sangat jarang. Wisatawan nusantara yang datang berkunjung ke agrowisata pohon aren ini merupakan wisatawan yang ditawarkan langsung oleh pemandu yang ada di desa ini untuk melakukan kegiatan olahraga sepeda. Pemandu di desa ini melakukan hal tersebut sangat jarang kadang-kadang dilakukan dua bulan hanya satu kali dan wisatawan yang dipandu bisa mencapai 10 sampai 15 orang. Selain itu, ada juga wisatawan nusantara yang datang berkunjung ke desa ini untuk kegiatan eksplore menuju ke hutan perbatasan Lombok Barat dengan Lombok Utara karena jalur dari agrowisata pohon aren ini cocok untuk kegiatan hal semacam itu. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh komunitas pencinta alam dan kegiatan ini biasanya dilakukan setiap satu tahun sekali dengan beranggotakan 30 sampai 50 orang. KESIMPULAN Potensi pengembangan agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat sebenarnya memiliki prospek yang sangat bagus untuk dijadikan sebagai industri kreatif mengingat daya dukung dari banyaknya jumlah tanaman pohon aren, banykanya jumlah masyarakat yang bergerak sebagai petani maupun pengusaha UMKM dan adanya sebuah inovasi berupa gula semut. Namun, dari adanya potensi-potensi tersebut masyarakat belum mampu untuk mengembangkan secara maksimal yang disebabkan oleh berbagai hal seperti kurangnya manajemen perencanaan, pengelolaan dan pengembangan. Peranan masyarakat dalam pengembangan agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat sebenarnya memiliki peran besar dalam mengembangkan agrowisata di desanya menjadi industri kreatif hal tersebut dapat diperlihatkan dengan banyaknya masyarakat yang bergerak sebagai petani atau pengusaha UMKM dan banyaknya jumlah produksi produk yang dihasilkan. Namun, adapun hal-hal yang menyebabkan masyarakat tidak dapat berperan sepenuhnya dalam pengembangan agrowisata dikarenakan kurangnya inovasi produk, permodalan keterlibatan pemerintah dan akademisi. SARAN Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah dipaparkan sebelumnya terkait dengan kelemahan-kelemahan dalam hal potensi pengembangan dan peranan masyarakat dalam a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 pengembangan agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat. Maka, adapun saran yang peneliti berikan sebagai berikut. Pelatihan Diperlukannya pelatihan bagi para petani aren dalam hal budidaya pohon aren seperti pembibitan dan tata letak penanaman pohon aren dan diperlukannya pelatihan bagi pengrajin atau pengusaha UMKM dalam hal inovasi produk. Permodalan Kurangnya modal merupakan salah satu kelemahan yang tengah dialami masyarakat untuk dapat mengembangkan agrowisata di desanya menjadi industri kreatif. Maka, perlunya dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah untuk menangani dalam hal Keterlibatan pemerintah dan akademisi Diperlukannya keterlibatan dari dinas pariwisata, dinas pertanian dan akademisi di bidang pariwsata untuk memberikan sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan pemberdayaan terkait dengan pengembangan agrowisata di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat. Diperlukannya peningkatan kesadaran masyarakat melalui pertemuan dengan kelompok-kelompok industri kreatif. DAFTAR PUSTAKA