INFONTIKA: Jurnal Pendidikan Informatika Volume 01 Nomor 01 April 2022 p-ISSN: 2829-1026 e-ISSN: 2829-1018 https://jurnal. id/index. php/Info PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Imanduddin Saitya1,* STKIP Harapan Bima. Indonesia Email: imansaitya@gmail. Abstrak Kemajuan teknologi memberikan manfaat dalam belajar . emperoleh sumber belaja. dan interaksi Pada dunia pendidikan abad 21 ini penguasaan tekhnologi sangat diharuskan karena tekhnologi memberikan kemudahan dalam memperoleh sumber belajar. Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang memanfaatkan aktifitas jasmani . yang memiliki makna bagi anak sehingga dalam pembelajaran yang memberikan proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran yaitu psikomotorik, kognitif, dan afektif. Dalam pembelajaran yang bersifat kognitif atau teoritis guru pendidikan jasmani dapat memanfaatkan media E-Learning dalam proses pembelajaran terkait materi yang akan disampaikan dan siswa mendapatkaan kemudahan belajar dimanapun dan kapanpun yang terpenting terakses dengan jaringan internet. Kata Kunci: E-learning. Pendidikan Jasmani Abstract Advances in technology provide benefits in learning . btaining learning resource. and learning In the world of education in the 21st century, mastery of technology is indispensable because technology provides results in obtaining learning resources. Physical education is education that utilizes physical activity . which has meaning for children so that learning provides proportional and adequate learning domains, namely psychomotor, cognitive, and effective. Learning that is cognitive or theoretical, physical education teachers can take advantage of E-Learning media in the learning process related to the material to be delivered and students get from learning wherever and whenever the most important is accessed by the internet network. Keywords: E-learning. Physical Education PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) yang makin pesat telah membawa perubahan di sektor kehidupan Karenanya penguasaan IPTEK merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan manusia yang Seiring teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan kemajuan teknologi memberikan manfaat dalam belajar . emperoleh sumber belaja. Pada dunia pendidikan sumber belajar memiliki pengaruh yang sangat besar. Sumber belajar pada dasarnya sebuah bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran yang memiliki tujuan untuk mempermudah tujuan dan proses pembelajaran tersebut berlangsung. Sumber belajar dibuat agar dapat mendorong proses pembelajaran lebih efektif dan efisien serta menarik agar pebelajar semangat dalam Sumber belajar dipahami sebagai bahan/materi, pengaturan dan orang dimana pebelajar dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga bertujuan untuk memfasilitasi belajar dan memperbaiki kinerja . anuszeswki dan molenda, 2008:. Sumber belajar dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik, narasumber, lingkungan sekitar dan INFONTIKA: Jurnal Pendidikan Informatika https://jurnal. id/index. php/Info sebagainya yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam proses pembelajaran. Media memiliki pengaruh yang sangat Media merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan informasi atau pesan agar dapat diterima oleh penerima informasi sepenuhnya (Dwiyogo, 2010:. Sedangkan media pembelajaran pada dasarnya adalah sebuah media yang digunakan dalam proses pembelajaran yang memiliki tujuan untuk mempermudah tujuan dan proses pembelajaran tersebut berlangsung. Media pembelajaran berkembang dari waktu kewaktu seiring dengan perkembangan Media pembelajaran adalah media, alat, atau teknik yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komuniksi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna (Latuheru, 1988:. Arsyad media pembelajaran menjadi empat kelompok, yaitu media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio visual, media hasil teknologi komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi melalui media internet, maka munculah inovasi baru dalam pembelajaran berbasis komputer. Inovasi tersebut sekarang dikenal dengan E-Learning. Istilah E-Learning merupakan gabungan dari dua kata yaitu E yang merupakan singkatan dari Electronic (Elektroni. dan Learning (Belaja. Jadi Elearning adalah Belajar dengan menggunakan bantuan alat Elektronik. Lebih jelasnya Elearning adalah suatu proses belajar mengajar antara pengajar dengan muridnya tanpa harus bertatap muka satu sama lain. Hal itu dikarenakan bantuan alat elektronik yang terkoneksi dengan Internet sehingga siswa dapat belajar di manapun dan kapanpun tanpa harus datang ke kampus atau ke sekolah. Elearning atau proses pembelajaran dengan Volume 01 Nomor 01 April 2022 p-ISSN: 2829-1026 e-ISSN: 2829-1018 media elektronik terutama internet, saat ini dianggap dapat menjadi solusi pendidikan bagi siswa yang tidak dapat hadir secara fisik ke setiap perkuliahan atau pembelajaran. Namun siswa tersebut mempunyai niat untuk melakukan pembelajaran dengan baik agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih Media pembelajaran seperti ini sangat penting dalam pendidikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan dapat mendorong proses pembelajaran lebih efektif dan efisien serta menarik agar pemebelajar semangat dalam belajar dan tidak menoton dalam pembelajaran serta memberikan kemudahan dalam memperoleh sumber belajar sehingga belajar itu bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh sebab itu media pendidikan, salah satunya yaitu Pendidikan Jasmani HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian E-Learning E-learning merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatan teknologi informasi dan E learning mempunyai ciri-ciri, antara lain (Clark & Mayer 2008: . : . memiliki konten yang relevan dengan tujuan . menggunakan metode instruksional, misalnya penyajian contoh dan latihan untuk meningkatkan pembelajaran. menggunakan elemen-elemen media seperti kata-kata dan gambar-gambar untuk menyampaikan materi pembelajaran. memungkinkan pembelajaran langsung berpusat pada pengajar . ynchronous e-learnin. atau di . synchronous e-learnin. membangun pemahaman dan keterampilan yang terkait dengan tujuan pembelajaran baik secara perseorangan atau meningkatkan kinerja pembelajaran kelompok. Sedangkan menurut INFONTIKA: Jurnal Pendidikan Informatika https://jurnal. id/index. php/Info (Munir, 2009: . E-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk dunia maya. Istilah elearning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses pembelajaran yang ada di sekolah atau perguruan tinggi ke dalam bentuk digital yang dijembatani teknologi internet. Berdasarkan pengertian menurut para ahli tersebut, e-learning adalah salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan kecanggihan elektronik yang dapat digunakan dengan jarak jauh oleh penggunanya. Perancangan Pembelajaran E-Learning Menurut Daniswara . , dalam proses pembelajaran konten memegang peranan penting karena langsung berhubungan dengan proses pembelajaran peserta . Konten merupakan obyek pembelajaran yang menjadi salah satu parameter keberhasilan elearning melalui jenis, isi dan bobot konten. Sistem e-learning harus dapat: . Menyediakan konten yang bersifat teacher-centered yaitu konten instruksional yang bersifat prosedural, deklaratif serta terdefinisi dengan baik dan . Menyediakan konten yang bersifat learner-centered yaitu konten yang menyajikan hasil . dari instruk-sional yang terfokus pada pengembangan kreatifitas dan ke-mandirian. Menyediakan contoh kerja . ork exampl. pada material konten untuk mempermudah pemahaman dan memberikan kesempatan untuk berlatih. Menambahkan konten berupa games edukatif sebagai media berlatih alat bantu pembuatan pertanyaan. Beberapa prinsip membuat situs pembelajaran atau website elearning menurut Munir . 9: . antara lain: . Merumuskan tujuan pembelajaran. Mengenalkan materi . Memberikan bantuan dan kemudahan bagi pembelajar untuk mempelajari Volume 01 Nomor 01 April 2022 p-ISSN: 2829-1026 e-ISSN: 2829-1018 materi pembelajaran. Memberikan bantuan dan kemudahan bagi pembelajar untuk mengerjakan tugas-tugas dengan perintah dan arahan yang jelas. Materi pembelajaran yang disampaikan sesuai standar yang berlaku secara Materi pembelajaran disampaikan dengan sistematis dan mampu memberikan moti-vasi belajar, serta pada bagian akhir setiap materi pembelajaran dibuat rangkumannya. Materi pembelajaran disampaikan sesuai dengan kenyataan, sehingga mudah di-pahami, diserap, dan dipraktekkan lang-sung oleh pembelajar. Metode penjelasannya efektif, jelas, dan mudah dipahami oleh pembelajar dengan disertai ilustrasi, contoh dan demonstrasi. Sebagai alat untuk mengetahui keber-hasilan pembelajaran, maka dapat dilakukan evaluasi dan meminta umpan balik . dari Kelebihan Dan Kekurangan E-Learning Eo Kelebihan . Tersedianya e-moderating, dimana pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas tersebut kapan sajakegiatan dibatasi oleh jarak, tempatdan waktu. Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar ataupetunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet,sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan . Peserta didik dapat belajar tentangbahan ajar setiap saat dan di manasaja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer. Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang berkaitandengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internetsecara lebih mudah. INFONTIKA: Jurnal Pendidikan Informatika . Baik pendidik maupun peserta didik dapat melakukan diskusi melaluiinternet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak,sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih . Berubahnya peran peserta didik dari yang biasanya pasif menjadi aktif. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari sekolah. Eo Kekurangan: Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itusendiri. Kurangnya memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar. Kecenderungan mengabaikan aspek dansebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial. Volume 01 Nomor 01 April 2022 p-ISSN: 2829-1026 e-ISSN: 2829-1018 yang tepat agar memiliki makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domaindomain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif. Menurut Widijoto . AuPendidikan jasmani adalah aktivitas psikomotorik yang dilaksanakan atas dasar pengetahuan . , dan pada saat melaksanakannya akan terjadi perilaku pribadi yang terkait dengan sikap atau afektif serta perilaku sosialAy. Jadi pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang memanfaatkan aktifitas jasmani . yang memiliki makna bagi anak sehingga dalam pembelajaran yang memberikan proporsional dan memadai pada domaindomain pembelajaran, yaitu psikomotorik, kognitif, dan afektif. Dalam pelaksanaannya atas dasar pengetahuan . Pendidikan Jasmani Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) . menjelaskan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Dauer Pangrazi . mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara Tahapan Belajar Gerak Ada tiga tahapan belajar yang harus dilalui oleh siswa untuk dapat mencapai tingkat keterampilan yang sempurna . Tiga tahapan belajar gerak ini harus dilakukan secara berurutan. Ketiga tahapan itu adalah tahap kognisi, afeksi, otomatisasi. Jadi sebelum gerakan itu otomatisasi harus dimulai dengan 2 tahap sebelumnya. Tahap Kognisi adalah menerima informasi, jadi individu masih memikirkan gerakan yang akan dilakukan. Sebagai seorang guru pada tahap ini yang harus dilakukan adalah memberikan informasi untuk menananmkan konsep-konsep tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa. setelah siswa memperoleh informasi tentang cara melakukan aktivitas gerak yang akan dipelajari diharapkan di dalam benak siswa telah terbentuk motorplan, yaitu keterampilan intelektual dalam merencanakan cara melakukan keterampilan Tahap Asosiasi adalah tahap untuk mencoba gerakan. Jadi seorang individu pada https://jurnal. id/index. php/Info INFONTIKA: Jurnal Pendidikan Informatika https://jurnal. id/index. php/Info tahap ini individu sudah mulai mencoba melakukan gerakan yang dipelajarai pada tahap Tahap ini juga sering disebut sebagai tahap latihan. Pada tahap latihan ini siswa diharapkan mampu mempraktekkan apa yang hendak dikuasai dengan cara mengulang-ulang sesuai dengan karakteristik gerak yang Tahap Otomatisasi adalah tahap dimana individu sudah dapat melakukan aktivitas secara terampil, karena individu telah memasuki tahap gerakan otomatis, artinya siswa dapat merespon secara cepat dan tepat gerakan yang individu pelajari. Dari penjelasannya di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sebelum ketahapan otomatisasi harus melaui dulu tahap kognisi dan asosiasi setelah itu gerakan dapat dilakukan dengan sempurna. Dalam pembelajaran yang bersifat kognitif atau teoritis guru dapat memanfaatkan media E-Learning dalam proses pembelajaran terkait materi yang akan disampaikan dan siswa mendapatkaan kemudahan belajar dimanapun dan kapanpun . obile Learnin. Sage . dalam bukunya the future of phisycal education mengatakan bahwa pendidikan jasmani meliputi pembahasan keterampilan, karakter, dan menyenangkan. Oleh karenanya diperlukan pemanfaatan multimedia interaktif pada pendidikan jasmani olahraga dalam hal ini multimedia interaktif dapat digunakan siswa untuk belajar mandiri, dapat diulang sampai siswa mengerti yang multimedia yang baik akan dapat memotivasi siswa untuk belajar, dapat mengukur kemampuan pengetahuan siswa pada materi Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan dengan adanya soal evaluasi, pengguna mempunyai keleluasaan untuk mengontrol Volume 01 Nomor 01 April 2022 p-ISSN: 2829-1026 e-ISSN: 2829-1018 KESIMPULAN E-learning merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta memudahkan bagi para penggunanya dalam hal pembelajaran, karena dapat digunakan dengan jarak jauh tanpa harus bertatap muka dengan guru atau teman sebaya. Hal ini dapat membiasakan siswa untuk belajar secara mandiri dan efektif. DAFTAR PUSTAKA