Journal of Practice Learning and Educational Development https://digitalpress. gaes-edu. com/index. php/jpled E-ISSN: 2809-1205 Vol 3. No. DOI: 10. 58737/jpled. Submitted: 10-04-2023 Revised: 28-04-2023 Accepted: 26-05-2023 Persepsi Siswa tentang Kompetensi Sosial Guru Endi Apriansyah1. Jasrial2 Departemen Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang1,2 *E-mail: Apriansyah08102410@gmail. Abstract Penelitian ini dilatarbelakangi dari kurangnya kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan seberapa mampu kompetensi sosial guru, yaitu meliputi : . Kemampuan, . Kemampuan bergaul secara efektif, . Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, . Kemampuan bekerjasa dengan peserta didik, . Bersikap simpatik. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dan XII SMK Negeri 2 Padang yang berjumlah 1079 orang dan besar sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10% dengan teknik Simple Random Sampling sebanyak 97 orang siswa. Instrumen penelitian angket model skala Likert dengan lima alternatif jawaban yaitu selalu (SL), sering (SR), jarang (JR), kadang-kadang (KD), tidak pernah (TP). Angket penelitian telah diuji validitas dan reabilitasnya, selanjutnya data diolah dengan ma rumus rata-rata . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : . Kompetensi sosial guru dalam berkomunikasi di SMK Negeri 2 Padang mampu dilaksanakan oleh guru dengan skor rata-rata 4,00. Kompetensi sosial guru dalam bergaul secara efektif di SMK Negeri 2 Padang mampu dilaksanakan oleh guru dengan skor rata-rata 4,05. Kompetensi sosial guru dalam beradaptasi dengan lingkungan mampu dilaksanakan oleh guru dengan skor rata-rata 3,96. Kompetensi sosial guru dalam bekerjasama dengan peserta didik di SMK Negeri 2 Padang mampu dilkaksanakan oleh guru dengan skor rata-rata 3,95. Kompetensi sosial guru dalam bersikap simpatik di SMK Negeri 2 Padang mampu dilaksanakan oleh guru denga skor rata-rata 4,04. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang mampu dilaksanakan oleh guru dengan rata-rata keseluruhan 4,00. Keywords: persepsi siswa, kompetensi sosial guru Pendahuluan Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan manusia dapat mengembangkan kemampuannya dalam segala hal yang akan dilakukannya, mampu membedakan baik dan buruknya sesuatu, dapat merancang masa depan yang diinginkannya. Untuk itu pendidikan perlu ditingkatkan agar kehidupan manusia pun lebih sejahtera dan terjamin. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun . ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah guru. Tanpa adanya guru, maka proses pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan harapan. Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan pendidikan. Peran guru dalam pendidikan tidak hanya untuk mengajar, akan tetapi untuk mendidik dan membimbing peserta didiknya agar dapat sukses dalam menjalankan kehidupannya dan berguna bagi dirinya, bangsa, dan negara. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun . guru ialah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi guru pada perguruan tinggi. Guru yang profesional akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik apabila memiliki kompetensi sebagai guru. Kompetensi ini adalah suatu kemampuan atau keterampilan yang harus dimiliki seorang guru dalam mengajar dan mendidik peserta didiknya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Menurut Marhento . kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki guru dalam melaksanakan kegiatan belajar dan hubungannya dengan peserta didik dan dalam menyusun proses belajar mengajar. Menurut Uzer Usman dalam Febriana . yang dimaksud dengan kompetensi ialah sesuatu yang menggambarkan tentang kemampuan kualitatif atau kuantitatif seseorang. Musfah . menyatakan bahwa kompetensi guru ialah perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual yang secara kafah membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi, dan profesionalitas. Berdasarkan pendapat para ahli di atas menurut penulis bahwa kompetensi sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru. Pada dasarnya ada beberapa kompetensi yang harus dikuasai seorang guru yakni : . kompetensi kepribadian . kompetensi professional . kompetensi pedagogik . kompetensi sosial. Salah satu kompetensi yang menjadi perhatian adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial adalah salah suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. Kompetensi sosial berkaitan dengan kompetensi yang dimiliki guru dalam berkomunikasi dengan siswa dan lingkungannya. Menurut Langeveld dalam Saudagar & Idrus . berpendapat bahwa guru haruslah mempunyai kompetensi sosial karena seorang guru merupakan agen pembalajaran. Menurut Saondi & Suherman . kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif, berinteraksi dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Menurut Sagala . kompetensi sosial merupakan kompetensi yang terkait dengan kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi serta bersosialisasi dengan manusia lain. Berdasarkan pendapat para ahli di atas menurut penulis bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan dalam berkomunikasi, bergaul, sikap simpatik, dan memahami lingkungan masyarakat. Jadi kompetensi sangat penting dan harus dimiliki oleh seorang guru karena guru merupakan bagian dari elemen masyarakat, masyarakat itu sendiri adalah konsumen pendidikan sehingga guru maupun sekolah harus dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif dengan masyarakat. Jika tidak maka sekolah maupun guru yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik cenderung ditinggalkan. Menurut beberapa siswa di SMK Negeri 2 Padang, kompetensi sosial guru sangatlah penting dan harus dimiliki oleh seorang guru karena dengan adanya kompetensi sosial ini membantu guru dalam menjalankan interaksinya dengan siswa dalam pembelajaran maupun diluar pembelajaran serta untuk menumbuhkan kedekatan dengan siswa. Sehingga guru perlu memiliki kemampuan sosial yang baik dengan siswa maupun masyarakat sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh informasi terkait persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang ditinjau dari aspek kemampuan berkomunikasi, bergaul secara efektif, beradaptasi dengan lingkungan, bekerjasama, dan bersikap Adapun pertanyaan yang peneliti ajukan adalah Seberapa baik persepsi guru siswa tentang kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang yang dilihat dari kemampuan berkomunikasi, bergaul secara efektif, beradaptasi dengan lingkungan, bekerjasama dengan peserta didik, dan bersikap simpatik guru di SMK Negeri 2 Padang. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2 Padang dengan populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang berjumlah 1107 orang. Sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan cara melakukan perhitungan ukuran sampel didasarkan atas kesalahan 10% dan kepercayaan 90% terhadap populasi, selanjutnya teknik menentukan ukuran sampel menggunakan teknik Simple Proportional Random Sampling yaitu salah satu teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak sehingga diperoleh sampel sebanyak 97 siswa. Instrumen penelitian berupa angket yang telah teruji validitas dan reliabilitas dibantu dengan program SPSS 21. 0 yang dilakukan pada 20 orang Uji validitas instrumen penelitian ini menggunakan korelasi product moment dengan taraf signifikan 5% . sehingga memperoleh hasil 77 item pertanyaan valid. Uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha mendapatkan r hitung 0,966 lebih besar dari r tabel 0,444 dan dinyatakan instrumen reliabel. Kriteria alternatif jawaban pada data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan model Skala Likert yang terdiri dari 5 . alternatif, masing-masing alternatif diberi skor yaitu selalu (SL) 5, sering (SR) 4, kadang-kadang (KD) 3, jarang (JR) 2, tidak pernah (TP) 1. Teknik analisis data dengan melakukan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan rumus ratarata (Mea. yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil pengolahan data mengenai persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang. Pada penelitian ini ditinjau dari aspek kemampuan berkomunikasi, bergaul secara efektif, beradaptasi dengan lingkungan, bekerjasama, dan bersikap simpatik. Berdasarkan hasil yang peneliti lakukan untuk mendapatkan informasi terkait persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang dapat dilihat berdasarkan tabel 1 berikut ini: Table 1. Rekapitulasi Hasil Penelitian Persepsi Siswa tentang Kompetensi Sosial Guru di SMK Negeri 2 Padang Indikator Skor Ratarata Kategori Kemampuan Berkomunikasi 4,00 Mampu Bergaul secara Efektif 4,05 Mampu Beradaptasi dengan lingkungan 3,96 Mampu Bekerjasama dengan peserta didik 3,95 Mampu Bersikap Simpatik 4,04 Mampu Rata-rata 4,00 Mampu Pada indikator pertama yaitu kemampuan berkomunikasi dengan skor 4,00 berada pada kategori mampu. Pada indikator ini penulis menggunakan 16 butir item. Item dengan skor ratarata tertinggi yaitu 4,42 yaitu itemnya berbunyi AuGuru memotivasi siswa dalam kegiatan belajarAy dan skor rata-rata paling rendah adalah 3,58 yang itemnya berbunyi AuGuru berkomunikasi dengan ramah dalam kegiatan belajarAy. Pada indikator ke dua yaitu bergaul secara efektif dengan skor rata-rata 4,05 berada pada kategori mampu. Pada indikator ini penulis menggunakan 15 butir item. Item dengan skor ratarata tertinggi yaitu 4,29 yaitu itemnya berbunyi AuGuru mampu membangun hubungan saling menghormati dengan siswaAy dan skor rata-rata paling rendah adalah 3,55 yang itemnya berbunyi AuGuru bersikap adil kepada semua siswa dalam kegiatan mengajarAy. Pada indikator ketiga yaitu beradaptasi dengan lingkungan dengan rata-rata 3,96 dengan kategori mampu. Pada indikator ini penulis menggunakan 17 butir item. Item dengan skor ratarata tertinggi yaitu 4,24 yaitu itemnya berbunyi AuGuru berusaha memahami aturan yang berlaku di sekolahAy dan skor rata-rata paling rendah adalah 3,52 yang itemnya berbunyi AuGuru menjalin keakraban dengan seluruh personil sekolahAy. Pada indikator ke empat yaitu bekerjasama dengan skor 3,95 berada pada kategori Pada indikator ini penulis menggunakan 14 butir item. Item dengan skor rata-rata tertinggi yaitu 4,26 yaitu itemnya berbunyi AuGuru mengajak siswa bergotong royong menjaga kebersihan sekolahAy dan skor rata-rata paling rendah adalah 3,46 yang itemnya berbunyi AuGuru menghargai setiap kontribusi siswa dalam diskusi belajarAy. Pada indikator ke lima yaitu bersikap simpatik dengan skor 4,04 berada pada kategori Pada indikator ini penulis menggunakan 15 butir item. Item dengan skor rata-rata tertinggi yaitu 4,30 yaitu itemnya berbunyi AuGuru memiliki rasa kepedulian terhadap siswaAy dan skor rata-rata paling rendah adalah 3,56 yang itemnya berbunyi AuGuru merasa khawatir jika ada siswa yang sakit di dalam kelasAy. Pembahasan Persepsi Siswa tentang Kompetensi Sosial Guru yang Berdasarkan kemampuan berkomunikasi di SMK Negeri 2 Padang. Berdasarkan hasil menyatakan bahwa penelitian mengenai persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru berdasarkan kemampuan berkomunikasi di SMK Negeri 2 Padang yaitu kemampuan berkomunikasi menunjukan hasil mampu. namun perlu ditingkatkan lagi pada item terendah yaitu guru berkomunikasi dengan ramah dalam kegiatan belajar Upaya yang dapat dilakukan untuk dapat miningkatkan komunikasi guru terutama dalam bersikap ramah saat berkomunikasi dengan siswa, guru dapat membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan lebih ramah lagi kepada peserta didik dan tidak membawa masalah pribadi yang akan mempengaruhi proses pembelajaran disekolah. Menurut Widjaja . komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain. Dalam menyampaikan informasi, guru yang berkomunikasi dengan ramah dan hangat akan mudah di senangi oleh peserta didik dan mempermudah siswa dalam menerima informasi yang disampaikan oleh guru. Persepsi Siswa Kompetensi Sosial Guru yang Berdasarkan kemampuan bergaul secara efektif di SMK Negeri 2 Padang. Berdasarkan hasil menyatakan bahwa penelitian mengenai persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru berdasarkan kemampuan bergaul secara efektif di SMK Negeri 2 Padang yaitu menunjukan hasil mampu. Namun perlu ditingkatkan lagi pada item terendah yaitu guru bersikap adil kepada semua siswa dalam kegiatan mengajar upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah guru lebih bersikap adil kepada semua siswa tanpa tanpa membedakan siswa karena bersikap adil akan membuat siswa lebih nyaman dalam belajar. Hal ini sejalan dengan dengan pendapat Putri et al. yang mengatakan bahwa seorang guru yang berkompetensi sosial tidak bersikap deskriminatif terhada peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. Janawi dalam Bihim et al. juga berpendapat bahwa guru bersikap obyektif yang berarti guru sebagai figur sentral dalam proses pembelajaran haruslah memperlakukan peserta didik secara proporsional dan tidak memilih, memilah dan berlaku tidak adil terhadap peserta didik. Setiap peserta didik berhak mendapatkan keadilan dan guru memiliki kewajiban untuk dapat bersikap adil kepada peserta didik tanpa membedakan antar peserta didik. Persepsi Siswa Kompetensi Sosial Guru yang Berdasarkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di SMK Negeri 2 Padang. Berdasarkan hasil menyatakan bahwa penelitian mengenai persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru berdasarkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di SMK Negeri 2 Padang yaitu menunjukan hasil mampu. Namun perlu ditingkatkan lagi pada item terendah yaitu guru menjalin keakraban dengan seluruh personil sekolah. Upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini guru lebih bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah dan menjalin hubungan keakaraban dengan seluruh personil sekolah dengan ikut dalam kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Hal ini dikatakan Rahadian . bahwa guru bukan hanya mendidik para peserta didik disekolah, melainkan juga sebagai guru bagi masyarakat karena guru memiliki peran dalam berbagai kegiatan masyarakat. Seperti pendapat tersebut, guru menjadi contoh bagi masyarakat dalam melakukan atau bertindak. Oleh karen itu guru dituntut untuk dapat menjaga prilaku dan menjalin keakraban dalam kehidupan Pada kode etik guru Indonesia dalam Rahadian . guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolah maupun dengan masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan. Persepsi Siswa Kompetensi Sosial Guru yang Berdasarkan kemampuan bekerjasama dengan peserta didik di SMK Negeri 2 Padang. Berdasarkan hasil menyatakan bahwa penelitian mengenai persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru berdasarkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di SMK Negeri 2 Padang yaitu menunjukan hasil mampu. Namun perlu ditingkatkan lagi pada item terendah yaitu guru menghargai setiap kontribusi siswa dalam diskusi belajar upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah guru harus lebih bisa menghargai kontribusi siswa dengan memberikan reward kepada siswa agar semangat belajar dari siswa itu meningkat. Hal ini didukung oleh pendapat Seperti yang dikatan Johnson . kerjasama adalah dapat menghilangkan hambatan mental akibat terbatasnya pengalaman dan cara pandang yang sempit, sehingga akan mungkin untuk menemukan kekuatan dan kelemahan diri, belajar menghargai orang lain, mendengarkan dengan pikiran terbuka, dan membangun persetujuan bersama. Bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan dapat membuat sebuah masalah menjadi tantangan yang harus dipecahkan secara bersama. Persepsi Siswa Kompetensi Sosial Guru yang Berdasarkan bersikap simpatik di SMK Negeri 2 Padang. Berdasarkan hasil menyatakan bahwa penelitian mengenai persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru berdasarkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di SMK Negeri 2 Padang yaitu menunjukan hasil mampu. Namun perlu ditingkatkan lagi pada item terendah yaitu guru merasa khawatir jika ada siswa yang sakit di dalam kelas upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah guru harus lebih bisa peduli terahadap keadaan siswa agar siswa merasakan kenyamanan dan diperhatikan oleh guru di dalam kelas. Hal ini didukung oleh pendapat Eisenberg dalam Saudagar & Idrus . menyatakakan bahwa simpati adalah serangkaian proses interaksi sosial yang timbul dari adanya kejadian tertentu sehingga memunculkan respons terhadap perasaan yang dirasakan oleh individu lain yang sedang menderita serta memerlukan bantuan. Adakalanya disaat mendidik seorang guru hanya menggunakan simpati yang mana akan merasa kasihan bila peserta didiknya tidak memahami materi yang diajarkan. Namun kalau lebih dari sekedar kasihan maka guru yang simpatik akan merasa tergugah. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian serta penelitian mengenai persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang dapat disimpulkan secara keseluruhan berada pada kategori mampu dengan skor rata-rata 4,00. Dari masing-masing indikator yaitu kemampuan berkomunikasi, bergaul secara efektif, beradaptasi dengan limgkungan, bekerjasama, bersikap simpatik sudah pada kategori Untuk itu persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang sangat perlu untuk dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru di SMK Negeri 2 Padang dapat meningkatkan hubungan sosial guru dengan siswa, sesama guru dan, personil sekolah, sehingga tujuan dari proses pembelajaran dan pendidikan tercapai. Daftar Pustaka