JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 POLA ASUH KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA POLRI Esti Nurwita Susanti1. Ansori AL-B2. Novi Widiastuti 1,2,3 Program Studi Pendidikan Masyarakat IKIP Siliwangi. Cimahi-Jawa Barat-Indonesia estinurwita06@gmail. com, 2ansorylb@ikipsiliwangi. id, noviw9@gmail. Received: Agustus, 2022 Accepted: September, 2024 Abstract Family parenting on the social emotional development of children in the Polri family environment, the purpose of this study is to find out how the parenting pattern in the Polri family environment and to find out whether family parenting has an impact on children's social relationships outside the dormitory. accordance with the objectives that have been formulated, the population in this study is 10 Polri families who live in the West Java Police SPN dormitory. The author took samples using purposive sampling, amounting to 6 families. The data collection instruments of this research were in the form of observation, interviews and documentation. In analyzing the data using a qualitative descriptive The results of the research on parenting patterns on the social emotional development of children in the Polri family are 64. 96%, so it is categorized in the Good Parenting Pattern in the Police Family. The parenting style applied in the police family is the Democratic Parenting Pattern. The impact of Parenting on children's social relations outside the dormitory which is dominantly carried out by children of Polri families is that they are dominant in being polite to their elders, giving smiles to friends who greet, and greeting each other when they meet each other. From this categorization, it shows that the impact of family parenting on children's socio-emotional social development is included in the Good Keywords: Parenting. Family Abstrak Pola asuh keluarga terhadap perkembangan social emosional anak di lingkungan keluarga Polri, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh dalam lingkungan keluarga Polri dan untuk mengetahui apakah pola asuh keluarga berdampak terhadap hubungan sosial anak di luar Sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 10 keluarga Polri yang tinggal di asrama SPN Polda Jawa Barat. Penulis mengambil sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 6 KK. Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Adapun hasil penelitian pola asuh orangtua terhadap perkembangan social emosional anak di lingkungan keluarga Polri sebesar 64,96% maka dikategorikan dalam Pola Pengasuhan Anak dalam Keluarga Polri Baik. Pola asuh yang diterapkan dalam keluarga polri adalah Pola Asuh Demokratis. Dampak Pola Asuh terhadap hubungan sosial anak di luar asrama yang dominan dilakukan oleh anak keluarga Polri adalah mereka dominan bersikap sopan kepada yang lebih tua, memberi senyuman kepada teman yang menyapa, dan saling bertegur sapa ketika saling bertemu. Dari pengkategorian tersebut menunjukkan bahwa Dampak Pola Asuh Keluarga terhadap perkembangan Sosial social emosional anak termasuk dalam kategori Baik. Kata Kunci: Pola Asuh. Keluarga How to Cite: Susanti. Ansori & Widiastuti. Pola Asuh Keluarga Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Di Lingkungan Keluarga Polri. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 308-312 Volume 7. No. September 2024 pp 308-312 PENDAHULUAN Manusia pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan kecil di mana awal mulanya proses sosialisasi dilakukan serta perkenalan kehidupan awal anak. Friedman . , mengatakan bahwa Keluarga adalah dua orang atau lebih yang bergabung karena ikatan tertentu untuk berbagi pengalaman dan pendekatan emosional serta mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga. Lingkungan pertama dalam keadaan normal yang berhubungan dengan anak adalah Melalui lingkungan, anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup setiap harinya. Melalui lingkungan pula proses sosialisasi awal pada anak terjadi. Orangtua mendidik anak supaya anak memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik, melalui penanaman disiplin dan kebebasan. Orangtua dalam mengasuh anak tergantung dari bagaimana aturan dalam keluarga mereka itu Pola asuh adalah upaya pemeliharaan seorang anak yaitu bagaimana orangtua memperlakukan, mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak. Anakanak yang dibimbing dengan aturan-aturan yang longgar ternyata menjadi orang yang berhasil dan cemerlang, yakinlah bahwa orangtua anak-anak tersebut memiliki gambaran yang jelas dari bagaimana caranya mereka menginginkan anaknya bertingkah laku. Tapi mereka juga akan segera mengembalikan anak-anaknya kembali ke jalan yang benar jika mereka melangkah di garis yang salah. Menurut Riana Mashar . perkembangan emosional yaitu kemampuan untuk mengendalikan, mengolah, dan mengontrol emosi agar mampu merespon secara positif setiap kondisi yang merangsang munculnya emosi-emosi ini. Dalam sebuah penelitian sosial emosional anak dalam buku perkembangan anak Jhon W Santrock menyatakan bahwa kompetensi sosial anak juga berhubungan dengan kehidupan emosional orang tuanya (Fitnes dan Duffiel. contohnya menemukan bahwa orang tua yang mengespresikan emosi yang positif mempunyai kompetensi sosial tinggi, melalui interaksi dengan orang tua anak belajar untuk mengekspresikan emosinya secara wajar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polr. adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolr. Keluarga Polri adalah sebuah unit yang dapat terdiri dari suami, isteri dan Dengan baik suami atau isteri yang sebagai tamtama militer utama. Mereka merasa bahwa mereka memiiki tugas untuk dilakukan jauh dari rumah yang penting mereka dan seluruh keluarga mereka harus mendukung dan mengurus hal-hal yang sementara anggota keluarga sedang pergi bertugas. Keluarga Polri sangat identik dengan kedisiplinan dan solidaritas yang Kajian Pustaka Pola Asuh adalah suatu penerapan dalam membantu anak untuk mengembangkan disiplin diri dalam kehidupan sehari-hari, di mana seorang anak akan berada pada lingkungan fisik, lingkungan sosial internal dan eksternal, untuk itu diperlukan kualitas pengamatan yang tajam dan mendalam sehingga melahirkan suatu analisis yang diharapkan mengenai situasi dan kondisi yang memungkinkan anak memiliki dasar-dasar disiplin diri dan mengembangkannya dalam keluarga dan lingkungannya (Scochib, 2. Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang saling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan perempuan 310 Susanti. Ansori & Widiastuti. Pola Asuh Keluarga Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Di Lingkungan Keluarga Polri (Abu Ahmadi, 2. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak yang belum dewasa. Satuan ini mempunyai sifatsifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia Pelatihan adalah manajemen pendidikan dan pelatihan secara menyeluruh mencakup fungsi yang terkandung di dalamnya, yakni perencanaan, pengaturan, pengendalian dan penilaian kegiatan umum maupun latihan keahlian, suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi oleh karna itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit ataupun METODE Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, metode ini dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang, berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya. Subjek dan Lokasi Penelitian Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 10 KK di SPN Polda Jawa Barat, dan diambil sample sebanyak 6 KK. Lokasi penelitian dilaksanakan di asrama SPN Polda Jawa Barat. Instrumen Penelitian Dalam pengumpulan data, peneliti menjadi instrumen utama penelitian atau merupakan alat pengumpul data utama, karena peneliti yang melakukan segala sesuatunya dari seluruh proses penelitian baik dalam perencanaan, melaksanakan pengumpulan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitiannya. Prosedur Penelitian Prosedur dalam penelitian ini adalah langkah-langkah yang akan peneliti ambil dalam melakukan penelitian, yaitu data deskriptif yang akan peneliti ungkapakan diantaranya: memecahkan masalah tentang pola asuh keluarga terhadap perkembangan social emosional anak di lingkungan keluarga Polri SPN Polda Jawa Barat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil dari pengolahan data dan hasil wawancara di dapati bahwa pola asuh keluarga berpengaruh terhadap kemampuan emosional anak Dalam perkembangan anak usia dini pola asuh orang tua juga harus dilihat dari beberapa faktor seperti yang di kemukakan yaitu anak akan berkembang baik atau tidak dalam sosial emosinya itu bisa dilihat dari Pendidikan orang tua, serta usia. Perkembangan sosial yang dimiliki oleh anak juga sangat berpengaruh terhadap proses penerimaan perilaku dari lingkungan sekitarnya terutama dari orangtua begitu juga dari lingkungan masyarakat, bahwa perkembangan sosial anak sanagat berpengauh pada pola asuh dari keluarga ataupun dari lingkungan sosialnya. dikarenakan, awal perkembangan sosial pada anak tumbuh dari hubungan antara orangtua dengan anak atau pengasuh dirumah ataudari anggota keluarganya. Volume 7. No. September 2024 pp 308-312 Pembahasan Pola asuh orang tua yang sesuai dengan sikap tanggung jawab adalah bentuk pola asuh yang demokratis (Widiastuti & Elshap, 2. sebagaimana di jelaskan bahwa pola asuh yang demokratis akan menghasilkan anak yang memiliki keterampilan sosial yang positif dan penuh penerimaan, memperhatikan,serta peka terhadap lingkungan sekitarnya. sosial emosi anak juga berpengaruh terhadap kehidupan dimasa depannya. Perkembangan sosial pada anak yaitu berupa perilaku yang dapat menyesuaikan diri dengan Sebagai proses untuk belajar terhadap norma, dan sikap tanggung jawab pada anak (Yahro, 2009 dalam Nurmalitasari, 2. Pada tahap perkembangannya, kemampuan bersosialisasi pada anak usia dini dimulai dari hubungan anak dengan orang tua atau pengngaasuh dirumah terutama dari anggota keluarganya. Perkembangan sosial yang mempengaruhi tersebut yaitu dari keutuhan keluarga, sertakebiasaan orangtua. Selain itu. Anak akan mulai bermain bersama orang lain seperti keluar bersama kelurganya dan yang mempengaruhi perkembangan sosial tersebut seperti pengalaman sosial anak. Tumbuh kembang anak juga turut mempengaruhi sosial emosi anak dengan ciri- cirinya yaitu dimulai dari kelahiran sampai usia tiga tahun disini anak dapat bereaksi terhadap orang lainpada usia balita anak menjadi lebih sadar akan diri sendiri, selanjutnya ketika usia lima- enam tahun dapat menyatakan gagasan yang kaku tentang peran perbedaan jenis kelamin dan pada usia tujuh- delapan tahun (Mayar, 2. KESIMPULAN Pola asuh orang tua diapresiasi anak sebagai undangan, bantuan, bimbingan, dan dorongan untuk membentuknya mengembangkan diri sebagai pribadi yang berkarakter adalah orang tua yang mampu memancarkan kewibawaan pada anak. Orang tua yang mampu berbuat demikian senantiasa menampilkan perilaku yang konsisten antara bahasa lisan dan perbuatannya, menerima anak apa adanya, dan menghargai yang dimiliki serta dilakukan anak. Orang tua yang menerima anak apa adanya dapat dikatakan melakukan upaya untuk membantu anak memiliki karakter positif dengan menyadarkan upayanya berdasarkan kata hati yang bererilaku sekaligus secara bersama-sama antara dirinya dengan anak yang menampilkan karakter positif. DAFTAR PUSTAKA