PEMBUATAN GAME EDUKASI SENI BUDAYA TEBAK NAMA TARIAN TRADISIONAL BAGI ANAK (STUDI KASUS SD NO. 3 KEROBOKAN KAJA) I Gede Agus Rama Junior. Ketut Queena Fredlina. I Gede Putu Krisna Juliharta. Program Studi Teknik Informatika. Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi Dan Desain. Universitas Primakara. Denpasar. Bali. gusrama858@gmail. queena@primakara. krisna@primakara. ABSTRACT Indonesian has the of dance. In today's technological developments not only in the field of knowledge but also in children's game tools such as smartphones. Games can be used to facilitate learning activities. As is the case with students of Elementary School No. 3 Kerobokan Kaja, the results of interviews indicated that there was still a lack of digital learning media for students, especially regarding the art of dance. The research method used to develop this educational game was the Game Development Life Cycle (GDLC) method. started implementing the creation of educational games using construct 2 and testing game applications on students. in this test also used a Likert scale questionnaire or questionnaire to see the results of student satisfaction regarding making educational games as digital learning media to add insight to children or students at Elementary School No. 3 Kerobokan Kaja, it can be concluded from the results of the questionnaire that educational games sentai received a good response from the students by obtaining a percentage of 94% in the "Very Good" category. Keywords : Game. GDLC. Education. Traditional Dances. Construct 2. ABSTRAK Indonesia memiliki kesenian tari. Dalam perkembangan teknologi seperti saat ini tidak hanya pada bidang pengetahuan saja tetapi sudah ke alat permainan game anak seperti smartphone. Game dapat dipergunakan untuk mempermudah dalam kegiatan belajar. Seperti halnya pada siswa Sekolah Dasar No. 3 Kerobokan Kaja, dalam hasil wawancara bahwa masih kurangnya media pembelajaran secara digital untuk siswanya terutama pada mengenai kesenian tari. Metode penelitian yang digunakan untuk membangun game edukasi ini adalah metode Game Development Life Cycle (GDLC). peneliti mulai mengimplementasi pembuatan game edukasi mengunakan construct 2 dan melakukan penujian aplikasi game kepada siswa. dalam pengujian ini juga mengunakan kuesioner atau angket skala Likert untuk melihat hasil kepuasan siswa mengenai pembuatan game edukasi sebagai media pembelajaran secara digital guna menambah wawasan untuk anak atau siswa di Sekolah Dasar No. 3 Kerobokan Kaja, dapat di tarik kesimpulan dari hasil angket bahwa game edukasi sentai mendapat respon baik dari pihak siswa dengan memperoleh persentase 94% dengan kategori AuSangat BaikAy . Kata kunci : Game. GDLC. Edukasi. Tarian Tradisional. Construct 2. PENDAHULUAN Indonesia memiliki berbagai banyak jenis kesenian dan budaya. Dari berbagai kesenian terdapat seni tradisional yang sering menjadi sorotan, umumnya tarian ini digunakan untuk penyambutan tamu bahkan sebagai sarana keagamaan. Kepribadian suatu bangsa, daerah dan tempat akan tercermin melalui kebudayaan termasuk kesenian tari. Selain itu seni tari dapat menjadi hiburan kepada masyarakat dan juga menjadi sebuah sarana belajar untuk anak. Dalam perkembangan teknologi seperti saat ini tidak hanya pada bidang pengetahuan saja tetapi sudah ke alat permainan anak seperti smartphone, komputer, konsol dan sebagainya. Saat ini banyak sekali anak-anak yang sudah memiliki perangkat gadgetnya sendiri dengan berbagai jenis aplikasi didalamnya. Mereka lebih cenderung mengunakan gadgetnya tersebut untuk hal lain dari pada belajar khususnya mengenai kesenian tari tradisional. 458 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 9. Nomor 4. Juni 2023 Tarian tradisional merupakan sebuah warisan budaya lokal yang harus dilestarikan tetapi saat ini tarian luarlah yang lebih populer jika dibandingkan tarian tradisional dan bahkan mulai diabaikan oleh generasi muda. Salah satu media yang dapat digunakan dalam belajar anak iyalah melalui sebuah perangkat lunak atau software permainan game. Game dapat dipergunakan untuk mempermudah dalam kegiatan belajar. Saat ini game memiliki begitu banyak jenis seperti Quiz. Puzzel. Racing. Edukasi dan sebagainya tergantung dari kebutuhan Dari semua jenis itu, game edukasilah yang didalamnya berisikan sebuah pengetahuan dan informasi sesuai kebutuhan sehingga dapat memperluas wawasan anak, game edukasi akan membuat anak atau siswa lebih tertarik dan semangat dalambelajar. Seperti halnya pada siswa Sekolah Dasar No. 3 Kerobokan Kaja, dalam hasil wawancara secara lisan dengan kepala dan wakil kepala sekolah bahwa masih kurangnya media pembelajaran secara digital untuk siswanya terutama pada mengenai kesenian khususnya tarian dalam mata pelajaran. Pada permasalahan yang sudah dijabarkan di atas penelitian ini memiliki tujuan untuk membangun sebuah game edukasi sebagai media belajar pengenalan seni tari tradisional yang menarik kepada anak atau siswa pada Sekolah Dasar No. 3 Kerobokan Kaja. Pembuatan game ini mengunakan metode Game Development Life Cycle (GDLC). Metode ini sudah di guanakan oleh beberapa peneliti di karenakan memudahkan dalam kegiatan perancangan dan pembuatan khususnya game. Dari hasil penelitian ini nantinya dapat diharapkan menjadi sebuah acuan dalam pembuatan permainan game lainnya yang ditujukan untuk sarana edukasi dalam TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Game Game adalah sebuah aktivitas yang dilakukan dengan tujuan menghibur atau menghilangkan kejenuhan. Game dapat berupa permainan fisik atau permainan yang dimainkan secara digital. Game juga dapat menjadi sumber belajar bagi seseorang terutama jika game tersebut mengajarkan pemainnya. Quiz Game Quiz Game Quiz Game dengan jenis quiz ini umumnya memiliki gameplay yang menyajikan sebuah tertanyaan dan pemain diharuskan untuk memilih jawaban yang tepat dari sebuah pilihan jawaban yang disediakan dalam game tersebut. Pengertian Edukasi Edukasi merupakan suatu proses belajar baik itu dalam dunia pendidikan formal maupun dikehidupan sehari-hari non formal yang dapat dilakukan oleh seseorang. Tujuan dari proses pendidikan itu sendiri iyalah agar seseorang ataupun sekelompok orang tersebut mengerti mengenai sesuatu yang diajarkan dan mampu berpikir lebih kritis. Game Edukasi Game edukasi umumnya sebuah perangkat lunak yang dibangun dengan memiliki tujuan sebagai sarana pendidikan terutama bagi anak. Permainan game seperti ini dirancang untuk mendukung sebuah proses belajar. Permainan edukasi dapat meningkatkan konsentrasi dan guna untuk berusaha dalam memecahkan masalah. Seni Tari Tradisional Seni tarian tradisional adalah bentuk seni tarian yang berkembang dari kebudayaan suatu daerah atau negara. Tarian tradisional biasanya menceritakan sejarah, legenda atau kebiasaan dari suatu tempat tertentu. Tarian mengandung simbolik yang terkait dengan kebudayaan daerah tersebut dan sering keagamaan dan perayaan dari daerah tersebut. Junior. Fredlina. Juliharta. Pembuatan Game Edukasi Seni Budaya Tebak Nama Tarian. Game Development Life Cycle (GDLC) Game Development Life Cycle ( GDLC) adalah serangkaian proses yang dilakaukan dalam pengembangan game dari awal hingga selesai. Secara umum. GDLC meliputi beberapa tahap yaitu perancangan, pra-produksi, produksi, pengujian, beta, release. Construct 2 Perangkat lunak Construct 2 ini merupakan sebuah software yang berbasis HTML5 yang digunakan untuk membangun sebuah permainan. software Construct 2 ini dibangun dengan tujuan mempermudah bagi pengembang yang ingin membangun sebuah permainan yang mereka inginkan. Construct 2 ini digunakan untuk membangun permainan yang berbasis 2D. Dengan tool ini penguna dapat mempublikasikan softwarenya ke dalam beberapa tempat atau platform seperti android atau komputer. Gambar 1. Metode GDLC Android Sistem operasi Android atau android Os merupakan sistem yang berbasis Linux. Android ini umumnya digunakan pada perangkat seperti smartphone, televisi dan perengakat elektronik lainnya. Sistem android merupakan sebuah sistem atau platform terbuka yang sering digunakan para developer yang ingin mengembangkan softwarenya dengan sistem platform android. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan untuk membangun game edukasi ini adalah metode Game Development Life Cycle (GDLC). Ada beberapa tahapan didalam metode ini diantaranya Inisiasi Awal. Pre-Production. Production. Testing. Beta. Release. Initiation (Inisiasi Awa. Tahap ini merupakan tahap atau fase pengumpulan bahan dan tools yang akan digunakan baik itu berupa hardware hingga software sebagai pendukung pembuatan Pre-Production (Tahap Persiapa. Tahap ini merupakan tahap atau fase awal dimana mulai merancang dari game seperti mendefinisikan jenis game, storyboard, flowchart sistem, gameplay, tantangan dan Production (Implementas. Tahap ini merupakan tahap atau fase akan mulai melakukan pengerjaan bagian utama dari game yang akan dibuat seperti assetasset yang dibutuhkan. Testing (Alpha Tes. Tahap ini merupakan tahap atau fase akan menguji game yang telah dibuat yang berkaitan dengan kemudahan pengunaan dan kelengkapan fitur-fitur dalam Jika ada perubahan dari fitur-fitur tententu maka peneliti akan memperbaikinya pada tahap preproduction. 460 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 9. Nomor 4. Juni 2023 Beta (Uji Cob. Tabel 2. Storyboard Cara Bermain Tahap ini merupakan tahap atau fase akan menguji dari masing-masing fungsi dalam game sampai kualitas keseluruhan game kepada user. User akan memberikan penilaian untuk hasil keseluruhan game baik dari fungsi tombol, audio hingga visual. Pada tahap ini juga akan diuji cobakan kepada siswa/siswi. Release (Peluncura. Bagian akhir dari pembuatan game yaitu release atau game ke pihak ketiga HASIL DAN PEMBAHASAN Peniliti menjelaskan hasil dari implementasi dari game edukasi yang dibuat baik itu dari storyboard, tampilan game, melakukan pengujian game tersebut kepada siswa hingga melakukan angket guna mengetahui game dapat berjalan dengan sesuai. ID Scene Ukuran Sene Deskripsi Scene Storyboard Game Tabel 1. Storyboard Menu Awal 1 Cara Bermain 720 x1280 Pixel Pada halaman ini akan penjelasan bagaimana cara bermain atau bantuan dalam mengunakan game dan terdapat 3 buah tombol. Tabel 3. Storyboard Info Pengmbang ID Scene Ukuran Sene Deskripsi Scene Menu Awal 720 x1280 Pixel Pada tampilan awal atau home ini terdapat judul dari game yang telah dibuat dan juga terdapat 4 tombol yang diletakan secara vertikal dari atas ke bawah. Setiap masing-masing Pada bagian paling bawah tertinggi yang telah didapat. ID Scene Ukuran Sene Deskripsi Scene 2 Info Pengembang 720 x1280 Pixel Pada halaman ini akan menampilkan data diri dari pengembang seperti: Foto Pengembang Nama Nomor Telphone/Wa Instansi Junior. Fredlina. Juliharta. Pembuatan Game Edukasi Seni Budaya Tebak Nama Tarian. Tabel 4. Storyboard Menu Level ID Scene Ukuran Sene Deskripsi Scene Menu Level 720 x1280 Pixel Halaman ini adalah tampilan memilih level yang ingin mereka mainkan. Terdapat 4 buah tombol Tabel 5. Storyboard Game Quiz ID Scene Ukuran Sene Deskripsi Scene Game Quiz 720 x1280 Pixel Halaman ini merupakan tampilan game qiuz utama yang akan dimainkan oleh pemain dan terdapat 5 Tabel 6. Storyboard Game Pause ID Scene Ukuran Sene Deskripsi Scene Game Pause 720 x1280 Pixel Halaman ini merupakan tampilan dari game pause atau menunda game untuk Terdapat 2 buah Tabel 7. Storyboard Akhir Game ID Scene Ukuran Sene Deskripsi Scene 2 Akhir Game 720 x1280 Pixel Tampilan ini merupakan tampilan akhir ketika sudah menyelesaikan game dan terdapat 2 buah tombol. 462 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 9. Nomor 4. Juni 2023 Implementasi Setelah melakukan Perancangan game selesai maka selanjutnya adalah tahap implementasi permainan game. Gambar 1. Tampilan Menu Awal Ketika pemain mulai memasuki game mereka akan dibawa ke tampilan awal dari pada tampilan awal ini mereka dapat menekan beberapa tombol sesuai dengan keterangan yang ada pada masing-masing Dapat dilihat pada gambar 1. Ketika pemain akan bermain mereka akan di arahkan ke menu atau halaman pilih level sebelum melanjutkan permainan. pada game ini terdapat 3 buah level di antaranya level 1 tari daerah bali, level 2 tari daerah jawa dan terakhir level 3 tari daerah acak . ari berbagai daerah di Indonesia. Dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 3. Tampilan Gameplay Ketika pemain sudah memasuki game quiz utama, mereka akan di arahkan untuk menjawab soal dengan total 1/15 per level dan terdapat 4 buah tombol jawaban yang dimana mereka akan memilih salah satu yang menurut pemain benar. Dalam game diantaranya waktu dengan batas 2 menit per level, poin yang dimana sejumlah poin untuk mendapatkan nyawa/healt dimana pemain memiliki 5 kesempatan dalam menjawab untuk dapat menyelesaikan game tetapi jika 5 nyawa habis sebelum pemain menyelesaikan permainan maka secara otomatis akan mengakhiri game tersebut. Dapat dilihat pada Angket Pengujian Gambar 2. Tampilan Level Game Sebelum mereka akan mencoba game yang Total responden yang Junior. Fredlina. Juliharta. Pembuatan Game Edukasi Seni Budaya Tebak Nama Tarian. mengikuti kegiatan ini adalah 29 Dari hasil angket dapat disimpulkan bahwa game edukasi sentari ini mendapat respon baik dengan total 94% . angat bai. Adapun 5 kategori skala Likert yang dipergunakan, yaitu: Tabel 8. Nilai Kategori Jawaban Interval Skor Kategori Tingkat Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) Sangat Kurang (SK) Tabel 9. Kategori Kreteria Jawaban Persentase% 81% - 100% 61% - 80% 41% - 60% 21% - 40% 0% - 20% Kreteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Untuk responden pada game AuSENTARIAy ini peneliti mengunakan perhitungan persentase dengan rumus Keterangan Rumus : p = Nilai persentase yang di cari x = Total jumlah nilai kategori yang didapat xi = Total skor maks 5 dari nilai kategori 100 = Bilangan konstan Berikut merupakan hasil dari perhitungan angket kuesioner dapat dilihat pada Tabel Tabel 10. Hasil Angket Responden Responden Jumlah : Skor Maks xi Total Jumlah : x Total Jumlah Skor Maks : xi Persentase . 2/1. Keterangan Sangat Baik 464 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 9. Nomor 4. Juni 2023 SIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah di jabarkan sebelumnya mengenai pembuatan game edukasi sebagai media pembelajaran secara digital guna menambah wawasan untuk anak atau siswa di Sekolah Dasar No. Kerobokan Kaja mengunakan metode Game Development Life Cycle (GDLC), dapat di tarik kesimpulan dari hasil angket bahwa game edukasi sentai mendapat respon baik dari persentase 94% dengan kategori AuSangat BaikAy. DAFTAR PUSTAKA