Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman Sutorejo. Surabaya sebagai Media Pembelajaran Ekosistem Air Tawar Kismiyati. Putri Desi Wulan Sari. Muhammad Hanif Azhar. Rozi* Departemen Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. Indonesia *Coresponding Author: rozi@fpk. Dikirim: 11-09-2025. Direvisi: 17-11-2025. Diterima: 19-11-2025 Abstrak: Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru TK dalam memanfaatkan aquascape sebagai media pembelajaran ekosistem air tawar yang kontekstual dan mudah direplikasi. Kegiatan dilaksanakan luring di TK Al-Iman Sutorejo. Surabaya pada 10 Juli 2025 dengan pendekatan partisipatif-edukatif: penguatan konsep, demonstrasi, praktik berkelompok, dan pendampingan. Evaluasi mencakup pre-test dan post-test . ertutup & terbuk. , pilihan ganda . Ae. , observasi praktik, serta monev awal. Hasil menunjukkan dua unit aquascape edukatif fungsional berhasil dirakit. Skor post-test peserta . = . berada pada kategori baik . erata 77,69 A 7,99. rentang 60Ae90. Ou80 = 69,2%). Analisis per-butir menunjukkan pemahaman fungsi COCC kuat . ,6% bena. , namun klasifikasi biotikAeabiotik masih menyisakan miskonsepsi . ,5% bena. Dokumentasi visual memvalidasi kehadiran, proses, dukungan institusional, dan produk. Disimpulkan bahwa aquascape layak digunakan sebagai media pembelajaran PAUD untuk memperkuat literasi ekologi dasar. Rekomendasi meliputi standarisasi pre-test numerik, aktivitas sorting komponen, poster komponen minimum di kelas, dan monev berjadwal untuk keberlanjutan. Kata Kunci: Aquascape. ekosistem air tawar. media pembelajaran. PAUD/TK. life below Abstract: This community service program aimed to enhance kindergarten teachersAo knowledge and skills in using aquascaping as an accessible freshwater ecosystem learning The on-site training was conducted at TK Al-Iman Sutorejo. Surabaya, on 10 July 2025 and applied a participatory approach: concept briefing, demonstration, small-group practice, and follow-up support. Evaluation comprised a pre-test . losed & open item. , a multiple-choice post-test . Ae. , practice observation, and early monitoring. Two functional educational aquascape units were successfully assembled. Post-test scores for teachers . = . indicated a good level of performance . 69 A 7. range 60Ae90. Ou80 = 69. 2%). Item analysis revealed a strong understanding of the role of COCC . 6% correc. but residual misconceptions in bioticAeabiotic classification . 5% correc. Visual documentation triangulated attendance, process, institutional support, and products. We conclude that aquascaping is feasible and suitable as a PAUD . arly childhoo. learning medium to strengthen basic ecological literacy. We recommend standardizing a numeric pre-test, adding component-sorting activities, displaying a Auminimum componentsAy poster . ubstrateAeaquatic plantsAefiltration/aerationAelightin. , and scheduling follow-up monitoring to ensure Keywords: Aquascape. freshwater ecosystem. instructional media. early childhood. below water @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA PENDAHULUAN Artikel Perikanan merupakan sektor strategis yang berkontribusi pada ketahanan pangan, ekonomi, dan keseimbangan ekosistem. Peran Departemen Akuaultur. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) dalam edukasi publik menjadikan sekolah usia dini sebagai mitra penting untuk menanamkan literasi lingkungan sejak awal. Di TK Al-Iman Sutorejo. Surabaya, pembelajaran topik ekosistem air tawar umumnya masih bersifat konvensional, berbasis cerita/gambar, sehingga hubungan komponen biotikAeabiotik belum tergambar konkret bagi anak. Analisis kebutuhan mitra menegaskan keterbatasan media pembelajaran interaktif dan minimnya pengalaman guru memanfaatkan alat peraga berbasis ekosistem. Lingkungan kota Surabaya yang memiliki inisiatif pro-lingkungan serta ketersediaan komunitas/aquashop menjadi modal kuat bagi program pembelajaran kontekstual berbasis ekosistem. Intervensi dirancang melalui pelatihan pembuatan dan pemanfaatan aquascape sebagai miniatur ekosistem air tawar di kelas, yang mudah direplikasi dan hemat biaya, sehingga mendukung SDG 4 dan SDG 14. Kegiatan awal dilaksanakan 10 Juli 2025 di TK Al-Iman Surabaya dengan partisipasi A13 guru . etail evaluasi pada bagian Metod. Sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, program ini merupakan pengabdian berbasis ipteks perikanan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru tentang ekosistem air tawar serta keterampilan merancangAemembuat aquascape edukatif yang aman dan mendorong inovasi media tematik . ingkungan, sains, hewanAetumbuhan ai. melalui integrasi aquascape di kelas. dan menumbuhkan kepedulian lingkungan pada anak melalui pengalaman hands-on. Pencapaian dievaluasi dengan preAepost test, observasi praktik, dan monitoringAeevaluasi tindak lanjut. Beragam artikel pengabdian dan riset pendidikan menunjukkan efektivitas . quascape/terrarium/akuaponi. sains-lingkungan pada guru maupun anak usia dini. Pelatihan aquascape meningkatkan kreativitas, minat belajar, dan pemahaman konsep (Rosmawati et , 2023. Hariyadi & Andriawan, 2022. Wijianto et al. , 2. Bagi guru TK, terrarium/ekosistem mini memperkuat kompetensi merancang media hands-on. Pada tingkat keluarga/sekolah dasar, aquarium mini daur ulang maupun akuaponik menegaskan keterampilan, literasi ekologi, dan keberlanjutan. Secara konseptual, aquascape adalah seni menata akuarium dengan elemen alam . asir, batu, tanaman air, ikan/biot. dan memiliki nilai edukasi sains-teknologi-seni (Kumari & Kumar, 2. Bukti-bukti ini memperkuat pemilihan aquascape sebagai media utama untuk menjembatani konsep ekosistem menuju praktik pembelajaran yang konkret dan Pendekatan yang dilaksanakan bersifat partisipatif-edukatif: . identifikasi kebutuhan & koordinasi mitra. pelatihan konsep ekosistem air tawar dan demonstrasiAepraktik pembuatan aquascape . emilihan wadah, substrat, tanaman air, dekorasi, pengisian air & filtrasi dasar, perawatan awa. pendampingan implementasi media di kelas. evaluasi melalui preAepost test, observasi SOP perawatan, dan monitoring tindak lanjut. diseminasi melalui artikel jurnal Abdimas, artikel populer, dan video 3Ae5 menit sesuai ketentuan. Evaluasi keberhasilan diukur melalui preAepost test, observasi praktik, dan monitoringAeevaluasi tindak lanjut, dengan indikator antara lain peningkatan skor pengetahuan guru serta tersedianya minimal satu unit aquascape fungsional per kelompok/kelas. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Desain Kegiatan Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang mengintegrasikan pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi Dampak jangka pendek dievaluasi dengan rancangan one-group pretestAe posttest pada guru peserta untuk menangkap perubahan pengetahuan setelah Pengukuran kuantitatif tersebut dilengkapi observasi keterampilan saat sesi praktik pembuatan aquascape dan monitoringAeevaluasi . tindak lanjut guna menilai keberlanjutan pemanfaatan media di kelas. Lokasi. Waktu, dan Peserta Kegiatan dilaksanakan di TK Al-Iman Sutorejo. Kota Surabaya. Jawa Timur, pada 10 Juli 2025 sebagai sesi inti, dan diikuti monev 14 dan 30 hari setelah kegiatan untuk memantau penggunaan media di kelas. Peserta berjumlah sekitar 13 guru dengan kriteria inklusi pendidik aktif TK Al-Iman . enaga administrasi/non-pengajar tidak Kegiatan difasilitasi oleh tim narasumber yang terdiri atas dosen dan mahasiswa FPK Universitas Airlangga. Materi dan Intervensi Materi pelatihan mencakup penguatan konsep ekosistem air tawar, meliputi komponen biotikAeabiotik, rantai makanan sederhana, dan kualitas air dasar, sebagai landasan teoretis bagi guru. Intervensi utama berupa pengenalan dan praktik aquascape edukatif, mencakup prinsip desain untuk tujuan instruksional, pemilihan wadah, substrat, batu/kayu, tanaman air, proses pengisian air, pengaturan pencahayaan serta aerasi/filtrasi dasar, dan aspek keselamatan di kelas. Selanjutnya, peserta diarahkan mengintegrasikan aquascape ke kurikulum PAUD melalui strategi pengaitan dengan tema lingkungan/sains dan penyusunan penilaian autentik Sesi diakhiri dengan pembekalan SOP perawatan, kebersihan media, keselamatan listrik/air, serta rencana replikasi media di kelas. Alat. Bahan, dan Sumber Daya Perangkat utama yang digunakan meliputi wadah berupa akuarium kecil atau stoples bening. substrat dan dekorasi seperti pasir/kerikil halus serta batu/kayu inert. dan tanaman air yang mudah dirawat, terutama spesies berdaun tahan naungan. Peralatan pendukung terdiri atas gunting pinset, ember, filter spons sederhana atau aerator . , dan lampu LED hemat energi. Bahan penunjang mencakup air bebas klorin dengan deklorinator bila diperlukan serta desinfektan untuk area kerja. Dokumentasi pembelajaran diperkuat melalui modul pelatihan. SOP, lembar kerja praktik, dan formulir persetujuan dokumentasi. Prosedur Pelaksanaan (Rencana Pemecahan Masala. Tahapan kegiatan diawali need assessment dan koordinasi mitra untuk mengonfirmasi kebutuhan media, penjadwalan, dan logistik. Pada hari pelaksanaan, peserta mengikuti pretest berisi 10Ae15 butir mengenai pengetahuan ekosistem dan media pembelajaran. Sesi teori interaktif selama A120 menit membahas konsep ekosistem air tawar dan prinsip aquascape edukatif, yang kemudian diikuti demonstrasi dan praktik selama A180 menit untuk merakit aquascape secara bertahap @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA dalam kelompok kecil . Ae3 guru/kelompo. Setelah praktik, peserta mengerjakan posttest dan mengisi kuesioner kepuasan skala Likert . Ae. Program dilanjutkan dengan pendampingan implementasi di kelas . irtual/kunjungan singka. serta monev H 14/H 30 untuk menilai fungsi media, keberlanjutan perawatan, dan intensitas pemanfaatan dalam pembelajaran. Instrumen Evaluasi Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui preAepost test pilihan ganda sebanyak 10Ae15 butir yang dinilai dalam rentang skor 0Ae100. Keterampilan praktik dinilai menggunakan checklist 10 poin yang mencakup aspek perencanaan, instalasi, kebersihan, keselamatan, kerapian, dan fungsi dasar media. Pengalaman peserta terhadap kegiatan dihimpun melalui kuesioner kepuasan berisi 6Ae8 butir skala Likert 1Ae5. Selain itu, monev menggunakan formulir singkat merekam fungsi media, frekuensi penggunaan, dan hambatan yang ditemui. pada tahap awal terkumpul respon n=3, sedangkan hasil lengkap akan disajikan di bagian hasil dan pembahasan. Analisis Data . Data pertanyaan tertutup pre-test dianalisis secara deskriptif . abulasi frekuensi dan propors. Jawaban terbuka pre-test dianalisis dengan pengodean teks, pembersihan kata umum dan penyelarasan sinonim sederhana . batuanIebatu, co/co2IeCOCC), kemudian dihitung frekuensi istilah untuk memetakan kosakata inti dan Skor post-test . Ae. diringkas menggunakan rerata, simpangan baku, rentang, dan proporsi kelulusan . mbang Ou80/. Selain itu, disajikan proporsi jawaban benar per butir sebagai indikator penguasaan konsep. Perbandingan preAepost akan ditambahkan setelah tersedia skor pre-test yang sepadan. Etik dan Perizinan . Kegiatan dilaksanakan dengan persetujuan mitra . epala sekola. dan persetujuan partisipan . termasuk izin dokumentasi foto/video. Data dilaporkan agregat tanpa identitas personal dan disimpan untuk kepentingan pelaporan luaran. Keselamatan praktik menjadi prioritas: penempatan sumber listrik aman . rip-loop, stop-kontak jauh dari ai. , penggunaan wadah yang sesuai, serta SOP kebersihan dan penanganan tumpahan/pecah kaca. Seluruh prosedur mengikuti kaidah etik pengabdian berbasis pendidikan dan kebijakan internal FPK-UNAIR. Keberlanjutan dan Diseminasi Produk aquascape hasil pelatihan ditinggalkan sebagai media belajar di sekolah dan dilengkapi SOP perawatan serta jadwal tugas untuk memastikan keberlanjutan. Pendampingan lanjutan dilakukan melalui grup komunikasi dan kunjungan singkat sesuai kebutuhan. Hasil program didiseminasikan dalam bentuk artikel jurnal Abdimas, artikel populer/media massa, dan video 3Ae5 menit sesuai ketentuan luaran. Risiko dan Mitigasi Risiko utama yang diantisipasi meliputi tumpahan air atau pecah kaca yang diminimalkan dengan alas kedap air, pembatas area, dan opsi wadah plastik. kelistrikan yang dikendalikan melalui penempatan stop-kontak jauh dari sumber air, kerapian kabel, adaptor berstandar, dan penerapan drip loop. serta penurunan kualitas air atau kematian tanaman yang ditangani melalui jadwal perawatan, penggantian air sebagian, dan pemilihan tanaman tahan. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA Keterbatasan Ukuran sampel relatif kecil dan monev sementara n=3, sehingga inferensi awal bersifat deskriptif dan perlu dikonfirmasi melalui pengukuran lanjutan. Kajian lebih jauh diperlukan untuk mengevaluasi tingkat replikasi media di kelas dan keberlanjutan perawatan dalam periode yang lebih panjang. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Implementasi Kegiatan Program dilaksanakan luring pada 10 Juli 2025 di ruang kelas TK Al-Iman Sutorejo. Surabaya, diikuti A13 guru. Rangkaian inti mencakup pembukaan, pre-test . ertanyaan tertutup & terbuk. , pemaparan konsep ekosistem air tawar dan prinsip aquascape edukatif, demonstrasi, serta praktik perakitan dalam kelompok kecil (A2Ae3 guru/kelompo. Seluruh peserta menerima booklet dan SOP perawatan. Pada praktik, peserta menyiapkan substrat, menanam tanaman air, mengisi air, lalu menata dekorasi dan perlengkapan dasar . encahayaan, aerasi/filtrasi sederhan. dengan pendampingan tim. Sesi ditutup dengan post-test pilihan ganda . Ae. dan refleksi setelahnya dilakukan pendampingan melalui grup komunikasi dan kunjungan singkat untuk memastikan media berfungsi dan mulai dimanfaatkan di kelas. Hasil Kuantitatif (PreAePos. Berdasarkan pre-test terhadap delapan guru, pertanyaan tertutup menunjukkan bahwa mayoritas responden mengetahui aquascape dan pernah membuatnya . engetahui: Ya=7. Tidak=1. membuat: Ya=6. Tidak=. , sementara seluruh responden menilai keberadaan lampu penting atau setidaknya mungkin penting (Ya=6. Mungkin=2. Tidak=. , meskipun masih ada satu guru yang belum mengetahui aquascape dan dua guru yang belum pernah membuatnya. Visual pada Gambar 1AAe 1C menguatkan temuan Tabel 1 dengan pola batang yang terkonsentrasi pada kategori AuYaAy. Meski demikian, angka-angka ini bersifat self-report, sehingga perlu dibaca hati-hati dan ditriangulasi dengan bukti pemahaman konsep. Tabel 1. Tabulasi jawaban tertutup pre-test . Variabel Mengetahui apa itu aquascape Pernah membuat aquascape Lampu penting dalam aquascape Kategori Tidak Tidak Mungkin Tidak Frekuensi Triangulasi melalui jawaban terbuka menunjukkan bahwa familiaritas deklaratif belum selalu berbanding lurus dengan akurasi konseptual. Sesuai Tabel 2 dan Gambar 1D, istilah inti/tepat, batu . , filter . , pasir . , tanaman . , masih bercampur dengan istilah non-spesifik/lintas konteks . serta entri yang bukan komponen . quarium, orname. dan tema laut/non-akuatik . antai, pohon. Pola ini menandakan miskonsepsi biotikAeabiotik dan belum jelasnya komponen wajib aquascape edukatif. Implikasinya, intervensi perlu menyelaraskan konsep dasar lebih dulu sebelum pendalaman praktik: . menegaskan rantai komponen @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA minimum . ubstrat Ie tanaman air Ie filtrasi/aerasi Ie pencahayaa. beserta kaitannya dengan fotosintesis dan keseimbangan ekosistem. menstandarkan istilah . indari Aurumput/ornamen/pantai/pohonAy sebagai kompone. memberi contoh spesifik tanaman air yang sesuai konteks kelas. Dengan penekanan tersebut, pengalaman praktik yang sudah dimiliki sebagian guru akan lebih tepat sasaran dan konsisten dengan tujuan ekosistem air tawar yang edukatif. Gambar 1. Ringkasan hasil pre-test . : A) pernah membuat aquascape. mengetahui aquascape. C) penilaian pentingnya lampu. D) komponen yang paling sering disebut. Tabel 2. Top-10 istilah komponen/bahan yang disebut pada jawaban terbuka Istilah Batu Filter Pasir Rumput Tanaman Aquarium Ornamen Pantai Pohon Frekuensi Catatan Substrat/struktur . Komponen wajib sirkulasi . Substrat . Istilah non-spesifik Ie arahkan ke tanaman air Komponen biotik . Wadah, bukan komponen Dekoratif, bukan komponen inti Tema laut . intas kontek. Non-akuatik . erlu klarifikas. Post-test . Rekap skor pilihan ganda . Ae. menunjukkan rerata 77,69 A 7,99 dengan rentang 60Ae90 dan proporsi Ou80 sebesar 69,2%. distribusi skor terkonsentrasi pada rentang 70Ae90 (Tabel 3. Gambar . Analisis per butir memperlihatkan penguasaan konsep fungsi COCC yang kuat, 84,6% memilih membantu pertumbuhan tanaman, dan masih adanya celah pada klasifikasi biotikAeabiotik, 61,5% menjawab ikan & tanaman sedangkan 38,5% memilih batu & pasir (Gambar . Secara keseluruhan, capaian pascapelatihan relatif tinggi dan selaras dengan bukti proses . aparan konsep terstruktur diikuti praktik berkelompo. pada Gambar 2. Implikasi: pertahankan pendekatan demonstrasi dan praktik, dan kuatkan penekanan komponen minimum . ubstrat Ie tanaman air Ie filtrasi/aerasi Ie pencahayaa. serta penjelasan COCCAefotosintesis melalui checklist umpan balik di tempat. untuk monev @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA berikutnya, sediakan pre-test numerik sepadan agar gain dapat dihitung, dan hindari entri kosong . alidasi isia. Tabel 3. Ringkasan skor post-test . Ae. Min Maks Rerata 77,69 Simpangan Baku 7,99 Ou80 (%) Tabel 4. Proporsi jawaban benar per butir . Butir Komponen biotik dalam aquascape Kunci jawaban Ikan dan tanaman Benar . 8/13 Benar (%) Fungsi COCC dalam aquascape untuk pertumbuhan 11/13 Catatan 5/13 memilih Batu & pasir . iskonsepsi biotikAeabioti. 2/13 memilih Meningkatkan keasaman air Kinerja pascapelatihan berada pada kategori baik . erataOO. dengan mayoritas mencapai Ou80 (Gamabar . Temuan per butir memperlihatkan peningkatan pemahaman inti . iotik, fungsi COCC), namun masih tersisa miskonsepsi pada klasifikasi biotik vs abiotik. Hasil ini selaras dengan bukti proses pada Tabel 4. Gambar 2, yakni paparan konsep yang sistematis diikuti praktik hands-on, serta mengarahkan rekomendasi penguatan pada penekanan komponen wajib . ubstrat, tanaman air, filtrasi/aeras. dan penjelasan eksplisit COCC untuk fotosintesis Gambar 2. Distribusi jawaban butir konsep . ost-test, n=. : A) fungsi COCC dalam B) komponen biotik dalam aquascape. Note: nanAy artinya AuTidak diisi Gambar 3. Distribusi skor post-test . : rerata 77,69A7,99. minAemaks 60Ae90. proporsi Ou80 = 69,2%. Ay @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA Hasil Kualitatif (Observasi & Produ. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan motivasi tinggi sejak pembukaan hingga akhir kegiatan pengmas. Para guru menghadiri dengan penuh perhatian dan siap mengikuti rangkaian pre-test maupun materi praktik, hal ini menegaskan bahwa audiens merasa kegiatan ini merupakan sasaran tepat untuk meningkatkan skill dan pengembangan diri (Gambar . Setelah itu. Prof. Dr. Akhmad Taufiq Mukti. Pi. Si. menyampaikan landasan konseptual tentang ekosistem air tawar dan prinsip aquascape edukatif membingkai kerangka biotikAeabiotik serta peran substrat, filtrasi, dan pencahayaan sebagai jembatan menuju praktik (Gambar . Dukungan institusional ditegaskan melalui sambutan Ketua Pengmas. Prof. Dr. Kismiyati. Ir. Si. , yang sekaligus menyerahkan cinderamata aquascape secara simbolik sebagai komitmen keberlanjutan . enjadwalan perawatan, integrasi ke RPP, replikasi lintas kela. Validasi administratif, identitas kegiatan, tanggal, lokasi, dan jumlah partisipan, terdokumentasi pada foto resmi di depan spanduk (Gambar . Gambar 4: Pemaparan materi konsep ekosistem air tawar & prinsip aquascape. Gambar 5: Sambutan pembukaan oleh ketua program pengabdian masayarakat. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA Gambar 6: Foto bersama tim FPK UNAIR & guru peserta. Setelah landasan konseptual, sesi praktik dimulai dalam kelompok kecil dengan pendampingan intensif: penataan substrat, pemasangan hardscape, penanaman, dan pengaturan perangkat dasar sembari menerapkan SOP keselamatan airAelistrikAekaca (Gambar 8C). Hasil langsungnya terlihat pada dua unit aquascape edukatif yang selesai dirakit dan siap digunakan untuk Guru TK Al Iman Sutorejo. Surabaya sebagai Media Pembelajaran Ekosistem Air Tawar (Gambar 8A,B). Rangkaian diakhiri dengan dokumentasi tim pendamping bersama set aquascape sebagai sinyal dukungan teknis berkelanjutan untuk monev dan replikasi (Gambar . Secara keseluruhan, bukti visual ini menyajikan triangulasi kehadiranAeprosesAedukungan institusionalAeproduk yang memperkuat validitas temuan kuantitatif dan klaim capaian indikator. Gambar 8: Produk aquascape edukatif menghasilkan 2 unit media akuarium A) Aquascape gaya NatureAeJungle/Dutch-inspired . ominasi massa tanama. B) Aquascape gaya NatureAeIsland/Ryuboku . undukan kayuAebatu dengan ruang negati. C) praktik penataan substrat, hardscape, tanaman air. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA Gambar 9: Tim pendamping dan Guru TK Al Iman Sutorejo. Surabaya berfose memamerkan 2 buah hasil set aquascape sebagai media pembelajaran ekosistem air MonitoringAeEvaluasi (Mone. Awal Monev pascapelatihan dirancang pada hari ke 14 dan 30 pasca acara yang bertujuan untuk menilai pemanfaatan media, keberlanjutan perawatan, serta integrasi ke kegiatan belajar. Hingga naskah ini disusun, respons monev awal yang terekam masih terbatas . Data yang masuk akan dirangkum pada versi final hasilAe sementara itu, tindak lanjut diarahkan pada penguatan SOP perawatan . enggantian air sebagian terjadwal, pembersihan kaca, dan manajemen cahay. dan penjadwalan pemanfaatan media di kelas. PEMBAHASAN Rangkaian luring yang memadukan pemaparan konsep singkat, selanjutnya dilanjutkan demonstrasi, praktik berkelompok, umpan balik langsung konsisten dengan sintesis riset bahwa pembelajaran sains berbasis inkuiri dengan aktivitas hands-on, ketika dipandu guru melalui scaffolding eksplisit dan asesmen yang selaras, berhubungan dengan peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan proses peserta didik (Dobber et al. , 2017. Eti et al. , 2021. Minner et al. , 2. Dalam konteks PAUD, eksplorasi langsung benda dan lingkungan riil, misalnya menyentuh air, mengamati organisme hidup, dan memanipulasi material, diidentifikasi mampu memperkuat scientific inquiry skills dan keterlibatan belajar, asalkan dirancang sebagai pengalaman yang developmentally appropriate (Garcya et al. , 2022. Farris et al. , 2. Penggunaan aquascape sebagai ekosistem mini di kelas sejalan dengan praktik pemanfaatan akuarium edukatif untuk membantu anak memaknai hubungan biotaAe lingkungan, kualitas air, dan tanggung jawab merawat makhluk hidup. Hasil implementasi program ini, guru terlibat aktif, media berhasil dirakit dan digunakan, serta capaian pascatraining relatif tinggi, kongruen dengan laporan bahwa model ekosistem/akuarium di kelas dapat meningkatkan minat, observasi, dan pemahaman konsep sains pada guru dan peserta didik (Eti et al. , 2021. Farris et al. , 2. Pelaksanaan program di sekolah mitra yang menargetkan guru kelas selaras dengan prinsip job-embedded teacher professional development (TPD), karena seluruh @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA proses belajar ditempatkan langsung di konteks kerja guru, berlangsung kolaboratif, dan disertai follow-up pascapelatihan. Model TPD semacam ini dipandang lebih efektif mengubah praktik mengajar dibanding pelatihan massal yang terlepas dari kelas, karena mengaitkan pembelajaran guru dengan masalah pembelajaran yang nyata, menyediakan siklus perencanaanAeimplementasiAerefleksi, serta dukungan kepemimpinan instruksional yang berkelanjutan (Pacchiano et al. , 2016. DarlingHammond et al. , 2. Sintesis dan meta-analisis terbaru juga menunjukkan bahwa TPD yang berfokus pada konten, memberi ruang belajar aktif, kolaborasi, coaching, dan durasi yang cukup cenderung berdampak lebih besar pada praktik mengajar dan hasil belajar siswa, sehingga format in-house yang digunakan dalam program aquascape edukatif ini konsisten dengan desain TPD yang direkomendasikan (Sims & Fletcher et al. , 2022. Audisio et al. , 2024. Darling et al. , 2. Penautan eksplisit program ke tujuan pembangunan berkelanjutan 4 (Quality Educatio. dan agenda literasi ekologi anak memperkuat landasan normatif bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan prasyarat kualitas pembelajaran tematik lingkungan di PAUD. Dokumen global mengenai SDG 4 menegaskan bahwa guru yang terlatih, didukung, dan memiliki akses ke pengembangan profesional berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan pendidikan yang inklusif, setara, dan bermutu bagi semua anak. Dalam pendidikan lingkungan usia dini, kajian mutakhir menunjukkan bahwa intervensi yang menggabungkan pengalaman langsung dengan alam, diskusi terarah, dan media visual mampu meningkatkan pengetahuan ekologi, sikap prolingkungan, serta rasa tanggung jawab anak terhadap lingkungannya (Ninsiana et al. , 2. Dengan demikian, fokus program pada penguatan kompetensi guru dalam merancang aktivitas tematik tentang ekosistem air dan keberlanjutan sejalan dengan rekomendasi literatur terbaru tentang pendidikan lingkungan dan ecoliteracy di masa kanak-kanak. Penempatan ekosistem air tawarAeaquascape sebagai media utama untuk menjembatani konsep biotikAeabiotik, kualitas air dasar, serta peran cahaya dan filtrasi sejalan dengan praktik baik yang dilaporkan dalam program akuarium kelas di berbagai sistem sekolah. Program Classroom Aquarium Education Program dan panduan akuarium kelas menunjukkan bahwa akuarium menyediakan laboratorium ekologi mini yang memungkinkan siswa mengamati langsung siklus hidup ikan, interaksi organisme, dan dampak tindakan manusia terhadap keseimbangan ekosistem. Bagi AUD, pendekatan ini konsisten dengan prinsip developmentally appropriate practice dan pernyataan posisi NSTA/NAEYC yang menekankan pentingnya pengalaman sains berbasis eksplorasi, permainan, dan guided inquiry dengan objek nyata untuk mengembangkan rasa ingin tahu, penalaran ilmiah awal, dan keterampilan Studi action research dan kajian empiris lain pada sains AUD juga menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan yang bergerak dari eksplorasi fenomena, observasi, diskusi, hingga dokumentasi dapat secara signifikan menguatkan science process skills dan sikap ilmiah anak, dengan catatan guru memperoleh dukungan TPD yang memadai untuk merancang dan memfasilitasi inkuiri (Eti et al. , 2021. Roehrig et , 2. Desain urutan yang dimulai dari needs assessment, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teori, demonstrasi, praktik berkelompok, pemberian umpan balik di tempat, dan diakhiri dengan monev pada hari ke 14 dan 30 pasca kegiatan dalam program ini merefleksikan karakteristik siklus TPD efektif yang menautkan penguatan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kismiyati dkk. Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif pada Guru TK Al-Iman SutorejoA content knowledge dengan enactment di kelas serta pemantauan berkelanjutan (Darling et al. , 2017. Sims et al. , 2. Pendekatan evaluasi yang mengombinasikan preAepost pilihan ganda, checklist keterampilan, dokumentasi produk, dan kuesioner kepuasan sejalan dengan panduan M&E TPD serta rekomendasi interpretasi ukuran efek yang menekankan kehati-hatian pada sampel kecil serta pentingnya instrumen sepadan dan indikator yang jelas. Pada siklus awal tanpa pre-test numerik yang benarbenar sepadan, analisis deskriptif proporsi dan rerata serta analisis per-butir merupakan langkah yang wajar. pada siklus berikutnya, uji berpasangan dan pelaporan ukuran efek dapat dilakukan setelah asumsi normalitas selisih diuji, misalnya dengan uji ShapiroAeWilk, agar integritas inferensi statistik tetap terjaga dan klaim kausal tidak berlebihan (Shapiro et al. , 1965. Kraft et al. , 2. KESIMPULAN Program Pelatihan dan Implementasi Aquascape Edukatif di TK Al-Iman Sutorejo pada 10 Juli 2025 terbukti efektif dan feasible untuk konteks PAUD, yang ditunjukkan dengan keberhasilan perakitan dan penyerahan dua unit aquascape fungsional serta capaian pascatraining yang baik . erata post-test 77,69 A 7,99. dengan skor Ou80 mencapai 69,2%), di mana analisis per butir mengindikasikan penguatan pemahaman terhadap fungsi COCC . ,6% jawaban bena. namun masih menyisakan celah pada klasifikasi komponen biotikAeabiotik . ,5% jawaban bena. , dan temuan triangulatif dari dokumentasi prosesAeproduk turut menguatkan validitas hasil tersebut. Ke depan, program ini memerlukan standarisasi instrumen pre-test numerik yang sepadan, penguatan konsep inti melalui aktivitas sorting komponen dan pengembangan poster terkait komponen minimum . ubstratAetanaman airAe filtrasi/aerasiAepencahayaa. , serta monev berjadwal (Hari ke 14 dan . untuk menjamin keberlanjutan perawatan dan integrasi ke RPP tematik, dengan tetap menyadari keterbatasan studi berupa ukuran sampel yang kecil dan belum adanya skor pre-test numerik yang akan diatasi pada siklus berikutnya guna memungkinkan analisis gain dan ukuran efek. UCAPAN TERIMA KASIH